Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK KOMODITAS BATU KERIKIL DAN PASIR HITAM UNTUK BAHAN BANGUNAN DI KABUPATEN SUMENEP Fansuri, Subaidillah; Diana, Anita Intan Nura
Jurnal Qua Teknika Vol 8 No 2 (2018): September 2018
Publisher : Universitas Islam Balitar Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.325 KB) | DOI: 10.35457/quateknika.v8i2.499

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, berbanding lurus dengan pertambahan kebutuhan penduduk terhadap sandang, pangan dan papan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka semakin meningkat jumlah kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup yang layak misalnya pembangunan infrastruktur jalan, bangunan gedung dsb. Pembangunan infrastruktur pasti membutuhkan material yang bermacam-macam seperti bahan campuran beton, membutuhkan pasir, kerikil, semen dan air. Karakteristik sifat beton memiliki kuat tekan tinggi namun lemah dalam kuat tarik maka dari itu dalam proses pembuatan beton dibutuhkan bahan yang bermutu untuk menjaga kualitas beton.Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dalam hal ini peneliti melakukan uji laboratorium yaitu percobaan kadar air pasir; percobaan berat jenis pasir; percobaan berat voleme pasir; test kebersihan pasir terhadap lumpur (endapan); test kebersihan pasir terhadap lumpur (pencucian); percobaan kadar air batu pecah; percobaan berat jenis batu pecah; percobaan berat voleme batu pecah; test kebersihan batu pecah terhadap lumpur (pencucian); Test Keausan Agregat Kasar. Teknik analisis data akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut : 1) Survey lokasi; 2) Pengambilan sampel; 3) Uji laboratorium.Hasil percobaan kadar air agregat kasar untuk Desa Batuan 5,02%; Desa Batu Putih 1,83%; Desa Dasuk 2,08%; Desa Rubaru 1,93%; Desa Lenteng 2,04%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat kasar untuk Desa Batuan 2,42 gr; Desa Batu Putih 2,39 gr; Desa Dasuk 2,45 gr; Desa Rubaru 2,53 gr; Desa Lenteng 2,32 gr. Hasil percobaan berat volume agregat kasar untuk Desa Batuan 1814,5 Kg/m3; Desa Batu Putih 2230,5 Kg/m3; Desa Dasuk 1977,5 Kg/m3; Desa Rubaru 2075,5 Kg/m3; Desa Lenteng 1852,5 Kg/m3. Hasil percobaan kebersihan agregat terhadap kadar lumpur agregat kasar untuk Desa Batuan 1 %; Desa Batu Putih 0,5 % ; Desa Dasuk 0,5 %; Desa Rubaru 0,5 %; Desa Lenteng 0,7 %. Hasil percobaan keausan agregat kasar untuk Desa Batuan 19,8 %; Desa Batu Putih 29,6 % ; Desa Dasuk 26,2 %; Desa Rubaru 24,8 %; Desa Lenteng 25,6 %.Hasil percobaan kadar air agregat halus untuk pasir pasuruan 14,15%; dan pasir pasirian 8,93%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat halus untuk pasir pasuruan 2,27gr ; dan pasir pasirian 2,8 gr. Hasil percobaan berat volume agregat halus untuk pasir pasuruan 1459,3Kg/m3 ; dan pasir pasirian 1749,3 Kg/m3. Hasil percobaan kadar lumpur (pengendapan) agregat halus untuk pasir pasuruan 5,26 %; dan pasir pasirian 9 %. Hasil percobaan kadar lumpur (pencucian) agregat halus untuk pasir pasuruan 6,26 %; dan pasir pasirian 7,9 %.
Penggunaan Campuran Serbuk Kerang Lokal Sebagai Pengganti Sebagian Semen Pada Pembuatan Beton Fansuri, Subaidillah; Diana, Anita Intan Nura; Deshariyanto, Dwi
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v2n1.p15-20

