cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur (ALUR)
ISSN : 26151472     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Arsitektur (ALUR) UNIKA Santo Thomas Sumatera Utara berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi kajian di bidang Teknik khususnya Teknik Arsitektur seperti biidang ilmu perancangan arsitektur dan bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya , serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
KONSEP PERMUKIMAN KEMBALI PADA KAWASAN KUMUH SUNGAI BANGER, PROBOLINGGO Nareswarananindya, Nareswarananindya; Ramadhani, Annisa Nur
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v6i2.2121

Abstract

The Banger River has been converted into a high-density slum dwelling. Most of the slum dwellings are permanent buildings located above the river and around the river border, resulting in experiencing a significant decline in the quality of its facilities and infrastructure. The condition of buildings and infrastructure supporting slums in the Banger river area is analyzed with seven slum parameters according to the Ministry of Public Works Regulation No. 2 of 2016 Article 4 paragraph 2. The typology based on the geographical location categorized the Banger River area as slum dwellings on the edge of water bodies. The formulation of the problem that will be discussed in this study is to identify the physical and non-physical problems that affect the function of the Banger River area. The purpose of this study is to develop a pattern of slum settlements renewal that can optimize the potential and answer the problems that exist in the area. The research method chosen was descriptive qualitative with literature studies and field surveys. The results showed that the appropriate treatment concept was resettlement so that it could optimize the potential and could answer the problems of the seven slum parameters.
IDENTIFIKASI POTENSI PENGEMBANGAN JALAN YOS SUDARSO SEBAGAI KORIDOR KOMERSIAL DI KOTA GOMBONG DENGAN PENDEKATAN KARAKTERISTIK RUANG FISIK Nusabakti, Prayogi
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v6i2.2307

Abstract

Jalan Yos Sudarso merupakan jalan kelas arteri primer yang terletak di Kota Gombong. Jalan ini menghubungkan antar pusat kegiatan nasional di selatan Pulau Jawa. Letak jalan ini membelah sebuah kawasan wilayah Gombong dan menjadi koridor Jalan penting untuk kawasan tersebut. Hal ini berdampak kepada aktivitas komersial pada koridor jalan tersebut. Akibatnya, keadaan fisik ruang koridor jalan didominasi oleh deretan bangunan yang memiliki fungsi dan tujuan komersial seperti perdagangan. Beberapa berupa pertokoan, warung, restoran, kios, pasar, perkantoran dan lain-lain. Hal tersebut menjadikan koridor Jalan Yos Sudarso memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sebuah koridor komersial. Namun hal yang belum diketahui adalah bagaimana potensi koridor Jalan Yos Sudarso sebagai koridor komersial dari segi fisik ruangnya. Oleh karena itu diperlukan identifikasi terhadap ruang fisik pada koridor tersebut. Identifikasi ruang fisik koridor membutuhkan beberapa aspek yang mempengaruhi kondisi ruang koridor. Pada umumnya sebuah koridor komersial tersusun dari sebuah ruang dengan bentuk memanjang dan diapit oleh deretan bangunan pada kedua sisinya. Kedua deretan bangunan tersebut umumnya memiliki tata guna lahan sebagai pusat-pusat perdagangan. Karakteristik bangunan pun pada umumnya dapat diidentifikasi dengan mudah melalui tampilan bangunan itu sendiri. Sedangkan sifat keruangan dari koridor komersial pada umumnya memiliki keintiman yang kuat misalnya, tidak ada pembatas antara ruang gerak jalan dengan ruang-ruang statis di tepi koridor sehingga memudahkan interaksi antar pengguna koridor dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut merupakan ciri khas dari sebuah koridor komersial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasikan potensi pengembangan koridor Jalan Yos Sudarso sebagai koridor komersial di Kota Gombong. Variable-variabel penelitian digunakan untuk menemukan potensi koridor Jalan Yos Sudarso sehingga pada kesimpulanya dapat diketahui seperti apakah koridor Jalan Yos Sudarso jika akan dikembangkan sebagai koridor komersial.
PENILAIAN PLACEMAKING DI RUANG TERBUKA PUBLIK KAWASAN JAM GADANG Hardi, Resty Aprila; Pramitasari, Diananta
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v6i2.2585

