cover
Contact Name
Qua Teknika
Contact Email
ejournal@unisbablitar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
quateknikajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Majapahit No. 4, Kec. Sananwetan, Kota Blitar
Location
Kota blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Qua Teknika
ISSN : 20882424     EISSN : 25273892     DOI : https://doi.org/10.35457/quateknika
Core Subject : Engineering,
Focus dan Scope: Hasil penelitian teknik dan aplikasinya tentang: 1. Teknik Elektro 2. Teknik Sipil 3. Kajian dan aplikasi teori 4. Pendidikan dan pembelajaran di bidang teknik
Arjuna Subject : -
Articles 160 Documents
PENDETEKSI OTOMATIS ARAH SUMBER CAHAYA MATAHARI PADA SEL SURYA Sholihuddin, Ahmad
Jurnal Qua Teknika Vol 6 No 2 (2016): September 2016
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.052 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v6i2.339

Abstract

Penerapan teknologi otomatis dengan menggunakan sistem mikrokontroller pada sistempengaturan, khususnya sistem pengaturan arah sel surya agar senantiasa mengikuti arahpergeseran sumber cahaya supaya Kolektor dapat menerima sumber cahaya secaramaksimal. Sistem pengatur sel surya bekerja atas dasar perbandingan antara tegangankeluaran sel surya yang masing -“ masing dipasang secara berseberangan dengan acuantegangan yang telah diatur dari perangkat lunaknya. Pergerakan dari sel surya inimenggunakan satu motor stepper yang digerakkan untuk satu arah putaran, yang diatur dariperangkat lunaknya saat mencari nilai tegangan maksimal dari output sel surya. AdapunTujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian ini adalah memahami proses yang terjadi dansyarat -“ syarat yang harus dipenuhi dalam memaksimalkan penggunaan sel surya terutamadalam memperoleh keluaran tegangan yang maksimal, dan pendeteksian cahaya yangpaling maksimal untuk tegangan keluaran dari sel surya.
PERHITUNGAN STRUKTUR DAN VOLUME BANGUNAN ABUTMENT JEMBATAN BETON BERTULANG ( Studi Kasus Jembatan Beton Bertulang di Desa Jolosutro Blitar ) Tri Hartanto
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.861 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i1.340

Abstract

Bridges are important to everyone (Supriyadi, 2007). But the level of importance is not the same for everyone, so it will be an interesting study material. A single bridge over a small river will be viewed differently by everyone, because the visions or views of each person who sees differently.Indonesia is one of the developing countries that is active in implementing development in all fields. Along with developing highway transportation technology, bridge construction must be planned in accordance with the demands of transportation both in terms of speed, convenience, and security. In the construction of highway bridges with short spans, reinforced concrete construction should be used as the main girder. Given that in the years to come the government is still building road bridges with short spans to connect areas with one another and to date this type of reinforced concrete construction is a good type of construction to be applied to the construction of short-span bridges.Jembatan mempunyai arti penting bagi setiap orang(Supriyadi, 2007). Akan tetapi tingkat kepentingannya tidak sama bagi tiap orang, sehingga akan menjadi sebuah bahan studi yang menarik. Suatu jembatan tunggal diatas sungai kecil akan dipandang berbeda oleh setiap orang, sebab penglihatan atau pandangan masing -“ masing orang yang melihat berbeda pula.Indonesia adalah salah satu negara berkembang yang sedang giat malaksanakan pembangunan di segala bidang. Seiring dengan berkembang teknologi angkutan jalan raya maka konstruksi jembatan harus direncanakan sesuai dengan tuntutan transportasi baik dari segi kecepatan, kenyamanan, maupun keamanan. Pada pembangunan jembatan jalan raya dengan bentang pendek, sebaiknya digunakan konstruksi beton bertulang sebagai gelagar utama. Mengingat dalam tahun-tahun mendatang pemerintah masih membangun jembatan-jembatan jalan raya dengan bentang yang pendek untuk menghubungkan daerah satu dengan daerah yang lain dan sampai saat ini jenis konstruksi beton bertulang merupakan jenis konstruksi yang baik untuk diterapkan pada pembangunan jembatan dengan bentang yang pendek.
TEGANGAN PEMULIHAN PADA KONTAK PEMUTUS DAYA TEGANGAN TINGGI UNTUK PROTEKSI TERHADAP GELOMBANG BERJALAN Ikbal, Muhamad
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.296 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i1.341

