cover
Contact Name
Widiyanto
Contact Email
widiefree@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muarif@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment
ISSN : 25491539     EISSN : 25794256     DOI : -
The Journal of Nonformal Education and Community Empowerment is published twice a year in June and December. This journal is published by the Department of nonformal Education Faculty of Education Semarang State University since 2012, in 2017 changed with the new ISSN and in collaboration with the Association of Indonesian Non-Formal Education Academics. Disclose research results on non-formal education focus areas covering topics, (1) Community Based Education: literacy, equity, courses, training, life skills, community counseling, community empowerment, social work; (2) Family-Based Education: parenting, early childhood education, play group, homeschooling.
Arjuna Subject : -
Articles 358 Documents
ANALISIS PEMBELAJARAN TRAINING PADA LEMBAGA AT WEST OUTBOUND TRAINING SEMARANG Muktiana, Kris
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini, yaitu : (1) Untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melalui wirausaha laundry sosial di KSM berseri, (2) Untuk mengetahui dampak dari adanya wirausaha laundry sosial di Kelurahan Tembalang, (3) Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang menghambat proses wirausaha laundry sosial di KSM berseri. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian ini terdiri dari dari ketua, 3 anggota KSM Berseri, 1 bendahara KSM Berseri, dan 1 koordinator BKM Tembalang. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan simpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah (1) Proses pemberdayaan masyarakat melalui wirausaha laundry sosial di KSM berseri dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya persiapan, assesment / kebutuhan, Tahap perencanaan program kegiatan, pemformulasian rencana aksi, pelaksanaan pemberdayaan, evaluasi, terminasi, (2) Dampak dari adanya wirausaha laundry sosial di KSM Berseri adalah Terciptanya hubungan kebersamaan antar anggota, Membuka peluang kerja baru bagi masarakat setempat khususnya ibu-ibu, dan adanya peningkatan kesejahteraan, (3) Kendala yang sering terjadi dalam menjalankan wirausaha laundry adalah sebagai berikut : modal, kurangnya ketrampilan menejemen, SDM, iklim yang tidak menentu, lokasi, promosi, persaingan, sarana dan prasarana.The purpose of this research, they are: (1) To understand the process of community empowerment through social entrepreneurship in KSM berseri laundry, (2) To understand the impact of the presence of social laundry entrepreneurship in Tembalang, (3) To understand the obstacles that interfere the process of social loundry entrepreneurship in KSM Berseri. This research used descriptive qualitative research approach, the study subjects consisted of a chairman, three members of KSM Berseri, 1 treasurer of KSM Berseri, and 1 coordinator of Tembalang BKM. Data collection techniques used observation, interview and documentation technique. Data analysis techniques include data reduction, verification or presentation of the data and conclusions withdrawal. The results obtained in this study is (1) The process of community empowerment through social entrepreneurship laundry in KSM Berseri done through several stages of preparation among others, assessment / needs, level of program planning activities, pemformulasian action plan, the implementation of empowerment, evaluation, termination, (2) The impact of social loundry entrepreneurship in KSM Berseri is the creation of relationships between members, Give new job opportunities for local people, especially women, and there is an increase in welfare, (3) The problems that often occurs in running an loundry business is as follows: Capital, lack of management skills, Human Resources, uncertain climate, location, promotion, competition, facilities and infrastructure.
