cover
Contact Name
Basri La Pabbaja
Contact Email
basri.philosophy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aqidah-ta@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah
ISSN : 24775711     EISSN : 26153130     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Aqidah-Ta; Journal of Aqidah is a journal that discusses aqidah, morality, theology and Islamic thought. This journal is published by the Department of Aqidah and Islamic Philosophy Faculty of Ushuluddin and Philosophy UIN Alauddin Makassar. This journal is published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2018)" : 8 Documents clear
GERAKAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: MAJELIS TAKLIM AL-MU’MINAT Muliaty Amin; A. Marjuni; Dewi Azharia
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.749 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.6883

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gerakan majelis taklim al-Mu’minat sebagai gerakan sosial keagamaan perspektif pendidikan Islam di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, (2) gerakan dakwah majelis taklim al-Mu’minat perspektif pendidikan Islam di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, (3) faktor pendukung dan penghambat majelis taklim al- Mu’minat sebagai gerakan sosial  keagamaan perspektif pendidikan Islam di Kelurahan Macanang Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone, (4) solusi mengatasi hambatan majelis taklim al-Mu’minat sebagai gerakan sosial keagamaan masyarakat perspektif pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis dan sosiologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan majelis taklim al-Mu’minat sebagai gerakan sosial keagamaan masyarakat perspektif pendidikan Islam membantu jamaah atau masyarakat dalam memahami al-Quran dan hadis dengan baik dan benar. Diharapkan, pengurus majelis taklim al-Mu’minat sebaiknya menggunakan kurikulum dan metode pendidikan Islam yang sesuai dengan kebutuhan jamaah agar menciptakan jamaah yang interaktif, kreatif, inovatif, aktif, dan menyenangkan serta menciptakan masyarakat yang cerdas dan bertakwa kepada Allah Swt.AbstractThis study aims to find out: (1) the al-Mu'minat taklim assembly movement as a social-religious movement in the perspective of Islamic education in Macanang Sub-District, Tanete Riattang Barat District, Bone Regency, (2) the al-Mu'minat taklim assembly movement a perspective of Islamic education in the Macanang Village, Tanete Riattang Barat District, Bone Regency, (3) the supporting and inhibiting factors of the al-Mu'minat taklim as a social-religious movement in the perspective of Islamic education in the Macanang Subdistrict, Tanete Riattang Barat District, Bone Regency, (4) islamic education perspective community. The type of research used is qualitative using a phenomenological and sociological approach. The results of the study show that the al-Mu'minat taklim assembly movement as a socio-religious movement in the perspective of Islamic education helps pilgrims or the public to understand the Koran and hadith properly and correctly. It is hoped that the board of taklim al-Mu'minat should use the curriculum and methods of Islamic education that are in accordance with the needs of pilgrims to create worshipers who are interactive, creative, innovative, active and fun and create intelligent and fearful societies to Allah Swt.
ISLAM WASATHIYAH DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI M Basir Syam
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.954 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.7302

Abstract

Tulisan ini adalah sebuah kajian teologi dengan pendekatan sosiologi untuk mengungkapkan perilaku keagamaan yang berhubungan dengan aspek-aspek kehidupan social terutama dalam kehidupan berbangsa dan Negara yang bersifat kompleks.Konsep Islam wasathiyah merupakan objek pembahasan dalam berbagai kajian Islam. Terutama dalam kajian teologi Islam sebagai aliran yang moderat. Umumnya dipahami sebagai sikap keberagamaan Ahlussunnah wal Jamaah, terutama paham Asyariyah dan Maturidiyah yang berusama menempuh jalan tengah di antara aliran-aliran teologi Islam sepanjang sejarah Islam dimana mereka menghindari sikap mengkafirkan aliran lainnya dengan tetap memnunjukkan paham aqidah yang dianutnya dari apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Islam wasathiyah dalam perkembangan modern ditujukan pada perilaku social keagamaan ummat Islam yang dapat berkompromi dalam membangun kehidupan bersama terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Istilah lain yang sejalan dengan konsep ini adalah Islam sebagai Rahmatan lil Alamin. Dalam hal ini memang sangat dibutuhkan perilaku Islam yang moderat karena manusia hidup bersama antar suku dan kelompok ummat beragama yang majemuk yang harus menjaga kehidupan tanpa menafikan keberadaan orang lain dengan tetap menganut keyakinan masing-masing tanpa tekanan dan paksaan dari pihak lainnya. Islam ternyata mengajarkan kepada ummatnya berperilaku social untuk hidup tolerans, rukun dan damai bersama dengan seluruh ummat manusia yang juga menyadari kesatuan ummat manusia sebagai anak cucu adam.
PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA LEMBAGA DAKWAH ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DAKWAH PADA MAJELIS TAKLIM KOTA MAKASSAR Amiruddin Amiruddin; A. Arsyad; M. N. Najamuddin; Nukman Nukman
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.2 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.6885

