cover
Contact Name
Ns. Susi Nurhayai, M.Kep
Contact Email
susinurhayati74@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
susinurhayati74@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Smart Keperawatan
ISSN : 23016221     EISSN : 25025236     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017" : 10 Documents clear
Analisis Perilaku Kekerasan Fisik dan Psikologis Kelompok Resiko Lanjut Usia Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas I nugroho, petrus
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.505 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.91

Abstract

Latar belakang: Perilaku perlindungan lanjut usia merupakan aktivitas yang diarahkan untuk mengurangi risiko individu terhadap perkembangan penyakit atau masalah kesehatan tertentu. Lembaga pemasyarakatan menjadi tempat yang berisiko tinggi terhadap perilaku kekerasan fisik, psikologis pada lansia.  Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui perilaku kekerasan fisik dan psikologis pada lansia yang terdapat di lembaga pemasyarakatan.Metode penelitian: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif research tanpa kelompok kontrol. Adapun populasi penelitian yaitu penghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas 1, sedangkan sampel penelitian ini dipilih dengan kriteria inklusi kelompok lanjut usia baik lansia muda usia 60-69 tahun dan lansia tua >70 tahun. Selanjutnya, berdasarkan analisa data, hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan proporsi.  Hasil penelitian: menunjukkan narapidana lansia dengan suku Sunda dan Tionghoa memiliki angka kekerasan fisik lebih tinggi dibandingkan suku lainnya. Lansia dengan suku Sunda terjadi kekerasan fisik sebesar 52,94 % dan Tionghoa sebesar 66,77 %. Sedangkan, angka kekerasan psikologis yang terjadi pada narapidana lansia sebesar 36,11 % dan 63,89 % tak terjadi.  Simpulan dan saran: kekerasan fisik sering kali terjadi pada narapidana lansia daripada kekerasan psikologis. Petugas kesehatan lapas harus memperhatikan status kesehatan secara fisik dan psikolog harus melakukan konseling secara berkala.
Hubungan Dukungan Perawat dan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasangan Hidup Pasien yang Dirawat Di Ruang ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora amrih widiati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.546 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.96

Abstract

Gejala kecemasan baik yang bersifat akut maupun kronik (menahun) merupakan komponen utama bagi hampir semua gangguan jiwa (psychiatric disorder). Jumlah orang yang menderita gangguan kecemasan baik akut maupun kronik mencapai 5% dari jumlah penduduk, dengan perbandingan antara wanita dan pria 2 banding 1. Diperkirakan antara 2-4% diantara penduduk suatu saat dalam kehidupannya pernah mengalami gangguan cemas. Untuk mengetahui hubungan antara dukungan perawat dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat. Jenis penelitian kuantitatif analitik. Desain penelitian adalah cross sectional. Populasi dalam  penelitian ini adalah jumlah pasangan hidup pasien di ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora bulan Desember 2016 sebanyak 32 pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah pasangan hidup pasien di ICU Rumah Sakit Wilayah Kabupaten Blora pada bulan Januari 2017 sebanyak 35 pasien. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Ada hubungan antara dukungan perawat dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat (P-value = 0,039). Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasangan hidup pasien yang dirawat (P-value = 0,005). Rumah sakit membuat standar operasional prosedur pemberian dukungan pada pasien kritis untuk mengurangi tingkat kecemasan pada keluarga.
Analisis Dokumentasi Keperawatan dengan Instrumen A di Ruang Arafah Rumah Sakit Habibullah Gabus Grobogan Tahun 2016 muhammad purnomo
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.272 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.92

