cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 01 (2022)" : 5 Documents clear
Pemrograman Linier untuk Optimalisasi Operasi Mobilisasi (Studi Kasus pada Operasi Hulu Pengeboran Minyak dan Gas): Linear Programming for Optimization of Mobilization Operations (Case Study on Upstream Oil and Gas Drilling Operations) Muhammad Rilly Aka Yogi; Benny Hamdi Rhoma Putra; Fitra Lestari
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).7476

Abstract

[ID] Studi kasus pada penelitian ini diadopsi pada sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dalam operasi hulu pengeboran minyak dan gas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendistribusikan beban dari berbagai fasilitas yang ada pada area pengeboran melalui simulasi optimalisasi mobilisasi Concrete Slab (CS). CS diperlukan dalam operasi pekerjaan persiapan lokasi pengeboran. Kemudian, Pendekatan Simulasi dilakukan menggunakan metode pemrograman linier terhadap kondisi batas antara lain peralatan, durasi, dan jarak melalui fungsi tujuan adalah untuk menekan biaya operasional selama kurun waktu 1 tahun operasi terhadap operasi eksisting pada tahun sebelumnya. Hasilnya ditemukan bahwa terdapat potensial reduksi biaya sebesar 31.36% melalui optimalisasi pada rute operasi. Disarankan penelitian lebih lanjut untuk menentukan total faktur tahunan yang optimal dengan multi variable dalam memobilisasi material, pelat beton (concrete slab), dari satu lokasi ke lokasi lainnya. [EN] The case study in this study was adopted by a multinational company engaged in upstream oil and gas drilling operations in Indonesia. This study aims to distribute material from various existing facilities in the drilling area through a simulation of optimization of Concrete Slab (CS) mobilization. CS is required in the operation of drilling site preparation work. Then, the simulation approach is carried out using a linear programming method for boundary conditions including equipment, duration, and distance through the objective function is to reduce operational costs for a period of 1 year of operation against existing operations in the previous year. The results found that there is a potential for cost reduction of 31.36% through optimization of the operating route
Analisis Keruntuhan Bendungan Akibat Piping dan Pemetaan Genangan Banjir (Studi Kasus : Bendungan Saguling): Dam Break Analysis Due To Piping And Flood Mapping (Case Study Of Saguling DAM) Suhada, Bahri; Nugroho, Hari; Suprapto; Herawati, Henny
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).8081

