cover
Contact Name
dhona indah kiswari
Contact Email
jurnalmai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmai@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur
ISSN : 25991701     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Sains Teknologi Akuakultur (JSTA) merupakan suatu jurnal ilmiah yang diinisiasi oleh Masyarakat Akuakultur Indonesia yang mempublikasikan hasil penilitian maupun pemikiran pada semua aspek budidaya (hewan dan tanaman) dalam lingkungan perairan tawar, payau dan asin baik secara alami maupun terkontrol. JSTA diterbitkan 2 kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan satu volume dan 2 nomor.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019): In Press" : 6 Documents clear
Scalling Up Bibit Rumput Laut, Kappaphycus alvarezii dengan Kultur Jaringan A, Wiwien Mukti; k, ujang k.a
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seaweed is economically important because it contains carrageenan and agar, and alginate. Its high potential encourage massive of seaweed cultivation in various Indonesian sea areas. But currently the productivity of seaweed is not optimal because the seeds come from nature are not sustainable and depend on the season, instead of a decrease in genetic quality, environmental quality and disease. Seaweed tissue culture support the development of cultivation by providing quality seeds continuously without being affected by the season. Research aims to multiply Kappaphycus alvarezii seeds using tissue culture techniques. Research parameters include methods for adaptation of broodstock for explant candidate, formulation of growth regulators (ZPT), induction of callus and somatic embryo , and micropropagul. The results of research showed that adaptation of seaweed was conducted with the addition of 5ml / L PES fertilizer, the average rate of callus induction occurred on the 14th day with the best combination of ZPT at Indole Acetic Acid (IAA) 2.5mg / L; Benzyl Adenin (BA) 1 mg / L with a percentage of callus formation > 80% while the proliferation of somatic embryos increased in the combination of IAA 0 mg / L; BAP 0 mg / L, then micropropagul was produced on a combination of IAA 0 mg / L; BAP 1mg / L with a percentage of 31.64%. Thus it was concluded that tissue culture can be used to increase mass production of Kappaphycus alvarezii seedsAbstrakRumput  laut secara ekonomis menjadi penting karena mengandung karagenan dan agar, serta alginat. Potensinya yang tinggi menggerakkan usaha budidaya rumput laut secara masif diberbagai wilayah laut Indonesia. Namun saat ini produktifitas rumput laut belum optimal karena bibit berasal dari alam  tidak berkesinambungan dan bergantung pada musim, disamping adanya penurunan kualitas genetik, kualitas lingkungan dan penyakit. Kultur jaringan rumput laut menunjang pengembangan usaha budidaya dengan penyediaan bibit berkualitas secara kontinyu tanpa dipengaruhi oleh musim. Perekayasaan bertujuan melakukan perbanyakan bibit Kappaphycus alvarezii dengan teknik kultur jaringan. Parameter kerekayasaan meliputi metode pengadaptasian indukan kandidat eksplan, formulasi zat pengatur tumbuh (ZPT) induksi kalus dan embrio somatik, serta mikropropagul. Hasil kerekayasaan menunjukkan pengadaptasian indukan rumput laut dilakukan dengan penambahan pupuk PES 5ml/L, kecepatan induksi  kalus bereksplan rata-rata terjadi pada hari ke 14 dengan kombinasi ZPT terbaik pada Indole Acetic Acid (IAA) 2,5mg/L; Benzyl Adenin (BA) 1mg/L dengan presentase pembentukan kalus >80% sedangkan poliferasi embrio somatik meningkat pada kombinasi IAA 0mg/L; BAP 0mg/L, selanjutnya mikropropagul dihasilkan pada kombinasi IAA 0mg/L; BAP 1mg/L dengan presentase 31,64%. Dengan demikian disimpulkan bahwa kultur jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan produksi massal bibit Kappaphycus alvarezii. 
Pemanfaatan Sari Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada Pemeliharaan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) untuk Menekan Populasi Bakteri Vibrio sp. Koloni Hijau Handayani, Sri; Dwinanti, Sefti Heza; Hadi, Purnomo
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.238 KB)

