cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmony : Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN
ISSN : 25484621     EISSN : 25484648     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
IMPLEMENTASI TGT BERBANTUAN MEDIA KARTU KUARTET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS VII A SMP N 1 KANDEMAN Aryani, Wulan Dwi
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.267 KB)

Abstract

This study aims to: (1) to know the TGT implementation with quartet card media, (2) increase to students' social skills; (3) increase to learning social studies of grade VIIA students of SMPN 1 Kandaman. The subjects of the research was 36 grade VIIA students of SMPN1 Kandeman. The action is carried out from Juli to September 2016. The data collection techniques used were: (1) observation, (2) achievement test, and (3) documentation. The results (1) Learning with TGT quartet card media   can be implemented in Social Studies at Grade VIIA of SMPN1 Kandeman, there is an average increase of six stages TGT with quartet card media, in the first cycle, the score  is 68.75 (good) and in the second cycle, the score is 85.00 (very good) (2) There is an increase average for ten indicators of observance of students' social skills, in the first cycle, score is 48.37 (skilled enough) and the second cycle, the  score is 76.85 (very skilled). (3) There is an increasing mastery of students learning outcomes in social studies as shown in the first cycle 72.22%with had an average of 70.97and in the second cycle it became 88.89%which had an average of 85.00. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui implementasi TGT berbantuan media kartu kuartet, (2) meningkatkan keterampilan sosial peserta didik (3) meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik kelas VII A SMPN 1 Kandeman. Subjek penelitian adalah 36 Peserta Didik kelas VII A SMP Negeri 1 Kandeman pada semester gasal tahun ajaran 2016/2017. Penelitian dilaksanakan bulan Juli s.d September 2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) observasi, (2) tes hasil belajar, dan (3) dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian (1) Pembelajaran dengan model TGT berbantuan media kartu kuartet dapat diimplementasikan pada pembelajaran IPS kelas VII A di SMP N 1 Kandeman Batang, ada peningkatan rata-rata dari enam tahapan TGT, pada siklus 1 rerata 68,75 (baik) dan siklus II rerata 85,00 (sangat baik)  (2) Ada peningkatan rata-rata dari sepuluh  indikator amatan keterampilan sosial peserta didik, pada siklus I rerata skor 48,37 (cukup terampil) dan siklus II  rerata skor 76,85(sangat terampil). (3) Ada peningkatan ketuntasan hasil belajar IPS peserta didik, pada siklus I ketuntasan belajar 72,22% dengan rerata nilai 70,97, dan siklus II 88,89% dengan rerata nilai 85,00.
PENANAMAN NASIONALISME PELAJAR MILENIAL TANPA NARKOBA MELALUI PEMENTASAN MONOLOG Kristiono, Natal; Astuti, Indri
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.059 KB)

Abstract

Nationalism needs to be planted to the next generation of this milestone of struggle which will then be continued by the next generation. Drug abuse becomes a problem that cannot be overcome. Many cases illustrate the more terrible problem. Many cases illustrate the horrific problems. To solve the problem of drug abuse cannot only be solved by one party. In accordance with the formulation of the problem and the purpose of the study, the focus of the research was the cultivation of millennial nationalism without drugs applied in the TexmacoPemalang Vocational School which included personal and procedural procedures. Current millennial students with good technological mastery can access information quickly but with negative impacts that also need to be watched out.There have been many patterns of drug abuse prevention.The pattern of drug prevention continues to be developed as a form of our concern in overcoming the threat of this country. Students have the opportunity to explore information, process and convey to others as their role in education.   Nasionalismeperluditanamkanke generasi berikutnya dari tonggak perjuangan ini yang kemudian akan dilanjutkan oleh generasi berikutnya. Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah yang tidak bisa diatasi. Banyak kasus mengilustrasikan masalah yang lebih buruk. Banyak kasus mengilustrasikan masalah yang mengerikan. Untuk memecahkan masalah penyalahgunaan narkoba tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian, fokus penelitian adalah penanaman nasionalisme milenium tanpa obat yang diterapkan di Sekolah Kejuruan Texmaco Pemalang yang termasuk prosedur pribadi dan prosedural. Siswa milenium saat ini dengan penguasaan teknologi yang baik dapat mengakses informasi dengan cepat tetapi dengan dampak negatif yang juga perlu diawasi. Ada banyak pola pencegahan penyalahgunaan narkoba. Pola pencegahan narkoba terus dikembangkan sebagai bentuk kepedulian kami dalam mengatasi ancaman negara ini. Siswa memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi informasi, proses dan menyampaikan kepada orang lain sebagai peran mereka dalam pendidikan.
PENERAPAN MODEL EXAMPLE NON EXAMPLESEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS DI SMP N 1 BATANG Sudiami, Dinok
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.453 KB)