Abstract

Pembangunan menggunakan kontruksi beton memiliki banyak keunggulan dibandingkan material struktur lainnya. Sebagai alternatif untuk memanfaatkan limbah di sekitar lingkungan, maka diperlukan penelitian campuran beton menggunakan material lain. Dalam penelitian ini digunakan kulit kerang, sebagai bahan baku utama dalam pembuatan beton, dengan variasi kulit kerang 10% dan 20%. Penelitian ini dilakukan di laboraturim Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep. Ekperimen pada penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan beton normal fc = 25 Mpa sebagai kontrol, Benda uji tersebut diuji dengan pengujian kuat tekan. Dalam penelitian ini sampel yang akan diuji untuk kuat tekan sebanyak 5 sampel dari setiap masing-masing variasi campuran. penelitian ini menggunakan analisis frekuensi (Distribusi Frekuensi). Dari hasil penelitian yang dieksperimenkan diharapkan mengetahui pengaruh serbuk kulit kerang sebagai pengganti semen terhadap kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan beton yang menggunakan penambahan serbuk kulit kerang sebagai pengganti semen mengalami penurunan kuat tekan. Beton normal tanpa penambahan serbuk kulit kerang memiliki kuat tekan karakteristik 20,63 Mpa. Beton dengan serbuk kulit kerang 10% sebagai pengganti semen tersebut memiliki kuat tekan karakteristik sebesar 14,67 Mpa. Beton dengan serbuk kulit kerang 20% sebagai pengganti semen memiliki kuat tekan karakteristik sebesar 13,69 Mpa.
Perbanding Kuat Tekan Paving Menggunakan Bahan Beton Menurut SNI dengan Bahan Campuran Limbah Las Gas Diana, Anita Intan Nura; Fansuri, Subaidillah
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v1n2.p57-62

Abstract

Limbah las gas yang ditimbun dan terbuang tidak didaur ulang akan tidak bermanfaat. Peneliti tertarik untuk meneliti limbah las gas sebagai bahan tambahan pembuatan paving  block dengan tujuan menganalisis perbandingan kuat tekan limbah las gas.Penelitian ini menggunakan penelitian percobaan (uji laboratorium). Penelitian menggunakan 4 komposisi campuran limbah las gas dan 1 komposisi control dengan jumlah sampel untuk masing-masing komposisi sebanyak 5 benda uji. Tahapan perbandingan (1PC : 6 PS : 0% sebagai kontrol; 1PC : 6 PS : 15%; 1PC : 6 PS : 30%; 1PC : 6 PS : 45%; dan 1PC : 6 PS : 60%), persiapan alat dan bahan, pembuatan benda uji, pengujian benda uji dan pengolahan data pengujian. Pengujian dilakukan setelah paving block berumur 14 hari.Dari hasil pengujian diperoleh data sebagai berikut: a.) perbandingan selisih rata-rata kuat tekan dari sampel komposisi satu dengan komposisi lainnya, komposisi A dan B sebesar 20.14 kg/cm2, komposisi B dan C sebesar 49.71 kg/cm2, komposisi C dan D sebesar 29.79 kg/cm2, komposisi D dan E sebesar 38.16 kg/cm2, komposisi E dan A sebesar 41.34 kg/cm2 b.)kuat tekan rata-rata untuk masing-masing komposisi secara berurutan sebesar 127.73 kg/cm2, 135.15 kg/cm2, 84.27 kg/cm2, 48.76 kg/cm2, dan 87.98 kg/cm2.
Bubuk Limbah Botol Kaca sebagai Pengganti Parsial Agregat Halus dalam Campuran Beton Nura Diana, Anita Intan; Fansuri, Subaidillah; Zainah, Nor
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol 4 No 1: March 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i1.3519

