cover
Contact Name
Widiyanto
Contact Email
widiefree@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muarif@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
ISSN : 25491539     EISSN : 25794256     DOI : -
The Journal of Nonformal Education and Community Empowerment is published twice a year in June and December. This journal is published by the Department of nonformal Education Faculty of Education Semarang State University since 2012, in 2017 changed with the new ISSN and in collaboration with the Association of Indonesian Non-Formal Education Academics. Disclose research results on non-formal education focus areas covering topics, (1) Community Based Education: literacy, equity, courses, training, life skills, community counseling, community empowerment, social work; (2) Family-Based Education: parenting, early childhood education, play group, homeschooling.
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
PENGARUH KESIAPAN TERHADAP PERILAKU ORANG TUA DALAM MENGHADAPI SIBLING RIVALRY (CEMBURU) PADA ANAK USIA DINI (DI DESA HARJOWINANGUN BARAT KECAMATAN TERSONO KABUPATEN BATANG) Khasanah, Tutik; Desmawati, Liliek; Budiartati, Emmy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sibling Rivalry merupakan hal yang wajar terjadi pada keluarga yang mempunyai balita lebih dari satu. Orang tua adalah kunci bagi munculnya Sibling Rivalry dan juga berperan memperkecil munculnya hal tersebut. Oleh karena itu muncul permasalahan yang menarik untuk diteliti, yaitu: Apakah ada pengaruh kesiapan terhadap perilaku orang tua dalam menghadapi Sibling Rivalry pada anak usia dini ?. Tujuan dari penelitian ini adalah secara umum untuk mengetahui pengaruh kesiapan terhadap perilaku orang tua dalam menghadapi Sibling Rivalry pada anak usia dini sedangkan secara khusus untuk mengetahui kesiapan dan perilaku orang tua dalam menghadapi Sibling Rivalry pada anak usia dini. Penelitian kuantitatif ini dilakukan pada masyarakat Desa Harjowinangun Barat Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Sampel yang dipilih adalah orang tua yang mempunyai balita lebih dari satu di Desa Harjowinangun Barat kecamatan Tersono Kabupaten Batang berjumlah 33 orang. Variabel yang dikaji kesiapan orang tua dalam menghadapi Sibling Rivalry sebagai variabel bebas dan perilaku orang tua dalam menghadapi Sibling Rivalry sebagai variabel terikat.  Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket. Selanjutnya untuk keperluan analisis data digunakan anasisis deskriptif dengan rumus persentase dan analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kesiapan orang tua dalam menghadapi sibling rivalry pada anak usia dini di Desa Harjowinangun Barat Kecamatan Tersono Kabupaten Batang dalam kategori kurang baik dan perilakunya dalam menghadapi sibling rivalry pada anak usia dini juga kurang baik. Hasil analisis regresi memperoleh nilai Fhitung = 27,291 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. ini berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan kesiapan terhadap perilaku orang tua dalam menghadapi sibling rivalry pada anak usia dini di Desa Harjowinangun Barat Kecamatan Tersono Kabupaten Batang. Adapun besarnya pengaruh tersebut adalah 46,8%. Simpulan dari penelitian ini yaitu perilaku orang tua dalam menghadapi sibling rivalry merupakan cerminan dari kesiapan orang tua dalam sibling rivalry pada anak usia dini. Saran terkait simpulan tersebut yaitu: 1)  Bagi orang tua yang memiliki anak usia dini lebih dari satu perlu mempersiapkan secara dini munculnya sibling rivalry pada anak-anaknya dengan memberikan perhatian dan kasih sayang secara adil sesuai masa perkembangan anak agar munculnya perilaku sibling rivalry pada diri anaknya dapat diminimalisir seoptimal mungkin, dan 2) Bagi penelitian selanjutnya yang tertarik melakukan kajian sejenis dapat        mengambil variabel lain yang diduga turut mempengaruhi munculnya perilaku sibling rivalry agar diperoleh informasi yang semakin lengkap terkait faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku sibling rivalry.Sibling Rivalry is a natural thing happens in families that have more than one toddler. Parents are the key to the emergence of Sibling Rivalry and also acts minimize the appearance of things. Therefore, it appeared interesting to study the issues, namely: Is there any influence on the behavior of parents readiness in the face of Sibling Rivalry in early childhood?. The purpose of this study was to determine the effect of general preparedness for the parents' behavior in the face of Sibling Rivalry in early childhood while specifically to determine readiness and parental behavior in the face of Sibling Rivalry in early childhood. Quantitative research was conducted in the village of West Harjowinangun Tersono Batang district. Selected samples are parents who have more than one toddler in the village of West Harjowinangun Tersono Batang district