cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TEKTRIKA - Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika
Published by Universitas Telkom
ISSN : 25021990     EISSN : 25022105     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal TEKTRIKA didekasikan untuk menjadi salah satu media publikasi dan diseminasi penelitian para akademisi, peneliti dan masyarakat umum dalam bidang keilmuan Telekomunikasi, Kendali, Komputer, Elektrik dan Elektronika. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Teknik Elektro Universitas Telkom Bandung mulai tahun 2016 ini dan merupakan kelanjutan dari jurnal JURTEL yang telah dipublikasikan sejak tahun 1997. Dengan demikian, topik yang dipublikasikan pada jurnal ini tentunya lebih luas cakupannya, yakni bidang Teknologi Elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
PERBANDINGAN STEGANALISIS SINYAL WICARA BERFORMAT .WAV ANTARA METODE ANALISIS CEPSTRAL DAN MEL-FREQUENCY CEPSTRAL COEFFICIENT (MFCC) Kevin Putra Dirgantoro; Bambang Hidayat; Nur Andini
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2224

Abstract

Teknik menyembunyikan pesan rahasia ke dalam suatu data tertentu atau yang biasa dikenal dengan steganografi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Namun, ternyata metode penyembunyian pesan ini juga menimbulkan masalah, di antaranya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan teknik tersebut untuk kegiatan kriminalitas. Oleh karena itu, diperlukan teknik untuk mendeteksi pesan tersembunyi di dalam suatu data. Teknik tersebut dikenal dengan istilah steganalisis. Pada penelitian ini, dilakukan analisis terhadap berkas sinyal wicara yang berformat .wav, dengan menggunakan dua metode, yaitu analisis cepstral dan MelFrequency Cepstral Coefficient (MFCC). Perbandingan dari kedua metode ini dilakukan untuk mengetahui metode mana yang lebih baik untuk mendeteksi data memiliki pesan rahasia atau tidak. Nilai akurasi yang didapat dengan menggunakan 45 data latih dan uji untuk metode analisis cepstral yaitu sebesar 51,11%, sedangkan untuk MFCC sebesar 77,78%. Nilai akurasi tersebut didapat dari ciri statistik yang terdiri dari nilai kurtosis, skewness, dan standard deviation yang dihasilkan dari kedua metode, dengan menggunakan metode klasifikasi Support Vector Machine (SVM).
KLASIFIKASI JENIS BATUAN BEKU MELALUI CITRA BERWARNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOCAL BINARY PATTERN DAN K-NEAREST NEIGHBOR Muhammad Irvan Sultoni; Bambang Hidayat; Andri Slamet Subandrio
TEKTRIKA Vol 4 No 1 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.1 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i1.1617

Abstract

Batuan merupakan hasil dari pembentukan ilmiah. Dari proses pembentukannya, umumnya batuan dibagi menjadi tiga yaitu, batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Perlunya batuan – batuan ini diklasifikasikan selain tujuan edukasi atau keilmuan, adalah untuk tujuan seperti menyediakan data untuk dasar acuan komunikasi antara ahli geologi dengan engineer serta memperoleh data kuantitatif sebagai acuan untuk membuat kebijakan desain suatu proyek. Oleh karena itu, pada karya ilmiah ini penulis telah melakukan penelitian untuk membuat sistem yang dapat mempermudah ahli geologi untuk melakukan klasifikasi batuan, menggunakan metode Local Binary Pattern dan K-Nearest Neighbor. Dari hasil pengujian diperoleh nilai akurasi dari sistem. Dengan menggunakan metode ekstraksi Local Binary Pattern dengan ukuran blocksize = 1 diperoleh nilai akurasi sebesar 78,57% untuk data parallel nicol dan akurasi sebesar 71,3% untuk data cross nicol. Sedangkan proses klasifikasi K-NN aturan jarak paling baik yang digunakan adalah euclidean yang mengasilkan nilai akurasi terbaik 78,57% untuk data parallel nicol dan 71,3% untuk data cross nicol dengan paramater yang terbaik pada nilai K = 9.
PERANCANGAN DAN ANALISIS MIMO MIKROSTRIP PATCH RECTANGULAR DUAL BAND ( 6 GHz DAN 28 GHz) UNTUK KOMUNIKASI INDOOR Dziqru Akbar; RIna Pudji Astuti; Bambang Setia Nugroho
TEKTRIKA Vol 3 No 1 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.1 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i1.2213

