cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Siddhayatra: Jurnal Arkeologi
ISSN : 08539030     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Art,
Siddhayatra publishes papers devoted to a broad scope in archaeological research comprises quaternary and prehistory, classical archaeology, colonial archaeology, maritime archaeology, epigraphy, ethnoarchaeology, paleoanthropology, zooarchaeology, geoarchaeology and other applied science related with human past.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
NASKAH INCUNG SASTRA MELAYU KLASIK YANG TERLUPAKAN Surakhman, Muhammad Ali
Siddhayatra Vol 24, No 1 (2019): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v24i1.148

Abstract

Penelitian naskah Incung yang mer upa kan salah satu dari peninggalan kesusastraan Melayu Klasik bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi tentang kesusastraan Incung yang sudah tidak dikenal lagi oleh masyarakat Kerinci sendiri. Pada gilirannya dapat membantu masyarakat melestari dan mengembangkan kesusastraan klasik ini. Selain itu, dapat memperluas wawasan pengetahuan tentang sastra Incung Kerinci untuk kegiatan bagi pengembangan bahasa, pelajaran muatan lokal, referensi perpustakaan, penelitian dan kontribusi untuk memajukan bahasa dan sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada naskah sastra Incung, yang masih disimpan sebagai benda-benda pusaka di Kerinci. Di sini tidak semua materi dalam kesusastraan Kerinci dapat disajikan secara lengkap, penyusunannya memperhatikan nilai-nilai keaslian lokal pada naskahnaskah Incung itu sendiri, untuk membuktikan itu kita melakukan pengamatan langsung terhadap naskah sastra Incung, di beberapa ilayah Kabupaten Kerinci, yaitu Rawang, Semurup, dan Koto Tuo, pengamatan dilakukan dengan cara kritis terhadap bentuk grafis aksara Incung dan isi dalam naskah Incung Kerinci, pada tahap berikut dilanjutkan dengan studi kepustakaan melihat dan membandingkan dengan hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya. Dari hasil penelitian didapat, salah satu peninggalan peradaban masa silam yang terdapat di Sumatera adalah kesastraan Incung. Bahasa Kerinci Kuno merupakan bahasa lingua franca suku Kerinci zaman dahulu. Kalau kita simak fonetis yang terdapat dalam naskah-naskah Incung umumnya memakai bahasa Melayu Kuno, merupakan bahagian dari bahasa Melayu zaman lampau yang penyebaran meluas dari Madagaskar sampai ke lautan Fasifik. Tidak dapat disangkal lagi, Sastra Indonesia Lama yang lazim dikenal dengan istilah Sastra Melayu Klasik, kedalamnya termasuk juga Sastra Incung Kerinci.
NASKAH ULU KULIT KAYU LUBUK SEPANG Andifani, Wahyu Rizki
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.62

Abstract

Naskah merupakan sebuah hasil karya tangan manusia yang dilakukan dengan cara menulis, yang isinya mengenai kehidupannya sehari-hari, baik itu mengenai perilaku terhadap manusia lain, terhadap alam dan terhadap Tuhan sang pencipta. Tulisan ini membahas tentang isi dan pesan yang terkandung dalam naskah kulit kayu atau kaghas yang ingin disampaikan oleh para leluhur. Tujuannya untuk mengetahui isi dan pesan yang terkandung di dalam naskah itu. Sedangkan sasaran yang hendak dicapai yaitu untuk diketahuinya isi dan pesan yang terkandung dalam naskah tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: observasi lapangan, wawancara untuk mencari tahu sejarah, setelah data terkumpul, dilakukan analisis data baik itu analisis deskriptif (penjelasan tentang keadaan naskah) dan dilakukan juga analisis untuk mengetahui isi naskah dengan metode filologi. Berisikan mengenai kehidupan pada zaman dahulu yang pesan moralnya sangat berguna untuk generasi penerus, baik itu tentang bercocok tanam, mantra-mantra atau rajah yang digunakan dalam berburu atau bercocok tanam, dan peringatan-peringatan kepada semua orang agar berhati-hati dalam melakukan segala hal, sehingga mereka terhindar dari bencana yang mengancam jiwa.
TIPOLOGI INSTALASI MILITER JEPANG DI KOTA PALEMBANG, SUMATERA SELATAN Nes, Muhammad Riyad
Siddhayatra Vol 23, No 2 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i2.135