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DIALOGIS PAULO FREIRE PADA PROGRAM PAKET B DI SEKOLAH ALTERNATIF QARYAH THAYYIBAH DESA KALIBENING SALATIGA JAWA TENGAH Meilya, Ika Rizqi; Fakhruddin, Fakhruddin; Ekosiswoyo, Rasdi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurang unggulnya mutu lulusan lembaga pendidikan Indonesia dipicu oleh paradigma pendidikan tradisional yang Paulo Freire sebut dengan banking concept of education. Pembelajaran dialogis merupakan model pembelajaran menempatkan anak sebagai aktor utama perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta faktor pendorong dan penghambat pembelajaran. Pendekatan penelitian kualitatif. Subyek penelitian kepala sekolah, pendamping dan warga belajar program paket B Sekolah Alternatif Qaryah Thayyibah. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian adalah a) perencanaan pembelajaran anak memiliki kebebasan dalam menentukan tempat, materi dan media belajar, fungsi pendamping sebagai dinamisator layaknya teman b) pelaksanaan pembelajaran menggunakan strategi student learning center metode problem-solving, suasana belajar menyenangkan, alam dan masyarakat merupakan laboratorium dan sumber belajar bagi anak c) evaluasi belajar menggunakan teknik self-evaluating dan bentuk karya melalui pendidikan keterampilan fungsional sebagai bekal kehidupan d) faktor pendukung meliputi motivasi belajar yang tinggi dan suasana belajar menyenangkan, minimnya sarana prasarana dan pembagian jam belajar menjadi faktor penghambat pembelajaran. Saran yang direkomendasikan oleh penulis pendamping mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dengan membuat jadwal pelajaran sehingga lebih efektif dan efisien. Pelaksanaan pembelajaran ditentukan batas jam belajar malam sebab akan mencabut anak dari akar pendidikan keluarga yang sejatinya adalah pendidikan paling utama. Evaluasi bentuk karya pendamping lebih mengarahkan pada keterampilan fungsional sebagai bekal anak memperoleh pekerjaanLess eminent quality of educational institutions graduates Indonesia triggered by traditional educational paradigm Paulo Freire calls the banking concept of education. Dialogic learning is a learning model puts the child as the main actor of planning, implementation and evaluation of learning. The purpose of this study describes the planning, implementation, evaluation, and factors driving and inhibiting learning. Qualitative research approach. Principal research subjects, mentors and people learn programming package B Qaryah tayyibah Alternative School. Collecting data using interviews, observation and documentation. Examination of the validity of data using triangulation of sources. Analysis of the data through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results are a) planning the children's learning have freedom in deciding where, materials and media learning, functions like a chaperone as dynamist friend b) implementation of student learning using learning center strategy problem-solving methods, fun learning environment, nature and society is a source of laboratory and learning for children c) learning evaluation techniques and forms of self-evaluating functional skills through education works as a stock life d) supporting factors include high motivation to learn and fun learning environment, lack of infrastructure and the distribution of hours of studying to be a factor inhibiting learning. Suggestions recommended by the co-authors were able to improve the quality of learning by creating a timetable so that more effective and efficient. Implementation of the learning specified limit evening study hours because it would deprive the child of the true roots of family education is the most important education. Evaluate the work of companion more direct form the functional skills to get a job.
POLA PENGASUHAN UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK (STUDI KASUS DI YAYASAN TUNAS RAJAWALI KOTA SEMARANG) Pertiwi, Septi
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagaimana pola pengasuhan dalam  upaya mengembangkan karakter anak, bagaimana karakter anak dari hasil pola pengasuhan dan apa kendala yang dihadapi dalam pengembangan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengasuhan dalam mengembangkan karakter anak, mendeskripsikan hasil dari pengembangan karakter anak dengan pola pengasuhan yang diterapkan dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi dalam pengembangan karakter anak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian berjumlah 4 orang terdiri dari 1 ketua yayasan dan 3 pengasuh dan 10 informan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah display data, reduksi data, pengumpulan data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengasuhan di yayasan Tunas Rajawali menggunakan pola pengasuhan yang cenderung demokratis, karakter yang dikembangkan dalam pengasuhan meliputi karakter yang berhubungan dengan Tuhan, berhubungan dengan diri sendiri, berhubungan dengan sesama, dan berhubungan dengan lingkungan. Hasil dari pola pengasuhan yang cenderung demokratis adalah menghasilkan anak yang memiliki perkembangan karakter yang memiliki kematangan jiwa, emosi stabil, memiliki rasa tanggungjawab yang besar, mudah bekerjasama dengan orang lain, mudah menerima saran orang lain, mudah di atur, dan taat peraturan atas kesadaran sendiri. Penerapan pola pengasuhan yang cenderung demokratis dipadukan dengan sifat kekeluargaan yang diterapkan di yayasan Tunas Rajawali sehingga perkembangan karakter anak asuh menjadi lebih baik dan tanpa ada paksaan dari siapapun untuk merubah dirinya menjadi lebih baik. Pengasuh mempunyai kompetensi untuk mengembangkan karakter anak asuh menjadi lebih baik dan berbudi luhur. Simpulan dalam  penelitian ini adalah penerapan pola pengasuhan yang cenderung demokratis dalam pengembangan karakter anak yang diterapkan di yayasan Tunas Rajawali berkembang dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh ketua yayasan dan seluruh pengasuh. Kendala pengasuhan anak dalam upaya pengembangan kaThis research answers the questions of how caretaking pattern can develop children’s characters, how the children’s characters after the caretaking pattern is, and what obstacles faced in developing children’s character are. This research aims to describe caretaking pattern to develop children’s characters, the result of children’s characters development using the applied caretaking pattern, and the obstacles faced in developing children’s characters.The research approach of this study is qualitative and the method used is descriptive qualitative. There are 4 subjects involved in this