Abstract

This research aims to improve the motivation and learning outcomes of human material and the environment by applying the example non example learning model. The data analysis method that be used is descriptive method by comparing the learning outcomes of students before the action with the learning outcomes of students after the action, and also comparing the motivation and learning outcomes of students in the first cycle and second cycle. The results showed that there is an increase in motivation and learning outcomes of students through the application of example non example models. The learning motivation of students has been increased as originally in the first cycle by 83.20% to 92.41% in second cycle. While, the learning outcomes of students from the research data also showed that there is also an increase with the level of classical completeness in the first cycle of 74.19% with an average value of 78.8 in the second cycle of classical completeness to the level of 83.87% with an average value of 82.   Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi dan hasil belajar materi manusia dan lingkungan dengan penerapan model pembelajaran example non example. Metodeanalisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan membandingkan hasil belajar peserta didik sebelum tindakan dengan hasil belajar peserta didik setelah tindakan, serta membandingkan motivasi dan hasil belajar peserta didik pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya  peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model example non example. Motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan yang semula siklus 1 sebesar 83,20% menjadi 92,41% pada siklus II. Sedangkan untuk hasil belajar peserta didik dari data penelitian juga menunjukkan peningkatan dengan tingkat ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 74,19% dengan rata-rata nilai 78,8 pada siklus II tingkat ketuntasan klasikal sebesar 83,87% dengan rata-rata nilai 82.
PENINGKATAN PRESTASI DAN MINAT BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MONOLOG ROLE PLAYING FOR DISCUSSION PADA KELAS VIII E SMP NEGERI 1 KANDEMAN SEMESTER 1 TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Sambodo, Tri
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.276 KB)

Abstract

This study aims to determine the learning model effect of the  Role Playing for Discussion Monologue learning model in improving student learning interest in social studies subjects. The results of student activity observation in cycle I NR = 49.5, cycle II NR = 67.6 increase 18.1%. Questionnaire results of interest of students in cycle I who chose the answer indicator A (very interested) 16 students or 7% cycle II who chose the indicator A 105 students or 50% increase 43%. On indicator B (interested,) who chooses B in the first cycle 95 students or 47% while in cycle II who chooses B 92 students or 43%, a decrease of 3%. On indicator C (less interested) there were 78 students or 37% who voted and in cycle II only 13 students or 6% chose, a decrease of 24%. In indicator D (not interested) in the first cycle there were 21 students or 10% chose while in cycle II there were no students who chose. KD evaluation results in cycle I NR = 74.43, cycle II NR = 77.86 an increase of 3.43%. From the results of the study it can be concluded that in learning model implementation of the Role Playing for Discussion Monologue learning model, can improve the achievement of student learning interests.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Monolog Role Playing for Discussion dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS. Hasil observasi keaktifan siswa pada siklus I NR = 49,5, siklus II NR = 67,6 peningkatan 18,1 %. Hasil angket minat siswa pada siklus I yang memilih jawaban  indikator A (sangat berminat) 16 siswa atau 7 %  siklus II yang memilih indikator A 105 siswa atau 50 % peningkatan 43 %. Pada indikator B(berminat,) yang memilih B pada siklus I 95 siswa atau 47 % sedang pada siklus II yang memilih B 92 siswa atau 43 %, penurunan 3 %. Pada indikator C (kurang berminat) ada 78 siswa atau  37 % yang memilih dan pada siklus II hanya 13 siwa atau 6 % yang memilih, penurunan 24 %. Pada indikator D (tidak berminat) pada siklus I ada 21 siswa atau 10 % yang memilih sedang pada siklus II tidak ada siswa yang memilih. Hasil evaluasi KD siklus I NR = 74,43, siklus II NR = 77,86 peningkatan 3,43 %.   Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran Monolog Role Playing for Discussion dapat meningkatkan prestasi minat belajar siswa.
KREATIVITAS GURU DALAM MENGEMBANGKAN BAHAN AJAR IPS PADA SMP/MTS SE-KECAMATAN NGADIREJO KABUPATEN TEMANGGUNG Sulistyosari, Yunike
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.285 KB)

