cover
Contact Name
Maya Puspita Dewi
Contact Email
maya.pd@stiami.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muniraaa.ms@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL REFORMASI ADMINISTRASI Jurnal Ilmiah untuk Mewujudkan Masyarakat Madani
ISSN : 2355309X     EISSN : 26228696     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Reformasi Administrasi adalah Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani untuk mempublikasikan Disiplin Administrasi meliputi peminatan Ilmu Administrasi Publik atau Negara dan Administrasi Perpajakan dalam skala lokal, nasional, dan regional. Kegiatannya adalah untuk mengelola berbagai potensi, hambatan, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat untuk mencari solusi. Pelaksanaan kegiatan penelitian diatur ke dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap tahun, publikasi dilakukan dalam dua periode Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025" : 25 Documents clear
Pengaruh Implementasi Kebijakan Online Single Submission, Kompetensi Pegawai Dan Pelatihan Terhadap Pelayanan di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta Mega Fitria Sari; Saifullah
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the effect of the implementation of the OSS policy, employee competence, and training on services at the Investment and One-Stop Integrated Service Office (DPMPTSP) of DKI Jakarta. The research method used is quantitative research with a questionnaire as the data collection technique with a sample size of 154 individuals selected through probability sampling. The results show that the implementation of the OSS policy, employee competence, and training individually have a positive and significant effect on service, and collectively, the three independent variables contribute positively and significantly to services at DPMPTSP DKI Jakarta. This is supported by an F value of 64.003, which is greater than the F table value of 2.66, and a significance level of 0.000, which is smaller than the significance probability α = 0.05. The coefficient of determination is 0.561, indicating that the combined effect of the OSS policy implementation, employee competence, and training accounts for 56.1% of the variation in the service variable, while the remaining 43.9% is affected by other variables not included in this research.
Pengaruh Inovasi Layanan, Kompetensi Pegawai dan Komunikasi terhadap Kualitas Pelayanan di Unit Pengelola Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kelurahan Kayu Manis Wilmarahma Sari Sitompul; Dian Wahyudin
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to evaluate the extent to which service innovation, employee competence, and communication influence service quality at the Investment Management and Integrated One-Stop Service Unit of Kayu Manis Urban Village. The research method uses a quantitative approach through a questionnaire distributed to service recipients at the Investment Management and Integrated One-Stop Service Unit of Kayu Manis Urban Village during the period of January - September 2024. The sample determination was formulated using the Taro Yamane formula, resulting in a sample of 90 respondents. The data collected were analyzed using SPSS statistical program. The results indicate that, partially, service innovation and employee competence do not significantly influence service quality, contributing only 8.57% and 8.74%, respectively, with a 5% standard error. However, communication has a significant influence on service quality, contributing 63.70%. Simultaneously, all three variables significantly impact service quality, with an R-square value of 88.6%, indicating that service innovation, employee competence, and communication collectively account for 88.6% of the variation in service quality, while the remaining 11.4% is influenced by other factors outside the research.
