Jurnal Smart Keperawatan
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020"
:
10 Documents
clear
Persepsi Warga Binaan Pemasyarakatan Perempuan terhadap peran sebagai Ibu: Studi Kualitatif
Umi Hani;
Agus Setiawan;
Poppy Fitriyani
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.281
Jumlah narapidana atau warga binaan pemasyarakatan perempuan terus meningkat sehingga perlu mendapat perhatian. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan kesehatannya yang unik serta subyek yang terkena dampak termasuk anak. Pemenjaraan menimbulkan pemikiran, perasaan, sikap, dan gagasan tersendiri bagi warga binaan pemasyarakatan perempuan untuk menjalankan perannya sebagai ibu. Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi warga binaan pemasyarakatan perempuan di Rutan Kelas IIA Jakarta Timur dalam menjalankan peran sebagai ibu. Metode. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tujuh warga binaan perempuan. Transkrip wawancara dianalisis dengan mengorganisasikan kata kunci yang ditemukan ke dalam kategori, sub tema, dan tema. Hasil. Hasil penelitian menjelaskan bahwa warga binaan pemasyarakatan perempuan memiliki persepsi yang sama tentang peran seorang ibu dalam pengasuhan anak. Peran penting seorang ibu yaitu memperhatikan kesehatan anak, mendidik anak, mendampingi anak, dan mencukupi semua kebutuhan anak. Partisipan tetap dapat menunjukkan perilaku-perilaku positif dan pengasuhan. Partisipan memiliki efikasi diri yang tinggi dalam pengasuhan anak. Kesimpulan. Efikasi diri yang dimiliki ibu berdampak pada persepsi dan kemampuannya untuk menjalankan peran selama dan setelah dipenjarakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi kolaborasi profesi antara lembaga peradilan, perawat komunitas, akademisi, dan elemen terkait untuk meningkatkan perhatian terhadap pelaksanaan peran ibu di lembaga pemasyarakatan Kata kunci: pemenjaraan; pengasuhan; peran sebagai ibu; warga binaan pemasyarakatan PERCEPTION OF FEMALE INMATE ON ROLE AS MOTHER: PHENOMENOLOGY STUDY ABSTRACT The number of female inmate continues to increase and needs attention. It is related to their unique health needs as well as affected subjects including children. Imprisonment creates their own thoughts, feelings, attitudes, and ideas for women in prison to carry out their role as mothers. This study was aimed to explore the perceptions of female inmate in Class IIA detention centers in East Jakarta in carrying out their role as mothers. The study used a qualitative design with a phenomenological approach. Data was collected by in-depth interviews of seven female inmates. Interview transcripts were analyzed by organizing the keywords found into categories, sub themes, and themes. The results of the study explained that female inmates have the same perception about the role of a mother in childcare. An important role of a mother is to pay attention to children's health and education, accompany their children, and meet all the needs of children. Participants can still show some positive parenting behaviors. The self-efficacy of the mother has an impact on her ability to perform roles during and after imprisonment. The results of this study are expected to be a reference for professional collaboration between the judiciary, community nurses, academics, and related elements to raise awareness of imprisoned mothers and children affected by female inmate. Keywords: imprisonmen; parenting; mother’s role; female inmate
Perilaku Perawat dalam Pelayanan Keperawatan Syariah di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit AL ISLAM Bandung
Dewi Mustika Ningsih;
Popy Siti Aisyah;
Meisa Sri Rahayu
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.305
Perilaku perawat merupakan salah satu indikator standar pelayanan keperawatan minimal syariah yang harus dicapai dalam suatu rumah sakit syariah. Rumah sakit Al Islam merupakan salah satu rumah sakit terakreditasi syariah di Jawa Barat yang menerapkan perilaku perawatnya berlandaskan pelayanan keperawatan syariah.Standar prosedur operasional sudah ada namun belum diterapkan sepenuhnya oleh semua perawat di ruangan.Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran perilaku perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 67 responden perawat ruangan rawat inap dewasa. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner perilaku perawat dalam melaksanakan pelayanan keperawatan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk perilaku perawat berdasarkan standar pelayanan keperawaan minimal syariah, mayoritas responden sebanyak (61,2%) dinilai baik dan responden lainnya (38,8%) dinilai kurang baik. Kemudian perilaku perawat berdasarkan atribut sikap mayoritas responden sebanyak (55,2%) dinilai baik dan responden lainnya (44,8%) dinilai kurang baik. Disarankan kepada pihak rumah sakit khususnya dalam sistem pengawasan untuk lebih ditingkatkan lagi dalam mengawasi perawat pelaksana dalam melakukan pelayanan keperawatan syariah, sehingga standar pelayanan keperawatan minimal syariah yang telah ditentukan sepenuhnya dapat tercapai. Kata kunci : perawat; perilaku; pelayanan keperawatan syariah. NURSING BEHAVIOR IN SHARIA NURSING SERVICES ABSTRACTNurse's behavior is one indicator of sharia minimal nursing service standards that must be achieved in a sharia hospital. Al-Islam Hospital is one of the Sharia accredited hospitals in West Java that implements nurses' behavior based on Sharia nursing services. Standard operational procedures already exist but have not been fully implemented by all nurses in the room. This research was conducted to identify the description of nurse’s behaviour in implementing the Islamic nursing services. The research method used a quantitative descriptive approach with purposive sampling totalling 67 adult nurses in the inpatient care room. Data collection techniques used nurse’s behaviour questionnaires in implementing the Islamic nursing services. The results showed that for the nurses' behaviour based on the minimum standard of Islamic nursing service, the majority of respondents (61.2%) were considered good and the rest of them (38.8%) was considered not good. Then, for the nurses' behaviour based on attitude attributes, the majority of respondents (55.2%) were considered good and the rest of them (44.8%) were considered not good. It is recommended to the hospital, especially the supervision system to be further improved in supervising the implementing nurses in carrying out the minimum standard for Islamic nursing services, so that the minimum standard for Islamic nursing service that have been specified can be fully achieved. Keywords : nurse; behaviour; sharia nursing services.
Faktor yang berhubungan dengan intensi masyarakat untuk berobat ke Pelayanan Kesehatan
Penta Luis Sandi;
Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya;
Wilhelmus Hary Susilo
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.301
Intensi atau niat berkunjung ke Puskesmas Pembantu merupakan keinginan untuk datang berobat ke Pelayanan Kesehatan. Beberapa kendala dialami masyarakat untuk pergi ke pelayanan kesehatan. Theory of Planned Behavior (TPB) digunakan untuk memprediksi niat seseorang memanfaatkan fasilitas kesehatan yang dapat didasari oleh kesadaran untuk datang ke fasilitas kesehatan, dukungan keluarga, dan situasi yang dirasakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan intensi masyarakat di salah satu RW Desa Kota baru Kecamatan Padangratu Kabupaten Lampung Tengah untuk berobat Ke Puskemas Pembantu Kotabaru dengan menggunakan pendekatan TPB. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi kepala keluarga (KK) di salah satu RW sebanyak 257 KK. Jumlah sampel sebanyak 155 KK yang terbagi dalam 4 RT. Data dikumpulkan dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Kendall Tau b. Hasil dari penelitian menerangkan bahwa sikap berhubungan dengan intensi (p-Value 0,010), norma subyektif berhubungan dengan intensi (p-Value 0,000), dan control perilaku yang dirasakan tidak berhubungan dengan intensi (p-Value 0,802). Kesimpulan, sikap untuk mau memanfaatkan fasilitas kesehatan dan dukungan orang terdekat menjadi kunci utama untuk meningkatkan intensi atau niat seseorang dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan. Kata kunci: sikap; norma subyektif; kontrol perilaku yang dirasakan; Intensi berobat, Pelayanan Kesehatan. THE RELATED FACTORS TO COMMUNITY INTENTIONS FOR HAVING TREATMENT OF HEALTH SERVICESABSTRACTThe intention to visit the Public Health Center is the desire for visiting the health service. Several problems experienced by the community for visiting Public Health Center. Theory of Planned Behavior was used to predict the intention of the community to treat their health in Public Health Center. The purpose of this study was to determine related factors to the intention for visiting Public Health Center. This study used a quantitative method with a Cross Sectional approach. The populations were 257 families at Kota Baru urban village. The