Abstract

Glass bottles waste are generated from industrial and household activities that can’t be decomposed, if the amount is too much it will damage for the environment. In this study, glass waste will be reused as a filler in concrete especially fine aggregate, because glass bottles waste has weather resistance. The data was analyzed by using regression and classical assumption test with SPSS programme with the help of SPSS 20 for windows software. The variables used in this study were the independent variable (glass bottle waste) and the dependent variable (tensile strength). Based on the results of the analysis, it is obtained that the maximum tensile strength is at the variation of 0% and 12.5%, where at the 0% variation, the tensile strength is obtained at 44 Kg/cm, while at the 12.5% variation, the tensile strength is obtained at 40 Kg/cm. This can be seen in the results of the simple linear regression analysis using the SPSS 20 for windows program which shows that the effect of adding glass waste has a significant effect on tensile strength.
Bubuk Limbah Botol Kaca sebagai Pengganti Parsial Agregat Halus dalam Campuran Beton Nura Diana, Anita Intan; Fansuri, Subaidillah; Zainah, Nor
Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 1: March 2021
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jprs.v4i1.3519

Abstract

Glass bottles waste are generated from industrial and household activities that can’t be decomposed, if the amount is too much it will damage for the environment. In this study, glass waste will be reused as a filler in concrete especially fine aggregate, because glass bottles waste has weather resistance. The data was analyzed by using regression and classical assumption test with SPSS programme with the help of SPSS 20 for windows software. The variables used in this study were the independent variable (glass bottle waste) and the dependent variable (tensile strength). Based on the results of the analysis, it is obtained that the maximum tensile strength is at the variation of 0% and 12.5%, where at the 0% variation, the tensile strength is obtained at 44 Kg/cm, while at the 12.5% variation, the tensile strength is obtained at 40 Kg/cm. This can be seen in the results of the simple linear regression analysis using the SPSS 20 for windows program which shows that the effect of adding glass waste has a significant effect on tensile strength.
PREFERENSI MASYARAKAT DESA PINGGIRPAPAS KABUPATEN SUMENEP TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH Subaidillah Fansuri; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.438 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i2.161

Abstract

Seiring bertambahnya penduduk akan memperparahkondisi lingkungan desa Pinggirpapas dikarenakan apabila jumlah penduduk semakin bertambah, maka akan mengakibatkan peningkatan produksi sampah yang pada akhirnya sampah tidak dapat dianggap menjadi masalah yang ringan, dimana sampah mengakibatkan gangguan terhadap lingkungan manusia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang ada di Desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 280 responden. Analisis data disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan analisis statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif dan Chi-Square.Berdasarkan hasil analisis menggunakan bantuan SPSS diperoleh rekapitulasi jawaban responden antara responden   yang   menjawab   Ya   dan   Tidak   secara berurutan  yaitu  46,53% dan  53,47%.  Responden  yang menjawab Tidak terhadap semua pertanyaan terkait preferensi   masyarakat  terhadap   pengelolaan  sampah lebih besar dibandingkan dengan responden yang menjawab Ya. Selisih antara responden yang menjawab Ya dan Tidak adalah sebesar 6,95%. Hasil analisis chi- square adalah terdapat hubungan yang signifikan antara masyarakat yang menjawab Ya dan Tidak, dengan kecenderungan masyarakat menjawab Tidak sebanyak 17 pertanyaan, sedangkan kecenderungan masyarakat menjawab  Ya  sebanyak  9  pertanyaan.  Tidak  terdapathubungan yang signifikan antara masyarakat yang menjawab Ya dan Tidak, dengan kecenderungan masyarakat menjawab Tidak 5 pertanyaan, sedangkan kecenderungan masyarakat menjawab Ya sebanyak 2 pertanyaan.Kata kunci   :    Preferensi, Sampah, Pinggirpapas
PERBANDINGAN ANTARA STRUKTUR RANGKA DENGAN STRUKTURGABLE PEMBANGUNAN RENOVASI GEDUNG TEKNOLOGI MEKANIKUPT. BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN SUMENEP Dewi Yulistiana Andriani; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.049 KB) | DOI: 10.24929/ft.v3i2.164

