cover
Contact Name
Muh. Ilham Bakhtiar
Contact Email
ilhambakhtiar86@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrokompleks@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrokompleks
ISSN : 23017678     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrokompleks merupakan Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi dengan proses Peer Review dengan ISSN: 2301-7678. terbit dua kali dalam setahun. Jurnal Agrokompleks menerbitkan artikel bidang pertanian, peternakan, perikanan dan teknologi pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
PENGARUH PANDEMI COVID 19 TERHADAP TINGKAT PERUBAHAN HARGA SAYURAN LOKAL DAN IMPOR PADA DAERAH TERPAPAR DAN DAERAH TIDAK TERPAPAR Sumarni B.; Siti Khadijah Yahya Hiola; Rasdiana Mudatsir; Ardi Rumallang
Jurnal Agrokompleks Vol 9 No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid 19 atau corona virus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pandemi covid 19 berpengaruh terhadap harga sayuran lokal dan impor, serta menganalisis besarnya tingkat perubahan dan perbedaan harga yang disebabkannya pada daerah terpapar dan daerah tidak terpapar. Populasi penelitian ini adalah pedagang pengecer yang berjualan sayuran lokal dan impor pada daerah terpapar di kota Makassar (Kec. Rappocini dan Kec. Tamalate, serta pedagang pengecer yang berjualan sayuran lokal dan impor pada daerah tidak terpapar di Kabupaten Jeneponto (Kec. Kelara dan Kec. Rumbia). Hasil Penelitian menunjukkan pengaruh pandemi covid 19 pada daerah tidak terpapar: (1) sulit bagi pedagang untuk mendistribusikan sayur-sayuran lokal ke daerah yang menjadi tujuan pemasaran, terutama pada daerah-daerah yang terpapar covid 19, dan (2) sulit mendapatkan pasokan sayuran impor karena bawang putih merupakan sayuran impor yang dibeli pedagang di Kota Makassar, daerah yang menjadi salah satu Zona Merah di Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk daerah terpapar pengaruhnya adalah (1) sulit mendapatkan pasokan sayuran lokal dan sayuran impor karena Kota Makassar merupakan daerah Zona Merah, sehingga akses keluar masuk kota Makassar dibatasi. (2) pasokan sayuran yang ada sulit dipasarkan karena tingginya pasien covid 19 dan adanya PSBB sehingga masyarakat takut untuk keluar rumah meskipun untuk berbelanja. Tingkat perubahan dan perbedaan harga yang terjadi pada daerah tidak terpapar covid 19 untuk komoditi kol, tomat, dan wortel mengalami penurunan rata-rata harga, masing-masing sebesar Rp. 7.500/kg, Rp. 5.333/kg, Rp. 6.333/kg, sedangkan komoditi lombok biji, bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp. 6.500/kg, Rp. 23.000/kg, Rp. 6.000/kg. Dan pada daerah terpapar covid 19 komoditi tomat, wortel dan bawang merah mengalami penurunan masing-masing sebesar Rp. 8.200/kg, Rp. 4.100/kg, Rp. 56.900/kg, sedangkan kol, lombok biji dan bawang putih mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp. 680/kg, Rp. 1.200/kg, Rp. 18.400/kg.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK GREEN TONIK Samiati Samiati; La Ode Hidayat; La Ode Aka; Muhammad Sifa; La Sinaini
Jurnal Agrokompleks Vol 9 No 2 (2020): Desember
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi green tonik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Raha III Kecamatan Katobu Kabupaten Muna dan dimulai pada bulan September 2018 sampai dengan Maret 2019. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pupuk kandang (kotoran sapi), pasir, tanah lapisan topsoil, pupuk green tonik dan benih tanaman seledri. Alat-alat yang digunakan terdiri dari parang, pacul, label, timbangan, meter rol, gembor, polybag, tali rafiah dan alat tulis menulis Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima taraf perlakuan yaitu tanpa pupuk green tonik (G0) sebagai kontrol, pemberian pupuk green tonik dengan konsentrasi 1,00 ml/liter air (G1) , pemberian pupuk green tonik 2.00 ml/liter air (G2), pemberian pupuk green tonik 3,00 ml/liter air (G3) dan pemberian pupuk green tonik 4.00 ml/liter air (G4). Parameter yang diamati terdiri dari tinggi tanaman (cm) diukur dari pangkal tunas sampai dengan ujung daun tertinggi dan dilakukan pada umur 30 dan 60 hari setelah tanam, jumlah daun (tangkai) dihitung semua tangkai daun yang terbentuk sampai dengan ketiak daun terakhir dilakukan pada umur 30 dan 60 hari setelah tanam, jumlah anakan (batang) dihitung pada umur 30 dan 60 hari setelah tanam, dan produksi ( kg ) Hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi green tonik yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan produksi tanaman seledri. Green Tonik dengan konsentrasi 2 ml/l air memberikan pertumbuhan dan produksi seledri yang terbaik dengan rata-rata produksi 117.83 gr/rumpun atau 12,37 ton/ha.