Kepemimpinan RT dan RW Dalam Meningkatkan Terib Administrasi Kependudukan di Wilayah Kelurahan Petojo Selatan Kecamatan Gambir Kota Administrasi Jakarta Pusat Leonard Ferdinand Sihite; Safri Nurmantu
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang Kepemimpinan RT dan RW Dalam Meningkatkan Tertib Administrasi Kependudukan di Wilayah Kelurahan Petojo Selatan Kecamatan Gambir Kota Administrasi Jakarta Pusat. RT dan RW merupakan salah satu elemen penting dalam tertib administrasi kependudukan. Pembentukan RT dan RW memiliki tujuan untuk melestarikan dan memelihara nilai-nilai kehidupan yang luhur berdasarkan pada kerukunan, kegotongroyongan dan kekeluargaan antar tetangga dan warga di dalam lingkungannya. Selain itu RT dan RW memiliki tugas membantu Lurah dan Pemerintah Daerah dalam melakukan pelayanan langsung di masyarakat, baik dalam bidang kemasyarakatan maupun pemerintahan. Salah satu dari tugas RT dan RW yaitu penyediaan data kependudukan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan warga masyarakat di lingkupnya, dimana pelaksanaan tugas RT dan RW tersebut akan sangat ditentukan oleh bagaimana RT dan RW memimpin lingkungannya. Menggunakan teori Kepemimpinan dari Schermerhon, dengan indikator teori kepemimpinannya yaitu: (1) Memiliki strategi yang jelas; (2) Kepedulian kepada anggota organisasi; (3) Memotivasi anggota organisasi; (4) Menjaga kekompakan tim; (5) Menghargai perbedaan dan keyakinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi dan menganalisis kepemimpinan dari RT dan RW dalam meningkatkan tertib administrasi kependudukan di Wilayah Kelurahan Petojo Selatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Ketua RT dan Ketua RW di Wilayah Kelurahan Petojo Selatan sudah dinilai mampu meningkatkan tertib administrasi kependudukan. Para Ketua RT dan Ketua RW di Wilayah Kelurahan Petojo Selatan telah menunjukkan beberapa upaya dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin untuk meningkatkan tertib administrasi kependudukan. Mereka telah melakukan koordinasi dengan pihak Kelurahan secara rutin, mengadakan pertemuan rutin untuk membahas pentingnya tertib administrasi kependudukan. Selain itu mereka juga responsif untuk membantu warga yang menemui hambatan pada saat mengurus dokumen administrasi kependudukan. Namun, terdapat beberapa warga yang masih belum berpartisipasi aktif dalam meningkatkan tertib administrasi kependudukan walaupun telah mendapatkan pemahaman tentang pentingnya tertib administrasi kependudukan.
Analisis Implementasi Kebijakan Program Jakarta Evolution (JAKEVO) di Kecamatan Pademangan Kota Jakarta Utara Hendri Irwan MS; A.H. Rahardian
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the suboptimal implementation of JAKEVO, including limited socialization, minimal evaluation and training, and a low number of active users. Cultural barriers and digital inequality also hinder the adoption of this technology. Additionally, the lack of a complaint-handling mechanism may reduce user satisfaction and harm the program’s image. This study employs a qualitative descriptive approach, with data collection methods including interviews, observations, and literature studies. In-depth interviews were conducted with two key informants and three expert informants. The findings indicate that the implementation of the Jakarta Evolution (Jakevo) Program in Pademangan District has been relatively successful but still faces several challenges. According to George Edwards III’s theory, four key factors influence its implementation: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The main obstacles include insufficient socialization, limited human resources and technological infrastructure, and resistance from government officials toward the digital system. Additionally, rigid bureaucracy and lack of optimal inter- agency coordination hinder service efficiency. To address these issues, the government has enhanced socialization efforts, conducted staff training, and improved infrastructure and coordination. These efforts are expected to optimize Jakevo’s implementation and maximize its benefits for the community
Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai di Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta Peri Suryanto; Yulianto
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The productivity level of employees at the Regional Asset Management Agency of DKI Jakarta Province in 2022 and 2023 experienced a decline in time management and work efficiency. This study aims to analyze and evaluate the extent to which Organizational Culture, Work Discipline, and Work Motivation influence Employee Productivity at BPAD DKI Jakarta Province. The research adopts a quantitative approach with a population of 91 individuals. The sampling method employed is saturated sampling, where the entire population is taken as the sample. Research data were collected through questionnaire distribution and analyzed using SPSS 25 software with statistical analysis techniques. The results revealed that Organizational Culture has an influence of 59.9%, Work Discipline has an influence of 58.4%, and Work Motivation has an influence of 53.9%. Collectively, the influence of Organizational Culture, Work Discipline, and Work Motivation is 65.5%. Based on these findings, it is recommended that BPAD DKI Jakarta Province enhance its focus on employee development, attendance consistency, clarity in promotion procedures, and the improvement of quality standards to foster a work culture that supports productivity and organizational progress.
