Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PENINGKATAN JALAN KOTA SABANG Nurlaili Nurlaili
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.945

Abstract

Upaya pengelolaan lingkungan dibuat untuk menghindari adanya tumpang tindih kepentingan yang dimungkinkan terjadi dari berbagai pihak untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang ada. Setiap kegiatan dipastikan menimbulkan dampak baik positif maupun negatif. Untuk menghindari dampak negatif dari kegiatan/obyek yang mungkin timbul terhadap masyarakat, pengelolaan lingkungan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengurangi gejolak yang diperkirakan ada dari dampak negatif tersebut. Pada dampak positif diusahakan untuk dapat lebih dioptimalkan. Uraian pengelolaan lingkungan hidup akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan dari kegiatan peningkatan ruas Jalan Lingkar Eumbung Paya Sinara dan Jalan Abeuk Reuteuk Kota Sabang yaitu tahap prakontruksi, tahap kontruksi dan tahap operasi. Komponen lingkungan hidup yang dikelola meliputi aspek lingkungan fisik-kimia,yaitu iklim, kualitas udara dan kebisingan, topografi, geologi dan sumber daya air. Untuk aspek lingkungan biologi meliputi flora, fauna teresterial kemudian aspek sosial, ekonomi dan budaya dan aspek sarana dan prasarana. Dari hasil survey tipe iklim Kota Sabang termasuk iklim tropis dan curah hujan Kota Sabang termasuk kelas B(basah), suhu udara rata-rata 26,810C dan rata-rata kelembaban 83,25 persen. Kualitas udara dan kebisingan nilainya masih memenuhi baku mutu lingkungan, tidak ada dampak yang timbul pada topografi,geologi dansumber daya air, penggunaan lahan di Kota Sabang sampai saat ini didominasi oleh pemanfaatan hutan,terutama hutan lindung dan produksi serta cagar alam, kawasan pemukiman didominasi oleh lingkungan hunian sebagai tempat tinggal yang mempunyai marfologi datar dan disekitar pantai serta disepanjang jalan, sedangkan dariaspek biologi berdasarkan hasil perhitungan dengan metode indeks diversitas Shannon Wiener(H) untuk Strata Herbadiperoleh nilai (H’) rata rata = 0,1425 pada sampling S1( lokasi pembangunan Jalan Lingkar Eumbung Paya Sinara )tergolong rendah dan pada lokasi S2 ( Jalan Abeuk Reuteuk) diperoleh nilai H’ rata-rata= 0,1345, dan begitu juga untuk strata perdu dan strata pohon diperoleh nilai H’  rendah seperti pada tabel 3 dan 4,artinya peningkatan ruas jalan Lingkar Embung Paya Sinara, Jalan Abeuk Reuteuk  Kota Sabang tidak menjadi kendala, selain itu tidak satupun spesies tergolong spesies yang dilindungi. Begitu juga dengan fauna terseterial pada saat survey dilakukan ditemukan beberapa jenis mamalia dan unggas, kedua jenis fauna ini tidak mengkhawatirkan mengingat kegiatan yang dilakukan tidak sampai merusak habitat habitat hidup spesies tersebut.Dalam Upaya Pengelolaan Lingkungan jenis dampak penting adalah hilangnya tumbuhan/vegetasi di areal quarry, erosi tanah, hilangnya tumbuhan vegetasi dilokasi kegiatan, penurunan kualitas udara dan penerimaan tenaga kerja.
Analisa ketangguhan dan kekerasan pada pengelasan GTAW pelat baja AISI 1050 terhadap pengaruh sudut keruncingan elektroda tungsten Zulfiadi Zulfiadi; Samsul Bahri; Nurlaili Nurlaili
Journal of Welding Technology Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v3i2.2523

