cover
Contact Name
Jenneke Maasi
Contact Email
jenneke.maasi@unpi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agriculturejournal@unpi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal Agriculture Sciences
ISSN : 23377445     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal Agriculture Sciences adalah sarana publik ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan karya ilmiah dalam bentuk hasil penelitian maupun artikel konseptual. Ruang lingkup agriculture meliputi bidang usahatani, pemasaran produk pertanian dan olahan, penyuluhan pertanian, dan kontribusi pertanian terhadap pembangunan. Journal Agriculture Sciences (agriculture) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia. Journal Agriculture Sciences terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Peningkatan Pendapatan Petani Kelapa Melalui Diversifikasi Usaha Dan Lahan Usaha Tani Di Desa Dumoga II Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Bororing, Arie
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.108 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah kelapa sebagai salah satu komoditas sub sector perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian di Sulawesi Utara, tetapi pendapatan petani kelapa masih rendah. Untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa, maka pelu sentuhan teknologi berupa diversifikasi dan diversifikasi lahan. Tujuannya untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh melalui diversifikasi lahan danusaha seta mengetahui perbedaan pendapatan antara petani yang tidak melakukan diversifikasi denganpetani. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan. Dengan jumlah responden sebanyak 50 orang, yangterdiri dari yang mengusahakan kelapa biji sebanyak 12 orang, yang mengusahakan kopra sebanyak 13orang, yang mengusahakan kelapa + jagung sebanyak 10 orang serta yang mengusahakan kopra + jagungsebanyak 14 orang.Bahwa usaha dan diversifikasi lahan yang dilakukan oleh responden, memberikan nilai tambah yang cukup baik, dibandingkan dengan responden yang hanya melakukan usaha monokultur yaitu hanya menjual kelapa biji. Besarnya nilai tambah yang diperoleh jika melakukan divesifikasi usaha dan diversifikasi lahan, yaitu usaha pembuatan kopra sebesar Rp.1.085.058,-, usaha kelapa dan jagung sebesar Rp. 3.173.295,- dan usaha kopra dan jagung sebesar Rp.4.766.286,-Perbedaan pendapatan antara responden yang tidak melakukan diversifikasi usaha (hanya menjual kelapa butiran) dengan melakukan diversifikasi usaha yaitu Usahatani kelapa sebesar Rp. 1.795.750,- responden yang melakukan diversifikasi lahan (Kelapa + jagung) sebesar Rp. 4.969.045,- serta responden yang melakukan diversifikasi usaha dan diversifikasi lahan (Kopra + Jagung) sebesar Rp. 6.562.036,-
Analisis Usaha Tani Tomat Di Desa Taduna Kecamatan Kabaruan Kabupaten Melonguane Wenifrida, Talitha
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.663 KB)

Abstract

Analisis Usahatani Tomat Di Desa Taduna, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Melonguane. Petani tomat di Desa Taduna, hanya berkjumlah 5 (lima) orang, dengan melakukan sistem usahatani yang masih sederhana, karena keterbatasan pengetahuan dan dana. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tomat di kecamatan kabaruan, didatangkan dari Kota Manado, menyebabkan harga tomat yang cukup mahal. Dengan adanya usahatani tomat yang dilakukan oleh 5 orang petani, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui : (1) pendapatan yang diperoleh petani tomat di Desa Taduna dan (2) kelayakan usahatani tomat di Desa Taduna. (1) Pendapatan yang diperoleh responden sebesar Rp.4.012.100,- per musim tanam. Pendapatan ini diperoleh dengan menghitung pengurangan antara penerimaan dant total biaya usahatani. total biaya yang dikeluarkan untuk usahatani tomat sebesar Rp.5.767.900,- musim tanam. Sedangkan penerimaan usahatani tomat, sebesar Rp.9.780.000,-. (2) Usahatani tomat di Desa Taduna Kecamatan Kabaruan, layak untuk diusahakan, sebab berdasarkan hasil analisis R/C ratio, diperoleh nilai 1,7, yaitu nilai yang lebih besar dari 1(>1). Artinya setiap satuan nilai rupiah yang dikeluarkan dalam proses produksi usahatani tomat, akan menghasilkan penerimaan sebesar 1,7 satuan nilai rupiah.
Prospek Pengembangan Ternak Itik Petelur Di Desa Mopuya Selatan Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Tulusan, Maria
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.521 KB)

