cover
Contact Name
Muliyadi
Contact Email
uppmpoltekkesternate@gmail.com
Phone
+6282233159448
Journal Mail Official
juketernate@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka Kelurahan Tanah Tinggi Barat Kecamatan Kota Ternate Selatan
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 19076401     EISSN : 25977520     DOI : https://doi.org/10.32763/juke
Core Subject : Health, Social,
JUKE : Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate is an national peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of health Science. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the health of science. The Jurnal Kesehatan follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 384 Documents
STRATEGI MENINGKATKAN KOMITMEN PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2017 Yulyanti, DEPI; Firmansyah, Imam; Priyatna, RN Bayu Sela
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.903 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.36

Abstract

Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit belum menjadi prioritas pihak manajemen, hal tersebut terjadi bukan karena tidak ada regulasi dari pemerintah namun dikarenakan masih rendahnya komitmen manajemen rumah sakit untuk menerapkan K3RS. Fenomena yang terjadi di setiap rumah sakit yaitu lebih kepada pemenuhan sarana dan prasarana yang ada dalam standar akreditasi JCI 4 yang tercantum dalam standar manajemen fasilitas dan keselamatan. Hal tersebut berdampak kepada kebijakan direktur terkait dengan pelaksanaan K3RS. Pengelola K3RS digabung dengan bidang IPSRS, IPSRS dengan K3RS merupakan dua hal yang berbeda pengelolaannya sehingga penggabungan tersebut membuat program K3RS tidak berjalan. Tujuan penelitian untuk menentukan Strategi Meningkatkan Komitmen Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Di Rumah Sakit X Tahun 2017 Menggunakan metode kualitatif, informan kepala instalasi sanitasi dan K3RS, koordinator sanitasi dan lingkungan, ketua PK3RS, sekertaris PK3RS, karyawan yang tidak masuk struktural, pasien, fungsional pengawas ketenagakerjaan madya, dan kepala dinas kesehatan, penentuan strategi dengan cara analisis SWOT. Hasil dari penelitian diketahui kekuatan utama RS X adalah sarana dan prasarana K3RS, dengan nilai sebesar 0,28. Kelemahan utama adalah kurangnya sumber daya manusia K3RS, dengan nilai sebesar 0,108. Peluang utama adalah pengawasan dari perwakilan balai K3 Provinsi Jawa Barat, dengan nilai sebesar 0,45 sedangkan ancaman utama adalah teguran dan sanksi dari pemerintah dengan nilai sebesar 0,45. Sehingga strategi yang didapat yaitu meningkatkan pembinaan sumber daya manusia serta pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana. Disarankan kepada Rumah Sakit agar komitmen penerapan K3RS meningkat maka program K3RS disusun berdasarkan strategi yang sudah dianalisis menggunakan SWOT.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN KONTRASESPSI KB DI PUSKESMAS SIKO KECAMATAN KOTA TERNATE UTARA TAHUN 2013 Astri, Hetty; Alhadar, Farida
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.479 KB) | DOI: 10.32763/juke.v7i2.82

Abstract

Abstract : The high rate of maternal mortality in Indonesia prompted the government to re-optimize the Family Planning . There are several factors that influence a person's behavior, two of which are knowledge and attitude. Factors to be observed in this study, which aims to determine the relationship of mother's level of knowledge and attitude towards the behavior of the use of contraception in the health center district of Siko in 2013. Design research is a descriptive cross-sectional study with a sample size of 49 people with accidential sampling. The analysis used in this research is using chi square analysis (X2). Instrumen in this study was a questionnaire that includes the data of respondents, questionnaires knowledge, attitudes, and behaviors. The results were obtained an average of 12.18 knowledge, median 12.00, with a standard deviation of 2.369. Respondents who have a good knowledge of as much as 16%, just 61%, less than 22%. Knowledge is lowest at the highest 8 17. While the average maternal attitude is 8.33, median 9.0 with a standard deviation 1.329. The number of respondents who have a negative attitude is 49% and that 51% have a positive attitude. The minimum value of 5 attitudes and values maksmimum attitude is 11. To obtain the behavior of the average value of 0.73, the median standard deviation of 1.00 and 0.446. The number of respondents who behave using birth control as much as 73.5% and were not as much as 26.5%. Based on the results obtained by statistical tests where X2 (3.560) is smaller than X2 table (11.07). This shows a lack of correlation between knowledge and attitude toward the behavior, in other words, a high level of knowledge and a positive attitude does not mean behaviour be positive. From the results of this study are expected to examine other factors that relate more to the behavior that family planning programs launched by the government can be optimized, effective and efficient.
IDENTIFIKASI BAKTERI ESCHERICHIA COLI(E.coli) DAN VIBRIOsp PADA IKAN ASAP DI KOTA TERNATE Ali, Nur M; Amra, Nizmawaty; Hamid, Fahmi Abdul
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.765 KB) | DOI: 10.32763/juke.v9i02.63

