cover
Contact Name
Ahmad Ihwanul Muttaqin
Contact Email
ihwanmuttaqin@gmail.com
Phone
+6285258606162
Journal Mail Official
tarbiyatunaiais@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Jl. Pondok Pesantren Kiai Syarifuddin Kedungjajang
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA
ISSN : 20856539     EISSN : 24424579     DOI : DOI: 10.36835/tarbiyatuna
Core Subject : Education,
Tarbiyatuna adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang pendidikan Islam, pendidikan Agama Islam dan bahkan manajemen Pendidikan Islam. Dimaksudkan sebagai wahana pemikiran kritis dan terbuka bagi semua kalangan baik akademisi, agamawan, intelektual, mahasiswa dengan spesifikasi kajian dan penelitian di bidang Pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS" : 6 Documents clear
Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam dan Implementasinya di SMA Negeri 3 Lumajang Ubaidillah Ubaidillah; Khilmiyatul Khumidat
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.334

Abstract

Tulisan ini ingin melihat bagaimana implementasi nilai-nilai multikulturalisme dikembangkan terutama dalam pendidikan agama di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 di Lumajang. Seperti diketahui, di sekolah terdapat mata pelajaran pendidikan agama dan terdapat peserta didik yang memiliki perbedaan agama. Multikulturalisme merupakan realitas kehidupan masyarakat dan bangsa, meskipun tidak setiap subyek masyarakat atau bangsa ini mau mengakui dan menerimanya, namun semua meyakini bahwa multikulturalisme sebagai sebuah ideologi akan mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kultural dan kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dengan observasi, interview dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Bulan Maret dan April 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai multikultural yang ada di SMA Negeri 3 Lumajang mengacu pada nilai-nilai universal dalam masing-masing agama seperti kebersamaan, keadilan, kesetaraan dan kesamaan, sekalipun terdapat berbagai perbedaan agama, suku, dan budaya. Selain itu, implementasi nilai multikultural dalam pendidikan agama Islam dilakukan melalui kegiatan pembiasaan.Salah satu faktor pendukung implementasi multikultural di SMA Negeri 3 adalahadanya antusias peserta didik dan kesadaran peserta didik tentang pentingnya implementasi nilai multikulturalisme.
Pandangan Mufassir Tentang Konsep Belajar Mengajar Adnan Syarif; Haidar Idris
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.339

Abstract

Tulisan ini ingin menunjukkan konsepsi para Ahli Tafsir dan bahkan Mufassir tentang belajar dalam Islam. Karena menggunakan sudut pandang mufassir, penelitian ini akan melihat pandangan para mufassir tentang konsep belajar secara spesifik di Alqur’an. Bagaimana cara mereka menafsiri dan seterusnya. Konsepsi belajar dalam al-Qur'a>n berbeda dengan konsepsi belajar yang biasa ditemukan dalam dunia pendidikan selama ini. Hal ini bisa dilihat pada ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw ketika bertahanus di Gua Hira'. Ayat yang pertama kali turun memerintahkan kepada beliau untuk membaca dengan menyebut nama Tuhannya yang menciptakan, Jibril berkata “iqra' bismi rabbika” (bacalah dengan nama Tuhanmu). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Al-Maraghi, Ibnu Kathir, ‘Ali al-Shabuni dan Muhammad Qurais Shihab memiliki perbedaa pendapat dalam memaknai ayat-ayat tentang konsep belajar. Perbedaan lebih terlihat dalam penentuan perintah belajar dan mengajar. Mana yang didahulukan dan apakah perintah untuk nabi secara pribadi atau untuk umatnya, termasuk konsepsi tentang belajar dan mengajar, adakah belajar lebih dulu dari pada mengajar.
Konsep Profesionalitas Guru Perspektif Masyarakat Pesantren di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lumajang Syuhud Syuhud; Wiwin Sugianto
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.335

Abstract

Peningkatan kompetensi guru menentukan kualitas pengajarannya sekaligus kualitas pendidikannya. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme tersebut, misalnya dengan melakukan sertifikasi guru, mengadakan pelatihan dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah (continuous professional development), mengadakan program pendidikan profesi guru dan lain sebagainya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren, dan bagaimana implementasi profesionalitas guru di madrasah diniyah Miftahul Ulum Jatiroto Lumajang. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep profesionalitas guru dalam perspektif masyarakat pesantren meliputi,kedewasaan bersikap, loyalitas tinggi dan pakar dalam bidang keilmuan agama. Loyalitas dan kepakaran menjadi hal yang paling urgen di madrasah diniyah berbasis pesantren. Loyalitas dapat muncul karena pesantren secara eksplisit membentuk karakter kepribadian santri sebagai orang yang taat kepada pimpinannya (baca: kiai). Begitu pula kepakaran, sekalipun tidak ada standar baku, pesantren memiliki distingsi tersendiri dalam menseleksi guru-guru yang akan mengajar. Secara implementatif di madrasah diniyah Miftahul Ulum,profesionalismeguru dilakukan dengan upaya pembentukan Badan Pengelola Soal (BPS), penugasan guru terlebih dahulu dan membentuk kegiatan diklat halaqoh.
Eksistensi Pondok Pesantren Salafiyah Roudlotul Ma’rifat Desa Boreng Lumajang di Era Modern Muhammad Fawaid; Hasan Farisi
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.336

