cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Arsitektur (ALUR)
ISSN : 26151472     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Arsitektur (ALUR) UNIKA Santo Thomas Sumatera Utara berisi artikel-artikel ilmiah yang meliputi kajian di bidang Teknik khususnya Teknik Arsitektur seperti biidang ilmu perancangan arsitektur dan bidang ilmu lain yang sangat erat kaitannya seperti perencanaan kota dan daerah, desain interior, perancangan lansekap, dan sebagainya , serta penelitian-penelitian lain yang terkait dengan bidang-bidang tersebut.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
OVERVIEW OF HIGH RISE DEVELOPMENT IN SURABAYA CITY IN SEVERAL PERIODS OF YEARS Kartowidjojo, Ribka Irena; Dharmatanna, Stephanus Wirawan
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4775

Abstract

Surabaya as a metropolitan city, in this era is facing high business activities, economy, education, entertainment and residential needs. The presence of high rise supported by construction technology such as materials or structures, is a solution and opportunity for architecture to answer problems in urban areas by creating buildings that are comfortable and safe for residents and the environment. Starting with the establishment of Wisma BII in 1992 as the first high rise milestone, Surabaya continues to experience rapid development in high rise development. In this research there are 83 high rise buildings in Surabaya that will be analyzed by comparing the main parameters such as function, form, and material. It was found that most of the high rises developed into a mixed use with a setback form and the main structural material is concrete. The analysis was conducted using data from journals and the Council on Tall Building and Urban Habitat (CTBUH) and produced relevant findings. This research is expected to be useful for architects and urban developers in supporting sustainable development in Surabaya.
INTERPRETASI RELASI FUNGSI-BENTUK-MAKNA PADA MASJID SULAIMANIYAH PANTAI CERMIN SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA Syaputra, Nauval arif
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v8i1.4832

Abstract

Penelitian ini membahas Masjid Sulaimaniyah Pantai Cermin sebagai objek studi, dengan tujuan menginterpretasi relasi antara Fungsi, Bentuk, dan Makna (FBM) bangunan masjid sebagai representasi budaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-interpretatif dalam kerangka paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui observasi langsung dengan pendekatan close-reading terhadap bangunan sebagai artefak budaya, wawancara dengan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), serta referensi pustaka terkait. Analisis dilakukan dalam dua tahap, yaitu 1) identifikasi elemen arsitektural berdasarkan kategori FBM, dan 2) interpretasi yang mengaitkan hasil identifikasi dengan hasil wawancara dan referensi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi FBM pada Masjid Sulaimaniyah bersifat hidup dan dinamis, mencerminkan representasi budaya yang terus berkembang. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat kegiatan sosial-budaya, khususnya bagi komunitas Muslim di Pantai Cermin. Sebagai artefak budaya, Masjid Sulaimaniyah Pantai Cermin hadir sebagai bagian penting dari warisan arsitektur Melayu-Serdang.
PENATAAN SANITASI KANDANG BERKELANJUTAN DI BANTARAN KALI LABAT KELURAHAN NAIKOLAN KOTA KUPANG Lapenangga, Apridus Kefas
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 4 No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v4i2.1101

Abstract

Kegiatan beternak babi dibantaran kali Labat berdampak bagi lingkungan dan kehidupan sosial disekitarnya. Masalah berupa limbah kotoran ternak babi yang menyebabkan bau, sumber polusi udara, tempat berkerumun lalat dan air kali yang tercemar. Sistem pengolahan limbah dengan penataan sanitasi berkelanjutan merupakan solusi yang dapat mengatasi berbagai masalah yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali kompleksitas masalah yang ditimbulkan oleh kegiatan beternak di bantaran kali serta mencari solusi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan metode framework perencanaan dari identifikasi masalah, analisis dan membuat konsep sanitasi berkelanjutan. Identifikasi masalah dilakukan melalui observasi langsung pada lokasi penelitian, wawancara serta melakukan studi literatur. Hasil yang diperoleh adalah bahwa kegiatan beternak di bantaran kali juga berdampak terhadap lingkungan maupun sosial. Penerapan sistem sanitasi berkelanjutan pada peternakan babi di bantaran kali Labat menunjukan integrasi antara pemanfaatan lahan yang sempit sebagai area beternak, pengolahan limbah dan tata hijau.
SOLUSI PENANGANAN PENCEMARAN AIR SUNGAI AKIBAT SISTEM SANITASI YANG BURUK DI KAMPUNG ANYAR, BULELENG,BALI I Wayan, Selva Paryanta; Tamiarta, Kori; Pradnyaningrum, Siskha
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.2732