Abstract

In general we have known the frequent disruption of transmission lines is a natural disturbance, such as lightning disturbance to the transmission network due to transmission network through the air, long, high and spread in various open areas and operate in all kinds of conditions. Among the considerations taken in the transmission line transmission design is the location of the ground wire against the phase wire. Because the ground wire only, so a small percentage on the phase wire. And until now there are no scholars who show the use of lightning for life, have not got a way to prevent or exploit the energy caused by the lightning. Nevertheless, human science continues to thrive with technological advances. With one safety device, an air wire (Overhead Ground Wire) to protect the phase wires from the transmission line.
PERANCANGAN PEMANAS AIR OHMIK SEDERHANA BERBAHAN DASAR SENDOK MAKAN LOGAM Lukma, Hazairin Nikmatul
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.52 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i1.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemanfaatan sendok makan logam yang digunakan sebagai pemanas air menggunakan prinsip Ohmik, yang didesain sedemikian rupa sehingga sendok makan dapat berfungsi sebagai elektroda. Ketika dua buah sendok makan dengan jarak tertentu yang dapat diatur jaraknya dialiri arus, maka akan dihasilkan kalor yang mampu meningkatkan suhu air dalam suatu wadah yang terbuat dari isolator, sebagaimana prinsip Hukum Ohm. Jarak kedua sendok dapat diatur, dimana semakin dekat jarak antara dua sendok, makin cepat proses pemanasan air. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Universitas Islam Balitar pada bulan April hingga Juni tahun 2017. Hasil analisis data menunjukkan bahwa semakin besar antara kedua sendok, makin lama proses pemanasan, namun daya yang diperlukan lebih rendah. Sedangkan ketika jarak antara kedua sendok dibuat lebih dekat, proses pemanasan berjalan lebih cepat, akan tetapi daya listrik yang diperlukan juga semakin besar. Nilai efisiensi energi listrik dari pemanas air ohmik diperoleh sebesar 90%. Nilai efsiensi ini tidak terlalu tinggi dikarenakan selama proses pemanasan, daya listrik yang dibutuhkan terus meningkat. Untuk pengembangan selanjutnya, desain alat pemanas air ini dapat ditambah komponen pembatas arus, sehingga daya listrik yang digunakan dapat terkontrol.This research aims to determine the results of the use of metal tablespoons used as a water heater using Ohmik principle, which is designed in such a way that the tablespoons can function as an electrode. When two tablespoon with a certain distance can be adjusted the distance flow, the heat will be produced that can increase the temperature of water in a container made of insulators, as the principle of Ohm's Law. Spacing of two spoons can be adjusted, where the closer the distance between two spoons, the faster the process of heating water. The research was conducted at the Technical Laboratory of Islamic University of Balitar in April to June 2017. The result of data analysis showed that the bigger between the two spoons, the longer the heating process, but the required power is lower. Meanwhile, when the distance between the two spoons is made closer, the heating process runs faster, but the power required is also greater. The value of the electrical energy efficiency of the ohmic water heater is 90%. The value of this efficiency is not too high because during the heating process, the electrical power required continues to increase. For further development, the design of this water heater can be added current limiting components, so that the electrical power used can be controlled.
PERBANDINGAN VARIASI AGREGAT HALUS YANG BERASAL DARI GUNUNG KELUD, KALI PUTIH, DAN SUNGAI BRANTAS TERHADAP KUAT TEKAN BETON Nasrulloh,, Muhamad
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.435 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i1.364

