cover
Contact Name
Nurcahyo Widyodaru Saputro
Contact Email
nurcahyo.widyo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wagionohs4@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agrotek Indonesia
ISSN : 24778494     EISSN : 25802747     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Indonesia Adalah jurnal ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang mennyampaikan hasil-hasil penelitian dan informasi ilmiah di bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Koro Pedang (Canavalia Ensiformis L. (DC)) Akibat Takaran Jenis Pupuk Organik dan Pengapuran Di Lahan Marginal Terdegradasi. Rommy Andhika Laksono
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.964 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan takaran jenis pupuk organik dan pengapuran yang memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi tanaman koro pedang (Canavalia Ensiformis L. (DC) ) di lahan marginal terdegradasi. Percobaan dilaksanakan di Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang. Tempat percobaan berada pada ketinggian 27 meter di atas permukaan laut dengan jenis tanah ultisol. Percobaan dilaksanakan selama 5 bulan mulai dari bulan Februari sampai bulan Juli 2010.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal, yang terdiri dari 9 perlakuan dalam 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari : A (Kontrol); B (kompos jerami padi 5 t ha-1); C (kompos jerami padi 7,5 t ha-1); D (kompos jerami padi 10 t ha-1); E (kapur pertanian 1 t ha-1); F (kapur pertanian 2 t ha-1); G (pupuk kandang domba 5 t ha-1); H (pupuk kandang domba 7,5 t ha-1); I (pupuk kandang domba 10 t ha-1).Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang domba dengan takaran 10 t ha-1 memberikan hasil tertinggi terhadap semua komponen pertumbuhan dan hasil tanaman koro pedang di lahan marginal terdegradasi dengan hasil maksimal 8,04 t ha-1 Kata Kunci : jenis pupuk organik, lahan marginal terdegradasi, koro pedang.
Peningkatan Kualitas Mangga Gedong Gincu Melalui Culture Endospermic Elia Azizah
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.21 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i1.254

Abstract

 Mangga (Mangifera indica L.) varietas Gedong gincu merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati dengan permintaan ekspor yang tinggi. Warna yang merah dengan aroma yang khas dan rasa yang keasam-asaman adalah daya tarik utama konsumen memilih mangga jenis ini. Kendala yang saat ini terjadi mangga gedong gincu memiliki biji yang besar dan daging buah yang tipis. Upaya untuk memperbaiki karakter tersebut yaitu dengan kultur endospermic. Endospermik merupakan bagian dari biji yang tripoid. Pengembangan tanaman mangga melalui kultur endosperm diharapkan dapat menghasilkan tanaman triploid (2n=3x) yang memiliki buah dengan ukuran biji lebih kecil atau tidak berbiji dan daging buah yang tebal. Tantangan yang dihadapi dalam kultur endopermik ini adalah keberhasilan regenerasi embrio mangga menjadi plantlet. Oleh karena itu, evaluasi teknik in vitro yang dapat meregenerasikan plantlet dengan frekuensi keberhasilan yang lebih tinggi perlu terus dilakukan. Kata Kunci : Mangga Gedong Gincu, Kultur Endospermik, In Vitro, Tripoid 
Pengaruh Kascing dan Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tribulus terrestris Samanhudi Samanhudi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.752 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.711

Abstract

Tribulus terrestris is one of the medicinal plants consumed in Indonesia that contain a variety of components.Saponins in Tribulus is an active component that can eliminate sexual dysfunction, improve erection function, protectthe myocardium against ischemia/reperfusion injury and hypertension, and coronary heart disease. Various benefitscontained in the Tribulus resulted in the tremendous opportunity to develop Tribulus in Indonesia. The reality inIndonesia is still very few farmers who develop Tribulus as the mainstay in planting, so that the yield and productionof these plant are needed to meet market demand in Indonesia. It has prompted the need for proper cultivation and inaccordance with the use of vermicompost fertilizer and mycorrhiza. This research aims to determine the effect of adose of vermicompost and mycorrhiza on growth and yield of Tribulus. This research was conducted at theexperimental farm of Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret in the village of Sukosari, Jumantono,Karanganyar. The research was conducted for three months, in June until August 2016. The design used in thisresearch is a Completely Randomized Block Design (CRBD) arranged as factorial, consists of two factors oftreatment with three experimental blocks. The first treatment factors that dose of vermicompost fertilizer consists offour levels: 0, 10, 20, 30 tonha-1. The second treatment factor is the dose of mycorrhiza consists of three levels: 0, 50,100 sporesplant-1. The data were analyzed by F test or analysis of variants (Anova) continued with Duncan MultipleRange Test (DMRT) level of 5%. Mycorrhiza treatment dose of 100 sporesplant-1 gave the highest yield on the weightof the wet stover (844.63 g), time of the flowers appear (7 DAP), the number of branches (8 branchesplant-1), sum offruit (627 fruits), and seed number (3,135 seeds). Mycorrhiza treatment dose of 50 sporesplant-1 gives the highest yieldon plant height (167.8 cm). Meanwhile, vermicompost fertilizer treatment dose of 20 tonha-1 gives the best results onroot volume (38.31 cm3).Keywords: medicinal plant, mycorrhiza, Tribulus terrestris, vermicompost.
Isolasi Minyak Atsiri Daun Sirih Merah (Piper cf. fragile. Benth) Marsah Rahmawati Utami
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.785 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.719

