Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta (p-ISSN: 2088-8872; e-ISSN:2541-2728 http://nursingjurnal.respati.ac.id/) adalah peer-reviewed journal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu keperawatan. Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli (prioritas utama), artikel ulasan ilmiah yang bersifat baru (tidak prioritas), atau komentar atau kritik terhadap tulisan yang ada di Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta diterbitkan oleh Progam Studi S1 Ilmu Keperawatan & Profesi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Respati Yogyakarta.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017"
:
10 Documents
clear
PENGARUH KONSELING LAKTASI TERHADAP PENGETAHUAN KEMAMPUAN DAN KEBERHASILAN IBU DALAM PEMBERIAN ASI
Anita Liliana;
Elsi Dwi Hapsari;
Wenny Artanti Nisman
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.116
Modal dasar pembangunan manusia berkualitas dimulai sejak bayi masih dalam kandungan yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sejak usia dini, terutama pemberian ASI eksklusif . Target pelaksanaan pemberian ASI eksklkusif sebesar 80%, namun dalam pelaksanaannya ASI eksklusif masih memprihatinkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konseling laktasi terhadap pengetahuan, kemampuan dan keberhasilan ibu dalam pemberian ASI di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah ”quasi experiment with post test-only non equivalent control group design”. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden pada masing-masing kelompok. Analisis bivariat menggunakan chi square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan yang signifikan setelah dilakukan konseling laktasi pada kelompok intervensi (p value 0.000<0.05), terdapat perbedaan kemampuan menyusui yang signifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol setelah diberikan konseling laktasi (p value 0.012<0.05; RR 1.917) dan terdapat perbedaan keberhasilan dalam pemberian ASI yang signifikan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol setelah diberikan konseling (p value 0.006<0.05; RR 2.500). Konseling laktasi berpengaruh terhadap pengetahuan, kemampuan dan keberhasilan ibu dalam pemberian ASI.
PENGARUH INTERVENSI KEPERAWATAN “CERDIKK” TERHADAP PENGENDALIAN DIABETES MELITUS PADA KELOMPOK LANSIA DI KELURAHAN CURUG KOTA DEPOK
Hera Hastuti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.100
Prevalensi penyakit Diabetes Mellitus (DM) meningkat seiring bertambahnya usia lansia sebagai kelompok yang rentan. Sehingga perlu pemantauan dan pengendalian faktor risiko mencegah terjadinya komplikasi. Karya Ilmiah Akhir ini menggunakan integrasi teori manajemen keperawatan, community as partner, family centre nursing, dan health belief model. Pengkajian pada 30 lansia dengan total sampling. Bentuk intervensi yang digunakan yaitu pembentukan kelompok swabantu dan pendukung, promosi kesehatan, konseling, coaching dan terapi modalitas, dengan media dokumentasi BP2DM. Hasil pre-post intervensi CERDIKK selama 9 bulan menggunakan uji paired t-test dengan nilai p:0.000 memberikan makna ada pengaruh perilaku lansia dalam pengendalian DM, meningkat perilaku kelompok pendukung dan terjadi penurunan kadar gula darah lansia DM 73 mg/dl. Program CERDIKK dinyatakan efektif dalam pemantauan dan pengendalian DM lansia. Diharapkan program ini melibatkan kader dan perawat komunitas secara aktif.
EFEKTIFITAS KONSELING LAKTASI TERHADAP EFIKASI DIRI DAN KEMAMPUAN MENYUSUI IBU PASCA BEDAH SESAR
Venny Vidayanti;
Melania Wahyuningsih
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.115
Penyebab rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif bagi bayi dibawah usia enam bulan karena produksi ASI ibu pasca bedah sesar yang terhambat pada hari-hari pertama pasca persalinan. Penerapan konseling laktasi pada ibu pasca bedah sesar masih belum optimal. Konseling laktasi pada kontak awal ibu dan bayi sangat penting dalam mendukung ibu pasca bedah sesar untuk mempertahankan menyusui dan mengoptimalkan pemberian ASI bagi bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan konseling laktasi terhadap efikasi diri dan kemampuan menyusui ibu pasca bedah sesar di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel pasangan ibu dan bayi sebanyak 41 responden pada masing- masing kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan desain “quasi experimental with post test-only non equivalent control group design”. Intervensi konseling laktasi dilakukan pada 2 kontak. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi menggunakan komponen BREAST untuk mengamati kemampuan menyusui ibu pasca bedah sesar dan kuesioner BSES-SF untuk menilai efikasi diri. Analisis data menggunakan uji chi square dan Uji independent t-test. Hasil penelitian konseling laktasi dengan kemampuan menyusui ibu didapatkan nilai p-value 0,004. Pengaruh konseling laktasi terhadap efikasi diri didapatkan nilai p-value 0,000. Konseling laktasi efektif meningkatkan kemampuan menyusui dan efikasi diri ibu pasca bedah sesar.
