cover
Contact Name
Januar Dwi Christy
Contact Email
christy@griyahusada.id
Phone
+6281332211312
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dukuh Pakis II Baru no. 110 Surabaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Midwifery Journal
ISSN : 24071676     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Midwifery Journal publishes the latest peer reviewed research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity care for childbearing women, their babies and families. The journal’s publications support midwives and maternity care providers to explore and develop their knowledge, skills and attitudes informed by best available evidence. Midwifery Journal provides an interdisciplinary forum for the publication, dissemination and discussion of advances in evidence, controversies and current research, and promotes continuing education through publication of systematic and other scholarly reviews and updates. Midwifery articles cover the cultural, clinical, psycho-social, sociological, epidemiological, education, managerial, workforce, organizational and technological areas of practice in preconception, maternal and infant care, maternity services and other health systems.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals" : 24 Documents clear
UMUR DAN PEKERJAAN IBU TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD Pontoh, Arimina Hartati
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.611 KB)

Abstract

Program Keluarga Berencana terus diupayakan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk guna menciptakan kesejahteraan penduduk Indonesia. Dalam pemilihan kontrasepsi dipengaruhi beberapa faktor, dan dalam  pemilihan IUD dapat dipengaruhi oleh faktor umur dan pekerjaan. Dari data pencapaian pemilihan IUD di Puskesmas Sawahan Surabaya periode Januari-Juni tahun 2017 mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun yaitu tahun 2014 sebesar 9,14%, tahun 2015 sebesar 2,20% dan tahun 2016 sebesar 8,97%. Pemilihan IUD tersebut kurang dari PPM (9,34%). Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran umur dan pekerjaan ibu terhadap pemilihan IUD di Puskesmas Sawahan Surabaya periode Januari-Juni tahun 2017 Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasinya adalah seluruh akseptor KB dengan pengambilan sampelnya dilakukan secara non probability sampling dan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu seluruh jumlah populasi menjadi sampel yang berjumlah 116 orang. Sebagai instrument penelitian digunakan data sekunder kemudian data diolah dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang Hasil : Hasil penelitian didapatkan akseptor KB mayoritas berumur 20-35 tahun sebanyak 68 orang (58,62%), tidak bekerja sebanyak 99 orang (85,34%), mayoritas akseptor tidak memilih IUD sebanyak 101 orang (87,07%). Hasil tabulasi silang didapatkan akseptor KB yang berumur 20-35 mayoritas tidak memilih IUD sebanyak 60 orang (88,24%) dibandingkan umur <20 tahun sebanyak 2 orang (33,33%) memilih IUD dan yang tidak bekerja mayoritas tidak memilih IUD sebanyak 90 orang (90,91%) dibandingkan bekerja sebanyak 6 orang (35,29%) memilih IUD. Diskusi : Dapat disimpulkan bahwa dengan umur dan penghasilan rendah akan mempengaruhi akseptor KB dalam pemilihan IUD. Oleh karena itu, agar calon akseptor tepat memilih kontrasepsi sesuai dengan umur dan penghasilan maka dilakukan KIE, penyuluhan, pendekatan dan kerja sama lintas sektor untuk mengadakan safari KB.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN KEHAMILAN (K1) BERDASARKAN UMUR, PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA Humune, Hermina
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.553 KB)

Abstract

Kunjungan K1 adalah kunjungan ibu pertama kali pada masa kehamilan. K1 dibagi menjadi K1 murni dan K1 akses. K1 murni adalah kontak ibu hamil pertama kali dengan petugas kesehatan pada trimester 1. K1 akses adalah kontak pertama ibu hamil dengan petugas kesehatan bukan trimester 1 (usia kehamilan lebih 12 minggu). Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan sebelum usia kehamilan 12 minggu. Di BPS Enny pemeriksaan kehamilan sudah mencapai target (95%), tetapi tahun 2014-2016 rata-rata jumlah K1 akses (53,76%) lebih banyak dibandingkan K1 murni (46,33%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kunjungan K1 berdasarkan umur, pendidikan dan sosial budaya di BPS Enny  Surabaya periode Juni-Juli 2017. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasinya adalah seluruh ibu hamil yang periksa di BPS Enny periode Juni-Juli 2017. Pengambilan sampelnya dilakukan secara non probability sampling dengan teknik accidental sampling. Besar sampel sebanyak 50 orang, data diperoleh dari data primer dan sekunder, dan hasilnya diolah dalam tabel frekuensi dan tabulasi silang. Hasil Hasil penelitian menggambarkan mayoritas kunjungan adalah K1 akses sebanyak 54%. Ibu hamil yang melakukan K1 murni mayoritas berumur 20-35 tahun sebanyak 12 orang (60%), berpendidikan menengah sebanyak 11 orang (61,11%) dan sosial budaya yang mendukung kesehatan sebanyak 12 orang (52,17%), sedangkan ibu hamil yang melakukan K1 akses mayoritas berumur < 20 tahun sebanyak 11 orang (64,71%), berpendidikan rendah sebanyak 13 orang (65%), dan sosial budaya yang tidak mendukung kesehatan sebanyak 16 orang (59,26%). Diskusi :. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan di BPS Enny, ibu hamil yang melakukan K1 akses masih banyak. Oleh karena itu, kita sebagai petugas kesehatan mampu memberikan penyuluhan kepada WUS yang akan menikah tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sedini mungkin minimal sebelum usia kehamilan 12 minggu.
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP SEKS BEBAS Wilujeng, Rachel Dwi
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.229 KB)

