cover
Contact Name
Angga Yasir
Contact Email
anggayasir92@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26550679     EISSN : 26552701     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) merupakan kumpulan hasil pengabdian masyarakat dan ulasan (review) yang dilakukan oleh dosen baik secara pribadi maupun bekerja sama dengan mahasiswa atau pihak lainnya di bidang kefarmasian dan kesehatan serta keilmuan lain terkait. Hasil pengabdian yang dipublikasikan dalam jurnal ini berbentuk pengabdian eksperimental maupun non eksperimental. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 9 Documents clear
PELATIHAN DAGUSIBU DAN ABSO (AYO BUANG SAMPAH OBAT) UNTUK MENGATASI HIPERTENSI DAN KOLESTEROL SERTA COVID-19 DI DESA GUDANG HIRANG RT 07 Iwan Yuwindry
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.5729

Abstract

Masalah kesehatan di masyarakat tidak terlepas pada faktor lingkungan yang mereka tinggali. Perilaku masyarakat ataupun gaya hidup yang kurang baik dapat merusak tatanan masyarakat dalam bidang kesehatan, bermula dari perilaku individu, keluarga ataupun kelompok masyarakat. Desa Gudang Hirang terletak di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar RT 07. Penduduknya cukup padat dibandingkan dengan RT lain. Kondisi pemukiman berada di sekitar sawah dan pinggir jalan raya sehingga mayoritas warga bekerja sebagai petani dan pedagang. khususnya pelatihan buang obat ini dilakukan melalui sosialisasi, leaflet dan membuat pembuangan sampah obat yang diberi nama ABSO (Ayo Buang Sampah Obat), sehingga setelah intervensi ini diharapkan masyarakat mampu melaksanakan cara membuang sampah obat yang baik dan benar.Setelah dilakukan sosialisasi, leaflet dan membuat pembuangan sampah obat yang diberi nama ABSO (Ayo Buang Sampah Obat) dan dilakukan evaluasi, masyarakat belum melaksanakan cara membuang sampah obat yang baik dan benar, dilihat dari bak sampah yang tidak berisikan sampah obat. Hal tersebut terjadi karena masyarakat memiliki tingkat kepatuhan dan kesadaran diri yang rendah.Kesimpulan dari kegiatan yang telah dilakukan yaitu hasil ditunjukkan dengan tidak terjadinya pelaksanaan cara membuang sampah obat yang baik dan benar. Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki tingkat kepatuhan dan kesadaran diri yang rendah.
PENYULUHAN DAN EDUKASI TERKAIT JENIS DAN PENATALAKSANAAN ALERGI PADA MASYARAKAT DI DUSUN TEMIYANG, DESA PARDASUKA, KECAMATAN KATIBUNG, LAMPUNG SELATAN Rizky Hidayaturahmah
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.5794

Abstract

Alergi atau reaksi hipersensitivitas terjadi akibat adanya respon yang berlebihan dari tubuh terhadap suatu allergen. Reaksi alergi dapat terjadi hampir seluruh jaringan tubuh.Gejala klinik yang ditimbulkan dari reaksi alergi atau reaksi hipersensitivitas adalah sesuai dengan organ yang terpapar alergen. Reaksi alergi dapat terjadi pada semua rentan usia dan setiap tahunnya diperoleh data bahwa terjadi peningkatan angka penderita reaksi alergi, hal tersebut ditunjang oleh data World Allergy Organization (WAO) yaitu 22% penduduk dunia mengalami reaksi hipersensitivitas dan terjadi peningkatan setiap tahunnya. Beberapa penyakit alergi yang sering terjadi adalah penyakit alergi seperti rhinitis alergika, asma bronkiale, dermatitis, alergi obat, dan urtikaria dan angioedema. Selain itu, beberapa senyawa alergen di sekitar tempat tinggal yang sudah terbukti dapat mencetuskan alergi antara lain tungau debu rumah, kecoa, jamur, atau serpihan kulit binatang peliharaan. Dengan demikian pengetahuan akan penyakit alergi seperti penyebab terjadinya alergi, reaksi yang ditimbulkan dan penatalaksanaan atau pengobatan sangat penting diketahui oleh masyarakat.Kata kunci: Alergi, Jenis Alergi, Penatalaksanaan
PENYULUHAN OBAT TRADISIONAL PEMANFAATAN RIMPANG JAHE SEBAGAI PENURUN TEKANAN DARAH DAN ASAM URAT Tutik Tutik; Diah Evita
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.4458