research consisting of 1 head of the foundation, 3 caretakers, and 10 informants. Data collecting was done by interview, observation, and documentation. Data validating was done by triangulation method and source. Technique of analyzing data used by this research is data display, data reduction, data gathering, and conclusion taking. The result of this research shows that caretaking pattern in Tunas Rajawali Foundation tends to be democratic. Characters which are developed in caretaking include characters relating to God, to themselves, to other people, and to the environment. The result of the said caretaking pattern which tends to be democratic is to develop children’s character to be grown up psychologically, to have stable emotion, to possess high responsibility, to easily work with other people, to easily accept other people’s opinion, to be easily controlled, and to consciously obey the rule. The application of caretaking pattern which tends to be democratic is equipped with kinship by Tunas Rajawali Foundation so that the development of children’s characters goes better and they are able to change themselves without a force from anyone. The caretakers have a competence to develop children’s character to be better and magnanimous.In short, the conclusion of this research states that the application of caretaking pattern tending to be democratic in developing children’s characters which is applied by Tunas Rajawali Foundation grows appropriately and in line with the purpose wished by the head of the foundation and all the caretakers. The obstacles in children’s caretaking during the characters’ development are influenced by the internal and external factors (science and technology, children’s environment to socialize).rakter di pengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal (IPTEK, lingkungan anak bersosialisasi). 
(STUDI KASUS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT. PERTAMINA DAN UNNES DI DESA LEDOK, KECAMATAN SAMBONG KABUPATEN BLORA) Estafianto, Hary Dwi; Suryana, Sawa; Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corporate Sosial Responsibility (CSR) merupakan tanggungjawab sosial dari perusahaan untuk melaksanakan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana perencanaan program CSR, pelaksanaan program CSR, monitoring dan evaluasi, dampak program CSR dan faktor yang mempengaruhi dalam prgogram CSR. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan program CSR, pelaksanaan program CSR, monitoring dan evaluasi, dampak program CSR dan faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan program CSR.Penelitian dilakukan di Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 6 orang. Fokus penelitian ini adalah bentuk pemberdayaan masyarakat melalui program CSR PT. Pertamina dan UNNES di Desa Ledok. Sumber data penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan yaitu dengan metode triangulasi. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program CSR di Desa Ledok dilaksanakan mengunakan perencanaan top-down. Pada pelaksanaan semua berjalan dengan baik dengan menggunakan model pendekatan pemberdayaan masyarakat. Dalam perlaksanaan program CSR ini juga dilaksanakan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan program. Kegiatan monitoring program CSR ini menggunakan pendekatan secara langsung dan kegiatan evaluasi yang dilaksanakan menggunakan model evaluasi akhir. Program CSR di Desa Ledok berdampak pada empat bidang garapan meliputi bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang kesehatan, dan pada bidang lingkungan dan infrastruktur. Dalam pelaksanaan program CSR juga memiliki faktor pendukung dalam pelaksanaan program CSR yaitu sarana dan prasarana, tingkat SDM dan partisipasi masyarakat. Faktor penghambat dalam pelaksanaan program CSR ini adalah potensi lokal.Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah program CSR di Desa Ledok secara keseluruhan berjalan dengan baik. Perencanaan program CSR ini menggunakan perencanaan top-down, pelaksanaannya menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat, dalam monitoring dan evaluasi menggunakan pendekatan langsung. Program CSR ini berdampak positif bagi warga masyarakat desa Ledok dan kendala yang dihadapi dapat diatasi dengan baik.Corporate Social Responsibility ( CSR ) is the social responsibility of the company to implement community empowerment . The problem studied is how the CSR program planning , implementation of CSR programs , monitoring and evaluation , the impact of CSR programs and the factors that influence the CSR prgogram . The purpose of this study is to describe the CSR program planning , implementation of CSR programs , monitoring and evaluation , the impact of CSR programs and the factors that affect the implementation of CSR programs . The study was conducted in the village of the District Ledok Sambong Blora with a qualitative approach . The study subjects consisted of six people . The focus of this research is a form of community empowerment through CSR PT . Pertamina and UNNES in Ledok village . The data source in this study are primary and secondary data sources . Data collection methods used were interviews , observation and documentation . The validity of the data used is the method of triangulation . The technique of data analysis through data reduction phase , data presentation , and conclusion .The results showed that the CSR program planning in Ledok village implemented using a top-down planning. In implementing all goes well by using a model of community empowerment approach . In implementation CSR program is also implemented monitoring and evaluation to determine the success of the program. monitoring activities in CSR program uses a direct approach and evaluation activities are carried out using a model of the final evaluation. CSR programs in Ledok village impact on four sector include education, economics , health, and the environmental and infrastructure . In the implementation of CSR programs also have inhibiting factor in the implementation of CSR programs namely infrastructure , human resources and the level of community participation . inhibiting factor in the implementation of CSR programs is the local potential .The conclusion that can be drawn from this research is the CSR program in the Village Ledok going well overall . Planning this CSR program uses a top-down planning , implementation of community empowerment approach , the monitoring and evaluation using the direct approach . The CSR program had a positive impact for residents of rural communities Ledok and obstacles encountered can be overcome with good .