Abstract

The military installation is a defense building that is specifically established,strengthened and closed, serves to protect an area or army from enemy attacks. Thepurpose of this paper is to find out the shape and function of military installations in the cityof Palembang. This research method consists of the stages of data collection and specialanalysis using a spatial approach. The results of this study indicate that militaryinstallations in the city of Palembang have several forms, namely irregular shapes, U,rectangular, rectangular and circular / circular shapes. The function of the militaryinstallation is to maintain the oil mining area in the city of Palembang and as a base ofdefense and a place to spy on the enemy.
PEMUJAAN TERHADAP MAKAM, TRADISI MASYARAKAT LEBONG, BENGKULU Prasetyo, Sigit Eko; Fahrozi, Muhammad Nofri
Siddhayatra Vol 21, No 2 (2016): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v21i2.20

Abstract

Kematian menjadi salah satu perhatian manusia sejak zaman kuno. Perlakuan terhadap orang mati telah menciptakan bangunan megah seperti piramida di Mesir hingga yang sederhana seperti adanya batu nisan untuk menandai sebuah kuburan. Dalam tradisi megalitik, menhir digunakan sebagai kultus leluhur, tapi sekarang menhir telah berkembang menjadi batu nisan, juga digunakan di masyarakat pedesaan seperti di Lebong. Animisme yang sudah ada sejak zaman prasejarah masih berlanjut hari ini. Gejala sosial unik dalam masyarakat Lebong terlihat pada fenomena kepercayaan mereka terhadap makam. Saat ini mayoritas masyarakat Lebong beragama Islam, namun dalam praktek kegiatan sosial sehari-hari banyak aspek yang membuktikan bahwa kepercayaan mereka bercampur dengan kepercayaan lain khususnya animisme. Tulisan ini membahas tentang batu tegak yang dipercaya oleh masyarakat Lebong saat ini, sebagai makam yang memiliki kekuatan magis untuk menyelesaikan masalah sehari-hari mereka. Masyarakat Lebong saat ini identik dengan tradisi Melayu yang kuat dengan unsur Islam. Hal tersebut tentu saja membuat kajian ini menarik untuk dibahas, karena anggapan tersebut menjelaskan bagaimana fenomena sinkretisme terjadi dalam kehidupan sosial mereka.
TIPOLOGI MANIK-MANIK DARI SITUS AIR MERAH, KECAMATAN SUNGAI GELAM, KABUPATEN MUARO JAMBI Sahara, Laras; Prasetyo, Sigit Eko
Siddhayatra Vol 22, No 2 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i2.96

Abstract

Manik-manik adalah benda yang biasanya berbentuk bulat dan dilubangi guna menghias badan atau sebuah benda. Manik dibuat dari berbagai jenis bahan, seperti: kulit kerang, kayu, getah kayu, bji-bijian, merjan, keramik, batu, kaca, dan logam. Analisis yang dilakukan berupa tipologi, tipologi adalah studi tentang tipe dengan kegiatan kategorisasi dan klasifikasi untuk menghasilkan tipe. Analisis yang dilakukan dalam analisis manik-manik dengan menggunakan analisis khusus, yaitu mengamati atribut menyangkut bentuk, ukuran, warna, bahan, dan jumlah yang terdapat pada manik-manik. Hasil yang diperoleh setelah dilakukan analisis pada manik-manik Situs Air Merah menghasilkan tipe manik-manik seperti bulat, bulat dempak, silinder dan fragmen.
MAKAM KUNO DI SITUS ANGGAREKSA, KECAMATAN LOMBOK TIMUR, KABUPATEN LOMBOK: BUKTI PENGARUH AWAL ISLAM DI LOMBOK Keling, Gendro
Siddhayatra Vol 24, No 2 (2019): JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v24i2.153

