cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2021)" : 11 Documents clear
FORMULASI SEDIAAN GEL MOISTURIZER ANTI-AGING EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Alliium cepa L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Tutik Tutik; Niken Feladita; Hana Junova; Intan Anatasia
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.256 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4420

Abstract

Kulit bawang merah diketahui mengandung senyawa kimia yang berpontensi sebagai antioksidan yaitu flavonoid yang dapat mencegah berkembannya radikal bebas didalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) Dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan mengetahui aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak kulit bawang merah. Metode yang digunakan dalam ekstraksi adalah maserasi menggunakan etanol 96% dengan nilai rendemen sebesar 9,8%. Gel dibuat dalam 5 konsentrasi ekstrak yaitu 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10%. Uji stabilitas fisik meliputi organoleptik, uji pH, homogenitas, uji daya sebar, dan uji iritasi. Berdasarkan uji stabilitas fisik ke-5 formulasi memenuhi syarat dan stabil. Formlasi yang paling stabil yaitu formulasi 8% dan dilanjutkan dengan uji antioksidan mdengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah diperoleh nilai IC50 ekstrak sebesar 56,25 ppm dan IC50 pada gel ekstrak kulit bawang merah formulasi 8% sebesar 146,40 ppm. Kata kunci: Kulit Bawang Merah, Antioxidan, DPPH, Gel Moisturizer Antiaging
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DALAM PENYEMBUHAN LUKA INSISI KULIT KELINCI (Oryctogalus cuniculus) Gusti Ayu Rai Saputri; Elviana Noerdianningsih; Nofita Nofita; Wahyuni Wahyuni
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.634 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4122

Abstract

Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah satu tanaman tradisional yang berpotensi sebagai agen penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci (Oryctogalus cuniculus). Simplisia daun sirsak dimaserasi menggunakan etanol 96%.  Subjek terdiri dari 15 ekor kelinci New Zealand jantan yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (vaselin flavum), kontrol positif (salep povidon iodin), konsentrasi 30%, 40% dan 50%. Pada setiap kelompok dilakukan  insisi dipunggung berbentuk kotak dengan luas luka 1 cm2. Perlakuan diberikan selama 15 hari. Pengumpulan data dilakukan dengan  mengobeservasi proses penyembuhan  luka pada fase inflamasi (kemerahan, edema, dan adanya pus) dan pada fase proliferasi (jaringan granulasi dan penyempitan luas luka). Data dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Man-Whitney dengan tingkat kemaknaan p˂0,05 dikarenakan data tidak normal. Hasil pemberian ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada konsentrasi 50% dapat memberikan efek optimum dalam penyembuhan luka insisi kulit kelinci (Oryctogalus cuniculus).Kata kunci : Daun sirsak (Annona muricata L.), Luka insisi, Kelinci (Oryctogalus cuniculus).
REVIEW: AKTIVITAS IMUNOMODULATOR EKSTRAK HERBA MENIRAN (Phyllanthus niruri L.) Pande Raditya Perdana
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.136 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4264

