cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
henni.kusuma85@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah
ISSN : 23382058     EISSN : 26212986     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah (JIKMB) (p-ISSN 2338-2058 | e-ISSN 2621-2986 ) is an open access journal which publishes the scientific works for nurse practitioners and researchers. The articles of this journal are published every six months, that is on June and December (2 issues per year), and developed by the Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah. The focus and scopes of the journal include adult nursing or medical surgical nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021" : 6 Documents clear
INTERVENSI KEPERAWATAN UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN ANGGOTA KELUARGA PASIEN SELAMA PERIODE INTRAOPERATIVE Haura Labibah Salsabil Sulaksono; Reni Sulung Utami
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v4i2.613

Abstract

Background: Surgery can cause anxiety of family member because uncertainty during awaiting surgery. Nursing intervention is needed to reduce anxiety of family member during intraoperative period. Objective: To identify strategies or nursing intervention in alleviating anxiety of family member of patient during intraoperative period. Method: This is literature review. Authors search article in electronic database such as SpringerLink, Scopus, EBSCOhost, Semantic Scholar, Portal Garuda and web search engine Google Scholar. The inclusion criteria of article are full text, quantitative research, in English or Indonesian language, year of publication was 2010 – 2020, and article’s topic in accordance with the research problem area. Results: Thirty – four articles were obtained and only nine articles were eligible to be included in this review. The review shows that anxiety level of family member during intraoperative decline after being given an intervention. The nursing intervention are providing information cards, providing information and visiting hours, watching TV, audiovisual orientation, and sending text messages. Conclusion: There are several nursing interventions that can be implemented by nurses to reduce family members’ anxiety during intraoperative period. Providing information to the family is very important and beneficial during intraoperative period.  Latar Belakang: Tindakan pembedahan dapat mengakibatkan kecemasan pada keluarga pasien karena ketidakpastian selama menunggu operasi. Intervensi keperawatan diperlukan untuk menurunkan kecemasan keluarga pasien selama periode intraoperative.  Objektif: Untuk mengidentifikasi strategi atau intervensi keperawatan dalam menurunkan kecemasan keluarga pasien selama periode intraoperative. Metode: Studi ini merupakan literature review. Peneliti melakukan penelusuran artikel secara elektronik melalui SpringerLink, Scopus, EBSCOhost, Semantic Scholar, Portal Garuda dan mesin pencari Google Scholar. Pemilihan artikel ditetapkan berdasarkan kriteria inklusi, yaitu full teks, design penelitian kuantitatif, berbahasa Inggris atau Indonesia, tahun publikasi 2010 – 2020, dan artikel sesuai dengan topik masalah penelitian. Hasil: Sebanyak 34 artikel didapatkan dan 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil review menunjukkan rata – rata tingkat kecemasan keluarga pasien mengalami penurunan setelah mendapatkan intervensi keperawatan. Intervensi keperawatan yang dapat menurunkan kecemasan keluarga pasien selama menunggu operasi meliputi pemberian kartu informasi, pemberian informasi dan kunjungan, menonton TV, orientasi audiovisual, dan pengiriman pesan teks. Kesimpulan: Perawat dapat memberikan beberapa bentuk intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan keluarga pasien selama periode intraoperative. Pemberian informasi kepada keluarga sangat penting dan bermanfaat selama fase intraoperative.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS HIDRASI MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA Liya Arista; Abdul Aziz Wahyudin
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v4i2.669

Abstract

Stunting atau tinggi badan di bawah normal masih menjadi masalah kesehatan anak diIndonesia. Stunting merupakan Melakukan aktivitas di daerah tropis memerlukan asupancairan harian yang cukup. Asupan cairan sangat diperlukan karena memiliki fungsi pentingseperti berperan dalam pelarut berbagai senyawa dan molekul, berperan dalam pengaturansuhu tubuh, sebagai pelumas pada sendi, sebagai media transportasi, dan juga untukmempertahankan struktur dan fungsi normal sel. Apabila hidrasi tubuh mengalamiketidakseimbangan kurang cairan (dehidrasi) atau kelebihan cairan (overhidrasi) akanmenyebabkan terganggunya kesehatan (Sulistomo et al,. 2014). Dehidrasi didefinisikansebagai keadaan defisit air di dalam tubuh, yakni ketika tubuh kehilangan cairan melebihi daricairan yang di konsumsi (Sembulingam, 2012). Keseimbangan cairan tubuh merupakanjumlah cairan yang masuk dan keluar dalam porsi yang seimbang. Melalui mekanismekeseimbangan, manusia berusaha supaya cairan dalam tubuh selalu berada dalam jumlahyang tetap (Almatsier, 2009).
INTERVENSI MANUAL BLADDER WASHOUT DALAM MENGATASI RETENSI BEKUAN DARAH PADA PASIEN POST TURP: A LITERATURE REVIEW Asriyani Hamid; Elly L Sjattar; Abdul Majid
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v4i2.858

