cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
EFEKTIFITAS ART THERAPY DAN BRAIN GYM TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA Rizky Erwanto; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.645 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.38

Abstract

Efektifitas Art Therapy dan Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif Lansia Rizky Erwanto 1, Thomas Aquino Erjinyuare Amigo2 1,2 Dosen Program Pendidikan Profesi Ners Universitas Respati Yogyakarta Email: rizkyerwanto@gmail.com ABSTRAK Jumlah lansia di dunia semakin lama mengalami peningkatan. Seiring dengan peningkatan jumlah lansia tersebut perlu mendapat perhatian dikarenakan lansia termasuk kelompok/populasi beresiko (population at risk). Populasi berisiko merupakan kelompok yang mempunyai karakteristik tertentu yang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Perubahan kemampuan fisik dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Salah satu perubahan yang terjadi pada proses penuaan yaitu perubahan kognitif pada lansia. Perubahan kognitif yang sering terjadi pada lansia adalah demensia Alzheimer. Penderita demensia Alzheimer dapat mengalami gangguan pada aktifitas fisik sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan biaya perawatan sehari-hari dan dapat menjadi beban bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.Untuk mengurangi dampak tersebut, maka diperlukan suatu terapi non farmakologis yaitu dengan modifikasi intervensi art therapy dan brain gym. Intervensi ini dapat dilakukan oleh perawat maupun care giver di layanan institusi atau BPSTW yang dilaksanakan sesuai dengan SOP (Standart Operasional Prosedure). Intervensi ini dapat mendorong keluarnya ekspresi seseorang, melalui eskpresi artistik dapat memahami emosi, dan melalui proses kreatif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kognitif dan daya ingat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan Art Therapy dan Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif Lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur. Penelitian ini menggunakan metode Quasy experimental one group pre post test. Teknik pengambilan dengan menggunakan quota sampling dengan jumlah sample sebanyak 52 lansia. Peneliti menggunakan istrumen MMSE dan HVLT untuk mengukur fungsi kognitif lansia. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan MMSE, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,5 point. Uji Wilcoxon signed rank test didapatkan p value 0,002. Hasil pengukuran fungsi kognitif lansia dengan menggunakan HVLT, terdapat perbedaan nilai median sebesar 2,56 point. Uji Paired t didapatkan p value 0,00. Hasil uji bivariate menggunakan instrument MMSE dan HVLT menunjukkan bahwa intervensi art therapy dan brain gym efektif meningkatkan fungsi kognitif lansia di BPSTW Yogyakarta Unit Budi Luhur. Kata kunci : Art Therapy dan Brain Gym,Fungsi Kognitif, Lansia
HUBUNGAN FAKTOR PEMICU HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Livana PH; M. Ikhwan; Hermanto Hermanto
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.018 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.40

Abstract

ABSTRAK Data Global Status Report on Non Communicable Disesases tahun 2010 menyebutkan persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat 40% di negara ekonomi berkembang, sedangkan negara maju hanya 35%. Data statistik terbaru menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015). Hipertensi merupakan suatu gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya. Prevelensi hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia tergolong tinggi, namun kebanyakan dari penderitanya tidak terdeteksi. Hipertensi bisa ditangani apabila masyarakat mengetahui faktor pemicu akibat dari hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor pemicu hipertensi dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan study descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 78 orang. Uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, keturunan, usia, pekerjaan, tingkat kegemukan dengan kejadian hipertensi nilai p value 0,000 (p<0,05). Diharapkan masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga hipertensi agar tekanan darahnya bisa dikontrol setiap waktu. Kata Kunci : jenis kelamin, umur, pekerjaan, keturunan, tingkat kegemukan, hipertensi ABSTRACT Global Status Reports on Non Communicable Disesases in 2010 revealed that the percentage of people with hypertension is currently at most 40% in developing countries, while developed countries only 35%. Recent statistics state that there are 24.7% of Southeast Asian population and 23.3% of Indonesians aged 18 years and over have hypertension by 2014 (WHO, 2015). Hypertension is a disorder of blood vessels that result in oxygen supply and nutrients carried by the blood, obstructed to the body tissues that need it. The prevalence of hypertension or high blood pressure in Indonesia is high, but most of the sufferers are undetectable. Hypertension can be handled if people know the trigger factor due to hypertension. The purpose of the study to determine the relationship of trigger factors of hypertension with the incidence of hypertension. This study is a study descriptive correlation with cross sectional approach with a sample of 78 people. The statistical test used by Chi Square. The results showed that there was a relationship between sex, heredity, age, occupation, obesity level with hypertension occurrence p value 0.000 (p <0,05). It is expected that the public can perform regular blood pressure checks, especially for people who have a family history of hypertension so that blood pressure can be controlled every time Keywords : Sex, age, occupation, heredity, obesity rate, hypertension
Evaluasi Manajemen Central Sterille Suply Departement (CSSD) dalam Meminimalisir Terjadinya Healthcare Associated Infectiomn (HAIs) di RSDU Dr. Darsono Pacitan Ahmad Ahid Mudayana; Niska Yustiana
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.481 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.41