Abstract

Concrete is a building material widely used in construction projects. In principle to create concretewith very good quality by the quality of its constituents of fine aggregate (sand), coarse aggregate,semen, and air, and the way it works. The fine aggregate (sand) as the base material for concretemanufacture is required in determining the quality of the concrete, since the aggregate is a fillerbound by cement and water into a solid mass, the quality of fine aggregate luminaire (sand) directlyaffects the quality of the concrete. The fine aggregate (sand) used in this study came from 3samples in Blitar area, ie 1 sample from Kelud mountain, 2 samples from Kali Putih, and 3 samplesfrom Brantas River. Location of research at the Laboratory Structural Civil Engineering UniversityTribhuwana Tunggadewi Malang. The method used in this study using laboratory experiments andguided on SNI 03-06912000. After a fine aggregate study of 3 samples in Bitarit obtained theaverage compressive strength test, samples of 1 fine aggregate (sand) of Kelud mount recordedaverage of concrete compressive strength of 7,802 Mpa (highest), sample 2 of fine aggregate ( sand)of Kali Putih resulted in average concrete strength test of 3.208 Mpa (lowest), and a sample of 3 fineaggregate (sand) of Brantas river yielded average concrete strength test of 3,272 MPaBeton merupakan material bahan bangunan yang banyak dipergunakan dalam pelaksanaan proyekkonstruksi. Pada prinsipnya untuk mendapatkan beton dengan kualitas yang baik sangatdipengaruhi oleh kualitas dari bahan -“ bahan penyusunnya yaitu agregat halus (pasir), agregat kasar,semen, dan air, serta cara pengerjaannya. Agregat halus (pasir) sebagai bahan dasar untukpembuatan beton memegang peranan penting dalam menentukan mutu beton, karena agregatmerupakan bahan pengisi yang diikat oleh semen dan air menjadi massa padat, sehingga kualitasagregat halus (pasir) mempengaruhi langsung terhadap mutu beton. Agregat halus (pasir) yangdibahas pada penelitian ini berasal dari 3 sampel di wilayah Blitar, yaitu sample 1 dari gunung Kelud,sampel 2 dari kali Putih, dan sampel 3 dari sungai Brantas. Lokasi penelitian di LaboratoriumStruktur Teknik Sipil Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Metode yang digunakan dalampenelitian ini menggunakan eksperimen laboratorium dan berpanduan pada SNI 03-06912000.Setelah dilakukan penelitian agregat halus dari 3 sampel diBlitar mendapatkan hasil uji kuat tekanrata -rata yaitu, sample 1 agregat halus (pasir) gunung Kelud menghasilkan rata -“ rata uji kuat tekanbeton sebesar 7,802 Mpa (tertinggi), sample 2 agregat halus (pasir) Kali Putih menghasilkan rata -“rata uji kuat tekan beton sebesar 3,208 Mpa (terendah), dan sample 3 agregat halus (pasir) sungaiBrantas menghasilkan rata -“ rata uji kuat tekan beton sebesar 3,272 Mpa
Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Kota Malang (study kasus: Angkutan umum Kota Malang jalur HM) Kurniawan, Achendri M.
Jurnal Qua Teknika Vol 6 No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/quateknika.v6i1.433

Abstract

Transportation is a means of accelerating the economy. Most users of public transport switch to private vehicles. The study aims to determine the performance, the optimal number in accordance with the needs of the community, and know the number of maps that can be made GIS software from the performance evaluation of public transportation in Malang. HM public transport performance assessment parameters generally have good criteria, but for load factor parameters still below national stadart that is <70%. The need for optimal public transport on the HM route is 30 units. Spatially from GIS analysis can produce 3 main map, that is dynamic load factor map, travel speed, and travel time. Besides the 3 main maps, there are still supporting maps that are road network condition map, population distribution map, and population density map. As for the frequency parameter is not included, this is because the frequency parameter is only one line or one type only.
PREDIKSI LUAS BANGUN BERBASIS IMAGE PROSESSING ALGORITMA CANNY Syafawi, Ahmad Ahsanudin
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.37 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i2.471

