cover
Contact Name
Doni Septian
Contact Email
doni.septian@stainkepri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
doni.septian@stainkepri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu
ISSN : 26567202     EISSN : 26556626     DOI : -
Jurnal Perada fokus pada kajian keislaman di kawasan Melayu. Kajian utama jurnal Perada meliputi: Studi Islam di Melayu: meliputi kajian Alquran dan tafsir, hadis, syariah, tarbiyah, dakwah, sosiologi agama, sejarah serta disiplin ilmu lain yang terkait kajian kawasan Melayu. Pemikiran Islam: meliputi kajian tentang pemikiran tokoh-tokoh Islam di Melayu. Kajian Kemelayuan: meliputi adat istiadat, sejarah, khazanah dan lainnya yang berkembang di Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2020)" : 8 Documents clear
MANUSKRIP AL-QURAN PULAU PENYENGAT SEBAGAI KHAZANAH MUSHAF AL-QURAN DI KEPULAUAN RIAU dian rahmawati
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.44

Abstract

Usaha penyalinan mushaf al-Quran di Indonesia salah satunya dilakukan oleh ulama-ulama yang berada di tanah Melayu Kepulauan Riau. Ini dibuktikan dengan ditemukannya manuskrip-manuskrip al-Quran yang ditemukan di Pulau Penyengat dan di Pulau Lingga. Namun, sayangmya keberadaan manuskrip al-Quran di Pulau Penyengat saat ini mulai rusak termakan usia. Hal ini tentu akan menjadi kerugian besar sebagai aset sejarah yang berharga. Oleh karena itu kajian tentang manuskrip al-Quran di Kepulauan Riau, khususnya Pulau Penyengat dapat menjadi salah satu upaya pelestarian yang menjadi pilihan. Sehingga informasi mengenai keberadaan manuskrip-manuskrip al-Quran di Pulau Penyengat tidak hanya menjadi cerita saja. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan(library research/literature review). Peneliti juga akan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun Manuskrip al-Quran yang terdapat di Pulau Penyengat yang berhasil diketahui berjumlah cukup banyak yakni 7(tujuh) manuskrip al-Quran dan merupakan mushaf yang disusun sebagai hasil tulisan tangan. Kertas yang digunakan sebagai tempat menuliskan ayat-ayat suci al-Quran ini pada umumnya menggunakan kertas Eropa yang diperkirakan berasal dari abad Pertengahan. Gaya Sulawesi Selatan dapat ditemukan dalam gaya penulisan hurufnya, sedangkan Gaya Pantai Timur terlihat jelas dari gaya iluminasi floral yang terkesan mewah,indah, teliti dan bersepuh emas. Masing-masing manuskrip al-Quran Pulau Penyengat memiliki keunikannya masing-masing. Namun, manuskrip-manuskrip ini sebagai khazanah mushaf al-Quran di Kepulauan Riau memiliki gaya dan ciri khas iluminasi yang disebut ‘Gaya Sulawesi Selatan” dan Gaya Pantai Timur”
ISLAMIC BRANDING DAN RELIGIUSITAS SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN OLEH KONSUMEN PADA SWALAYAN AL-BAIK KOTA TANJUNGPINANG Muhammad Ilham; Firdaus Firdaus
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.56

Abstract

The majority of these Muslims are used by producers. Producers are aware that Muslim consumers are easy targets for marketing their products. One of the strategies that they implemented was Islamic Branding that is using Islamic identity (with the words Islam, Sharia, Islamic names, halal labels) in marketing their products. In this study, the authors used the Correlation type. This research is often referred to as research because, with the aim to find out the relationship between independent variables with accepted variables. This research was built with a mature theory, which serves to know, predict and control a phenomenon. The significance value of Islamic Branding (X1) is 0.667> 0.005, so it can be interpreted so that there is no significant influence between the Islamic Branding variable (X1) on the dependent variable Purchasing Decision (Y). The Significance Value of Religiosity (X2) is 0,150> 0,005, so that it can be interpreted so that nothing shows the significance of the Religiosity variable (X2) to the dependent variable Purchasing Decision (Y). Significant value of 0.240> 0.05, or F Calculate 1.483 <3 , 24 then there is no influence of Islamic Branding (X1) and Religiosity Variable (X2) variables simultaneously on the Purchase Decision variable (Y).
SUSUR GALUR TAREKAT NAQSABANDIYAH DI KEPULAUAN RIAU BERDASARKAN KITAB KAIFIYAH AL-DZIKIR ‘ALA THA-RĪQAH AN-NAQSABANDIYAH AL-MUJADDIDIYAH AL-AHMADIYAH Muhammad Faisal
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.65