Abstract

Seks bebas adalah hubungan seks yang dilakukan oleh remaja sebelum ada ikatan pernikahan. Data yang diperoleh dari BK di SMA Negeri 1 Grati pada Tahun 2014 ? 2016 ± 20 orang siswa hamil di luar nikah, 3 orang aborsi dan 30 orang putus sekolah karena alasan menikah atau tidak jelas. Sikap Remaja terhadap seks bebas dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor Internal meliputi usia, pendidikan, pengetahuan, kepribadian, pekerjaan, emosional, agama. Disamping itu dipengaruhi oleh faktor Eksternal yaitu media massa, lingkungan, kebudayaan, modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja terhadap seks bebas.. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik jenis Cross Sectional. Populasinya adalah seluruh siswa kelas 1 dan 2 SMA Negeri 1 Grati Pasuruan yang berjumlah 640 siswa dan sampel berjumlah 87 siswa yang diambil dengan teknik Probability Sampling. Data diperoleh dari data primer (kuesioner) kemudian diolah dengan tabel frekuensi, tabulasi silang dan dianalisis dengan uji Chi Square(? = 0,05). Hasil: Hasil penelitian didapatkan, bahwa sebagian besar siswa berpengetahuan cukup sebanyak 33 siswa (37,94%) dan sebagian besar siswa Tidak setuju terhadap Seks Bebas (56,32%). Hasil Tabulasi silang didapatkan siswa yang berpengetahuan kurang mayoritas setuju terhadap seks bebas yaitu (81,48%) dibandingkan dengan yang berpengetahuan baik mayoritas tidak setuju terhadap seks bebas yaitu (73,33%). Hasil perhitungan Chi-Square didapatkan ?²hitung (22,74) > ?²tabel (3,84) maka H0 ditolak.. Diskusi: Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja terhadap seks bebas. Oleh karena itu diharapkan Guru dapat memberikan informasi yang lebih jelas tentang seks bebas serta bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang seks bebas serta kesehatan reproduksi. Disamping itu diperlukan kerjasama dengan orang tua dalam pengawasan anak dalam keluarga serta memberikan kegiatan positif dalam masyarakat.
PARITAS DAN UMUR IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN Juaria, Henny
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.223 KB)

Abstract

Komplikasi hipertensi dalam kehamilan merupakan peringkat ketiga terbesar pada penyebab utama kematian ibu. Berdasarkan hasil survei data sekunder di Puskesmas Sawahan Surabaya tahun 2015 yang mengalami hipertensi dalam kehamilan sebanyak 35,48%, dan terjadi peningkatan dari tahun 2014-2015 sebesar 7,45%, sedangkan angka toleransi terjadinya hipertensi menurut Dinas Kesehatan Jawa Timur yaitu sebesar 5%. Maka masih tingginya angka kejadian hipertensi pada ibu hamil di Puskesmas Sawahan Surabaya, sehingga masalah ini perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dan umur dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dengan populasi sejumlah 78 orang dan sampelnya sejumlah 65 orang, pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil penelitian dibuat tabel frekuensi, ditabulasi silang dan analisa dengan uji chi-square dengan ketentuan ? = 0,05 dengan ?2 tabel = 3,84 Hasil: Dari hasil penelitian menunjukkan ibu yang paritas multipara yang mengalami hipertensi sebanyak 38 orang (58,86%) dan pada umur mayoritas ibu yang berumur > 35 tahun sebanyak 40 orang (61,54%). Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan bahwa ?2 hitung > ?2 tabel yang berarti menolak H0.. Diskusi: Ada hubungan antara paritas dan umur ibu dengan kejadian hipertensi dalam kehamilan. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan KIE tentang peningkatan gizi ibu hamil dengan mengkonsumsi makan makanan yang bergizi seimbang dan tanpa harus mahal, serta makan yang mangandung rendah garam. Dengan makanan yang rendah garam dapat mencegah terjadinya oedem, melakukan kunjungan rumah ibu hamil sehingga dapat mencegah terjadinya hipertensi dalam kahamilan.
UMUR DAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN KEJADIAN ANEMIA Tjahjani, Ely
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.908 KB)

