cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA
ISSN : 23560215     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal AL - AZHAR SERI HUMANIORA merupakan jurnal ilmiah yang memuat makalah dan artikel hasil penelitian atau kajian teoristis dalam bidang Humaniora. Kata Al-Azhar berakar dari z-h-r. Verba zahara bermakna to shine, give light, be radiant, to glow, gleam, glare, shine, to blossom, be in bloom (Wehr, 1974:384). Dengan demikian kata Al-Azhar berarti sesuatu yang bersinar, yang memberi cahaya, yang berseri-seri atau yang mekar. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan bulan September.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017)" : 7 Documents clear
Pelatihan Kiat Membangun Karakter Anak Radhiya Bustan; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.932 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.250

Abstract

Abstrak - Dampak negatif dari globalisasi perlu diantisipasi sejak dini. Mulai dari struktur terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga dengan penanaman karakter sejak dini. Perlu kiranya orang tua, guru, maupun anggota masyarakat untuk memahami bagaimana membangun karakter Islami pada anak. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan dengan tema “Kiat Membangun Karakter Anak” diberikan kepada orangtua dan guru TK Raudhatul Azhar. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada orangtua terkait pendekatan psikologis sesuai masa perkembangan anak, agar orangtua dapat menjalankan perannya dalam menanamkan karakter positif dan Islami pada anak. Karakter dalam Islam disebut juga dengan akhlak. Akhlak termasuk didalamnya adab yang meliputi pembiasaan, keteladanan, dan disiplin. Adapun materi pelatihan yang diberikan untuk orangtua berkaitan dengan “Kiat Membangun Karakter Anak Ditinjau dari Aspek Agama dan Psikologis”, dan materi yang diberikan untuk guru berkaitan dengan “Pembelajaran Moral dan Perilaku Anak Usia Dini”. Hasil pelatihan menggambarkan bahwa pelatihan terkait “Kiat Membangun Karakter Anak” dibutuhkan oleh orangtua, terlihat dari hasil evaluasi bahwa hampir 90% orangtua merasa memperoleh pemahaman terkait membangun karakter anak, walaupun baru sekitar 85% orangtua yang sudah mulai menerapkan materi tersebut. Begitu pula dengan hasil evaluasi yang diperoleh dari guru TK Raudlatul Azhar, bahwa 90% guru TK memperoleh pengetahuan tentang rancangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis karakter dari materi pelatihan. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh masukan agar pada kegiatan selanjutnya lebih banyak ditambahkan materi praktek dan tugas rumah yang dievaluasi secara berkala. Kata Kunci -  Membangun Karakter Anak, Pendekatan Psikologis, Pembelajaran Moral dan Perilaku Abstract - The negative impact of globalization should be anticipated early. Starting from the smallest structures in society. It would need to parents, teachers, and community members to understand how to build an Islamic character to children. For that, this public service activities such as training on the theme "Ways to Build Character in Early Childhood" are given to the parents and teacher in kindergarten Raudhatul Azhar. Its objective is to provide insight to parents related psychological approaches appropriate future development of the child, so parents can fulfill their role in instilling positive and Islamic character in children. Characters in Islam is also called morals. Morals including adab include habituation, modelling, and discipline. The training materials provided to a parent related to "Ways to Build Character in Early Childhood - Psychological and Religion Aspects". And the material given to the teachers is about "Moral and Behavior Education in Early Childhood". The results illustrate that the training are required by parents, seen from the results of the evaluation that nearly 90% of parents feel gain related knowledge to build the character of children, although only about 85% of parents who have started to apply the material. Similarly, the evaluation results obtained from kindergarten teacher Raudlatul Azhar, that 90% of kindergarten teachers to acquire knowledge about the design and implementation of curriculum-based character of the training materials. Based on these results, obtained input for the next activity focused on material practice and chores are evaluated regularly. Keyword - Building Child Character, Psychological Approach, Moral Learning and Behavior
Pelatihan Motivasi Bagi Siswa Kelas XI SMA dalam Mempersiapkan Diri Menghadapi Ujian Nasional Siti Rahmawati; Rochimah Imawati; Masni Firmiana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.428 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.252