Abstract

Tulisan ini fokus membahas tentang penyebaran tarekat Naqsabandiyah yang berada di kerajaan Riau-Lingga berdasarkan kitab Kaifiyah al-Dzikir ‘ala Tharīqah an-Naqsabandiyah al-Mujaddidiyah al-Ahmadiyah (KZTN) karya Syekh Muhamad Shalih az-Zawawi. Dengan pendekatan sejarah sosial-intelektual, terungkap bahwa penyebaran tarekat Naqsabandiyah tidak lepas dari pengaruh hubungan Penyengat dan Haramain. Hubungan ini bermula dari perjalanan rihlah dan menunaikan ibadah haji yang dilakukan oleh Raja Ahmad dan Raja Ali Haji beserta rombongannya. Hubungan keilmuan yang kuat antara Haramaian dan nusantara, khususnya untuk Kepulauan Riau menguatkan dasar bagi pembangunan ajaran dan pemahaman keagamaan di Kepulauan Riau. Ciri paling penting dalam jaringan tersebut adalah hubungan keilmuan tersebut membentuk salāsilaḥ dan ijāzah yang berkesinambungan sebagai bukti berterusnya ajaran dan muktabarah. Selain memuat jalur sisilah, kitab KZTN termuat tata cara zikir yang berlaku pada tarekat Naqsabandiayah al-Ahmadiyah. Sedangkan sosok yang cukup berpengaruh dalam perkembangan selanjutnya ialah Yang Dipertuan Muda Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi, sebagai orang yang mendapatkan bai’ah dari Syekh Muhammad Shalih az-Zawawi sebagai khalifah tarekat untuk Riau-Lingga. ABSTRAC: This paper focuses on discussing the distribution of the Naqsabandiyah order in the Riau-Lingga kingdom based on the book Kaifiyah al-Dzikir ‘ala Tharīqah an-Naqsabandiyah al-Mujaddidiyah al-Ahmadiyah (KZTN) by Syekh Muhamad Shalih az-Zawawi. With a socio-intellectual historical approach, it was revealed that the spread of the Naqsabandiyah Order could not be separated from the influence of Penyengat and Haramain relationship. This relationship stems from the journey of rihlah and performing the pilgrimage performed by Raja Ahmad and Raja Ali Haji and their entourage. The strong scientific relationship between Har Peace and the Archipelago, especially for the Riau Islands, strengthens the basis for the development of religious teachings and understanding in the Riau Islands. The most important feature in this network is that the scientific relationship forms a continuous salāsilaḥ and ijāzah as evidence of continuity of teachings and muktabarah. Apart from containing the side paths, the KZTN book contains the dhikr procedures that apply to the Naqsabandiyah al-Ahmadiyah order. Meanwhile, a figure who was quite influential in further developments was Yang Dipertuan Muda Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi, as a person who received bai'ah from Syekh Muhammad Shalih az-Zawawi as caliph of the tarekat for Riau-Lingga.
PEMETAAN KONFLIK SOSIAL DAN PAHAM RADIKAL SEBAGAI SUATU KENISCAYAN DI BATAM PROPINSI KEPULAUAN PAUZI PAUZI; Khairuddin Said
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.69

Abstract

Fokus kajian artikel ini hendak mengetahui tentang peta potensi konflik dan aksi radikalisme di Batam, Kepulauan Riau. Sebagai daerah multikultural dengan beragam golongan, banyak perbedaa yang dimiliki setiap masyarakat Batam. Dengan pembangunannya cukup pesat, Batam telah menjadi magnet bagi kehadiran pendatang untuk turut menjadi bagian dari dinamika pembangunannya. Konsep pembangunan yang memiliki daya dukung yang tinggi ditandai dengan daya dukung lingkungan sosial yang kondusif, benih-benih konflik dan perbedaan faham yang menjurus kepada radikalisme di hampir semua daerah bukan suatu keniscayaan. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka diketahui beberapa jenis potensi konflik yang bisa memicu tindak kekerasan, seperti konflik sosial, konflik lingkungan dan agraria, konflik agama. Pontensi konflik yang tertinggi berkemungkinan terjadi di kecamatan Batam Kota, Bengkong, Batuampar, Sekupang dan Galang. Secara umum dapat disimpulkan bahwa konflik sosial dan radikalisme belum menunjukkan permasalahan dan tanda-tanda radikal sedangkan. Namun, untuk konflik agama perlu keseriusan dalam penanganannya terutama dalam hal pendirian rumah ibadah. Abstract: The focus of this article's study is to find out about the map of potential conflicts and acts of radicalism in Batam, Riau Islands. As a multicultural area with various groups, there are many differences that each Batam community has. With its quite rapid development, Batam has become a magnet for the presence of migrants to be part of the dynamics of its development. The concept of development that has a high carrying capacity is characterized by the carrying capacity of a conducive social environment, the seeds of conflict and differences in understanding that lead to radicalism in almost all regions is not a necessity. From the research that has been done, it is known that there are several types of potential conflicts that can trigger acts of violence, such as social conflicts, environmental and agrarian conflicts, religious conflicts. The highest conflict potential is likely to occur in the sub-districts of Batam Kota, Bengkong, Batuampar, Sekupang and Galang. In general, it can be concluded that social conflict and radicalism have not shown radical problems and signs. However, religious conflicts need to be serious in their handling, especially in terms of the construction of places of worship.
RELIGIUSITAS MASYARAKAT TANJUNG SEBAUK MENURUT ISLAM (PERSPEKTIF SOSIOLOGI AGAMA) joko wibowo
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.77