Abstract

Kampung Anyar merupakan salah satu dari 8 permukiman yang ditetapkan sebagai permukiman kumuh di kabupaten Buleleng menurut surat keputusan bupati Nomor 050/74/HK/2016. Tergolongnya sebagai permukiman kumuh dikarenakan karakteristik dan permasalahan-permasalahan permukiman kumuh ada pada Kampung Anyar ini, baik secara fisik maupun non fisik. Lokasi yang berdekatan dengan pantai/laut menyebabkan posisi air tanah menjadi lebih tinggi, sekitar 2 meter dari permukaan tanah sehingga warga kesulitan dalam membuat saluran pembuangan tinja dan tidak memungkinkan untuk penggalian septik tank. Maka warga di kampung anyar menggunakan toilet umum yang posisinya berada di atas sungai dan tinja/kotoran manusia akan langsung dibuang ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan sungai. Maka dari itu, tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk memberikan solusi dari permasalahan sanitasi (septic tank) tersebut dan sistem pembuangan yang lebih ramah lingkungan. Metoda penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara dan studi literatur, serta metoda analisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan septic tank biofilter, dimana posisinya tidak perlu terlalu dalam sehingga masih aman dari air tanah dan untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan, karena menggunakan metode pengolahan aerob / anaerob dengan sistem filtrasi, yang memungkinkan tinja diolah dan diurai di dalam tabung septic tank biofil tanpa memerlukan rembesan seperti septic tank konvensional biasa, sehingga air tanah maupun air sungai tidak tercemar.
Efek Perubahan Cuaca Terhadap Grafik Kenyamanan Termal Kamar Kos Nagata, Krisna Wijaya
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3329

Abstract

Weather changes are currently unpredictable due to increasing global warming, this will affect thermal comfort in buildings. In this case, the boarding room is used as a place of rest as well as activities should have comfort so the need for experimental quantitative research to discuss how the effect of weather changes on thermal comfort in the boarding room and how if associated with thermal comfort standards according to SNI and Ministry of Health. On the other hand, this research is expected to be able to provide references for further researchers and add reading material for peer groups. From the results of this study revealed that the weather greatly affects the thermal comfort in the building, from four days showed anomalous changes in air temperature and relative humidity in the building. The combination of air temperature and relative humidity in the boarding room is not one in the thermal comfort standards of SNI and the Ministry of Health because of the anomalies that occur as well as factors such as wall materials that absorb heat and the lack of ceiling height causes heat trapped in the boarding room.
KAJIAN HUBUNGAN RUANG DAN POLA SIRKULASI PADA MUSEUM BANK INDONESIA JAKARTA Rinaldo, Deydra Aradea
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3373