Abstract

Rasio jumlah perawat Arrafah belum mencukupi dibandingkan dengan beban kerja, luas lokasi kerja serta jumlah peralatan yang tersedia, tetapi pelaksanaan dokumentasi proses keperawatan tidak berjalan sesuai konsep dokumentasi keperawatan. Uraian tugas perawat yang dibuat berdasarkan latar belakang pendidikan namun pelaksanaannya masih melebihi tugas seharusnya, jabatan dan masa kerja. Metode Penugasan Praktik Perawatan menggunakan metode tim (sesuai ketentuan yang ditetapkan).Belum tersedianya form asuhan keperawatan terintegrasi secara lengkap yang mampu untuk mencatat pendokumentasian secara baik dan benar atau belum sesuai keputusan direktur nomor: 009/Kep/RM/IX/2013 tentang Panduan Rekam Medik. Panduan/ pedoman dan SPO pelayanan sudah lengkap namun kurang dukungan sarana prasarana sehingga kurang maksimal pelaksanaanya. Staf kurang mempunyai kesempatan mengikuti pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui bimbingan, pendidikan tambahan, kursus, seminar dan pendidikan formal di kampus belum sesuai dengan SK Direktur No: 001/ Per/ HBL/I/2013 tentang Peraturan Kepegawaian pasal 12. Nilai Instrumen pengkajian 69%, Diagnosa Keperawatan 72%, Perencanaan 74%, Tindakan Keperawatan 90%, Evaluasi 86% dan Catatan Keperawatan 40% dari seharusnya 100%. Ruang Arrafah masih perlu mengembangkan metode komunikasi yang baik terkait komunikasi SBAR, perlu penyediaan kartu pencatatan asuhan keperawatan, Sosialisasi kebijakan, pedoman/ panduan dan SPO yang terkait dokumetasi keperawatan, Pelatihan Inhause Training tentang dokumentasi dan administrasi keperawatan. 
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kehilangan pada Pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang Rini Sari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.211 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.97

Abstract

Data statistik kasus HIV/AIDS  di Indonesia sampai bulan September 2014 orang yang meninggal akibat HIV/AIDS sebanyak 9.796 orang. HIV/AIDS tidak hanya memberikan dampak psikologis yang besar bagi penderitanya. Pasien HIV/AIDS perubahan karakter psikososial yaitu : hidup dalam stres,  depresi,  merasa  kurangnya  dukungan  sosial,  dan perubahan  perilaku.  Tujuan  penelitia  ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di  Poliklinik  Care  Support  and  Treatment  (CST)  RSUD  Kabupaten  Batang.  Metode  :  desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah  pasien  HIV/IDS  di  poliklinik  CST     RSUD  Kabupaten  Batang  sebanyak  50  orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data  menggunakan  uji  chi  square.  Hasil  penelitian  dengan    analisa  univariat  diperoleh  86% responden  mendapatkan  dukungan  keluarga  yang  cukup  dan  60%  responden  melalui  tingkat kehilangan  yang  cukup.  Analisa  bivariat  dengan  chi  square  diperoleh  ρ  value  0,006  <  0,05. Kesimpulan penelitian ini  ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang. Saran untuk perawat adalah dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS dengan melibatkan keluarga dalam pemberian konseling pada pasien HIV/AIDS sehingga keluarga dapat mengetahui pentingnya manfaat dukungan keluarga pada pasien HIV/AIDS. 
Pengaruh Bladder Training Terhadap Kemampuan Ibu Postpartum Sectio Caesarea Dalam Berkemih Di Rsud Kajen Kabupaten Pekalongan Indah Wulaningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.3 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.93

Abstract

Persalinan  sectio  caesaria  menggunakan  anestesi  spinal  yang  menimbulkan  efek  samping  seperti  gangguan eleminasi  uriene  yang dapat menyebabkan  retensi urine. Salah satu asuhan keperawatan  yang dapat diberikan adalah bladder training. Tujuan penelitian   ini untuk mengetahui  pengaruh bladder training terhadap kemampuan  ibu postpartum  section caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Metode  atau  desain  penelitian  menggunakan   quasy  experiment  dengan  pendekatan  two  group  pretest  and posttest design.  Sampel penelitian  adalah ibu postpartum  sectio caesarea  sebanyak  38 orang untuk kelompok kontrol dan 38 orang kelompok  perlakuan.  Pengambilan  sampel menggunakan  purposive  sampling.  Instrumen penelitian adalah lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Independent T test. Hasil penelitian  ini  rata-rata kemampuan  berkemih (pretest) kelompok  kontrol pre test sebesar 530,08 ml dan post  test  sebesar  596,63  ml.  Rata-rata  kemampuan  berkemih  (pretest)  kelompok  perlakuan  pre  test  sebesar 632,26 ml dan post test sebesar 836,71 ml.  Hasil independent T test diperoleh ρ value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan    penelitian  ada pengaruh  bladder  training  terhadap  kemampuan  ibu postpartum  sectio  caesarea dalam berkemih di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Saran  untuk  perawat  perlu  informasi  tentang  bladder  training  dan memberikan  motivasi  kepada  pasien  postoperasi  agar  bersedia  melakukan  bladder  training  untuk  meningkatkan  kemampuan  berkemih  dan mencegah kejadian retensi urine pada pasien.
Bayam Merah untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri Kelas XII SMK Al-Islam Kudus umi faridah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.38 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.102