Abstract

Salah satu saha peternakan unggas yang mempunyai prospek untuk dikembangkan adalah itik petelur. Namun usaha ternak itik petelur masih bersifat tradisional sehingga belum mampu memberikan sumbangan pendapatan yang lebih besar kepada peternak.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengembangan usaha itik petelur dan dilaksanakan selama dua bulan, di Desa Mopuya Selatan Kecamatan Dumoga UtaraKabupaten Bolaang Mongondow. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 peternak itik telur yang diambil secara stratifikasi random sampling, yaitu mengelompokkan peternak sesuai dengan jumlah itik yang dipelihara. Peternak yang memelihara itik petelur lebih dari 10 ekor dijadikan sampel. Pendapatan merupakan selisih antara penerimaan yang diperoleh dengan nilai biaya yang dikeluarkan dari suatu bentuk kegiatan produksi. Rata-rata pendapatan usaha ternak itik petelur selama 4 bulan sebesar Rp. 3.628.000,-. Potensi pemasaran itik petelur, juga semakin baik karena berkembangnya usaha rumah makan yang khusus menyediakan masakan itik dan harganya terjangkau oleh masyarakat. Sebagaimana dihadapi oleh banyak peternak tradisional pada umumnya, peternak di Desa Mopuya Selatan pada umumnya masih memelihara ternak itik secara tradisional. Itik-Itik di lepas dipersawahan pada siang tanpa penjagaan intensif. Masalah lain yang dihadapi oleh peternak itik adalah makanan, karena sekitar 60 – 70 persen dari biaya produksi dikeluarkan untuk biaya pakan, karena pakan sangat menentukan berhasil tidaknya usaha itik. Untuk memperoleh solusi dari permasalahan pengembangan ternak itik petelur, diperlukan upaya antara lain Perbaikan Sistem Pemeliharaan dan Bimbingan Peternak melalui Manajemen Usaha Peternakan.
Analisis Pendapatan Usaha Perontok Padi Di Desa Mopugad Utara Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Wenno, Marvin
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.842 KB)

Abstract

Upaya peningkatan produksi besar, tidak hanya dilakukan dengan penambahan areal penanaman padi, tetapi juga dilakukan dengan penanganan padi saat panen atau pasca panen. Salah satu cara adalah menggunakan alat perontok padi, namun kegiatan usaha jasa perontok oadi hanya berjalan pada musimpanen, sehingga keadaan ini perlu dianalisis untuk mengetahui pendapatan dari usaha perontok padi.Sampel dalam penelitian ini adalah pengusaha perontok padi, yang terdiri dari 1 orang pengusaha pribadi dan 1 orang pengusaha kelompok yaitu “Usaha Bersama”, yang beranggotakan 10 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara menunjuk langsung (purposif sampel).Usaha perontok padi di Desa Mopugad Utara dikelola secara pribadi dan kelompok. Pengelolaan secara pribadi adalah usaha perontok padi dimiliki oleh perorangan, sedangkan pengelolaan secara kelompok adalah milik 10 orang yang tergabung dalam kelompok “Usaha Bersama”. Pendapatan yangdiperoleh pemilik alat perontok padi dari sewa alat dan dedak hasil penggilingan padi adalah Rp.2.980.000,-. Hasil perhitungan R/C ratio diperoleh nilai 1,3, artinya usaha perontok padi layak untuk diusahakan, karena setiap satu satuan nilai rupiah yang dikeluarkan dalam proses produksi perontok padi,akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1,3.
Analisis Keuntungan Usaha Petani Cengkeh di Desa Dodap Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Taroreh, Stefen R. A.
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.603 KB)

Abstract

Prospek dan potensi tanaman cengkeh di Indonesia kedepannya akan semakin tinggi karena meningkatnya kebutuhan cengkeh dalam negeri maupun di pasar internasional. Meskipun tahun-tahun terakhir produksi cengkeh naik turun tetapi keberadaan cengkeh masih menjadi komoditas penting di Indonesia. Perkembangan harga cengkeh yang tidak stabil di tingkat petani mengakibatkan petani sulit membuat keputusan dalam memproduksi usahatani cengkeh yang dikelolanya sehingga menyebabkan produksi tidak stabil.Total biaya produksi cengkeh di desa Dodap kecamatan Tutuyan kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah Rp. 741.067.000,00, dan total penerimaan adalah Rp. 2.852.000.000,00. Jadi, total pendapatan adalah Rp. 2.110.933.000,00. Dengan demikian, usahatani cengkeh di Desa Dodap menguntungkan. Hal ini juga didukung oleh hasil analisis rasio R/C sama dengan 3, sehingga usahatani cengkeh layak untuk diusahakan.
Analisis Kelayakan Usaha Padi Sawah Di Desa Tapadaka Timur Kecamatan Dumoga Tenggara Kabupaten Bolaang Mongondow Maasi, Jenneke
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.1 KB)