numbered 33 people. The variables that were examined parental readiness in the face of Sibling Rivalry as the independent variable and the behavior of the parents in dealing with Sibling Rivalry as the dependent variable. The instruments used in the data collection was a questionnaire. Furthermore, for the purposes of data analysis used descriptive anasisis percentage formula and simple linear regression analysis. The results of descriptive analysis showed readiness in the face of parents sibling rivalry in early childhood in the village of West Harjowinangun District Tersono Batang in unfavorable category and behavior in dealing with sibling rivalry in early childhood is also not good. The results of the regression analysis to obtain the value of 27.291 with significance Fhitung = 0.000 <0.05. This means that there is a significant influence on the behavior of parents readiness in dealing with sibling rivalry in early childhood in the village of West Harjowinangun Tersono Batang district. The magnitude of these effects was 46.8%. Conclusions from this research that parents' behavior in the face of sibling rivalry is a reflection of the readiness of parents in sibling rivalry in early childhood. Advice related to these conclusions: 1) For parents who have children early age are more than one needs to prepare early emergence of sibling rivalry in children with attention and affection equally appropriate term behavioral development of children so that the emergence of sibling rivalry in his son optimally minimized, and 2) Those who are interested in doing further research can take a similar study of other variables also influence the emergence of behavior alleged sibling rivalry in order to obtain more complete information related to the factors that influence the emergence behavior of sibling rivalry.
AKTIVITAS WAKTU LUANG (LEISURE) ANAK JALANAN DI SEKITAR SIMPANG LIMA KOTA SEMARANG (STUDI ANAK JALANAN BINAAN YAYASAN SETARA) Hidayati, Desiana
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah karakteristik waktu luang (leisure) anak jalanan? (2) Aspek internal apakah yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan? (3) Aspek eksternal apakah yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan? (4) Bagaimanakah pemaknaan aktivitas waktu luang bagi anak jalanan?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi karakteristik waktu luang (leisure) anak jalanan, (2) Untuk mendeskripsikan aspek internal yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan, (3) Untuk mendeskripsikan aspek eksternal yang mempengaruhi aktivitas waktu luang (leisure) anak jalanan, (4) Untuk mendeskripsikan pemaknaan aktivitas waktu luang (leisure) bagi anak jalanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini yaitu di Sekitar Simpang Lima Kota Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah lima anak jalanan yang berusia 13-17 Tahun. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dari subjek penelitian. Selain itu juga sumber tertulis berupa hasil catatan observasi dan arsip dari Yayasan Setara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data penelitian ini adalah dengan triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini pegumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kelima anak jalanan di sekitar simpang lima melakukan kegiatan aktivitas waktu luang dengan berbagai kegiatan pengetahuan serta kegiatan untuk beristirahat atau hiburan. Aspek internal yang mempengaruhi meliputi: pendapatan, usia, jenis kelamin, serta pendidikan. Aspek eksternal yang berpengaruh meliputi: faktor lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, serta faktor pemberdayaan dari pihak yayasan. pemaknaan dari aktivitas waktu luang bagi anak jalanan adalah waktu untuk menghibur diri serta waktu yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan. Berdasarkan simpulan di atas, peneliti menyarankan bahwa anak jalanan selalu diberikan pendampingan, berbagai jenis kegiatan yang bermanfaat untuk mengisi waktu luangnya dan peran orangtua agar selalu memperhatikan anaknya, serta peran yayasan atau pemerintah dalam meningkatkan perannya sebagai lembaga yang memberikan pelayanan untuk masyarakat tersisih atau kurang beruntung.rivalry.The background of this study were (1) What is the characteristic time (leisure) street children? (2) whether the internal aspects affecting leisure activity (leisure) street children? (3) whether the external aspect that affects the activity of free time (leisure) street children? (4) What is the meaning of free time activities for street children?. The purpose of this study was (1) to identify the characteristics of free time (leisure) street children, (2) To describe the internal aspects affecting leisure activity (leisure) street children (3) To describe the external aspects that affect leisure activity (leisure ) street children, (4) To describe the meaning of leisure activity (leisure) for street children. This study used a qualitative approach. What this research is on Neighborhood of Semarang Simpang Lima. Subjects in this study were five street children aged 13-17 years. Sources of data in this study is the result of the interview subjects. In addition, a written source in the form of the results of observation and archival records of the Foundation Equals. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. The validity of this research is the triangulation. Analysis of the data in this study pegumpulan data, data reduction, verification or presentation of the data and drawing conclusions. The results showed the five street children around the intersection of five activities leisure activity with a variety of activities and events for the rest of knowledge or entertainment. Internal aspects that affect include: income, age, gender, and education. Influential external aspects include: environmental factors, the availability of facilities and infrastructure, as well as the empowerment factor of the foundation. meaning of leisure activities for street children is the time to entertain yourself and time spent to acquire knowledge. Based on the above conclusions, the researchers suggest that street children are always given assistance, the various types of activities that are beneficial to fill his spare time and always pay attention to the role of parents to their children, and the role of foundations or the government in enhancing its role as an agency that provides services for marginalized or disadvantaged communities .
PENGELOLAAN PROGRAM PELATIHAN MENJAHIT TINNGKAT DASAR PADA ANAK PUTUS SEKOLAH DI BALAI LATIHAN KERJA (BLK) DEMAK Wahyuningtyas, Eva
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujan tertentu, sehingga tujuan yang diharapkan akan terwujud. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan program pelatihan menjahit dan faktor pendukung dan penghambat serta manfaat hasil pelatihan . Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Balai Latihan Kerja Demak. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subyek penelitian berjumlah 11 orang, yang terdiri dari 2 pengelola, 1 instruktur dan 8 peserta pelatihan. Keabsahan data dalam penelitian ini meliputi: triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik penganalisisan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil pengelolaan program pelatihan meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan penilaian, faktor yang menjadi penghambat dalam pengelolaan program yaitu perencanaan terdapat penyusunan program yang yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan hasil akhir kegiatan program, dalam pengorganisasian kurangnya instruktur yang ahli dalam bidang, kurangnya pengawasan dalam penggerakan, dalam penilaian ketidaksesuaian antara hasil nyata dengan hasil yang dicapai , Faktor pendukung dalam pengelolaan program yaitu faktor dari dalam diantaranya pendidik, peserta, pengelola, sarana prasarana media, faktor dari luar mitra kerja, dampak positif yang diperoleh yaitu penegetahuan baik keterampilan maupun sikap.Management is defined as a series of job or work done by a group of people to do a series of work in achieving certain Tujan, so that the expected goals will be realized. The purpose of this study is to investigate the management of tailoring training programs and supporting and inhibiting factors and the benefits of the training. This study used a qualitative descriptive approach. Research sites in Demak Training Center. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The subject of the study a total of 11 people, consisting of 2 managers, 1 and 8 trainee instructors. The validity of the data in this study include: triangulation of sources and triangulation methods. Technique of analyzing the data used in this study include: data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. Based on the research results of training program management including planning, organizing, mobilization, monitoring and evaluation, which is the bottleneck factor in program management including planning the preparation of programs that are not in accordance with what is expected and the final results of program activities, in the organization of the lack of skilled instructors in the field, the lack of oversight in the mobilization, the discrepancy between the real assessment of the results achieved, supporting factors in the management of the program that factors such as educators, participants, managers, media infrastructures, factors external partners, the positive effect is obtained penegetahuan both skill and attitude
PROFIL PENDIDIKAN KELUARGA MISKIN (STUDI PADA KELUARGA BURUH DI PERKEBUNAN TEH PAGILARAN) Ningrum, Amidha Nugraha