numbers of 155 families in one of neighbourhood at Kota Baru urban village were recruited by using stratified random sampling into 4 hamlets. Data collection used questionnaires and the data were analyzed by Kendall Tau b. The results of the study explain that attitudes were related to intention (ρ-Value 0,010), subjective norms are related to intention (ρ-Value 0,000) and perceived behaviour control is not related to intention (ρ-Value 0,802). In conclussion, the attitude of community to check their health in public health centre and subjective norms are the key of success to increase community intention to visit health centre. Keywords: attitudes; subjective norms; behaviour control; intention; public health center
Pengaruh Terapi Keputusan Perawatan Tanpa Pasung (KPTP) Terhadap PenurunanKeinginan Keluarga Melakukan Pemasungan
Desak Made Ari Dwijayanti;
Ni Ketut Ayu Mirayanti;
Dewa Putu Arwidana;
Ni Putu Sandini Permata Utami
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.323
Pemasungan di Indonesia merupakan permasalahan bidang kesehatan jiwa di Indonesia yang menunjukkan pasien gangguan jiwa belum sepenuhnya mendapatkan perlakuan yang baik serta memenuhi hak asasi manusia. Dampak dari pemasungan antara lain pasien dapat mengalami trauma, merasa dibuang, rendahdiri, depresi dan niat bunuh diri. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah keluarga mengambil keputusan melakukan pemasungan terhadap pasien skizofrenia dengan terapi keluarga yang bertujuan membantu pencegahan tindakan pasung oleh keluarga kepada pasien gangguan jiwa yang dikenal dengan terapi keputusan perawatan tanpa pasung (KPTP). Tujuan penelitian ini adalah pengaruh terapi KPTP terhadap penurunan keinginan keluarga melakukan pemasungan pada pasien skizofrenia.Jenis penelitian praeksperimental dengan menggunakan rancangan One-group pre-post test design. Jumlah sampel sebanyak 11 orang dengan Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner Keputusan Pasung Daulima.Hasil penelitian menunjukkan rerata keinginan keluarga melakukan pemasungan pada pasien skizofrenia sebelum diberikan terapi KPTP sebesar 152.73 termasuk kategori sedang, setelah diberikan terapi KPTP sebesar 89,82 termasuk kategori rendah. Hasil uji dengan Paired t Test diperoleh nilai p < 0,05 artinya ada pengaruh terapi KPTP terhadap penurunan keinginan keluarga melakukan pemasungan pada pasien skizofrenia. Disaran kepada Puskesmas agar membuat standar operasional prosedurKPTPserta pelaksanaan terapi dapat dilanjutkan pelaksanaaannya untuk keluarga pasien gangguan jiwa yang lain Kata Kunci : terapi keputusan perawatan tanpa pasung; keluarga; pemasungan; skizofrenia THE EFFECT OF NON-STOCKS DECISION TREATMENT TOWARDS THE DECREASE OF STOCKS DESIRE IN FAMILY Abstract Stocks in Indonesia are a mental health problem that shows the patient mental disorder that is not fully get good treatment and fulfill human rights. The impact of deprivation include patients may experience trauma, feel discarded, low self-esteem, depression and suicidal intent. Efforts that can be made to prevent families from making decisions to take care of schizophrenic patients with non-stocks family therapies that is aimed to assist the prevention of family action by the family to the psychiatric patient known as non-stocks decision treatment. The purpose of this study was the effect of non-stocks decision treatment to decrease stocks desire in Family. Pre experimental type of study used One-group design pre-post test design. Numbers of samples were 11 people with Purposive sampling. Data collection used Daulima Questionnaire. The result indicates the average desire of families doing stocks in schizophrenia patients before this treatment was 152.73 or including as medium category, and after being given non-stocks treatment is 89.82 or including as low category. Result of test with Paired t Test obtained p value <0,05 means influence of non-stoacks treatment towards the decrease of stocks desire family in schizophrenia patient. The Suggestion will be delivered to district health centre to make operational standard of Non-stocks decision treatment procedure and the implementation can be continued to the family to be implemented. Keywords : decision therapy treatment without parasite; family; shelter; schizophrenia
Mekanisme Koping pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di Unit Hemodialisa RSUD Bandung
Angga Satria Pratama;
Andria Pragholapati;
Ikhwan Nurrohman
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.318
