cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Siddhayatra: Jurnal Arkeologi
ISSN : 08539030     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Art,
Siddhayatra publishes papers devoted to a broad scope in archaeological research comprises quaternary and prehistory, classical archaeology, colonial archaeology, maritime archaeology, epigraphy, ethnoarchaeology, paleoanthropology, zooarchaeology, geoarchaeology and other applied science related with human past.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
BANYU BIRU: JEJAK SUNGAI LAMA DI LAHAN BASAH Intan, Muhammad Fadhlan Syuaib
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.59

Abstract

Air Sugihan merupakan daerah rawa pasang surut yang dalam arkeologi termasuk dalam kajian arkeologi lahan basah. Daerah ini adalah suatu wilayah permukiman sejak awal-awal masa sejarah hingga abad ke-11 Masehi. Lokasi penelitian difokuskan di wilayah Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Tulisan ini membahas kondisi lingkungan geologi, yang mencakup bentuk dan pola aliran serta posisi dan hubungan antara sungai lama dengan Sungai Air Sugihan. Tujuan pemetaan jejak sungai lama adalah mencari hubungan antara sungai-sungai lama dengan beberapa sungai yang masih mengalir. Rangkaian metode penelitian yang digunakan antara lain studi pustaka, survei lapangan, analisis peta, dan pemetaan jejak sungai lama. Wilayah penelitian termasuk dalam satuan morfologi dataran, dengan ketinggian 5-15 meter di atas permukaan air laut. Stadia sungai tergolong dewasa-tua, dengan pola pengeringan deranged, dan sungai periodis. Banyu Biru tersusun oleh satuan aluvial dan endapan rawa yang umumnya bersifat tufan, serta tidak mengalami gangguan struktur geologi. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa sungai lama terkoneksi dengan Sungai Air Sugihan.
TOPONIM PADA MASA PEMERINTAHAN KESULTANAN PALEMBANG DARUSALLAM DI KECAMATAN ILIR TIMUR 1 PALEMBANG Apriansyah, Refico; Zamhari, Ahmad Zamhari
Siddhayatra Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i1.126

Abstract

East Ilir District I Palembang contains a wealth of historical and cultural data such ashistorical sites from the time of Sriwijaya to Colonial especially on toponymous studies. Thepurpose of this research is to know the value of toponym history during the reign of Sultanateof Palembang Darusallam in subdistrict of ilir east I Palembang. This study uses descriptivequalitative method is a method that talked about the results of observation interviewsor penelaan documents. This research is also systematically there are main activitiesysng done: Technique of data collection through activity of direct observation to researchlocation. From the research results can be concluded that the history of toponyms in EastIlir District I Palembang has a relationship with the history of the government of the Islamicempire in Palembang Palembang Sultanate Darusallam. The toponymous study in East Ilir IPalembang Sub-district is a lot of historical relics such as Kepandean Street (Iron Craft),Sayangan Street (Copper Craftsmen), Street Segaran (Swimming Baths), Tengkuruk RiverRoad (Son of Musi River), Angsoko Temple Road (Temple Complex and Tomb of PrinceMadi Angsoko of the kingdom of Palembang) as well as toponyms in the form of Nationalismand Geographical form (Natural Results).
ISLAMISASI BANGKA: TINJAUAN ARKEO-FILOLOGI Purwanti, Retno
Siddhayatra Vol 21, No 1 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i1.17

Abstract

Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai jalur pelayaran penting setidak-tidaknya sejak awal abad ke-5 Masehi terbukti dengan ditemukannya sisa-sisa bangunan candi di Kotakapur, Kabupaten Bangka Barat. Bukti lain adalah kapal-kapal karam, yang salah satu di antaranya berasal dari abad ke-9 Masehi dengan muatan barang-barang mewah. Kapal dagang tersebut berasal dari Arab yang pada saat itu sudah menganut Islam. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui, bahwa Kepulauan Bangka Belitung sudah bersentuhan dengan Islam sejak abad ke-9 Masehi. Pada saat itu Islam belum masuk dan dianut oleh masyarakatnya. Bukti-bukti arkeologis dan sejarah justru mengungkapkan fakta, bahwa Islam baru mulai masuk di kepulauan ini sejak abad ke-18 Masehi. Namun demikian, darimana Islam masuk ke Bangka dan siapa yang membawanya belum diketahui. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses masuknya Islam di Bangka, terutama berkaitan dengan asal dan pembawanya. Metode penelitian yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah arkeo-filologi. Berdasarkan data arkeologi dan naskah beraksara Jawi yang ditemukan dapat diketahui bahwa Islam masuk ke Bangka berasal dari Palembang dan dibawa oleh ulama keturunan Arab.Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai jalur pelayaran penting setidak-tidaknya sejak awal abad ke-5 Masehi terbukti dengan ditemukannya sisa-sisa bangunan candi di Kotakapur, Kabupaten Bangka Barat. Bukti lain adalah kapal-kapal karam, yang salah satu di antaranya berasal dari abad ke-9 Masehi dengan muatan barang-barang mewah. Kapal dagang tersebut berasal dari Arab yang pada saat itu sudah menganut Islam. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui, bahwa Kepulauan Bangka Belitung sudah bersentuhan dengan Islam sejak abad ke-9 Masehi. Pada saat itu Islam belum masuk dan dianut oleh masyarakatnya. Bukti-bukti arkeologis dan sejarah justru mengungkapkan fakta, bahwa Islam baru mulai masuk di kepulauan ini sejak abad ke-18 Masehi. Namun demikian, darimana Islam masuk ke Bangka dan siapa yang membawanya belum diketahui. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses masuknya Islam di Bangka, terutama berkaitan dengan asal dan pembawanya. Metode penelitian yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut adalah arkeo-filologi. Berdasarkan data arkeologi dan naskah beraksara Jawi yang ditemukan dapat diketahui bahwa Islam masuk ke Bangka berasal dari Palembang dan dibawa oleh ulama keturunan Arab.
MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomun Burmanni) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN LUMUT PADA CANDI KEDATON Aryanto, Rofi Surya
Siddhayatra Vol 25, No 1 (2020): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v25i1.177