EVALUASI MUTU PASCAPANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DI KABUPATEN BUTON TENGAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA iin iin Nurdiyanty
Jurnal Agrokompleks Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. This study aims to determine the quality of post-harvest seaweed Eucheuma cottonii in Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province. The research sample was obtained by using purposive sampling method, which is taking seaweed samples that are ready to be marketed at six different locations based on the amount of seaweed production. The quality of seaweed is measured based on the Indonesian National Standard, namely the value of sensory analysis, the value of water content and the value of foreign matter content. In addition, measurements were also made on the levels of Salt and Sand, levels of Salt Free Dry Matter and levels of Sand Determination based on the demand standards of the seaweed processing industry. The quality of Eucheuma cottonii seaweed in this study is different for each parameter. In the sensory analysis parameters all location points meet the standards. In the water content parameter only one location point meets the standard (Waturumbe Village). In the parameters of foreign body content, all location points meet the standards. In the Salt and Sand parameters all locations have met industry standards except the Terapung Village. In the Salt Free Dry Mater parameter, there are two locations that are not in accordance with industry demand, namely in the Terapung Village and Lakorua Village. In observing Sand Determination levels, all research location points have met industry demand standards. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pasca panen rumput laut Eucheuma cottonii di Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara. Sampel penelitian diperoleh dengan metode purposive sampling yaitu dengan mengambil sampel rumput laut Eucheuma cottonii yang telah siap dipasarkan pada enam titik lokasi berbeda (desa) berdasarkan jumlah produksi rumput laut. Mutu rumput laut diukur berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 2960:2015) yaitu nilai analisis sensori, nilai kadar air dan nilai kadar benda asing. Selain itu dilakukan juga pengukuran pada kadar Salt and Sand, kadar Salt Free Dry Matter dan kadar Sand Determination berdasarkan standar permintaan industri pengolahan rumput laut. Kualitas rumput laut Eucheuma cottonii pada penelitian ini berbeda-beda untuk setiap parameternya. Pada parameter analisis sensori semua titik lokasi telah memenuhi standar. Pada parameter kadar air hanya satu titik lokasi yang memenuhi standar (Desa Waturumbe). Pada parameter kadar benda asing, semua titik lokasi telah memenuhi standar. Pada parameter Salt and Sand semua titik lokasi telah memenuhi standar industri kecuali Desa Terapung. Pada parameter Salt Free Dry Mater terdapat dua titik lokasi yang tidak sesuai dengan permintaan industri yaitu di Desa Terapung dan Desa Lakorua. Pada pengamatan kadar Sand Determination, semua titik lokasi penelitian telah memenuhi standar permintaan industri. Keywords: Rumput laut Pasca panen Standar Nasional Indonesia Standar industri
PENGARUH CURAH HUJAN TERHADAP POTENSI BANJIR DI KABUPATEN GOWA candra Pata; Eko Hadi Sujiono; Subaer Subaer
Jurnal Agrokompleks Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui curah hujan, potensi banjir yang terjadi tahun 2019, menentukan periodisasi curah hujan dan menganalisa curah hujan terhadap potensi banjir. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Gowa. Jenis dan sumber data penelitian ini deskriptif kuantitatif yang menggunakan data primer yakni kondisi fisik dasar wilayah, karakteristik banjir,dan data sekunder seperti data curah hujan, rekap kejadian banjir dan dokumentasi mengenai peristiwa banjir. Pengumpulan data dilakukan secara natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada survey instansi, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis software ArcGis Version 10.1. Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa parameter penyebab banjir paling dominan di Kabupaten Gowa adalah curah hujan yang menyebabkan kerentanan banjir pada masa mendatang adalah adanya erosi dan sedimentasi, pendangkalan sungai, penebangan hutan secara liar, tingginya pasang laut. Sebagian daerah Kabupaten Gowa rentan banjir yaitu intensitas curah hujan 300-500 mm perbulan diikuti pada bulan Mei, Juni dan November dengan memiliki curah hujan kategori sedang dengan intensitas 100-300 mm, dan analisa perodik hujan terulang diperoleh untuk curah hujan 2 tahun mempunyai intensitas 0,366 YTr, 5 tahunan dengan intensitas 1,500 YTr, 10 tahunan kemudian dengan intensitas 1,0565 YTr. Wilayah rentan banjir di Kabupaten Gowa meliputi Kecamatan Parangloe, Tompobulu, Bajeng, Bonto Marannu dan Barombong. Sedangkan 25 tahunan mendatang dengan intensitas curah hujan 3,199 YTr dengan luasan daerah rentan banjir meningkat secara signifikan dengan intensitas curah hujan.