Gagal ginjal kronik merupakan gangguan renal yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal mempertahankan metabolisme dan keseimbangan dan elektrolit, pasien gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis secara terus menerus seumur hidup dan akan menimbulkan masalah fisik dan psikologis yaitu depresi, pasien harus memiliki upaya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinnya yang dikenal dengan mekanisme koping. Tujuan penelitian untuk mengetahui mekanisme koping pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di unit hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung.Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 51 responden pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis.Hasil penelitian mekanisme koping lebih dari setengahnya adalah mekanisme koping adaptif sebanyak 38 orang (74.5%). Berdasarkan hasil penelitian Perawat di ruang hemodialisa diharapkan dapat meningkatkan asuhan keperawatan secara menyeluruh yang bukan hanya biologisnya saja tapi pada psikologis pasien gagal ginjal kronik juga, seperti memberikan konseling sehingga pasien mampu menggunakan mekanisme koping yang adaptif.Kata Kunci: gagal ginjal; hemodialisis; mekanisme koping MECHANISM OF COPING IN CHRONIC KIDNEY FAILURE IN HEMODIALYSIS PATIENTS AT REGIONAL PUBLIC HOSPITAL OF BANDUNG ABSTRACT Chronic renal failure is a progressive and irreversible renal disorder in which the body's ability to fail to maintain metabolism and balance and electrolytes, patients with chronic renal failure must undergo continuous hemodialysis therapy for life and it will cause physical and psychological problems namely depression, patients must have the effort to resolve the problem that is facing by knowing the coping mechanism. The purpose of this study was to determine the coping mechanism in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy in the hemodialysis unit of Regional Public Hospital of Bandung City.The research method used quantitative descriptive. The sample in this study used a total sampling of 51 respondents from chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy.The results of research on coping mechanisms more than half are adaptive coping mechanisms as many as 38 people (74.5%). Based on the results of research Nurses in the hemodialysis room are expected to improve overall nursing care that is not only biologically but also psychologically in patients with chronic kidney failure, such as providing counseling so that patients are able to use adaptive coping mechanisms. Keywords: kidney failure; hemodialysis; coping mechanism
Peningkatan Koping Keluarga Pasien Skizofrenia melalui Intervensi Mindfulness
Irene Febriany Mamo Kitu;
Meidiana Dwidiyanti;
Diyan Yuli Wijayanti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.304
Keluarga mempunyai beban yang besar dalam merawat anggota keluarga yang mengalami Skizofrenia, dimana stigma yang keliru dari masyarakat menjadi stresor tambahan bagi keluarga. Dalam merawat anggota keluarga yang mengalami Skizofrenia, keluarga memerlukan koping yang efektif sehingga perawatan yang diberikan dapat optimal. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh keluarga adalah dengan meningkatkan kesadaran dan perhatian melalui intervensi mindfulness. Tujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi mindfulness terhadap tingkat koping keluarga pasien Skizofrenia. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre-post test with control grup design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan populasi sebanyak 50 keluarga yang terbagi atas 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok control, dengan menggunakan instrument Ways Of Coping. Hasil ditunjukkan adanya pengaruh terhadap tingkat koping keluarga pasien Skizofrenia sesudah diberikan intervensi mindfulness dengan nilai p = 0,000. Pemberian intervensi mindfulness dapat membantu keluarga meningkatkan koping yang efektif dengan cara lebih fokus dan menerima keadaan yang terjadi tanpa menghakiminya, sehingga pemberian pelayanan tidak hanya berfokus kepada pasien saja tetapi juga mencakup keluarga pasien.Kata Kunci: koping keluarga; skizofrenia; mindfulness IMPROVEMENT OF SCIZOFRENIA PATIENTS’ FAMILY THROUGH MINDFULNESS INTERVENTION ABSTRAKThe family has a big burden in caring for family members who experience Schizophrenia, where the wrong stigma from the community becomes an additional stressor for the family. In treating family members who have