Abstract

Jam Gadang is a landmark of Bukittinggi City so it becomes a tourist destination. The concentration of visitors in Jam Gadang Plaza makes Jam Gadang very crowded, especially during the holiday. Moreover, it impacts the activities of visitors, which cannot be accommodated at the same time by the public open space of Jam Gadang. Although there are 2 other public open spaces near Jam Gadang Plaza, which are Bung Hatta Monument Park and Pahlawan Tak Dikenal Monument Park, the two public open spaces cannot have a role in receiving some of Jam Gadang Plaza's visitors. This research was conducted to find out how the quality of public spaces in the Jam Gadang area according to the placemaking assessment. The research method used place-centered mapping, questionnaires dissemination, and interviews. The results of the placemaking assessment showed that Jam Gadang Plaza has a "Good" score from respondents for every variable. Furthermore, the placemaking assessment in Pahlawan Tak Dikenal Monument Park and Bung Hatta Monument Park has a "Deficient" score in the comfort & image aspect, as well as the uses & activity aspect.
ARCHITECTONIC REGIONALISME DALAM ARSITEKTUR OSING Dharmatanna, Stephanus Wirawan
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v6i2.2605

Abstract

Architectonic regionalism is an approach that seeks to incorporate regional identity into contemporary architecture. This study focuses on the application of architectonic regionalism in Osing architecture, a traditional architecture style found in the Banyuwangi region of East Java, Indonesia. Using a qualitative research method with a descriptive approach, the study analyzes three case studies of modern buildings - Hotel Sahid Osing, Blimbingsari Airport, and Polytechnic Banyuwangi Hall - that showcase reinterpretation, modification, and innovation of local architectural elements. The study finds that the architectonic regionalism approach in Osing architecture prioritizes the use of traditional materials such as wood from local mangrove forests, and construction techniques that are adapted from local practices. The topography of the site is also considered in the design process, with the buildings being responsive to the natural landscape. Moreover, local cultural values and symbolism are incorporated into the architecture, reflecting the unique identity of the Osing community. The findings of this research highlight the importance of preserving and promoting regional architectural traditions in the context of modern architecture. The reinterpretation, modification, and innovation of local architectural elements in contemporary buildings can contribute to the sustainability and cultural preservation of the region. Furthermore, the architectonic regionalism approach in Osing architecture serves as a case study for understanding how regional identity can be manifested in modern architectural design, and its implications for sustainable development and cultural heritage preservation.
CREATING PLACES OF IDENTITY AND SOCIAL INTERACTION: EXAMINING THE RELATIONSHIP BETWEEN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT AND PLACE MAKING Nursanty, Eko
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v6i2.3064

Abstract

This qualitative literature study explores the synergistic relationship between Transit-Oriented Development (TOD) and Place Making in shaping urban environments that nurture strong identities and vibrant social interactions. Drawing from a wide range of literature sources, including journals, books, reports, and policy documents, the study conducts a thematic analysis of the existing body of research concerning the TOD-Place Making nexus. The findings emphasize that TOD has substantial potential for cultivating places with distinct identities and fostering social interactions within urban areas. Place Making emerges as a pivotal strategy for designing spaces that promote local identities, community engagement, and high-quality public realms. The study concludes that the integration of TOD and Place Making can metamorphose transportation hubs into lively centers of social life and community activities. However, challenges such as regulatory hurdles, stakeholder coordination, and long-term sustainability require attention. This research advances our comprehension of crafting and managing sustainable urban environments, offering insights for planning guidelines and policies. Particularly relevant to Indonesian cities, embracing TOD and Place Making principles can create inclusive, livable settings that amplify local identities and community cohesion, guiding urban planning and policy decisions for the sustainable evolution of Indonesian cities.
SEGREGASI PADA ELEMEN-ELEMEN PERKOTAAN ANTARA PERUMAHAN-PERUMAHAN FORMAL DAN KAMPUNG PONDOK JENGKOL, TANGERANG Wibowo, Vivian Dea; Khamdevi, Muhammar
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.3989

Abstract

Segregation between formal housing and existing villages can be found in new town areas in Indonesia, such as the differences in planning and design in BSD and Gading Serpong new towns and the surrounding village areas in Tangerang, Banten. This phenomenon is evident in places like Pondok Jengkol Village. The contrasting planning and design between BSD City and Gading Serpong and Kampung Pondok Jengkol result in minimal regional continuity and lack of harmony between the areas. This research aims to identify segregation on urban elements in existing village and new town development areas. The study employs descriptive qualitative research methods by analyzing existing data through case studies. The results indicate spatial segregation on land use element and physical segregation on building mass form, circulation and parking, open space, pedestrian areas, activity support, signage, and preservation elements between village and formal settlements.
RELASI HIBRIDITAS DAN DUALITAS DALAM TRANSFORMASI BENTENG VREDEBURG DI YOGYAKARTA Nadhifah, Arina Khansa'
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4459