Abstract

Anemia adalah keadaan menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah sel darah merah di bawah nilai normal. Berdasarkan data yang diperoleh di BPS Zulfiah Surabaya ditemukan adanya kecenderungan peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I mulai tahun 2013 sebesar  34,85%, tahun 2014 sebesar  36,63%, dan tahun 2015 sebesar 41,17%. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara umur dan tingkat pendidikan ibu hamil trimester I dengan kejadian anemia di BPS Zulfiah Surabaya tahun  2016. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik jenis cross sectional dengan data sekunder tahun  2016 di BPS Zulfiah Surabaya. Populasi 226 orang dan besar sampel 69 orang dipilih dengan cara systematic random sampling. Hasil penelitian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang, dan di analisis dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa ibu hamil trimester I di BPS Zulfiah Surabaya tahun 2016 mayoritas tidak mengalami anemia sebanyak 39 orang (56,55%), umur 20-35 tahun sebanyak 23 orang (69,70%) dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 28 orang (68,29%). Dari tabulasi silang ibu hamil yang berusia < 20 tahun dan < 35 tahun lebih banyak mengalami anemia sebanyak 20 orang (55,56 %), dan ibu hamil dengan pendidikan rendah yang mengalami anemia sebesar 17 orang (60,71%). Hasil uji chi-square didapatkan bahwa variabel umur  >  (18,76 > 3,84) sedangkan variabel tingkat pendidikan  >  (44,49 > 3,84) yang berarti H0 ditolak. Diskusi:  Ada hubungan antara umur dan tingkat pendidikan ibu hamil trimester I dengan kejadian anemia. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan tentang pemeriksaan kehamilan yang teratur selama kehamilan guna deteksi dini komplikasi pada kehamilan serta pemberian informasi tentang nutrisi dan cara mengkonsumsi tablet besi yang tepat.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG KEJADIAN RUAM POPOK PADA BAYI Sugiarti, Sugiarti
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.77 KB)

Abstract

Diaper rash disebut juga dermatitis popok, adalah kelainan kulit (ruam kulit) yang timbul akibat radang di daerah yang tertutup popok, yaitu di alat kelamin, sekitar dubur, bokong, lipatan paha dan perut bagian bawah. Penyakit ini sering terjadi pada bayi dan anak balita yang menggunakan popok, biasanya pada usia kurang dari 2 tahun (Tjokronegoro, A., 2000 : 19). Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 25 April 2017 didapatkan 10 bayi yang datang di BPS Zulfiah III Surabaya dan sebanyak 7 bayi (69,97%) mengalami ruam popok. Padahal seharusnya ruam popok tidak boleh terjadi pada bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu dengan kejadian ruam popok pada bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik quota sampling yang pengambilan sampelnya dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel periode Juni ? Juli 2017 dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Tehnik analisa data menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang dengan populasinya adalah semua ibu yang datang memeriksakan bayinya di BPS Zulfiah III Surabaya. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ibu dengan pengetahuan baik (17,5 %), pengetahuan cukup (32,5 %) dan pengetahuan kurang (50 %). Sedangkan dari sikap didapatkan sikap sangat setuju (7,5 %), sikap setuju (20 %),  sikap tidak setuju (25 %) dan sikap sangat tidak setuju (47,5 %) Diskusi: Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan kurang, mayoritas bayinya mengalami ruam popok. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaktahuan ibu tentang cara merawat bayi dengan benar. Diharapkan petugas kesehatan mampu memberikan informasi tentang cara merawat bayi dengan benar supaya ruam popok tidak terjadi pada bayi.
FAKTOR UMUR DAN PARITAS AKSEPTOR KB TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK Bainuan, Lina Darmayanti
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.285 KB)

