cover
Contact Name
Supardi
Contact Email
maspard28@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@aaykpn.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
ISSN : 14108224     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Wahana merupakan Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi yang diterbitkan oleh Akademi Akuntansi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara sebagai media untuk mengkaji berbagai fenomena atau permasalahan maupun hasil penelitian yang berhubungan dengan Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi dalam arti luas. Jurnal WAHANA terbit setahun 2 kali, setiap bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBIJAKAN UTANG PERUSAHAAN (Studi Korelasional pada Perusahaan Manufaktur Go Public di Bursa Efek Jakarta) Sapto Bayu Aji
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.74 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i2.17

Abstract

Dalam rangka menjaga kelangsungan operasional, perusahaan merasa perlu untuk mendapatkan sumber dana dari pihak eksternal. Sumber dana eksternal dapat berupa investasi dari investor atau pinjaman dari lembaga perbankan. Pada saat ini, pinjaman dari pihak perbankan merupakan kemungkinan yang lebih dapat diharapkan. Penelitian ini merupakan suatu kajian empiris terhadap faktor penentu kebijakan utang perusahaan manufaktur. Dalam penelitian ini, terutama akan dilihat pengaruh dari ownership factor terhadap kebijakan utang jangka panjang perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan mendapatkan bahwa ownership factor berpengaruh positif terhadap total utang. Faktor penentu utang perusahaan merupakan suatu hal yang penting untuk perusahaan dalam rangka menjaga kestabilan dan kelangsungan kegiatan perusahaan.Kata Kunci: Sumber Dana Eksternal, Faktor Penentu Utang.
PENGGUNAAN FIBONACCI STUDIES UNTUK MELAKUKAN ANALISIS TEKNIKAL DI PASAR MODAL Adi prabhata
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.685 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v12i1.22

Abstract

Temuan seorang ilmuwan di abad 12 bernama Fibonacci berupa serangkaian urutan angka dapat sedikit menguak misteri alam tentang keindahan dan harmoni. Terbukti bahwa hampir seluruh alam dan ciptaan manusia mempunyai proporsi yang sesuai dengan bilangan Fibonacci sehingga benda-benda tersebut nampak serasi dan indah. Dipercaya bahwa pergerakan yang terjadi di perdagangan surat berharga dan komoditas lain jiga mengikuti prinsip bilangan Fibonacci.Keywords: Analisis Teknikal, Bilangan Fibonacci, Fibonacci Retracements, Fibonacci Fans, Fibonacci Arcs, Fibonacci Time Zones,Trends,Uptrends, Downtrends, Sideways, Support Lines, Resistant Lines.
AKTUALITAS FILSAFAT ILMU SEBAGAI DASAR DAN ARAH PENGEMBANGAN ILMU AKUNTANSI Krismiaji .
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.436 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v12i2.27

Abstract

Perkembangan ilmu termasuk ilmu akuntansi pada dasarnya merupakan hasil implementasi dari filsafat ilmu. Makalah ini memaparkan bagaimana aktualitas filsafat ilmu digunakan sebagai dasar dan arah pengembangan ilmu akuntansi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan output dengan melakukan penelusuran terhadap output dari sebuah proses filsafat yaitu ujud fisik ilmu akuntansi sejak pertama kali digunakan secara formal untuk kemanfaatan manusia hingga perkembangan terkini, dan diakhiri dengan uraian tentang arah pengembangan ilmu akuntansi ke depan dengan basis tiga pilar filsafat ilmu, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ilmu akuntansi secara formal diakui ketika seorang ahli matematika yaitu Luca Pacioli menerbitkan sebuah buku yang dalam salah satu babnya membahas tentang konsep debit dan kredit, yang dalam perkembanganya disebut pembukuan berpasangan. Selanjutnya ilmu akuntansi dimatangkan oleh Littleton melalui tujuh “key ingredients” yang menyebabkan akuntansi berkembang menjadi akuntansi modern seperti sekarang in dan pada akhirnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (landasan aksiologis) yang terus berkembang, ilmu akuntansi mengembangkan diri dengan mengadopsi teknologi informasi yaitu sistem database dengan model entity-relationship. Sistem database mengeliminasi praktik pembukuan berpasangan, namun tidak meniadakan konsep keseimbangan debit dan kredit.Keywords: pembukuan berpasangan, sistem database, ontologi, epistemologi, aksiologi, entityrelationship
TARGETED SELECTION: SEBUAH TEKNIK WAWANCARA Adi prabhata
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.126 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v13i1.37