Abstract

Piper cf. fragile (sirih merah) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung minyak atsiri dan telahdigunakan sebagai bahan obat secara tradisional di Indonesia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi,memfraksionasi dan mengidentifikasi komponen-komponen yang terkandung dalam minyak atsiri sirih merah.Penelitian dilakukan pada tahun 2011 di Institut Pertanian bogor. Penelitian ini dilakukan empat tahap, yaitupengumpulan bahan, isolasi minyak atsiri daun sirih merah dengan destilasi air, fraksinasi minyak atsiri dengankromatografi kolom dan analisis komponen dengan GC-MS.Hasil penelitian menunjukan bahwa isolasi minyak atsiriyang diperoleh sebanyak 0,24 % (v/b). Minyak atsiridifraksinasi dengan kromatografi kolom (heksana-kloroformmetanolsebagai fasa gerak)menghasilkan 4 fraksi. Hasil analisis GC-MS dari ekstrak teridentifikasi mengandungkomponen utama : Alpha tuhyena, sabinena, beta mirsen, alpha terpinena beta felandrena, gamma terpinena, alphaterpirolena, linalool, 4-terpineol, trans kariofilena, germakrena D, alpha kopaena. Komponen utama fraksi 1 adalahsabinena (38,27%) dan beta mircena (22,94%) , pada fraksi 2 mengandung komponen utama linalool (20,36%)dan 4-terpineol (31,67%). Dari hasilnyadapat disimpulkan bahwa minyak atsiri sirih merah mengandungkomponen utamamonoterpene (seperti sabinen, mircen,Alpha tuhyen, Alpha terpinen, Gamma terpinen) dan sesquiterpen (seperti transcariofillen and germacrenD)Kata kunci: isolasi, fraksinasi, destilasi air, Piper cf. fragile, minyak atsiri.
Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Hormon GA3 Terhadap Vigor Dan Viabilitas Benih Jati Di Persemaian Andri Kurniawan
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.389 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara lama perendaman dan konsentrasihormon GA3yang berpengaruh terhadap vigor dan viabilitas benih Jati (Tectona grandis L.f.) di persemaian, sertamencari lamanyawaktu perendaman dankonsentrasi hormon GA3 yang terbaik terhadap vigor dan viabilitas benihjatidipersemaian. Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, yang terdiri atas dua faktoryaitu lamanya perendaman dan konsentrasi hormon GA3. Faktor pertama adalah lamanya perendaman (W), terdiriatas empat taraf : w1 = Perendaman 6 jam dalam GA3 , w2 = Perendaman 12 jam dalam GA3, w3 = Perendaman 18jam dalam GA3 dan w4 = Perendaman 24 jam dalam GA3. Faktor kedua adalah Konsentrasi hormon GA3 (A), terdiridari empat taraf :a1 = konsentrasi hormon GA3 250 ppm, a2 = konsentrasi hormon GA3 500 ppm , a3 = konsentrasihormon GA3 750 ppm, a4= konsentrasi hormon GA3 1000 ppm. Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi antaralamanya perendaman dan konsentrasi hormon GA3terhadapdayakecambahbenihdankecepatantumbuhbenih.Lamanyaperendaman 18 jam dankonsentrasihormon GA3sebesar 750 ppmmemberikanpengaruhterbaikpadadayakecambahbenih dan kecepatan tumbuh benih.Kata Kunci : Benih, kualitas, hormon Giberalin (GA3), viabilitas, vigor.
Pertumbuhan dan Hasil Jagung Hibrida pada Pola Tanam Tumpangsari dengan Kedelai di Arjasari Kabupaten Bandung Yuyun Yuwariah; Aep Wawan Irwan; Muhammad Syafi'i; Dedi Ruswandi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.899 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1169