Abstract

Teknologi 5G adalah sebuah fase selanjutnya dari teknologi 4G. Kandidat frekuensi yang akandigunakan pada teknologi 5G berada pada spektrum gelombang milimeter. Salah satu teknologi yangmendukung 5G adalah MIMO. Internet of Things(IoT) sebagai bagian dari teknologi 5G perludikembangkan di Indonesia khususnya untuk mendukung komunikasi indoor sekaligus outdoor. Salahsatu spektrum frekuensi 5G adalah 28 GHz. Pada penelitian sebelumnya, terdapat desain compact arraymassive MIMO dual-band antena dengan menggunakan patch cross dan persegi tetapi berada padafrekuensi 5,4 GHz dan 15 GHz. Pada penelitian ini dirancang antena MIMO mikrostrip yang bekerjapada frekuensi 6 GHz dan 28 GHz dengan masing-masing frekuensi memiliki patch dan dimensi yangberbeda. Antena dirancang dengan menggunakan metode compact MIMO tetapi dengan desain yangsedikit berbeda dan hanya menggunakan patch persegi saja. Antena memiliki pola radiasi unidireksional,polarisasi linear, dan teknik pencatuannya adalah proximity coupled serta cross polarization. Hasil dariperancangan yang dilakukan, didapatkan antena MIMO dual-band di 6 GHz dan 28 GHz dengan nilaiparameter S11 terbesar -17,7 dB, gain terkecil sebesar 4,86 dBi, dan bandwidth 870 MHz untuk frekuensi28 GHz dan 60,2 MHz untuk frekuensi 6 GHz. Setelah dilakukan perancangan, selanjutnya dilakukananalisis terhadap parameter gain, pola radiasi, koefisien korelasi, dan mutual coupling.
ANALISA PERENCANAAN PERLUASAN COVERAGE AREA LTE DI KABUPATEN GARUT Ryan Rasyid Yusuf; Uke Kurniawan Usman; Yuyun Siti Rohmah
TEKTRIKA Vol 3 No 2 (2018): TEKTRIKA Vol.3 No.2 2018
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v3i2.2225

Abstract

Daerah kabupaten Garut merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan di Jawa Barat. Di daerah ini terdapat beberapa tempat wisata unggulan seperti Taman Satwa Cikembulan, Puncak Darajat, dan Pemandian Cipanas yang setiap harinya didatangi ribuan wisatawan. Kebutuhan akan layanan komunikasi suara dan data sangat dibutuhkan di daerah ini. Kondisi jaringan LTE di daerah kabupaten Garut belum sepenuhnya merata. Berdasarkan hasil survey, diperoleh permasalahan blank spot (RSRP > -100 dBm), kualitas sinyal yang kurang baik (SINR >-20 dB), dan throughput yang lambat pada beberapa kecamatan. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dilakukan perencanaan perluasan jaringan LTE di beberapa kecamatan tersebut. Perencanaan perluasan yang dilakukan menggunakan dua skenario, yaitu LTE (FDD) di 1800 MHz dan LTE-A menggunakan metode carrier aggregation di 850 MHz dan 1800 MHz yang dikombinasikan dengan SFR. Pada penelitian ini, setelah dilakukan perencanaan perluasan didapatkan peningkatan luasan coverage area sebesar 331,76 km2 (92,29142%) dengan kualitas yang memenuhi standar KPI. Hasil simulasi perencanaan perluasan coverage area menggunakan LTE (FDD) didapatkan jumlah site sebanyak 88, nilai parameter RSRP rata-rata -65,91 dBm, SINR rata-rata 18,02 dB, throughput 24,962 Mbps, dan user connected 93,3 %. Sedangkan hasil simulasi perluasan coverage area menggunakan LTE-A (Carrier Aggregation) yang dikombinasikan dengan SFR didapatkan jumlah site sebanyak 69, nilai parameter RSRP rata-rata -48,88 dBm, SINR rata-rata 22,5 dB, throughput 28,923 Mbps, dan user connected 94,5%.
SIMULASI SISTEM KENDALI BERBASIS PERILAKU PADA AUTONOMOUS MOBILE ROBOT DENGAN METODA Q-LEARNING Casi Setianingsih; Kusprasapta Mutijarsa; Muhammad Ary Murti
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2879

