cover
Contact Name
Nurcahyo Widyodaru Saputro
Contact Email
nurcahyo.widyo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
wagionohs4@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agrotek Indonesia
ISSN : 24778494     EISSN : 25802747     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrotek Indonesia Adalah jurnal ilmiah Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang yang mennyampaikan hasil-hasil penelitian dan informasi ilmiah di bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun Apel (Cucumis Sp.) dengan Penggunaan Mulsa Plastik dan Mulsa Alami miftakhul bakhrir rozaq khamid; Fawzy Muhammad Bayfurqon
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.17 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1564

Abstract

Timun apel (Cucumis Sp.) merupakan komoditas hortikultura semusim yang mempunyai nilai ekonomi dan prospek yang menjanjikan. Tanaman ini memiliki syarat tumbuh yang cocok untuk dibudidayakan di wilayah pesisir pantai yang selama ini kurang diminati petani sebagai tempat budidaya tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis mulsa yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman timun apel. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Perlakuan tersebut terdiri atas kontrol tanpa mulsa (M1), mulsa plastik hitam perak (M2), mulsa alami berupa jerami padi (M3), dan mulsa alami berupa sekam padi (M4) dengan masing-masing perlakuan akan diulang sebanyak enam kali sehingga akan terdapat 24 unit percobaan.Data hasil pengamatan diolah dan dianalisis dengan sidik ragam pada taraf kesalahan 5% dan apabila pengaruh perlakuan nyata, maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan jenis mulsa memberikan pengaruh yang nyata terhadap seluruh peubah yang diamati. Perlakuan Mulsa Plastik Hitam Perak (M2) merupakan perlakuan terbaik karena memberikan hasil panjang tanaman dan luas daun tertinggi, jumlah daun dan cabang terbanyak, diameter buah dan tebal daging terbesar, serta bobot buah tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lain.Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Timun Apel (Cucumis Sp.) dengan Penggunaan Mulsa Plastik dan Mulsa Alami
Uji Laju Pertumbuhan Miselia Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Lokasi Purwasari Terhadap Jenis Media Biakan Murni Dan Umur Panen Yang Berbeda Ani Lestari; Nurcahyo Widyodaru Saputro; Rakim Adiansyah
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.37 KB) | DOI: 10.33661/jai.v4i1.1775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan laju pertumbuhan miselia jamur merang tertinggi terhadap jenis media biakan murni dan umur panen jamur merang lokasi Purwasari Kabupaaten Karawang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2017 sampai dengan Januari 2018, dengan menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 10 pelakuan dan 3 kali ulangan dengan taraf : A = Potato Dextrose Agarose (PDA) + umur panen hari ke 1, B = PDA+ umur panen hari ke 3, C = PDA + umur panen hari ke 5, D = PDA + umur panen hari ke 7, E = PDA + umur panen hari ke 10, F = air cucian beras merah + umur panen hari ke 1, G = air cucian beras merah + umur panen hari ke 3, H = air cucian beras merah + umur panen hari ke 5, I = air cucian beras merah + umur panen hari ke 7, J = air cucian beras merah + umur panen hari ke 10. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh nyata laju pertumbuhan miselia jamur merang pada jenis media biakan murni dan umur panen yang berbeda. Jenis media Potato Dextrose Agarose (PDA) panen umur hari ke 1 berpengaruh nyata pada diameter miselia jamur merang dan jenis media air cucian beras merah umur panen hari ke 7 memberikan pengaruh nyata pada laju pertumbuhan miselia arah koloni radial.Kata kunci: Jamur merang, biakan murni, Purwasari, umur panen
Stabilitas Hasil Galur Harapan Kedelai Hitam Di Lokasi Jawa Barat Berdasarkan Metode Eberhart-Russel dan Metode AMMI Biplot Elia Azizah
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.582 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i1.251