Abstract

Jagung dan kedelai merupakan tanaman pangan terpenting setelah padi di Indonesia. Konsumsi jagung dankedelai akan terus mengalami peningkatan setiap tahun dikarenakan pertambahan jumlah penduduk. Salah satu upayauntuk meningkatkan produksi tanaman dapat dilakukan dengan cara tumpangsari. Sistem tumpangsari merupakansistem pertanaman dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman secara serentak pada lahan yang sama dalam waktusatu tahun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui genotip jagung hibrida yang terbaik ditumpangsarikan dengankedelai. Percobaan dilaksanakan dari bulan Maret 2016 sampai bulan Agustus 2016 di Arjasari, Kabupaten Bandungdengan ketinggian tempat mencapai 960 m di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian iniadalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 20 perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali, denganperlakuan 18 genotip dan 2 genotip cek, terdiri dari F1B X 4.8.8, F1E X 1.1.3, F1D X 3.1.4, F1F X G203, F1A X 4.8.8,,F1E X 3.1.4, F1H X G-673, F1I X G203, F1B X 1.1.3, F1E X 3.1.4, F1C X G203-1, F1G X 16.5.15, F1D X 16.5.15,F1H X 1.1.3, F1A X 16.5.15, F1I X G673, F1G X 673, F1C X 4.8.8, Maros 1 x 2 dan Maros 11 x 12 yang masingmasingditumpangsarikan dengan tanaman kedelai. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem tanam tumpangsarijagung dan kedelai dapat memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagunggenotip F1F x 3.1.4, Maros 1 x 2, dan Maros 11 x 12. Perlakuan jagung hibrida genotip F1B x 1.1.3, F1B x 4.8.8, F1Cx 4.8.8, F1I x G203-1, Maros 1 x 2 dan Maros 11 x 12 yang ditumpangsarikan dengan kedelai memberikan pengaruhterbaik terhadap bobot biji pipilan kering per petak sebesar 2,60 – 3,30 kg/m2 setara dengan 5,77 – 7,34 ton/ha.Kata kunci : Jagung Hibrida, Kedelai, Tumpangsari
Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Kedelai (Phaseolus radiatus L.) Pada Tepung Campuran Bonggol Pisang Batu (Musa bracycarph) Dan Tepung Jagung Terhadap Beberapa Karakteristik Cookies Hari Hariadi; Tensiska Tensiska; Debby M Sumanti
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.255 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1175

Abstract

Tepung bonggol pisang batu merupakan komoditas lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan cookies, sebagai pengsubtitusi tepung terigu.Tepung bonggol pisang batu memiliki rasa yang sepat sehingga diperlukan bahan tambahan lain untuk menguranginya dengan menambahkan tepung jagung dengan perbandingan 50 : 50. Penambahan tepung kacang kedelai merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kadar protein cookies dari tepung bonggol pisang batu dan tepung jagung yang belum sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan jumlah tepung kacang kedelai yang ditambahkan pada tepung campuran bonggol pisang batu dan jagung sehingga dihasilkan cookies yang memiliki kadar protein sesuai SNI dan karakteristik yang disukai oleh panelis. Metode penelitian yaitu dengan metode deskriptif dengan 4 perlakuan. Perlakuan terdiri dari penambahan tepung kacang kedelai 15%b/b, 20%b/b, 25%b/b, 30%b/b. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang kedelai 30% memberikan karakteristik cookies terbaik yaitu : kadar air 3,15% , kadar abu 3,76%, kadar protein 8,63%, kadar lemak 45,65%, kadar serat 10,27%, dan kesukaan terhadap warna, rasa, aroma, kerenyahan dan penampakan keseluruhan yang disukai panelis.Kata kunci : Tepung bonggol pisang batu, tepung jagung, tepung kacang kedelai, cookies
Pemanfaatan PCO Plus dengan N-P-K Untuk Perbaikan Sifat Kimia Inceptisols Bekas Galian Batu Bata pada Pertanaman Cabai Merah Besar Emma Trinurani Sofyan; Stefina Liana Sari
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.197 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1181

