cover
Contact Name
Moh. Khoirul Fatih
Contact Email
khoirulfatih12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
iaitabah.lamongan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
ISSN : 26215438     EISSN : 26566877     DOI : -
Core Subject : Religion,
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir adalah jurnal yang mempublikasikan artikel orisinil yang mengungkap, mendiskusikan, serta mengeksplorasi pemikiran tentang Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT). Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir juga menerima artikel hasil studi lapangan tentang praktek Ilmu Al Quran dan Tafsir yang orisinil, inovatif, serta progresif dengan berbagai jenis dan pendekatan riset serta menerima kajian pendidikan multi/interdisipliner disiplin ilmu. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir dikelola oleh Program Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan dan akan terbit setiap enam bulan sekali pada bulan Juni dan Desember setiap tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 304 Documents
Tinjauan Stilistika pada Surah Al-Insyirah Tri Tami Gunarti; Mubarok Ahmadi
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1392

Abstract

Al quran yang sarat akan unsur estetika selalu menarik perhatian untuk selalu dikaji dari berbagai aspek dengan berbagai metode dan teori, diantaranya adalah dikaji dengan stilisika. Stilistika merupakan salah satu teori baru yang digunakan sebagai pisau bedah dalam melakukan analisis atau studi al Quran. Penelitian ini peneliti fokuskan pada surah al-Insyirah dengan menganalisis stilistika al Quran pada surah al-Insyirah berdasarkan lima aspek dalam ranah kajian stilistika, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan imagery. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui dan mengungkap penggunaan bahasa dan aspek estetika yang terkandung dalam surah al-Insyirah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Adapun penemuan dalam penelitian ini meliputi lima aspek yang meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan imagery. Melalui kelima aspek tersebut kita dapat memahami lebih dalam tentang makna dan gaya bahasa yang terkandung di dalam surah al-Insyirah
Bullying dalam Al-qur’an : Analisis Terhadap Ayat-ayat Bullying dengan Pendekatan Maqashidi Fithrotin Fithrotin; Nidaul Ishlaha
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1393

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman bullying tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, namun marak terjadi di dunia maya, bahkan bisa menjadi sebuah kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari dapat merusak kenyamanan sosial. Dalam syariat Islam bullying sendiri dilarang karena dapat menimbulkan rusaknya hubungan antar sesama (hablum minannas) dan berbagai kemudharatan lainnya yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bullying merupakan suatu tindakan yang tidak bertanggung jawab berupa: mengganggu, intimidasi, penindasan, pengucilan, merendahkan, serta melukai orang lain yang dianggap lemah, baik secara fisik, verbal, maupun psikis, yang dilakukan secara sengaja. secara garis besar bullying diklasifikasikan menjadi empat jenis yaitu bullying verbal, non-verbal, psikis atau mental dan cyber bullying. Berdasarkan beberapa kisah yang terkandung dalam al-Qur’an menyatakan bahwa praktik bullying sudah terjadi pada masa-masa terdahulu mulai dari pra islam (zaman jahiliyah), zaman para Nabi, sebagaimana kisah yang dialami oleh para Nabi dan Rasul terdahulu saat menghadapi kaumnya, hingga pada masa sekarang. Bullying dalam al-Qur’an diterangkan dalam tujuh term diantaranya: yaskhar (menghina), talmizu (menghina), istahza’a-yastahzi’u (mencaci atau mengolok-olok), i’tada-ya’tadi (permusuhan), zalama-yazlimu (kezaliman), qatala-yaqtulu (pembunuhan), dan fasada-yafsudu (merusak). Namun peneliti menggunakan satu term sebagai artikel yaitu “yaskhar “ sehingga muncul tiga surat di antaranya: QS. Hud:38-39, QS. al-Baqarah:212, dan QS. al-Hujarat:11. Artikel ini merupakan artikel kepustakaan (library reseach), dengan menggunakan metode tematik dengan pendekatan maqashidi untuk menemukan maqashid beserta nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam ayat-ayat bullying. Hasil akhir dari artikel tersebut menyatakan bahwa terdapat empat maqashid diantaranya: hifdz al-Din, hifdz al-Aql, hifdz al-Nafs dan hifdz al-Nasl, selain itu terdapat tiga nilai fundamental diantaranya: nilai keadilan, kemanusiaan dan tanggung jawab.
Metode Tafsir Mu’tazilah Terhadap Ayat-Ayat Aqidah Muhammad Sugianto; Lukmanul Hakim; Khairunnas jamal
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1394