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai pola pengaruh interaksi G x E, mendapatkan genotipe-genotipe berdaya hasil tinggi dan stabil di lingkungan berbeda, serta mengetahui metode analisis stabilitas yang lebih efektif dalam menjelaskan pengaruh G x E dan stabilitas genotipe yang ditanam pada lingkungan bervariasi. Percobaan lapang dilaksanakan di tiga lokasi berbeda yaitu Cirebon, Majalengka dan Karawang secara serentak pada bulan Agustus-Desember 2010. Pada seluruh lokasi, set percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan 13 galur harapan kedelai hitam dan 2 varietas kedelai hitam pembanding sebagai perlakuan, dan diulang sebanyak tiga kali. Karakter utama yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah biji per tanaman, jumlah buku produktif, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman (g), bobot seratus butir (g), bobot biji per plot (kg), bobot biji per hektare (ton), indeks panen (%), umur berbunga dan umur panen. Data dianalisis dengan analisis varian gabungan, analisis model Eberhart-Russell, analisis model AMMI (additive main effect and multiplicative interaction) dan analisis Procrustes. Pembandingan rata- rata mengikuti prosedur uji gugus Scott-Knott dan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh genotipe berbeda pada lingkungan yang berbeda. Terutama bagi tinggi tanaman, jumlah buku produktif, jumlah biji per tanaman, dan bobot 100 butir. Hasil uji stabilitas dengan model Eberhart-Russell menunjukkan bahwa untuk karakter bobot 100 butir genotipe stabil adalah genotipe G1, bobot brangkasan adalah genotipe G11, bobot biji per plot adalah genotipe G8, bobot biji per hektare adalah genotipe G8, dan Ratio Panen adalah genotipe G8. Sedangkan pada model AMMI genotipe yang stabil untuk karakter bobot 100 butir adalah genotipe G4, sedangkan lokasi yang cenderung lebih sedikit kontribusinya terhadap interaksi pada karakter bobot 100 butir adalah lokasi Cirebon dan Karawang. Bobot brangkasan genotipe stabil adalah genotipe G8, sedangkan lokasi yang baik dengan perbedaan genotipe yang konsisten pada karakter bobot brangkasan adalah lokasi Majalengka. Bobot biji per plot genotipe stabil adalah genotipe G9, dan lokasi Cirebon merupakan lokasi yang cenderung memberi kontribusi sedikit terhadap interaksi pada karakter bobot biji per plot. Pada Ratio Panen genotipe stabil adalah genotipe G6, sedangkan lokasi Karawang adalah lokasi yang cenderung memperlihatkan konsistensi variasi genotipe pada Ratio Panen. Sedangkan, metode/model AMMI  memberikan hasil yang lebih handal dalam mengurai interaksi antara genotipe dengan lingkungan, terutama pada kemampuan mengurai ragam interaksi, hubungan pendekatan model, dan kemampuan dalam menduga nilai respons. Kata kunci: Kedelai hitam, galur harapan, stabilitas hasil. 
Isolasi, Karakterisasi, dan Produksi Inokulan Jamur Merang (Volvariella volvaceae bull. Ex. Fr) sing dari Beberapa Lokasi Budidaya di Karawang Ani Lestari
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.292 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.722

Abstract

Karawang have been some of area become center of edible mashroom production, the problem in the production of mushroom is the farmers can’t to preparation of mushroom inoculant. The aim of this research is to get the best inoculant of edible mushroom whom use for spawn from Karawang. This research conducted by explorative design used four kind of edible mushroom source; Cilamaya, Purwasari, Lamaran and Pacing. Edible mushroom isolation doing by dilution methode until 10-7 by Saraswati (2008). Constanted purity of isolat from macro and microskopist analize in PDA media by place count. The last phase in this reaserchis to get the best spawn of edible mushroom based on direction radial growht rate and interaction betweet all kind of edible mushroom. The best kind of edible musroom inoculated to grain carrier. The result showed that the best radial direction growth rate is edible mushroom from Cilamaya (64,17 mm) compre with Lamaran (61,18 mm), Purwasari (57,82) and the lower is Pacing (43,31). The same result in colony area as long as interaction growth test, edible mushroom from Cilamaya give the best performance compare with the other. Edible mushroom from Cilamaya is the best based on growt rate colony radial test and interaction in PDA media with other all of kind.Keywords: Edible mushroom, isolation, characterization, Karawang
Respon Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Genotip Padi (Oryza sativa L.) Pada Berbagai Sistem Tanam Darso Sugiono; Nurcahyo Widyodaru Saputro
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.182 KB) | DOI: 10.33661/jai.v1i2.341