ANALISIS USAHATANI BAWANG MERAH (STUDI KASUS DI DESA BULO-BULO KECAMATAN ARUNGKEKE KABUPATEN JENEPONTO) ZELVIYANI SP ZELVIYANI
Jurnal Agrokompleks Vol 11 No 1 (2022): Juni
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Shallots have a great business opportunity because they are widely used for cooking spices and medicines so that they support farmers' income even though the price is not fixed. Before the farming process, planning is needed by calculating income and expenses as an initial attitude in doing farming. The purpose of this study was to determine the income and feasibility level of shallot farming. This research was conducted in Bulo-Bulo Village, Arungkeke District, Jeneponto Regency in January 2022. The analysis technique uses quantitative descriptive methods so that the data is easier to read. In the study in Bulo-Bulo Village, a total land area of 1 ha owned by 10 farmers required a cost of Rp. 28,680,000 and get a result of Rp. 80,000,000. The amount of production received is supported by not too much rainfall, good cropping techniques, appropriate fertilizing and post-harvest processes. The profit earned is Rp. 51,320,000 and an R/C ratio of 3, meaning that the value is greater than 1, which means that shallot farming is feasible to develop. BEP price of Rp. 3,585/Kg and Production BEP of 2,868 ha, meaning that this value indicates that farmers in Bulo-Bulo Village are at a profit point and are not at a loss to gain profits and can be developed further. The author suggests that for the next planting before planning a farm to enter a request for assistance for shallot seeds so that it can reduce the production costs incurred. Abstrak. Bawang merah memiliki peluang usaha yang besar Karena banyak digunakan untuk bumbu masakan dan obat sehingga mendukung pendapatan petani walaupun harga tidak tetap. Sebelum proses usahatani diperlukan perencanaan dengan menghitung pendapatan dan pengeluaran sebagai awal sikap dalam melakukan usahatani. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besar pendapatan dan tingkat kelayakan pertanaman usahatani bawang merah. Penelitian ini di lakukan di Desa Bulo-Bulo Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto pada bulan Januari tahun 2022. Teknik Analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif sehingga data tersebut lebih mudah dibaca. Pada peneltian di Desa Bulo-Bulo total luas lahan 1 ha yang dimiliki 10 petani membutuhkan biaya Rp. 28.680.000 dan mendapatkan hasil sebesar Rp. 80.000.000. Banyaknya hasil produksi yang diterima karena didukung oleh curah hujan yang tidak terlalu banyak, teknik pertanaman yang baik, pemupukan yang sesuai takaran dan proses pasca panen. Keuntungan yang didapat Rp. 51.320.000 dan R/C ratio sebesar 3 artinya nilainya lebih besar dari 1 yang berarti usahatani bawang merah layak untuk dikembangkan. BEP harga senilai Rp. 3.585/Kg dan BEP Produksi senilai 2.868 ha artinya nilai tersebut menunjukkan petani di Desa Bulo-Bulo berada di titik untung dan tidak rugi memperoleh keuntungan dan bisa dikembangkan selanjutnya. Penulis menyarankan agar untuk pertanaman selanjutnya sebelum merencanakan usahatani untuk memasukkan permohonan bantuan bibit bawang merah sehingga dapat meringankan biaya saprodi yang dikeluarkan.

Page 3 of 3 | Total Record : 25