cover
Contact Name
Supardi
Contact Email
maspard28@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@aaykpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
ISSN : 14108224     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Wahana merupakan Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi yang diterbitkan oleh Akademi Akuntansi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara sebagai media untuk mengkaji berbagai fenomena atau permasalahan maupun hasil penelitian yang berhubungan dengan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi dalam arti luas. Jurnal WAHANA terbit setahun 2 kali, setiap bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MACD PADA PERDAGANGAN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA: SEBUAH SIMULASI Adi Prabhata
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.472 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v12i2.33

Abstract

Tulisan ini membahas tentang sebuah ujicoba berdagang saham di mana keputusan membeli dan menjual saham sepenuhnya didasarkan salah satu atas analisis teknikal, yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD). Ujicoba dilakukan menggunakan 5 buah saham selama kurun waktu 24 bulan yaitu dari bulan Agustus 2007 hingga Agustus 2009. Dari uji coba didapatkan hasil bahwa 4 dari 5 saham yang diperdagangkan menggunakan MACD menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan. Hanya satu saham yang mengalami kerugian.Keywords: Analisis Fundamental, Analisis Teknikal, Moving Average Convergence Divergence (MACD)
PENGARUH KONSERVATISME AKUNTANSI PADA ASIMETRI INFORMASI Sri Ruwanti; Zaki Baridwan
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.5 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v14i1.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konservatisma akuntansi pada asimetri informasi. Penarikan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling menghasilkan sampel sebanyak 85 perusahaan, dari tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2009. Data diperoleh dari berbagai sumber yaitu website Bursa Efek Indonesia, Pusat Data Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM dan dari OSIRIS. Data diuji menggunakan regresi linier. Penelitian ini dimotivasi oleh penelitian Lafond dan Watts (2008) yang menemukan hasil bahwa asimetri informasi berhubungan secara positif dengan konservatisma. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh konservatisma akuntansi pada asimetri informasi. Hal ini berarti bahwa tindakan perusahaan untuk bersikap konservatif ataupun tidak, tidak mempengaruhi perilaku investor atas investasinya. Selain itu juga, kemungkinan disebabkan karena investor mempertimbangkan variabel-variabel lain atas tindakan investasinya.Kata kunci: Konservatisma akuntansi, Asimetri informasi
PENGARUH JUMLAH SSP, JUMLAH SPT, DAN JUMLAH PKP TERHADAP PENERIMAAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA BANTUL Abi Dwi Pramono; Herman Legowo
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.413 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v14i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguji pengaruh Surat Setoran Pajak (SSP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang disetorkan terhadap penerimaan PPN, (2) menguji pengaruh Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN yang dilaporkan terhadap penerimaan PPN, (3) menguji pengaruh jumlah Pengusaha Kena Pajak (PKP) terdaftar terhadap penerimaan PPN, dan (4) menganalisis manakah di antara ketiga variabel bebas yang telah disebutkan sebelumnya yang memiliki pengaruh terbesar dalam penerimaan PPN. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yang bersifat retrospektif dengan metode cross sectional. Data dianalisis dengan melalui uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, danmultikolonearitas) dan uji hipotesis (analisis regresi linear, uji statistik t, uji statistik F, dan koefisien determinasi). Pada uji asumsi klasik tidak didapatkan adanya abnormalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, maupun multikolonearitas pada data. Pada uji statistik t didapatkan tidak adanya hubungan signifikan antara SSP yang disetorkan terhadap penerimaan PPN namun terdapat hubungan yang signifikan antara SPT masa yang dilaporkan dan jumlah PKP terdaftar dengan penerimaan PPN. Pada uji statistik F didapatkan bahwa SSP, SPT, dan PKP jika secara bersama dapat mempengaruhi penerimaan PPN secara signifikan. Jumlah SSP yang disetor tidak mempengaruhi jumlah penerimaan PPN secara signifikan sementara jumlah SPT masa yang dilaporkan dan jumlah PKP terdaftar secara signifikan mempengaruhi jumlah penerimaan PPN.Kata kunci. SSP, SPT, PKP, dan PPN.
LEARNING ORGANIZATION SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF Titik Nurbiyati
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.151 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v15i1.59

Abstract

Untuk mencapai keunggulan kompetitif peran sumber daya manusia yang kompeten sangat diperlukan untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan, yaitu sumber daya manusia yang berbasis pengetahuan dan memiliki keterampilan-keterampilan. Organisasi pembelajaran(Learning Organization) hadir bersama-sama dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan kualitas pengembangan sumber daya manusia, karena mempercepat proses pembelajaran organisasi dan meningkatkan kemampuannya untuk beradaptasi pada perubahan dan mengantisipasi perubahan pada masa depan. Pengembangan sumber daya manusia berbasis pengetahuan memerlukan proses pembelajaran baik pembelajaran self learning maupun organizational learning. Keunggulan bersaing yang dicapai melalui pengelolaan sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan dapat dijadikan sumber keunggulan kompetitif serta tidak mudah ditiru pesaing.Kata kunci: Keunggulan Kompetitif, Learning Organization, Sumber Daya Manusia
TEORI AKUNTANSI: TELAAH LITERATUR TERHADAP TEORI NORMATIF DAN TEORI POSITIF Krismiaji .; Ani Sri Murwani
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.502 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v16i1.69