Abstract

Autonomous robot adalah suatu robot yang mampu bekerja secara mandiri tanpa pengendalian langsung dari manusia. Robot bekerja berdasarkan sensor-sensor yang dimilikinya, mengambil keputusan sendiri untuk menyelesaikan misi dalam lingkungan kerjanya. Dalam dunia nyata, lingkungan kerja robot sangat dinamis, selalu berubah, dan tidak terstruktur. Membuat suatu model lingkungan yang tidak terstruktur sangat sulit. Memperoleh model matematik yang tepat dari lingkungan seperti ini hampir tidak mungkin dilakukan. Untuk membuat suatu autonomous mobile robots yang mampu bekerja pada lingkungan yang tidak terstruktur dan dinamis,diperlukansuatumetodatertentuyangadaptifdanmampubelajar. Berdasarkan permasalahan tersebut maka pada riset ini dirancang suatu autonomous mobile robot dengan arsitektur berbasis perilaku yang dapat belajar dan bekerja secara mandiri pada lingkungan yang tidak terstruktur, menggunakan metoda Reinforcement Learning. Tujuan metoda ini diterapkan agar robot mampu belajar dan beradaptasi terhadap lingkungan yang tidak terstruktur. Selanjutnya robot dikembangkan agar mampu menyelesaikan misi menemukan target pada posisi tertentu berdasarkan informasi yang diperoleh dari sensor sensor yang ada. Hasil simulasi menunjukan bahwa algoritma pembelajaran Reinforcement Learning berhasil diterapkan pada arsitektur kendali berbasis perilaku di autonomous mobile robot dengan akurasi sebesar 85,71%.
ANALISIS IMPLEMENTASI LISTEN BEFORE TALK (LBT) PADA LTE-LICENSED ASSISTED ACCESS (LAA) DAN WI-FI 5 GH Dilla Fajar Sukma Dilaga; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2880

Abstract

LTE Release 13 memungkinkan pengguna anspektrum frekuensi unlicensed yang disebut dengan Licensed-Assisted Access(LAA).PadaLTE-LAA,spektrumlicensed LTEdigunakansebagaiprimarycelluntukmembawainformasi serta mengangkut tra?k data. Untuk secondary cell, spektrum unlicensed 5 GHz digunakan, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, serta pembagian spektrum secara adil. Penelitian ini menganalisa penggunaan mekanisme Listen Before Talk (LBT)padaLTE-LAAsebagaimekanismeuntukmenghasilkankoeksistensiantara LTE-LAA dan Wi-Fi. Hasil simulasi skenario 1 menghasilkan indeks fairness throughput 64 pengguna untuk FTP over UDP pada skenario 1 sebesar 0.998, skenario 2 sebesar 0.857 dan skenario 3 sebesar 0.997. Sedangkan untuk FTP over TCP pada skenario 1 sebesar 0.779, skenario 2 sebesar 0.639 dan skenario 3 sebesar 0.741.
PERANCANGAN DAN ANALISIS PENGIRIMAN DATA DIGITAL BERBASIS VISIBLE LIGHT COMMUNICATION (VLC) MENGGUNAKAN LENSA CEMBUNG Hurianti Vidyaningtyas; Yunendah Nur Fuaddah; Teguh Musaharpa Gunawan; Inung Wijayanto; Sugondo Hadiyoso
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2881

Abstract

Teknologi sistem komunikasi optik dikembangkan untuk mengatasi kekurangan yang ada pada sistem komunikasi nirkabel dengan gelombang radio yang memiliki keterbatasan frekuensi. Salah satu sistem komunikasi optik yang dikembangkan adalah Visible Light Communication (VLC) yang menggunakan Light Emitting Diode (LED) sebagai pemancar sinyal dan fotodioda sebagai penerima sinyal. Pada sisi penerima, dipasang lensa cembung yang memiliki karakteristik mengumpulkan cahaya untuk mendapatkan jarak terima yang lebih jauh. Pada penelitian ini, sistem komunikasi optik menggunakan VLC dapat mengirimkan data digital berupa gambar dan video sampai jarak 3m dengan rentang sudut 0o-60o dan baud rate maksimum 9600bps.
ANALISA PENGGUNAAN SKEMA KONTROL DAYA BERBASIS WATERFILLING DAN ALGORITMA ALOKASI MEAN-GREEDY PADA SISTEM LONG TERM EVOLUTION (LTE) Vinsensius Sigit Widhi Prabowo; Brian Pamukti
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2882