Schizophrenia, families need effective coping so that the care provided can be optimal. One way that families can do is to increase awareness and attention through mindfulness interventions. This study was to determine the effect of mindfulness interventions on the level of coping in families of Schizophrenia patients. This research used a quasi-experimental design with a pre-post-test with control group design. The sampling technique used was purposive sampling with a population of 50 families divided into 25 intervention groups and 25 control groups. The study was conducted on 50 families using the Ways of Coping instrument. Results: There was an influence on the level of coping in Schizophrenia family after mindfulness intervention with p = 0,000. Conclusion: Providing mindfulness interventions can help families improve effective coping by focusing more and accepting the circumstances that occur without judging them, so that service delivery does not only focus on the patient but also includes the patient's familyKeywords: family coping; schizophrenia; mindfulness
Pemberian Aromatherapy untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pasien HIV/AIDS di RSUD dr. MOEWARDI
Kanthi Suratih;
Rofiah Setyadien;
Mulyaningsih Mulyaningsih;
Erindra Budi Cahyanto
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.310
AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrom) adalah kumpulan gejala atau penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh akibat infeksi oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penderita HIV/AIDS mempunyai berbagai masalah yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah gangguan tidur, berdasarkan data yang didapat 2 dari 3 pasien HIV/ AIDS di RSUD Dr. Moewardi mengalami gangguan tidur, dengan nilai PSQI >5. Tujuan; Mengetahui pengaruh pemberian aromatherapy terhadap kualitas tidur pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. Moewardi Metode;Jenis penelitian kuantitatif pra-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest tanpa kontrol, Teknik sampling menggunakan purposive sampling Populasi penelitian sebanyak 32 orang dan sampel sebanyak 13 responden.. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test pada taraf signifikansi 95%. Hasil; Hasil uji bivariate membuktikan bahwa ada pengaruh pemberian aromatherapy terhadap kualitas tidur pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. Moewardi dengan angka signifikan (ρ= 0,028 < 0,05). Kesimpulan; Pemberian aromatherapy dapat meningkatkan kualitas tidur pendeita HIV /AIDS. Kata Kunci: aromatherapy; kualitas tidur; HIV/AIDS AROMATHERAPY TO IMPROVE SLEEP QUALITY IN PATIENTS WITH HIV / AIDSAT REGIONAL PUBLIC HOSPITAL OF Dr. MOEWARDI ABSTRACT AIDS (AquiredImmuno Deficiency Syndrome) is a collection of symptoms or diseases caused by decreased immunity from infection by the HIV virus (Human Immunodeficiency Virus). HIV / AIDS sufferers have various problems that need to be considered, one of them is sleep disorder, based on data obtained 2 of 3 patients HIV / AIDS in Dr. Moewardi Hospital suffered sleep disturbance, with the value of PSQI> 5. This study was to know the effect of giving aromatherapy to sleep quality of HIV / AIDS patient in Dr. Moewardi Hospital. This research was pre-experimental quantitative research with the design of One Group Pretest Posttest, without control,Research population of this study was 32 people and a sample of 13 respondents. Sampling technique used purposive sampling. The research instrument used questionnaire. Data analysis used Wilcoxon Sign Rank Test at 95% significance level. The result of bivariate test proves that there is an effect of giving aromatherapy to sleep quality of HIV / AIDS patients in Dr. Moewardi Hospital with significant numbers (ρ = 0.028 <0.05). Lavender aromatherapy improves the quality of sleep of HIV patients. Keywords: aromatherapy; sleep quality; HIV/AIDS
Hubungan Pemeliharaan ASI dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu dengan Masalah Menyusui di Puskesmas Mantrijeron Kota Yogyakarta
Ainis Cahya Budi;
Ida Nursanti;
Dwi Yati
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.307