Abstract

Dalam menentukan luas objek persegi, persegi panjang, dan lingkaran diperlukanlah sebuah penggaris untuk mendapatkan nilai luasannya, agar lebih mudah dan praktis dapat dibantu dengan sebuah web camera dengan cara mengcapture gambar sampel objek yang ingin diketahui luasnya. Image Prosessing adalah suatu proses yang digunakan untuk mengolah citra atau gambar untuk mendapatkan citra yang lebih bagus mengunakan perangkat sistem komputer. Untuk mendapatkan perolehan panjang (X,Y) dari gambar dapat diukur setelah melewati beberapa tahapan di image prosessing yaitu dengan konversi citra dari RGB, HSV dan deteksi tepi canny, lalu terdapatlah nilai luasan dari hasil pengukuran objek. Metode Canny sendiri merupakan deteksi tepi paling baik ketika digunakan untuk mendeteksi tepi objek, sehingga hasil deteksi tepi tersebut dapat diambil informasi yang berguna dari citra tersebut. Dengan pengukuran luas secara manual dan secara otomatis terdapat presentase error kurang lebih 5%, hasil luas objek tersebut sudah cukup akurat namun terdapat masalah jika dalam pembuatan objek kurang presisi, peletakan objek yang miring/kurang tegap dan pencahayaan yang kurang mengakibatkan kurangnya tingkat akurasi.In determining the area of a square, rectangle, and circle object a ruler is needed to get the area value, so that it can be easier and more practical to be assisted by a web camera by capturing the image of the object sample that you want to know the area. Image Prosessing is a process used to process images or images to get better images using computer system devices. To get the long gain (X, Y) from the image can be measured after passing through several stages in image processing that is by image conversion from RGB, HSV and canny edge detection, then there is an area value from the object measurement results. The Canny method itself is the best edge detection when used to detect the edge of an object, so that the useful information of the edge detection can be retrieved from the image. With the area measurement manually and automatically there is a percentage error of approximately 5%, the object's width results are quite accurate but there is a problem if the object is less precise in making objects, sloping / less robust object laying and less lighting result in a lack of accuracy.
SIMULASI GANGGUAN VOLTAGE SAG DAN VOLTAGE SWELL PADA JARINGAN 20 KV MENGGUNAKAN MATLAB SIMULINK Ihwanudin, Mustofa
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.592 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i2.472

Abstract

Pada jaringan distribusi sering muncul gangguan yang bisa mengakibatkan penurunan kualitas daya, diatara penyebab penurunan kualitas daya adalah voltage sag dan voltage swell. Gangguan jenis ini dapat mengakibatkan gagal operasi peralatan terutama yang menggunakan komponen elektronik daya. Penelitian berupa simulasi untuk menggambarkan terjadinya voltage sag dan voltage swell yang disebabkan gangguan fasa ke tanah dan pelepasan beban yang di variasi dengan sambungan trafo distribusi yang berbeda. Simulasi dilakukan menggunakan software matlab simulink. Hasilnya model simulasi mampu menggambarkan sinyal voltage sag akibat hubung singkat satu fasa, dua fasa, tiga fasa ke tanah dan sinyal voltage swell akibat pelepasan beban.
KARAKTERISTIK KOMODITAS BATU KERIKIL DAN PASIR HITAM UNTUK BAHAN BANGUNAN DI KABUPATEN SUMENEP Fansuri, Subaidillah; Diana, Anita Intan Nura
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.325 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i2.499