Abstract

Abstract Jakarta is a city in Indonesia that boasts historical buildings, including museums. A museum is a permanent institution that exhibits cultural heritage and its environment for the purpose of study, education, and pleasure. The aim of this research is to determine the circulation pattern and spatial relationships within the museum building. The study employs a descriptive qualitative method. Research on the study of space relationships and circulation patterns in the Jakarta Bank Indonesia Museum building reveals that each room on each floor has a unique type of space relationship. The first floor features adjacent spaces, spaces connected by shared spaces, and indoor spaces. Meanwhile, the second floor only has adjacent spaces and spaces connected by shared spaces. The first floor has two types of circulation patterns: linear and centralized. The second floor only has a linear circulation pattern. Keywords: Museum, Indonesia Abstrak Jakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki bangunan bersejarah, salah satunya museum. Museum adalah suatu lembaga yang bersifat tetap, yang memamerkan warisan budaya dan lingkungannya untuk tujuan pengkajian, pendidikan, dan kesenangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sirkulasi dan hubungan ruang pada bangunan museum. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang telah dilakukan mengenai kajian hubungan ruang dan pola sirkulasi pada bangunan Museum Bank Indonesia Jakarta setiap ruangan yang terdapat di dalam bangunan tersebut memiliki jenis hubungan ruang yang berbeda di setiap lantainya. Di lantai satu, terdapat beberapa jenis hubungan ruang seperti ruang yang berdekatan, ruang yang dihubungkan oleh ruang bersama, serta ruang dalam ruang. Pada lantai dua hanya terdapat ruang yang berdekatan dan ruang yang dihubungkan oleh ruang bersama. Untuk pola sirkulasi di lantai satu terdapat pola sirkulasi linear dan juga pola sirkulasi terpusat. Di lantai dua hanya terdapat pola sirkulasi linier. Kata-kunci : Museum, Indonesia
TIPOLOGI TATA RUANG DALAM RUMAH ADAT DESA NUALAIN BELU Solissa, Arfie; Kaat , Yosua Yusuf; Hakeng , Louis SPP
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3466

Abstract

Abstrak: Nualaian adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Lamaknen selatan kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nualain, yang kini menjadi situs budaya Belu, sejak dahulu dihuni 32 suku yang berasal dari tiga rumah suku atau dalam bahasa Bunak disebut Gamal, dimulai dari rumah suku raja yang disebut Gamal Mone Sogo, rumah suku wakil raja atau Gamal Mone Walu dan rumah suku panglima perang yang disebut Gamal Suba. Setiap Gamal menggambarkan kasta dan ciri khas dari setiap suku yang sudah ada di desa adat Nualain. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mendalam mengenai tipologi tata ruang dalam rumah adat desa Nualain. Metode yang digunakan dalam penelitian Tipologi Tata Ruang dalam Rumah Adat Desa Nualain ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi yaitu pendekatan yang melihat dan merekam fenomena yang terjadi di lokasi penelitian. Hasil penelitian terdapat 2 pola ruang yaitu pembagian pola ruang secara horizontal dan vertikal.
Pendekatan Arsitek Franky Parulian Simanjuntak pada Pengembangan Simarjarunjung Hound Sky Nasution, Aulia Muflih; Andrian, Frenky
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3511

Abstract

Lake Toba is one of the five North Sumatra destinations considered to be Indonesian Super Priority Destinations. Information obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Simalungun Regency indicates that the number of visitors to Lake Toba tourism spots within Simalungun Regency increased by 55% in 2023. Most of these visitors come from the Parapat and Bukit Indah Simarjarunjung regions. As a result of the numerous national and international events held on Lake Toba, such as the International Formula 1 Powerboat Championship event (F1 Powerboat), the number of accommodations will increase to 83 in 2022. As a consequence of this, the Simalungun region of Lake Toba generally has a high number of accommodations that are in high demand. To accommodate tourists, the Toba Caldera region calls for establishing resorts and other tourist accommodations. Qualitative research methodologies are utilised in this research method. To ensure that the design that is implemented incorporates the Neo-Vernacular architecture of the Simalungun Batak culture, the development of Simarjarunjung Hound Sky in the Toba Caldera region can be accomplished through the approach of architect Franky Parulian Simanjuntak. This can be accomplished by incorporating elements of local culture into the design and utilising Neo-Vernacular architecture.
ANALISIS PERAN FIGUR MANUSIA PADA VISUALITAS DENAH, TAMPAK DAN POTONGAN ARSITEKTURAL Wiranata, Alfonsus Grandy
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3564

