cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2014)" : 6 Documents clear
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN KONSUMEN JASA ANGKUTAN UMUM BUS DAMRI DI KOTA BANDA ACEH Cut Mutiawati; Lulusi Lulusi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.946

Abstract

Kondisi angkutan umum yang tidak sesuai tuntutan pelayanan dan orientasi pengoperasiannya yang cenderung menjurus pada aspek finansial dibandingkan dengan aspek pelayanan masyarakat, menyebabkan angkutan umum ditinggalkan dan beralih ke kendaraan pribadi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kualitas pelayanan yang diberikan penyedia angkutan umumbus DAMRI pada rute Banda Aceh - Darussalam dan rute Banda Aceh-Bandara Sultan Iskandar Muda. Pengumpulan data dilakukan dengan survei menggunakan kuesioner kepada pengguna angkutan umum bus DAMRI pada kedua rute tersebut. Kualitas pelayanan dianalisis berdasarkannilai rerata (mean) masing-masing skor variabel yang diperoleh dari responden. Penilaian dilakukan dalam 5 skala pengukuran dari 1(sangat tidak baik), 2(tidak baik), 3(kurang baik), 4(baik) dan 5(sangat baik). Hasilnya diperoleh kualitas pelayanan angkutan DAMRI rute Banda Aceh menuju Darussalam termasuk kategori "kurang baik pada variabel aksesibilitas dengan mean jawaban responden sebesar 3,0. Pada variabel keamanan dan kenyamanan diperolehmean jawaban responden masing-masing 3,8 dan 3,6 termasuk kategori kualitas pelayanan baik". Pada rute Banda Aceh menuju Bandara kualitas pelayanan termasuk kategori "sangat baik* pada variabel keamanan dengan mean 4,3, sedangkan pada variabel aksesibilitas dan kenyamanan termasuk kategori baik dengan mean masing-masing 3,7 dan 4.1. Hasil korelasi menunjukkan kualitas pelayanan, kepemilikan kendaraan dan biaya tansportasi terhadap jumlah permintaan jasa angkutan DAMRI memiliki hubungan positif namun tingkat hubungannya sangat rendah* untuk rute menuju Darussalam dan hubungan *sedang" dan "kuat" untuk rute menuju bandara.
EVALUASI KINERJA GEDUNG TIDAK BERATURAN TERHADAP VARIASI ARAH BEBAN GEMPA DENGAN PUSHOVER ANALYSIS (Studi Kasus: Gedung FKIP Universitas Almuslim) Suhaimi Suhaimi; Amrizal Amrizal; R.Dedi Iman Kurnia
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.947

Abstract

Gempa merupakan getaran acak yang tidak bisa diprediksi dengan baik, waktu dan arah getarannya. Gempa tidak bisa diprediksi baik besarannya, waktunya dan juga arah getarannya. Dalam kasus ini akan di pelajari pengaruh acak getaran gempa dengan menggunakan variasi arah beban lateral statik dengan arah beban gempa 0º, 25, 45° dan 60º. Adapun metode penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gedung baru FKIP terhadap berbagai variasi arah beban gempa dan diasumsikan terletak pada daerah gempa kuat dengan tanah lunak. Analisis gempa dilakukan dengan analisis respons spektrum Selanjutnya perilaku seismiknya dilakukan dengan memanfaatkan analisis pushover software ETABS v9.6.0. Berdasarkan hasil dari analisis diperoleh periode getar alami untuk portal arah beban gempa bangunan sumbu x adalah 0,4857 detik dan periode getar alami sumbu y adalah 0,4082 detik. Evaluasi kinerja dilakukan menurut SNI 03-1726-2003. Dari hasil kurva kapasitas pushover dapat diketahui diperoleh bahwa persentase peningkatan base shear maksimum dengan variasi arah pembebanan gempa 25º, 45º dan 60° terhadap 0º tidak mengalami perubahan base shear untuk sumbu x. Sedangkan untuk sumbu y juga tidak mengalami perubahan base shear. Sebaliknya displacement mengalami penurunan masing - masing adalah 8.36%, 38.21% dan 87.74% untuk sumbu x, sedangkan untuk sumbu y diperoleh persentase penurunan displacement masing-masing 7.35%, 25.78% dan 80.12%. Hasil analisis pushover menunjukkan pola kerusakan struktur Portal Arah Beban Gempa 0°, 25º, 45º dan 60° rata-rata terjadi pada balok kantilever.
MANAJEMEN KONJUNKTIF SUMBER DAYA PERMUKAAN DAN SUMBER DAYA AIR ARISMAWAN ARISMAWAN
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.942

Abstract

Management of the conjunctive use of surface and groundwater resources is essential, as the combination of these two water resources result in huge advantages for the quality of water, irrigation and economic benefit for the farmers and country. The advantages of proper conjunctive management not only secure the availability of water in the whole year but also can be utilised to provide safer potable water for humans. However, it is not an easy thing to manage both resources since they face several challenges and causes conflict because the nature of surface and groundwater resources is very far different. Furthermore, in order can be used as a safe drinking water then the water resources have to be managed free from contaminants and pollutants. In term of economy, better irrigation system could increase the quality and the quantity of crop’s harvest, make the soil more fertile and productive, and elevate horticulture and viticulture industries. All these things are very essential not only to increase better lives of farmers but also lead to many economic gains to the nation.
PERBANDINGAN LAJU KOROSI TULANGAN PADA BETON NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN (BETON RINGAN BUSA) R. Dedi Iman Kurnia; M. Ridha; Suhaimi Suhaimi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.944

Abstract

Penggunaan beton ringan sebagai struktur dari bangunan dapat dijadikan salah satu solusi pada daerah rawan gempa,  karena semakin ringan suatu bangunan maka semakin kecil pula gaya gempa yang bekerja. Selama ini sudah banyak informasi dan penelitian yang dilakukan mengenai korosi baja tulangan pada beton normal, sedangkan informasi dan penelitian mengenai korosi pada beton ringan khususnya beton busa sangat sedikit. Perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang penggunaan beton ringan seperti beton busa sebagai elemen bangunan, khususnya mengenai ketahanan korosi pada tulangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju korosi pada baja tulangan dalam beton busa dengan metode Linear Polarization Resistance (LPR). Benda uji yang digunakan berjumlah 2 buah, benda uji berbentuk balok dengan dua variasi yaitu beton busa pozzolan dan beton normal sebagai pembanding. Ukuran benda uji 15cm x 20 cm x 80 cm dengan faktor air semen 0,4; specific gravity 1,6 dan f’c kuat tekan rata-rata 25 MPa. Digunakan 4 tulangan utama Ø10 mm dan 7 tulangan sengkang Ø6 mm dengan jarak per 10 cm. Setiap variasi benda uji direndam dalam larutan Natrium Klorida 3,5%. Hasil pengukuran potensial korosi menggunakan teknik half-cell potential mapping akan memberikan gambaran awal lokasi yang mempunyai resiko tinggi terkorosi. Pada lokasi ini dilakukan pengukuran laju korosi dengan metode linear polarization resistance. Pengambilan data dilakukan dua minggu sekali selama delapan minggu waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada beton normal lebih tinggi dari pada beton busa pozzolan. Ketebalan selimut dan waktu perendaman terlihat memberikan pengaruh terhadap nilai laju korosi. Ditinjau dari aspek perilaku korosinya, beton busa pozzolan layak apabila digunakan sebagai elemen bangunan.
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN KOTA SABANG Nurlaili Nurlaili
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.945

Abstract

Upaya pengelolaan lingkungan dibuat untuk menghindari adanya tumpang tindih kepentingan yang dimungkinkan terjadi dari berbagai pihak untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang ada. Setiap kegiatan dipastikan menimbulkan dampak baik positif maupun negatif. Untuk menghindari dampak negatif dari kegiatan/obyek yang mungkin timbul terhadap masyarakat, pengelolaan lingkungan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengurangi gejolak yang diperkirakan ada dari dampak negatif tersebut. Pada dampak positif diusahakan untuk dapat lebih dioptimalkan. Uraian pengelolaan lingkungan hidup akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan dari kegiatan peningkatan ruas Jalan Lingkar Eumbung Paya Sinara dan Jalan Abeuk Reuteuk Kota Sabang yaitu tahap prakontruksi, tahap kontruksi dan tahap operasi. Komponen lingkungan hidup yang dikelola meliputi aspek lingkungan fisik-kimia,yaitu iklim, kualitas udara dan kebisingan, topografi, geologi dan sumber daya air. Untuk aspek lingkungan biologi meliputi flora, fauna teresterial kemudian aspek sosial, ekonomi dan budaya dan aspek sarana dan prasarana. Dari hasil survey tipe iklim Kota Sabang termasuk iklim tropis dan curah hujan Kota Sabang termasuk kelas B(basah), suhu udara rata-rata 26,810C dan rata-rata kelembaban 83,25 persen. Kualitas udara dan kebisingan nilainya masih memenuhi baku mutu lingkungan, tidak ada dampak yang timbul pada topografi,geologi dansumber daya air, penggunaan lahan di Kota Sabang sampai saat ini didominasi oleh pemanfaatan hutan,terutama hutan lindung dan produksi serta cagar alam, kawasan pemukiman didominasi oleh lingkungan hunian sebagai tempat tinggal yang mempunyai marfologi datar dan disekitar pantai serta disepanjang jalan, sedangkan dariaspek biologi berdasarkan hasil perhitungan dengan metode indeks diversitas Shannon Wiener(H) untuk Strata Herbadiperoleh nilai (H’) rata rata = 0,1425 pada sampling S1( lokasi pembangunan Jalan Lingkar Eumbung Paya Sinara )tergolong rendah dan pada lokasi S2 ( Jalan Abeuk Reuteuk) diperoleh nilai H’ rata-rata= 0,1345, dan begitu juga untuk strata perdu dan strata pohon diperoleh nilai H’  rendah seperti pada tabel 3 dan 4,artinya peningkatan ruas jalan Lingkar Embung Paya Sinara, Jalan Abeuk Reuteuk  Kota Sabang tidak menjadi kendala, selain itu tidak satupun spesies tergolong spesies yang dilindungi. Begitu juga dengan fauna terseterial pada saat survey dilakukan ditemukan beberapa jenis mamalia dan unggas, kedua jenis fauna ini tidak mengkhawatirkan mengingat kegiatan yang dilakukan tidak sampai merusak habitat habitat hidup spesies tersebut.Dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan jenis dampak penting adalah hilangnya tumbuhan/vegetasi di areal quarry, erosi tanah, hilangnya tumbuhan vegetasi dilokasi kegiatan, penurunan kualitas udara dan penerimaan tenaga kerja.
PENGARUH PEMBANGUNAN JETTY MUARA KR.MEUREDU TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DISEKITARNYA Ibrahim Ibrahim; Abdullah Irwansyah
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.941

Abstract

Kawasan pantai di sekitar Muara Kr. Meuredu  mempunyai panjang garis pantai dengan segala sumber daya alamnya yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan masyarakat. Pada kawanan tersebut terdapat kawasan parawisata, tambak, perkebunan, pemukiman penduduk serta muara-muara sungai yang berfungsi  sebagai pengeluaran/pembuangan debit sungai dan juga mempunyai nilai ekonomis untuk kegiatan manusia.  Muara sungai Kr. Meuredu saat ini sudah terdapat konstruksi Jetty yang berfungsi menjaga muara agar dapat berfungsi seperti yang diharapkan.  Akibat dari pembangunan jetty ini maka akan terjadi sedimentasi dan erosi di pantai sekitar muara Kr. Meuredu yang dapat merusak areal seperti tambak, pemukiman dan daerah daratan sekitar pantai lainnya. Berdasarkan kondisi tersebut maka ingin meneliti lebih lanjut tentang perilaku pantai ini yang berhubungan dengan erosi dan sedimentasi akibat adanya jetty tersebut.  Secara garis besar penelitian ini melakukan pemodelan matematika dengan menggunakan software GENESIS dimana input data yang diperlukan adalah data gelombang, topografi, data sedimentasi serta kondisi garis pantai terdahulu. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sebelum adanya bangunan, perubahan garis pantai yang terjadi tidak terlalu mencolok dimana garis pantai yang tererosi dan sedimentasi lebih kurang 0.5 m pertahun dimana perubahan laju transport sediment sebesar 10.000 m3/tahunnya yang bergerak dari barat ke timur. Sedangkan pada saat adanya bangunan pelindung muara (Jetty), perubahan garis pantai sangat mencolok dimana terjadi sedimentasi pada bagian up stream (Kiri Muara) dan erosi pada bagian kanan dari muara. Sedimentasi dan erosi yang terjadi adalah berkisar 4-5 meter pertahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 6