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh varietas dan sistim tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Selain itu, untuk memperoleh varietas padi yang menghasilkan hasil gabah kering giling tertinggi pada setiap sistim tanam yang diuji. Penelitian dilaksanakan di Desa Bengle Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang Jawa Barat pada musim hujan, mulai bulan Mei 2014 sampai dengan bulan Agustus 2014. Metode penelitian yang digunakan dalam percobaan ini yaitu metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Petak terpisah (strip plot design) dengan faktor pertama adalah sistem tanam terdiri dari : sistem tanam konvensional, sitem tanam (PTT) dan sistem tanam  SRI,  sedangkan faktor kedua adalah genotip padi terdiri dari genotip padi Ciherang, genotip padi Cilamaya Muncul, genotip padi Sri Putih dan genotip padi Manohara, kombinasi  perlakuan sebanyak 12 yang diulang 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Sistem tanam Konvensional berpengaruh nyata terhadap jumlah malai per rumpun, sistem tanam SRI pengaruh nyata terhadap jumlah gabah isi per malai, gabah hampa per malai dan hasil gabah kering giling tertinggi. Pada genotip Manohara memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah malai per rumpun, selain itu genotip Manohara memperlihatkan persentase gabah isi per malai tertinggi dan bobot 1000 butir gabah isi tertinggi.  Hasil gabah kering giling tertinggi masih dicapai oleh  genotip yang telah dilepas yaitu Cilamaya Muncul (3,80 ton/ha). Kata Kunci: Genotip Padi, Sistem Tanam Padi, Pertumbuhan dan Hasil
Karakteristik Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis Dilahan Marginal Dengan Dosis Pemupukan N yang Berbeda Vera Subardja
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.094 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.712

Abstract

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman yang sangat respon terhadap pemupukan N. Kekurangankandungan N dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan menurunkan hasil tanaman jagung. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan tanaman jagung manis dengan dosis pemupukan N yangberbeda di lahan tadah hujan. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Tegal Waru, Karawang pada musim kemaraubulan Mei sampai September 2015. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri darisepuluh perlakuan yaitu A1 = 100% dosis rekomendasi N, A2 = 75% dosis rekomendasi N + 1 ton ha-1 kompos, A3 =75% dosis rekomendasi N + 1.5 ton ha-1 kompos, A4 = 75% dosisi rekomendasi N + 2 ton ha-1 kompos, A5 = 100%dosis rekomendasi N + 1 ton ha-1 kompos, A6 = 100% dosis rekoendasi N + 1.5 ton ha-1kompos, A7 = 100% dosisrekoendasi N + 2 ton ha-1kompos, A8 = 125% dosis rekomendasi N + 1 ton ha-1 kompos, A9 = 125% dosis rekoendasiN + 1.5 ton ha-1 kompos dan A10 = 125% dosis rekomendasi N + 2 ton ha-1 kompos. Hasil penelitian menunjukanbahwa perbedaan kombinasi dosis pemupukan N nyata berpengaruh terhadap karakteristik pertumbuhan pada umur42 hst dan 56 hst dan komponen produksitanaman jagung manis. Penggunaan 125% dosis rekomendasi N + 1.5 tonha-1 kompos memberikan hasil bobot tongkol dengan kelobot paling tinggi yaitu 8.27 kg petak-1.Keywords : pupuk N, kompos, tanah marginal, jagung manis.
Efektivitas Penggunaan Pupuk Kandang dan Pupuk Organik Cair Dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max L.) Varietas Anjasmoro di Tanah Salin Muharam Muharam
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.931 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i1.720