Abstract

Denah, tampak dan potongan merupakan tiga jenis gambar teknik yang digunakan untuk merepresentasikan rancangan arsitektur. Ketiga gambar tersebut memiliki kompleksitas yang cukup rumit dalam penyajiannya. Hal ini dikarenakan rancangan arsitektur yang pada dasarnya berwujud 3 dimensi harus diproyeksikan kedalam bentuk 2 dimensi. gambar denah, tampak dan potongan arsitektur disajikan mengikuti standar tertentu agar visualitas yang dihasilkan dapat membuat pembaca memahami dan merasakan seluk beluk rancangan. figur manusia merupakan salah satu elemen grafis yang tidak diatur dalam standar penyajian gambar rancangan arsitektur. Sehingga pada akhirnya visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur tidak disertai figur manusia. Selain itu juga adanya anggapan bahwa figur manusia hanya merupakan elemen grafis pelengkap yang hanya bersifat dekoratif. Penelitian ini menyelidiki fungsi keberadaan figur manusia pada gambar serta dampaknya pada visualitas gambar dan pembaca dengan tujuan memberikan kita pemahaman tentang bagaimana peran figur manusia pada visualitas gambar denah, tampak dan potongan arsitektur. Penelitian ini melalui tahapan studi literatur tentang gambar rancangan arsitektur, tahap pengumpulan data menggunakan sampel gambar denah, tampak dan potongan arsitektur dan tahap pengolahan data menggunakan cara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa figur manusia memiliki berbagai fungsi yang berdampak pada visualitas gambar dan pembaca gambar sehingga ditemukan beberapa peran.
Ciri Visual Bentuk Arsitektur Masjid Lama Gang Bengkok dalam Akulturasi Budaya Naibaho, Polin DR; Yulianto, Yulianto; Pakpahan, Raimundus
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i1.3704

Abstract

Medan City has a variety of ethnicities and cultures that cannot be separated from its past (history). The city of Medan, which is now known as "miniature of Indonesia", has diverse ethnic groups such as Malay, Javanese, Chinese, Tamil, Arab and European descendants. The Old Gang Bengkok Mosque is a mosque located in the city of Medan, precisely in Kesawan Village, West Medan District. This mosque was built by a merchant from China, Tjong A Fie, so that the characteristics of Chinese identity have strong characteristics in the ornaments as an implementation of an internal cultural mix, namely Malay culture and Chinese culture, in the mosque building. The result of this research is to search for data information regarding the visual characteristics of the architectural forms in this mosque so that later this collective visual data can enrich knowledge regarding the internal combination of different cultures but can be harmonious in one visual unity. The research methodology in this study uses descriptive qualitative. Kota Medan memiliki ragam etnis, budaya yang tidak dapat dilepaskan dari masa lalunya (sejarahnya). Kota Medan yang dikenal sekarang sebagai “miniatur Indonesia” memiliki suku bangsa yang beragam seperti Melayu, Jawa, Tionghoa, Tamil, Arab, dan keturunan Eropa. Masjid Lama Gang Bengkok adalah masjid yang terletak di kota Medan, tepatnya di Kelurahann Kesawan, Kecamatan Medan Barat. Masjid ini dibangun oleh saudagar yang berasal dari China, Tjong A Fie, sehingga ciri khas identitas Tionghoa memiliki karakteristik yang kuat dalam ornamen sebagai penerapan perpaduan intern budaya yaitu budaya Melayu dan budaya Tionghoa pada bangunan Masjid tersebut. Hasil penelitian ini adalah untuk mencari informasi data mengenai ciri visual bentuk arsitektural yang ada pada masjid ini sehingga nantinya kolektif data visual ini dapat memperkaya keilmuan mengenai perpaduan intern budaya yang berbeda tetapi dapat harmonis dalam satu kesatuan visual. Metodologi penelitian pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif.