cover
Contact Name
Jenneke Maasi
Contact Email
jenneke.maasi@unpi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agriculturejournal@unpi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal Agriculture Sciences
ISSN : 23377445     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal Agriculture Sciences adalah sarana publik ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk menerbitkan karya ilmiah dalam bentuk hasil penelitian maupun artikel konseptual. Ruang lingkup agriculture meliputi bidang usahatani, pemasaran produk pertanian dan olahan, penyuluhan pertanian, dan kontribusi pertanian terhadap pembangunan. Journal Agriculture Sciences (agriculture) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Indonesia. Journal Agriculture Sciences terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November.
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
PENGARUH PERLAKUAN SUHU PEMANASAN TERHADAP ASAM ASKORBAT SARI BUAH TOMAT Nita Ssalam
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 2 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia yang merupakan negara tropis basah merupakan negara yang kaya akan hasil buah-buahan. Sebagai gambaran di Indonesia banyak buah-buahan yang mengalami kerusakan sebelum di konsumsi. Jumlah yang hilang karena kerusakan ini diperkirakan 35 – 40 % tomat bahkan memcapai 50%. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Obat dan Makanan Manado selama kurang lebih 3 bulan yaitu dari bulan Juni sampai bulan Agustus. Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses termal dalam pengolahan sari buah tomat ternyata dapat menurunkan kandungan asam askorbat, hal ini karena asam askorbat merupakan zat yang mudah teroksidasi oleh panas, sinar, alkali, enzim, katalis, tembaga dan besi. Hasil uji organoleptik ternyata bahwa setiap taraf pemanasan tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap warna, bau dan rasa Hal ini berarti bahwa pemanasan tidak berpengaruh terhadap derajat keasaman. Selama pemanasan tidak terjadi pembentukan senyawa-senyawa yang bersifat asam atau pembetukan senyawa-senyawa yang bersifat basa. Hasil uji organoleptik yang memberikan penilaian biasa dan sedikit senang terhadap warna, bau dan rasa karena setiap derajat pemanasan mengakibatkan terjadinya interaksi antara komponen – komponen sari buah dalam hal ini antara asam amino dan gula menghasilkan senyawa melanoidin.
INTENSITAS SERANGAN HAMA KEPINDING TANAH (Scotinophara coartata F) PADA TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN DUMOGA TIMUR JANDRIO HANCE MOONIK
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 2 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama Kepinding Tanah (Scotinophara coartata F) merupakan salah satu hama penting yang menyerang pertanaman padi sawah dan menyebabkan kerugian besar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui intensitas serangan hama kepinding tanah pada tanaman padi sawah di kecamatan Dumoga Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Modomang, Imandi dan Mogoyunggung Kecamatan Dumoga Timur kabupaten Bolaang Mongondow dari bulan November 2018 – April 2019. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode survei di Kecamatan Dumoga Timur di tiga Desa (Modomang, Imandi dan Mogoyunggung). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Intensitas serangan hama Kepinding Tanah (S. coarctata) rata-rata 7,95 %. Dengan rata-rata tertinggi desa Mogoyunggung 8,71 % kemudian Modomang 7,94 % dan terendah Imandi 7,21 %.
STRUKTUR PASAR KOMODITI PALA DI DESA MANGARAN KECAMATAN KABARUAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Lanny Kessek; Jenneke Maasi
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 2 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Pala Kabupaten Kepulauan Talaud di Desa Mangaran Kecamatan Kabaruan diusahakan oleh petani-petani kecil atau perkebunan rakyat. Kendati pala merupakan komoditas unggulan rumah tangga di kabupaten Kepulauan Talaud khususnya di desa Mangaran, namun dalam kenyataannya secara garis besar masih memiliki kekurangan dan memerlukan suatu perbaikan-perbaikan, misalnya tentang pasar. Untuk itu diperlukan penelitian tentang struktur pasar sehingga dapat diketahui hubungan antara para penjual dan para pembeli yang dapat dilihat dari jumlah lembaga pemasaran yang terlibat, pangsa pasar, konsentrasi pasar, dan kondisi keluar masuk pasar. Struktur pasar produk pala di desa Mangaran kecamatan Kabaruan kabupaten Kepulauan Talaud adalah pasar monopoli dari pihak eksportir sebagai penjual dan pasar oligopsoni diferensiasi dari pihak eksportir sebagai pembeli. Sedangkan pedagang pengumpul desa memliki struktur pasar oligopoli murni sebagai penjual dan sebagai pembeli memiliki struktur pasar oligopsoni murni. Pihak petani yang menjual pala dalam bentuk biji basah memiliki struktur pasar oligopoli murni, sedangkan petani yang menjual pala dalam bentuk biji kering memiliki struktur pasar persaingan sempurna. Sifat produk dari petani dan pedagang pengumpul desa adalah homogen, sedangkan eksportir memiliki sifat produk diferensiasi.