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia saat ini masih sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup. Tingginya AKB dipengaruhi oleh tidak diberikannya ASI eksklusif. ASI eksklusif merupakan pemberian nutrisi pada bayi berupa air susu ibu tanpa makanan atau minuman tambahan lain selain vitamin. Bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif tidak mendapatkan kekebalan sehingga mudah terkena penyakit dan meningkatkan risiko kekurangan gizi. Dalam masyarakat proses pemberian ASI eksklusif tidak terlaksana dengan baik. Tujuan: Mengetahui hubungan pemeliharaan ASI dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Mantrijeron. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Alat ukur yang digunakan adalah check list pemeliharaan ASI dan kuesioner keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Analisis data meliputi univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dan menggunakan uji alternatif Fisher.Hasil: Hasil uji Fisher diperoleh tingkat signifikansi p-value 0,044 (p-value < 0,05) dan nilai correlation coefficient 0,375, menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemeliharaan ASI dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Mantrijeron dengan keeratan hubungan lemah.Kesimpulan: ada hubungan antara pemeliharaan ASI dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu dengan masalah menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Mantrijeron Yogyakarta.Kata Kunci: inefektif menyusui; keberhasilan pemberian ASI eksklusif; pemeliharaan ASIRELATIONSHIP OF BREAST MILK CARE AND THE SUCCESS OF EXCLUSIVE BREAST FEEDING IN MOTHER WITH BREAST FEEDING PROBLEM IN YOGYAKARTAABSTRACTThe Infant Mortality rate in Indonesia is still 32 per 1,000 live births. The high IMR is influenced by not giving exclusive breastfeeding. Exclusive breastfeeding is the provision of nutrition to infants in the form of breast milk without additional food or drinks other than vitamins. Infants who are not exclusively breastfed do not get immunity so they are susceptible to disease and increase the risk of malnutrition. In the community the exclusive breastfeeding process is not carried out properly. Objective: This study was to find out the relation between breast milk care and the success of exclusive breastfeeding in the Mantrijeron Community Health Centre. Method: This research was a quantitative non-experimental study using a cross sectional study design. The sampling technique used was purposive sampling with a sample size of 35 respondents. The measuring instrument used was a Breast Milk Care checklist and an exclusive breastfeeding success questionnaire. Data analysis included univariate and bivariate. Result: The statistical test used was Chi-Square and Fisher alternative test was used. Fisher test results obtained a significance level of p-value 0.044 (p-value <0.05) and a correlation coefficient value of 0.375, indicating that there is an association between breastfeeding and the success of exclusive breastfeeding in the city of Yogyakarta with a weak association.Conclusion:Maintenance of breast milk has an association with the success of exclusive breastfeeding.Keywords: ineffective breastfeeding; Success of exclusive breastfeeding; maintenance of breast milk
Faktor yang mempengaruhi timbulnya Maternal Depressive Symptoms pada Ibu bekerja terkait masa kehamilan dan postpartum
Irma Fidora;
Ropika Ningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.283
Masa kehamilan dan postpartum merupakan proses adaptasi perubahan fisik dan psikologis. Ibu hamil dan postpartum beresiko mengalami gangguan psikologis (maternal depressive symptoms). Gangguan ini bisa mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Ibu bekerja memiliki peran ganda dalam kehidupannya sehingga jika terjadi maternal depressive symptoms maka efek yang ditimbulkan bisa lebih buruk.Tujuan penelitian ini untukmengetahui gambaran maternal depressive symptoms danfaktor yang mempengaruhinya pada ibu bekerja terkait masa kehamilan dan postpartum. Metodepenelitian ini merupakan analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bekerja yang menitipkan anaknya berusia 1-12 bulan di Tempat Penitipan Anak (TPA) di Kota Bukittinggi. Jumlah sampel 97 orang, Instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) digunakan untuk mengukur maternal depressive symptoms, uji statistik yang digunakan adalah chi square untuk melihat hubungan faktor usia, paritas, pendidikan dan pendapatan terhadap maternal depressive symptoms Hasil penelitian menemukan responden yang lebih banyak adalah bukan dengan maternal depressive symptoms (60,8%). Analisis hubungan menemukanp value untuk usia adalah 0,216, paritas 0,001, pendidikan 0,038 dan pendapatan 0,099. Kesimpulan penelitian ini adalah dari beberapa faktor yang diteliti, faktor yang berhubungan