Abstract

Inceptisols merupakan salah satu jenis tanah dengan sebaran yang cukup luas di Indonesia. Pemanfaatanya untuk pertanian pun masih luas, salah satunya Inceptisols di Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. Namun eksploitasi tanah secara terus-menerus dalam jumlah yang sangat besar melalui penggalian untuk pembuatan batu bata merah terjadi di wilayah ini dan mengakibatkan menipisnya lapisan tanah karena hilangnya top soil (lapisan atas) dengan kedalaman 2 – 4 meter. Sehingga tanah kehilangan kesuburanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan PCO plus bersama N-P-K terhadap beberapa sifat kimia tanah Inceptisols bekas galian batu bata merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2017 sampai dengan Mei 2017 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Rancangan yang digunakan adalah RAK sederhana dengan 10 perlakuan tanah terdegradasi bekas galian batu bata dan 1 perlakuan tanah normal yang diulang 3 kali dengan susunan perlakuan sebagai berikut; A = Kontrol (tanah terdegradasi, tanpa pupuk), B = 0% PCO + 1 NPK, C = 0.25% PCO + 1 NPK, D = 0.50% PCO + 1 NPK, E = 0.75% PCO + 1 NPK, F = 1.00% PCO + 1 NPK, G = 0.5% PCO + 3/4 NPK, H = 0.5% PCO + 1/2 NPK, I = 0.5% PCO + 1/4 NPK, J = 0.5 PCO + 0 NPK, dan K = 1 NPK tanah normal. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan PCO plus bersama dosis N-P-K yang lebih tinggi (konsentrasi 0.5%, 0.75%, dan 1.00% bersama N-P-K standar) berpengaruh terhadap peningkatan C-organik, KTK dan KB tanah serta penyerapan N, P dan K oleh tanaman pada tanah terdegradasi bekas galian batu bata merah, akan tetapi peningkatan tersebut belum mampu mengembalikan sifat kimia tanah (C-organik, KTK dan KB tanah) serta penyerapan N, P dan K seperti pada tanah normal.Kata kunci : pupuk cair organik, pupuk N-P-K, sifat kimia tanah
Konsorsium Pupuk Hayati Dan Amelioran Organik Terhadap Nitrogen Tanah Serta Pertumbuhan Padi (Oryza sativa L.) Pada Tanah Inceptisols Adinda Putri Amanda; Betty Natalie Fitriatin; Emma Trinurani Sofyan
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.763 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1373

Abstract

Biofertilizer and organic ameliorant can be used alternative material to increase sustainable soil fertility  and yield for agricultur. This study aimed to investigate the effect of application biofertilizer consortium and organic ameliorant on chemical and biological character of soil and yield of rice in Inceptisols. The experiment was conducted in experimental field of Agriculture Faculty Universitas Padjadjaran from June until October 2017. Experimental design used a randomized block design of single faktor with twelve treatments and three replications. The treatments consist of control, solid biofertilizer, liquid biofertilizer, combination solid biofertilizer with organic amelioran (straw compost, charcoal husk and cow manure), liquid biofertilizer with organic amelioran, and organic amelioran independen. The result showed that biofertilizer consortium and organic ameliorant has significant effect on N soil and growth of rice. Solid biofertilizer and straw compost was the best treatment increase N soil.In general, biofertilizer consortium and organic ameliorant gave a significant influence for soil chemical and growth of rice. Key words: Biofertilizer, organic ameliorant, N soil and growth of rice.
Aplikasi Amelioran Organik Terhadap Populasi Rhizobacteriadan Status Kecukupan Hara (N,P,K) Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Inceptisols Juli Enita Sinaga; Emma Trinurani Sofyan; Tualar Simarmata
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.19 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1379

Abstract

Amelioran organik memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan tanaman. percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi amelioran organik dan pupuk N,P,K terhadap populasi Rhizobacteria dan status kecukupan hara tanaman jagung. Penelitian dilakukan dari Oktober 2017 sampai Januari 2018 di Lahan Percobaan Departemen Ilmu Tanah, Universitas Padjadjaran. Percobaan menggunakan metodeRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah populasi total bakteri, populasi bakteri pelarut fosfat (BPF), populasi bakteri penambat nitrogen (BPN), dan kadar N,P,K tanaman jagung. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang nyata pada populasi Rhizobacteria dan kadar hara (N,P,K). Populasi tertinggi pada total bakteri, BPF, dan BPN secara berurutan terdapat pada perlakuan ¼ N,P,K + 1 amelioran organik (2,89 x 1010 cfu/g), ¼ N,P,K + 1 amelioran organic (8,02 x 109 cfu/g), dan ½ N,P,K + 1 amelioran organik (2,32 x 107 cfu/g).Perlakuan ½ N,P,K + 1 amelioran organik memberikan hasil tertinggi padakadar hara (N,P,K). Status hara tanaman dapat digolongkan menjadi sedang (N), sangat tinggi (P), dan rendah (K). Kata Kunci : amelioran organik, rhizobakteria, NPK, status hara, inceptisols

Page 4 of 15 | Total Record : 145