Abstract

Al-qur-an adalah mu’jizat yang masih terpelihara keasliannya sampai detik ini (QS. al-Hijr: 9). Al-qur-an mustahil bisa difahami tanpa penjelasan dari hadist dan kemudian ditafsirkan oleh para ulama, terutama yang berkaitan dengan ayat-ayat mutasyabihat untuk menghasilkan sebuah pemahaman yang tidak bertentangan dengan syariat. Terjadinya perbedaan di kalangan mufassir merupakan sunnatullah yang mustahil bisa di hindarkan. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya segala perbedaan itu, disiplin ilmu yang dimiliki, kecendrungan latar belakang pemikiran, sosial politik, pengaruh lingkungan, pengaruh ideologi dan beberapa peristiwa sejarah yang terjadi. Pengaruh ideologi dan sosial politik memiliki peran yang sangat penting terhadap tujuan dan maksud dari penafsiran. Selain itu, keberagaman metode dan corak penulisan juga menambah khazanah kekayaan intelektual dalam ilmu tafsir al-Qur’an. Penulis dalam hal ini akan mencoba membahas salah satu metode dalam penafsiran yang selalu mengunggulkan akal di atas wahyu. Tafsir jenis ini kita kenal dengan istilah tafsir bi al-ra’yi yang selalu digunakan golongan Mu’tazilah untuk mendukung segala bentuk pemahaman dan kepentingan golongannya. Metode yang digunakan adalah metode analisis isi. Hasil tulisan ini juga akan menunjukkan bahwa tidak semua tafsir bi al-ra’yi itu tercela dan harus ditinggalkan.
Membangun Komunikasi Interreligius: Analisis Ucapan Selamat Natal Dalam Perspektif Hermeneutika Hadis Fazlurrahman Intiha’ul Khiyaroh; Muhammad Aly Mahmudi; Moh. Sahlul Khuluq
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1395

Abstract

Ucapan selamat Natal menjadi momok yang dilematis untuk diselesaikan dalam perspektih hukum islam. Fikih klasik sering berbicara konteks ini dengan pengakuan terhadap agama lain bagi muslim yang mengakuinya. Seiring perkembangan zaman dan realitas sosial yang berkembang hukum ini menjadi dinamis. Pada tulisan ini focus pada dua hal yaitu: pertama:konsep hadis dan penggalian hukum islam menurut Fazlurrahman kedua: Hadis Tasyabuh sebagai pelarangan Ucapan selamat natal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deng pendekatan library reseach . Penelitian menghasilkan dua kesimpulan yaitu konsep hadis persepektif Fazlurrahman dan hukum pelarangan pengucapan selamat natal menggunakan hadis tasyabuh.
Pola Hidup Sederhana Dalam Kajian Tafsir Maudhu’i Moh. Mauluddin; Nur Habibah
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1397

Abstract

Tulisan ini merupakan upaya dalam memahami makna dari pola hidup sederhana dalam al-Qur'an dalam perspektif kajian tafsir maudhu'i secara menyeluruh. Sumber utama penelitian ini adalah ayat-ayat al-Qur'an yang mengandung unsur pola hidup sederhana, adapun sumber pendukung digunakan juga kitab-kitab tafsir dan literatur-literatur lainnya yang terkait dengan pokok bahasan. Berdasarkan penelitian ini secara umum terdapat lima dasar tentang penerapan pola hidup sederhana dalam al-Qur'an, yaitu perintah hidup sederhana, larangan boros, larangan kikir, makan dan minum secukupnya, dan bersabar dalam apapun yang dimiliki.
Urgensitisitas Manahij Al-mufassirin Di Era Kontemporer M.fiqkri Alparizi; Lukmanul Hakim; Khairunas Jamal
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1398