Abstract

Abstract : Ikan merupakan salah satu komoditas pangan yang mempunyai sifat mudah mengalami kerusakan (perisable), karena kandungan zat gizi seperti protein (18-30%) dan air yang cukup tinggi (70-80%) dimana merupakan media yang baik bagi perkembangan bakteri pembusuk maka ikan perlu dilakukan penanganan.Pengawetan ikan dengan cara pengasapan dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan keracunan dan dicurigaiterdapat pada ikan asap antara lain bakteri Escherichia coli (E.coli) dan Vibriosp.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri E.colidan VibrioSppada ikan asap diKota Ternate. Jenis penelitian yang digunakan Deskiptif dengan pendekatancross sectional.Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang yang menjual ikan asap di Kota Ternate.Sampel dalam penelitian ini adalah ikan asap yang di jual di Kota Ternate yang bersumber dari Kota Ternate, Kota Tidore dan Halmahera Selatan sebanyak 10 sampe dengan teknik Simple RandomSampling. .Hasil analisis menunjukkan bahwa,sebanyak 6 sampel (60/%) dinyatakan negatif mengandung E.coli dengan angka paling memungkinkan (APM/g) <3. Berdasarkan sumber sampel S1, S4, S6, S9 berasal dari Kota Ternate, sedangkan Sampel S5 dan Sampel S7 berasal dari Kota Tidore dan Kabupaten Halmahera Selatan. 4 sampel (40%) positif mengandung E.colidengan angka paling memungkinkan (APM) bervariasi yaitu sampel S2 dengan APM 240/gram, sampel S3 dengan APM 150/gram, sampel S8 dengan APM 1100/gram dan sampel S10 dengan APM 43/gram. Sedangkan untuk uji VibrioSpseluruh sampel(100%)tidak mengandung bakteri VibrioSp. Disimpulkan bahwa6 sampel dinyatakan negatif mengandung E.coli, 4 sampel positif mengandung E.coli dan seluruh sampel tidak mengandung bakteri VibrioSp.
Studi Kualitatif Pengalaman, Persepsi, dan Kesiapan Anak dalam Menghadapi Menarche Dini Diaris, Ni Made
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.347 KB) | DOI: 10.32763/juke.v11i2.92

Abstract

Latar belakang dan tujuan: hasil penelitian sebelumnya mengggambarkan usia menarche semakin dini. Anak anak yang mengalaim menarche dini cendrung belum siap dan cemas dalam menghadapi periode menstruasi.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengalaman, persepsi, dan kesiapan  anak dalam  menghadapi menarche dini. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan wawancara mendalam yang dilakukan pada 20 anak yang berusia 10-12 tahun kemudian dianalisis secara thematic. Hasil: Sebagian besar anak memiliki pegetahuan yang cukup terkait menstruasi, namun ada beberapa anak yang mempunyai pengetahuan yang kurang karena belum pernah mendapat informasi yang benar terkait menstruasi terutama dari orang tua. Bagi anak yang sudah cukup pengetahuan dan informasinya terkait menstruasi cendrung menceritakan pengalaman yang positif terkait menarche dan menstruasi. Namun, untuk pengalaman sehari-hari di lingkungan temannya mereka cendrung merasa menstruasi itu hal yang membuat mereka malu terutama yang menstruasi lebih awal dari temannya. Dan dari hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar anak yang belum mengalami menarche  cendrung mempunyai persepsi yang negative terhadap mensruasi, seperti mersa menstruasi itu kotor, jijik, membuat tidak nyamn, dan malu, sehingga mereka merasa belum siap karena takut dan cemas, namun lebih banyak anak yang siap menghadapi menarche. Simpulan: Sebagain besar anak yang sudah pernah diberikan informasi, memiliki pengetahuan yang baik terkait menstruasi, dan anak yang belum pernah mendapat informasi sebagain besar takut dan kaget saat mengalami menarche. Sebagian besar anak yang belum mengalami menarche cendrung kurang siap menghadapi menstruasi dan cendruang mempunyai persepsi yang negative terhadap mensruasi.
Kemampuan MOL (Mikroorganisme Lokal) Pada Proses Pengomposan di Dalam Lubang Resapan Biopori Purwiningsih, Dwi Wahyu
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.904 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i1.12