Abstract

AbstrakPengelolaan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas dakwah mencakup kegiatan untuk mencapai tujuan, dengan tindakan-tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengkajian dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan sumber daya manusia pada lembaga dakwah Fokus Islam BTP Kota Makassar; dan untuk menganalisis strategi kesuksesan dalam meningkatkan kualitas dakwah pada majelis taklim Fokus Islam BTP Kota Makassar. Metode pengkajian dengan melakukan pengambilan data melalui wawancara dan penggalian informasi melalui pengurus lembaga dakwah dan majelis taklim pada lembaga dakwah tersebut, kemudian di narasikan secara deskriptif yang ditunjang referensi hasil-hasil sebelumnya. Hasilnya didapatkan bahwa pada lembaga dakwah Fokus Islam Kota Makassar telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen, khususnya mengenai planning, organizing, actuation, dan controlling.Kegiatan yang terjadwal yang telah direncanakan oleh pengurus lembaga dengan beberapa bidang yang berfungsi sesuai kebutuhan jamaah dalam peningkatan kualitas dakwah dan pengelolaan sumberdaya manusia. Strategi peningkatan kualitas dakwah pada majelis taklim, yakni para da’i internal organisasi dimaksimalkan dengan melakukan kajian-kajian di tiap masjid dan majlis taklim, dengan managemen keikhlasan dari para da’i-da’i internal atau para petugas dakwah yang terdaftar dalam organisasi Fokus Islam BTP, dengan memanfaatkan bidang keahlian dan keilmuan masing-masing da’i/da’iah tersebut.AbstractManagement of human resources in improving the quality of da'wah includes activities to achieve goals, with actions that have been previously set. The assessment was carried out to describe and analyze the management of human resources in the Makassar Islamic BTP mission preaching institution in Makassar; and to analyze the strategy of success in improving the quality of da'wah in the Makassar Islamic BTP Focus taklim assembly. Methods of assessment by carrying out data collection through interviews and information extraction through administrators of da'wah institutions and taklim assemblies at the da'wah institution, then narrated descriptively supported by references to previous results. The result was found that in Islamic Focus preaching institutions Makassar City had implemented management functions, especially regarding planning, organizing, actuation, and controlling. Scheduled activities that had been planned by the management of the institution with several fields that functioned according to the needs of pilgrims in improving the quality of da human resource management. The strategy to improve the quality of da'wah to taklim assemblies was carried out the internal preachers of the organization were maximized by conducting studies in each mosque and taklim majlis, with management of sincerity from internal da'is or da'wah officers registered in the focus organization BTP Islam, by utilizing the expertise and scientific fields of each preacher/ preacher.
TRADISI MENRE’BOLA BARU MASYARAKAT BUGIS DI DESA KAMPIRI KECAMATAN CITTA KABUPATEN SOPPENG (STUDI TERHADAP NILAI KEARIFAN LOKAL) Hasbi Yahya
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.672 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.7573

Abstract

Tradition of the inauguration of a new home is an indigenous ritual activity in order to enter the new house.  This ritual is performed as an expression of gratitude to the creator for the his blessings. Tradition of the inauguration of a new home in this context can be seen from the symbolic form of human life and through the ceremonies can be known the symbolic meaning of the ceremony itself and the objects and symbols used in the ceremony. In the ceremony is already covered all the components that follow. Man creates a symbolic way of thinking by searching for meaning in every event experienced or seen. While in the ceremonial system is intertwined with symbols displayed in a series of ceremonies that grow from the results of human interaction with the environment, both natural and social and is used in interpreting life according to the cultural background of the community concerned, experience and shrinkage in addition to the intellectual property possessed by community concerned. Abstrak:Tradisi menre’ bola baru merupakan sebuah kegiatan ritual adat dalam rangka memasuki rumah baru. Ritual ini dilaksanakan sebagai pengungkapan rasa syukur kepada sang pencipta atas berkat rahmat dan taufik-Nya. Upacara menre’ bola baru (emeR bol bru) dalam konteks ini dapat dilihat dari bentuk simbolik kehidupan manusia dan melalui upacara-upacara tersebut dapat diketahui makna simbolik upacara itu sendiri dan benda-benda serta lambang-lambang yang dipergunakan dalam upacara. Di dalam upacara sudah tercakup semua kompenen yang mengikutinya. Manusia menciptakan cara berpikir simbolik dengan mencari makna dalam setiap kejadian yang dialami maupun yang dilihatnya. Sementara dalam sistem upacara tersebut saling terkait dengan simbol-simbol yang ditampilkan dalam rangkaian upacara yang tumbuh dari hasil interaksi manusia dengan lingkungan, baik alam maupun sosial dan digunakan dalam menginterpretasi kehidupan menurut latar belakang budaya masyarakat yang bersangkutan, pengalaman dan pemahaaman disamping intelektual yang dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan.
PEMIKIRAN AYATULLAH KHOMEINI TENTANG WILAYAH AL-FAQIH DAN RESPON PARA ULAMA Nita Yuli Astuti
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.052 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.6499