Abstract

Tujuan paper ini adalah untuk mengklarifikasi dan memperjelas pengertian teori akuntansi. Motivasi yang memicu dilakukannya kajian literatur ini adalah fakta bahwa terdapat berbagai pendapat dan tulisan tentang teori akuntansi. Sebagian buku menulis tentang teori akuntansi dari sisi kelembagaan, sedangkan buku lain menulis dari sisi pemanfaatan teori akuntansi sebagai dasar untuk menjustifikasi perlakuan akuntansi yang dipilih. Dari kajian teori normatif dan teori positif disimpulkan bahwa teori akuntansi merupakan gabungan dari teori normatif dan teori positif. Teori normatif menggunakan value judgment dan menyediakan berbagai aturan dan standar yang harus diikuti dalam praktik. Teori positif memprediksi dan menjelaskan memprediksi keputusan dan pilihan kebijakan akuntansi yang akan dibuat oleh para manajer, dan menghasilkan temuan-temuan dalam praktik yang akan menjadi umpan balik bagi perumusan standar dan aturan akuntansi yang baru.Kata kunci: teori normatif, teori positif, value judgment.
PENERAPAN SAK ETAP PADA PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN Sumitri .; Natalia Titik Wiyani
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 20, No 1 (2017)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.988 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v20i1.4

Abstract

The financial report is a form of responsibility for the management of the company by themanagement to internal and external parties. The financial statements should be prepared based onthe applicable standards that can be described with the concepts and the same understanding by eachuser. To overcome the difficulties experienced by the perpetrators of the SME business, made specificstandards for entities without public accountability, called SAK ETAP. This study aims to determinethe application of accounting conducted by PD.Tio Jaya Bekasi regency in running the business. PD.Tio Jaya is a business engaged in the production and sale of the brains of fish and fish nuggets. Themethod used in this research is a comparative descriptive. The results based on observations made todetermine the recording made by PD.Tio Jaya during the month of December 2014, shows that thecompany does not make financial reports. This study suggested that PD.Tio Jaya not only did therecording but also prepare financial statements in accordance with GAAP ETAP.Keyword : financial statement, financial accounting standard entity without public accountability(SAK ETAP)
AKUNTANSI FORENSIK: SEBUAH ALTERNATIF PROFESI AKUNTANSI Sururi .
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.834 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i1.9

Abstract

The increasing demand of sound practice in conducting the operation of organization as well as the increasing cases of fraud and intentional misleading of financial information have triggered the emerging and developing forensic auditing. The main objective of the forensic auditing is to proof the conformity of the business operation with the legal requirements as well as to detect, to prevent, and to proof the possible offense to the legal requirement which are committed by management or persons inside the organization. The forensic auditing becomes very important to any business because any form of illegal or unauthorized business process can be very harmful either to the company itself or to the stakeholders, if not in the short run probably will be in the long run. To response the increasing demand of forensic audit, presently has been developed what the so called as a forensic accounting. The main objective of the forensic accounting is to provide the accounting systems and accounting practices which are conform to the legal requirements.Keyword: Forensic Auditing, Forensic Accounting
MEWASPADAI BENTUK DAN MODUS KECURANGAN MELALUI LAPORAN KEUANGAN Sururi .
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.74 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i2.14

Abstract

Financial information which are mainly represented in form of financial statements, are predominant in the decision making process, these are due to the facts that no business and no decisions which are not related to the financial matters. As a consequence the decision makers need reliable financial information to support their decisions otherwise they will commit poor decisions which are harmful to their business and interests. However, in facts very possible that the financial statements fail to present all the important and material facts which are needed by the users, and these matters are happen intentionally due to the existent conflict of interests between the users of the financial statements and the issuer of the financial statements, in this case is management. To overcome these problem the users of financial statements, including independent auditors, must be well informed to the common potentials fraud and misleading financial statements. This paper is aimed to discuss and identify these matters.Keywords: financial statements, independent auditors, potential fraud, misleading financial statements.
PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN TIM LINTAS FUNGSIONAL DALAM ORGANISASI Supardi .
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.149 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i2.19

Abstract

The complexity of modern business and the need for quick responses to changing conditions don’t allow employees to go through channels anymore. But many companies have a hard time combining information, action and interpretation across old structural boundaris, like hierarchical organization. Often, the result is decisions so untimely as to be irrelevant, no matter how technically correct they are. In today’s business environment, companies need the team concept to increase productivity and profitability, enhance quality, beat competition, or achieve the company objective du jour. Cross-functional teams (CFTs) have increased in use within a variety of organizations. While these teams claim to enhance organizational effectiveness, research has seen mixed results. This paper examines the challenges faced by CFTs and why these challenges facilitate the need for the development of a teams climate for trust.Keyword: cross-functional team, hierarchical organization
ASPEK HUKUM PADA PROFESI AKUNTAN PUBLIK Wisnu Wijayanto
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.164 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i1.10

Abstract

The public accountant has become an important part in assuring the financial information transparency either for the shareholders or for other users. Professionals in the field of accountancy have legal responsibility related to the services offered to the society. The determination on how far the auditor has to be responsible for the correctness of financial report has been a relevant thing to the accountant profession and to society. Various possibilities of legal prosecution faced by the auditors are described in this article dealing with the assurance services offered. The legal prosecution is related to both private law and criminal law which have legal effects respectively. From the auditor point of view, the auditor is not necessary to have full legal responsibility on the mistakes in the financial report. The auditor cannot act as the guarantor of the financial report or solvability of the enterprise. The occurrence of deception efforts neatly planned by clients by hiding important information will not easily be exposed, nor will be the mistakes in the assessment of the auditor. However the possibilities of legal prosecution can be prevented if the public accountants carry out their professional services in accordance with the relevant technical and professional standards, and use their skills seriously and carefully in their jobs.Keywords: The public accountant profession, the auditor, Legal responsibility.

Page 4 of 21 | Total Record : 206