Abstract

Percobaan ini dilaksanakan di Dusun Perahu Bosok, Desa Muara Baru Kecamatan Cilamaya Wetan daribulan Mei sampai dengan bulan September tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksiantara pupuk organik kandang sapi (Pukan Sapi) dan pupuk organik cair POC yang memberikan pengaruh tertinggiterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang kedelai (Glycine max) varietas anjasmoro pada tanah salin. Metodepenelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok ( RAK) faktorial. Faktorpertama adalah Pukan sapi ( A ) terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua adalah POC (C) terdiri 4 taraf. Tarafperlakuan pukan sapi terdiri dari a0 = 0 ton/ha Pukan Sapi, a1 = 10 ton/ha Pukan Sapi, a2 = 20 ton/ha Pukan Sapi.Taraf POC terdiri dari c0 = 0 lt/ha POC, c2 = 10 lt/ha POC, c3 = 20 lt/ha POC, dan c4 = 30 lt/ha POC. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian dosis pupuk kandang sapi dengan POC terhadapjumlah polong hampa per tanaman, tetapi tidak terjadi interaksi terhadap varibel respon lainnya. Pukan sapi secaramandiri berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Anjasmoro pada tanah Salin,kecuali jumlah polong hampa per tanaman. Hasil tertinggi rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman pada 63 hst yaitu80,41 cm, jumlah daun tripoliat 63 hst yaitu 16,28 helai, dan jumlah bintil akar efektif per tanaman yaitu 15,33 buah ,hasil biji kering per petak tertinggi yaitu 408,42 gram/petak ( 1,02 ton/ha) secara mandiri dicapai oleh perlakuanpemberian pukan sapi 20 ton/ha berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.Kata kunci: pupuk kandang, poc, kedelai, tanah salin
Pengaruh Jenis Amelioran Dalam Berbagai Taraf Pemberian Dosis Cd Terhadap Tanah Dan Tanaman Oviyanti Mulyani; Emma Trinurani Sofyan; Anne Nurbaity
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.33 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1163

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang dihasilkan dari efek negatif sistem budidaya pertanian.Aplikasi pemupukan dan penggunaan pestisida berlebih dapat menyumbangkan kandungan Cd yang tinggi sehinggadapat menurunkan produktivitas tanah dan mutu hasil pertanian. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpengaruh macam amelioran dalam pemberian berbagai taraf dosis Cd terhadap C Organik, Cd total tanah, serapanCd serta hasil tanaman selada (Lactuca sativa L) pada Andisols asal Lembang. Rancangan yang dilakukan dalampenelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua puluh perlakuan dan dua kali ulangan, sehinggaseluruhnya berjumlah empat puluh perlakuan. Faktor pertama yaitu macam amelioran yang terdiri dari tanpaamelioran (kontrol), kompos serasah daun jagung, arang sekam, zeolit dan dolomit. Sedangkan faktor kedua yaituberbagai taraf dosis Cd, yang terdiri dari larutan Cd 0 ppm, larutan Cd 1 ppm, larutan Cd 2 ppm dan larutan Cd 3ppm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara macam amelioran dan taraf dosis Cdterhadap semua parameter akan tetapi memberikan pengaruh secara mandiri untuk Cd total, serapan Cd dan hasiltanaman selada. Pada perlakuan amelioran dolomit, dapat memberikan rata-rata hasil tanaman selada tertinggi yaitu41,58 gr.Kata Kunci : Amelioran, keberlanjutan, pencemaran tanah
Efektivitas Bakteri Entomopatogen Dari Tanah Sawah Asal Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Terhadap Intensitas Serangan, Mortalitas Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura) Pada Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae L.) Miftakhul Bakhrir Rozaq Khamid; Siti Latifatus Siriyah
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.731 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i1.1170

