cover
Contact Name
Andreas Christian Louk
Contact Email
andreas.louk@staf.undana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfisika@undana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
ISSN : 25035274     EISSN : 26571900     DOI : https://doi.org/10.35508/fisa
Jurnal Fisika – Fisika Sains dan Aplikasinya diterbitkan oleh Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Teknk - Universitas Nusa Cendana secara berkala (setiap 6 bulan) yaitu setiap bulan April dan Oktober, dengan tujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian, pengkajian, dan pengembangan bidang Fisika beserta dengan terapan ilmu fisika. Artikel yang dipublikasi dalam Jurnal FiSA dapat berupa Artikel Penelitian maupun Artikel Konseptual (non-penelitian).
Arjuna Subject : -
Articles 225 Documents
STUDI KAPASITANSI KUANTUM BERBASIS DFT PADA GRAFENA DAN GRAFENA TERHIDROGENASI (SUPERSEL 1×1): ANALISIS MENGGUNAKAN SIMULASI QUANTUM ESPRESSO Johannes, Albert Zicko; Tarigan, Jonshon; Betan, Agustinus D; Sianturi, Hery L
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v11i1.27714

Abstract

Telah dilakukan studi kapasitansi kuantum daari grafena (Graphene) dan grafena terhidrogenasi (Graphane) menggunakan simulasi teori fungsional kerapatan (DFT) yang dilakukan dengan bantuan aplikasi Quantum Espresso (QE). Graphene, graphane, dan graphene terhidrogenasi sebagian (adatom hidrogen 50%) dimodelkan menggunakan struktur supersel 1×1. Langkah pertama yang dilakukan dalam perhitungan adalah optimasi struktural untuk mendapatkan geometri yang stabil. Selanjutnya, dilakukan perhitungan kerapatan keadaan elektronik (DOS) untuk mengetahui sifat elektronik dari setiap struktur. Kapasitansi kuantum dan kerapatan muatan permukaan kemudian dihitung pada daerah potensial listrik -1 V s/d 1 V. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Graphene memiliki sifat konduktivitas semi-metal dengan titik Dirac pada tingkat energi Fermi, Selain itu Graphene menghasilkan kapasitansi kuantum sebesar 31.42 – 35.85 µF/cm². Pada Graphene tehidrogenasi 50% terbentuk celah pita energi (semikonduktor) sebesar 1,07 eV karena akibat perubahan ikatan sp2 menjadi sp3 . Hal ini mengakibatkan peningkatan nilai kapasitansi kuantum dibandingkan dengan Graphene murni yaitu sebesar 52.06 – 55.19 µF/cm². Sebaliknya, Graphane menunjukkan celah pita energi lebar yang menekan keadaan elektronik didekat tingkat energi Fermi dan mengakibatkan nilai kapasitansi kuantum sampai mendekati 0. Penelitian ini menunjukkan bahwa fungsionalisasi hidrogen yang terkontrol ssecara efektif dapat mengatur nilai kapasitansi kuantum material khususnya Graphene. Hidrogenasi yang terkontrol pada Graphene merupakan potensi yang menjanjikan dalam pemanfaatannya sebagai material elektroda superkapasitor.
SIMULASI DINAMIKA MOLEKULER INTERAKSI HEMISELULOSA RUMPUT PAYUNG TERMODIFIKASI NON-THERMAL PLASMA DENGAN AIR Bukit, Minsyahril; Johannes, Albert Zicko; Pamungkas, Mauludi Ariesto; Santjojo, Dionysius Joseph Djoko Herry; Abdurrouf, Abdurrouf
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v11i1.27804

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara komputasional pengaruh dosis perlakuan plasma dingin (non-thermal plasma/NTP) terhadap hidrofilisitas hemiselulosa dari rumput payung (Cyperus alternifolius) melalui simulasi dinamika molekuler (MD) sebagai fondasi ilmiah pengembangan mortar 3D Concrete Printing (3DCP) berserat alami. Delapan variasi dosis plasma (0–20 menit) disimulasikan menggunakan perangkat lunak LAMMPS dengan medan gaya OPLS-AA pada temperatur 300K dalam kotak periodik 46,83×51,73×31,37 Å yang mengandung 2.908 atom. Efek plasma dimodelkan melalui modifikasi sistematis muatan parsial atom permukaan serat. Energi interaksi hemiselulosa–air dianalisis pada fase produksi ekuilibrium dan dikonfirmasi melalui analisis Radial Distribution Function (RDF) untuk tiga pasangan atom kunci. Hasil menunjukkan energi interaksi meningkat signifikan dari −565,2 kcal/mol (pristine) hingga −986,0 kcal/mol pada dosis optimal 10 menit (+74,5%), dengan analisis RDF mengkonfirmasi peningkatan densitas ikatan hidrogen pada r ≈ 2,7–2,8 Å. Dosis di atas 10 menit menunjukkan fenomena over-treatment. Temuan ini menyediakan parameter energi permukaan kuantitatif sebagai dasar pemodelan multiskala (DEM-CFD) untuk optimasi desain nosel printer 3D berbasis mortar berserat alami termodifikasi plasma.
SIMULASI INTERAKTIF SCAFFOLD CHT-HA-LA-MDo BERBASIS MATLAB BERDASARKAN DATA EKSPERIMEN Setiana, Mira; Ferawati, Bangkit Ina
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v11i1.25584