Abstract

Benign Hyperplasia Prostate didefenisikan sebagai penyakit dengan disfungsi saluran kemih bagian bawah karena hiperplasia jinak prostat yang mengarah ke obstruksi saluran kemih bagian bawah. Trans Urethral Resection of The Prostate (TURP) merupakan salah satu tindakan pembedahan tertutup yang banyak dilakukan dengan komplikasi retensi bekuan darah. Manual bladder washout (MBW) adalah salah satu tindakan yang dilakukan untuk mengatasi retensi bekuan darah. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi literatur yang mengeksplorasi intervensi MBW dalam mengatasi retensi bekuan darah pasien post TURP. Studi menggunakan desain literature review dan menggunakan database PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Wiley, dan Google Schoolar. Kriteria inklusi dalam tinjauan ini adalah pasien post TURP, intervensi manual bladder washout, hasil publikasi tahun 2010 hingga 2019, full text, berbahasa Inggris. Sebanyak 588 artikel yang diidentifikasi, namun setelah menghapus artikel duplikat dan melihat kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 5 artikel yang sesuai untuk dimasukkan ke dalam tinjauan. Studi yang telah dianalisis menjelaskan MBW secara signifikan mengatasi retensi bekuan darah dan menjadi pilihan yang efektif dalam mengatasi retensi bekuan darah. Berdasarkan analisis terhadap hasil dari lima artikel, disimpulkan bahwa MBW memiliki efek dalam mengatasi retensi bekuan darah pada pasien. MBW dapat dilakukan dan menjanjikan sebagai intervensi yang aman dan efektif dalam mengatasi retensi bekuan darah. 
PENGARUH PERAWATAN DAERAH PEMASANGAN INFUS TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS DI RS KOTA KISARAN Khairunnisa Batubara; Henrianto Karolus Siregar; Elvipson Sinaga; Resmi Pangaribuan
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v4i2.1124

Abstract

Pada pasien rawat inap, pemasangan infus atau kateter vena perifer merupakan prosedurinvasif yang paling sering dilakukan. Pasien yang menerima terapi intravena selamadirawat di rumah sakit diperkirakan sekitar setengah dari keseluruhan pasien. Lebih dari90% pasien di rumah sakit menerima terapi intra vena melalui beberapa alat intravena(Chang & Peng, 2018). Komplikasi yang paling sering terjadi akibat terapi intravena yangditandai dengan pembengkakan, kemerahan, infiltrasi (kebocoran cairan dari vena),demam, nyeri, infeksi kulit lokal, dan infeksi aliran darah adalah phlebitis (Mihala et al.2018). Kemenkes RI (2017) menyatakan bahwa phlebitis adalah ditemukannya tanda-tanda kemerahan seperti terbakar, adanya pembengkakan, adanya rasa sakit apabiladilakukan penekanan, adanya ulkus sampai eksudat purulen atau keluarnya cairan jikaditekan pada daerah lokal tusukan infus.
NURSE READINESS TO PERFORM CARDIOPULMONARY RESUSCITATION DURING COVID 19 PANDEMIC Rita Kombong; Tri Nurmaningsih Hatala
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v4i2.1187

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid 19) has become a global pandemic with rapid spread, resulting in an increase in the number of cases of illness and death, which is the responsibility of health workers, particularly nurses on the front lines. Nurses, on the other hand, are extremely vulnerable to transmission despite wearing personal protective equipment. This treatment necessitates planning, including the readiness of nurses to provide services, especially for critical patients (cardiac arrest) requiring cardiopulmonary resuscitation (CPR). Preparedness can reduce transmission to nurses by paying attention to standard cardiopulmonary resuscitation procedures in the pandemic era. The purpose of this study was to determine the preparedness of nurses to perform cardiopulmonary resuscitation based on their knowledge, attitudes, and skills during the Covid 19 pandemic era at dr. M Haulussy Hospital Ambon. A quantitative analytical study approach was used in this study, with a cross-sectional study design. The total number of samples in this study was 33, and the sampling technique used was Total Sampling. The results showed there was readiness with a p-value < (0.05), knowledge with a value of 0.660, attitude with a value of 0.559, and CPR skills of 1.000. The conclusion is that a nurse is well-prepared in terms of knowledge, attitudes, and skills. It is hoped that it will be useful to the hospital in developing plans and nursing interventions in overcoming this pandemic. Keywords: readiness, cardiopulmonary resuscitation, COVID 19, nurse.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERSEPSI DAN RESPON PERILAKU MAHASISWA DALAM UPAYA MEMUTUSKAN MATA RANTAI PENULARAN COVID-19 DI PERBATASAN NKRI-RDTL Pius A L Berek; Maria M. N. Nahak; Maria Fatimah W. A. Fouk; Maria Afnita Lelang; Christina Anugrahini; Kristofel Bere
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 4 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikmb.v4i2.1218

Abstract

Latar belakang: Pandemi covid-19 menyebar sangat pesat dan belum ditemukan obat yang spesifik sehingga masyarakat lebih rentan tertular karena kurangnya pengetahuan dan persepsi serta praktik perilaku tidak memadai. Tujuan: mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan persepsi dan perilaku mahasiswa dalam memutuskan mata rantai penularan covid-19. Metodologi: Desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada Desember 2020. Instrumen pengetahuan, persepsi dan perilaku telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, nilai alfa chronbach 0,697-0,793. Karakteristik responden dianalisis dengan statistik deskriptif, sedangkan hubungan antar variabel menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: 502 responden menyelesaikan survei, rata-rata berumur 21,14 tahun (2,56), terbanyak perempuan (69,7%). Terdapat 67,1% mendapatkan informasi covid-19 melalui media sosial. Mayoritas memiliki pengetahuan memadai, namun 47,4% memiliki pengetahuan kurang. Dilaporkan pula persepsi dan perilaku negatif terkait upaya memutuskan mata rantai penularan covid-19, masing-masing 44,6% dan 50,4%. Sekitar 73,11% menyatakan bahwa antibiotik dan vaksin tidak efektif menghambat penyebaran covid-19. Hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan persepsi (p=0,900) dan perilaku memutuskan mata rantai penularan covid-19 (p=0,781). Kesimpulan: Penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keyakinan masyarakat untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen pengubah di masyarakat untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19.

Page 1 of 1 | Total Record : 6