Abstract

Abstrak – Ujian Nasional (selanjutnya disebut UN) seperti menjadi semacam momok yang sangat menakutkan bagi kebanyakan peserta didik di seluruh  Indonesia. Tak jarang sebagian dari mereka mengalami psikosomatis sebelum menjalani UN. Kondisi seperti kecemasan, motivasi mendadak turun, tidak jarang terjadi hingga mengacaukan tujuan mereka : lulus UN. Pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan motivasi dengan memberikan treatment berupa test minat dan bakat, serta training motivasi untuk mennetukan setting goal  siswa untuk menentukan cita-cita. Setelah mengikuti pelatihan ini siswa-siswa mampu lebih mengenal diri mereka dan potensi-potensi yang dimiliki. Siswa juga merasa lebih percaya diri dan siap untuk menghadapi UN. Rasa cemas yang sering muncul dapat berkurang karena siswa sudah mampu mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan yang ada ada dirinya.  Kata Kunci – Pengaturan Tujuan, Masa Remaja, Motivasi, Training, Ujian Nasional Abstract - The National Examination (hereinafter referred to as UN) is like becoming a scary specter for most learners throughout Indonesia. Not infrequently some of them experience psychosomatic before doing UN. Conditions such as anxiety, sudden motivation down, not infrequently happens to disrupt their goals: pass the UN. This training is given to improve motivation by providing treatment in the form of test of interest and talent, as well as motivational training to determine the goal setting of students to determine the ideals. After attending this training the students are able to know more about themselves and their potentials. Students also feel more confident and ready to face the UN. Anxiety that often appears can be reduced because students are able to identify the advantages and disadvantages that exist there himself. Keywords – Goal Setting, Adolescence, Motivation, Training, National Examination
Ilmu Balaghah: Tasybih dalam Manuskrip “Syarh Fī Bayān al-Majāz wa al-Tasybīh wa al-Kināyah” Iin Suryaningsih; Hendrawanto Hendrawanto
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.657 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.245

Abstract

Abstrak - Salah satu kategori manuskrip nusantara adalah manuskrip yang keberadaannya di Indonesia berasal dari pertukaran ilmu para ulama nusantara yang belajar ke Makkah dan Madinah lalu kembali ke tanah air membawa naskah berbahasa arab, kemudian naskah tersebut di pelajari oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan kajian keilmuan.Ungkapan tasybih populer di pakai oleh kalangan pujangga arab sejak masa keemasan karya sastra terukir dalam sejarah periode Jahiliyah. Gaya bahasa tasybih merupakan upaya penutur untuk mengungkapkan sesuatu dengan menyerupakan hal yang ia maksud dengan sesuatu lain yang memilki kesamaan efek dan akibat. Ilmu bayan secara bahasa adalah penjelasan, penyingkapandan keterangan. Sedangkan secara istilahilmu bayan berarti dasar atau kaidah yang menjelaskan keinginan tercapainya satu makna dengan macam-macam gaya bahasa.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini di bagi menjadi dua tahap, pertama : metode filologi, di gunakan untuk membaca dan menganalisis teks dalam manuskrip secara tepat, dan kedua : metode deskriptif dengan pendekatan objektif, yaitu metode yang akan fokus hanya pada satu teks saja, menganalisis dan menguraikan isi teks secara menyeluruh dan jelas. Penelitian ini diharapkan dapat melengkapi kajian-kajian sebelumnya serta memperluas wawasan mengenai khazanah ilmu yang terkandung dalam manuskrip. Dengan begitu, analisis mengenai informasi keilmuan yang terdapat dalam manuskrip dapat dikembangkan dan dikaji secara lebih lanjut. Kata Kunci - Manuskrip, Filologi, Tasybih, Bayan,  Abstract - One of the categories of nusantara’s manuscripts is a manuscript whose existence in Indonesia, comes from exchanges of science scholars who studied the archipelago to Mecca and Medina and then returned to carrying the Arabic script, then the script is a learned society scientific studies in Indonesia.Expression of tasybih popular used by the Arabic poets since the golden age of literature in history etched in the period of Ignorance. The language style of tasybih is an attempt to express something with speakers equate the things he meant by something else that has similarities to the effects and consequences. Bayan science in language is the explanation, disclosure and description. While the term science in bayan means basic or rule that describes the desire to achieve the one meaning with various styles of language. The method used in this research is divided into two stages, the first method is Philology, used for reading and analyzing texts in manuscript precisely, and second: descriptive methodswith objective approach, amethod which will focus only on a single text, analysis and elaborate on the contents of the text thoroughly and clearly.This research is expected to complement previous studies as well as broaden insights into the corpus of knowledge that is contained in the manuscript. Thus, the analysis of the scientific information contained in the manuscript could be developed and examined in more details. Keywords - Manuscripts, Philology, Tasybih, Bayan, 
Praktik Pengalaman Lapangan Nila Fitria; Fidesrinur Fidesrinur
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.496 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.253