Abstract

Sistem komunikasi nirkabel diharapkan menjadi suatu sistem yang dapat menyajikan kualitas layanan yang cepat,handal,dane?sien. Olehkarenaitu,diperlukanskemamanajemensumberdayayangbaikuntukmencapai parameter performansi tersebut. Penelitian ini berfokus pada skema manajemen sumber daya pada sistem Long Term Evolution yang tidak hanya mengejar parameter performansi dasar seperti e?siensi spektral dan fairness sistem, tetapi juga mempertimbangkan aspek e?siensi energi. Penambahan skema kontrol daya water?lling digunakanpadaalgoritmaalokasimeangreedyuntukmengaturdayapadatiap-tiapresourceblock(RB).2Skema yang digunakan adalah normal water?lling (NWF) yang memberikan daya lebih pada user dengan kondisi kanal buruk dan Inverse Water?lling (IWF) yang mengalokasikan daya lebih pada user dengan kondisi kanal baik. Dari hasil simulasi didapatkan skema NWF menaikkan fairness sistem sebesar 10% tetapi menurunkan nilai e?siensi spektral sebesar 1,02 bps/Hz, dan menurunkan e?siensi energi sebesar 68,75 kbps/Watt. Sebaliknya, skema IWF meningkatkan e?siensi spektral sebanyak 1,42 bps/Hz, dan meningkatkan e?siensi energi sebanyak 205,67 kbps/Watt, tetapi fairness sistem menurun sebesar 11%. Dapat disimpulkan, skema NWF baik untuk sistem yang mengedepankan keadilan sistem dan stabilitas koneksi,sedangkan skema IWF lebih sesuai diterapkan pada sistem yang mengedepankan efisiensi. KataKunci: ,,,
IMPLEMENTASI METODE KENDALI FUZZY LOGIC UNTUK KESTABILAN SIKAP QUADCOPTER TERHADAP SUMBU ROLL DAN SUMBU PITCH A.A. Gde Jenana Putra; Porman Pangaribuan; Agung Surya Wibowo
TEKTRIKA Vol 4 No 2 (2019): TEKTRIKA Vol.4 No.2 2019
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v4i2.2878

Abstract

Salah satu jenis pesawat Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang sedang berkembang luas di kalangan masyarakat maupun di bidang militer adalah Quadcopter. Quadcopter dapat digunakan untuk melakukan survei lokasi dari udara, dokumentasi, aerial cinematography dan juga dapat melakukan inspeksi rahasia dalam melacak posisi musuh, terutama di wilayah yang tidak aman untuk dilewati para tentara. Pada saat terbang, quadcopter sering mendapatkan hambatan yang dapat menyebabkan kestabilan terganggu, sehingga menyebabkan pergerakan yang tidak diinginkan. Dengan menggunakan Fuzzy Logic Control tipe Sugeno dan integrator dengan konstanta integrator (Ki = 0.01) sebagai metode kendali, quadcopter dapat stabil dan dapat mempertahankan posisinya sesuai dengan set point yaitu (0?) pada saat mendapatkan gangguan maupun pada saat terbang. Rise time ketika diberikan gangguan yaitu kurang dari 1.3 detik dan simpangan osilasi respon disepanjang nilai set point pada saat quad copter terbang dan diberikan gangguan.
PENGARUH BENTUK GEOMETRI PEMASANGAN LAMPU LED TERHADAP AKURASI INDOOR PSITIONING LI-FI MENGGUNAKAN TEKNIK RECEIVE SIGNAL STRENGTH (RSS) Jaka Satria Prayuda; Denny Darlis; Akhmad Hambali
TEKTRIKA Vol 5 No 2 (2020): TEKTRIKA Vol.5 No.2 2020
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/tektrika.v5i2.3993

Abstract

Informasi untuk mengetahui lokasi benda atau seseorang merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Selama ini, teknologi Global Positioning System (GPS) dapat diandalkan ketika berada di luar ruangan. Namun, ketika di dalam ruangan, GPS akan sulit menjangkau secara spesifik area bangunan. Dengan memanfaatkan teknologi Light Fidelity (Li-Fi), Indoor Positioning System (IPS) akan lebih mudah dilakukan dan mempunyai keunggulan dari segi akurasi dan efisiensi energi. Tetapi, jika dikaitkan dengan IPS, pemasangan lampu Light Emitting Diode (LED) perlu diperhatikan geometri pemasangannya. Penelitian ini membahas akurasi IPS pada Li-Fi apabila dengan berbagai bentuk geometri dan lokasi pemasangan lampu LED yang berbeda-beda. Teknik positioning Received Signal Strength (RSS) digunakan dengan mengambil kuat daya terima sebagai estimasi suatu jarak. Dengan membandingkan masing-masing bentuk geometri, maka didapatkan data konfigurasi terbaik untuk implementasi IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jumlah lampu LED dan bentuk geometri akan berpengaruh terhadap akurasi positioning. Hasil menunjukkan bahwa geometri segi enam memiliki rata-rata error yang lebih kecil dibandingkan geometri yang lain, yakni sebesar 1,53×10?05m. Semakin banyak lampu LED atau poin referensi dengan rentang jarak lampu yang lebih rapat, maka dapat menghasilkan positioning yang lebih baik. Kata Kunci: Light Fidelity (Li-Fi), Indoor Positioning System (IPS), Received Signal Strength (RSS), Geometri.

Page 9 of 15 | Total Record : 145