cover
Contact Name
WIWI SARTIKA
Contact Email
wiwi.sartika@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jomis.kebidanan@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JOMIS (Journal of Midwifery Science)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 25492543     EISSN : 25797077     DOI : -
Core Subject : Health,
JOMIS (Journal Of Midwifery Science) atau Jurnal Ilmu Kebidanan menerima berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian asli yang relevan dengan bidang kebidanan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. JOMIS terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan bulan Juli dengan ISSN : 2549-2543 dan E-ISSN : 2579-7077.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Perbedaan Efektivitas Metode Peer Education Dan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Dan Persepsi Remaja Mengenai Seks Pranikah Siti Khotimah; Evin Noviana Sari
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 1 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.586 KB)

Abstract

Pemberian pendidikan seks bagi anak merupakan hal yang penting, tetapi sebagian orang tua kurang memperhatikan dan bahkan belum mengerti bagaimana cara memberikan pendidikan seks bagi anaknya. Masih ada orang tua yang menganggap berbicara tentang seks merupakan suatu hal yang tabu, karena tidak pantas dibicarakan secara terbuka kepada anak-anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektifitas metode peer education dengan media audio visual terhadap pengetahuan dan persepsi remaja mengenai seks pranikah, sehingga didapat metode yang paling efektif terhadap pengetahuan persepsi remaja mengenai seks pranikah. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan quasi experiment design dengan bentuk Pre Test-Post Test Control Group Design. Pada penelitian ini sampel penelitian yang digunakan sebanyak 84 orang sampel. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji Wilcoxon didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan nilai Z sebesar 3,201 dengan p-value 0,000 < a (0,05) pada kelompok metode peer education dan nilai Z sebesar 3,163 p-value 0,000 < α. (0,05) pada kelompok media audio visual sedangkan pada persepsi remaja juga terdapat perbedaan yang signifikan dimana nilai Z sebesar 4,232 dengan p-value 0,001 < a (0,05) pada kelompok metode peer education dan nilai Z sebesar 3,233 p-value 0,000 < α. (0,05) pada kelompok media audio visual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan efektivitas metode peer education dan metode Audio Visual terhadap pengetahuan dan persepsi remaja mengenai seks pra nikah.
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Postpartum Primipara Terhadap Cara Mengalihkan Rasa Nyeri Persalinan Kala I Dengan Metode Nonfarmakologi Di Klinik Pratama Ar-Rabih Pekanbaru Mona Dewi Utari
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 1 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.165 KB)

Abstract

Persalinan merupakan saat yang di nanti-nanti dan sangat bermakna bagi ibu hamil untuk mendapatkan kebahagiaan melihat dan memeluk bayinya. Sebagian besar kehamilan berakhir dengan kelahiran bayi hidup pada ibu yang sehat. Walaupun demikian, pada beberapa kasus kelahiran bukanlah peristiwa membahagiakan tetapi menjadi suatu masa yang penuh dengan rasa nyeri, rasa takut, penderitaan dan bahkan kematian. Ada banyak cara nonfarmakologis yang dilakukan untuk mengatasi nyeri persalinan yaitu: teknik pernapasan, teknik posisi, teknik sentuhan atau pijat, teknik visual. Oleh karena pengetahuan dan sikap ibu dalam mengalihkan rasa nyeri saat bersalin sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap ibu postpartum primipara terhadap cara mengalihkan rasa nyeri Persalinan Kala I dengan metode nonfarmakologi di Klinik Pratama Ar-Rabih tahun 2017. Penelitian ini bersifat deskriptif. Sampel penelitian ini sebanyak 22 ibu postpartum primipara dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil analisis menemukan bahwa dari 22 responden dari segi pengetahuan mayoritas ibu postpartum primipara berpengetahuan cukup sebanyak 17 orang (77,3%), minoritas berpengetahuan baik sebanyak 5 orang (22,7%), sikap ibu postpartum primipara mayoritas bersikap positif sebanyak 13 orang (59,1%), minoritas ibu postpartum primipara bersikap negatif sebanyak 9 orang (40,9,%). Ibu postpartum yang ingin bersalin lagi agar lebih meningkatkan pengetahuan dengan adanya kerjasama oleh tenaga kesehatan dalam memberikan informasi yang tepat, akurat, serta berkesinambungan melalui penyuluhan tentang cara mengalihkan rasa nyeri Kala I dengan metode nonfarmakologi
Pengetahuan Dan Sikap Ibu Postpartum Tentang Mp-Asi Di Desa Rambah Samo Barat Andria Andria; Romy Wahyuni
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 1 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.236 KB)