Abstract

Latar Belakang : Sampah masih menjadi masalah di kota-kota yang ada di Indonesia tidak terkecuali di kota Ternate, timbulan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kota Ternate yang diangkut ke TPA yaitu 226 m3/hari, dengan tingkat pelayanan 57% dari total masyarakat Kota Ternate (BPS, 2015). Alternatif pengelolaan sampah yang baik untuk menghadapi permasalahan ini salah satunya dengan menggunakan teknologi tepat guna. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan Lubang Resapan Biopori (LRB). Manfaat Penelitian : Memberikan manfaat untuk ilmu pengetahuan dan dapat meningkatkan kesehatan lingkungan. Lokasi Penelitian : di Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Ternate. Metode Penelitian : Jenis penelitian experimental dengan menggunakan rancangan Posstest Only Control Design. Pengolahan dan penyajian data dalam penelitian ini adalah jumlah kompos yang dihasilkan dari proses pengomposan ditimbang dan dibedakan sesuai dengan jenis sampah dan MOL kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan dinarasikan. Hasil Penelitian : Menunjukkan MOL yang paling banyak menghasilkan kompos adalah MOL Tape Ubi dengan jenis sampah daun kering yaitu 85% dan yang paling sedikit adalah MOL Terasi dengan jenis sampah daun mentah yaitu 40% selama 20 hari. Kesimpulan : Rata-rata jumlah kompos yang paling banyak dihasilkan berturut-turut adalah dengan menggunakan MOL Tape Ubi, MOL Nanas, MOL Terasi dan kontrol.
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN DAERAH RAWAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMATA TERNATE Marsaoly, Sahnawi; Mansur, Nur Eda
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.86 KB) | DOI: 10.32763/juke.v7i1.76

Abstract

Abstract: Diarrhea remains a global health problem, especially in developing countries. The magnitude of the problem is evident from the high morbidity and mortality due to diarrhea. The incidence of diarrhea can be caused by several factors including behavioral, environmental, and health services. WHO estimates that 4 billion cases occurring in the world and 2.2 million of them died, mostly children under the age of 5 years. Sanitation is one of the most important challenges for developing countries because according to the World Health Organisation (WHO), diarrhea diseases kill a child in this world every 15 seconds, because access to sanitation is still too low. This poses a major environmental health problem, as well as detrimental to economic growth and human resource potential on a national scale. (Anwar,2009)
PERAN SISWA SEBAGAI KONSELOR SEBAYA DAN PRESTASI AKADEMIK DI MAN 1 DAN SMA NEGERI 2 KOTA TERNATE TAHUN 2017 Saraha, Rosida
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.042 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.51

Abstract

Masa remaja diwarnai oleh pertumbuhan, perubahan, serta munculnya berbagai kesempatan, dan seringkali menghadapi risiko-risiko kesehatan reproduksi. Remaja lebih mungkin untuk mengubah sikap dan perilaku mereka, jika mereka percaya bahwa teman sebaya seperti konselor sebaya, menghadapi masalah dan tekanan yang sama. Program konselor sebaya telah menunjukkan keberhasilan dalam mengubah pengetahuan kesehatan seksual, sikap dan perilaku kesehatan. Peran sebagai konselor sebaya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan masalah remaja. Prestasi akademik adalah hasil yang dicapai siswa dalam kurun waktu tertentu pada mata pelajaran tertentu yang diwujudkan dalam bentuk angka dan dirumuskan dalam laporan hasil belajar siswa. Penelitian ini memberikan gambaran tentang peran sebagai konselor sebaya dan prestasi akademik di MAN 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan jumlah responden 7 orang. Responden adalah siswa-siswa yang merupakan konselor teman sebaya aktif di MAN 1 Kota Ternate. Data yang diperoleh berupa data primer dari hasil wawancara dan data sekunder adalah nilai laporan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan mempunyai karakteristik yang sama baik usia, tingkat pendidikan (kelas) dan pengalaman menjadi konselor yaitu 2 tahun. Kegiatan konselor sebaya tidak mengganggu waktu belajar mereka, sehigga dari tabel 4.2 menunjukkan peningkatan prestasi akademik. Kesimpulan Peran sebagai konselor sebaya adalah membantu menyelesaikan masalah teman sebaya yang menjadi kebanggaan tersediri bagi konselor dengan tetap meraih prestasi akademik yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pada laporan hasil belajar siswa semester I dan II. Kata kunci: Peran sebagai konselor sebaya, prestasi akademik
Gambaran Kualitas Fisik Lingkungan pada Ruang Dosen Gedung B PSDKU Universitas Airlangga Yhuwono, Yogi; P, Septa Indra
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.638 KB) | DOI: 10.32763/juke.v11i1.57