Abstract

Abstrak - Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata pelajaran yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa keguruan termasuk mahasiswa PAUD. Pelaksanaan mata pelajaran PPL berbeda dengan mata pelajaran lainnya yang diikuti di kelas atau dilaksanakan di kampus baik secara teori maupun praktik. Berbeda halnya mata pelajaran PPL adalah mata pelajaran dalam bentuk praktik pengalaman lapangan sebagaimana kegiatan guru di sekolah-sekolah umumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif (qualitative research). Penelitian ini menggunakan pendekatan  deskriptif analitik, yaitu data dideskripsikan dengan menggunakan statistik deskriptif, dan dimaknai secara mendalam berdasarkan perspektif emik yaitu penyajian data secara alamiah tanpa melakukan suatu manipulasi atau perlakuan terhadap subjek yang diteliti (Bogdan dan Taylor, 1975:31). Kompetensi mahasiswa PPL meningkat ditandai dengan meningkatnya 4 kompetensi yaitu : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, dan kompetensi sosial. Pengetahuan yang dimiliki oleh mahasiwa PPL, guru pamong, dan dosen pembimbing memiliki peran yang sangat besar pengaruhnya dalam pelaksanaan PPL. Sedangkan peran kelompok PPL dan kepala sekolah kurang memiliki peran dalam pelaksanaan PPL. Kata Kunci - Mahasiswa PPL, Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional, Kompetensi Sosial Abstract - Field Experience Program (PPL) is one of the subjects that should be followed by every student teacher including PAUD students. The implementation of PPL subjects is different from other subjects that are attended in class or held on campus in both theory and practice. In contrast to PPL subjects are subjects in the form of field experience practices as are the activities of teachers in general schools. The method used in this study is a qualitative method (qualitative research). This study uses descriptive analytic approach, which is descriptive descriptive data, and is interpreted in depth based on the perspective of emic that is the presentation of data naturally without doing a manipulation or treatment of the subjects studied (Bogdan and Taylor, 1975: 31). Competence of PPL students is marked by increasing the four competencies: pedagogic competence, personality competence, professional competence, and social competence. The knowledge that PPL students, pamong teachers, and lecturers have has an enormous role in PPL implementation. While the role of PPL groups and principals have less role in the implementation of PPL. Keywords - PPL Students, Pedagogic Competence, Personality Competence, Professional Competence,Social Competence.
Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al Azhar Indonesia: Refleksi dan Proyeksi Hubungan Sosial Budaya China-Indonesia Feri Ansori
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.159 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.246