Abstract

Pembangunan  renovasi  gedung  teknologi  mekanik menggunakan tipe struktur baja gable. Tipe struktur baja lain  yaitu  struktur  atap  rangka  juga  dapat  digunakan pada  pembangunan  gedung  ini.  Struktur  gable   dan struktur rangka memiliki keunggulan dalam menahan beban-beban   atas   pada   bangunan.   Kedua   struktur tersebut  menggunakan  profil  baja yang  berbeda, sehingga biaya yang dibutuhkan juga memiliki selisih perbandingan.Pengolahan data untuk perhitungan struktur menggunakan perhitungan manual yaitu dengan metode kesetimbangan titik simpul untuk struktur rangka dan metode cross untuk perhitungan struktur gable. Untuk perhitungan desain struktur digunakan metode LRFD. Perhitungan  anggaran  biaya dilakukan dengan  cara unit price atau perhitungan anggaran biaya yang didasarkan dari harga satuan sesuai keputusan bupati tahun 2014.Hasil  perhitungan  struktur  diperoleh  penggunaan profil baja WF 150x75x5x7 pada struktur gable dan penggunaan profil baja kuda-kudadouble siku L50.50.5. Total anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan struktur gable diperoleh sebesar Rp 214.173.400,01,-, sedangkan yang dibutuhkan untuk pekerjaan struktur rangka diperoleh sebesar Rp 160.215.612,00,-. Jadi, perbandingan   biaya   antara   struktur   gable   dengan struktur     rangka     memiliki     selisih     sebesar     Rp 53.957.788,02,-.Kata Kunci  :    Struktur, Rangka, Gable, Biaya
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA PINGGIRPAPAS KABUPATEN SUMENEP Dwi Desahariyanto; Subaidillah Fansuri; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (978.759 KB) | DOI: 10.24929/ft.v4i1.208

Abstract

Seiring bergulirnya waktu, Kabupaten Sumenep semakin berkembang. Perkembangan ini juga diiringi dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan aktifitas mereka tentunya, dimana peningkatan aktifitas tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan volume sampah.Berdasarkan kondisi nyata di Desa Pinggirpapas, Kabupaten Sumenep dan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan menjadi dasar pada penelitian ini. Penelitian ini akan membahas tentang strategi pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas, Kabupaten Sumenep.Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas, kemudian akan dijadikan dasar dalam penentuan strategi yang paling tepat untuk diterapkan di Desa Pinggirpapas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Desa Pinggirpapas, akan tetapi hanya diambil sampel 280 orang dengan menggunakan teknik sistem random sampling dan tarah kesalahan atau taraf signifikansi sebesar 5%. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT.Berdasarkan hasil analisis diperoleh informasi bahwa nilai skor yang tertinggi pada variabel eksternal adalah pada variabel Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep sebesar 10,00, sedangkan nilai skor yang paling rendah pada variabel eksternal adalah Di wilayah/ Desa Pinggirpapas belum ada tempat penampungan sementara (TPS) sebesar (-) 4,71.Nilai skor yang tertinggi pada variabel internal adalah pada variabel Dukungan masyarakat sebagai salah satu dari stakeholder dalam pengelolaan sampah sebesar 5,36, sedangkan nilai skor yang terendah pada variabel Masyarakat Desa Pinggirpapas tidak mau memisahkan sampah menurut jenisnya sebesar (-) 3,49.Posisi manajemen pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas berada pada kuadran IV (negatif,negatif). Posisi manajemen pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas lemah dan menghadapi tantangan besar. Strategi yang dapat direkomendasikan adalah strategi bertahan, artinya kondisi manajemen berada pada pilihan delematis. Kesalahan dalam pengambilan keputusan akan membawa bencana yang besar. Oleh karenanya, manajemen pengelolaan sampah disarankan untuk bertahan, sambil terus membenahi diri agar lebih baik.
WILLINGNESS DAN ABILITY TO PAY STUDI KAWASAN PARIWISATA PANTAI SLOPENG, KABUPATEN SUMENEP, MADURA Moh Harun; Anita Intan Nura Diana
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.051 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i1.340