Abstract

Sri Handayani, Sefti Heza Dwinanti and Purnomo Hadi. 2020. Utilization of Carambola Sari (Averrhoa bilimbi L.) in the Maintenance of Vaname Shrimp (Litopenaeus vannamei) to Suppress Population of Vibrio sp. Green Colony. Jurnal Sains Teknologi Akuakultur, 3(1) : 33-41. This research was conducted in July-August 2018 at PT. SyAqua Indonesia Serang, Banten. It used Completely Randomized Design (CRD) with three replicates and three treatments which were bilimbi juice in 20 ppm (T1), 30 ppm (T2) and without bilimbi or control (CT). The monitoring of Vibrio sp., defined as total Vibrio sp., total   yellow colony, total green colony, the ratio of total green colony, survival rate of shrimp and water quality. The result showed that bilimbi juice was able to suppress the population of Vibrio sp. in the maintenance media and shrimp body. At the end of the maintenance period (d7-d9), total population of green colony in treatment were lower than control with the ratio of the green colony was 0%. In contrast, bilimbi juice with concentration 20 ppm and 30 ppm had no significant effect (P>0,1). The best survival rate was given by T2 about 16% and based on regression y = 0.3589x+5.0279 the optimal dose to protect shrimp from Vibrio sp. by using bilimbi juice is about 264,62 ppm.
Efektivitas Pemberian Pakan Alami Artemia Specific Pathogen free (SPF) Vibrio sp. Terhadap Insidensi Vibriosis dan Pertumbuhan Pada Pemeliharaan Post Larva Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Wiyatanto, M Toto; Setyawan, Agus; Putri, Berta
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.446 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui mengetahui efektivitas pemberian Artemia Specific Pathogen Free (SPF) Vibrio sp. terhadap insidensi vibriosis  dan pertumbuhan pada  post larva udang vaname (Litopenaeus vannamei).  Rancangan penelitian yang digunakan adalah dua perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (Pemberian pakan udang vaname  PL stadia 1-10 dengan Artemia non SPF Vibrio sp.) dan B (Pemberian pakan udang vaname  PL stadia 1-10 dengan Artemia SPF Vibrio sp.). Parameter yang diamati meliputi Total Vibrio Count (TVC) pada PL udang vaname dan kualitas air pemeliharaan, pertumbuhan panjang PL udang vaname, kelangsungan hidup PL udang vaname, pH, suhu, salinitas dan oksigen terlarut (DO). Data parameter TVC, pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup udang vaname diuji menggunakan uji T dengan taraf signifikan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami Artemia SPF Vibrio sp. memberikan pengaruh terhadap efektifitas nilai insidensi vibriosis pada Post Larva udang vaname sebesar 0,30%, pertumbuhan mutlak sebesar 4,44 mm, pertumbuhan harian sebesar 0,5 mm dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 74,4%.
Kematian Ikan Kerapu Hibrida Cantik (Kerapu Macan >< Kerapu Batik) dan Cantang (Kerapu Macan >< Kerapu Kertang) di Keramba Jaring Apung di Teluk Kaping, Buleleng-Bali Akibat Infeksi Ektoparasit Mahardika, Ketut; Mastuti, Indah; Sutarmat, Tatam
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.87 KB)