Abstract

Scaffold berbasis biopolimer banyak digunakan dalam rekayasa jaringan karena kemampuannya dalam mendukung pertumbuhan sel serta memiliki sifat biodegradabel dan biokompatibel. Salah satu kombinasi material yang menjanjikan adalah Chitosan dan Hyaluronic Acid (HA), dengan penambahan Oxidized Maltodextrin (MDo) untuk meningkatkan kestabilan dan kekuatan mekanik scaffold. Dalam formulasi ini, Lactic Acid (LA) juga digunakan sebagai komponen pelarut dengan konsentrasi tetap sebesar 1% untuk membantu proses protonasi chitosan dan menjaga homogenitas larutan. Penelitian ini mengembangkan simulasi interaktif berbasis MATLAB App Designer untuk memvisualisasikan dan menganalisis struktur pori scaffold secara digital. Simulasi mengintegrasikan parameter konsentrasi HA dan MDo serta menghasilkan visualisasi tiga dimensi struktur pori dan histogram distribusi ukuran pori. Nilai rata-rata ukuran pori yang dihasilkan menunjukkan kesesuaian dengan hasil pengamatan eksperimental yang telah dilaporkan pada penelitian terdahulu. Fitur tambahan seperti ekspor ke Excel dan PDF disediakan untuk mendukung dokumentasi hasil secara otomatis. Aplikasi ini diharapkan dapat berfungsi sebagai alat bantu edukatif sekaligus fondasi awal untuk pengembangan sistem prediktif berbasis data dalam desain scaffold biomaterial.
STUDI KOMPARASI PELARUT ORGANIK PADA ELEKTROLIT TEABF4 TERHADAP KINERJA ELEKTROKIMIA SUPERKAPASITOR KARBON Fath, Yusril Al; Prihanto, Surya; Abdurrahman, Ahmad Faruq; Aprilia, Ayu; Suprihatin, Suprihatin; Firdaus, Iqbal
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v11i1.27833

Abstract

Superkapasitor berbasis karbon merupakan perangkat penyimpanan energi yang memiliki rapat daya tinggi, siklus hidup panjang, serta kemampuan pengisian–pengosongan cepat. Kinerja superkapasitor sangat dipengaruhi oleh interaksi antara elektroda, separator, dan elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi pelarut organik Acetonitrile (ACN) dan Propylene Carbonate (PC) pada elektrolit Tetraethylammonium tetrafluoroborate (TEABF4) terhadap kinerja elektrokimia superkapasitor berbasis karbon aktif dengan separator polietilen. Pembuatan elektroda dilakukan dengan metode blending menggunakan komposisi 9 (karbon aktif) : 1 (carbon black) : 1 (PVDF). Karakterisasi struktur dilakukan menggunakan XRD, sedangkan morfologi dianalisis melalui SEM. Hasil XRD menunjukkan karbon aktif bersifat amorf dengan puncak (002), sementara polietilen memiliki struktur kristalin dengan puncak utama pada 2θ ≈ 21° (110) dan 23° (200). Citra SEM memperlihatkan karbon aktif memiliki struktur berpori yang mendukung adsorpsi ion, sedangkan separator polietilen menunjukkan jaringan fibril yang memungkinkan transport ion. Pengujian GCD pada tegangan 1 V menunjukkan bahwa penggunaan pelarut ACN menghasilkan kapasitansi lebih tinggi (47,01 F/g) dibandingkan PC, serta nilai iR drop yang lebih rendah (0,06 V vs 0,57 V). Pada rapat arus tinggi, kepadatan daya meningkat dari 166,6 W/kg hingga 676,04 W/kg, menunjukkan respons energi yang cepat. Hasil ini menegaskan bahwa pemilihan pelarut berperan penting dalam meningkatkan performa superkapasitor.
APPLICATIONS OF ROTATIONAL DYNAMICS IN GYROSCOPE-BASED SENSORS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Putri, Mutiara; Sutanto, Taufiq; Akhsan, Hamdi; Ismet, Ismet
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v11i1.28189

Abstract

Gyroscope-based sensors measure angular velocity in consumer electronics, robotics, and navigation. However, research lacks explicit relationship between rotational dynamics principles and optimisation of sensor architectures. This review examines the application of mechanical concepts conservation of angular momentum, moment of inertia, torque, and the Coriolis effect to gyroscope-based sensors. Per PRISMA guidelines, twelve studies between 2020 and 2026 were selected from Scopus, ScienceDirect, DOAJ, and IEEE Xplore. The stringent inclusion criteria coupling classical rotational dynamics with architectural optimization, yielding a highly specialized but methodologically rigorous dataset. Study quality was assessed using a standardized critical appraisal checklist. Operational mechanisms, error dynamics, control strategies, and performance optimisation in MEMS, atomic, and photonic systems are the main topics. Three themes emerge from the findings: (1) mechanical flaws are error sources calling for control engineering; (2) mode splitting and bias instability decrease accuracy but can be lessened with control systems and electrostatic tuning; and (3) testing protocols must be standardised because of data from operating environments. Sensor accuracy and stability can be improved by combining rotational dynamics principles with control techniques like Kalman filtering and fuzzy logic, achieving scale-factor stabilization residuals as low as 2 ppm and bias instability reductions exceeding 50% in optimized architectures.