Implementasi Kebijakan Penetapan Ruang Lingkup Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Tingkat Kelurahan dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Petugas Penanganan Sarana Umum di Kecamatan Cempaka Putih Dina Evirinindya; Dian Wahyudin
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recently, satisfaction with the performance of PPSU officers tends to decline in Cempaka Putih sub-district, therefore mapping the Technical Guidelines for Handling Public Infrastructure and Facilities at the Village Level in accordance with Governor's Decree Number 280 of 2023 is expected to improve the performance of PPSU officers. The purpose of this study is to analyze and evaluate the Implementation of the Policy for Determining the Scope of Handling Public Infrastructure and Facilities at the Village Level in an Effort to Improve the Performance of Public Facility Handling Officers in Cempaka Putih Sub-district. The research approach is qualitative descriptive. The conclusion of this study is that the Implementation of the Policy for Determining the Scope of Handling Public Infrastructure and Facilities at the Village Level has not gone well so that it has not been able to improve the performance of Public Facility Handling Officers in Cempaka Putih Sub-district even though the policy has been implemented and has various aspects of description, implementation steps, scope of handling public infrastructure and facilities. This deficiency is caused because the community environment has not fully supported the implementation of the policy due to the lack of understanding of some people which causes PPSU officers to be unable to handle public facilities and infrastructure in accordance with the scope of the policy that has been determined, in addition, several PPSU officers are still found who do not carry out their duties properly due to lack of motivation and sense of responsibility even though the recruitment process for the PPSU selection team in the sub-district has been very thorough and strict to find officers with the appropriate competencies in their fields.
Pengaruh Koleksi, Sarana dan Prasarana Serta Kualitas Layanan Perpustakaan Terhadap Kepuasan Pemustaka pada Perpustakaan Umum Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Irwan Permana; Yulianto
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan umum sebagai lembaga layanan publik harus senantiasa mampu memenuhi harapan masyarakat dan melaksanakan berbagai upaya untuk memberikan kepuasan kepada pemustaka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan, serta kualitas layanan perpustakaan terhadap kepuasan pemustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang dibagikan kepada responden yang menjadi sampel penelitian, yaitu anggota aktif Perpustakaan Umum Cikarang Utara yang berjumlah 97 orang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengolahan data dilakukan melalui analisis regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa koleksi perpustakaan, sarana dan prasarana perpustakaan, serta kualitas layanan perpustakaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pemustaka, yang dapat dilihat dari nilai thitung masing-masing variabel lebih besar daripada ttabel dan nilai signifikansi masing-masing variabel kurang dari 0.05. Besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap kepuasan pemustaka, secara parsial maupun simultan, adalah 88.5%, 87.3%, 89.7% dan 94.1%. Hal ini menunjukkan apabila perpustakaan melakukan pengembangan koleksi sesuai harapan pemustaka, menjaga kenyamanan pemustaka melalui pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana perpustakaan serta meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, maka tingkat kepuasan pemustaka sebagai tujuan layanan perpustakaan dapat meningkat.
Analisis Efektivitas Kegiatan Patroli Wilayah Satuan Polisi Pamong Praja dalam Upaya Meningkatkan Ketertiban dan Ketentraman Umum di Kecamatan Matraman Jakarta Timur Ahmad Baiquni; Muhammad As’ad
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak sekali permasalahan yang terjadi di kota-kota besar yang mengganggu ketertiban dan ketentraman umum. Salah satunya di Kecamatan Matraman Jakarta Timur. Melalui kegiatan patroli wilayah di harapkan dapat mencegah serta mengatasi adanya gangguan mengenai ketentraman dan juga ketertiban umum di lingkungan masyarakat kecamatan Matraman. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisi dan mengevaluasi efektivitas kegiatan patroli wilayah satuan polisi pamong praja dalam upaya meningkatkan ketertiban dan ketentraman umum di kecamatan matraman Jakarta Timur. Pendekatan penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian adalah Kegiatan patroli wilayah satuan polisi pamong praja dalam upaya meningkatkan ketertiban dan ketentraman umum di Kecamatan Matraman Jakarta Timur belum berjalan dengan efektif walaupun kegiatan patroli wilayah sudah memiliki sasaran program yang tepat, di karenakan sosialisasi program belum di laksanakan secara khusus kepada masyarakat hingga menyebabkan kurang meratanya informasi, ketidakpahaman masyarakat, serta kurangnya dukungan dan kerja sama masyarakat selain itu tujuan dari kegiatan patroli wilayah belum mampu di wujudkan karena adanya permasalahan yang terjadi secara berulang dan belum mampu terkontrol dengan baik dan terakhir program patroli wilayah yang di terapkan belum sepenuhnya efektif karena masih di temukan kekurangan dari jadwal pelaksanaan patroli yang terkesan pasif dan jarang di lakukan, kurangnya persiapan sarana prasarana penertiban serta kurangnya personil tim patroli wilayah.