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keadaan sosial ekonomi keluarga miskin mempunyai pengaruh terhadap perkembangan anak, keluarga yang perekonomiannya cukup tidak ditekankan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga perhatian orangtua dapat dicurahkan kepada anaknya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah profil pendidikan anak, proses pendidikan anak, dan upaya yang dilakukan keluarga buruh miskin dalam pendidikan anak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan profil pendidikan anak, proses pendidikan anak, upaya yang dilakukan keluarga buruh miskin dalam pendidikan anak. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Subyek penelitian yaitu enam buruh dan enam anak keluarga buruh miskin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Analisis data menggunakan model interaktif melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa pendidikan anak dalam keluarga sangat mempengaruhi perilaku anak di lingkungan masyarakat maupun sekolah. Peran orangtua sangat diperlukan dalam memotivasi anak dengan cara menemani dan mengingatkan untuk belajar, dan mengajarkan norma agama. Simpulan penelitian ini bahwa keluarga buruh miskin lebih megutamakan pendidikan demi masa depan anak. Saran yang diajukan peneliti yaitu orangtua diharapkan untuk memperhatikan proses belajar dan berperilaku sesuai dengan etika dan norma budaya masyarakat sebagai pedoman bagi anak-anaknya.Socio-economic situation of poor families have an influence on the development of children, families whose economies are not sufficiently emphasized in meeting their needs, so that attention can be devoted parents to their children. The problem in this study is the profile of the child's education, the education of children, families and the efforts of poor workers in children's education. The purpose of this study is to describe the profile of children's education, the education of children, the efforts made poor working-class family in the education of children. The approach in this research is a qualitative approach. The research location Keteleng Village, District Blado, Batang. The research subjects are six labor and poor working-class family of six children. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data validity checking techniques using triangulation data. Analysis of data using an interactive model through four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study that the education of children in the family greatly affect children's behavior in the community and schools. The role of parents is necessary in a way to motivate children to learn and remind accompany and teach religious norms. The conclusions of this study that the families of poor workers more prioritize education for the future of the child. Researchers at the suggestions that parents are expected to pay attention to the process of learning and behaving in accordance with the ethical and cultural norms as guidelines for their children.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT MELALUI TAMAN BACAAN MASYARAKAT AREA PUBLIK DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Hidayanto, Juniawan
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu program pendidikan non formal dan Dalam rangka ikut mencerdaskan kehidupan bangsa serta usaha melestarikan program Pendidikan Non Formal melalui salah satu program pemberdayaan masyarakat dengan Pengembangan gerakan literasi serta pengembangan Budaya Baca pada masyarakat akan peningkatkan pengetahuan dan wawasan yang lebih baik dan ber arah pada progress atas kehidupan serta berkepribadian baik pribadi , kelompok maupun dalam bermasyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Upaya Taman Bacaan Masyarakat Area Publik dalam meningkatkan minat baca masyarakat, Kendala-Kendala apa yang dihadapi dalam meningkatkan minat baca masyarakat, bagaimanakah solusi yang ditempuh untuk mengatasi kendala kendala yang dihadapi dalam meningkatkan minat baca. Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan Upaya Taman Bacaan Masyarakat Area Publik dalam meningkatkan minat baca masyarakat, Mendeskripsikan Kendala-Kendala apa yang dihadapi dalam meningkatkan minat baca masyarakat, Mendiskripsikan solusi yang ditempuh untuk mengatasi kendala kendala yang dihadapi dalam meningkatkan minat baca. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di TBM Cita Agung, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Subyek penelitian yaitu pengelola TBM Citra Agung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Analisis data menggunakan model interaktif melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini bahwa Perlu peningkatan Sikap Kedisiplinan dari pengelolaan dan pendampingan sangat dibutuhkan dalam proses dan berlangsungnya kegiatan TBM Area Publik Citra Agung dan juga keberadaan akan TBM ini dirasa bermanfaat dan menjadi suatu layanan publik. Saran yang diajukan peneliti yaitu Perlu adanya pendampingan terhadap pelaksanaan yang pendampingan tersebut dilakukan oleh instansi terkait.