Abstract

[ID] Salah satu upaya penanggulangan kegagalan bendungan adalah penyusunan Rencana Tindak Darurat. Rencana tindak darurat memuat peta genangan banjir akibat keruntuhan. Peta genangan banjir merupakan aspek penting karena menjadi dasar dalam pengambilan keputusan penanggulanan kegagalan bendungan. Peta genangan banjir diperoleh dari analisis keruntuhan bendungan. Penelitian ini melakukan analisis keruntuhan bendungan Bendungan Saguling yang merupakan bendungan kaskade di Wilayah Sungai Citarum. Analisis keruntuhan dalam penelitian ini terdiri analisis hidrograf keruntuhan menggunakan HEC-HMS, penelusuran banjir menggunakan HEC-RAS, dan pengolahan informasi spasial menggunakan QuantumGIS. Skenario keruntuhan bendungan yang dimodelkan adalah keruntuhan akibat piping saat sunnyday dengan variasi initial piping pada 1/3 ketinggian, ½ ketinggian dan 2/3 ketinggian bendungan. Hasil analisis hidrograf keruntuhan dari ketiga skenario tersebut cenderung mirip dengan debit puncak keruntuhan sebesar 61193,6 m3/dt. Keruntuhan Bendungan Saguling mengakibatkan Bendungan Cirata mengalami overtopping. Sedangkan Bendungan Jatiluhur tidak mengalami overtopping apabila Bendungan Cirata tidak mengalami keruntuhan. Peta genangan banjir akibat keruntuhan Bendungan Saguling pada ketiga skenario cenderung mirip. Jumlah desa terdampak dengan jarak dari Bendungan Saguling kurang dari 10 km sebanyak 6 desa daro 10 desa. Desa Baranangsiang dan Desa Saguling adalah desa pertama yang terdampak banjir akibat keruntuhan Bendungan Saguling dengan estimasi waktu kedatangan banjir ± 0,25 jam semenjak dimulai keruntuhan [EN] One of the efforts to overcome dam failure is preparing an Emergency Action Plan. The emergency action plan contains a map of the flood inundation due to the collapse. The flood inundation map is essential because it becomes the basis for making dam failure management decisions. The flood inundation map was obtained from the dam break analysis. This study analyzes the Saguling Dam collapse, a cascade dam in the Citarum River Basin. The failure analysis in this study consisted of collapse hydrograph analysis using HEC-HMS, flood routing using HEC-RAS, and processing of spatial information using QuantumGIS. The dam failure scenario modelled is due to piping on sunny days with initial piping variations at 1/3 height, height and 2/3 height of the dam. The results of the failure hydrograph analysis of the three scenarios tend to be similar to the failure peak discharge of 61193.6 m3/s. The collapse of the Saguling Dam caused the Cirata Dam to be overtopped. Meanwhile, Jatiluhur Dam does not experience overtopping if the Cirata Dam does not collapse. The flood inundation maps due to the collapse of the Saguling Dam in the three scenarios tend to be similar. The number of affected villages less than 10 km from the Saguling Dam is six out of 10 villages. Baranangsiang Village and Saguling Village are the first villages affected by flooding due to the collapse of the Saguling Dam, with an estimated flood arrival time of ± 0.25 hours since the collapse started.
Infiltration Well Efficacy in Ciliwung Basin Based on Rainfall-Runoff Volumetric Analysis Jiwa Ksatria, Natio; Hidayatullah, Taofik; Hasan, Fuad; Ersyi Darfia, Novreta; Syarvina; Kumaryadi, Muhammad Rizky
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).8693

Abstract

[EN] Run-off management is the main challenge of every big city. Land availability, project timeframe, and financing are several issues regarding run-off management implementation, including Indonesia’s Capital City, Jakarta. One of the engineering tools that used to reduce the negative impacts of run-off in Jakarta is Infiltration Well. Several researches on this topic confirm the positive impact of building infiltration well on small catchment area. This study aims to understand the efficacy of infiltration well project on big basin area, the Ciliwung Basin. Ciliwung basin is divided into two sub-basin, Upstream Ciliwung and Downstream Ciliwung. The analysis is performed using volumetric abstraction of infiltration well volume and daily infiltration rate. 4 rainfall stations are used in this study, 2-gauge rainfall stations on each basin. Infiltration well capacity is tested with different return-period rainfall based on daily and storm-rainfall (3-days cumulative rainfall). The results show that by implementing 1 million infiltration wells at each sub-basin the abstraction volume is below 10% for 10-year return period rainfall and below 5% for 25-year return period rainfall.
Estimasi Biaya Pemeliharaan Bangunan Mall di Indonesia (Studi Kasus Kota Palembang): Estimated Maintenance Costs for Mall Buildings in Indonesia (Case Study of Palembang City) Sho, Merri; Foralisa Toyfur, Mona; susanti, betty
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).9150