Abstract

Teacher is an important factor in realizing the quality of learning. Therefore, teachers should be able to use teaching materials and able to develop learning materials creatively so that the learning goals can be achieved maximally . The purpose of this study is to know the learning materials used IPS and development of teaching materials conducted by IPS teachers.The method used in this research is descriptive qualitative research by taking research in three schools located in District of Ngadirejo. The results of this study indicate that: (1) the learning materials used in IPS learning process are text books and modules provided by the government (2) each teacher has already developed learning materials in the form of brochures, dictates, handouts, and student worksheets (3) obstacles faced by teachers in the development process are the lack of reference book, the lack of using technology and the availability of time that affect the developing of IPS teaching materials.   Guru merupakan faktor penting dalam mewujudkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu guru harus bisa menggunakan bahan ajar IPS dan dapat mengembangkan dengan kreativitas yang dimiliki agar dalam pembelajaran tersebut bisa tercapai dengan maksimal. Tujuan dari Penelitian ini ialah mengetahui bahan ajar IPS yang digunakan dan pengembangan bahan ajar yang dilakukan oleh guru IPS.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan mengambil penelitian di tiga sekolah yang berada di Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran IPS yaitu buku paket dan modul yang disediakan pemerintah (2) masing-masing guru sudah ada yang mengambangkan bahan ajar berupa brosur, diktat, handout, dan lembar kerja siswa. (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam proses pengembangan yaitu referensi buku yang masih kurang, penggunaan teknologi yang masih canggung  dan waktu yang menjadi kendala utama setiap guru dalam mengembangkan bahan ajar IPS.
THE EFFECT OF TIME TOKEN LEARNING MODEL ON STUDENTS CRITICAL ABILITY IN SOCIAL STUDIES (GEOGRAPHY) Aryaningrum, Kiki; ., Mimayanti
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.578 KB)

Abstract

Social Studies (Geography) learning still seems to have not achieved minimal completeness, among others, due to students learning less active. The method used in this study is the experimental method with Posttest only control design. The technique of collecting data is in the form of tests and documentation. Data analysis using normality test, homogeneity test and hypothesis test. The results of this study indicate that the experimental class treated with the time token learning model has an average value of 81.5 higher than the average of the control class treated with the lecture model getting a value of 63.81. This can be concluded that the time token learning model can improve critical thinking skills and the results of calculations on the T-test show that tcount> t table. where t count = 10.25 and t table = 1.67203. It means "There is the influence of the application of the time token learning model on students' critical thinking skills in social studies (Geography)" or the Ha hypothesis is accepted.   Pembelajaran IPS (Geografi) masih telihat belum mencapai ketuntasan minimal, antara lain disebabkan dalam pembelajaran siswa terlihat kurang aktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan desain Posttest only control design. Teknik pengumpulan data berupa Tes dan Dokumentasi. Analisis data menggunakan Uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelas eksperimen yang diberi perlakuan dengan model pembelajaran time token memiliki memiliki nilai rata-rata sebesar 81,5 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata kelas kontrol yang diberi perlakuan dengan model ceramah mendapatkan nilai yaitu 63,81. Hal ini dapat di simpulkan bahwa model pembelajaran time token dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil perhitungan pada uji-T menunjukkan bahwa thitung  > ttabel. yang mana thitung  = 10,25 dan ttabel = 1,67203. Artinya “Ada pengaruh penerapan model pembelajaran time token terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS (Geografi)” atau hipotesis Ha diterima.
PENINGKATAN MUTU KARYA TULIS DOSEN FIS DENGAN MENGGUNAKAN REFERENCE MANAGER SOFTWARE MENDELEY Ginanjar, Asep
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.743 KB)