POLA PENDIDIKAN ANAK USIA 6-12 TAHUN YANG DITINGGAL MERANTAU ORANGTUA (KASUS DI DUKUH KETENGAHAN DESA LEBAKSIU KIDUL KEC. LEBAKSIU KAB. TEGAL) Rizqi, Neza Irma Nurbahria
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua menjadi pelaku utama dan pertama dalam mendidik dan mengasuh anak dalam lembaga pendidikan informal yaitu keluarga, tapi bagaimana jika orang tua pergi bekerja merantau ke luar kota. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah: (a) mendeskripsikan pola pendidikan anak usia 6-12 tahun yang ditinggal merantau orang tua di Dukuh Ketengahan Desa Lebaksiu Kidul Kec. Lebaksiu Kab. Tegal, (b) Mendeskripsikan perkembangan sosial emosional anak usia 6-12 tahun dari orang tua yang merantau. Hasil penelitian menunjukan bahwa subjek menggunakan tiga pola pendidikan atau asuh yaitu (a) pola permisif, (b) pola otoriter, dan (c) pola demokrasi. Namun baik pengasuh maupun ibu kandung cenderung menggunakan pola asuh permisif. Pemilihan pola asuh tersebut disebabkan oleh faktor pendidikan ibu asuh, ekonomi keluarga, dan pekerjaan orang tua. Anak berpola asuh permisif kurang bisa bersosialisasi baik cenderung mempunyai sifat mendominasi tidak mau kalah sedangkan pola otoriter cenderung pendiam hanya mengikuti saja, keduanya terbukti mempunyai dampak yang kurang baik terhadap sosial emosional anak. Berbeda dengan pola asuh demokrasi yang mempunyai dampak baik untuk perkembangan sosial emosional, anak menjadi mempunyai teman banyak karena pintar menempatkan diri di lingkungan sosial.Parents are the main actors and the first in educating and caring for children in informal educational institutions, namely the family, but what if the parents go to work migrated out of the city. Thus the aim of this study was: (a) describe the pattern of education of children aged 6-12 years who were left to wander the old man in the village of Hamlet Ketengahan Lebaksiu Kidul district. Lebaksiu Kab. Tegal, (b) to describe the social emotional development of children aged 6-12 years from the parents who wander. The results showed that subjects using three education or parenting patterns are (a) permissive pattern, (b) authoritarian pattern, and (c) the pattern of democracy. But both caregiver and mother tend to use permissive parenting. Selection of parenting is due to educational factors foster mother, family economics, and working parents. Children less permissive parenting patterns can socialize well tend to have properties not to be outdone while dominating authoritarian patterns tend reserved only followed, both shown to have adverse implications for social emotional. Contrary to the democratic parenting have a good impact on social emotional development, children are having a lot of friends because smart to put yourself in a social environment.