PENYELENGGARAAN PAUD BERBASIS PENDIDIKAN AL-QUR’AN (STUDI PADA PAUD-TPQ NURUL HUDA DI JALAN PANCURSARI IV KELURAHAN JANGLI KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG) Handayani, Dwi Saputri; Utsman, Utsman
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan PAUD menitikberatkan pada peletakkan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik atau motorik, intelektual, emosional, moral, spiritual, sosial, bahasa, seni, dan kreativitas, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Salah satu Satuan PAUD Sejenis yang perlu mendapatkan perhatian adalah PAUD berbasis Pendidikan Al-Qur’an. PAUD berbasis Pendidikan Al-Qur’an adalah program dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah naungan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD berbasis Pendidikan Al-Qur’an merupakan PAUD yang berbasiskan keagamaan, sehingga peruntukannya bagi anak yang seagama. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian PAUD berbasis Pendidikan Al-Qur’an pada PAUD-TPQ Nurul Huda Kelurahan Jangli Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari satu orang kepala lembaga PAUD, satu orang sekretaris, satu orang bendahara, dua orang pendidik, dua orangtua peserta didik, dua peserta didik dari PAUD-TPQ Nurul Huda, dan satu orang staff UPTD Pendidikan Kecamatan Tembalang. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data penelitian meliputi uji kredibilitas data (validitas internal), uji transferability (validitas eksternal), uji depenability (reliabilitas), dan uji comfirmability (obyektifitas). Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkankesimpulan bahwa penyelenggaraan PAUD-TPQ Nurul Huda sudah sesuai dengan pedoman penyelenggaraan PAUD berbasis Pendidikan Al-Qur’an, dan sudah sesuai dengan teori komponen penyelenggaraan.Saran untuk PAUD-TPQ Nurul Huda yaitubila akan melakukan perencanaan hendaknya semua komponen dilibatkan agar semua komponen mempunyai andil yang besar dalam penyelenggaraan PAUD-TPQ Nurul Huda. Tugas dan fungsi komite wali peserta didik perlu lebih dioptimalkan sehingga peran wali peserta didik dalam hal ini orang tua dapat lebih maksimal. Perlu adanya kerjasama yang cukup erat sehingga semua komponen ikut bersama melaksanakan apa yang telah menjadi perencanaan dengan sungguh-sungguh, dan hasil dari evaluasi, pelaporan, dan pembinaan perlu didokumentasikan atau dibuat notulen sehingga koreksi yang diberikan dapat digunakan untuk perbaikan penyelenggaraan PAUD-TPQ Nurul Huda selanjutnya.Implementation of ECD focuses on laying the foundation toward the growth and development of physical or motor, intellectual, emotional, moral, spiritual, social, language, art, and creativity, according to the uniqueness and developmental stages through which early childhood. One of the early childhood unit kind of concern is early childhood education based on the Quran. Based early childhood education of the Qur'an is a program of Kemeterian Education and Culture under the auspices of the Directorate of Early Childhood Education. Based early childhood education of the Qur'an is a religious-based early childhood, so that the allocation for children who are the same religion. The purpose of this study to know how the planning, organizing, implementing, and controlling of early childhood education based on the Quran Nurul Huda ECD-TPQ Jangli Village District Tembalang Semarang. The study used a qualitative approach. Sources of data consisting of ten people from one person's head of early childhood institutions, one secretary, one treasurer, two teachers, two parents of students, two students from early childhood-TPQ Nurul Huda, and one staff person UPTD District Tembalang. The collection of data through observation, interviews, and documentation. Test the validity of research data include test the credibility of the data (internal validity), transferability test (external validity), depenability test (reliability), and test comfirmability (objectivity). Research results and discussion indicate the conclusion that the implementation of ECD-TPQ Nurul Huda is in conformity with the guidelines of the organization of early childhood education based on the Quran, and are in accordance with the theory of operation of the component. Suggestions for ECD-TPQ Nurul Huda will do the planning that is when all the components should be involved so that all the components have a big share in the administration of early childhood-TPQ Nurul Huda. Duties and functions of the committee guardians of students needs to be optimized so that the role of guardians of students in this case the parents can get more leverage. There needs to be a fairly close cooperation so that all the components come together to implement what has been planning in earnest, and the results of the evaluation, reporting, and guidance needs to be documented or made the minutes so that corrections can be used for improving the implementation of ECD-TPQ Nurul Huda further..