Abstract

Central Sterile Supply Department (CSSD) or Sterilization Center Installation is a strategic service unit in preventing infection. And has the main function of preparing clean and sterile tools for the purposes of patient care at the hospital. The research method used descriptive qualitative and research design used case study. Techniques of collecting data using interviews, checklist and document review. The results show that 1) CSSD planning is well planned, 2) CSSD organizing has not been fully structured, 3) Implementation consists of receiving tools, packaging, labeling, sterilization, distribution, and storage, 4) supervision done every 6 months.
Pengetahuan Gizi Remaja SMPN 40 Kota Bandung Irma Darmawati; Sela Arumiyati
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.992 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.42

Abstract

Pengetahuan gizi dapat menentukan status gizi dan perilaku remaja dalam memilih makanan. Peningkatan prevalensi masalah gizi di Indonesia tidak hanya sebatas masalah gizi kurang namun juga sudah bertambah menjadi beban ganda gizi lebih. Prevalensi masalah gizi lebih pada remaja umur 13-15 tahun di Indonesia sebesar 10,8%, terdiri dari 8,3 % overweight dan 2,5 % obesitas. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi yang dimiliki oleh remaja dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang status gizi di SMPN 40 Kota Bandung. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 89 orang dengan menggunakan teknik Proporsional Random Sampling. Analisa pengetahuan dilakukan melalui distribusi frekuensi. Hasil penelitian di SMPN 40 Kota Bandung menunjukkan remaja berpengetahuan baik 48 orang (53,9%), cukup 22 orang (24,7%), kurang 19 orang (21,3%), dengan poin paling tinggi didapatkan pada kategori pengetahuan tentang status gizi lebih yaitu 81 orang (91,0%). Poin terendah didapatkan pada kategori cara penilaan status gizi yaitu 53 orang (59,6%). Pihak sekolah diharapkan lebih memperhatikan dan memberikan pendidikan tentang pengetahuan gizi dan status gizi. Bagi pelayanan kesehatan diharapkan lebih sering melakukan monitoring dan pembinaan UKS serta PMR di sekolah.
PERBEDAAN KADAR KALSIUM PADA SERUM LIPEMIK DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN FLOKULAN GAMMA-SIKLODEKSTRIN INKUBASI SUHU 23 °C Rosenadia Fitri Andafi Niranata; Sistiyono Sistiyono; Budi Setiawan
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.426 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.43

Abstract

Serum lipemik merupakan serum berwarna keruh yang secara prinsip disebabkan oleh partikel besar lipoprotein seperti cylomicrons, VLDL (Verry Low Density Lipoprotein) maupun trigliserida. Serum lipemik umumnya dapat dikenali ketika kadar trigliserida di atas 300 mg/dl. Kekeruhan tersebut mengganggu absorbansi atau penghamburan cahaya pada berbagai pemeriksaan spektrofotometri. Gangguan ini dapat diatasi dengan flokulasi menggunakan gamma-siklodekstrin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar kalsium pada serum lipemik dengan dan tanpa penambahan flokulan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimen dan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Bahan pemeriksaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serum lipemik sejumlah 20, dengan kadar >300 mg/dl. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji parametrik menggunakan Paired Sample T-Test. Rerata selisih kadar kalsium dalam serum lipemik degan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C adalah 5,47 mg/dl (30%). Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan signifikan sebesar 0,000 (<0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar kalsium dalam serum lipemik dengan dan tanpa penambahan gamma-siklodekstrin inkubasi suhu 23 °C.
PERBEDAAN KADAR ALBUMIN PADA SERUM LIPEMIK DENGAN DAN TANPA PENAMBAHAN FLOKULAN GAMMA-SIKLODEKSTRIN INKUBASI 23 oC Budi Setiawan; Rizali Noor Maulana; Subrata Tri Widada
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.768 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.44