Abstract

Kondisi fisik lingkungan ruang yang tidak baik dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan berupa Sick Building Syndrome. Ruang dosen berpotensi mengalami masalah kualitas fisik lingkungan yang berdampak pada penghuninya karena banyak terdapat perabotan, tumpukan buku, perkakas, serta tingginya aktivitas perkantoran.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas fisik lingkungan dan menggambarkan karakteristik ruang dosen gedung B PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dianalisis secara deskriptif dengan pengumpulan data primer berupa pengamatan karakteristik ruangan, pengukuran temperatur, kelembaban, pencahayaan, dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembaban (50,6%), pencahayaan (130,12 lux), dan kebisingan (52,18 dBA) telah memenuhi persyaratan baku mutu, sedangkan parameter temperatur sebesar 30 0C melebihi dari persyaratan sesuai regulasi yaitu 18-28 0C. Disarankan melakukan perbaikan temperatur ruangan dengan pengendalian melalui penambahan ventilasi ruangan, baik alami maupun buatan.
PERMULAAN AWAL (EARLY INITIATING) PELAKSANAAN HEMODIALISA PADA PENANGANAN PASIEN DENGANPERMASALAHAN PENYAKIT YANG MENGAKIBATKAN GAGAL GINJAL TERMINAL Nugroho, Wasis
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.389 KB) | DOI: 10.32763/juke.v8i01.70

Abstract

Artikel
HUBUNGAN FAKTOR PEMICU HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PH, Livana; Ikhwan, M.; Hermanto, Hermanto
Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate, Maluku Utara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.018 KB) | DOI: 10.32763/juke.v10i2.40

Abstract

ABSTRAK Data Global Status Report on Non Communicable Disesases tahun 2010 menyebutkan persentase penderita hipertensi saat ini paling banyak terdapat 40% di negara ekonomi berkembang, sedangkan negara maju hanya 35%. Data statistik terbaru menyatakan bahwa terdapat 24,7% penduduk Asia Tenggara dan 23,3% penduduk Indonesia berusia 18 tahun ke atas mengalami hipertensi pada tahun 2014 (WHO, 2015). Hipertensi merupakan suatu gangguan pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya. Prevelensi hipertensi atau tekanan darah tinggi di Indonesia tergolong tinggi, namun kebanyakan dari penderitanya tidak terdeteksi. Hipertensi bisa ditangani apabila masyarakat mengetahui faktor pemicu akibat dari hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor pemicu hipertensi dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan study descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional dengan sampel 78 orang. Uji statistik yang digunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara jenis kelamin, keturunan, usia, pekerjaan, tingkat kegemukan dengan kejadian hipertensi nilai p value 0,000 (p<0,05). Diharapkan masyarakat dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga hipertensi agar tekanan darahnya bisa dikontrol setiap waktu.   Kata Kunci          : jenis kelamin, umur, pekerjaan, keturunan, tingkat kegemukan, hipertensi   ABSTRACT Global Status Reports on Non Communicable Disesases in 2010 revealed that the percentage of people with hypertension is currently at most 40% in developing countries, while developed countries only 35%. Recent statistics state that there are 24.7% of Southeast Asian population and 23.3% of Indonesians aged 18 years and over have hypertension by 2014 (WHO, 2015). Hypertension is a disorder of blood vessels that result in oxygen supply and nutrients carried by the blood, obstructed to the body tissues that need it. The prevalence of hypertension or high blood pressure in Indonesia is high, but most of the sufferers are undetectable. Hypertension can be handled if people know the trigger factor due to hypertension. The purpose of the study to determine the relationship of trigger factors of hypertension with the incidence of hypertension. This study is a study descriptive correlation with cross sectional approach with a sample of 78 people. The statistical test used by Chi Square. The results showed that there was a relationship between sex, heredity, age, occupation, obesity level with hypertension occurrence p value 0.000 (p <0,05). It is expected that the public can perform regular blood pressure checks, especially for people who have a family history of hypertension so that blood pressure can be controlled every time   Keywords     : Sex, age, occupation, heredity, obesity rate, hypertension

Page 4 of 39 | Total Record : 384


Filter by Year

2014 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2021): jurnal kesehatan Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Kesehatan yang diterbitkan oleh Poltekkes Ternate Vol 13 No 1 (2020): jurnal kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ternate Vol. 12 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Published by Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Juni 2018 Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Bulan Mei 2017 Vol. 10 No. 2 (2017): Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2017): Jurnal Kesehatan Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 02 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2016 Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 8 No 01 (2015): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2015 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, November 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Published By Poltekkes Ternate, Mei 2014 Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, Mei 2014 More Issue