Abstract

Abstrak - Kebangkitan China pada awal abad 21 dalam percaturan global dipandang sebagai sebuah fenomena yang menegaskan bahwa dominasi Barat akan segera berakhir dan muncul kekuatan global baru dari kawasan Asia. Hal ini ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan, sebagian menganggapnya sebagai suatu hal yang positif, namun sebagian lagi menganggapnya sebagai satu ancaman. Terpilihnya Presiden Joko Widodo pada pemilu 2014 yang mengusung poros maritim dunia dengan tol laut sebagai agenda utama, memunculkan sebuah paradigma baru bagi pemerintah Indonesia dalam memandang Jalur Sutera Maritim Abad 21 (21st Maritime Silk Road) yang dicanangkan oleh China sebagai sebuah tantangan atau potensi. Konektifitas dalam Belt and Road Iniative sejalan dengan 5 (lima) pilar utama yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam program poros maritim dunia. Dalam mensinergikan kebijakan dua pemerintah ini, tentu saja hubungan people-to-people yang terjalin melalui hubungan sosial dan budaya menjadi pilar yang sangat penting. Bagaimana kebijakan pemerintah kedua negara dalam meningkatkan hubungan people-to people, akan sangat berpengaruh dalam keberhasilan kerjasama ini. Makalah ini memaparkan perkembangan hubungan sosial budaya Indonesia-China melalui berbagai kegiatan di Pusat Bahasa Mandarin di Unversitas Al Azhar Indonesia. Pusat Bahasa Mandarin mungkin mampu mengurangi kesan negatif sebagian masyarakat Indonesia terhadap China, tapi terbatas hanya pada beberapa orang saja yang terlibat erat dalam lembaga tersebut. Kata Kunci - Poros maritim dunia, Jalur sutera maritim abad 21, Indonesia, China, People-to-people Abstract - The rise of China in the early 21st century in the global arena is seen as a phenomenon that resists Western domination will coming to an end and emerging new global powers from the Asian region. This was responded to by various parties, some of them regarded it as a positive thing, but some regard it as a threat. The election of President Joko Widodo in 2014, which brings the maritime axis of the world with the sea toll as the main agenda, has created a new paradigm for the Indonesian government in the view of the 21st Maritime Silk Road by China as a challenge or potential. Connectivity in Belt and Road Iniative is consistent with 5 (five) main pillars proclaimed by President Joko Widodo in the world maritime axis program. In synergizing this, of course the people-to-people relationship that exists through social and cultural relationships becomes a very important pillar. How government policies of both countries in improving people-to people relationship, will be very influential in the success of this cooperation. This paper describes the development of socio-cultural relations between Indonesia and China through various activities at the Mandarin Language Center at Al Azhar University of Indonesia. The Chinese Language Center may be able to reduce the negative impression of Indonesian society on China, but only to a few people who are closely involved in the institution. Keywords - World maritime axis, 21st century maritime silk trail, Indonesia, China, People-to-people
Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak (Studi Deskriptif pada Taman Kanak-kanak di Jakarta) Rohita Rohita; Nurfadilah Nurfadilah
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.746 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.255

Abstract

Abstrak - Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan penilaian pembelajaran di TK. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Subjek penelitian adalah lembaga pendidikan anak Taman Kanak-kanak sebanyak 3 lembaga yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan penilaian pembelajaran yang dilakukan di tiga TK di wilayah Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat tidak hanya penilaian harian tetapi juga melakukan penilaian semester yang dilaksanakan pada akhir semester pembelajaran, dalam waktu 2 minggu dengan durasi kegiatan 1 – 1 ½ jam untuk setiap rombongan belajar. Setiap kelompok diberi tugas berupa beberapa lembar kerja yang berisi materi sesuai aspek perkembangan anak yang merupakan kumpulan dari materi-materi pada setiap tema yang telah dibahas sebelumnya. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa 1) penilaian semester yang dilakukan di ketiga TK belum menunjukkan kesesuaian dengan prinsip-prinsip penilaian pembelajaran di TK, yaitu prinsip alami dan bermakna, otentik, holistik, individual serta multisumber dan multikonteks; 2). Guru belum memahami betul subyek penilaian yaitu anak TK usia 4-6 tahun, sehingga memberikan materi soal yang sama antara anak kelompok A dengan anak kelompok B; 3). Pemahaman mengenai sasaran penilaian masih kurang, dimana aspek yang dinilai lebih banyak pada aspek kognitif dan bahasa, serta penggunaan metode pengumpulan data berupa alat penilaian yang lebih dominan menggunakan alat penilaian tes berupa lembar kerja anak; dan 4). Pelaksanaan penilaian pembelajaran khususnya penilaian semester tidak berdampak langsung pada penentuan pembelajaran selanjutnya. Kegiatan untuk pembelajaran berikutnya diberikan dengan melakukan diskusi antar guru mengenai kegiatan apa yang akan diberikan selanjutnya. Kata Kunci - Penilaian Pembelajaran, Anak TK Abstract - This study is a qualitative descriptive research. The purpose of this study was to desribe the implementation of the learning assessment in kindergarten. The data collection methods are interview, observation and review documentation. The subjects were kindergarten teachers from 3 different institution in Kapuk, Cengkareng, West Jakarta area. Purposive sampling was chosen as a tool for sample selection.The research revealed that the implementation of learning assesment in Kapuk, Cengkareng area, not only do per day but also per semester, which conducted at the end of semester, within 2 weeks, with duration of action 1- 1 ½ hour for each learning group. Each group was given  a task in a form of worksheets which comprised developmentally appropriate lessons according the themes that has been given before. The conclusion is the assesment which has been conducted in 3 kindergarten has not indicated the congruity with learning principles in kindergarten, namely as principles of natural and meaningful, authentic, holistic individualized, resourceful and and multi context; 2) teachers has lack in understanding assesment of the children in age 4-6 years therefore the teacher has given the same matter in grup A and B; 3)Teachers also has lack of understanding about the purpose of the assesment and therefore they more focus on cognitive and language mastery and using test in a form of worksheets than other form; 4) Learning assesment, especially semesterly, has not direct impact on determining the following lessons. The following lessons will be given as the result of teacher’s discussions about the learning activity. Keywords - Learning Assesment, Kindergarten Children
Pengaruh Religiusitas Terhadap Penerimaan diri Orangtua Anak Autis di Sekolah Luar Biasa XYZ Siti Rahmawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.054 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.248