Abstract

Tanaman padi adalah tanaman penghasil beras yang merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Akan tetapi, tanaman padibelum dikelola secara optimal, sehingga produksinya rendah. Padahal petani dalam melakukan usahataninya mengharapkan agar setiap rupiah yang dikeluarkannya akan menghasilkan pendapatan yang sebanding. Untuk itu diperlukan analisis pendapatan usahatani sebagai suatu upaya untuk peningkatan produksi yang akan meningkatkan pendapatan petani.Pendapatan bersih yang diperoleh responden dari usahatani padi sawah ratarata sebesar Rp. 814.714 dengan rincian rata-rata penerimaan Rp. 5.485.714 danrata-rata total biaya sebesar Rp. 4.671.000. Usahatani padi sawah layak diusahakan karena hasil analisis R/C ratio adalah 1,17, yang artinya setiap Rp. 1 yangdikeluarkan untuk biaya produksi maka akan memperoleh penerimaan sebesar Rp. 1,17.
Analisis Usaha Tani Kakao Di Desa Werdhi Agung Selatan Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow Zulkarnain, Iskandar
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.042 KB)

Abstract

Kakao merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki prospek cerah sebab permintaan dalam negeri semakin kuat dengan berkembangnya sector agroindustry. Namun usahatani yang dilakukan oleh petani masih bersifat konvensional dan pengetahuan tentang usahatani diperoleh dari pendahulunya, sehingga pengelolaan usahatani kakao kurang maksimal, yang berdampak pada hasil produksi. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis usahatani kakao.Tujuan penulisan ini adalah untuk (1) mengetahui proses produksi usahatani kakao. (2) mengetahui pendapatan petani kakao dan (3) mengetahui kelayakan usahatani kakao. Penelitian ini diharapkan berguna sebagai bahan informasi bagi petani, masyarakat dan pemerintah untuk pengembangan usahtani kakao.Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sensus, yaitu mengambil semua petani (35orang) kakao yang ada di Desa Werdhi Agung Selatan.Usahatani kakao yang dilakukan oleh petani responden di Desa Werdhi Agung Selatan adalah lahan usahatani milik sendiri, dengan luas antara 0,5 ? 2 ha, dengan luas yang terbanyak adalah 1 ha, yaitu 18 orang atau 51,43%. Pada umumnya umur tanaman kakao milik petani responden antara 5 ? 20 tahun, dan umur antara 5 ? 10 tahun, yang paling banyak yaitu 19 orang atau 54,29%, sehinggakegiatan yang dilakukan hanyalah pemliharaan tanaman yaitu : pemangkasan, pembersihan gulma, pemupukan, pengendalian dhama dan penyakit serta panen. Pendapatan bersih yang diperoleh petani responden dari usahatani kakao rata-rata sebesar Rp.7.129.285,-. Dengan rincian rata-rata pendapatan kotor usahatani kakao Rp.15.885.714,- dan rtotal biaya sebesar Rp.8.756.285,- Usahatani kakao layak untuk diusahakan dengan nilai R/C Ratio 1,8 artinyya setiap Rp. 1,- yang dikeluarkan untuk produksi usahatani kakao responden, akan menghasilkan Rp. 1,8,-
ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN PEPAYA LOKAL DI DESA VAHUTA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLAANG MANGONDOW Bororing, Arie; Tinumbia, Masriana
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 4 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya merupakan tanaman buah dari family Caricaceae dan merupakan komoditi hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sebagai buah segar, pepaya relative disukai semua lapisan masyarakat karena cita rasanya yang enak,kaya vitamin A, B dan C yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Lokasi penelitian ini di desa Vahuta, kecamatan Bintauna, kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan dilaksanakan pada bulan Juli ? September Tahun 2018. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan : Pendapatan yang diperoleh oleh 25 petani pepaya lokal di Desa Vahuta adalah  Rp. 78.500.000 dengan rata-rata  Rp. 3.140.000/petani per 3 bulan.           Saluran pemasaran dari usahatani pepaya lokal di Desa Vahuta adalah saluran pemasaran menggunakan pedagang pengumpul. Margin pemasaran total sebesar Rp.5.000, Farmers share yang diterima  petani sebesar 50%. Nilai efisiensi pemasaran papaya lokal di Desa Vahuta dengan saluran pemasaran untuk pedagang pengumpul 50% dan pedagang pengecer 38,46%. Sehingga saluran pemasaran yang ada di Desa Vahuta sudah efisien dikarena kebanyakan petani memilih saluran pemasaran menggunakan pedagang pengumpul.
STRATEGI PEMASARAN JAGUNG PADA KELOMPOK TANI MEKAR DI KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Maasi, Jenneke W. M.; Pombode, Imran
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 4 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.018 KB)