Abstract

Artikel ini bertujuan melihat tentang religiusitas masyarakat Tanjung Sebauk, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Kebergamaan seseorang biasanya ditunjukan dengan pemahaman terhadap ajaran, doktrin dan norma agama dan juga terejawantahkan dalam ahklak, sikap dan prilaku sehari-hari. Religuisitas juga tercermin dalam kehidupan sosial dan bahkan kehidupan pribadi seseorang. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa adat istiadat yang dilakukan masyarakat Tanjung Sebauk selalu berupaya melandaskan pada norma-norma Islam sebagaimana kebanyakan masyarakat melayu umumnya, khususnya tradisi dan ritual yang telah berlangsung lama dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Namun secara indivisual dan tingkat pemantapan terhadap ajaran agama masih perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, khususnya dari kalangan ulama atau tokoh agama di Tanjungpinang. Bahkan perlu juga pemberian pemahaman dalam upaya memanfaatkan lingkungan sebagai sumber penghasilan berdasarkan ajaran agama. Abstract: This article aims to look at the religiosity of the people of Tanjung Sebauk, Tanjungpinang City, Riau Islands Province. The similarity of a person is usually shown by an understanding of the teachings, doctrines and religious norms and is also embodied in morals, attitudes and daily behavior. Religion is also reflected in one's social life and even in one's personal life. In this study, it is concluded that the customs carried out by the people of Tanjung Sebauk always try to be based on Islamic norms like most Malay people in general, especially traditions and rituals that have been going on for a long time in the social and cultural life of the community. However, individually and the level of consolidation of religious teachings still needs the attention of various parties, especially from among ulama or religious leaders in Tanjung Pinang. In fact, it is also necessary to provide understanding in an effort to utilize the environment as a source of income based on religious teachings.
PERANAN PERSATUAN MUBALLIGH BATAM (PMB) TERHADAP TOLERANSI BERAGAMA DI KOTA BATAM KEPULAUN RIAU Fauzi Fauzi
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.78

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana peranan Persatuan Muballigh Batam (PMB) terhadap kehidupan beragama di Kota Batam dengan metode telaah pustaka dan wawancara dengan pihak-pihak terkait. Batam sebagai daerah metropolitian dihuni beraneka suku dan beragam pemeluk agama sehingga sangat rentan sekali terjadi gesekan dengan alasan keagamaan. Meskipun setiap agama mengajarkan pada kedamaian, namun pemahaman dari setiap pemeluknya bisa menimbulkan perbedaan pendapat sehingga konfelik bisa muncul di intra umat beragama itu sendiri dan di luarnya. Dalam hal ini, PMB sebagai salah satu organisasi yang mewadahi para penceramah memiliki andil dalam menjaga kedamaian di Batam. Dari hasil penelitian ini, PMB sering terlibat dalam hal sikap intoleransi keagamaan dengan memberikan penjelasan dan masukan kepada pihak-pihak terkait. Bahkan apabila suatu sikap terdapat kasus yang intoleran, PMB menyarankan agar kasus ditindaklanjuti secara bijak oleh pihak terkait agar tidak menimbulkan ekses yang berkepanjangan. PMB menegaskan bahwa anggotanya wajib perpaham ahlussunah wal jamaah dengan mengakui adanya sifat Allah dan anggotanya wajib menjadi tauladan di lingkungan masing-masing. ABSTRACT: This article aims to see how the role of the Persatuan Muablligh Batam (PMB) on religious life in Batam City by means of literature review and interviews with related parties. Batam as a metropolitan area is inhabited by various ethnic groups and various religious adherents so that it is very vulnerable to friction for religious reasons. Although every religion teaches peace, the understanding of each adherent can lead to differences of opinion so that conflict can arise within the religious community itself and outside it. In this case, PMB as one of the organizations that accommodates the lecturers has a role in maintaining peace in Batam. From the results of this study, PMB is often involved in religious intolerance by providing explanations and input to related parties. Even if there is an attitude of intolerant cases, PMB recommends that the case be followed up wisely by the related parties so as not to cause prolonged excess. PMB emphasized that its members are obliged to understand ahlussunah wal jamaah by acknowledging the nature of Allah and its members are obliged to become role models in their respective environments.
KAJIAN TERHADAP TAFSIR: METODE, PENDEKATAN DAN CORAK DALAM MITRA PENAFSIRAN AL-QUR’AN ummi kalsum hasibuan
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.105