Pengaruh Kompetensi Pegawai, Budaya Kerja dan Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Suku Badan Kepegawaian Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur Adi Ervani; Hidayat Muchtar
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja merupakan tindakan atau pelaksanaan tugas yang telah diselesaikan dalam kurun waktu tertentu. Kinerja dapat diukur melalui pengukuran tertentu sesuai standar yaitu dimana kualitas yang berkaitan dengan mutu kerja yang dihasilkan, sedangkan kuantitas yang merupakan jumlah dari hasil kerja yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, dan ketepatan waktu yang merupakan kesesuaian waktu yang telah direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisis besarnya pengaruh kompetensi, budaya kerja dan fasilitas kerja secara simultan terhadap kinerja pegawai di Suku Badan Kepegawaian Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Pegawai Suku Badan Kepegawaian Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur yang berjumlah 46 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa variabel kompetensi pegawai (X1), budaya kerja (X2) dan fasilitas kerja (X3) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) di Suku Badan Kepegawaian Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur. Adapun hasil uji yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung adalah 16,574 dan tingkat signifikansi 0,000 sementara nilai Ftabel sebesar 33,764 dan tingkat signifikansi 0,000 sementara nilai Ftabel sebesar 2,83. Karena nilai Fhitung (33,764) lebih besar dari Ftabel (2,83) dan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari probabilitas signifikansi α = 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh secara positif Kompetensi Pegawai, Budaya Kerja, dan Fasilitas Kerja secara bersama-sama terhadap peningkatan Kinerja Pegawai di Suku Badan Kepegawaian Daerah Kota Administrasi Jakarta Timur. Persentase variabel Kompetensi Pegawai, Budaya Kerja dan Fasilitas Kerja dapat menjelaskan Kinerja adalah sebesar 68,6% dan sisanya sebesar 31,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
Pengaruh Disiplin Kerja, Kompetensi Pegawai dan Fasilitas Kerja Terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kelurahan Makasar Kota Administrasi Jakarta Timur Devis Aprisal; Pandoyo
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan survei kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan dengan mengukur kepuasan masyarakat pengguna layanan. Mengingat unit layanan publik sangat beragam, untuk memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat diperlukan metode survei yang seragam sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menpan RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh disiplin kerja, kompetensi pegawai dan fasilitas kerja secara bersama-sama terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kelurahan Makasar Kota Administrasi Jakarta Timur. Populasi dan sampel dalam penelitian ini mengikut sertakan semua masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan di Kantor Kelurahan Makasar pada triwulan IV yang jumlah seluruhnya 52 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program statistik SPSS ver. 25.0, terbukti variabel disiplin kerja (X1), kompetensi pegawai (X2) dan fasilitas kerja (X3) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y). Hasil uji yang ditunjukkan dengan nilai F hitung adalah 92,781 dan tingkat signifikansi 0,00 sementara nilai F tabel sebesar 2,80. Karena nilai F hitung (92,781) lebih besar dari F tabel (2,80) dan tingkat signifikansi 0,00 lebih kecil dari probabilitas signifikansi α =0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa disiplin kerja, kompetensi pegawai dan fasilitas kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan dan persentase pengaruh variabel disiplin kerja, kompetensi pegawai dan fasilitas kerja terhadap kualitas pelayanan adalah sebesar 85,3% dan sisanya sebesar 14,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model.

Page 2 of 3 | Total Record : 25