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan kota atau wilayah berimplikasi pada meluasnya kawasan terbangun dan menyebarnya lokasi pemenuhan kebutuhan kehidupan. Salah satu bentuk kebutuhan manusia adalah kawasan pariwisata. Kota Sumenep merupakan salah satu kota dengan tujuan pariwisata pantai. Pariwisata pantai yang berada di Kota Sumenep adalah pantai slopeng dan pantai lombang. Menguntip dari website Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (DISBUDPARPORA), fasilitas yang akan dikembangkan yaitu fasilitas penginapan (hotel dan motel), kolam renang, dan sarana bermain di laut (menyelam, banana boat, berperahu dll). Karena keterbatasan dana Pemerintah Kabupaten Sumenep, harus ada fasilitas yang di prioritaskan. Penelitian Diana, Harun, & Jasuli (2016) tentang prioritas pengembangan fasilitas wisata bahari pantai slopeng menggunakan AHP menyatakan bahwa fasilitas bermain di laut yang memiliki bobot terbesar, artinya fasilitas bermain dilaut merupakan prioritas utama responden untuk dikembangkan.Terpilihnya fasilitas bermain di laut untuk dikembangkan, maka pihak pemerintah Kabupaten Sumenep membutuhkan dasar penetapan tarif. Tujuan dari penelitian ini adalah “mengetahui Willingness To Pay (WTP) dan Ability To Pay (ATP) masyarakat terhadap rencana pengembangan di kawasan wisata pantai slopeng”.Penentuan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data menggunakan contingent valuation method (WTP survey) untuk mengetahui willingness to pay dan travel cost method (TCM) untuk mengetahui ability to pay responden.Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ATP minimum responden sebesar Rp 5000,- ATP maksimum responden sebesar Rp 900.000,- dan rata-rata ATP sebesar Rp 96.000,-. Nilai WTP minimum responden untuk fasilitas Hotel/Motel sebesar Rp 100.000,- WTP maksimum responden sebesar Rp 300.000,- dan rata-rat WTP responden sebesar Rp 126.785,7143. Nilai WTP minimum responden untuk fasilitas lainnya (banana boat, menyelam, berperahu) sebesar Rp 20.000,- WTP maksismum responden sebesar Rp 100.000,- dan rata-rata WTP responden sebesar Rp 23.870,9677.
IbM PEMBANGUNAN DESA WISATA MELALUI KONSEP LOCAL COMMUNITY BASED Mohammad Harun; Anita Intan Nura Diana; Rillia Aisyah Haris
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.549 KB) | DOI: 10.24929/ft.v5i2.397

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk memperoleh devisa dan penghasilan non migas. Desa Semaan, Kecamatan Dasuk dan Desa Belluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep merupakan dua Desa yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi tempat tujuan pariwisata yang berbasi masyarakat lokal (local community based). Di Desa Semaandan Desa Belluk Ares banyak kegiatan wisata yang dapat dinikmati misalnya, menikmati indahnya pantai slopeng dan pantai tanerros, rokat tase’(petik laut), tari muang sangkal, saronen Madura, dan batu cenneng. Beberapa permasalahan diantaranya : 1)Kurangnya kesadaran dan respon masyarakat lokal terhadap pembangunan desa wisata sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat, 2) Belum adanya komunitas atau masyarakat lokal yang secara resmi membentuk kelompok sadar wisata (POKDARWIS), 3) Belum tersedianya sarana penunjang (tempat) bagi komunitas masyarakat untuk berdiskusi dan menuangkan ide-ide pembangunan desa wisata, 4) Belum banyaknya jumlah masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mengoperasikan komputer dan internet, 5) Kurangnya media informasi dan promosi wisata terkait keberadaan tempat-tempat wisata di Desa Semaan dan Desa Belluk Ares, Kabupaten Sumenep, 6) Kurangnya pengetahuan tentang sistem manajemen dan strategi promosi desa wisata. Hasil kegiatan meliputi kegiatan sosialisasi pentingnya desa wisata, pembentukan pokdarwis, pendampingan penyusunan program kerja, pembuatan gazebo, serah terima gazebo, sosialisasi pengelolaan website, sosialisasi manajemen dan strategi promosi, serta serah terima Laptop. Setelah dilakukan evaluasi dan monitoring terhadap kedua desa mitra, Desa Semaan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih tinggi untuk mengembangkan desa wisata dibandingkan dengan Desa Belluk Ares.