cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014)" : 7 Documents clear
Verba Perfektum dan Verba Imperfektum dalam Bahasa Arab Zaqiatul Mardiah; Bagus Arighi Afif
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.342 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.146

Abstract

Abstrak – Dalam literatur tata bahasa Arab, ada tiga jenis verba (An Nahwul Wadih, tt), (Qawa'idul Lughatil Arabiyyah Al Muyassarah, 1982), (Mulakhos Qawaidul lughah, tt), (Jami'ud Durusil Lughatil Arabiyyah, 1999), yaitu verba madi, verba mudari’, dan verba amr. Verba ma:di adalah verba yang menyatakan suatu tindakan pada saat sebelum berbicara; verba muda:ri’ adalah verba yang menggambarkan tindakan pada saat berbicara dan akan datang, dan verba amr adalah verba yang memerintahkan orang lain untuk melakukan sesuatu di masa depan. Penjelasan in didasarkan pada temporalitas peristiwa atau perbuatan dilihat dari pusat deiktis saat pengujaran. Jika kita mencoba untuk menganalisis secara mendalam dari paradigma ahli bahasa barat, kita akan mendapatkan pandangan lain tentang verba ini. Mereka menyimpulkan bahwa dua bentuk verba dalam bahasa Arab, yaitu ma: di dan muda: ri’ mengacu pada aspektualitas, yang  berfokus pada faktor non-deictic. Pada aspektualitas, yang dilihat adalah  tindakan yang sempurna atau tidak sempurna bergantung waktu saat berbicara. Kedua pendapat yang berbeda tentang verba dalam tata bahasa Arab itulah yang akan menjadi masalah dasar untuk dikomparasikan dalam penelitian ini. Penelitian akan menyajikan data dari berbagai jenis teks; dan akan menjadi bukti masing-masing paradigma. Abstract – In literatures of Arabic grammar, there are three kinds of verb (An Nahwul Wadih, tt) , (Qawa’idul Lughatil Arabiyyah Al Muyassarah, 1982), (Mulakhos Qawaidul Lughah, tt), Jami’ud Durusil Lughatil Arabiyyahh, 1999 ), which are perfect verb is  the verb that express an action at the time before speaking, imperfect verb is the verb that describe an action at the time of speaking and the future, imperative verb is the verb that command others to do something at the future. Those explanation are based on  the temporality of  the action take time. If we try to deeply  analyze it from the west linguists paradigm, we will get another sight about these verbs. Actually, they conclude that arabic two verbs; ma:di and muda:ri’ refer to aspectuality, which be able to get the verbs from non-deictic focus. It will be about perfect or imperfect action while the time takes place. Those two different opinions about verbs in Arabic grammar  will be the basic problem, that will be comparised in this research. This will present the data from many kinds of text; and it will be the proof of each paradigm. Keywords – Perfect verb, imperfect verb, tense, aspect, temporality of language.
Tipologi Keislaman Jamaah Masjid Agung Al-Azhar (MAA) Abdullah Hakam Shah; Masni Erika Firmiana; Siti Rahmawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.804 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.142

Abstract

Abstrak – Titik tolak penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara ilmiah tipologi keislaman jamaah Masjid Agung Al-Azhar (MAA), Jakarta, sebagai salah satu masjid besar bersejarah dan berpengaruh di Jakarta. Diharapkan, hasilnya dapat menggambarkan suatu tipologi keislaman yang berkembang di Jakarta, serta menjadi masukan bagi takmir MAA sendiri dalam meningkatkan kiprahnya. Penelitian ini menyimpulkan sejumlah temuan penting, di antaranya: (1) Keislaman jamaah MAA mencerminkan semangat kembali kepada ajaran Islam yang murni. (2) Tipologi-tipologi yang paling menonjol adalah Puritan Teologis, Islam Politik, dan Modernis Klasik. (3) Materi dakwah yang paling disukai, secara umum, adalah tafsir, aqidah dan fikih. Walaupun kemudian ditemukan sedikit perbedaan kajian yang paling disukai bila dilihat dari kelompok usia dan gender jamaah.  Abstarct- The main purpose of this research is to describe scientifically the Islamic typology of the worshipers of Masjid Agung Al-Azhar (MAA), Jakarta, as one of the major historical and influential mosques in Jakarta. The result is expected to describe some typologies of Islam those developed in Jakarta, as well as an input for takmir MAA in improving their work. The research summarizes a number of important findings: (1) The Islamic typology of MAA worshipers reflects the spirit “back to the pure Islam”. (2) The most prominent typologies of MAA worshipers are Theological Puritan, Political Islam, and Modernist Classics. (3) the most favored dakwah subjects, in general, are tafseer, aqeedah and fiqh. Although later studies found a bit difference in the most favored subjects when viewed from the age group and gender congregation. Keyword – Islamic Typologi, Worshiper of Masjid Agung Al-Azhar
Kegiatan Peer Response pada Kelas Mengarang Bahasa Jepang bagi Pembelajar Bahasa Jepang Tingkat Dasar Arianty Visiaty
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.391 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.147