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (SUATU KAJIAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN ANAK PADA 5 IBU PEDAGANG JAMBU BIJI DI DESA BEJEN KECAMATAN BEJEN KABUPATEN TEMANGGUNG) Astuti, Asri Wahyu Widi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam keluarga, ibu berperan paling dominan, tidak hanya mengurus keluarga dan aktivitas rumah tangga tapi juga membantu perekonomian keluarga. Hal itu dilakukan agar tercapainya keluarga yang sejahtera. Pendidikan anak merupakan salah satu ciri kesejahteraan keluarga. Jika pendidikan anak terpenuhi dengan baik, itu merupakan wujud dari kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi keluarga ibu pedagang jambu biji, (2) Mendeskripsikan peran ibu pedagang jambu biji dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak, dan (3) Mendeskripsikan faktor penghambat ibu pedagang jambu biji dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anak di Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah 5 ibu pedagang jambu biji di desa Bejen yang mempunyai anak usia sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk membuktikan keabsahan data digunakan teknik ketekunan di lapangan dan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dalam penelitian ini reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian sebagai pengurus rumah tangga dan juga membantu ekonomi keluarga dengan berdagang jambu biji meningkatkan kondisi sosial ekonomi keluarga mereka. Dengan kondisi sosial ekonomi yang meningkat, mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan juga kebutuhan pendidikan anak. Hal tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan keluarganya berupa sandang, pangan, dan papan, kesehatan,dan pendidikan anak. Faktor penghambat mereka dalam pemenuhan pendidikan anak yaitu pembagian waktu antara pekerjaan dan mengurus keluarga, serta masalah ekonomi. Saran yang diberikan sebagai berikut : (1) untuk mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak, (2) mengelola pembagian waktu untuk usaha dan untuk pendidikan anak, (3) berusaha menyisihkan pendapatan untuk ditabung.In the family, the mother plays the most dominant, not only taking care of the family and household activities but also help the family economy. This was done in order to achieve a prosperous family. Children's education is one of the characteristics of family welfare. If the education of children are met well, it is a form of welfare. The purpose of this study was to (1) describe the socio-economic conditions of Native traders guava family, (2) Describe the role of merchant capital guava in improving the welfare of families in fulfilling the educational needs of children, and (3) Describe the factors inhibiting the mother merchant guava fulfillment of educational needs of children in the village Bejen, District Bejen, Temanggung Regency. This research is a qualitative approach. The subjects of this study were 5 mothers in the village traders guava Bejen who have school-age children. Data was collected through interviews, observation, and documentation. To prove the validity of the data used in the field persistence techniques and triangulation of sources and methods. Analysis of the data in this study data reduction, verification or presentation of the data and drawing conclusions. The results showed that the subjects as a housekeeper and also help the economy by selling guava families improve socio-economic conditions of their families. With the increasing socio-economic conditions, they can meet their daily needs and educational needs of children. This includes meeting the needs of families in the form of food, clothing, and shelter, health and education of children. Limiting factor in meeting their children's education is the division of time between work and taking care of the family, as well as economic problems. Suggestions are given as follows: (1) to give priority to the most urgent needs, (2) managing the distribution of time and effort for the education of children, (3) attempt to set aside income for savings.