Abstract

Jahe dapat digunakan sebagai bahan untuk pengobatan tradisional, karena jahe memiliki banyak sekali kandungan gizi dan senyawa kimia yang sangat penting dan bermanfaat terhadap kesehatan. Jahe juga memiliki efek samping yang lebih kecil dan mudah diolah sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan obat-obatan terutama dalam mengatasi hipertensi dalam regulasi tekanan darah dan mengatur detak jantung. Nutrisi, jahe mengandung kalori, karbohidrat, serat, protein, sodium, besi, potasium, magnesium, fosfor, zeng, folat, vitamin C, vitamin B6, vitamin A, riboflavin dan niacin. Beberapa senyawa kimia aktif dalam rimpang jahe yang berefek farmakologis terhadap kesehatan. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab seputar materi yang telah disampaikan. Penyuluhan berlangsung dengan baik dan lancar, hanya saja ada kendala seperti dalam pemilihan kata serta kalimat yang mudah dipahami dan dimengerti oleh lansia. Pengetahuan lansia meningkat,yang awalnya tidak mengetahui khasiat dari tanaman menjadi lebih memahami. Hal ini tergolong cukup baik. Adanya varias dari karakteristik lansia menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pencapaian penigkatan pengetahuan.
Penyuluhan Penyakit Diabetes Yang Dapat Mempengaruhi Imunitas Pasien Covid19 Di Balai Desa Kota Guring Lampung Selatan Kecamatan Rajabasa Baru Lampung Selatan gusti ayu rai saputri; Martianus Perangin Angin; Tutik Tutik; Bayu Nuryanto; Bella Rimbun Putri; Dzuriati Hasanah; Gea Andarizka; Iis Surani; Irhas Abit Izzulhaq; Jopi Pralestia; Mega Sri Pertala
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.5801

Abstract

Penyakit Diabtes Meilitus merupakan penyakit yang sering dialami oleh setiap orang khususnya masyarakat Desa Kota Guring Kecamatan Rajabasa Baru Kabupaten Lampung Selatan, sehingga banyak sekali masyarakat yang belummengetahui bahaya COVID19 terhadap pasian DM. Oleh karena itu, setiap masyarakat membutuhkan informasi terkait bahaya virus corona terhadap pasien DM, serta pola hidup sehat agar terhindar dari DM, dan fungsi handsanitizer serta cara pembuatannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DM yang dapat membahayakan imunitas pasian COVID19. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2020 bertempat di Balai  Kota Guring Kecamatan Rajabasa Baru Kabupaten Lampung Selatan. Adapun hasil yang di dapat dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat langsung mendapatkan informasi kesehatan dan dapat meningkatkan pengetahuan akan bahaya virus corona terhadap pasien DM, serta pola hidup sehat agar terhindar dari DM, dan fungsi handsanitizer serta cara pembuatannyaKata kunci: Covid19, Daya Tahan Tubuh, Diabetes Meilitus, Pola Hidup Sehat
PENYULUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK RASIONAL DI POSYANDU BOUGENVIL KEMILING RAYA PUSKESMAS RAWAT INAP KEMILING BANDAR LAMPUNG martianus perangin angin
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.4870

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting terutama di negara berkembang. Obat yang digunakan secara luas untuk mengatasi masalah tersebut adalah antimikroba yang terdiri atas antibiotika, antivirus, antijamur, dan antiparasit. Diantara keempat obat tersebut, antibiotika adalah yang terbanyak digunakan. Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa sekitar 40-62% antibiotika digunakan pada penyakit yang tidak memerlukan antibiotika. Penggunaan antibiotika bukan tanpa akibat, terutama bila tidak digunakan secara bijak. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan informasi serta pengetahuan kepada masyarakat untuk lebih memahami tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Kegiatan ini dilakukan berupa observasi dan pemberian informasi kepada kader pelayanan kesehatan di puskesmas rawat inap kemiling. Hasil penyuluhan ini masyarakat dapat mengetahui bahaya resistensi antibiotik dan dapan menggunakan antibiotik secara rasional. 
KONSELING, INFORMASI DAN EDUKASI BAHAYA PENGGUNASALAHAN DAN PENYALAHGUNAAN OBAT Nofita Nofita; Mahathir Farhan Muhammad; Rizka Damei Yanti; Ruth Sri Agus Murniningsih; Vivit Millani Putri; Wira Irawan
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.6014

Abstract

Obat merupakan komoditi kesehatan yang strategis karena sangat diperlukan oleh masyarakat. Penggunasalahan dan penyalahgunaan obat merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat saat ini. Obat yang sering disalahgunakan adalah obat-obat yang bekerja di sistem syaraf pusat seperti narkotika dan psikotropika. Kemudahan dalam memperoleh obat-obatan tentunya menjadi salah satu faktor yang dapat memicu maraknya penyalahgunaan obat tersebut. Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat yang berkujung ke Apotek Cahaya Sukabumi Bandar Lampung tentang bahaya penggunasalahan dan penyalahgunaan obat. Metode yang digunakan adalah Konseling, Informasi dan Edukasi dengan alat bantu kuesioner dan pamflet. Hasil kegiatan didapatkan  bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai penggunasalahan dan penyalahgunaan terdapat peningkatan. Dilihat dari hasil evaluasi kuesioner dengan rata-rata nilai sebelum penyuluhan yaitu 53,00 untuk penggunasalahan obat dan 45,00 untuk penyalahgunaan obat (skala 1-100) menjawab pertanyaan dengan benar sedangkan kuesioner sesudah pengabdian yaitu 100 untuk keduanya kuesioner tersebut.Kata Kunci: Obat, Pengetahuan, Konseling, Informasi dan Edukasi.
PENYULUHAN APOTEKER TENTANG “PENCEGAHAN ALERGI DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT” DI DUSUN PASUTAN, DESA TRIRENGGO, BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Annisa Fatmawati
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.4938

