ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
JURNAL ESENSI adalah jurnal berkala yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan Manajemen Institut Bisnis Nusantara, dengan tujuan menyebarluaskan informasi tentang perkembangan ilmiah dalam lingkup Ekonomi, Akuntansi, Manajemen, Komunikasi, Komputer, dan Bahasa Asing.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI"
:
9 Documents
clear
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI DIREKTORAT PENGADAAN DAN KEPANGKATAN BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
Iwan Kurniawan;
Sari Mustikawati
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.548 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.62
Penelitian ini dilaksanakan di Direktorat Pengadaan dan Kepangkatan Badan Kepegawaian Negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai, 2) menganalisis pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kinerja pegawai, dan 3) menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai. Sebanyak 143 kuesioner diberikan kepada pegawai di lingkungan Direktorat Pengadaan dan Kepangkatan, dan kuesioner yang valid untuk diteliti lebih lanjut sebanyak 136 kuesioner. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menujukkan bahwa : 1) kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, 2) kecerdasan spiritual berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai , dan 3) kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.
KEBIJAKAN DIVIDEN DAN SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN
Triasesiarta Nur;
Shanti Kurniawati Koe
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.352 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.63
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor Leverage, Profitability, Liquidity, dan Size, terhadap kebijakan dividen, dengan Life cycle sebagai faktor pemoderasi pada semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data yang diteliti diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory selama tahun 2008 hingga 2013. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi Tobit. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen; size berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen. Sementara, Profitability dan Liquidity tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen. Life cycle sebagai faktor pemoderasi, signifikan memoderasi pengaruh leverage, profitability dan size terhadap kebijakan dividen, namun tidak memoderasi pengaruh liquidity terhadap kebijakan dividen.
PENGARUH PELATIHAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT WIJAYA KARYA (PERSERO), TBK
Albert Budiyanto;
Desih Yanti
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.07 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.64
Setiap organisasi apa pun bentuknya akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan organisasi itu dengan seefisien dan seefektif mungkin. Untuk mewujudkan keberhasilan lembaga itu maka para pegawai perlu diberi pelatihan yang kontinyu sesuai dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan. Cara lain yang dapat ditempuh oleh perusahaan agar tujuan dan sasaran suatu perusahaan tercapai yaitu dengan cara memberikan kompensasi kepada karyawannya. Sistem kompensasi juga sangat berpotensi untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam bekerja sehingga timbulah rasa semangat karena kompensasi yang diberikan oleh perusahaan sangat memuaskan. Hasil penelitian di ada pengaruh pelatihan dan kompensasi secara bersama-sama dan partial terhadap kinerja karyawan pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KERJA MELALUI PEMBERIAN INSENTIF DAN PEMENUHAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DIV. PEMASARAN PT. XYZ
Susi Adiawaty
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.677 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.65
Permasalahan yang sering dihadapi dalam manajemen adalah mencari solusi terbaik agar karyawan mampu mencapai produktivitas kerja secara maksimal. Produktivitas karyawan akan meningkat seiring dengan meningkatnya kepuasan kerja karyawan dan kepuasan kerja dapat ditingkatkan kalau karyawan memiliki motivasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pemberian insentif dan kepuasan kerja yang dicapai karyawan terhadap peningkatan produktivitas dengan menggunakan metode asosiatif yang terdiri dari dua variabel bebas yaitu pemberian insentif dan kepuasan kerja karyawan dan satu veriabel terikat berupa produktivitas kerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian insentif dan kepuasan kerja terhadapat peningkatan produktivitas kerja karyawan yang ditunjukkan oleh hasil perhitungan koefisien korelasi sebesar 0,860.
Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Manajemen Laba
Ferdinandus Agung Hemiawan;
Muhamad Ricky
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.245 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.66
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap manajemen laba. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepemilikan institusional, kepemilikan manajemen, komite audit, dan komisaris independen. Sedangkan variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah manajemen laba. Dalam penelitian ini kepemilikan institusional diukur dengan menggunakan rasio yaitu membagi jumlah saham yang dimiliki investor institusional dengan jumlah saham perusahaan yang beredar. Kepemilikan manajemen diukur dengan menggunakan rasio yaitu dengan membandingkan jumlah saham yang dimiliki manajemen dengan jumlah saham perusahaan yang beredar. Komite audit diukur dengan menggunakan jumlah anggota komite audit termasuk ketua komite audit. Komisaris independen diukur dengan menggunakan jumlah komisaris independen yang ada pada perusahaan tersebut. Dalam penelitian ini manajemen laba diukur dengan menggunakan discretionary accruals model Jones Dimodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, (2) kepemilikan manajemen berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba, (3) komite audit berpengaruh negatif signifikan terhadap manajemen laba, dan (4) komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Faktor-faktor yang mempunyai pengaruh yang signifikan dari mekanisme GCG terhadap manajemen laba adalah (1) kepemilikan manajemen berpengaruh signifikan namun berpengaruh positif terhadap manajemen laba, (2) komite audit berpengaruh signifikan namun berpengaruh negatif terhadap manajemen laba.
PERBANDINGAN EKUITAS MEREK SEPATU OLAHRAGA NIKE DAN ADIDAS
Bernard Edwin Silaban;
Fitri Andini Marselia
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (610.025 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.67
Top two brand award 2015 based on Frontier Consulting Group survey for sport shoes gone to Nike dan Adidas. The objective of this research is to see and to compare these top two brands from the view of brand equity elements such as brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty. The research method is comparative. Data collection used is questionnaire, and it was spread to 150 students within the region of East of Jakarta such as Institut Bisnis Nusantara, Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti, dan Universitas Darma Persada. The sampling technique is judgemental sampling and the tools of data analysis used are validity, reliability and cochran’ test. The research conclution from the element of brand awareness, Nike lead Adidas as top of mind. From the view of brand association Nike still lead with 12 components that formulating brand image while Adidas had only 8 components. And based on perceived quality and brand loyalty Nike a little bit better than Adidas but they are still in the same range of good.
PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA KARYAWAN
SP Attang Soeseno;
Hery Supaat
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.161 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.68
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan obyek penting dalam pengelolaan sumber daya manusia yang dapat membawa pengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan memilih workshop pada sebuah perusahaan otomotif, penelitian ini dilaksanakan untuk menguji bagaimana pengaruh K3 terhadap kinerja karyawan melalui proses wawancara, penyebaran kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial keselamatan kerja dan kesehatan kerja, maupun keselamatan dan kesehatan kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Locus Of Control Sebagai Variabel Moderating Pada Yayasan Asti Dharma
Albertus Karjono;
M. Widayati DSK
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (566.123 KB)
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.69
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Locus Of Control sebagai Variabel Moderating pada Yayasan Asti Dharma. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai sebanyak 225 orang. Ukuran sampel jumlahnya 150 orang yang ditetapkan secara acak/random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis regresi berganda yang mencari pengaruh langsung antar tiga variabel independen dengan satu variabel dependen. Hasil pengolahan data dengan regresi berganda membuktikan:1) kepemimpinan tidak signifikan berpengaruh atas kinerja dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,132. 2) Motivasi secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja. 3) Locus of control tidak signifikan berpengaruh dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,429. 3) Secara bersama-sama kepemimpinan dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan F hitung= 32,194 dan besarnya pengaruh adalah 30,5%.
Kepemimpinan Kharismatik yang Visioner
Moh Muslim;
Sururin Sururin
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 19 No 2 (2016): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55886/esensi.v19i2.70
Kepemimpinan adalah proses dalam mengerahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktifitas yang harus dilakukan. Hampir semua pemimpin besar dan revolusioner adalah pemimpin yang kharismatik dan visioner. Pemimpin karismatik biasanya memiliki visi masa depan yang kuat, yang berupa obsesi dan mereka dapat memotivasi orang lain untuk mewujudkannya. Pemimpinan visioner adalah pemimpin yang mempunyai visi ke depan yang jelas dan realistik. pemimpinan yang kharismatik dan visioner adalah pemimpin yang antusias dan percaya diri yang kepribadian dan tindakannya dapat mempengaruhi orang untuk berprilaku dengan cara tertentu. Pemimpin kharismatik (charismatic leader) mampu menginspirasi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu melebihi kemampuannya, meski dihadapkan pada rintangan dan gangguan yang terkadang mengharuskan adanya pengorbanan pribadi.