Abstract

Peristiwa Revolusi Islam Iran pada 1 Februari 1979 merupakan salah satu panggung sejarah yang menakjubkan bagi dunia Islam karena yang menjadi tokoh utama yang menggerakannya adalah Ayatullah Khomeini. Ia merupakan tokoh ulama Syiah yang paling dihormati di Iran karena ia merupakan tokoh yang paling berjasa dalam terjadinya revolusi dan pencetus gagasan Wilayah Al-Faqih (Kepemimpinan Para Ulama), tak heran jika pemikirannya menjadi ideologi di negara Iran setelah terjadinya revolusi. Pro dan kontra terjadi berkaitan dengan gagasan yang dicetuskan oleh Khomeini yang dijadikan ideologi negara. Diantara yang sependapat dengan gagasan yang dicetuskan oleh Khomeini mereka beranggapan bahwa dengan melihat budaya masyarakat Iran yang mayoritas menganut Syiah merupakan model yang tepat untuk diterapkan di Iran yang melahirkan Negara Republik Islam Iran. Adapun yang tidak menyetujui bahwa konsep yang dicetuskan oleh Khomeini dalam ideologi negara karena Khomeini menerapkannya tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu dan tidak menggunakan ideologi yang sudah dianut oleh negara-negara lain.Kata Kunci : Ayatullah Khomeini, Wilayah Al-Faqih, Respon, Ulama.
TRANSFORMASI NILAI-NILAI TAUHID DALAM PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI Audah Mannan
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.303 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.7574

Abstract

Pemikiran bahwa Tauhîd sebagai konsep yang berisikan nilai-nilai fundamental yang harus dijadikan paradigma sains Islam merupakan kebutuhan teologis filosofis. Sebab tauhid sebagai pandangan dunia Islam menjadi dasar atau fundamen bangunan Islam. Oleh karena itu, sains dan teknologi harus dibangun di atas landasan yang benar dari pandangan dunia tauhid. Sains dan teknologi dalam pandangan tauhid adalah yang berlandaskan nilai-nilai ilahiah (teologis) sebagai landasan etis normative dan nilai-nilai insaniyah [antropo-sosiologis] dan alamiah [kosmologis] sebagai basis praksis-operasional.Hubungan tauhid dengan sains dan teknologi secara garis besar dapat dilihat berdasarkan tinjauan ideology [tauhid] yang mendasari hubungan keduanya, ada tiga paradigma. Paradigma sekuler. paradigma sosialis, Paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Paradigma yang dibawa Rasulullah Saw yang meletakkan Tauhid Islam yang berasas Lậilậ illa Allậh Muhammad Rasulullah sebagai asas ilmu pengetahuan.Tauhîd sebagai landasan pijak pengembangan sains dapat dilacak pada terbentuknya geneologinya konsepsi tentang Tuhan dalam pengertian yang spesifik. Bahwa Tuhan adalah pengetahuan tantang alam semesta sebagai salah satu efek tindak kreatif  ilậhi. Pengetahuan tentang hubungan antara Tuhan dan dunia, antara pencipta dan ciptaan, atau antara prinsip Ilahi dengan manifestasi kosmik, merupakan basis paling fundamental dari kesatuan antara sains dan pengetahuan spiritual
KONSEP MASYARAKAT MENURUT MURTADHA MUTHAHHARI Sulfan Sulfan
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.57 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.6012