Abstract

Perubahan pola kehidupan masyarakat modern membuat angka kejadian penyakit alergi semakin meningkat dari tahun ke tahun terutama kasus alergi pada anak. Di Indonesia berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di kota Yogyakarta, terdapat prevalensi yang tinggi pada rhinitis alergi pada anak-anak usia sekolah dan pra sekolah. Oleh karena itu perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai alergi, sehingga masyarakat dapat mengenali dan menangani resiko kejadian alergi dengan tepat. Berdasarkan informasi yang di peroleh, peserta kelompok PKK Dusun Pasutan, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, DIY, belum pernah mendapatkan informasi tentang pencegahan alergi sehingga perlu dilakukan sosialisasi tentang pencegahan alergi dalam keluarga dan masyarakat. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan peserta PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dapat membagikan informasi tentang pencegahan alergi, sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah survei lokasi dan peserta, pelaksanaan sosialisasi dengan cara penyuluhan, diskusi interaktif, dan pambagian kuisioner. Kegiatan penyuluhan pencegahan alergi berjalan dengan lancar. Peserta yang hadir pada penyuluhan dari PKK Dusun Pasutan sebanyak 32 orang memahami tentang pencegahan alergi, secara signifikan hingga 100%. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait pencegahan dan rekomendasi terapi alergi. Kegiatan ini mendukung program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Bantul.
CERDAS MEMILIH OBAT DALAM SWAMEDIKASI PENYAKIT KULIT DI POSYANDU MELATI II PUSKESMAS TANJUNG SARI NATAR LAMPUNG SELATAN Annisa Primadiamanti; Reni Erlisa; Tenisia Artianti; Uvit Sarimanah; Wahid Datul Awalliyyah
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.5813

Abstract

Penyakit kulit merupakan keluhan yang biasa dialami masyarakat yang diakibatkan karena kurang pahamnya masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Penyakit kulit termasuk golongan keluhan ringan yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Swamedikasi sendiri dapat dipraktikkan sendiri oleh masyarakat untuk mengurangi atau mengatasi gejala penyakit ringan tanpa resep dokter. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit serta meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat Desa Tanjung Sari mengenai swamedikasi penyakit kulit. Peserta kegiatan adalah ibu hamil dan menyusui serta ibu yang memiliki anak balita yang berada di sekitar lingkungan Posyandu Melati II di bawah naungan Puskesmas Tanjung Sari. Jumlah peserta adalah sebanyak 33 responden. Hasil kuisioner menunjukkan peserta memahami pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit setelah diberikan materi. Sebelum diberikan materi 33,28 % ibu balita yang memahami pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit dan sesudah diberikan materi 82,50% ibu balita sudah paham akan pentingnya pemilihan obat untuk swamedikasi penyakit kulit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari kegiatan ini memberikan peningkatan pemahaman kepada masyarakat di Posyandu Melati II Puskesmas Tanjung Sari Natar. Kata Kunci : Swamedikasi, Penyakit Kulit, Pemilihan Obat
EDUKASI TERHADAP PENDERITA OSTEOARTHRITIS DI KECAMATAN TRIMURJO LAMPUNG TENGAH Ade Maria Ulfa; Lindia Eka Saputri; Lulu Annisa Rayhaningtias; Maria Tri Cantika; Muhammad Ali Rizki; Ni Putu Ayu Candra Dewi; Tri Budi Wasono
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v4i2.5775

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif dan progresif ditandai oleh adanya abrasi rawan sendi dan adanya pembentukan tulang baru yang irregular pada permukaan persendian. Trauma dan obesitas dapat meningkatkan resiko osteoarthritis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap penderita osteoarthritis. Jumlah responden sebanyak 30 sampel, dimana sampel diambil secara random sampling. Teknik pengumpulan data pemahaman tentang penyakit osteoarthritis diambil dari pengisian kuesioner oleh responden. Berdasarkan penelitian yang didapat bahwa mayoritas jenis kelamin penderita osteoarthritis yaitu perempuan 66,7%. Dan mayoritas umur penderita 60-69 tahun. Hasil rata-rata dari evaluasi seluruh kuisioner menunjukan bahwa hanya 34,33% memiliki atau memahami tentang penyakit osteoarthritis. Kegiatan ini berjalan dengan baik dibuktikan dengan peningkatan pemahaman masyarakat tentang penyakit osteoarthritis menjadi 80%.

Page 1 of 1 | Total Record : 9