Abstract

Indonesia menghadapi masalah dengan laju pertumbuhan penduduk tahun 2005-2015 sebesar 1,49 persen pertahun. Untuk mengatasi hal ini pemerintah menggalakkan Keluarga Berencana. Ketepatan klien dalam memilih kontrasepsi sangat mendukung keberhasilan dari program Keluarga Berencana. Pemilihan kontrasepsi dipengaruhi beberapa faktor yaitu umur, paritas, pekerjaan, pendidikan, dan lain sebagainya. Di desa Kendal Pecabean dari tahun ke tahun peminat kontrasepsi suntik paling banyak. Pada tahun 2016 peminat kontrasepsi suntik sebanyak 444 orang (57,6%) melebihi PPM tahun 2016 sebesar 30,28%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umur dan paritas akseptor KB terhadap pemilihan kontrasepsi suntik. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang menjadi populasinya adalah seluruh akseptor KB di desa Kendal Pecabean periode Januari-Juni tahun 2017 sebanyak 396 orang, pengambilan sampelnya dilakukan secara Systematic Random Sampling dengan jumlah sampel sebesar 191 orang. Instrumen penelitian melalui data sekunder dengan melihat data pendataan keluarga Desa Kendal Pecabean kemudian diolah dengan menggunakan tabulasi frekuensi dan dilakukan tabulasi silang. Hasil: Hasil penelitian didapatkan akseptor mayoritas umur 20-35 tahun yaitu 98 orang (51,31%) dan paritasnya mayoritas primipara yaitu 123 orang (64,40%), yang memilih kontrasepsi suntik yaitu 107 orang (56,02%). Hasil tabulasi silang mayoritas akseptor yang memilih kontrasepsi suntik yaitu berumur 20-35 tahun sebanyak orang 64 orang (65,31%) dan primipara sebanyak 72 orang (58,54%)..  Diskusi: Pemilih kontrasepsi suntik  mayoritas pada umur 20-35 tahun dan primipara. Oleh karena itu, agar calon akseptor tepat memilih kontrasepsi sesuai dengan umur dan paritas maka diperlukan konseling, penyuluhan, dan kerjasama lintas sektor untuk mengadakan safari KB.
PENGARUH PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN USIA MENOPOUSE Setyowati, Endang Buda
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.671 KB)

Abstract

Menopause adalah berhentinya haid terakhiratau saat terjadinya haid terakhir setelah mendapat amenorhoe ± 1 tahun, terjadi pada usia antara 40-60 tahun.(Bobak, dkk, 2004) Hal ini berarti semakin lama atau cepat ibu mengalami menopuse maka semakin besar dampak yang terjadi pada ibu. Menurut data yang diperoleh dari BPS Kisworo Pratiwi Surabaya periode Mei-Juni 2012 menunjukkan bahwa didapatkan 3 orang (20%) mengalami menopause di usia < 45 tahun, dan 4 orang (26,6%) yang memasuki menopause pada usia > 50 tahun. Berdasarkan masalah diatas maka dilakukan penelitian dengan tujuan menganalisis adakah hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan usia menopause. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain penelitian cross sectional dan tipe yang digunakan adalah systematic random sampling, jumlah populasi 80 orang dan sampelnya 45 orang. Pengumpulan data dengan wawancara. Data kemudian diolah dengan tabel frekuensi, tabulasi silang kemudian dianalisa dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas penggunaan kontrasepsi non hormonal 64,44% dan mayoritas mengalami usia menopause cepat 57,78%. Dari hasil tabulasi silang, penggunaan kontrasepsi non hormonal mayoritas mengalami menopause cepat 75,86%, sedangkan penggunaan kontrasepsi hormonal mayoritas mengalami menopause lambat 68,75% . Dan dari hasil Chi-Square,   (?2) hitung >  (?2 ) tabel (8,55 > 3,84). Diskusi : Ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan usia menopause. Sebaiknya dalam menghadapi masa menopause diperlukan kesiapan diri, pemahaman ibu tentang menopause dan gejala gejala yang akan timbul pada masa menopause, serta mempersiapkan fisik dan psikologis untuk memasuki masa menopause mengingat kontrasepsi dapat mempengaruhi usia menopause
UMUR DAN PEKERJAAN IBU TERHADAP PEMILIHAN KONTRASEPSI IUD Pontoh, Arimina Hartati
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.611 KB)