Abstract

Vredeburg Fort in Yogyakarta has undergone numerous transformations in both function and meaning over time. Originally serving as a symbol of colonial power in the form of a defensive outpost, it has now shifted into a museum that reflects the struggle for independence. This paper aims to discuss and explain the transformation of Vredeburg Fort based on the theories of hybridity and duality, as well as to explain the relationship between these two theories. The method used in this analysis is a case study, based on literature and visual documentation, which is then compared historically. The results of this analysis reflect a proportional interaction between hybridity and duality in the social, political, and cultural contexts, based on the transformation of space and time, which can be further understood as the true national identity of Indonesia.
INTERPRETASI LEBENSWELT  SENIMAN SUNARYO OLEH MASYARAKAT DALAM WOT BATU Prabarani, Irene Roselynda; Perbawanti P., Nooraini Dewayani; Widiastuti, Indah
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4677

Abstract

Wot Batu merupakan karya seni instalasi dalam skala ruang yang diciptakan oleh Sunaryo pada tahun 2015 di Ciburial, Bandung. Konsep Lebenswelt (dunia kehidupan), sebagaimana dikemukakan oleh Edmund Husserl, hadir dalam karya ini melalui fenomena lingkungan sekitar, intuisi, emosi, serta pengalaman dan ingatan pribadi Sunaryo. Lebenswelt tersebut diwujudkan dalam suasana, bentuk, tekstur batu, dan tapak Wot Batu, yang merefleksikan pandangan pribadi dan spiritualitas Sunaryo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis untuk memahami bagaimana makna Lebenswelt dalam Wot Batu diterima oleh masyarakat. Data dikumpulkan melalui kajian literatur untuk memahami latar belakang Sunaryo serta observasi langsung terhadap elemen fisik Wot Batu. Wawancara mendalam dilakukan dengan staf dan pengunjung guna menggali perspektif mereka. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengalaman spiritual Sunaryo dalam Wot Batu dapat terbaca oleh orang lain, meskipun dengan tingkat pemahaman yang berbeda.
ELEMEN FASAD, KARAKTER VISUAL, DAN ORNAMEN ARSITEKTUR TIONGHOA; STUDI KASUS RUMAH ABU THE GOAN TJING Soegiarto, Rayden
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4678

Abstract

Keluarga The merupakan salah satu keluarga terkemuka yang berasal dari Kota Surabaya, mereka memiliki kehidupan yang sukses dengan perdagangan opium, hasil bumi, dan produksi gula pada masa itu pada abad ke 18. Rumah abu keluarga The Goan Tjing dipilih menjadi objek penelitian, karena memiliki bentuk arsitektur khusus/unik pada atap dengan ornamen kura-kura, ornamen patung qilin, serta tiang naga. Ornamen serta warna pada Rumah Abu The ini juga elemen pembentuk karakter visual bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan percampuran budaya dalam elemen arsitektur pembentuk karakter visual pada rumah abu The Goan Tjiang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian mengidentifikasikan terdapat 2 poin krusial yang perlu diperhatikan dan berpengaruh terhadap pembentukan arsitektur Rumah Abu The, yaitu fasad, karakteristik visual , serta ornamen.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA DI LASEM STUDI KASUS: KLENTENG CU AN KIONG Mandaka, Mutiawati; Wonoseputro, Christine; Sarasvati, Ratri Septina
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4744

Abstract

Kelenteng Cu An Kiong di Lasem merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis dan arsitektural tinggi. Sebagai salah satu kelenteng tertua di Indonesia, bangunan ini mencerminkan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa, yang terlihat dari ornamen khas, ukiran kayu yang indah, serta struktur bangunan yang masih mempertahankan gaya tradisional. Namun, seiring berjalannya waktu, kelenteng ini mengalami berbagai bentuk kerusakan akibat faktor usia, cuaca, kelembaban, serta kurangnya perawatan yang memadai. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berpotensi mengurangi nilai estetika bangunan, tetapi juga dapat membahayakan keberlanjutannya sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada Kelenteng Cu An Kiong serta menyusun rekomendasi perbaikan berdasarkan tingkat keparahan kerusakan yang ditemukan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, meliputi survei lapangan, dokumentasi bagian bangunan yang mengalami kerusakan, wawancara dengan pengelola kelenteng, serta studi literatur terkait konservasi bangunan bersejarah. Analisis terhadap kondisi bangunan dilakukan untuk memahami faktor penyebab kerusakan serta menentukan langkah-langkah konservasi yang tepat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, sehingga kelestarian Kelenteng Cu An Kiong sebagai salah satu peninggalan budaya yang berharga dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.