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat dan benar merupakan salah satu upaya prioritas dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia. WHO memperkirakan bahwa 54% penyebab kematian bayi disebabkan karena keadaan gizi anak yang buruk. Keadaan kurang gizi pada anak disebabkan karena kebiasaan pemberian makanan pendamping ASI yang tidak tepat. Ketidaktahuan tentang waktu dan cara Pemberian MP – ASI secara tepat, secara langsung dan tidak langsung menjadi penyebab utama terjadinya masalah kurang gizi pada anak. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan dan sikap ibu post partum tentang MP-ASI. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ibu postpartum di desa Rambah Samo Barat. Hasil penelitian dari analisis data berdasarkan tingkat pengetahuan ibu postpartum tentang MP-ASI yaitu berpengetahuan baik berjumlah 11 responden (36,7%), berpengetahuan cukup 15 responden (50%) dan berpengetahuan kurang 4 responden (13,3%). Berdasarkan hasil sikap responden tentang MP-ASI yang bersikap negatif 16 responden (53,3%) dan bersifat positif yaitu 14 responden (46,7%). Kesimpulan dari penelitian adalah pengetahuan ibu postpartum tentang MP-ASI yaitu kategori cukup berjumlah 15 responden (50%) dan sikap ibu postpartum tentang MP-ASI yaitu bersikap negatif 16 (53,3%).
Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Tali Pusat Di Posyandu Kasih Ibu Desa Penghidupan Kampar Riau 2018 Putri Wulandini; Andalia Roza
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 2 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.214 KB)

Abstract

Angka Kematian BAyi (AKB) pada tahun 2012 mencapai 23/1000 kelahiran hidup. Dimana 79% terjadi pada minggu pertamapasca kelahiran. Penyabab kematian neonatal yang tertinggi adalah infeksi tetanus neonaturum, yang salah satunya disebabkan karna perawatan tali pusat yang tidak benar.Di Asia Tenggara Angka kematian bayi karena infeksi talipusat sebesar 126.000. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Riau, pada tahun 2015 tercatat kematian neonatal 31 bayi per 20.751 jumlah kelahiran hidup, tapi belum bisa menggambarkan data AKB sebenarnya dari populasi.Dalam rangka mendukung MDGs 2015 yakni menekan angka kematian bayi mencapai 24 per 1000 angka kelahiran hidup, yang salah satunya adalah dengan menekan angka infeksi. Khususnya pada kejadian infeksi tali pusat yaitu sekitar 23% sampai 91% tali pusat yang tidak dirawat dengan baik akan terinfeksi oleh kuman staphylococcus Aureus pada 72 jam pertama setelah kelahiran. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Pengetahuan ibu tentang Pelaksanaan Perawatan Tali Pusat di Posyandu Kasih Ibu Desa Penghidupan Kampar Riau tahun 2018. Populasi yakni ibu yang memiliki bayi di Posyandu Kasih Ibu Desa Penghidupan Kampar Riau. Pendekatan yang dilakukan ini dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif sederhana untuk menjelaskan gambaran pengetahuan ibu tentang Perawatan Tali Pusat di Posyandu Kasih Ibu Desa Penghidupan Kampar Riau tahun 2018. Dengan menggunakana kuisoner didapatkan 40 ibu dengan hasil penelitian diketahui bahwa lebih dari sebagian besar pengetahuan ibu adalah baik yakni sebesar 65 % (26 orang) dan tidak baik yakni sebesar 35 % (14 orang). Guna peningkatan pengetahuan ibu mengenai perawatan tali pusat, diperlukan pendidikan kesehatan ketika ibu akan pulang kerumah.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Imunisasi Tetanus Toksoid Rosmeri Br Bukit
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 2 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.27 KB)