Abstract

Penafsiran al-Qur'an berperan untuk membantu manusia menangkap rahasia-rahasia Allah swt di dalam kalamNya. Al qur’an sebagai landasan hukum pertama bagi seorang muslim, maka tafsir berperan untuk membantu manusia yang awam untuk mengetahui dengan jelas hukum-hukum dan berusaha untuk mengungkap dan menyingkap makna yang tersembunyi dari ayat al qur’an, sehingga untuk mencapai maksud tersebut diperlukan penguasaan metodologi (manahij) tafsir secara baik pula dari seorang mufassir dalam menulis tafsir. Setidaknya ada 3 langkah manahij yang harus di penuhi oleh mufassir, yaitu metode, ( tahlily, ijmali. Maudu’i muqaran) bentuk penafsiran ( birra’yi, bil ma’stur) dan corak ( fiqh, lughawi, tasawuf, ilmi, abadi ijtima’). Manahij mufassir menjadi urgen karna dari sinilah mufassir mulai melangkah dalam upaya penafsiran Al-qur’an atau menulis sebuah kitab tafsir oleh mufassir kontemporer dan dipermudahkan oleh metodologi penafsiran ini. Maka di dalam penulisan ini, penulis menggunakan metode library research dan metode deskriptif-Analisis.
Kepemimpinan Perempuan Dalam Al-Qur’an Kajian Tafsir Tematik Lujeng Lutfiyah; Lubabah Diyanah
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1399

Abstract

Posisi perempuan dalam kajian Islam terus menjadi pertanyaan menarik dan tak habis-habisnya yang menimbulkan kontroversi. Fakta sejarah menunjukkan bahwa sepanjang sejarah Islam, perempuan menduduki posisi inferior sedangkan laki-laki menduduki posisi superior. Hal ini terjadi karena para mufassir klasik menafsirkan al-Qur'an karena cenderung dipengaruhi oleh budaya patriarki yang mengakar. Dari sudut pandang masyarakat patriarki, subordinasi perempuan terhadap laki-laki dibentuk oleh ajaran agama, namun jika melihat ajaran Islam itu sendiri, terlihat jelas bahwa gagasan kesetaraan sangat dijunjung tinggi. . Al-Qur’an pada dasarnya memberikan dasar pemikiran yang sangat jelas tentang kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, namun pada tataran realitas ternyata gagasan egalitarian Al-Qur’an seringkali ditentang oleh reaksi masyarakat, yang biasa. kasusnya bias
Pandangan Orientalis Atas Al-Quran Studi Tokoh Atas Yang Pro Dan Kontra Siti Fahimah; Vika Madinatul Ilmi
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1400

Abstract

Ketika membincang term orientalis maka tidak akan terlepas dari pandangan negatif mereka dari kajian yang ada di dunia timur, yang biasa dijadikan objek kajian orientalis adalah kajian yang menjadi jantung nya kajian timur diantaranya adalah yang berkaitan dengan kajian al-Quran, hadis, hukum dan sejarah. Tiga diantara kajian itu adalah al-Quran, tentang kajian ini ada dua pandangan, yaitu pandangan negative yang memandang bahwa al-Quran adalah cerita Muhammad yang dibuat-buat dengan disandarkan pada Tuhan untuk dijadikan sebagai pedoman, sehinggga bagi kelompok ini al-Quran dipandang sebagai sesuatu cerita yang tidak berdasar sehingga tidak bisa dijadikan pedoman apalagi sumber hukum, kemudian kelompok ke 2 memahami bahwa al-Quran adalah sesuatu yang diturunkan oleh Allah bukan buatan Muhammad, sehingga dia patut dijadikan sebagai sumber utama. Penenelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan bersumber dari library resach, oleh karenanya penelitian ini mengungkapkan tentang pandangan orientalis terkait dengan al-Quran yang dijelaskan dengam mengambil sumber dari buku dan jurnal. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari kalangan pandangan orientalis atas kajian timur diantaranya al-Quran ada dua kubu yaitu yang mendukung atas otentiitas a-Quran dan dan yang menggugatnya
Metodologi Tafsir Modern - Kontemporer di Indonesia Muallifah Muallifah; Khodijah Samosir; Hasani Ahmad Said
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1401