Abstract

Latar Belakang: Anemia adalah salah satu masalah gizi utama yang terjadi di Indonesia, khususnya anemia. Anemia menonjol pada masa anak-anak sekolah terutama  remaja  putri.  Remaja  putri  berisiko  tinggi  terjadi anemia, karena pada masa remaja terjadi peningkatan kebutuhan zat besi akibat adanya pertumbuhan dan masa menstruasi. Kegiatan di sekolah, perkuliahan maupun berbagai aktifitas organisasi dan ekstrakurikuler yang tinggi akan berdampak pada  pola  makan  yang  krang  teratur,  selain  itu  kebiasaan  mengkonsumsi minuman  yang  menghambat  absorbsi  zat  besi  akan  mempengaruhi  kadar hemoglobin seseorang. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bayam merah sebagai peningkatan kadar Hb pada remaja putri yang mengalami anemia di SMK Al-Islam tahun 2016. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasy eksperimental dengan pendekatan pre-post test with control grup. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan menggunakan teknik random sampling. Uji statistik yang digunakan wilcoxon signed rank tes dengn nilai ρ value = 0.005 sehinggasimpulkan ada pengaruh yang signifikan (ρ value 0.005 < 0,05) bayam merah dalam membantu menaikkan kadar zat besi dalam darah sehingga membantu mencegah anemia. Ada pengaruh pemberian bayam merah sebagai upaya peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia  di SMK Al-Islam Kudus tahun 2016.   Kata Kunci:  BayamMerah; Hemoglobin; Anemia
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pengunjung Terhadap Kepuasan Tentang Klinik Wisata di Water Blaster Semarang widiyaningsih widiyaningsih; Eni Kusyati; Hilmi Aziz Yusma
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.887 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.89

Abstract

Water Blaster merupakan wahana permainan air yang pertama kali berdiri di Semarang dan menjadi andalan rekreasi keluarga warga kota Semarang. Setiap tahunnya jumlah pengunjung yang berkunjung ke Water Blaster selalu mengalami peningkatan. Peningkatan jumlah wisatawan tersebut akan diikuti peningkatan resiko kesehatan dikarenakan aktifitas kepariwisataan merupakan aktifitas yang dapat menimbulkan resiko kecelakaan, sehingga dibutuhkan adanya fasilitas klinik wisata. Sehubungan dengan hal diatas maka telah tersedia fasilitas pelayanan kesehatan khusus menangani masalah kesehatan pada wisatawan di kawasan wisata yang dikenal dengan nama klinik wisata.Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross section.Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner.Jumlah responden sebanyak 51orang dengan teknik Purposive sampling.Data yang diperoleh diolah secara statistic menggunakan rumus chi-square.Hasil penelitian didapatkan data pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (49,0%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai sikap positif sebanyak 29 responden (56,9%). Pengunjung di Water Blaster Semarang yang mempunyai kepuasan puas sebanyak 28 responden (54,9%). Simpulan Ada  hubungan yang  signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap pengunjung terhadap kepuasan tentang klinik wisata di Water Blaster Semarang.
Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan witri hastuti; Son Haji
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.178 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.94