Abstract

Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) merupakan pembentukan kekebalan tubuh untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan janin tetapi tidak semua orang mengerti dan paham tentang manfaat imunisasi tetanus toksoid bagi wanita hamil. Cakupan imunisasi TT pada ibu hamil, di Indonesia pada tahun 2012 hanya sebesar 71,19% dari target minimal 80 %. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap imunisasi tetanus toksoid. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain cross Sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya dengan sampel berjumlah 30 responden.Teknik analisa yang digunakan adalah analisa univariate dan bivariate. Hasil penelitian pengetahuan menunjukan bahwa responden dengan pengetahuan baik dan melaksanakan imunisasi TT 16,7%, responden dengan pengetahuan baik dan tidak melakukan imunisasi TT 3,3%. Responden yang berpengetahuan cukup dan melakukan imunisasi TT 13,3%, pengetahuan cukup dan tidak melakukan imunisasi TT adalah 6 responden atau 20%. Responden dengan pengetahuan kurang dan melakukan imunisasi TT 6,7%, sedangkan responden berpengetahuan kurang dan tidak melakukan imunisasi TT adalah 40%. Hasil penelitian sikap menunjukkan,responden dengan sikap positif dan melaksanakan imunisasi TT 30%, responden dengan sikap positif dan tidak melakukan imunisasi TT 13,3%. Sedangkan responden dengan sikap negatif dan melaksanakan imunisasi TT 6,7%, responden dengan sikap negatif dan tidak melakukan imunisasi TT 50%. Dari hasil uji Chi Square diperoleh P value dimana P value 0,013 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil terhadap imunisasi tetanus toksoid dan untuk sikap diperoleh P value 0,001 < 0.05 ini berarti ada hubungan antara sikap ibu hamil terhadap imunisasi tetanus toksoid.
Pengaruh Pemberian Informasi Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Bina Keluarga Lansia (BKL) Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 2 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.719 KB)

Abstract

Program BKKBN dengan Bina Keluarga Lansia yang berguna untuk menciptakan lansia yang tangguh, produktif dan meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Informasi Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Bina Keluarga Lansia. Penelitian ini menggunakan rancangan pretest-posttest one group design. Jumlah populasi keluarga yang memiliki lansia 42 keluarga. Pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan terhitung dari pengajuan judul. Analisis data menggunakan teknik analisis T-test. Hasil penelitian rerata pengetahuan keluarga yang memiliki lansia sebelum pemberian informasi adalah 16,02 ± 2,08 dan sesudah 29,43 ± 0,70 dari total skor 30 mengalami peningkatan 13,41, hasil uji T-Test p 0,000 (p < 0,05). Kesimpulannya ada pengaruh pemberian informasi terhadap pengetahuan keluarga tentang Bina Keluarga Lansia.
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Di SMA PGRI Pekanbaru Linda Suryani
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 2 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.62 KB)

Abstract

ABSTRAK Prevalensi anemia remaja (usia 15-19 tahun) di Indonesia adalah 25,5%, dengan anemia pada remaja pria sebesar 21% dan wanita 30%. Prevalensi tersebut lebih besar di pedesaan 27% dibandingkan perkotaan 22,6%. Tingginya prevalensi anemia gizi besi antara lain disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi tidak cukup, penyerapan yang tidak adekuat dan peningkatan kebutuhan akan zat besi. Tujuan penelitian ini melihat Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Di SMA PGRI Pekanbaru. Metode pada penelitian ini analitik cross sectional. Penelitian dilakukan di SMA PGRI Pekanbaru pada bulan Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i SMA PGRI Pekanbaru yang berjumlah 447 orang dengan jumlah sampel 147 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Pengukuran terhadap variabel dengan menggunakan kuesioner, timbangan badan, dan pengukur tinggi badan. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah Chi square. Berdasarkan uji Chi square antara status gizi dengan anemia didapatkan OR 4,2 dan P value 0,002. Berarti dapat disimpulkan ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMA PGRI Pekanbaru
Faktor Yang Berhubungan Dengan Anemia Pada Siswi Menengah Atas Di Pekanbaru Yusmaharani Yusmaharani; Rini Hariani Ratih
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 2 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.788 KB)

Abstract

Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar hemoglobin (Hb) yang berada dibawah normal. Masalah anemia dapat disebabkan dari pola makan termasuk dalam hal pemilihan makanan pada remaja. Kebiasaan makan yang diperoleh semasa remaja akan berdampak pada kesehatan dalam fase kehidupan selanjutnya. Kekurangan asupan gizi khususnya kekurangan zat besi pada remaja dapat menimbulkan anemia dan keletihan. Tujuan Penelitian Untuk Mengetahui faktor yang berhubungan dengan anemia pada siswi menengah atas di pekanbaru Tahun 2017. Penelitian ini bersifat Kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain penelitian Crosssectional, Penelitian ini dilakukan di SMAN 8 Pekanbaru, pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 65 orang responden. Analisa dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil dari penelitian diperoleh siswi yang anemia sebanyak 44 orang (67,7%). Hasil analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan anemia adalah pengetahuan dengan P value 0,006 (OR : 6,000, C.I 95% : 1,544 - 23,322). Siswi yang memiliki pengetahuan baik akan terhindar dari kejadian anemia, karena siswi tersebut tahu pentingnya menjaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dengan anemia.
Pengaruh Edukasi Pedoman Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Kurus Tengku Hartian Silawati Ningsih
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 2 No 2 (2018): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.167 KB)