Abstract

ABSTRACTForeign objects that enter the body molecularly or cellular can cause various kinds of harmful diseases, so we need compounds that can increase the defense or immune system to recognize foreign objects or abnormal cells that harm our bodies. Immunomodulator is compounds that can improve immune system function in humans. The function of immunodulator is to improve the body's immune system by restoring immune system function. Herbs meniran (Phyllanthus niruri) is a potential medicinal plant that has the potential to be used as an immunomodulator. The immunomodulatory activity of meniran plants is obtained from the content of flavonoid compounds. The purpose of this review article is to see the immunomodulatory potential of the herb meniran. This review article was prepared using the literature study method from a collection of national journals and international journals. The various studies that have been obtained show that meniran herb extracts have the potential to increase natural body immunity because they have compounds that play a role, namely flavonoid compounds such as quercetin, quercitrin, isokuersitrin, astragalin, and routine that function as immunomodulator.Keywords: Immunomodulatory, Phyllanthus niruri, Flavonoids  ABSTRAKBenda asing yang masuk kedalam tubuh secara molekuler atau selular dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang merugikan, sehingga diperlukan senyawa yang dapat meningkatkan sistem pertahanan atau kekebalan tubuh untuk mengenali benda-benda asing atau sel abnomal yang merugikan tubuh kita. Imunomodulator adalah suatu senyawa yang dapat meningkatkan fungsi sistem imun pada manusia. Fungsi dari imunodulator adalah untuk memperbaiki sistem imun tubuh dengan cara mengembalikan fungsi sistem imun. Herba meniran (Phyllanthus niruri) merupakan tanaman obat potensial yang memiliki potensi dimanfaatkan sebgai imunomodulator. Aktivitas imunomodulator dari tanaman meniran diperoleh dari kandungan senyawa flavonoid. Tujuan artikel review ini dilakukan untuk melihat potensi imunomodulator dari herba meniran. Review artikel ini dibuat dengan metode studi literatur dari kumpulan jurnal-jurnal nasional maupun jurnal internasional. Berbagai penelitian yang telah diperoleh menunjukan bahwa ektrsk herba meniran memiliki potensi sebgai peningkat imunitas tubuh alami karena memiliki senyawa yang berperan yaitu senyawa flavonoid seperti kuersetin, kuersitrin, isokuersitrin, astragalin, dan rutin yang berfungsi sebagai imunomodulator.Kata Kunci: Imunomodulator, Phyllanthus niruri, Flavonoid
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BUAH KOPI ROBUSTA (Coffea canephora Pierre ex A.Foehner) DALAM SEDIAAN KRIM Diah Astika Winahyu; Selvi Marcellia; Melati Intan Diatri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.688 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4470

Abstract

Kulit buah kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex A. Foehner) merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan pada limbah kulit buah kopi robusta dalam sediaan krim dan untuk mengetahui konsentrasi yang paling efektif digunakan untuk kulit. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan etanol 96% pada suhu ruang, diperoleh ekstrak kental 19,57%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah kopi robusta mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, dan saponin. Sediaan krim dibuat menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II, dan III (0,8%, 1,6%, dan 2,4%). Krim ekstrak kulit buah kopi robusta tipe M/A telah memenuhi syarat uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, tipe krim, daya tercuci, stabilitas dan iritasi.Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH yang memiliki prinsip penurunan nilai absorbansi yang sebanding dengan kenaikkan konsentrasi senyawa antioksidan yang dinyatakan dalam IC50. Hasil IC50 yang diperoleh pada ekstrak yaitu 72,96 ppm, dan pada krim 153,38 ppm, 149,77 ppm, dan 149,44 ppm. Formula III merupakan formula terbaik yang mendekati nilai aktivitas antioksidan kontrol positif yaitu 125,29 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak tergolong kuat (50-100 ppm), FI tergolong lemah (150-200 ppm), FII,FIII dan kontrol positif tergolong sedang (100-150 ppm).
PENGARUH PEMILIHAN TEKNIK EKSTRAKSI DAUN JAMBU BIJI AUSTRALIA (Psidium guajava L.) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Nofita Nofita; Tutik Tutik; Tya Garini
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.674 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4382

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang mampu menunda, memperlambat, atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami adalah daun jambu biji. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemilihan teknik ekstraksi daun jambu biji Australia (Psidium guajava L.) terhadap aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Ekstraksi menggunakan teknik Ultrasonik dan maserasi dengan pelarut etanol 96%.  Hasil rendemen yang didapat dari ekstraksi ultrasonik yaitu 30,67% sedangkan hasil rendemen dari teknik maserasi yaitu 18,67%. Analisis fitokimia pada daun jambu biji Australia dengan teknik ultrasonik maupun maserasi memiliki kandungan tanin, flavonoid dan fenolik. Penetapan kadar tanin tidak jauh berbeda hasilnya antara maserasi dengan ultrasonik, sedangkan fenolik dan flavonoid lebih besar kadarnya dengan ekstraksi ultrasonik daripada maserasi. Untuk hasil antioksidan didapatkan IC50 pada ultrasonik sebesar 111,3 dan maserasi sebesar 115,97 sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan dengan kategori sedang. Hasil statistik aktivitas antioksidan menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna (P > 0,05) antara teknik ekstraksi ultrasonik dengan maserasi.
EVALUASI KEBERHASILAN PENERAPAN TERAPI ESA (Erythropoietin Stimulating Agent) PADA PASIEN HEMODIALISA DI RSUD PRINGSEWU Martianus Perangin Angin; Nofita Nofita; Luciana Cindy Maharani
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.83 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4811