Abstract

Abstrak – Salah satu kesulitan yang dihadapi pengajar dalam mengajar mengarang bahasa Jepang adalah mengoreksi. Penelitian ini berfokus pada proses ketika kegiatan peer response berlangsung. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) topik yang banyak dibicarakan ketika kegiatan peer response berlangsung adalah tentang tata bahasa dan huruf. Sedangkan yang paling sedikit adalah topik tentang isi karangan. 2) Interaksi yang terjadi pada saat kegiatan adalah, saling mempelajari kosakata baru, saling mengevaluasi pengetahuan bahasa, dan saling memberi masukan tentang isi karangan. Abstract – One of the difficulties faced by teachers in teaching Japanese writing is correcting. This study focuses on the process when peer response activities take place. The results of this study are as mentioned below. First, a topic that often arises was about grammar and letters, and the least was the topic of the essay content. Second, the interaction that occured between learners when the activity took place was, learners learned new vocabulary eachother, learners evaluated they knowledge of language each other, and they gived each other feedback on essay content. Keywords – Peer Response, Peer Learning, Strategy, Indonesian Japanese Learners
Motivasi Berjilbab Mahasiswi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Radhiya Bustan; Abdullah Hakam Shah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.445 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.143

Abstract

Abstrak – Titik tolak penelitian ini adalah untuk menelusuri secara ilmiah motivasi berjilbab mahasiswi UAI –khususnya mereka yang berjilbab setelah masuk UAI, pengetahuan mereka tentang syariat jilbab, dan manfaat yang mereka peroleh. Diharapkan, hasilnya dapat membantu pimpinan dan segenap civitas akademika UAI, serta orang tua mahasiswi dalam membangun pendidikan karakter dan lingkungan keagamaan yang kondusif. Penelitian ini menyimpulkan sejumlah temuan penting, di antaranya: (1) Para mahasiswi UAI yang berjilbab secara garis besar bisa dikategorikan ke dalam dua kelompok: konsisten dan inkonsisten. (2) Konsistensi mereka dalam berjilbab sangat dipengaruhi motivasi intrinsik yang kuat. (3) Mahasiswi UAI yng berjilbab mendapat dukungan dari keluarga, teman-teman kuliah, dan orang terdekatnya. Dan motivasi ekstrinsik ini sangat membantu dalam kasus di mana motivasi intrinsiknya tidak begitu kuat. Abstarct – The main purpose of this research is to explore scientifically the motivation behind wearing hijab among UAI students –particulary those who decide to wear hijab after entering the UAI, their syariah knowledge about the obligation of wearing hijab, and what the benefit is. The result is expected to help the leaders and academic community in the UAI, as well as parents in building character and strengthening religious environment. The study summarizes a number of important findings: (1) Basically, the UAI students can be categorized into two groups; consistent and inconsistent in wearing hijab. (2) Their consistency in wearing hijab briefly influenced by its strong intrinsic motivation. (3) Students who wear hijab get strong support from the family, friends, and people who close to them.  This extrinsic motivation can be very helpful where intrinsic motivation is not strong enough.
Evaluasi Cambridge International Primary Program Siswa SD Al-Azhar pada Mata Pelajaran ’English Language’ Ria Herwandar; Denny Azhari Safryono
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.512 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.148

Abstract

Abstrak – Analisis materi ujian bahasa Inggris Cambridge Primary Checkpoint merupakan bagian dari penelitian Evaluasi Cambridge International Primary Program siswa SD Al-Azhar pada mata pelajaran “English Language. Peneliti ingin membuktikan bahwa teori pemerolehan bahasa ke dua pada anak usia dini dapat dibuktikan melalui hasil capaian ujian yang dikelola oleh Cambridge. Terbukti bahwa anak (usia 12-130) mampu menguasai bahasa ke dua dengan baik apabila dilaksanakan dengan benar. Abstract – The analysis of English Examination of Cambridge Primary Checkpoint has been a part of the research with the title “Evaluation of Cambridge International Primary Program of elementary students of Al-Azhar on ‘English language’”. The researcher wishes to identify that the theory of second language aquisation on children has been proved adequately through the analyses of examination results which has been conducted in Al-Azhar primary school. It is identified that children (age 12-13) are capable of mstering other language when it is given in the proper manner. Keywords – Cambridge Primary Checkpoint, reading, writing ,usage and evaluation
Hubungan Self Efficacy dan Goal Orientation terhadap Career Development pada Para Pencari Kerja PT. Bina Talenta Rochimah Imawati; Andri Hadiansyah; Aulia Fadjrina; Dian Marita; Iwan Hadi Gautama; Mutiara Wulan Ramadhani
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.428 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.144

Abstract

Abstrak – Dunia industri dan organisasi sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki aspek psikologis individual yang tangguh. Karenanya dibutuhkan pelatihan tertentu dalam mengenalkan dan merubah cara pandang para pencari kerja, agar lebih siap menerima tentangan pekerjaan baru, dan mampu mengemban tugas dalam dunia kerja. Adapun Dalam penelitian ini yang akan menjadi permasalahan adalah, apakah variabel self-efficacy dan goal orientation dapat mempengaruhi secara langsung terhadap career development pada para pencari kerja.  Sebagai bagian dari penelitian ilmiah dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari varaiabel exogen (self-efficacy dan goal orientation) terhadap variabel endogen (career development); Untuk menguji model teoritis tentang variabel endogen (career development) serta beberapa modifikasinya; Untuk mengetahui seberapa dominan variable-variabel exogen (independent) terhadap career development. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasannya disimpulkan bahwa: Ada hubungan yang positif dan signifikan antara self efficacy dan goal orientation dengan career development individu pencari kerja PT. Bina Talenta; Ada hubungan yang positif dan signifikan antara self efficacy dan career development individu pencari kerja di PT. Bina Talenta; Ada hubungan yang positif dan signifikan antara goal orientation dengan career development individu pencari kerja di PT. Bina Talenta. Abstract – The industrialized world and organization is now in desperate need of human resources (HR), which has a strong individual psychological aspects. Would require specific training in introducing and change the way job seekers, to be more ready to accept the challenge of a new job, and able to carry out tasks in the workplace. As this study will be a problem is, if the self-efficacy and goal orientation variables may affect directly to the career development on job seekers. As part of the scientific research in the field of industrial and organizational psychology, it is the goal of this study are as follows: To determine whether there was an effect of exogenous variables (self-efficacy and goal orientation) on endogenous variables (career development); To test the theoretical model of endogenous variables (career development) as well as some modifications; To find out how dominant exogenous variables (independent) to career development. Based on the results of data analysis and discussion concluded that: There is a positive and significant relationship between self-efficacy and goal orientation with individual career development jobseekers PT. Bina Talenta; There is a positive and significant relationship between self-efficacy and career development of individual job seekers in PT. Bina Talenta; There is a positive and significant relationship between goal orientation with individual career development job seekers in PT. Bina Talenta. Keyword – Self efficacy, Goal orientation, Career Development
Masalah Pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah di Jakarta Nur Hizbullah; Zaqiatul Mardiah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.359 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i3.145

Abstract

Abstrak - Bahasa Arab diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran penting di Madrasah Aliyah dalam struktur kurikulum studi keislaman. Meskipun penting, bahasa Arab hanya diajarkan dalam jumlah jam yang terbatas dan banyak memiliki permasalahan. Penelitian deskriptif ini bertujuan memetakan masalah pengajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah di wilayah Jakarta. Permasalahan pengajaran bahasa Arab berkisar pada masalah motivasi dan minat siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Kondisi itu ditambah dengan perbedaan pengetahuan dan pengalaman belajar mereka karena latar pendidikan mereka yang berbeda pula. Masalah lain yang muncul adalah ketersediaan sarana penunjang belajar bahasa Arab dan pemanfaatannya. Di samping itu, kompetensi guru yang tidak seragam dan tidak standar menjadi kendala pula dalam proses pengajaran. Itu kemudian berdampak pada kemampuan metodologis mereka dalam mengajar bahasa Arab di kelas. Di sisi lain, minimnya waktu belajar di sekolah membuat sulitnya pengembangan pengajaran bahasa Arab secara lebih luas, ditambah lagi dengan sulitnya penciptaan lingkungan berbahasa yang kuat di sekolah. Semua permasalahan itu bertalian satu sama lain dan membutuhkan penyelesaian yang komprehensif dan berkelanjutan. Abstract - Arabic is taught as one of the important subjects in Madrasah Aliyah in Islamic studies curriculum structure. Although it’s important, the Arabic language is taught only in a limited number of hours and has many problems. This descriptive study aimed to map the problem of teaching Arabic at Madrasah Aliyah in Jakarta. The problem of teaching Arabic revolves around the question of motivation and interest of students in learning Arabic. The condition is coupled with differences in knowledge and experience of their learning because of their difference of educational background. Another problem that arises is the availability of means of supporting learning Arabic and utilization. In addition, the teacher competency standards are not same and not a constraint also in the teaching process. It was then impact on their methodological ability in teaching Arabic in the classroom. On the other hand, lack of time to learn in school makes it difficult to develop the teaching of Arabic language more broadly, coupled with the difficulty of creating an environment that is strong language in school. All the problems were related to each other and require a comprehensive and sustainable settlement.  Keywords: Arabic language teaching, teaching problems, Madrasah Aliyah

Page 1 of 1 | Total Record : 7