Abstract

Ketidakseimbangan asupan dan aktifitas pada umumnya dapat menyebabkan kurang energi kronis. Riskesdas tahun 2013, prevalensi status gizi anak usia sekolah dan remaja berdasarkan IMT/U (kurus dan sangat kurus) sebesar 10,6%. Mencegah timbulnya masalah gizi, perlu disosialisasikannya pedoman gizi seimbang yang bisa dijadikan sebagai pedoman makan tentang gizi seimbang khususnya pada remaja putri kurus. Tujuan penelitian ini adalah mengukur pengaruh pendidikan pedoman gizi seimbangn seimbang terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri kurus. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental, dengan menggunakan teknik one group pre test-post test tanpa kelompok pembanding (control) pada anak remaja putri kurus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Senapelan Kota Pekanbaru kelas VII sebanyak 49 siswa. Pemberian edukasi dilaksanakan 1x/minggu selama 4 minggu dan pre-post pengukuran tinggi badan dan berat badan, data pengetahuan dan sikap tentang pedoman gizi seimbang menggunakan kuesioner serta pemberian leaflet, menggunakan uji Paired T-test, Spearman dan Regresi Linear Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahanpengetahuan remaja putri kurus sebelum edukasi (9.94±2,24) dan sesudah edukasi (10.55±1,72) tentang pedoman gizi seimbang (PSG) dan ada perubahan berat badan remaja putri kurus sebelum edukasi (30,6kg±1,7) dan sesudah edukasi (31,2kg±1,5). Disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan pedoman gizi seimbang pada pengetahuan remaja putri kurus. Diharapkan kepada tenaga kesehatan Puskesmas Senapelan agar lebih meningkatkan lagi kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (penyuluhan) di setiap institusi pendidikan secara kontinu dengan ilmu ter-update, serta diharapkan bagi pihak sekolah agar menerapkan dan mengaktifkan kembali kegiatan PKP-R (Pelayanan Kesehatan Ramah-Remaja) serta berupaya melakukan penerapan pedoman gizi seimbang yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.
Hubungan Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil Dengan Berat Lahir Bayi Di BPM Dince Safrina Pekanbaru Een Husanah; Djasmudin Djalal; Widya Juliarti
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 3 No 1 (2019): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.631 KB)

Abstract

Kehamilan merupakan permulaan suatu kehidupan baru suatu periode pertumbuhan. Kondisi kesehatan dimasa lalu sekaligus keadaan kesehatan ibu saat ini merupakan landasan suatu kehidupan baru.Masa hamil adalah masa dimana seorang wanita memerlukan berbagai unsur gizi yang lebih banyak dari pada yang diperlukan dalam keadaan biasa, disamping untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya juga diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin yang ada dalam kandungannya, status gizi ibu selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang di kandungnya (Puspitasari ddk, 2010). Menurut Depkes RI (2007) ibu hamil harus mengalami kenaikan berat badan sebesar 7-12 kg, Kenaikan berat badan ibu hamil dapat dipakai sebagai indeks untuk menentukan status gizinya, ditandai dengan pengukuran LILA (Lingkar Lengan Atas) lebih dari 23,5 cm yang merupakan indikator seorang ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kalori (KEK). Penelitian ini akan dilakukan di BPM Dince Syafrina Pekanbaru yang terletak didaerah Rumbai. Peneltian ini adalah penelitian kuantitatif desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke BPM Dince Syafrina. Seluruh populasi dijadikan sampel pada penelitian ini dengan kriteria sebagai berikut : ibu hamil TM II dan primigravida. Alat pengumpulan data yang akan digunakan adalah menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medic. Alat pengumpulan data yang akan digunakan adalah menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medik atau laporan tahunan data ibu bersalin dengan kriteria umur, ibu, kunjungan ANC, buku KIA pasien, pertembahan berat badan dan berat badan bayi baru lahir di BPM Dince Syafrina. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat, uji statistik yang digunakan adalah Chi square (α=0,05). Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara penambahan berat badan ibu selama hamil terhadap berat badan bayi saat lahir, didapatkan nilai p value = 0,0001 dan nilai OR=10,11 (95% CI=3,101-22,968).

Page 3 of 15 | Total Record : 144