Abstract

Tulisan ini ingin mengungkap keberadaan lembaga pendidikan pesantren yang masih tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional,yakni pondok pesantren Roudlotul Ma’rifat di daerah Boreng Kabupaten Lumajang. Sebagaimana diketahui, artikel tentang adaptasi dan transformasi pesantren banyak dijumpai. Hanya saja, diakui atau tidak, masih terdapat beberapa pondok pesantren yang masih mempertahankan nilai-nilai tradisionalismenya di tengah maraknya tren perubahan pondok pesantren. Untuk melihat eksistensinya, peneliti melihat program pendidikan yang diterapkan di pondok pesantren Roudlotul Ma'rifat sebagai pesantren salaf, bagaimana kurikulum dikembangkan dan bagaimana pula pola kepemimpinan kiai di Pondok Pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data yang dengan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Penelitian dilakukan di bulan April tahun 2018. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam mempertahankan eksistensi pondok pesantren Roudlotul Ma’rifat, hal-hal yang dilakukan antara lain dengan mengikut sertakan santri persamaan paket C, mempertahankan khas budaya tradisional sebagai ciri pesantren, kurikulum yang diajarkan tetap mengacu pada tradisi klasik, serta gaya kepemimpinan kiai yang kharismatik dengan melakukan pengembangan Majelis Taklim Nariyah.
Perkembangan Masyarakat dalam Dimensi Pendidikan Berbasis Multikultural Sampara Palili
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.337

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan tentang urgensi pendidikan berbasis multikulturalisme, dimensi pendidikan multikultural dan tujuan pendidikan multikultural yang ada di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan desain library research atau studi pustaka. Analisis yang digunakan adalah content analysis (analisis isi). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, Pendidikan multikultural sangat dirasakan penting untuk menjaga integritas bangsa Indonesia dari perpecahan horizontal sebagaimana terjadi tidak hanya sekali sepanjang Indonesia merdeka. Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, pemahaman akan pentingnya perbedaan sebagai sebuah anugerah merupakan titik tolak pendidikan berbasis multikultural. Setidaknya, ada lima dimensi pendidikan multikultural yang diperkirakan dapat membantu guru dalam mengimplementasikan beberapa program yang mampu merespon terhadap perbedaan pelajar, yaitu: pertama, dimensi integrasi isi atau materi (content integration). Kedua, dimensi konstruksi pengetahuan (knowledge construction). Ketiga, dimensi pengurangan prasangka (prejudice ruduction). Keempat, dimensi pendidikan yang sama (equitable paedagogy), dan kelima, dimensi pemberdayaan budaya sekolah dan struktur sosial (empowering school culture and social structure).
Pola Pembinaan Agama pada Anak dalam Keluarga Buruh Pabrik di Desa Labruk Lor Lumajang Yudi Ardian Rahman; Siti Ati'ul Mas'ula
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.338

Abstract

Tulisan ini ingin melihat sejauh mana pola pembinaan agama dalam keluarga buruh pabrik, daya dukung dan hambatan pembinaan agama dan dampak serta manfaat bagi anak dari pembinaan agama dalam keluarga buruh pabrik di Desa Labruk Lor Lumajang. Sebagaimana diketahui, keluarga merupakan proses hubungan manusia yang paling awal terjadi, sebelum mengenal lingkungan yang lebih luas. Sebagai lembaga pembentukan pribadi, mental dan karakter, peran dan tanggung jawab orang tua merupakan faktor yang utama. Selain itu, orang tua juga dijadikan acuan atau contoh oleh anaknya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif lapangan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian field research yaitu penelitian dengan melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian guna memperoleh informasi terhadap masalah-masalah yang dibahas. Penelitian dilakukan di bulan April-Mei 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola pembinaan agama pada anak dalam keluarga buruh pabrik di desa Labruk Lor yakni menggunakan pola pembinaan anak secara permisif, otoriter dan demokratis. Hal tersebut disebabkan karena faktor ekonomi, lingkungan, pendidikan orang tua, keturunan dan budaya. Implikasi dari hasil penemuan ini menunjukkan bahwa terdapat hal positif yang bisa diambil hikmah, yakni anak akan lebih bertanggung jawab, lebih disiplin, kreatif, mandiri dan mampu mengotrol emosi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6