Abstract

The rapid development of technology has had an impact on various sectors, including in the research sector, activities of managing references can use technology in the form of reference management software. The purpose of this community service is: (1) to examine the obstacles faced by Unnes FIS lecturers in quoting scientific papers; (2) reviewing the implementation of citation in scientific papers that have been carried out by Unnes FIS lecturers; (3) provide training on the use of reference manager software for Unnes FIS lecturers. The method of implementing community service activities is based on two approaches namely textual and contextual. The procedures for community service activities include: (1) exploratory: problem identification; (2) topical: submission of material about compilation of quotations that are in accordance with Mendeley's reference manager program; (3) monitoring and evaluation: assistance and program evaluation. The results of these community service activities are: (1) module products in the form of Mendeley usage manuals; (2) service products in the form of training of use reference manager software Mendeley.   Perkembangan teknologi yang sangat pesat menyebabkan dampak pada berbagai lini kehidupan, termasuk teknologi dalam bidang penelitian, kegiatan mengelola referensi dapat menggunakan teknologi berupa perangkat lunak manajer referensi (reference management). Tujuan dari pengabdian ini adalah: (1) mengkaji apa saja kendala yang dihadapi oleh dosen FIS Unnes dalam pengutipan karya tulis ilmiah; (2) mengkaji pelaksanaan pengutipan dalam karya tulis ilmiah yang selama ini diakukan oleh dosen FIS Unnes; (3) memberikan pelatihan penggunaan reference manager software untuk dosen FIS Unnes. Metode pelaksanaan kegiatan PPM didasarkan pada dua pendekatan yaitu tekstual dan kontekstual. Prosedur kegiatan PPM meliputi: (10 eksploratory: identifikasi masalah; (2) topical: penyampaian materi tentang penyusunan pengutipan yang sesuai standar menggunakan program reference manager Mendeley; (3) monitoring and evaluation: pendampingan dan evaluasi program. Hasil dari kegiatan PPM ini adalah: (1) produk modul berupa buku pedoman penggunaan Mendeley; (2) produk jasa berupa layanan pelatihan penggunaan program reference manager Mendeley.
PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL BAGI GURU IPS SMP KABUPATEN BATANG SEBAGAI WUJUD NILAI KARAKTER PEDULI FIS UNNES Aji, Ananto; Mulianingsih, Ferani; Nisa, Aisyah Nur Sayidatun
Harmony Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.001 KB)

Abstract

The target of this service is to increase the willingness of teachers to write journals and research reports, improve the ability of teachers to write scientific works, namely through mentoring the writing of journal articles for social studies teachers at Batang Regency Middle School as a form of UNNES conservation spirit. The benefits of this service are expected to be able to provide social studies teachers for junior high schools across Batang Regency with the willingness and skills to create scientific papers so that they can increase their knowledge and increase their income as a consequence of their promotion. This service method consists of four stages of activity, namely planning, implementation, monitoring and evaluation. While the steps of this service activity consist of three core training material activities, namely training material on the preparation of PTK proposals, training material on the preparation of PTK reports, and training in making articles to be published in the journal.   Target pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemauan guru menulis jurnal dan laporan penelitian, meningkatkan kemampuan guru menulis karya ilmiah, yaitu melalui pendampingan penulisan artikel jurnal bagi guru IPS SMP Kabupaten Batang sebagai wujud spirit konservasi UNNES. Manfaat dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membekali guru IPS SMP se-Kabupaten Batang mempunyai kemauan dan keterampilan untuk membuat karya tulis ilmiah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan pendapatannya sebagai konsekuensi dari kenaikan pangkatnya. Metode pengabdian ini terdiri dari empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Sedangkan langkah-langkah kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga kegiatan inti materi pelatihan yaitu pelatihan materi tentang penyusunan proposal PTK, pelatihan materi tentang penyusunan laporan PTK, dan pelatihan pembuatan artikel yang akan dimuat dalam jurnal.
INTEGRASI PENDIDIKAN SAFETY RIDING DALAM MATA PELAJARAN PPKn SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN SADAR LALU LINTAS ( STUDI KASUS SMK PGRI 1 TAMAN PEMALANG ) Kristiono, Natal
HARMONY Vol 3 No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.131 KB)