EFEKTIVITAS (SELF-EFFICACY ENHANCEMENT INTERVENTION PROGRAM (SEEIP) TERHADAP EFIKASI DIRI MANAJEMEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
Santi Damayanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.104
Diabetes Mellitus (DM) perlu penatalaksanaan yang dilakukan sepanjang hidup untuk mengontrol kadar gula darah. Self-efficacy enhancing intervention program (SEEIP) memberikan memotivasi, konseling dan monitoring, sehingga membantu meningkatkan pengetahuan, perubahan perilaku dan efikasi diri pasien. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas program intervensi peningkatan efikasi diri terhadap manajemen diri pasien diabetes mellitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment Design menggunakan rancangan Two Pretest-Posttest With Control Group. Analisa bivariat menggunakan paired t-tes dan independent t-tes. Analisis paired t-tes pada kelompok intervensi The Diabetes Management Self-efficacy Scale for type 2 DM (DMSES) (P Value : 0,000) dan Perceived Therapeutic Efficacy Scale (PTES). (P Value : 0,000). Analisis paired t-tes pada kelompok kontrol DMSES (P Value : 0,456) dan PTES (P Value : 0,168). Hasil uji independent t-tes DMSES pada kelompok kontrol dan kelompok kasus (p value : 0,00). uji independent t-tes PTES pada kelompok kontrol dan kelompok kaasus (p value : 0,00). Ada perbedaan efikasi diri manajemen DM sebelum dan sesudah diberikan SEEIP. Ada perbedaan terapi efikasi yang dirasakan sebelum dan sesudah diberikan SEEIP. ada perbedaan diri manajemen DM dan terapi efikasi yang dirasakan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA NAPZA PADA REMAJA KELAS X MAN MAGUWOHARJO YOGYAKARTA
Fuad Setiyaji;
Christin Wiyani;
Suwarsi Suwarsi
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.114
Lingkungan yang kurang baik bisa menimbulkan perilaku yang kurang baik seperti penyalahgunaan NAPZA pada remaja. Berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan di MAN Maguwoharjo Yogyakarta terhadap 10 remaja di dapatkan 6 remaja kurang mengetahui tentang NAPZA dan 4 remaja cukup mengetahui tentang NAPZA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan remaja tentang bahaya NAPZA melalui media video terhadap pengetahuan remaja kelas X MAN Maguwoharjo, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest postest. Sampel berjumlah 66 responden diambil menggunakan proporsional random sampling, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik Willcoxon. penelitian ini di lakukan di MAN Maguwoharjo Yogyakarta pada tanggal 10 Juni 2016, populasi dalam penelitian ini yaitu remaja kelas X MAN Maguwoharjo dengan usia 14-17 tahun. Pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan rata-rata adalah 10,02 mengalami kenaikan sesudah di berikan pendidikan kesehatan menjadi 11,44 dengan nilai signifikansi variabel pengetahuan 0,000 (P value <0,1). Ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan memalui media video terhadap perubahan pengetahuan bahaya NAPZA pada remaja kelas X Man Maguwoharjo, Yogyakarta.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG DO NOT RESUSCITATION (DNR) DENGAN SIKAP MERAWAT PASIEN DI ICU RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
Tia Amestiasih;
Cornelia Dede Yoshima Nekada
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.109
Do Not Resuscitation (DNR) merupakan suatu keputusan yang ditujukan pada pasien untuk dilakukan penghentian alat bantu hidup, penghindaran Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR), serta hanya mempertahankan kenyamanan. DNR masih menjadi dilema etik karena beberapa perawat merasakan simpati kepada pasien. RSUD Panembahan Senopati Bantul merupakan salah satu RS yang memiliki SOP DNR dan relatif baru diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang DNR dengan sikap perawat dalam merawat pasien DNR di Ruang ICU RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional, responden pada peneltian ini berjumlah 20 orang yang merupakan seluruh perawat ICU, analisa data pada penelitian ini menggunakan uji somer’s. Data peneltian ini diambil pada tanggal 10-20 Oktober 2016. Berdasarkan hasil uji somer’s didapatkan hasil P value 0,679 (>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan tingkat pengetahuan tentang DNR dengan sikap perawat dalam merawat pasien DNR di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA LANSIA DI PSTW YOGYAKARTA UNIT BUDI LUHUR
Lutviana Lutviana;
Edi Sampurno;
Mulyanti Mulyanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.88
Setiap individu akan mengalami proses menjadi tua dalam tahapan hidupnya dan akan menghadapi perubahan- perubahan yang erat kaitannya menjadi sumber stres serta dapat menimbulkan depresi yang mempengaruhi mekanisme koping dan subjective well-being. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan subjective well-being pada Lansia di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan crosssectional, dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden lansia di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur yang diperoleh secara total sampling. Penelitian ini menggunakan uji statistik kendall tau. Hasil penelitian ini menunjukan responden yang menggunakan mekanisme koping maladaptif sebesar 61,9% dan 66,7% memiliki tingkat subjective will-being sedang menunjukan nilaip value 0,076, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan subjective well- being pada lansia di PSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur
MODEL KONSELING TERSTRUKTUR DAN SMS GATEWAY DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGENDALIAN GULA DARAH DAN HBA1C PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Adi Sucipto;
Siti Fadlilah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.117
Ketidakpatuhan terhadap penatalaksanaan pada pasien Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 menyebabkan glukosa darah tidak terkontrol. Pemberian konselingdan sms gateway adalah salah satu cara untukmeningkatkan pengetahuan, sikap dan kepatuhan pasien.Penelitian inibertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian konseling DM dan sms gateway dalam meningkatkan kepatuhan dan pengendalian gula darah dan HbA1c pada pasien DM tipe 2.Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancanganpre dan post control group design yang dilakukan secara prospektifdi RSUD DrMoewardiSurakartaa dari bulan Maret-Mei2016. Sampel terdiri dari 44responden, dengan 22 kelompok intervensi dan 22 kelompok kontrol. Hasil pengukurandianalisis dengan menggunakan uji paired t test untuk kadar gula darah 2 jam post prandial (GDPP)dan HbA1c serta uji mac nemar untuk tingkat kepatuhan pasien.Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan kepatuhan sebelum dan setelah dilakukan konseling pada kelompok intervensi (pdiit= 0,001; p kontrol = 0,002; p pill count = 0,000; p GDPP=0,000; HbA1c = 0,007) dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelompok olahraga (p value = 0,549). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian konseling DM dan sms gateway sangat efektif dalam meningkatkan kepatuhan diit, kontrol, pill count,keterkendalian gula darah post prandial (GDPP), HbA1c dan tidak efektif dalam meningkatkan kepatuhan olahraga pasien.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAM PENANGANAN DEMAM PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS DEPOK I SLEMAN YOGYAKARTA
Lala Budi Fitriana
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.95
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam penanganan demam pada Balita di Puskesmas Depok I Sleman Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 50 ibu, teknik sampling menggunakan Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Sebagian besar tingkat pengetahuan ibu tentang demam adalah kategori baik sebanyak 40 ibu (80%), sebagian besar tingkat pendidikan ibu adalah pendidikan menengah sebanyak 18 ibu (36%), sebagian besar pekerjaan ibu adalah tidak bekerja sebanyak 36 ibu (72%), sebagian besar umur ibu adalah umur dewasa awal sebanyak 27 ibu (54%), sebagian besar tingkat sosial ekonomi ibu adalah rendah sebanyak 39 ibu (78%), sebagian besar perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di adalah baik sebanyak 40 ibu (80%), tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita (p-value 0,212), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita (p-value 0,617), ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita (p-value 0,081), tidak ada hubungan antara umur ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di (p-value 0,744) dan tidak ada hubungan antara tingkat sosial dan ekonomi ibu dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak balita di Puskesmas Depok I Sleman Yogyakarta (p-value 0,464). Penelitian ini merekomendasikan kepada Kepala Puskesmas agar dapat meningkatkan dalam memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada ibu tentang penanganan demam pada anak balita.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN PENYEBAB JATUH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANTUL 1 YOGYAKARTA
Kartika Nuraini
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 4 No 2 (2017): MAY 2017
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/jkry.v4i2.93
Lansia dengan diabetes mellitus beresiko untuk jatuh. Perawat dapat mencegah kejadian jatuh pada lansia dengan diabetes melitus dengan mengetahui faktor determinan jatuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan faktor determinan jatuh pada lansia dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional dengan purposive sampling. Total populasi sebanyak 85 lansia dan didapat sampel 69 lansia. Variabel dependen lansia dengan resiko jatuh dan variabel independen faktor penyebab jatuh. Instrumen yang digunakan yaitu lembar checklist penyebab jatuh. Analisis data dengan uji regresi logistik didapatkan nilai p value faktor epidemiologi 0,020, faktor farmakologi 0,009 dan faktor ergonomik 0,018 yang artinya faktor epidemiologi, faktor farmakologi dan faktor ergonomik ada hubungan dengan lansia mellitus. Faktor yang paling mempengaruhi yaitu faktor farmakologi dengan Exp(B) 6,8. Lansia diabetes mellitus yang memiliki faktor farmakologi akan mengalami jatuh sebesar 7 kali lebih tinggi dibandingkan lansia diabetes mellitus yang tidak memiliki faktor farmakologi setelah dikontrol variabel epidemiologi dan ergonomiknya. Faktor farmakologi merupakan faktor determinan penyebab jatuh pada lansia dengan diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Bantul 1 Yogyakarta. Petugas Puskesmas perlu menambahkan pemeriksaan seperti pemeriksaan fungsi penglihatan dan pemeriksaan sensasi di ekstremitas bawah pada lansia dengan diabetes mellitu.