PROSES PEMBELAJARAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA UJUNGWATU KECAMATAN DONOROJO KABUPATEN JEPARA Ruchmana, Ayu Dewi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana proses pembelajaran usaha tambak bandeng di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara; (2) Kendala apa yang dihadapi dalam proses pembelajaran usaha tambak bandeng di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara; (3) Bagaimana cara pemecahan masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran usaha tambak bandeng di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Tujuan penelitian ini meliputi: (1) Mendeksripsikan proses pembelajaran usaha tambak bandeng di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara; (2) Mendiskripsikan kendala apa saja yang dihadapi dalam proses pembelajaran usaha tambak bandeng di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara; (3) Mendiskripsikan cara pemecahan masalah proses pembelajaran usaha tambak bandeng di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subyek penelitian adalah petani tambak bandeng sebanyak lima orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian menemukan bahwa proses pembelajaran usaha tambak bandeng di Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo bervariasi yaitu ada yang melalui pelatihan formal melalui Dinas Perikanan dan Kelautan, namun ada juga yang melalui proses pembelajaran sendiri atau secara otodidak. Kendala ditemukan mulai dari proses pembelajaran yaitu berbedanya tekstur tanah untuk pembelajaran dengan lahan yang digarap petani. Kendala tentang pembesaran ikan berkaitan dengan cuaca dan air pasang laut serta ditemukannya berbagai macam hama serta mahalnya harga pupuk serta pakan ikan. Kendala pemasaran yaitu rendahnya harga ikan karena dipermainkan oleh tengkulak. Pemecahan masalah tentang kendala pembesaran dapat ditangani dengan berbagai cara seperti mensiasati pengolahan tanah dengan menggunakan pompa penyedot air, serta proses pemupukan yang tepat guna, sementara kendala yang berkaitan dengan hama bandeng dapat diobati. Pemasaran dapat diatasi dengan mencoba memasarkan hasil tambak bandeng ke laur daerah seperti Semarang dan Jakarta. Berdasarkan simpulan diatas disarankan (1) petani tambak bandeng diharapkan dapat mengikuti program pembelajaran, (2) petani tambak diharapkan dapat bersama-sama dengan penati tambak lain serta bekerja sama dengan dinas terkait untuk mengatasi berbagai kendala tersebut seperti memperbaiki saluran air serta penggunaan obat secara terpaduThe problem in this study are: (1) How does the learning process milkfish ponds in the village business district Ujungwatu Donorojo Jepara, (2) what obstacles encountered in the learning process milkfish ponds in the village business district Ujungwatu Donorojo Jepara district, (3) How to split problems encountered in the learning process milkfish ponds in the village business district Ujungwatu Donorojo Jepara. The purpose of the study include: (1) learning Mendeksripsikan milkfish ponds in the village business district Ujungwatu Donorojo Jepara, (2) Describe any obstacles encountered in the learning process milkfish ponds in the village business district Ujungwatu Donorojo Jepara district, (3) describe the way learning problem-solving efforts milkfish ponds in the village Ujungwatu Donorojo Jepara district. The research method used was qualitative. Subjects were milk fish farmers five people. Methods of data collection through interviews, and documentation. Techniques of data analysis through data reduction, data presentation and conclusion or verification. The results found that the learning process milkfish ponds in the village business district Ujungwatu Donorojo varied that there are formal training through the Department of Fisheries and Marine Resources, but some are through the learning process itself or self-taught. Constraints found from the process of learning the different soil texture for learning to cultivated land farmer. Constraints on weather-related enlargement of the fish and the sea tide and the discovery of a wide range of pests and the high price of fertilizer and fish feed. Marketing constraints due to the low price of fish is being played by middlemen. Solving the problem of enlargement constraints can be handled in various ways such as tillage anticipate using sump pumps, as well as the appropriate fertilization, while the difficulties associated with milkfish pests can be treated. Marketing can be overcome by trying to market their milkfish pond to curved areas such as Semarang and Jakarta. Based on the conclusion above is recommended (1) milk fish farmers are expected to attend the learning program, (2) fish farmers are expected to Penati together with other farms and work with relevant agencies to overcome various obstacles such as improving drainage and the use of drugs in an integrated .