Abstract

Abstract Lack of traffic awareness causes problems in its implementation. The purpose of this research was to familiarize the orderly traffic community. This research uses interview techniques with the location of this study is the SMK Pemri 1 Taman Pemalang, Abdul Wahid Hasyim street No. 4 South Wanarejan. The efforts taken by Taman PGRI 1 Taman in instilling safety riding education are the application of integrated curriculum on traffic material in Civic learning, the separation between car and motorbike parking lots, the existence of PKS. Supporting factors for the implementation of safety riding education are the existence of policies that provide full support, the socialization that is often carried out by students and STP2K.   Abstrak Kurangnya kesadaran berlalu lintas menimbulkan masalah di dalam pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membiasakan masyarakat tertib lalu lintas. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara dengan lokasi penelitian ini adalah SMK PGRI 1 Taman Pemalang, Jalan Abdul Wahid Hasyim No 4 Wanarejan Selatan. Upaya yang ditempuh oleh SMK PGRI 1 Taman dalam menanamkan pendidikan safety riding yaitu penerapan kurikulum tentang materi lalu lintas yang terintegrasi dalam pembelajaran PPKn, adanya pemisahan antara tempat parkir mobil dan motor, adanya PKS. Faktor pendukung pelaksanaan pendidikan safety riding yaitu adanya kebijakan yang memberikan dukungan penuh, adanya sosialisasi yang sering dilakukan oleh kesiswaan dan STP2K.
CAPACITY BUILDING CIVITAS ACADEMIKA FIS UNNES Handoyo, Eko; Putri, Noviani Achmad; ., Mariam
HARMONY Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.916 KB)

Abstract

Along with the demands of internationalization within the Semarang State University, there needs to be a leap of movement from all elements within it such as students, lecturers and education staff. Of course, aspects of HR both in terms of quantity and quality can be seen in terms of knowledge, skills, and attitude. Based on the results of community service activities, the conclusions from this PPM activity are: Activities to increase Capacity Building for the academic community of the Faculty of Social Sciences can improve: Skills in "solving problems" and "decision making" quickly and right based on skills in identifying "key problems"; Improve ability in "leadership and empowerment" (situational leadership & empowerment) that is tailored to the situation; and become an effective and efficient "agent of change" (change agent) in their respective work units. Based on the results and discussion above, the suggestions from community service activities are: There needs to be continuous activities from the Faculty of Social Sciences so that the interests and talents of the Faculty of Social Sciences academics can be well accommodated and can be practiced in community life.   Seiring dengan tuntutan internasionalisasi dilingkungan Universitas Negeri Semarang, perlu adanya loncatan gerakan dari semua unsur elemen didalamnya seperti mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Tentunya, aspek SDM baik dari sisi kuantitas maupun kualitas dapat dilihat dari sisi knowledge, skill, dan attitude. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat, maka simpulan dari kegiatan PPM ini adalah: Kegiatan peningkatan Capacity Building bagi civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dapat meningkatkan: Keterampilan dalam ?menyelesaikan masalah? (problem solving) dan ?pengambilan keputusan? (decision making) secara cepat dan tepat didasarkan pada kecakapan dalam mengidentifikasi ?key problem?; Meningkatkan kemampuan dalam ?kememimpinan dan pemberdayaan? (situational leadership & empowerment)  yang disesuaikan dengan situasi; dan menjadi ?agen perubahan? (change agent)  yang efektif dan efisien di lingkungan unit kerja masing-masing. Berdasarkan hasil dan pembahsan di atas maka saran dari kegiatan pengabdian pada masyarakat, ini adalah: Perlu adanya kegiatan yang kontinu dari pihak Fakultas Ilmu Sosial agar minat dan bakat dari para akademisi Fakultas Ilmu Sosial dapat terakomodir dengan baik dan dapat dipraktikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Page 5 of 25 | Total Record : 248