Abstract

Latar belakang:  Diabetes  mellitus  merupakan  kelompok  penyakit  kronis. Diabetes  mellitus  biasanya  disebut sillent killer. Diabetes mellitus merupakan penyakit menahun sehingga mmbutuhkan  dalam pengelolaan, seperti olah raga. Olah raga dapat mempengaruhi  kadar gula darah sampai 48 jam sesudah seseorang  melakukannya. Jumlah pasien diabetes mellitus di Kabupaten Pekalongan Tahun 2015 terdiri dari tipe I sebanyak 171 orang dan tipe II sebanyak 2.393 orang. Tujuan penelitian: untuk mengetahui  pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II    di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Metode  :  desain  penelitian  menggunakan  quasi  experiment  dengan  pendekatan  one  group  pretest  posttest. Sampel penelitian  adalah pasien diabetes tipe II di wilayah Puskesmas  Kedungwuni  II Kabupaten  Pekalongan sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah Glukosameter,  Lembar observasi, Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil penelitian: analisis bivariat menggunakan  Paried T Test. Hasil penelitian menunjukkan      value sebesar 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Ada pengaruh senam diabetes terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II    di Wilayah Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Saran  :  Perawat  disarankan  untuk  menyelenggarakan olah  raga  dengan  durasi  waktu  yang  dilakukan  dan prosedur  pelaksanaan  yang harus dipatuhi  oleh diabetesi  sebelum  dan sesudah  melaksanakan  senam diabetes mellitus.
Pengaruh Terapi Dzikir Tasbih Pada Pasien Pre Operasi Bedah Hernioraphy Terhadap Tekanan Darah Di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Semarang achmad syaifudin
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.334 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.90

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan jumlah kasus hernioraphy pada tahun 2014 sebanyak 135 kasus. Pada tahun 2015 mengalami peningkatan menjadi 145 kasus. Untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir tasbih pada pasien pre operasi bedah hernioraphy terhadap tekanan darah. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasi experiment). Desain penelitian ini adalah static group comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hernioraphy pada bulan Januari dan Februari 2016 sebanyak 25 kasus. Sampel penelitian kelompok perlakuan sebanyak 15 orang dan kelompok kontrol sebanyak 15 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Ada perbedaan tekanan darah sistole pada kelompok perlakuan. Ada perbedaan tekanan darah diastole pada kelompok perlakuan. Ada perbedaan tekanan darah sistole pada kelompok kontrol. Ada perbedaan tekanan darah diastole pada kelompok kontrol. Ada perbedaan yang signifikan terapi dzikir tasbih pada pasien pre operasi bedah hernioraphy terhadap tekanan darah sistole di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Semarang. Ada perbedaan yang signifikan terapi dzikir tasbih pada pasien pre operasi bedah hernioraphy terhadap tekanan darah diastole. Rumah sakit sebaiknya menerapkam terapi non farmakologi seperti terapi dzikir untuk mengatasi peningkatan tekanan darah pada pasien yang akan menjalani operasi agar pasien merasa tenang dan tidak cemas saat akan operasi.
Pengaruh Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragik Di RSUD Kota Semarang Evy Kusgiarti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.414 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.95

Abstract

Sebesar 28,5% penderita stroke non hemoragik meninggal dunia dan sisanya mengalami  kelumpuhan total  atau sebagian.  Hanya  15 % saja  yang  dapat  sembuh  total dari serangan  stroke  atau kecacatan.  Therapy Mirror merupakan  terapi untuk pasien stroke dengan melibatkan  sistem mirror neuron yang terdapat di daerah kortek serebri yang bermanfaat dalam penyembuhan motorik dari tangan dan gerak mulut.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Mirror Therapy terhadap kekuatan otot pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Kota Semarang Jenis  penelitian  kuantitatif,  metode  quasi  experiment,     Desain  One  Group  Pretest-Posttest   yaitu kelompok  control dan kelompok  intervensi.  Jumlah sampel 10 pasien stroke non hemoragik.  Teknik purposive sample.  Uji normalitas data dengan Shapiro Wilks dan uji paired t test. Hasil Penelitian kekuatan otot sebelum dilakukan latihan Mirror Therapy pasien Stroke Non Hemoragik rata- rata 1.600.  sedangkan  sesudah  dilakukan  latihan  Mirror  Therapy  rata-rata  2.600.  hasil uji normalitas  p value sebesar 0,000 dan p value kekuatan otot sesudah latihan mirror therapy adalah 0,030 (>0,05). Kesimpulan  : terdapat pengaruh  yang signifikan  latihan Mirror Therapy terhadap  kekuatan  otot pasien stroke non hemoragik. t hitung = -2.428 dengan p value = 0,015Saran : meningkatkan  mutu pelayanan dengan cara memberikan  pemahaman  tentang pemberian  latihan mirror therapy pada pasien stroke.

Page 1 of 1 | Total Record : 10