Abstract

[ID] Di kota besar seperti Palembang terdapat beberapa bangunan mall yang telah berusia belasan tahun dan mengalami kerusakan arsitektur. Salah satu faktor penyebab kerusakan dikarenakan masa pakai bangunan atau yang disebut dengan degradasi. Untuk mengembalikan kondisi bangunan ke keadaan semula dan memperpanjang umur bangunan, diperlukan pemeliharaan dengan melakukan perbaikan atau penggantian komponen bangunan. Pemeliharan bangunan memerlukan biaya yang terencana. Hal yang menjadi fokus penelitian ini adalah pemeliharaan preventif dan corrective. Tujuan penelitian ini adalah menghitung estimasi besaran biaya pemeliharaan bangunan untuk 10 tahun mendatang. Metode Composite Condition Index digunakan untuk menghitung besar tingkat kerusakan bangunan. Penggantian komponen bangunan dilakukan dengan memprediksi kondisi komponen bangunan, sedangkan estimasi biaya pemeliharaan menggunakan metode analisis nilai masa depan. Analisis data menggunakan data kuantitatif dengan variabel penelitian adalah semua biaya pemeliharaan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai Indeks Kondisi Bangunan untuk komponen arsitektur bangunan mall adalah 76,24% yang berarti ada 23,76% kerusakan bangunan. Kerusakan terbesar terjadi pada area koridor yaitu sebesar 25,47% dengan Indeks Kondisi Bangunan sebesar 74,53%. Biaya pemeliharaan tertinggi terjadi pada tahun ke-7 sebesar USD 580,854. Biaya ini meningkat 5,8 kali lipat dibandingkan tahun pertama, dengan penggantian material komponen terbesar untuk komponen lantai dan pengecatan dinding. [EN] In a big city like Palembang, several mall buildings are a dozen years old and have architectural damage. One factor that causes damage is the life of the building or what is called degradation. Maintenance is required to restore the condition of the building to its original state and extend its life. Maintenance is done by repairing or replacing building components. Building maintenance requires planned costs. This research focuses on preventive and corrective maintenance. This study aims to calculate the estimated cost of building maintenance for the next ten years. We used the Composite Condition Index method to calculate the level of damage to the building. Replacement of building components was done by predicting the condition while estimating maintenance costs using the future value analysis method. Data analysis using quantitative data with research variables are all maintenance costs. The calculation results show the Building Condition Index value for the architectural component of the mall building is 76.24%, which means there is 23.76% building damage. The most significant damage occurred in the corridor area, 25.47%, with 74.53% a Building Condition Index. The highest maintenance costs happened in the 7th year of USD 580,854. Compared to the first year, this cost increased 5.8 times, with the most extensive component material replacement for flooring and wall painting components.
Metode Analytical Hierarchy Process dalam Menentukan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri: Analytical Hierarchy Process Method in Determining the Effectiveness Factors of Using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal Astuti, Puji; Asteriani, Febby; Adha Saputra, Ade; Amanda Putri, Thalia
JURNAL SAINTIS Vol. 22 No. 01 (2022)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).12064

Abstract

[ID] Keberadaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri belum berfungsi secara efektif yang disebabkan oleh rendahnya pemanfaatan terminal oleh masyarakat. Aktivitas operasional yang terjadi di terminal juga mengakibatkan kondisi fasilitas mengalami kerusakan dan tidak terawat, sehingga menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah mengingat besarnya biaya yang diperuntukkan dalam pembangunan terminal. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas fungsi Terminal Bandar Laksamana Indragiri digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Subjek penelitian adalah expert yang terlibat langsung atau mempunyai kemampuan dan mengerti permasalahan terkait pemanfaatan terminal dan dalam penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri Kota Tembilahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri sebagai berikut : Kriteria Aksesibilitas 38,7%, Fasilitas dan Manajemen Terminal 21,1%, Tingkat Pelayanan Jalan 19,2%, Kenyamanan Terminal 12,3%, dan Keamanan Terminal 8,8%. [EN] The existence of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal has not functioned effectively due to the public's low utilization of the terminal. Operational activities also result in the facility being damaged and not maintained, resulting in losses for the local government, considering the large number of costs earmarked for the terminal's construction. To identify the influence factors of the effectiveness of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal function, used Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The research subjects are experts who are directly involved or have the ability and understand problems related to the use of the terminal and in determining the factors that influence the effectiveness of using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal, Tembilahan City. Based on the results of the analysis carried out, the factors that influence the effectiveness of the use of Bandar Laksamana Indragiri Terminal obtained as follows: Accessibility Criteria 38.7%, Terminal Facilities and Management 21.1%, Road Service Level 19.2%, Terminal Convenience 12.3 %, and Terminal Security 8.8%.

Page 1 of 1 | Total Record : 5