MODEL PELATIHAN TUTOR PENDIDIKAN KEAKSARAAN DI SKB PATI Andriyana, Argha
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tenaga pendidik yang patut diperhatikan agar menjadi pendidik yang memiliki kulialifikasi profesional adalah “tutor” jenis tenaga pendidik ini terkadang luput dari perhatian kita terutama bahwa istilah tutor ini hanya banyak dikenal pada lingkungan pendidikan non formal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana model pelatihan tutor pendidikan keaksaraan di SKB Pati, (2) bagaimana keefektifan model pelatihan tutor pendidikan keaksaraan menurut tutor dan (3) apa saja manfaat model pelatihan tutor keaksaraan bagi tutor. Penelitian dilakukan di SKB Pati dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah 1 orang penyelenggara, 2 orang fasilitator dan 2 orang warga belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan yaitu dengan metode triangulasi. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan model pelatihan tutor pendidikan di SKB Pati menggunakan 4 tahapan pelaksanaan. Tahapan tersebut meliputi (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan Pelatihan, (3) Evaluasi dan (4) tindak lanjut.One of the educators should be noted that a professional educator who has kulialifikasi is a "tutor" the kind of teachers we sometimes go unnoticed, especially that the term tutor is only known to a lot of non-formal environmental education. Issues that were examined in this study were (1) how to model literacy tutor training in SKB Pati, (2) how the effectiveness of the literacy tutor training model by tutors and (3) what are the benefits of literacy tutor training model for tutors. The study was conducted in SKB Pati with a qualitative approach. Informants in this study were 1 organizer, 2 facilitators and 2 learners. Data collection methods used were interviews, observation and documentation. Validity of the data used by the triangulation method. Techniques of data analysis phase through data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed tutor training model of education in SKB Pati using 4 stages of implementation. The stages include (1) preparation, (2) Implementation of Training, (3) evaluation and (4) follow-up.
MODEL PEMBELAJARAN MAGANG ( STUDI PADA PENGRAJIN LOGAM DI SENTRA HOME INDUSTRI LOGAM KELURAHAN KEJAMBON KECAMATAN TEGAL TIMUR KOTA TEGAL ) Wardani, Pandu Yoda Aneke
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini, yaitu: (1) Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran magang di Sentra Home Industri Logam Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal; (2) Mendeskripsikan model pembelajaran magang di Sentra Home Industri Logam Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal; (3) Mendeskripsikan apa saja hasil yang diperoleh pemagang (peserta didik) setelah mengikuti pembelajaran magang di Sentra Home Industri Logam Kelurahan Kejambon Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan: wawancara, observasi, dokumentasi, dan subyek penelitian ini berjumlah 9 orang yaitu: 2 orang pemilik industri, 2 orang tutor, 2 orang warga belajar, dan 3 orang pemagang yang telah mandiri. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini: (1) proses pembelajaran dimulai dari tahapan pemberian pekerjaan yang ringan hingga praktek secara mandiri setelah melihat tutor mendemonstrasikan terlebih dahulu; (2) . Model pembelajaran yang ada di pembelajaran magang ini adalah model belajar pendidikan orang dewasa dengan kegiatan praktek langsung;  (3) hasil yang diperoleh setelah mengikuti proses magang adalah bertambahnya pengetahuan dan ketrampilan, serta adanya sikap mandiri dari pemagang untuk membuka usahanya secara mandiri di rumah masing-masing.The purpose of this research, include: (1) To describe the process of learning internship in the the Sentra Home Industri of Metal Village Kejambon Eastern District of Tegal, (2) Describe the apprenticeship model of learning in the Sentra Home Industri of Metal Village Kejambon Eastern District of Tegal; (3) Describe any results obtained interns (students) after participating in learning internship in the the Sentra Home Industri of Metal Village Kejambon Eastern District of Tegal. Research using qualitative methods of data collection techniques were used: interviews, observation, documentation, and the subject of this study is 9 people: 2 industrial owner, 2 tutors, 2 learners and 3 interns who are independent. Data analysis is qualitative. The results obtained in this study: (1) the learning process starts from the stage of the employment of mild to practice independently after seeing the first demonstration tutor; (2). Model of learning in this internship is learning learning model of adult education with hands-on activities, (3) the results obtained after following the internship process is increased knowledge and skills, as well as the independent attitude of interns to begin operations independently in their homes each.

Filter by Year

2012 2021