PENYELENGGARAAN PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN DALAM PENINGKATAN EKONOMI PETANI WANITA (STUDI PELATIHAN PENGGEMUKAN KAMBING DI DESA KALIMANGGIS KABUPATEN BATANG) Muslikhah, Muslikhah; Nurhalim, Khomsun
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak potensi yang ada di Desa Kalimanggis, yaitu tersedianya bambu yang berlimpah, tenaga swadaya masyarakat, tenaga masyarakat yang produktif belum diberdayakan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Guna mengoptimalkan potensi yang ada mengangkat petani perempuan untuk diberdayakan melalui program pelatihan penggemukan kambing yang didanai PNPM Mandiri Perdesaan dengan memanfaatkan potensi lokal. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan perencanaan program PNPM Mandiri Perdesaan; (2) mendeskripsikan pelaksanaan program PNPM Mandiri Perdesaan; (3) mendeskripsikan evaluasi program PNPM Mandiri Perdesaan; (4) mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penyelenggaraan Program PNPM Mandiri Perdesaan dalam peningkatan ekonomi petani wanita di Desa Kalimanggis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimanggis, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Subjek penelitian yang penulis gunakan yaitu pengurus dan peserta pelatihan guna mendapatkan data-data yang relevan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik pengamatan dan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh dari program pelatihan penggemukan kambing, yaitu: 1) perencanaan program terdiri dari identifikasi kebutuhan, tujuan, kurikulum, rekutmen sumber belajar, rekutmen peserta didik, program kerja, penggalian data, sarana dan prasarana, sumber dana program pelatihan penggemukan kambing, 2) pelaksanaan program terdiri dari waktu kegiatan, jangka waktu kegiatan, tempat kegiatan, peserta pelatihan, tutor pelatihan, metode pelatihan, materi pelatihan, media pelatihan yang menunjang pelatihan penggemukan kambing, 3) evaluasi program terdiri dari penilaian dan pendampingan guna memberikan tindak lanjut program, 4) faktor pendukung dan faktor penghambat untuk peningkatan program penggemukan kambing. Berdasarkan hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa dalam program penggemukan kambing sangat diperlukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program agar tujuan yang ingin dicapai terlaksana. Program penggemukan kambing adalah program yang diajukan secara bottom-up sesuai dengan keinginan masyarakat berjalan dengan baik dan mengalami kemajuanThere are much potential that exists in the village of Kalimanggis. Those are the availability of abundant bamboo, the power of non-government personnel, and the power of productive society which is not empowered optimally yet to the welfare of the society. In order to optimize the available potential, women farmers are raised to be empowered through goat fattening training program funded by Rural PNPM Mandiri by utilizing local potential. The purpose of this study are to: (1) describe the PNPM Mandiri planning program done at the village board of Kalimanggis; (2) describe the implementation of the program of Rural PNPM Mandiri in the village of Kalimanggis; (3) describe the program evaluation of Rural PNPM Mandiri to describe the village of Kalimanggis; (4) describe the supporting and inhibiting factors in the implementation of the National Program for Society Empowerment (PNPM) Mandiri in the economic improvement of women farmers in the village of Kalimanggis. This study used a qualitative descriptive approach; the methods of data collection used were interviews, observation, and documentation. The experiment was conducted in the village of Kalimanggis, Subah District, Batang Regency. Research subjects used by the writer were the board and trainees in order to obtain the relevant data. Data validation techniques used by the writer were observation and triangulation techniques. Data Analysis Techniques used were the data collection, data reduction, data display and conclusion drawing or verification. The results obtained from goat fattening training program, namely: 1) program planning consists of identifying the needs, goals, curriculum, the recruitment of learning resources, the recruitment of students, desk job, data mining, infrastructure, funding sources of goat fattening training programs, 2) implementation of the program consists of activity time, activity periods, the activity place, the trainees, training tutor, training methods, training materials, training media which supports goat fattening training, 3) evaluation of the program consists of assessment and assistance programs to provide follow-up program, 4) supporting and inhibiting factors in improving the goat fattening program. Based on the research results, it can be concluded that the goat fattening program needs planning, implementation, and evaluation of programs to accomplish the goal. Goat fattening program is a program that is proposed in a bottom-up way in accordance with the wishes of the society, runs well and makes progress.