Abstract

Lipemic serum caused by lipoprotein particles such as cylomicrons, VLDL (Very Low Density Lipoprotein) and triglycerides. Visually, the turbidity in lipemic serum will be obvious with triglyceride levels above 300 mg / dl. This situation causes interference chromophoric in photometric analysis, interference on the wavelength and light scattering caused by the presence of lipid particles. One of them needs to be tackled by flocculation using gamma-cyclodextrin which incubation at 23oC so that the examination results to be accurate. This study aims to determine and differences albumin’s level in lipemic serum with and without addition of gamma-cyclodextrin which incubation at 23oC. The study's pre experimental use research design static group comparison. The samples were all lipemic serum many as 20 samples. The research findings was the albumin levels without adding the flocculant Gamma-cyclodextrin which incubation at 23oC was 3,77 g/dl. Where as the albumin levels with adding the flocculant Gamma-cyclodextrin which incubation at 23oC was 5,20 g/ml. The difference of albumin levels with or without adding the flocculant Gamma-cyclodextrin which incubation at 23oC was 1,44 g/dl (43 %).
ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN KECELAKAAN KERJA DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2017: ANALISIS SISTEM PENCATATAN DAN PELAPORAN KECELAKAAN KERJA DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2017 DEPI Yulyanti; Mohammad Rifki; Rudiansyah Rudiansyah; Heri Sugiarto
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.699 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.45

Abstract

Selama tahun 2015-2016 diketahui terdapat 29 kasus kecelakaan di RS X, 29 kasus tersebut hanya sebagian kecil dari kasus yang tercatat. Kasus yang terjadi tidak tercatat dan teridentifikasi dengan baik sehingga tidak pernah ada pelaporan ke dinas ketenagakerjaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sumber daya manusia, anggaran, peralatan, sarana dan prasarana, pedoman dan SPO dalam pelaksanaan pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja di Rumah Sakit X. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan terdiri dari Informan utama yaitu , Kepala bagian Sanitasi dan K3RS, Koordinator Sanitasi dan Lingkungan, Ketua PK3RS, Sekertaris PK3RS, Pelaksana Sanitasi dan K3, dan Informan triangulasi yaitu , Kepala Seksi Pengawas Ketenagakerjaan Dinsosnakertrans Kota Cirebon, Dinas kesehatan Kota Cirebon. Hasil penelitian diketahui bahwa sumber daya manusia yang bertanggung jawab dalam pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja yaitu bagian PPI dan K3. Tidak ada alokasi anggaran secara khusus untuk kegiatan pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja. Peralatan, sarana dan prasarana yang ada hanya lembar khusus untuk pencatatan dan pelaporan internal, SPO untuk pencatatan dan pelaporan sudah ada namun hanya untuk internal dan belum tersosialisasikan dengan baik. Sistem pencatatan dan pelaporan kecelakaan kerja di RS X belum terintegrasi dengan seluruh bagian dan ditangani oleh dua bidang sehingga pencatatan dan pelaporan tidak terdokumentasi dengan baik dan menjadi sulit untuk melaporkan ke dinas ketenagakerjaan.
Pembuatan Cockroachtrap dengan Variasi Umpan Sebagai Media Pengundang Kecoa Firman Aly Meswara; Nurul Fadilah; Wildan Abdurrahman; Nabila Tamrin; Adzan N.M.T. Abd
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.637 KB) | DOI: 10.32763/juke.v11i1.49

