Jurnal Smart Keperawatan
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017"
:
10 Documents
clear
Analisis Perilaku Kekerasan Fisik dan Psikologis Kelompok Resiko Lanjut Usia Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I
nugroho, petrus
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.505 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.91
Latar belakang: Perilaku perlindungan lanjut usia merupakan aktivitas yang diarahkan untuk mengurangi risiko individu terhadap perkembangan penyakit atau masalah kesehatan tertentu. Lembaga pemasyarakatan menjadi tempat yang berisiko tinggi terhadap perilaku kekerasan fisik, psikologis pada lansia. Â Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui perilaku kekerasan fisik dan psikologis pada lansia yang terdapat di lembaga pemasyarakatan.Metode penelitian: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif research tanpa kelompok kontrol. Adapun populasi penelitian yaitu penghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas 1, sedangkan sampel penelitian ini dipilih dengan kriteria inklusi kelompok lanjut usia baik lansia muda usia 60-69 tahun dan lansia tua >70 tahun. Selanjutnya, berdasarkan analisa data, hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan proporsi. Â Hasil penelitian: menunjukkan narapidana lansia dengan suku Sunda dan Tionghoa memiliki angka kekerasan fisik lebih tinggi dibandingkan suku lainnya. Lansia dengan suku Sunda terjadi kekerasan fisik sebesar 52,94 % dan Tionghoa sebesar 66,77 %. Sedangkan, angka kekerasan psikologis yang terjadi pada narapidana lansia sebesar 36,11 % dan 63,89 % tak terjadi. Â Simpulan dan saran: kekerasan fisik sering kali terjadi pada narapidana lansia daripada kekerasan psikologis. Petugas kesehatan lapas harus memperhatikan status kesehatan secara fisik dan psikolog harus melakukan konseling secara berkala.
Hubungan Dukungan Perawat dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasangan Hidup Pasien yang Dirawat Di Ruang ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora
amrih widiati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.546 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.96
Gejala kecemasan baik yang bersifat akut maupun kronik (menahun) merupakan komponen utama bagi hampir semua gangguan jiwa (psychiatric disorder). Jumlah orang yang menderita gangguan kecemasan baik akut maupun kronik mencapai 5% dari jumlah penduduk, dengan perbandingan antara wanita dan pria 2 banding 1. Diperkirakan antara 2-4% diantara penduduk suatu saat dalam kehidupannya pernah mengalami gangguan cemas. Untuk mengetahui hubungan antara dukungan perawat dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat. Jenis penelitian kuantitatif analitik. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pasangan hidup pasien di ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora bulan Desember 2016 sebanyak 32 pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah pasangan hidup pasien di ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora pada bulan Januari 2017 sebanyak 35 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Ada hubungan antara dukungan perawat dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat (P-value = 0,039). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat (P-value = 0,005). Rumah sakit membuat standar operasional prosedur pemberian dukungan pada pasien kritis untuk mengurangi tingkat kecemasan pada keluarga.
Analisis Dokumentasi Keperawatan dengan Instrumen A di Ruang Arafah Rumah Sakit Habibullah Gabus Grobogan Tahun 2016
muhammad purnomo
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (88.272 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.92
Rasio jumlah perawat Arrafah belum mencukupi dibandingkan dengan beban kerja, luas lokasi kerja serta jumlah peralatan yang tersedia, tetapi pelaksanaan dokumentasi proses keperawatan tidak berjalan sesuai konsep dokumentasi keperawatan. Uraian tugas perawat yang dibuat berdasarkan latar belakang pendidikan namun pelaksanaannya masih melebihi tugas seharusnya, jabatan dan masa kerja. Metode Penugasan Praktik Perawatan menggunakan metode tim (sesuai ketentuan yang ditetapkan).Belum tersedianya form asuhan keperawatan terintegrasi secara lengkap yang mampu untuk mencatat pendokumentasian secara baik dan benar atau belum sesuai keputusan direktur nomor: 009/Kep/RM/IX/2013 tentang Panduan Rekam Medik. Panduan/ pedoman dan SPO pelayanan sudah lengkap namun kurang dukungan sarana prasarana sehingga kurang maksimal pelaksanaanya. Staf kurang mempunyai kesempatan mengikuti pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui bimbingan, pendidikan tambahan, kursus, seminar dan pendidikan formal di kampus belum sesuai dengan SK Direktur No: 001/ Per/ HBL/I/2013 tentang Peraturan Kepegawaian pasal 12. Nilai Instrumen pengkajian 69%, Diagnosa Keperawatan 72%, Perencanaan 74%, Tindakan Keperawatan 90%, Evaluasi 86% dan Catatan Keperawatan 40% dari seharusnya 100%. Ruang Arrafah masih perlu mengembangkan metode komunikasi yang baik terkait komunikasi SBAR, perlu penyediaan kartu pencatatan asuhan keperawatan, Sosialisasi kebijakan, pedoman/ panduan dan SPO yang terkait dokumetasi keperawatan, Pelatihan Inhause Training tentang dokumentasi dan administrasi keperawatan.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kehilangan pada Pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang
Rini Sari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (54.211 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.97
Data statistik kasus HIV/AIDS di Indonesia sampai bulan September 2014 orang yang meninggal akibat HIV/AIDS sebanyak 9.796 orang. HIV/AIDS tidak hanya memberikan dampak psikologis yang besar bagi penderitanya. Pasien HIV/AIDS perubahan karakter psikososial yaitu : hidup dalam stres, depresi, merasa kurangnya dukungan sosial, dan perubahan perilaku. Tujuan penelitia ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang. Metode : desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien HIV/IDS di poliklinik CST RSUD Kabupaten Batang sebanyak 50 orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian dengan analisa univariat diperoleh 86% responden mendapatkan dukungan keluarga yang cukup dan 60% responden melalui tingkat kehilangan yang cukup. Analisa bivariat dengan chi square diperoleh ρ value 0,006 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang. Saran untuk perawat adalah dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS dengan melibatkan keluarga dalam pemberian konseling pada pasien HIV/AIDS sehingga keluarga dapat mengetahui pentingnya manfaat dukungan keluarga pada pasien HIV/AIDS.