ANALISIS PEMBELAJARAN TRAINING PADA LEMBAGA AT WEST OUTBOUND TRAINING SEMARANG Martharini, Tiara Rahmania; Yusuf, Amin; Mulyono, Sungkowo Edy
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan lembaga AT West Outbound Training dalam assessment kebutuhan, pelaksanaan bentuk dan jenis, serta evaluasi pembelajaran training. Subjek penelitian adalah pimpinan lembaga, 4 fasilitator dan 4 peserta pelatihan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan assessment kebutuhan pembelajaran training yang dilakukan oleh lembaga AT West telah memenuhi komponen sistem perencanaan dengan menggunakan metode identifikasi wawancara tehadap key person, pelaksanaan training menggunakan teknik-teknik pada metode pelatihan off the job training, serta evaluasi  dilakukan dengan cara informal yakni menggunakan teknik observasi dengan skala psikologi. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran training yang dilaksanakan oleh Lembaga AT West telah memenuhi seluruh aspek tahapan pembelajaran sebuah training.The Purposes of the study is to analyze all activities in the AT West Outbound Training form of needs assessment, implementation forms and types, as well as the evaluation  learning of training. The Subjects in this study is institutional leaders, four facilitators, and four trainees. Data collection methods were using were interview, observation and documentation. Validity of the data was using triangulation method. Techniques of data analysis through data reduction phase, data presentation, and conclusion. The results showed that the overall of training needs assessment study implemented by the AT West Outbound Training institution has complied with the planning system component identification using interviews of key persons, the implementation methods of training using various techniques off-the-job training, and evaluation is done used by informal observation techniques with psychological scale. Conclusion of this study is learn of training implemented by the AT West Outbound Training institution has complied with all aspects of the learning
STRATEGI MEMBANGUN SIKAP BERWIRAUSAHA (STUDI PADA HOME INDUSTRY PEMBUATAN TELUR ASIN DI KECAMATAN BREBES) Nurapriliani, Arnita Dian; Ilyas, Ilyas
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa Krisis multidimensial yang diawali pada tahun 1997 samapai dengan sekarang mengantarkan Negara Asia terpuruk terutama pada sector ekonomi begitu juga dengan Indonesia, bahkan dalam kasus Indonesia sampai saat ini belum mampu memecahkan problem tersebut. Dalam kondisi Indonesia belum mampu berinovasi dan mampu terobosan – terobosan terbaru dalam bidang ekonomi dengan demikian nilai – nilai kewirausahaan amat sangat dibutuhkan sebagai jalan mengatasi krisis tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana proses membangun kewirausahaan bagi pengusaha telur asin, (2) bagaimana strategi membangun sikap kewirausahaan bagi pengusaha telur asin, dan(3) apasaja faktor pendukung dan penghambat membangun sikap kewirausahaan bagi pengusaha telur asin. Penelitian strategi membangun sikap berwirausaha menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 3 pengelola dan 3 Karyawan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan/ verifikasi. Teknik yang digunakan untuk pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini adalah Triangulasi sumber. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini: (1) proses yang dilakukan adalah terjadinya inovasi, pemicu, dan pelaksanaan dalam membangun sikap wirausaha (2) strategi membangun sikap wirausaha yaitu jujur, bertanggung jawab, pengambilan resiko, kreatif, dan kemampuan manajerial. (3)Adapun yang menjadi faktor pendukung adalah tersedianya semua alat, bahan yang diperlukan, dan lokasi usaha yang strategis. Sedangkan faktor pengambat diantaranya kurang disiplinnya karyawan dan kekurangan modal. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini: (1) terjadinya proses inovasi, proses pemicu, dan proses pelaksanaan. (2) kurangnya modal yang menghambat para pengusaha dalam mengelola usahanya, (3) faktor pendukung adalah tersediannya semua alat, bahan yang diperlukan, dan lokasi usaha yang strategis. Sedangkan faktor penghambat diantaranya kurang disiplinnya karyawan dan kekurangan modal. Saran – saran yang disampaikan yaitu: (1) Semua pemilik harus mempunyai sikap kreatif, (2) Pemilik harus bertanggung jawab bila mempunyai hutang, (3) Untuk karyawan bekerjanya harus terus disiplin.This research is motivated by the fact that the multidimensional crisis that began in 1997 with the now deliver samapai slumped Asian countries especially in the economic sector as well as Indonesia, even in the case of Indonesia has not been able to solve the problem. In the Indonesian state has not been able to innovate and able to breakthrough - the latest breakthroughs in the field of economics is thus value - the value of entrepreneurship is very much needed as a way to overcome the crisis. The problem in this study were: (1) how to build a process for entrepreneurs entrepreneurship salted egg, (2) how to build strategies for entrepreneurs entrepreneurial attitude salted egg, and (3) anything what enabling and inhibiting factors for entrepreneurs build entrepreneurial attitude salted egg. Research strategy to build a sense of entrepreneurship using descriptive qualitative research methods, data collection is done by interview, observation, and documentation. Informants consisted of 3 managers and 3 employees. The data analysis technique used in this study include: (1) data collection, (2) data reduction, (3) presentation of data, (4) drawing conclusions / verification. The technique used for checking the validity of the data in this study are triangulated sources. The results obtained in this study: (1) the process undertaken is the innovation, triggers, and execution in building an entrepreneurial attitude (2) the strategy of building an entrepreneurial attitude that is honest, responsible, risk-taking, creative, and managerial capabilities. (3) As for the supporting factor is the availability of all tools, materials needed, and strategic business location. While pengambat factors including lack of discipline of employees and lack of capital. Conclusions obtained in this study: (1) the process of innovation, process triggers, and process execution. (2) lack of capital hinder entrepreneurs in managing their business, (3) supporting factor is tersediannya all the tools, materials needed, and strategic business location. While inhibiting factors including lack of discipline of employees and lack of capital. Advice - advice presented are: (1) All owners should have a creative attitude, (2) The owner must be responsible when having debt, (3) For the operation should continue to discipline employees. <w:LsdException Locked=
PERAN KADER BINA KELUARGA BALITA DALAM PENGELOLAAN POS PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KASIH IBU KELURAHAN TEGALREJO KECAMATAN ARGOMULYO KOTA SALATIGA Prasetyo, Bayu Aji; Kisworo, Bagus
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan, peran kader Bina Keluarga Balita (BKB) dalam pengelolaan, serta faktor apa saja yang mendukung dan menghambat kader BKB dalam pengelolaan Pos PAUD Kasih Ibu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah kader BKB Pos PAUD Kasih Ibu yang berjumlah 5 orang dan 1 orang pengelola Pos PAUD Kasih Ibu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dibuktikan dengan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa pengelolaan yang dilaksanakan pada Pos PAUD Kasih Ibu mulai dari proses perencanaan, pengorganisasian, penilaian, pembinaan hingga proses  pengembangan, begitupula yang terjadi dari peran kader BKB. Proses perencanaan kegiatan pembelajaran tidak memiliki sistematika yang jelas. Kepemimpinan yang dilakukan di Pos PAUD Kasih Ibu terjalin secara kekeluargaan. Pemanfaatan sumber daya dalam pengorganisasian yang ada dilakukan dengan efektif. Evaluasi dilaksanakan dari dinas UPTD kecamatan dan dari pihak BKKBN. Kegiatan pembinaan dari masyarakat sekitar. Pengembangan yang dilakukan dengan melengkapi APE, pengetahuan dan ketrampilan kader yang ditingkatkan dalam mendidik serta mengasuh anak. Faktor pendukung yaitu adanya kerjasama yang baik dengan lingkungan sekitar dan faktor penghambat adalah masalah biaya yang sedikit dan tugas kader yang bekerja secara sukarela.The goal of this research include: to determine the management, the role of the management BKB cadre, what factors that support and hinder BKB cadres in the management of Kasih Ibu early childhood Postal. This study uses qualitative research. The subjects were BKB cadres  Kasih Ibu Post ECD numbering 5 people and 1 person ZIP manager Kasih Ibu Post ECD. Data validity is evidenced by the triangulation of data. Data were collected by means of interviews, observation, and documentation. Data analysis using interactife analysis model. Conclusions from the study include: management of Kasih Ibu Post ECD held on from planning, organizing, assessment, coaching up the development process; BKB cadre role in the management Kasih Ibu post ECD role in the planning process to development. Postal management planning process Kasih Ibu early childhood does not have a systematic learning activities are carried out in the Post.  