Abstract

Serangan hama merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi pada pembudidayaan tanaman kubisbunga (brassica olareceae L). Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu hama utama yang menyerangpertanaman kubis bunga. Penanganan secara luas yang dilakukan oleh petani pada umumnya adalah menggunakaninsektisida kimia yang pada akhirnya dapat menyebabkan dampak negatif seperti resurgensi, resistensi, dan biotipepada hama sasaran. Beberapa bakteri entomopatogen misalnya Bacillus thuringiensis dapat diisolasi dari tanah danberpotensi untuk dimanfaatkan sebagai agen hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakterientomopatogen yang diisolasi dari tanah sawah asal kecamatan Cilebar, Karawang serta daya bunuhnya terhadaphama ulat grayak (Spodoptera litura) pada tanaman kubis bunga. Perlakuan perbedaan isolat yang telah diisolasi padasampel tanah yang berasal dari kecamatan cilebar tidak berpengaruh terhadap parameter intensitas seranganserangga uji Spodoptera litura Namun intensitas serangan pada perlakuan isolat 5 saat pengamatan akhir (33 HST)menghasilkan tingkat intensitas serangan larva serangga uji yang terendah. Perlakuan perbedaan isolat berpengaruhnyata terhadap persentase mortalitas serangga uji pada waktu pengamatan 24, 27, dan 33 HST. Persentase mortalitaslarva serangga Spodoptera litura tertinggi pada waktu pengamatan tersebut dihasilkan oleh perlakuan isolat bakteri 5,sedangkan perlakuan tanpa isolat bakteri (kontrol) memberikan tingkat persentase mortalitas terendah untuk seluruhwaktu pengamatan Hal ini menunjukkan bahwa isolat bakteri memiliki potensi kemampuan patogenitas terhadap larvaSpodoptera litura instar 3 yang merupakan stadia yang mempunyai kemampuan merusak paling tinggi terhadaptanaman budidaya.Kata kunci: Bakteri, Entomopatogen, Padi, Spodoptera, Ulat Grayak.
Pengaruh Sistem Tumpangsari Antara Galur Jagung ( Zea mays L.) Dan Cabai (Capsicum annum L.) Dan Terhadap Hasilnya Muhammad Syafi'i; Lilis Aisyah; Briljan Sudjana; Dedi Ruswandi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.761 KB) | DOI: 10.33661/jai.v2i2.1174

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan penting. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk kebutuhan jagung terus meningkat. Untuk meningkatkan produksi jagung salah satu caranya dengan diversifikasi lahan dalam bentuk sistim tanam tumpangsari antara tanaman jagung dengan cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh galur jagung (Zea mays L.) dan cabai (Capsicum annuum L.) pada sistem tumpangsari yang paling baik terhadap hasil. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Sanggar Penelitian Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Unit Arjasari Universitas Padjajaran Desa Arjasari Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung Selatan, Provinsi Jawa Barat bulan Maret sampai Juli 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 20 perlakuan dan 2 ulangan. Perlakuan terdiri dari tumpangsari : DR 18 + Cabai (kontrol), DR 11+ Cabai, DR 12+Cabai, DR 13+Cabai, DR 14+Cabai, DR 15+Cabai, DR 16+Cabai, DR 17+Cabai, DR 19+Cabai,DR 20+Cabai, BR 152+Cabai, BR 153+Cabai, BR 154+Cabai, BR 157+Cabai, BR 159+Cabai, MDR 1.1.12+Cabai, MDR 1.1.3+Cabai, MDR 1.2.3+Cabai, MDR 1.6.3+Cabai, G-203-1+Cabai. Data hasil penelitian menggunakan analisis ragam berdasarkan uji F taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata, analisis dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan genotipe DR 15+cabai memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Berdasarkan tinggi tanaman genotipe DR 15+Cabai (187,5 cm), bobot tongkol per plot genotipe DR 15+Cabai (3,65 kg/plot).Kata kunci : galur, jagung, tumpangsari, cabai

Page 5 of 15 | Total Record : 145