Abstract

Islam masuk dan berkembang di Nusantara melalui wilayah pesisir. Demikian juga perkembangan Islam di Lombok, dimulai dari wilayah pesisir menuju ke pedalaman. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi makam di Situs Anggareksa sebagai salah satu bukti awal berkembangnya Islam di melalui pesisir Lombok Timur. Dari beberapa teori mengenai masuknya Islam di Lombok, Situs Makam Anggareksa menjadi salah satu bukti pengaruh Islam dari Sulawesi Selatan yang masuk melalui Lombok Timur. Metode yang digunakan untuk membedah permasalahan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis, dengan arsiktektural, komparasi, dan analisis gaya. Penelitian di lapangan didapatkan data komplek makam di Situs Anggareksa terdapat 13 makam, 5 diantaranya menunjukkan karakterisktik makam kuno, dan sisanya adalah makam umum. Setelah dianalisis didapatkan kesimpulan bahwa makam-makam kuno ini adalah type makam bugis. Hal ini menjadi salah satu bukti pengaruh Islam yang menyebar di wilayah timur Lombok adalah dari Sulawesi Selatan
Penggunaan Total Station dalam Perekaman Data Arkeologi di Indonesia Fauzi, Mohamad Ruly
Siddhayatra Vol 20, No 2 (2015): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v20i2.83

Abstract

Metode perekaman data arkeologi telah berkembang dengan pesat sejak dikenalnya era digital menjelang akhir abad ke-20. Salah satunya yaitu penggunaan perangkat total station dalam ekskavasi arkeologi. Alat ini berpotensi menggantikan teknik pengukuran konvensional karena kemiripan data yang dihasilkan, yaitu koordinat kartesian (x, y, z atau E, N, H). Namun demikian, peruntukan total station yang pada awalnya digunakan dalampekerjaan kontruksi dan survei geospasial belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh arkeolog di Indonesia. Diperlukan suatu teknik khusus dalam penggunaanya di dalam ekskavasi arkeologi. Berdasarkan studi kasus penggunaan total station di sejumlah situs oleh penulis, alat ini sangat membantu dalam perekaman topografi, provenience temuan, serta berbagai perekaman morfologi situs lainnya. Dasar-dasar teknik dan metode penggunaan alat ini akan dibahas di dalam artikel ini, sekaligus penerapannya di lapangan dan variasi pengolahandatanya.
JURNAL ARKEOLOGI SIDDHAYATRA rahman, hafidhir
Siddhayatra Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i1.144

Abstract

Cover Siddhayatra Vol. 22 (1) Mei 2017 Dewan Redaksi, Dewan Redaksi Dewan Redaksi
Siddhayatra Vol 22, No 1 (2017): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v22i1.58

Abstract

KEBERAGAMAN MASYARAKAT DAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA (SUATU ANALISIS HISTORIS DALAM BIDANG SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI DAN AGAMA) Sholeh, Kabib
Siddhayatra Vol 23, No 1 (2018): Jurnal Arkeologi Siddhayatra
Publisher : Balai Arkeologi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/siddhayatra.v23i1.123

Abstract

The kingdom of Sriwijaya was known as the greatest protector and follower of Buddhismin the archipelago of his time. The diversity of society, race and religion make Sriwijayatruly able to maintain peace, diversity and tolerance among religious people.. The purposeof this study is to analyze the diversity of society in the kingdom of Sriwijaya in variousaspects of life, tolerance among religious communities between Buddhism, Islam andHinduism, and the factors emergence of life tolerance in the kingdom of Srivijaya. Themethod used is historical method. The steps in historical methods include heuristics (datacollection / source), verification (selection or source criticism), interpretation (historicalinterpretation) and the last is historiography (historical writing). This research explains thediversity of society in the Sriwijaya kingdom from indigenous peoples, Arabs, Indians andChinese, and the foreign community is in the kingdom of Sriwijaya due to economic factorsand they enter by trade. The diversity of the people in the kingdom of Sriwijaya is highlyprotected by the king of Sriwijaya kingdom so there is no emphasis, murder, threats fromthe king of Sriwijaya kingdom unless they do the rebellion will be burned. The king of thekingdom of Sriwijaya felt happy and respected the diversity of his people. The king of thekingdom of Sriwijaya is open to strangers, loving peace based on the unreliability ofleadership in accordance with his Buddhist teachings. Such conditions have an impact onthe policy of the king of Sriwijaya kingdom in addressing a difference in running beliefs andreligions such as Buddhism, Islam, Hinduism and local beliefs. Sriwijaya highly upholdsreligious tolerance as depicted on the Hindu temple site Bumiayu temple, the arrival andsettlement of Muslim traders in the kingdom of Sriwijaya, so that the kingdom of Sriwijayasent a letter to the Umayyads to request the sending of a mubaleq as king's adviser. All theseevidences depict the king of the kingdom of Sriwijaya very tolerant of other religions.