Abstract

Program Keluarga Berencana terus diupayakan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penduduk guna menciptakan kesejahteraan penduduk Indonesia. Dalam pemilihan kontrasepsi dipengaruhi beberapa faktor, dan dalam  pemilihan IUD dapat dipengaruhi oleh faktor umur dan pekerjaan. Dari data pencapaian pemilihan IUD di Puskesmas Sawahan Surabaya periode Januari-Juni tahun 2017 mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun yaitu tahun 2014 sebesar 9,14%, tahun 2015 sebesar 2,20% dan tahun 2016 sebesar 8,97%. Pemilihan IUD tersebut kurang dari PPM (9,34%). Maka penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran umur dan pekerjaan ibu terhadap pemilihan IUD di Puskesmas Sawahan Surabaya periode Januari-Juni tahun 2017 Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasinya adalah seluruh akseptor KB dengan pengambilan sampelnya dilakukan secara non probability sampling dan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu seluruh jumlah populasi menjadi sampel yang berjumlah 116 orang. Sebagai instrument penelitian digunakan data sekunder kemudian data diolah dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang Hasil : Hasil penelitian didapatkan akseptor KB mayoritas berumur 20-35 tahun sebanyak 68 orang (58,62%), tidak bekerja sebanyak 99 orang (85,34%), mayoritas akseptor tidak memilih IUD sebanyak 101 orang (87,07%). Hasil tabulasi silang didapatkan akseptor KB yang berumur 20-35 mayoritas tidak memilih IUD sebanyak 60 orang (88,24%) dibandingkan umur <20 tahun sebanyak 2 orang (33,33%) memilih IUD dan yang tidak bekerja mayoritas tidak memilih IUD sebanyak 90 orang (90,91%) dibandingkan bekerja sebanyak 6 orang (35,29%) memilih IUD. Diskusi : Dapat disimpulkan bahwa dengan umur dan penghasilan rendah akan mempengaruhi akseptor KB dalam pemilihan IUD. Oleh karena itu, agar calon akseptor tepat memilih kontrasepsi sesuai dengan umur dan penghasilan maka dilakukan KIE, penyuluhan, pendekatan dan kerja sama lintas sektor untuk mengadakan safari KB.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN KEHAMILAN (K1) BERDASARKAN UMUR, PENDIDIKAN DAN SOSIAL BUDAYA Humune, Hermina
Jurnal Kebidanan Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya Vol 4 No 2 (2017): Midwifery Journals
Publisher : Akademi Kebidanan Griya Husada Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.553 KB)

Abstract

Kunjungan K1 adalah kunjungan ibu pertama kali pada masa kehamilan. K1 dibagi menjadi K1 murni dan K1 akses. K1 murni adalah kontak ibu hamil pertama kali dengan petugas kesehatan pada trimester 1. K1 akses adalah kontak pertama ibu hamil dengan petugas kesehatan bukan trimester 1 (usia kehamilan lebih 12 minggu). Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan sebelum usia kehamilan 12 minggu. Di BPS Enny pemeriksaan kehamilan sudah mencapai target (95%), tetapi tahun 2014-2016 rata-rata jumlah K1 akses (53,76%) lebih banyak dibandingkan K1 murni (46,33%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kunjungan K1 berdasarkan umur, pendidikan dan sosial budaya di BPS Enny  Surabaya periode Juni-Juli 2017. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif. Populasinya adalah seluruh ibu hamil yang periksa di BPS Enny periode Juni-Juli 2017. Pengambilan sampelnya dilakukan secara non probability sampling dengan teknik accidental sampling. Besar sampel sebanyak 50 orang, data diperoleh dari data primer dan sekunder, dan hasilnya diolah dalam tabel frekuensi dan tabulasi silang. Hasil Hasil penelitian menggambarkan mayoritas kunjungan adalah K1 akses sebanyak 54%. Ibu hamil yang melakukan K1 murni mayoritas berumur 20-35 tahun sebanyak 12 orang (60%), berpendidikan menengah sebanyak 11 orang (61,11%) dan sosial budaya yang mendukung kesehatan sebanyak 12 orang (52,17%), sedangkan ibu hamil yang melakukan K1 akses mayoritas berumur < 20 tahun sebanyak 11 orang (64,71%), berpendidikan rendah sebanyak 13 orang (65%), dan sosial budaya yang tidak mendukung kesehatan sebanyak 16 orang (59,26%). Diskusi :. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan di BPS Enny, ibu hamil yang melakukan K1 akses masih banyak. Oleh karena itu, kita sebagai petugas kesehatan mampu memberikan penyuluhan kepada WUS yang akan menikah tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan sedini mungkin minimal sebelum usia kehamilan 12 minggu.

Page 1 of 3 | Total Record : 24