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang metode, pendekatan dan corak tafsir Alquran. Adapun metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif-analisis. Tulisan ini bertujuan untuk mengupas dan menganalisa tentang metode, pendekatan dan corak dalam tafsir Alquran. Tulisan ini menyimpulkan bahwa; pertama, metode tafsir adalah suatu cara, langkah-langkah, ataupun kerangka yang harus ditempuh ketika melakukan penafsiran Alquran, sehingga dalam hal ini terdapat beberapa metode penafsiran Alquran, yaitu; metode tafsir tahlili, ijmali, muqaran, maudhu’iy dan hermeneutika. Kedua; pendekatan tafsir adalah sudut pandang dari prosesnya tafsir akan membuahkan corak, sehingga antara pendekatan dan corak tafsir itu saling keterkaitan antara keduanya. Adapun pendekatan dalam tafsir adalah pendekatan tekstual, kontekstual, bahasa, historis dan sosio-historis. Ketiga; corak tafsir adalah suatu nuansa, dominasi, warna ataupun kecenderungan pemikiran atau ide yang mendominasi suatu karya tafsir dan yang termasuk kepada corak tafsir Alquran adalah corak falsafi, fiqhi, sufi, ‘ilmi, adabi al-ijtima’iy. ABSTRACT: This paper examines the methods, approaches and styles of interpretation of the Koran. The method used in this paper is descriptive-analysis method. This paper aims to analyze and analyze the methods, approaches and patterns in the interpretation of the Koran. This paper concludes that; first, the method of interpretation is a method, steps, or framework that must be taken when interpreting the Koran, so that in this case there are several methods of interpreting the Koran, namely; the methods of interpretation of tahlili, ijmali, muqaran, maudhu'iy and hermeneutics. Second; the interpretive approach is the point of view of the interpretation process which will produce a style, so that the approach and style of interpretation are interrelated between the two. The approaches to interpretation are textual, contextual, linguistic, historical and socio-historical approaches. Third; Tafsir style is a nuance, domination, color or tendency of thoughts or ideas that dominate a work of interpretation and which is included in the interpretation of the Koran are philosophical, fiqhi, sufi, 'ilmi, adabi al-ijtima'iy features.
KISAH DALAM AL-QUR’AN (STUDI KITAB MADKHAL ILA AL-QURAN AL KARIM KARYA MOHAMMED ABED AL-JABIRI) Edi Hermanto; Nurfajriyani Nurfajriyani; Afriadi Putra; Ali Akbar
PERADA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v3i1.132

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kisah dalam al-Qur’an pada kitab madkhal ila al-Qur’an al-Karim karya M. Abed al-Jabiri. Kajian ini penting untuk melihat konsep kisah al-Qur’an sebagai salah satu pisau analisis untuk menafsirkan al-Qur’an. Disamping itu, dalam tafsirnya ini M. Abed al-Jabiri memiliki gagasan besar tentang pengembangan ulumul qur’an yang menurutnya selama ini hanya berjalan di tempat, sehingga diperlukan analisis baru untuk menangkap pesan-pesan yang ingin disampaikan al-Qur’an. Di dalam kitab ini langkah awal yang dilakukan al-Jabiri adalah merekonstruksi makna al-Qur’an, al-Jabiri memberikan kritik atas berbagai definisi yang telah dikonstruksi oleh para ulama seperti al-Suyuti, al-Syanqiti, al-Isfahani dan lain sebagainya. Selanjutnya, al-Jabiri mengklasifikasi surat-surat al-Qur’an yang berbicara tentang kisah dalam kategori makiyyah dan madaniyyah. Kategori makiyyah, dibagi dalam dua tahap, sedangkan pada kategori madaniyyah hanya satu tahap. This paper discusses the story in the Al-Qur'an in the madkhal ila Al-Qur'an al-Karim by M. Abed al-Jabiri. This study is important to see the concept of the Al-Qur'an story as one of the analytical tools for interpreting the Al-Quran. Besides that, in this interpretation M. Abed al-Jabiri has a big idea about the development of ulumul quran which according to him has only been running in place, so that a new analysis is needed to capture the messages that the Qur'an wants to convey. In this book, al-Jabiri's initial steps were to reconstruct the meaning of the Koran, al-Jabri provided a critique of the various definitions constructed by classical scholars such as al-Suyuti, al-Syanqiti, al-Isfahani and so on. . Furthermore, al-Jabiri classified the letters of the Al-Qur'an which speak of stories in the category of makiyyah and madaniyyah. The category of makiyyah is divided into two stages, while in the madaniyyah category there is only one stage.

Page 1 of 1 | Total Record : 8