MONITORING DAN EVALUASI PENEMPATAN DAN PELAKSANAAN TUGAS TENAGA PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DI KECAMATAN MAPANGET Talitha Wenifrida
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 2 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam pembangunan pertanian mempunyai mandate untuk menyelenggarakan pendidikan non formal bagi petani – nelayan, keluarga tani dan masyarakat luas khususnya di pedesaan. Metode penentuan daerah ditentukan secara purposive yaitu Kecamatan Mapanget. Adapun alasan pemilihan daerah penelitian tersebut adalah daerah agraris dengan potensi tanaman jagung dan palawija dan PPL diharapkan peranannya dalam penyuluhan pertanian di wilayah tersebut. Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi: Monitoring dilaksanakan setiap minggu sekali dan evaluasi dilaksanakan setiap bulan sekali. Keberhasilam pelaksanaan tugas pokok PPL di daerah penelitian telah dilaksanakan dengan baik oleh PPL dan dianggap berhasil. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi kurangnya jumlah PPL adalah dengan penambahan jumlah PPL dan untuk mengatasi masalah jauhnya jarak tempat tinggal PPL ke wilayah kerja adalah dengan penyediaan kendaraan dinas bagi PPL. Upaya-upaya lain yang dilakukan dalam mengatasi masalah pelaksanaan tugas adalah terus memberikan penyuluhan kepada petani dengan materi-materi yang lebih mudah diserap oleh petani, melengkapi kurangnya sarana dan prasarana penyuluhan dengan swadaya kelompok tani dan PPL serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan bekerja sama dengan kepala desa ataupun tokoh masyarakat setempat lainnya untuk mengajak masyarakat agar mau mengikuti kegiatan penyuluhan.
PENGEMBANGAN AYAM BURAS DI DESA TUMOKANG BARU KECAMATAN DUMOGA UTARA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Nita Ssalam
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 3 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam buras merupakan salah satu ternak unggas lokal yang dikenal dengan sebutan ayam kampung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal untuk pengembangan ayam buras di Desa Tumokang Baru Kecamatan Dumoga Utara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tumokang Baru Kecamatan Dumoga Utara Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SWOT (Strenght Weaknesses Opportunities Threats) cara yang sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untu melaksanakan sebuah strategi pengembangan ayam buras. Kesimpulan yang dapat diambil setelah melakukan pengkajian dengan menggunakan analisis SWOT, maka untuk pengembangan usaha peternakan ayam buras di Desa Tumokang Baru adalah faktor internal (Peternak) yaitu Kemampuan sumber daya manusia peternak dalam ketrampilan beternak masih rendah, maka yang perlu dilakukan adalah Peningkatan kemampuan peternak melalui pendidikan non formal berupa kursus dan pelatihan usaha beternak ayam buras, Pendampingan kepada peternak yang dilakukan oleh petugas penyuluhan peternakan, Perbaikan sisitem peternakan dari system tradisional ke system intensif. Segi Eksternal (Dukungan Pemerintah) yaitu dengan cara memfasilitasi antara peternak dengan pihak swasta berupa dukungan modal, sarana produksi ternak, pemasaran hasil dan pembinaan kelompok ternak.
ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN PEPAYA LOKAL DI DESA VAHUTA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLAANG MANGONDOW Arie Bororing; Masriana Tinumbia
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 4 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya merupakan tanaman buah dari family Caricaceae dan merupakan komoditi hortikultura yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sebagai buah segar, pepaya relative disukai semua lapisan masyarakat karena cita rasanya yang enak,kaya vitamin A, B dan C yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Lokasi penelitian ini di desa Vahuta, kecamatan Bintauna, kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dan dilaksanakan pada bulan Juli – September Tahun 2018. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan : Pendapatan yang diperoleh oleh 25 petani pepaya lokal di Desa Vahuta adalah Rp. 78.500.000 dengan rata-rata Rp. 3.140.000/petani per 3 bulan. Saluran pemasaran dari usahatani pepaya lokal di Desa Vahuta adalah saluran pemasaran menggunakan pedagang pengumpul. Margin pemasaran total sebesar Rp.5.000, Farmers share yang diterima petani sebesar 50%. Nilai efisiensi pemasaran papaya lokal di Desa Vahuta dengan saluran pemasaran untuk pedagang pengumpul 50% dan pedagang pengecer 38,46%. Sehingga saluran pemasaran yang ada di Desa Vahuta sudah efisien dikarena kebanyakan petani memilih saluran pemasaran menggunakan pedagang pengumpul.
STRATEGI PEMASARAN JAGUNG PADA KELOMPOK TANI MEKAR DI KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Jenneke Maasi; Imran Pombode
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 4 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung merupakan salah satu tanaman yang cukup penting bagi kehidupan manusia khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan jagung adalah komiditi tanaman pangan kedua setelah padi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa faktor internal yang terdapat pada kelompok tani mekar untuk kekuatan antara lain: Aksesibilitas yang baik, Jenis jagung yang dibudidayakan, Kelemahan yang dimiliki pelaku usaha: Persaingan harga antar petani Kurangnya Inovasi. Faktor eksternal yang terdapat pada kelompok tani mekar untuk peluang antara lain: Memanfaatkan Teknologi dalam pemasaran, Dukungan Pemerintah Kecamatan Mapanget, dan Dukungan Dinas Pertanian Kota Manado. Faktor ancaman antara lain: Harga jagung terus menurun dan Harga pupuk terus naik. Bentuk strategi pemasaran jagung kelompok tani mekar di kecamatan mapanget menggunakan Strategi S O (Strength and Opportunities). Adapun Strategi SO yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: Penggunaan internet untuk pemasaran dapat membantu peningkatan penjualan jagung serta di tunjang dengan kemudahan akses penjualan jagung ke pasar maupun industri pengolahan jagung. Serta Dukungan pemerintah kecamatan mapanget dan dinas pertanian kota manado akan kebutuhan bibit unggul dan pupuk sangat membantu kelompok tani mekar
KAJIAN PASAR TRADISIONAL DI KOTAMOBAGU: STUDI KASUS PASAR SERASI KOTAMOBAGU Maria Theresia Tulusan
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 4 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tentang pasar tradisional di kota-kota besar di Indonesia tidak pernah berhenti. Pasar yang kotor, becek, saluran macet, gelap, pengap, mudah terjadi kebakaran, copet dan tangan jahil, lalat, kemacetan, sulitnya mencari tempat parkir, kios yang kosong, lokasi yang kurang strategis, bangunan yang kualitasnya rendah. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik umum pembeli maupun penjual, kondisi lingkungan pasar dilihat dari sarana prasarana, kebersihan, dan pengelolaan pasar, pendapat responden tentang pemindahan/relokasi pasar menurut pembeli maupun penjual di Pasar Serasi Kotamobagu, serta untuk mengetahui persepsi pembeli mengenai perbandingan dengan pasar swalayan. Untuk menjawab tujuan tersebut dilakukan penelitian menggunakan data sekunder yang dikumpulkan langsung dilapangan dengan teknik purposive random sampling serta melakukan pengamatan langsung aktivitas yang terjadi di pasar ini. Metode analisis menggunakan analisa deskriptif yang menampilkan data hasil olahan dengan model kualitatif perbandingan secara persetase. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar pembeli di pasar Serasi Kotamabagu adalah masyarakat di sekitar pasar tersebut atau dengan tempat tinggal tidak terlalu jauh dari lokasi pasar. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa di pasar swalayan mereka dapat belanja beberapa jenis barang di satu tempat, bersih dan rapi, serta harga dan ukuran yang pasti.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI KACANG TANAH DI KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Nita Ssalam