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk; 1) mendeskripsikan koonsep kefilsafaatan menurut Murtadha Muthahhari tentang hakikat masyarakat, 2) Mengemukakan evolusi masyarakat dalam persatuan, keseragaman dan pertentangan, 3) menganalisis implikasi pemikiran Murtadha Muthahhari dan konteks Negara Indonesia. Dalam Menjawab Permasalahan tersebut,penulis menggunakan beberapa pendekatan, yaitu pendekatan historis, teologis dan filosofis. Penelitian ini tergolong library research, data yang dikumpulkan dengan mengutip, menyadur, dan menganalisis dengan menggnakan analisis pengumpulan data terhadap literatur yang representatif dan mempunyai relevansi dengan masalah yang dibahas, kemudian mengulas dan menyimpulkannya.Hasil penelitian dalam tesis ini menunjukkan bahwa ada hal yang mendasar dari pemikiran Murtadha Muthahhari yang belum dibahas oleh para filosof-filosof klasik dan kontemporer mengenai konsep masyarakat. Menurut Murtadha Muthahhari bahwa keragaman dalam masyarakat pada akhirnya akan menuju pada kesatuan yakni masyarakat akhir zaman dan implikasi pemikiran Muthahhari mengenai masyarakat dalam konteks Indonesia yakni terwujudnya masyarakat yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradap, terwujudnya hubungan harmonis antar manusia Indonesia tanpa membedakan latar belakang budaya, suku, ras, dan agama, berkembangnya dinamika kehidupan bermasyarakat, ke arah peningkatan harkat dan martabat manusia, dan terwujudnya keseimbangan antara hak dan kewajiban dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Adapun implikasi dari penelitian ini adalah  Memahami masyarakat sebagai sebuah sistem yang menghantar setiap individu-individu menuju kepada kesempurnaan fitrahnya sebagai manusia dan tidak melihat sistem sebagai kekuatan yang memaksa individu-individu dalam bermasyarakat.  Menyusul masa renaisans, terasa perlu adanya perubahan metode pengkajian sumber-sumber keIslaman untuk memungkinkan menghadapi kecenderungan Modern di bidang sains, filsafat, dan kebudayaan Barat. Dirasa perlu untuk menilik masalah-masalah sosial dalam lingkup literatur Islam yang luas dan dengan semangat penyelidikan yang telah merata di seluruh dunia. Menjadi tugas cerdik cendekiawan dan sarjana untuk mengambil langkah-langkah yang perlu untuk menghentikan serbuan dan banjir kesalahan konsep dan eksploitasi atas gagasan kebebasan dan kebudayaan, atas nama ilmu pengetahuan dan agama.
ALI SYARI’ATI; Pemikiran dan Gagasannya Marhaeni Saleh M
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.724 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v4i2.7301

Abstract

Syari’ati dilahirkan di Desa Mazinan dan berasal dari keluarga terpandang yang menurut garis ayahnya termasuk keturunan para pemuka agama dan seorang pembaru yang bersemangat untuk menerapkan metode-metode baru dalam studi agama. Ayahnya memiliki perpustakaan besar dan lengkap yang selalu dikenang oleh Syari’ati, yang secara metaforis Syari’ati lukiskan sebagai mata air yang terus menyirami pikiran dan jiwanya. pemerintah menganggap Syari’ati radikal dan berbahaya sehingga dia ditahan dan dipenjara lagi. Pemerintah menyatakan bahwa Syari’ati wafat akibat penyakit jantung, tetapi kebanyakan orang meyakini bahwa dia dibunuh oleh polisi rahasia Syah. Ciri pemikirannya adalah bahwa agama harus ditransformasikan dari ajaran etika pribadi ke program revolusioner untuk mengubah dunia. yang senantiasa menolak gagasan bahwa Islam itu hanya merupakan persoalan hukum dan ritual yang mengatur hal-hal teknis seperti wudhu, menstruasi, kelahiran, makanan, dan sejenisnya.Syari’ati selalu mencari hal-hal baru dan orisinal di dalam Islam, dan tidak sabar dengan model pemikiran tradisional. Dalam ajakannya untuk melakukan pembebasan melalui reinterpretasi keyakinan, Syari’ati secara jelas menolak pandangan revolusioner Barat bahwa agama itu “candu masyarakat”. Agama dalam pandangan Syari’ati, dapat mengantarkan orang kepada komitmen ideologi untuk membebaskan idividu dari tekanan. Dalam hal ini, dia memiliki banyak persamaan dengan filosof Mesir kontemporer, Hasan Hanafi. Agenda kedua pemikir itu ialah menyegarkan pembacaan Al-Quran untuk merekonstruksi konsep Islam menjadi ideologi yang modern, orisinal, dan progresif guna membebaskan dan memberdayakan massa.Gagasan Syari’ati dalam konteks perubahan di masyarakat, peran yang lebih penting hanya bisa dimainkan cendekiawan. Menurutnya, sekalipun ilmuwan menemukan kebenaran sistematis dan filosof rajin menuangkan banyak renungan dalam pekerjaan ilmiah, tetapi mereka tidak memiliki ideologi yang menggerakkan. Cendekiawan beda dengan keduanya karena ia memiliki ideologi yang diyakini dan selalu diperjuangkannya. Masyarakat lebih membutuhkan cendekiawan yang bisa meneriakkan perubahan-perubahan di masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8