Abstract

Several constraints in aquaculture are seasonal dependent especially for parasitic disease. Natural condition of aquatic environment are affecting pathogen and fish along season. This study observed parasitic infection causing mass mortality of hybrid grouper juveniles thruoghout the year. This study was conducted in floating net cage at Kaping Bay North Bali in 2016. The juveniles were stocked in May, July and August. Parasitic infection were observed in Juli-August. Two ectoparasite were found, they are gill worms (Pseudorhabdosynochus sp.) and sea leeches (Zeylanicobdella arugamensis). They caused appetite decreasing, swimming on the surface, dark body color, thiny body andt decreased the population about 44.9% - 47,53%. Gill worm infected the fish at the initial with intensity of 54-187 individu/gill, While sea leeches infected the fish later in August with intensity about 40-50 individu/fish. The record of water quality showed that temperature and salinity were increased in July. This conditions were coincide with seasonal change in 2016. This result suggested that seasonal change was unfavourable conditions for fish health moreover for stocking time. 
Analisis Kesesuaian Perairan Untuk Budidaya Ikan Jelawat Leptobarbus hoevenii (Bleeker, 1851) Di Danau Way Jepara, Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur Riyoma, Arico; Diantari, Rara; Damai, Abdullah Aman
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.876 KB)

Abstract

Danau Way Jepara merupakan danau alam yang memiliki luas sekitar 200 ha, dengan kedalaman saat ini mencapai ± 26 m dan diameter danau 1,9 km. Danau ini memiliki potensi untuk dikembangkannya kegiatan budidaya perikanan, namun pemanfaatannya saat ini masih belum optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2019 dengan menggunakan metode skoring dan matching untuk mengkaji tingkat kesesuaian perairan yang meliputi parameter fisika dan kimia untuk budidaya ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) yang kemudian dilanjutkan dengan menghitung daya dukung dari Danau Way Jepara. Pada penelitian ini digunakan 3 titik stasiun berbeda yang ditentukan berdasarkan Global Positioning System (GPS). Kisaran nilai parameter kualiatas air yang diperoleh ialah kedalaman: 2,7-17,5 m, kecerahan: 120-135 cm, suhu: 29-30 ºC, pH: 7,1-8,4, oksigen terlarut: 3,4-5,8 mg/l, arus: 0,018-0,147 m/dt dan ammonia: 0,008 – 0,015 mg/l. Tingkat kesesuaian perairan Danau Way Jepara yang diperoleh pada stasiun ke 1, 2 dan 3 adalah cukup sesuai (S2) dengan faktor pembatas adalah parameter DO dan arus. Daya dukung dari Danau Way Jepara untuk budidaya ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) adalah 804 unit KJA dengan padat tebar keseluruhan ialah 160.800 ekor.
Pengaruh Tingkat Pemberian Pakan Buatan Terhadap Performa Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) Sonavel, Novando Putra; C. U, Deny Sapto; Diantari, Rara
Jurnal Masyarakat Akuakultur Indonesia Vol 3, No 1 (2019): In Press
Publisher : Masyarakat Akuakultur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.213 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan feeding rate dan feeding frequency yang terbaik untuk pertumbuhan ikan jelawat (Leptobarbus hoeveni). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan  hewan uji berukuran 5-7 cm dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri atas 2 faktor, 6 perlakuan dengan 3 kali pengulangan yaitu faktor Feeding Rate (FR) perlakuan A (3%), B (5%), C (7%),  dan faktor Feeding Frequency (FF) a (2kali), b (3kali). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang, Rasio Konservasi Pakan (FCR), Retensi protein, kelangsungan hidup ikan jelawat serta data kualitas air sebagai penunjang. Hasil dari penelitian ini menunjukan pada faktor Feeding Rate (FR) perlakuan A (3%), B (5%), dan C (7%) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, retensi protein, dan kelangsungan hidup tetapi Feeding Rate (FR) berpengaruh nyata terhadap FCR  dengan nilai terbaik pada perlakuan A (3%) 1,72 dan pada faktor  Feeding Frequency (FF) perlakuan a (2 kali) dan b (3 kali) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, FCR, dan kelangsungan hidup tetapi Feeding Frequency (FF) perlakuan (2 kali) berpengaruh nyata terhadap retensi protein dengan nilai terbaik sebesar 15,65%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6