Journal Agriculture Sciences Vol 7 No 4 (2019): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kawangkoan merupakan desa yang memiliki luas areal kacang tanah terbesar di Kabupaten Minahasa. Kacang tanah toleran terhadap tanah kering dan berbagai jenis tanah misalnya latosol, dan tanah berpasir. Usaha tani kacang tanah di Kecamatan Kawangkoan merupakan salah satu sumber pendapatan tambahan petani. Namun perhitungan pendapatan dari usaha tani ini jarang dilakukan oleh petani sehingga tidak ada informasi sampai seberapa besar pendapatan yang diperolehnya dari usaha tani kacang tanah. Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kawangkoan karena diwilayah tersebut banyak terdapat usaha tani kacang tanah. Di kecamatan Kawangkoan ini memiliki lahan terluas tanaman kacang tanah di Minahasa. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data yang dibutuhkan digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu metode observasi, metode wawancara, metode pencatatan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa umur petani berpengaruh terhadap hasil usaha tani. Umur berkaitan dengan pengalaman dalam mengusahakan usaha taninya. Tingkat pendidikan petani berhubungan langsung terhadap produksi pertanian artinya semakin tinggi tingkat pendidikan petani maka semakin realistis dalam pengambilan keputusan tentang usaha taninya. Jumlah anggota keeluarga petani sampel akan berpengaruh terhadap biaya . jumlah anggota keluarga petani sampel 1 3 orang berjumlah 18 petani (69,2 %), sedangkan yang memiliki anggota keluarga 3 – 5 orang ada 8 petani. Jenis kelamin angganggota keluarga berpengaruh terhadap produktifitas. Jenis kelamin laki-laki lebih banyak dibanding perempuan (53,95 % laki-laki dan 46,05 % perempuan). Sedangkan umur semakin banyak anggota keluarga yang berumur produktif maka semakin banyak tebaga kerja dalam keluarga, hal ini juga akan berpengaruh terhadap produktivitas tenaga kerja. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan usaha tani kacang tanah di kecamatan Kawangkoan menguntungkan. Besarnya keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp 216.078.85. Usaha tani kacang tanah di desa ini banyak diusahakan hal ini dilihat dari besarnya R/C rasio yang diperoleh yaitu sebesar 1.292, produktifitas tenaga kerja lebih besar dari pada besar upah yang berlaku yaitu Rp 14.904.71. Produktifitas modal lebih besar dari pada tingkat bunga tabungan bank yaitu 29,2 %. Produksi lebih besar dari BEP produksi yaitu 109,19 kg dan harga yang diterima petani lebih besar dari pada BEP harga yaitu Rp 8.758.
KELAYAKAN USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING DI DESA MINAESA KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Romario Tawinseet; Jandrio Hance Moonik
Journal Agriculture Sciences Vol 8 No 3 (2022): Journal Agriculture Sciences
Publisher : Fakultas Pertanian UNPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi pengembangan ternak ayam pedaging sangat baik karena kontribusiny adalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat yang dapat dijangkau. Namun sistem pemeliharaan yang di lakukan belum bersifat komersial untuk itu di perlukan pengembangan usaha ternak ayam pedaging dalam skala agribisnis untuk peningkatan pendapatan peternak. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pendapatan usaha peternakan ayam pedaging dari satu siklus pemeliharaan di desa minaesa,dan mengetahui kelayakan usaha peternakakan ayam pedaging di desa minaesa. Penelitian ini di harapkan berguna sebagai bahan informasi bagi petani/peternak, masyarakat dan pemerintah untul mengembangkan usaha ayam pedaging. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, mulai dari bulan november 2019 sampai dengan januari 2020, yang bertempat di desa minaesa kecamatan wori pemeliharaan sampel di lakukan dengan cara menunjuk langsung dan sampel berjumlah 10 orang dengan kriteria melakukan usaha peternakan rakyat ayam pedaging yang tidak melebihi 15.000 ekor ayam. Analisis data di lakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) rata-rata pendapatan yang di peroleh dari usaha ternak ayam pedaging sebesar Rp 42,952.900,-. Pendapatan ini di peroleh selama satu kali masa produksi yaitu selama 30-40 hari. (2) hasil perhitungan R/C ratio terhadap usaha ternak ayam pedaging yang di lakukan oleh peternak responden, menunjukan nilai lebih besar 1 yaitu 1,5 maka usaha peternakan ayam pedaging menguntungkan atau layak untuk di usahakan. Arti nilai 1,5 adalah, setiap Rp 1,- yang dikeluarkan untuk produksi usaaha peternakan ayam pedaging, akan menghasilkan Rp 1,2-

Page 3 of 4 | Total Record : 36