Abstract

Keberhasilan terapi ESA berkaitan erat dengan penanganan anemia pada pasien hemodialisa, terutama bagi pasien yang mengalami Gagal Ginjal Kronik (GGK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi seberapa tinggi tingkat keberhasilan terapi ESA dalam menangani anemia pada pasien hemodialisa periode Januari – Desember 2019 di RSUD Pringsewu dengan beberapa indikator keberhasilan yang dilihat mulai dari target Hb tercapai, tidak adanya tambahan transfusi darah, dan terjadi perkembangan kesehatan pada pasien. Penelitian ini dilakukan secara  deskriptif dan observasional dengan rancangan metode retrospektif. Data dikumpulkan dari data rekam medik pasien yang dirangkum dalam sebuah tabel. Analisis data menggunakan rumus presentase (%). Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 106 sampel yaitu total seluruh pasien Unit hemodialisa di RSUD Pringsewu. Hasil penerapan terapi ESA ini telah dibuktikan berhasil pada 78 pasien dengan presentase 73,58%, yang berarti bahwa terapi ESA ini berhasil dalam menangani anemia yang terjadi pada pasien GGK.Kata Kunci : Terapi ESA, Pasien Hemodialisa/GGK, Rumah Sakit
EVALUASI RASIONALITAS ANTIBIOTIK PADA PASIEN BALITA DIAGNOSA ISPA DENGAN METODE GYSSENS DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS PUGUNG RAHARJO LAMPUNG TIMUR Angga Saputra Yasir; Gusti Ayu Rai Saputri; Rara Rista Putri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.767 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4812

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut merupakan terjadinya infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh bakteri meski virus juga bisa menyebabkan kondisi ini. ISPA merupakan salah satu keluhan utama kunjungan berobat di Puskesmas dan 15-30% kunjungan berobat di bagian Rawat Jalan dan Rawat Inap Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada asien balita diagnosa ISPA dengan metode Gyssens di Instalasi Rawat Jalan Puskesmas Pugung Raharjo Lampung Timur.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non eksperimen dan dilakukan pengambilan data secara retrospektif. Data yang diambil merupakan rekam medis ISPA umur 1-5 tahun berjumlah 52 kasus peresepan antibiotika. Hasil penelitian ini menunjukan yaitu karakteristik pasien ISPA lebih banyak terjadi pada laki-laki sebanyak 30 pasien (57,7%) sedangkan perempuan sebanyak 22 pasien (42,3%). Antibiotik yang diresepkan hanya amoxicilin. Hasil analisis dengan metode Gyssens diperoleh 46 peresepan antibiotika termasuk data lengkap, terdapat 6 peresepan antibiotika dengan data tidak lengkap, 29 peresepan antibiotika tidak tepat dosis, dan 17 peresepan antibiotika yang rasional. Kata kunci : Ketepatan, Antibiotik, ISPA, Gyssens
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea Robusta) SEDIAAN GEL TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Selvi Marcellia; Tutik Tutik; Sukma Romadhon
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.579 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4406