Abstract

Al-Qur’an adalah korpus terbuka yang sangat potensial untuk menerima segala bentuk eksploitasi, baik berupa pembacaan, penerjemahan, penafsiran, hingga pengambilannya sebagai sumber rujukan. Metode penafsiran sungguh sangat beragam sejak zaman klasik hingga modern, akan tetapi pada tulisan ini hanya akan menjelaskan potret metodologi tafsir di Indonesia saat ini, era modern-kontemporer. Metodologi penafsiran di Indonesia adalah kontekstual dalam hal ini termasuk pada kategori model sosial kemasyarakatan (adabi ijtima’ie). Ada pun beberapa karakteristik yang dimunculkan oleh para mufassir kontemporer, pertama, bernuansa hermeneutis dengan lebih menekankan pada aspek epistemologis-metodologis. Hal ini dilakukan agar menghasilkan pembacaan yang produktif akan Al-Qur’an dan bukannya pembacaan repetitif atau pembacaan ideologis-tendensius. Kedua, kontekstual dan berorientasi pada spirit Al-Qur’an, ini dilakukan melalui hasil pembacaan ayat Al-Qur’an dari banyak keilmuan (interdisipliner) dengan memanfaatkan perangkat keilmuan modern seperti filsafat, semantik, antropologi, sosiologi, sains dan lainnya.
Kedudukan Anak Dalam Alqur'an: Konotasi Positif dan Negatif Hauli' Layyinah
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 4 No 1 (2021): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v4i1.1644

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas kedudukan anak dalam pandangan Al-Qur'an dengan menggali konotasi positif dan negatif yang terkandung di dalamnya. Al-Qur'an sebagai sumber petunjuk utama bagi umat Islam memberikan pandangan yang komprehensif tentang peran anak dalam kehidupan. Konotasi positif mencakup anak sebagai perhiasan hidup di dunia, penyejuk hati, anugerah dan amanah dari Allah, serta investasi kehidupan akhirat. Sementara itu, konotasi negatif mencakup anak sebagai ujian dan fitnah, serta sebagai musuh orang tua. Dalam artikel ini, kita menjelajahi pandangan Al-Qur'an tentang kedudukan anak, menggarisbawahi pentingnya merawat, mendidik, dan membimbing anak-anak dengan bijaksana sesuai dengan ajaran agama. Pemahaman yang mendalam tentang kedudukan anak dalam pandangan Al-Qur'an dapat membantu orang tua dan masyarakat Muslim secara umum dalam menjalankan peran mereka dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 1 (2026): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 8 No 2 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 8 No 1 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 1 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2024): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 7 No 2 (2024): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2024): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 7 No 1 (2024): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 6 No 2 (2023): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2023): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2023): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 6 No 1 (2023): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 5 No 1 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2021): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 4 No 2 (2021): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 4 No 1 (2021): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2021): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2020): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 3 No 2 (2020): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2020): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 3 No 1 (2020): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 2 No 2 (2019): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2019): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2019): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 2 No 1 (2019): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2018): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol 1 No 2 (2018): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2018): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol 1 No 1 (2018): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Qur'an dan Tafsir More Issue