Abstract

Targeted Selection adalah sebuah teknik interview yang dikembangkan oleh William C. Bayham, Ph.D dan Douglas W. Bray, Ph.D., dan disebarluaskan melalui perusahaannya yang bernama Development Dimensions International, Inc. (DDI) yang berkedudukan di Bridgeville, Pennsylvania, USA. Teknik ini dipercaya dapat menghilangkan berbagai kelemahan yang ada pada interview, terutama tingginya tingkat subyektivitas penilaian. Dengan menggunakan pendekatan perilaku, teknik ini diciptakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang banyak dibuat oleh pewawancara.Katakunci: Interview, Targeted Selection, Behavior, Dimensions, Star.
PERENCANAAN PAJAK UNTUK PENYUSUTAN Ronowati Tjandra
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.917 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v14i2.53

Abstract

Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk menunjukkan bagaimana perencanaan pajak dapat dilakukan melalui biaya penyusutan. Perencanaan pajak adalah upaya minimalisasi beban pajak secara benar, teliti, dan tepat waktu yang dapat dilakukan dengan berbagai cara yang masih berada dalam bingkai peraturan perpajakan. Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah tersusutkan aset selama umur manfaatnya. Besarnya biaya penyusutan ditentukan oleh biaya perolehan, nilai sisa, masa manfaat, metode penyusutan. Dalam perencanaan pajak, penentuan metode penyusutan secara tepat penting dilakukan, terutama untuk perusahaan yang padat modal. Menurut UU Pajak Penghasilan, metode penyusutan yang dapat digunakan untuk melakukan penyusutan terhadap aset tetap bukan bangunan adalah metode garis lurus atau metode saldo menurun. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam tulisan ini, dengan menggunakan metode penyusutan yang tepat, biaya penyusutan dapat digunakan untuk melakukan perencanaan pajak.Kata Kunci: perencanaan pajak, penyusutan, biaya perolehan, nilai sisa, masa manfaat, metode penyusutan.
ANALISIS PENGARUH FUNDAMENTAL PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO SISTEMATIS SAHAM PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN PROPERTI Drs. Slamet Herutono
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.434 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v15i2.63

Abstract

This study investigate the impact of fundamental factors on the systematic risk (beta) stock. The data used in this research are the data of financial statement and stock price, obtain from Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2007-2009. The sample comprised 28 pooled companies from property industry listed on the Bursa Efek Indonsia (BEI) for the period of 2007 - 2009. The result found that current asset to total asset, debt to equity ratio, return on equity, earning pershare, and financial leverage simultaneously have significant effect on beta stock. But only current asset to total asset, return on equity, earning pershare, and financial leverage individually have significant effect on beta stock. Hence, the fundamental factor of company is not the only factor that influenced beta stock in the BEI.Keywords : fundamental factor, beta stock, panel data
DAMPAK PENGGUNAAN FAIR VALUE ACCOUNTING TERHADAP PAJAK PENGHASILAN Slamet Sugiri; Eko Suwardi; Supriyadi .
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 16, No 1 (2013)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.479 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v16i1.68