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, berbanding lurus dengan pertambahan kebutuhan penduduk terhadap sandang, pangan dan papan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka semakin meningkat jumlah kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup yang layak misalnya pembangunan infrastruktur jalan, bangunan gedung dsb. Pembangunan infrastruktur pasti membutuhkan material yang bermacam-macam seperti bahan campuran beton, membutuhkan pasir, kerikil, semen dan air. Karakteristik sifat beton memiliki kuat tekan tinggi namun lemah dalam kuat tarik maka dari itu dalam proses pembuatan beton dibutuhkan bahan yang bermutu untuk menjaga kualitas beton.Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dalam hal ini peneliti melakukan uji laboratorium yaitu percobaan kadar air pasir; percobaan berat jenis pasir; percobaan berat voleme pasir; test kebersihan pasir terhadap lumpur (endapan); test kebersihan pasir terhadap lumpur (pencucian); percobaan kadar air batu pecah; percobaan berat jenis batu pecah; percobaan berat voleme batu pecah; test kebersihan batu pecah terhadap lumpur (pencucian); Test Keausan Agregat Kasar. Teknik analisis data akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut : 1) Survey lokasi; 2) Pengambilan sampel; 3) Uji laboratorium.Hasil percobaan kadar air agregat kasar untuk Desa Batuan 5,02%; Desa Batu Putih 1,83%; Desa Dasuk 2,08%; Desa Rubaru 1,93%; Desa Lenteng 2,04%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat kasar untuk Desa Batuan 2,42 gr; Desa Batu Putih 2,39 gr; Desa Dasuk 2,45 gr; Desa Rubaru 2,53 gr; Desa Lenteng 2,32 gr. Hasil percobaan berat volume agregat kasar untuk Desa Batuan 1814,5 Kg/m3; Desa Batu Putih 2230,5 Kg/m3; Desa Dasuk 1977,5 Kg/m3; Desa Rubaru 2075,5 Kg/m3; Desa Lenteng 1852,5 Kg/m3. Hasil percobaan kebersihan agregat terhadap kadar lumpur agregat kasar untuk Desa Batuan 1 %; Desa Batu Putih 0,5 % ; Desa Dasuk 0,5 %; Desa Rubaru 0,5 %; Desa Lenteng 0,7 %. Hasil percobaan keausan agregat kasar untuk Desa Batuan 19,8 %; Desa Batu Putih 29,6 % ; Desa Dasuk 26,2 %; Desa Rubaru 24,8 %; Desa Lenteng 25,6 %.Hasil percobaan kadar air agregat halus untuk pasir pasuruan 14,15%; dan pasir pasirian 8,93%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat halus untuk pasir pasuruan 2,27gr ; dan pasir pasirian 2,8 gr. Hasil percobaan berat volume agregat halus untuk pasir pasuruan 1459,3Kg/m3 ; dan pasir pasirian 1749,3 Kg/m3. Hasil percobaan kadar lumpur (pengendapan) agregat halus untuk pasir pasuruan 5,26 %; dan pasir pasirian 9 %. Hasil percobaan kadar lumpur (pencucian) agregat halus untuk pasir pasuruan 6,26 %; dan pasir pasirian 7,9 %.
RANCANG BANGUN MEDIA ANIMASI PICTORIAL RIDDLE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BANGUNAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL Lukma, Hazairin Nikmatul
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.793 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i2.500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sebuah media pembelajaran yang bersifat menarik, kreatif, serta interaktif dalam sebuah proses pembelajaran, pada Mata Kuliah Fisika Bangunan Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Balitar Blitar. Desain Media Pembelajaran merupakan tampilan animasi, dengan aplikasi Software Adobe Flash Player 8, dengan metode pembelajaran yang diterapkan adalah Pictorial Riddle. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian diambil secara acak dari seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah Fisika Bangunan, sebanyak 20 orang. Peningkatan tes hasil belajar mahasiswa dianalisis menggunakan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media animasi Pictorial Riddle dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Fisika Bangunan, pada pertemuan pertama sebesar 17 % dengan N-gain sebesar 0,40 dan masuk dalam kategori sedang. Sedangkan pada pertemuan kedua terjadi peningkatan sebesar 11 % dengan N-gain sebesar 0,35, masuk dalam kategori sedang.This research aims to design a learning media that is interesting, creative, and interactive in a learning process, in the Building Physics Course in the Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Blitar Balitar Islamic University. Learning Media Design is an animated display, with Adobe Flash Player 8 Software application, with the learning method applied is Pictorial Riddle. The study used a quasi-experimental method with the design of one group pretest-posttest design. The research sample was taken randomly from all students who programed the Building Physics course, as many as 20 people. Improved student learning outcomes tests were analyzed using N-gain. The results showed that the application of Pictorial Riddle animation media can improve student learning outcomes in the Building Physics course, at the first meeting of 18% with N-gain of 0.40 and in the medium category. While in the second meeting there was an increase of 12% with N-gain of 0.35, included in the medium category.

Page 3 of 16 | Total Record : 160