Abstract

Abstrak - Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religisitas dan penerimaan diri orang tua dari anak autis di SLB XYZ di Bekasi. Setiap orang tua menginginkan anaknya dapat lahir dan tumbuh secara sempurna, namun ketika kenyataan yang harus dihadapi tidak sesuai dengan harapan, seringkali orang tua menyalahkan Tuhan dan tidak mau menerima keadaan anaknya. Penerimaan diri (self acceptance) adalah sikap yang pada dasarnya merasa puas dengan milik sendiri, kualitas dan bakat sendiri, dan pengakuan akan keterbatasan diri sendiri, sikap yang menunjukkan rasa puas terhadap dirinya, baik kekurangan maupun kelebihannya, sehingga dapat membentuk harapan yang realistic terhadap dirinya dan menghargai dirinya sendiri. Religiusitas adalah seberapa jauh pengetahuan, seberapa kokoh keyakinan, seberapa tekun pelaksanaan ibadah, seberapa dalam penghayatan agama yang dianut seseorang dan pengalaman individu dalam beribadah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, pegumpulan data dilakukan menggunakan skala religiusitas dan penerimaan orang tua. Sampel pada penelitian ini adalah 80 orangtua pada anak autis di SLB XYZ. Penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Religiusitas dan Penerimaan diri orangtua. Hal ini ditunjukkan dengan hasil (R = 0,382) dengan nilai adjusted R square = 0,146 dan p = 0,000 di mana p < 0,05) artinya, semakin tinggi religiusitas pada orang tua maka semakin tinggi penerimaan diri orangtuanya. Kata Kunci – Religiusitas, Penerimaan Diri, Autis Abstract - This research aims to determine the influence of the religiosity and self-acceptance of parents of children with autism in SLB XYZ in Bekasi. Every parent wants his child to be born and grow perfectly, but when the reality to be faced does not match expectations, often parents blame God and do not want to accept the state of his son. Self-acceptance is an attitude that is basically satisfied with one's own self, quality and talent, and acknowledgment of one's own limitations, an attitude that expresses a sense of self-satisfaction, both its shortcomings and its advantages, so as to form a realistic expectation of itself and appreciate himself. Religiosity is how far the knowledge, how strong the belief, how diligent the implementation of worship, how deep appreciation of one's religion and the experience of individuals in worship. The research method used is quantitative research, data collection is done using the scale of religiosity and acceptance of parents. The sample in this study were 80 parents in children with autism in SLB XYZ. This research use accidental sampling technique. The results showed that there is influence between Religiosity and Self-Acceptance of parents. This is indicated by the result (R = 0.382) with adjusted value R square = 0,146 and p = 0,000 where p <0,05) meaning, the higher religiosity in parent hence the higher the parent self acceptance. Keywords – Religiosity, Self-Acceptance, Autism

Page 1 of 1 | Total Record : 7