Abstract

Berbeda dari historical cost accounting yang membubuhkan biaya historis pada pos-pos laporan keuangan, fair value accounting membubuhkan nilai wajar. SAK Umum, sebagai adopsi modifikasian dari IFRS, kini, banyak mewajibkan dan sebagian menawarkan fair value untuk pos-pos tertentu sebagai atribut penting dalam laporan keuangan entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan. Penggunaan fair value ini memengaruhi laba rugi ataupun pendapatan komprehensif lain. Apakah pengaruh tersebut memiliki dampak berikutnya ke pajak penghasilan? Makalah ini ditulis untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dengan menganalis beberapa standar akuntansi keuangan dalam SAK Umum dan peraturan perpajakan, penulis memperoleh jawaban bahwa penggunaan fair value accounting tidak selalu memengaruhi pajak penghasilan. Oleh karena hanya beberapa pos yang dianalisis, maka makalah ini tidak komprehensif. Makalah berikutnya diharapkan untuk memperluas bahasan.Kata kunci: IFRS, PSAK umum, fair value, fair value accounting, pajak penghasilan, pendapatan komprehensif lain.
STUDI TENTANG KESELARASAN LINGKUNGAN BISNIS, STRATEGI MANUFAKTUR, DAN KINERJA OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA Lina Anantan
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.463 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i2.13

Abstract

Expanding global competition, rapidly changing market and technology, increasing complexity and uncertainty are causing manufacturing firm to examine a shift from industrial system driven by efficiency to post industrial system where success depend on quick response to customer demand for customized and high quality product. In the post-industrial environment, high quality and reliability, timely delivery, enhance customer service, rapid new product introduction, flexible system, and efficient capital deployment, are primary source of competition. In order to response this condition, manufacturing organizations must adopt and implement manufacturing strategy if they want to stay competitive. In this manufacturing strategy formulation process, environmental considerations appear to play significant role in the determination of the content of manufacturing strategy. This research was conducted to investigate the relationship amongst environment uncertainty, manufacturing strategy, and firm performance. Data are collected through mailed questionnaire (525 questionnaires) and direct survey to 25 firms. The total questionnaires are sent to 550 CEOs manufacturing firm in Indonesia. A hundred and six responses are returned yielding response rate 19.27%. The study finds relationship between environmental factors such as business cost, labor availability, competitive hostility, and dynamism in the market, and the manufacturing strategy choices encompassed by competitive priorities. But this study did not find significant relationship between manufacturing strategy and operational operation.Keywords: environmental uncertainty, manufacturing strategy, firm performance
BUKTI AUDIT DALAM LINGKUNGAN ELECTRONIC DATA INTERCHANGE (EDI) Wisnu Wijayanto
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.779 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v11i2.18

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan yang signifikan dalam pendekatan pengauditan. Bukti audit sebagai dasar pendukung pendapat auditor mengalami perubahan dari bukti yang berupa kertas menjadi bukti digital (EDI). Keamanan, keabsahan, kekuatan data sebagai bukti, dan keandalan pengendalian atas teknologi informasi menjadi pertimbangan auditor dalam mengevaluasi bukti-bukti audit. Pendekatan deskriptif kualitatif dilakukan untuk mengungkap problematika bukti audit dalam lingkungan sistem yang berbasis teknologi informasi dengan membandingkan antara paperbased audit dan paperless audit. Pengendalian atas teknologi informasi berpengaruh besar terhadap bukti kompeten yang mencukupi untuk mendukung pendapat auditor. Kompetensi auditor dibidang teknologi informasi menjadi faktor utama dalam menginterpretasikan bukti audit.Keywords: teknologi informasi, Electronic Data Interchnage, bukti audit, pengauditan.
CRITICAL SUCCESS FACTORS DALAM PENGELOLAAN DATA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Djaja Perdana
Wahana: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Akademi Akuntansi YKPN Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.467 KB) | DOI: 10.35591/wahana.v12i2.28

Abstract

This research aims to investigate the critical success factors influence to level of maturity and performance of data management in CV Wirotomo Trading, Yogyakarta. The research focused on data management of accounting information system including in delivery and support domain by controlling implementation, level of maturity measurement, and performance indicators evaluation with COBIT critical success factors as standard. The research tools is an adoption result from COBIT Implementation Tool Set, COBIT Control Objectives, Maturity Model, and Key Performance Indicators that adapted into subject’s organization environment. Data collecting method used the documents inspection, interview and self-assessment questionnaire for selected subjects. The result shows that the level of maturity and performance indicators of data management keep increasing after the critical success factors based controlling is implemented.Keywords: COBIT Framework, Level of Maturity, Key Performance Indicators, Critical Success Factors, accounting information system

Page 3 of 21 | Total Record : 206