Abstract

Jagung merupakan salah satu tanaman yang cukup penting bagi kehidupan manusia khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan jagung adalah komiditi tanaman pangan kedua setelah padi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor internal yang terdapat pada kelompok tani mekar untuk kekuatan antara lain: Aksesibilitas yang baik, Jenis jagung yang dibudidayakan, Kelemahan yang dimiliki pelaku usaha: Persaingan harga antar petani Kurangnya Inovasi. Faktor eksternal yang terdapat pada kelompok tani mekar untuk peluang antara lain: Memanfaatkan Teknologi dalam pemasaran, Dukungan Pemerintah Kecamatan Mapanget, dan Dukungan Dinas Pertanian Kota Manado. Faktor ancaman antara lain: Harga jagung terus menurun dan Harga pupuk terus naik. Bentuk strategi pemasaran jagung kelompok tani mekar di kecamatan mapanget menggunakan Strategi S O (Strength and Opportunities). Adapun Strategi SO yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: Penggunaan internet  untuk pemasaran dapat membantu peningkatan penjualan jagung serta di tunjang dengan kemudahan akses penjualan jagung ke pasar maupun industri pengolahan jagung. Serta Dukungan pemerintah kecamatan mapanget dan dinas pertanian kota manado akan kebutuhan bibit unggul dan pupuk sangat membantu kelompok tani mekar
PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KELAPA MELALUI DIVERSIFIKASI USAHA DAN LAHAN USAHA TANI DI DESA DUMOGA II KECAMATAN DUMOGA TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Arie Bororing
Journal Agriculture Sciences Vol 4 No 1 (2016): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan Pendapatan Petani Kelapa melalui Disersifikasi Usaha dan Lahan Usahatani Di Desa Dumoga II Kecamatan Dumoga Timur Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini dilakukan adalah kelapa sebagai salah satu komoditas sub sector perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian di Sulawesi Utara, tetapi pendapatan petani kelapa masih rendah. Untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa, maka pelu sentuhan teknologi berupa diversifikasi dan diversifikasi lahan. Tujuannya untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh melalui diversifikasi lahan dan usaha seta mengetahui perbedaan pendapatan antara petani yang tidak melakukan diversifikasi dengan petani. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan. Dengan jumlah responden sebanyak 50 orang, yang terdiri dari yang mengusahakan kelapa biji sebanyak 12 orang, yang mengusahakan kopra sebanyak 13 orang, yang mengusahakan kelapa + jagung sebanyak 10 orang serta yang mengusahakan kopra + jagung sebanyak 14 orang. Bahwa usaha dan diversifikasi lahan yang dilakukan oleh responden, memberikan nilai tambah yang cukup baik, dibandingkan dengan responden yang hanya melakukan usaha monokultur yaitu hanya menjual kelapa biji. Besarnya nilai tambah yang diperoleh jika melakukan divesifikasi usaha dan diversifikasi lahan, yaitu usaha pembuatan kopra sebesar Rp.1.085.058,-, usaha kelapa dan jagung sebesar Rp. 3.173.295,- dan usaha kopra dan jagung sebesar Rp.4.766.286,- Perbedaan pendapatan antara responden yang tidak melakukan diversifikasi usaha (hanya menjual kelapa butiran) dengan melakukan diversifikasi usaha yaitu Usahatani kelapa sebesar Rp. 1.795.750,- responden yang melakukan diversifikasi lahan (Kelapa + jagung) sebesar Rp. 4.969.045,- serta responden yang melakukan diversifikasi usaha dan diversifikasi lahan (Kopra + Jagung) sebesar Rp. 6.562.036,-

Page 1 of 4 | Total Record : 36