Abstract

Kecoa merupakan salah satu hama pemukiman yang menjadi vektor dari berbagai penyakit, tersebar luas di seluruh dunia dan berasosiasi dengan habitat manusia. Pengendalian kecoa dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti secara sanitasi, biologis, mekanis, atau kimiawi. solusi mengendalikan kecoa adalah menggunakan metode trapping dengan menggunakan variasi umpan yang disukai kecoa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara membuat alat perangkap kecoa, mengetahui kemampuan gula+ragi, susu indomilk, selai, keju, daging sapi, kuning telur sebagai media perangkap kecoa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan post test only groub design. Hasil pembuatan perangkap dapat dibuat dengan menggunakan bahan toples, pipa 2 inchi, lem. Sedangkan perangkap dengan media daging mampu mengundang kecoa dengan nilai rerata 1, media selai dengan nilai rerata 8, media susu dengan nilai rerata 3, media gula+ragi dengan nilai rerata 1, media telur dengan nilai rerata 2, media keju dengan nilai rerata 3. Pada penelitian ini jumlah media yang paling banyak mengundang kecoa yaitu media selai yaitu kecoa dengan nilai rerata 8, sedangkan media yang paling sedikit yaitu pada media daging sapi dan media gula+ragi dengan nilai rerata 1. Berdasarkan aktifitas makannya, aktifitas makan kecoa lebih beraktifitas dan mencari makan pada malam hari.
Efektivitas Bio-Slurry dan Mol Tapai Ubi Sebagai Bumbu Kompos terhadap Waktu Pembentukan dan Jumlah Kompos yang Dihasilkan Rahayu Djawa; Novianti Ahmad; Rahmaniar Ibrahim; Sarjan Rum; Febridhani Hamid
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.76 KB) | DOI: 10.32763/juke.v11i1.50

Abstract

Pengelolaan sampah dimaksudkan adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga sebagai bahan baku pembuatan kompos yang hasilnya dapat digunakan sebagai pupuk organik. Jenis penelitian ini adalah Experimental, dengan desain penelitian yaitu post test with control group desain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pengomposan dan jumlah kompos yang dihasilkan. Rancangan penelitian ini untuk melihat efektivitas bumbu kompos bio-slurry dan mol tapai ubi. Jumlah kompos yang dihasilkan untuk kedua bumbu kompos berbeda. Jumlah kompos yang dihasilkan oleh bumbu kompos mol tape ubi adalah sesudah pengayakan sebanyak 31,5 kg dan bumbu kompos bio-slurry jumlah kompos yang dihasilkan sebanyak 30,4 kg. Pengomposan yang paling efektif antara ke dua bumbu kompos untuk jumlah kompos yang dihasilkan dan lama waktu yang dibutuhkan yaitu mol tape ubi.
PERAN SISWA SEBAGAI KONSELOR SEBAYA DAN PRESTASI AKADEMIK DI MAN 1 DAN SMA NEGERI 2 KOTA TERNATE TAHUN 2017 Rosida Saraha
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.042 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.51

Abstract

Masa remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, serta munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Remaja lebih mungkin untuk mengubah sikap dan perilaku mereka, jika mereka percaya bahwa teman sebaya seperti konselor sebaya, menghadapi masalah dan tekanan yang sama. Program konselor sebaya telah menunjukkan keberhasilan dalam mengubah pengetahuan kesehatan seksual, sikap dan perilaku kesehatan. Peran sebagai konselor sebaya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan masalah remaja. Prestasi akademik adalah hasil yang dicapai siswa dalam kurun waktu tertentu pada mata pelajaran tertentu yang diwujudkan dalam bentuk angka dan dirumuskan dalam laporan hasil belajar siswa. Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran sebagai konselor sebaya dan prestasi akademik di MAN 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan jumlah responden 7 orang. Responden adalah siswa-siswa yang merupakan konselor teman sebaya aktif di MAN 1 Kota Ternate. Data yang diperoleh berupa data primer dari hasil wawancara dan data sekunder adalah nilai laporan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan mempunyai karakteristik yang sama baik usia, tingkat pendidikan (kelas) dan pengalaman menjadi konselor yaitu 2 tahun. Kegiatan konselor sebaya tidak mengganggu waktu belajar mereka, sehigga dari tabel 4.2 menunjukkan peningkatan prestasi akademik. Kesimpulan Peran sebagai konselor sebaya adalah membantu menyelesaikan masalah teman sebaya yang menjadi kebanggaan tersediri bagi konselor dengan tetap meraih prestasi akademik yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pada laporan hasil belajar siswa semester I dan II. Kata kunci: Peran sebagai konselor sebaya, prestasi akademik

Page 11 of 39 | Total Record : 384


Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue