cover
Contact Name
Tri Lestariningsih
Contact Email
trilestariningsih@pnm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dikemas@pnm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
ISSN : -     EISSN : 25811932     DOI : -
Core Subject : Social,
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat), with registered number ISSN 2581-1932 (online) is a scientific multidisciplinary journal published by Politeknik Negeri Madiun. It is at the national level that covers a lot of common problems or issues related to community services. The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2024)" : 14 Documents clear
Penyediaan Peta Digital Tematik Kelapa Desa Kalak, kec. Donorojo, kab. Pacitan Krisdiarto, Andreas Wahyu; Uktoro, Arief Ika; Gani , Supriyanto; Adi , Ruswanto; Widyasaputra, Reza; Oktavianty, Herawati; Bimantio, M. Prasanto; Trimerani, Resna
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.683

Abstract

Desa Kalak di Kec Donorojo, Kab Pacitan merupakan salah satu sentra pembudidaya kelapa sekaligus pengrajin gula kelapa. Kelapa dan produk turunannya menjadi salah satu prioritas komoditas yang ditumbuhkembangkan oleh pemerintah kabupaten Pacitan. Namun demikian sampai dengan saat ini belum tersedia peta tematik mengenai kelapa dan pengrajin gula kelapa, sehingga para pemangku kepentingan tidak dapat mempelajari kondisi populasi pohon kelapa dan pengrajin gula kelapa secara tepat dan kekinian. Karena itu program ini bertujuan membantu menyediakan peta tematik kelapa dan pengrajin gula kelapa desa Kalak agar dapat membantu pengembangan kawasan dengan baik. Program dilaksanakan dengan metode kolaborasi dan partisipatif antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Program penyusunan terdiri atas kegiatan: kajian kondisi eksisting, wawancara dengan perangkat desa dan dusun, pembuatan peta digital dari peta analog, pengambilan data lapangan, dan penyajian peta. Sasaran penerima manfaat adalah pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah kabupaten. Peta digital kemudian dapat dikembangkan menjadi sistem informasi geografis (SIG) yang dapat digunakan sebagai acuan pengembangan kawasan oleh pemerintah daerah. Peta digital juga dapat digunakan sebagai media promosi daerah kepada investor, lembaga donor, maupun perguruan tinggi. Peta digital yang dihasilkan dapat menyajikan area persil kepemilikan lahan, pemanfaatan lahan baik untuk kelapa maupun campuran, dan po.pulasi pohon kelapa di blok-blok lahan yang datanya telah dilengkapi. Peta digital juga dimungkinkan diberi tambahan informasi lain seperti pembayaran PBB, status kesehatan warga, dan sebagainya.
Pelatihan penggunaan Mesin Automatic Chopper and Dryer for Brown Sugar Untuk Meningkatkan Mutu dan Produktivitas Pada UMKM Kuliner Sate Ayam di Kabupaten Ponorogo Hakim, Aulia El; Sudirman, Dirvi Juliando; Setyawan, Sulfan Bagus; Widyadharma, Andhika Putra; Yudha, R. Gaguk Pratama; Junaedi, Imam; P, Rakhmad Gusta; Saputra, Angga Dwi; Mahmud, Ahmad Ulil Albab
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.718

Abstract

Gula merah dijadikan bahan baku berbagai industri pangan seperti industri kecap, tauco, dan berbagai produk untuk makanan tradisional. Dalam proses pengolahan gula merah menjadi bahan baku industri kuliner, Gula merah harus dirajang (dicacah) dan dikeringkan terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan baku yang berkualitas. Proses pencacahan gula merah sebagai bahan baku industri kuliner masih menggunakan peralatan sederhana seperti, pisau yang digerakkan dengan tangan (konvensional) dan proses pengeringan yang masih memanfaatkan sinar matahari. Dari hasil pengamatan secara langsung Pada UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet Jl. Raya Ngumpul, Ngumpul, Balong, Ponorogo, belum terdapat alat atau sebuah terobosan untuk mengatasi permasalahan tersebut. terdapat dua permasalahan yang dihadapi, yang pertama adalah saat proses pencacahan gula merah masih menggunakan metode konvensional, dilakukan dengan cara manual dan kurang steril karena dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana seperti pisau dan kayu. Permasalahan yang timbul tersebut tentu sangat tidak efisien dan tidak steril dan menyebabkan kualitas gula merah menurun untuk dijadikan bahan baku kuliner sehingga menyebabkan kerugian dan menghambat aktifitas yang dijalankan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kegiatan yang dilakukan dimulai dari Proses Validasi Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " yang sudah dibuat, kemudian Proses Pelatihan penggunaan Alat pencacah dan pengering gula merah " Automatic Chopper and Dryer Machine " sampai proses Hibah alat pencacah dan pengering gula merah yang diberikan UMKM kuliner sate ayam Ponorogo Pak Slamet.
Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Penyangga Waduk Selorejo untuk Menjaga Keberlangsungan Fungsi Waduk Asmaranto, Runi; Sugiarto, Sugiarto; Saputra, Anggara Wiyono Wit; Nugroho, Ibnu Sam; Rubianto, Prasetyo
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.740

Abstract

DAS Brantas telah mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, ditandai oleh perubahan perilaku hidrologi, seperti tingginya frekuensi potensi banjir, meningkatnya erosi, dan sedimentasi. Penyebab utama kerusakan DAS yaitu pemanfaatan sumber daya alam yang melebihi daya dukungnya, sebagai konsekuensi dari tekanan jumlah penduduk dan kebijakan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berprinsip pada pembangunan keberlanjutan (sustainability development). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga berkontribusi terhadap pencemaran air dan sedimentasi. Buangan limbah peternakan yang masuk ke saluran dan berkumpul di waduk mendorong tumbuh suburnya tanaman gulma seperti enceng gondok dan pencemaran kawasan waduk yang mengganggu kinerja waduk. Sungai Konto mengalir ke Waduk Selorejo, dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA Selorejo, serta ke hilir untuk PLTA Mendalan dan PLTA Siman yang penting untuk dijaga kualitas dan kuantitasnya. Air suplai waduk yang tercemar dapat berdampak pada peralatan mekanik turbin, elektrikal pembangkit listrik, serta kesehatan masyarakat sekitar. Aliran Sungai Pinjal dan Sungai Kwayangan juga masuk ke Waduk Selorejo, dimana inflow Sungai Kwayangan berdekakatan dengan pemukiman penduduk Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang yang secara geografis berada di hulu waduk. Bantaran Sungai Kwayangan dan Sungai Konto berupa kawasan perbukitan, mayoritas penduduknya hidup sebagai petani dan peternak dimana potensi limbah domestik yang mencemari waduk cukup besar. Beberapa titik tampungan waduk yang berdekatan dengan Desa Kaumrejo terdapat kawasan yang dengan subur ditumbuhi tanaman eceng gondok dan hampir menutupi area waduk. Pada kondisi tertentu eceng gondok terbawa aliran sungai menuju depan intake PLTA Selorejo dan mengganggu suplai air ke PLTA. Secara periodik Perum Jasatirta sebagai pengelola air waduk harus melakukan pengerukan sedimen waduk serta membersihkan sampah dan tanaman eceng gondok yang ada di Waduk Selorejo untuk menjaga kualitas dan kuantitas air suplai ke PLTA. Melalui program Doktor Mengabdi tahun 2023, tim dosen Universitas Brawijaya (UB) ingin membantu menyelesaikan permasalahan di kawasan Waduk Selorejo melalui kegiatan pengabdian masyarakat program Doktor Mengabdi (DM). Dalam pelaksana DM tim dosen dan mahasiswa mencoba menerapkan metode Participatory Actions Research (PAR). Metode ini menekankan upaya membangun kolaborasi antara lembaga publik, lembaga pemerintah, dan elemen masyarakat dalam upaya mengatasi permasalahan Waduk Selorejo.
Pemberdayaan Kelompok Peternak Desa Selur Melalui Program Doktor Mengabdi Pengembangan Kemitraan Universitas Brawijaya Sugiarto, Sugiarto; Nuriyawan, Denny Widhiya; Warih, Agung Pramana; N, Arief Budi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i1.741

Abstract

Desa Selur memiliki potensi ternak kambing dan sapi dalam jumlah yang besar. Sampai akhir tahun 2022 lebih dari 12.000 ekor kambing dan 430 ekor sapi dibudidayakan oleh masyarakat desa Selur yang terbagi dalam 46 kelompok peternak yang terhimpun dalam Gabungan Kelompok Ternak (GAPOKNAK) Kandang Pinus. Permasalahan mendasar peternak kambing sekaligus petani desa Selur adalah pola budidaya ternak kambing yang masih konvensional, ketersediaan pakan hijauan juga sulit saat musim kemarau, kandang ternak yang belum memperhatikan faktor kesehatan ternak dan kesehatan lingkungan dan ketersediaan pupuk bersubsidi dari pemerintah yang terbatas. Jumlah ternak yang besar berpotensi menghasilkan limbah kotoran dalam skala besar yang dapat diolah menjadi pupuk organik mandiri. Desa selur memiliki potensi wisata alam yang eksotis berupa wisata Air Terjun Sunggah, wisata Tumpak Siman (WTS) dan wisata Watu Semaur. Untuk melengkapi destinasi wisata alam, Pemerintah Desa Selur berkeinginan membangun kawasan eduwisata berbasis peternakan terpadu. Selain itu Pemerintah Desa dan Gapoknak juga berkeinginan membangun sekolah lapang peternakan. Untuk mencapai harapan tersebut, desa Selur medapat pendampingan dari Universitas Brawijaya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat Program Doktor Mengabdi (DM) Pengembangan Kemitraan. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Actions Research (PAR) dengan menekankan upaya dalam membangun kolaborasi kegiatan antara tim DM, mahasiswa UB, Pemerintah Desa, Kelompok Ternak dan masyarakat desa Selur serta Pemerintah Daerah Ponorogo dalam upaya mengatasi permasalahan yang ada sekaligus pengembangkan potensi desa. Melalui metode PAR ini diharapkan tim DM dan mahasiswa melakukan rekayasa sosial melalui pendekatan kepada kelompok ternak dan masyarakat petani yang didukung oleh Perangkat Desa, agar lebih aktif dalam konsep design thinking, pemetaan dan perencanaan sosial serta penerapan teknologi bidang peternakan dan pertanian. Kolaborasi program kegiatan telah dijalankan oleh tim DM Universitas Brawijaya (UB) bersama Pemerintah Desa dan 46 kelompok ternak desa Selur. Kegiatan dimulai di tahun 2022 melalui kegiatan pelatihan budidaya ternak kambing, pelatihan pembuatan pakan ternak sehat, pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis limbah ternak, pembuatan masterplan kawasan eduwisata peternakan terintegrasi rumah produksi pupuk organik, pembuatan program aplikasi E-populasi ternak, bantuan mesin pengolah pakan ternak dan pengolah pupuk organik dan berbagai kegiatan lain yang dilakukan oleh mahasiswa UB. Kegiatan berlanjut di tahun 2023 oleh tim DM UB melalui pelatihan pengoperasian dan input data ternak pada E-populasi ternak, pelatihan inseminasi buatan (IB), menyerahkan bantuan paket peralatan Inseminasi Buatan (IB), menyerahkan 1 unit kandang kambing sehat sebagai percontohan dan menyiapkan draft MoA untuk penyelenggaraan sekolah lapang peternakan. Suporting kegiatan dari mitra adalah pembuatan jalan dan perataan lahan untuk area eduwisata seluas 1,4 ha, pembangunan rumah produksi pupuk organik, pemasangan instalasi listrik di lokasi eduwisata, penambahan bibit indukan kambing dan mengirimkan 3 orang peternak untuk mengikuti training peternakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Malang. Pemerintah Daerah Ponorogo juga merespon positif dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di area eduwisata peternakan.

Page 2 of 2 | Total Record : 14