Pengaruh Bladder Training Terhadap Kemampuan Ibu Postpartum Sectio Caesarea Dalam Berkemih Di Rsud Kajen Kabupaten Pekalongan
Indah Wulaningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.3 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.93
Persalinan sectio caesaria menggunakan anestesi spinal yang menimbulkan efek samping seperti gangguan eleminasi uriene yang dapat menyebabkan retensi urine. Salah satu asuhan keperawatan yang dapat diberikan adalah bladder training. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bladder training terhadap kemampuan ibu postpartum section caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Metode atau desain penelitian menggunakan quasy experiment dengan pendekatan two group pretest and posttest design. Sampel penelitian adalah ibu postpartum sectio caesarea sebanyak 38 orang untuk kelompok kontrol dan 38 orang kelompok perlakuan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Independent T test. Hasil penelitian ini rata-rata kemampuan berkemih (pretest) kelompok kontrol pre test sebesar 530,08 ml dan post test sebesar 596,63 ml. Rata-rata kemampuan berkemih (pretest) kelompok perlakuan pre test sebesar 632,26 ml dan post test sebesar 836,71 ml. Hasil independent T test diperoleh ρ value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan penelitian ada pengaruh bladder training terhadap kemampuan ibu postpartum sectio caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Saran untuk perawat perlu informasi tentang bladder training dan memberikan motivasi kepada pasien postoperasi agar bersedia melakukan bladder training untuk meningkatkan kemampuan berkemih dan mencegah kejadian retensi urine pada pasien.
Bayam Merah untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Kelas XII SMK Al-Islam Kudus
umi faridah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (80.38 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.102
Latar Belakang: Anemia adalah salah satu masalah gizi utama yang terjadi di Indonesia, khususnya anemia. Anemia menonjol pada masa anak-anak sekolah terutama remaja putri. Remaja putri berisiko tinggi terjadi anemia, karena pada masa remaja terjadi peningkatan kebutuhan zat besi akibat adanya pertumbuhan dan masa menstruasi. Kegiatan di sekolah, perkuliahan maupun berbagai aktifitas organisasi dan ekstrakurikuler yang tinggi akan berdampak pada pola makan yang krang teratur, selain itu kebiasaan mengkonsumsi minuman yang menghambat absorbsi zat besi akan mempengaruhi kadar hemoglobin seseorang. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bayam merah sebagai peningkatan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia di SMK Al-Islam tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental dengan pendekatan pre-post test with control grup. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Uji statistik yang digunakan wilcoxon signed rank tes dengn nilai ρ value = 0.005 sehinggasimpulkan ada pengaruh yang signifikan (ρ value 0.005 < 0,05) bayam merah dalam membantu menaikkan kadar zat besi dalam darah sehingga membantu mencegah anemia. Ada pengaruh pemberian bayam merah sebagai upaya peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di SMK Al-Islam Kudus tahun 2016. Kata Kunci: BayamMerah; Hemoglobin; Anemia
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pengunjung Terhadap Kepuasan Tentang Klinik Wisata di Water Blaster Semarang
widiyaningsih widiyaningsih;
Eni Kusyati;
Hilmi Aziz Yusma
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.887 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.89
Water Blaster merupakan wahana permainan air yang pertama kali berdiri di Semarang dan menjadi andalan rekreasi keluarga warga kota Semarang. Setiap tahunnya jumlah pengunjung yang berkunjung ke Water Blaster selalu mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah wisatawan tersebut akan diikuti peningkatan resiko kesehatan dikarenakan aktifitas kepariwisataan merupakan aktifitas yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan, sehingga dibutuhkan adanya fasilitas klinik wisata. Sehubungan dengan hal diatas maka telah tersedia fasilitas pelayanan kesehatan khusus menangani masalah kesehatan pada wisatawan di kawasan wisata yang dikenal dengan nama klinik wisata.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross section.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner.Jumlah responden sebanyak 51orang dengan teknik Purposive sampling.Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus chi-square.Hasil penelitian didapatkan data pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (49,0%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai sikap positif sebanyak 29 responden (56,9%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai kepuasan puas sebanyak 28 responden (54,9%). Simpulan Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang.
Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan
witri hastuti;
Son Haji
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.178 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.94
Latar belakang: Diabetes mellitus merupakan kelompok penyakit kronis. Diabetes mellitus biasanya disebut sillent killer. Diabetes mellitus merupakan penyakit menahun sehingga mmbutuhkan dalam pengelolaan, seperti olah raga. Olah raga dapat mempengaruhi kadar gula darah sampai 48 jam sesudah seseorang melakukannya. Jumlah pasien diabetes mellitus di Kabupaten Pekalongan Tahun 2015 terdiri dari tipe I sebanyak 171 orang dan tipe II sebanyak 2.393 orang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Metode : desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan one group pretest posttest. Sampel penelitian adalah pasien diabetes tipe II di wilayah Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah Glukosameter, Lembar observasi, Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil penelitian: analisis bivariat menggunakan Paried T Test. Hasil penelitian menunjukkan value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Saran : Perawat disarankan untuk menyelenggarakan olah raga dengan durasi waktu yang dilakukan dan prosedur pelaksanaan yang harus dipatuhi oleh diabetesi sebelum dan sesudah melaksanakan senam diabetes mellitus.
Pengaruh Terapi Dzikir Tasbih Pada Pasien Pre Operasi Bedah Hernioraphy Terhadap Tekanan Darah Di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Semarang
achmad syaifudin
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.334 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.90
Berdasarkan survei pendahuluan jumlah kasus hernioraphy pada tahun 2014 sebanyak 135 kasus. Pada tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 145 kasus. Untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir tasbih pada pasien pre operasi bedah hernioraphy terhadap tekanan darah. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasi experiment). Desain penelitian ini adalah static group comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hernioraphy pada bulan Januari dan Februari 2016 sebanyak 25 kasus. Sampel penelitian kelompok perlakuan sebanyak 15 orang dan kelompok kontrol sebanyak 15 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Ada perbedaan tekanan darah sistole pada kelompok perlakuan. Ada perbedaan tekanan darah diastole pada kelompok perlakuan. Ada perbedaan tekanan darah sistole pada kelompok kontrol. Ada perbedaan tekanan darah diastole pada kelompok kontrol. Ada perbedaan yang signifikan terapi dzikir tasbih pada pasien pre operasi bedah hernioraphy terhadap tekanan darah sistole di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Semarang. Ada perbedaan yang signifikan terapi dzikir tasbih pada pasien pre operasi bedah hernioraphy terhadap tekanan darah diastole. Rumah sakit sebaiknya menerapkam terapi non farmakologi seperti terapi dzikir untuk mengatasi peningkatan tekanan darah pada pasien yang akan menjalani operasi agar pasien merasa tenang dan tidak cemas saat akan operasi.
Pengaruh Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragik Di RSUD Kota Semarang
Evy Kusgiarti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.414 KB)
|
DOI: 10.34310/jskp.v4i1.95
Sebesar 28,5% penderita stroke non hemoragik meninggal dunia dan sisanya mengalami kelumpuhan total atau sebagian. Hanya 15 % saja yang dapat sembuh total dari serangan stroke atau kecacatan. Therapy Mirror merupakan terapi untuk pasien stroke dengan melibatkan sistem mirror neuron yang terdapat di daerah kortek serebri yang bermanfaat dalam penyembuhan motorik dari tangan dan gerak mulut.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Mirror Therapy terhadap kekuatan otot pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Kota Semarang Jenis penelitian kuantitatif, metode quasi experiment, Desain One Group Pretest-Posttest yaitu kelompok control dan kelompok intervensi. Jumlah sampel 10 pasien stroke non hemoragik. Teknik purposive sample. Uji normalitas data dengan Shapiro Wilks dan uji paired t test. Hasil Penelitian kekuatan otot sebelum dilakukan latihan Mirror Therapy pasien Stroke Non Hemoragik rata- rata 1.600. sedangkan sesudah dilakukan latihan Mirror Therapy rata-rata 2.600. hasil uji normalitas p value sebesar 0,000 dan p value kekuatan otot sesudah latihan mirror therapy adalah 0,030 (>0,05). Kesimpulan : terdapat pengaruh yang signifikan latihan Mirror Therapy terhadap kekuatan otot pasien stroke non hemoragik. t hitung = -2.428 dengan p value = 0,015Saran : meningkatkan mutu pelayanan dengan cara memberikan pemahaman tentang pemberian latihan mirror therapy pada pasien stroke.