Abstract

Candi Kedaton yang masuk dalam Kawasan Percandian Muaro Jambi, terletak di kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi. Candi Kedaton sampai sekarang masih dalam tahap pemugaran bagian halaman II, namun perlu evaluasi pasca pemugaran untuk pelestarian. Kerusakan pelapukan pada bata Candi Kedaton salah satunya disebabkan faktor eksternal yaitu lumut. Minyak atsiri kulit kayu manis bisa difungsikan sebagai penghambat pertumbuhan lumut pada Candi Kedaton, khususnya pada bata lepas. Medote penelitian bersifat kuantitafif, tahapannya meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, sintesis data sampai pada tahap kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan minyak atsiri kulit kayu manis yaitu sinamaldehid bisa menghambat pertumbuhan lumut dilihat dari perubahan warna. Mekanisme dari sinamaldehid dengan menghambat pertumbuhan lumut dilihat metagenesis energi pada sel, sehingga menyebabkan ketidakmampuan sel untuk beradaptasi dengan senyawa ini. Minyak atsiri pada saat disemprotkan pada lumut akan tersangkut pada bagian arkegonium sehingga menghambat sel spora untuk masuk ke dalam anteredium.
Jalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 Masehi kabib, kabib kabib
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.79

Abstract

ABSTRAKJalur Pelayaran Perdagangan Sriwijaya yang Strategis dan Perekonomiannya pada Abad Ke-7 MasehiOleh:Kabib Sholehhabibsholeh978@gmail.com Secara geografis Sriwijaya memiliki letak kestrategisan pada jalur pelayaran perdagangan yang dilewati para pedagang asing pada abad ke-7 Masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jalur pelayaran perdagangan Sriwijaya yang menguntungkan perekonomian Sriwijaya, untuk menganalisis kegiatan perdagangan Sriwijaya dan bagaimana strategi Sriwijaya dalam mempertahankan perekonomiannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan keilmuan ekonomologis, politikologis dan sosialogis. Langkah-langkah metode historis adalah heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi sumber, interpretasi atau penafsiran sumber dan historiografi atau penulisan sejarah. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan maritim yang berkuasa di laut dan hasil perekonomiannya diperoleh dari berdagang dan hasil bea pajak. Sriwijaya mampu menjadi penguasa sekaligus pengendali perdagangan di jalur-jalur pelayaran milik Sriwijaya. Sriwijaya menerapkan monopoli perdagangan bagi para pedagang asing yang singgah di Sriwijaya. Dalam mempertahankan keamanan di jalur-jalur pelayaran perdagangan, Sriwijaya mengerahkan seluruh kekuatan armada lautnya dengan dibantu oleh para perompak yang sudah ditaklukan Sriwijaya serta dengan sebuah perjanjian yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak.
EKSPLORASI GEOARKEOLOGI BELITUNG TIMUR, PROVINSI BANGKA-BELITUNG Intan, Fadhlan Syuaib
Siddhayatra Vol 24, No 1 (2019): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v24i1.150

Abstract

Air Belitung Timur, yang menjadi lokasi penelitian, menyimpan banyaktinggalan budaya, salah satunya dari masa Arkeologi Islam, yang sekian lama tak mendapat perhatian dari para peneliti lingkungan. Hal inilah yang dijadikan dasar permasalahan utama yang mencakup geologi secara umum. Oleh sebab itu, maksud penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan geologi permukaan secara umum sebagai salah satu upaya untuk menyajikan informasi geologi, sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui aspek-aspek geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi yang dikaitkan dengan keberadaan di situs-situs arkeologi wilayah penelitian. Metode penelitian diawali dengan kajian pustaka, survei, analisis, dan interpretasi data lapangan. Pengamatan lingkungan memberikan informasi tentang bentang alamnya terdiri yang dari satuan morfologi dataran, dan satuan morfologi bergelombang lemah. Sungainya berpola Dendritik, Rektangular dan Radial, berstadia Sungai Dewasa-Tua, Sungai Periodik/Permanen, dan Sungai Episodik atau Intermittent. Batuan penyusun berasal dari Formasi Kelapakampit, Formasi Tajam, Aluvial dan Endapan Pantai. Struktur geologi berupa lipatan, sesar, kekar, dan kelurusan. Eksplorasi di Belitung Timur telah menemukan 36 situs Arkeologi Islam.
Back Cover Siddhayatra Vol. 22 (1) Mei 2017 Dewan Redaksi, Dewan Redaksi Dewan Redaksi
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.65

Abstract