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang sering dialami oleh masyarakat terutama usia remaja. Jerawat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Daun kopi robusta memiliki khasiat sebagai anti jerawat. Zat aktif pada daun kopi robusta dapat diperoleh dengan ekstraksi menggunakan metode perkolasi dengan pelarut etanol 96%. Metode perkolasi leih efektif dibandingkan dengan metode maserasi karena menghasilkan rendemen yang lebih sempurna. Pada uji fitokimia menunjukan bahwa didalam ekstrak daun kopi robusta positif mengandung alkaloid, tanin, flavonoid dan saponin. Ekstrak daun kopi robusta yang diperoleh dibuat dalam sediaan gel dengan konsentrasi 0,1%, 0,5% 1% dan 2%. Evaluasi gel meliputi uji aya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas, uji pH dan uji organoleptis. Uji daya hambat gel ektrak daun kopi robusta menggunakan metode difusi sumuran. Efektifitas zona hambat tertinggi yang terbentuk pada konsentrasi 2% sebesar 28.38%. Hasil uji antibakteri dianilisis menggunakan ANOVA. Hasil analisis statistik menunjukan ada perbedaan zona hambat yang signifikan yaitu nilai p=<0,005 antara seluruh konsentrasi gel ekstrak daun kopi robusta. Semakin tinggi konsentrasi gel ekstrak daun kopi robusta maka semakin luas diameter zona hambat. Gel ekstrak daun kopi robusta efektif dalam menghambat bakteri Propionibacterium acnes. Kata kunci : Propionibacterium acnes, Jerawat, Gel ekstrak daun kopi robusta.
Review artikel: Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Desak Putu Putri Satriyani
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.533 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4263

Abstract

Keberadaan radikal bebas memicu terjadinya arterosklerosis, penyakit jantung koroner, stroke, kanker, gagal ginjal, dan proses penuaan pada manusia. Senyawa yang berperan dalam menangkap radikal bebas disebut sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang menyumbangkan elektron tunggal atau atom hidrogen untuk menstabilkan radikal bebas. Sumber antioksidan alami dapat diperoleh dari tanaman. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan aktivitasnya sebagai antioksidan yaitu daun kelor (Moringa oleifera Lam). Ekstrak daun kelor mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid dan beta karoten. Tujuan artikel review ini adalah untuk mengetahui potensi antioksidan yang terdapat dalam daun kelor. Review artikel ini dibuat menggunakan metode studi literatur ilmiah menggunakan pustaka yang berasal dari jurnal nasional, jurnal internasional, seminar nasional ilmiah, dan buku ilmiah yang diterbitkan selama sepuluh tahun terakhir melalui proses pencarian pustaka terkait aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi sebagai antioksidan alami karena mengandung senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu flavonoid dan beta karoten.
UJI AKTIVITAS VARIASI GELLING AGENT MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia-pericarpium) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Ade Maria Ulfa; Dewi Chusniasih; Theodora Octavia
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.375 KB) | DOI: 10.33024/jfm.v4i1.4469

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat. Kandungan kimia pada ekstrak kulit buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia-pericarpium) yang tergolong sebagai antibakteri diharapkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah jeruk nipis yang mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus serta  mengetahui  gelling agent mana yang lebih baik antara HPMC atau Karbopol 940 pada  sediaan masker gel peel–off. Kulit buah jeruk nipis diekstrak menggunakan etanol 96% dengan menggunakan metode maserasi dan dibuat masing-masing konsentrasi yaitu 5%,10%,15%,20% dan 25%. Kemudiaan hasil ekstrak dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode sumuran dengan media Nutrient Agar. Bakteri staphylococcus aureus dengan konsentrasi terkecil didapat 1.59 mm dan konsentrasi terbesar didapatkan 11.54 mm. Pada sediaan masker gel peel-off formulasi yang digunakan yaitu masker gel peel-off gelling agent HPMC dan karbopol 940 didapat rata-rata zona hambat 11.55 mm dan 11.20 mm. Pengujian sifat fisik sediaan masker gel peel-off dapat disimpulkan masker gel peel-off (HPMC dan Karbopol 940) sama-sama memenuhi parameter pengujian sedangkan untuk daya hambat terhadap bakteri staphylococcus aureus, sediaan masker gel peel–off  gelling agent HPMC lebih baik dibandingkan masker gel peel–off  gelling agent karbopol 940.

Page 1 of 2 | Total Record : 11