dengan timbulnya maternal depressive symptoms adalah paritas dan pendidikan sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah usia dan pendapatan. Kata kunci: adaptasi psikologis; depresi; maternal depressive symptoms THE INFLUENCING FACTORS OF MATERNAL DEPRESSIVE SYMPTOMS IN WORKING WORK RELATED TO PREGNANCY AND POSTPARTUM ABSTRACTPregnancy and postpartum period is a process of adaptation to physical and psychological changes. The women in this period are at risk for psychological disorders. This disorder can cause a decrease in quality of life. Working mothers have a dual role in their lives, when maternal depressive symptoms occur, the effects might be worse. The aim of this study was to determine the maternal depressive symptoms and the factors that influence maternal depressive symptoms in working mothers related to pregnancy and postpartum. This was analytical research using cross sectional design. The sample in this study were 97 working mothers who entrust their1-12 months aged children in day care centres in Bukittinggi. Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) was used to measure maternal depressive symptoms. The statistical test used was chi square to determine the relationship of age, parity, education and income factors to maternal depressive symptoms. Study showed that respondents were not with maternal depressive symptoms reached 60.8%. The relationship analysis found the p value for age was 0.216, parity 0.001, education 0.038 and income 0.099. From several factors studied, the factors that related to the onset of maternal depressive symptoms are parity and education while the factors that are not related to the onset of maternal depressive symptoms are age and income. Keywords: psychological adaptation; depression; maternal depressive symptoms
Pemanfaatan Media Edukatif Snake Ledder Terhadap Peningkatan Pengetahuan pada Kader UKS
Tutwuri Prihatin;
Nanik Setyaningsih
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34310/jskp.v7i1.306
Program kader Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) diharapkan meningkatkan keterlaksanaan UKS dengan baik. Namun pada kenyataannya seorang kader UKS seringkali tidak berfungsi dengan baik karena keterbatasan dalam pemahaman akan tugasnya. Salah satu langkah pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan kader UKS dilakukan dengan menggunakan media edukatif yang memiliki konsep belajar sambil bermain, seperti permainan snake ladder. Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas pemanfaatan media edukatif snake ladder terhadap peningkatan pengetahuan pada kader UKS di SD Negeri Pedurungan Tengah 02 Semarang. Metode : Jenis penelitian kuantitatif dengan quasy experiment melalui pendekatan one group pretest and post test design pada sampel 20 kader UKS. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : terdapat perbedaan pengetahuan kader UKS sebelum dan sesudah diberikan permainan edukatif snake ladder dengan perbandingan rerata sebesar 11,7 (pengetahuan cukup) dan sebesar 16,2 (pengetahuan baik), serta dengan p value 0,000. Pembelajaran dengan media permainan edukatif snake ladder dapat meningkatkan pengetahuan kader UKS. Kata Kunci : kader; usaha kesehatan sekolah; pengetahuan; snake ladder.THE USE OF SNAKE LADDER EDUCATIVE MEDIA IN IMPROVING KNOWLEDGE OF SCHOOL HEALTH UNIT AbstractSchool Health Unit cadre program is expected to improve the implementation of health at school. This function does not meet properly due to limitations of the understanding of job description. One of the learning steps that can increase the knowledge of School Health Unit cadres is using educational media that have the concept of learning while playing, such as snake ladder games. This study was to determine the effectiveness of the use of snake ladder educative media to increase knowledge of School Health Unit cadres at Pedurungan Tengah Elementary School 02 of Semarang. This study was quantitative research with quasy experiment through on-group pretest and post-test design approach in a sample of 20 UKS cadres. Statistical tests used Wilcoxon test. The result obtained that there was a difference in the knowledge of School Health Unit cadres before and after given the snake ladder educative media with an average ratio of 11.7 (enough knowledge) and 16.2 (good knowledge), and with a p value of 0,000. Learning with snake ladder educational game media can increase the knowledge of UKS cadres.Keywords: cadre; school health; knowledge; snake ladder.