Leadership exercised in ZIP Kasih Ibu ECD entwined in a family. Utilization of resources within the organization that is leaders, cadres, toddlers and parents of all parties associated with the smooth progress and activities in Kasih Ibu early childhood Postal. Evaluations are conducted from offices UPTD districts and from the BKKBN. Development activities of the surrounding community. Factors inhibiting and supporting a cadre of BKB in managing Kasih Ibu early childhood Postal.
STRATEGI MEMBANGUN SIKAP BERWIRAUSAHA (STUDI PADA HOME INDUSTRY PEMBUATAN TELUR ASIN DI KECAMATAN BREBES) Tunggul, Yudhana Wisnu; Raharjo, Tri Joko
Journal of Nonformal Education and Community Empowerment Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang permasalahan kurangnya kedisiplinan warga belajar dalam mengikuti pembelajaran di SKB secara tertib, datang terlambat dan kurang konsentrasi terhadap pembelajaran yang diberikan oleh tutor. Tujuan penelitian mendeskripsikan strategi pembelajaran, kendala faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan strategi pembelajaran program paket B di UPTD SKB Simo Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 5 orang tutor dan 6 warga belajar. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Teknik penganalisisan data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembelajaran yang digunakan tutor di SKB yakni mengunci pintu kelas saat pelajaran berlangsung, menghukum mengelilingi lapangan dan membersihkan laboratorium maupun mushola bagi yang datang terlambat, mengumpulkan tugas sebelum bel masuk, memberikan nilai bonus untuk yang datang tepat waktu dan mengajak sholat dzuhur berjamaah terlebih dahulu. Faktor penghambat pembelajaran meliputi latar belakang sosial, ekonomi, lingkungan dan motivasi belajar rendah menjadi penghambat proses pembelajaran di SKB Simo. Faktor pendukung yaitu strategi pembelajarannya telah disetujui oleh kepala SKB, sarana dan prasarana telah memadahi, dan media pembelajaran cukup lengkap. Tutor menerapkan mengunci pintu saat bel masuk diharapkan supaya warga belajar dating tepat waktu dan mengajak sholat dzuhur berjamaah sebelum masuk kelas.Some problem in this reasearch are more of thestudent have less dicipline, to get lesson in SKB(Activity galery of study), late to cam, less consentration to the lesson that given from the teacher. Purpuse of this reasearch are describe of learning strategichange paket B, and describe constraints and problem and stake holder who doing learning strategi program at UPTD SKB Simo Boyolali district reasearch result at area. This research using qualitative approach. Technical data used by interview observation and documentation. The subject of this research are 11 people about of them 5 teacher and 6 informan .Of the legitimacy of the data used in this research are subject trianggulasi. Technical data analysis of its use is by the reduction of the data, the presentation of data, the conclusion. Learning strategi that the teacher used at SKB are locked all of the door at the classroom when the student are studyng. Give punishment run arround the field and cleaning laboratory and mosque when came to late. Take the task before bell began. Give bonus value tp the student arrive on time. Invite pray together. Factor learning inhibiting : social background, economy, environment, and less learning ,motivation make inhibiting learnin process at SKB Simo. Proponent factor is learning strategi approved headmaster SKB. Have enough infrastructure, and learning media complitty.conclusions at learning strategies in the reasearch teacher do locked the door when bell began. So that expected all student arrive on time and pray together before coming in the class.

Filter by Year

2012 2021