Abstract

Pengelasan adalah GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) merupakan teknik pengelasan dengan menggunakan Argon sebagai gas pelindung, serta nyala busur listrik yang berasal dari elektroda Tungsten dengan benda kerja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sifat fisik dan mekanik suatu bahan setelah proses pengelasan. Pada penelitian ini, berfokus pada pengaruh variasi sudut keruncingan elektroda tungsten terhadap ketangguhan, kekerasan dan struktur makro baja AISI 1050. Proses las dilakukan dengan memvariasikan sudut keruncingan elektroda tungsten (Ewth-2) 150, 300, 600 dan 900 dengan arus pengelasan 120 A dengan menggunakan filler AWS A5. 18 ER70S-G pada pelat dengan ketebalan 10 mm. Berdasarkan hasil struktur makro didapati bahwa semakin kecil sudut keruncingan elektroda tungsten yang digunakan menghasilkan  lebar lasan semakin melebar. Nilai impak tertinggi adalah sebesar 3,71 Joule/mm2 dengan sudut keruncingan elektroda tungsten 15 derajat, dan menunjukkan bahwa semakin kecil sudut keruncingan elektroda tungsten maka semakin besar harga nilai impak yang diperoleh. Sedangkan untuk hasil uji kekerasan didapatkan nilai kekerasan tertinggi 48,60 HRC pada bagian HAZ dengan sudut keruncingan elektroda tungsten 60 derajat, dan cenderung sama untuk semua sudut keruncingan elektroda tungsten.
Pengaruh Variasi Temperatur Tempering Terhadap Nilai Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja Karbon Sedang Ilyas Yusuf; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i3.6109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tempering baja karbon sedang terhadap kekuatan tarik dan nilai kekerasan. Baja karbon sedang yang telah dibentuk menjadi spesimen uji dilakukan proses perlakukan panas hingga temperatur 8300C, holding time 60 menit dan di-quenching pada media oli. Spesimen yang telah pada temperatur normal  kemudian dilakukan proses tempering dengan temperatur 3000C, 4500C dan 5500C dan holding time selama 40 menit. Spesimen dilakukan karakterisasi uji tarik dan kekerasan menggunakan metode Rockwell. Material dasar yang diuji komposisi kimia menunjukkan material memiliki kandungan karbon 0,47%. Hasil pengujian didapat spesimen B1 dengan temperatur tempering 4500C memiliki nilai rata-rata kekuatan tarik tertinggi sebesar 125.36 kg/mm2 dan terendah pada sampel C1 dengan temperatur tempering 5500C dengan kekuatan tarik  84.31 kg/mm2. Sedangkan dari hasil pengujian kekerasan dihasilkan oleh sampel A1 dengan temperatur tempering 3000C dengan kekerasan 76.9 HRC dan terendah sampel C1, temperatur tempering 5500C, dengan kekerasan 71.1 HRC. Baja karbon sedang yang mengalami proses tempering mengalami penurunan kekuatan tarik dan kekerasan seiring dengan meningkatnya temperatur tempering.
Peranan hutan kota dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup Nurlaili Nurlaili
Jurnal POLIMESIN Vol 8, No 2 (2010): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jop.v8i2.1367

Abstract

Pembangunan kota sering lebih banyak dicerminkan oleh adanya perkembangan fisik kota yang lebih banyak ditentukan oleh sarana dan prasarana yang ada. Permasalahan lingkungan diperkotaan seakan tidak ada habisnya bahkan kian bertambah dari tahun ke tahun. Kota-kota besar di negara maju telah mengantisipasi permasalahan lingkungan sejak dini, antara lain dengan membangun ruang terbuka hijau berupa tanaman atau green park yang luasnya bisa mencapai puluhan hektar satu lokasi. Gejala pembangunan kota pada masa yang lalu mempunyai kecendrungan untuk meminimalkan Ruang Terbuka Hijau(RTH) dan juga menghilangkan keindahan alam. Lahan-lahan bertumbuhan banyak dialih fungsikan menjadi pertokoan,pemukiman,tempat rekreasi, industri dan lain-lain. Dengan meningkatnya pembangunan berbagai kegiatan seperti pembangunan jalan, kegiatan transportasi, industri, pemukiman dan kegiatan lainnya sering mengakibatkan luasan ruang terbuka hijau menurun dan sering juga disertai dengan menurunnya mutu lingkungan hidup. Hal ini akan mengakibatkan kota menjadi sakit, tercemar dan kotor. Walaupun ruang terbuka hijau pada kota-kota di Indonesia masih sangat terbatas, tidak berarti peluang memperbaiki ekosistem diperkotaan sudah tertutup. Masih banyak cara memperbaiki permasalahan lingkungan diperkotaan antara lain dengan menanam pohon disetiap sudut kota pada areal yang sempit sekalipun. Pada tulisan ini disajikan hal-hal penting terkait dengan peranan hutan kota dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup.Kata Kunci: Hutan Kota, Permasalahan Lingkungan,Manfaat PohonPembangunan kota sering lebih banyak dicerminkan oleh adanya perkembangan fisik kota yang lebih banyak ditentukan oleh sarana dan prasarana yang ada. Permasalahan lingkungan diperkotaan seakan tidak ada habisnya bahkan kian bertambah dari tahun ke tahun. Kota-kota besar di negara maju telah mengantisipasi permasalahan lingkungan sejak dini, antara lain dengan membangun ruang terbuka hijau berupa tanaman atau green park yang luasnya bisa mencapai puluhan hektar satu lokasi. Gejala pembangunan kota pada masa yang lalu mempunyai kecendrungan untuk meminimalkan Ruang Terbuka Hijau(RTH) dan juga menghilangkan keindahan alam. Lahan-lahan bertumbuhan banyak dialih fungsikan menjadi pertokoan,pemukiman,tempat rekreasi, industri dan lain-lain. Dengan meningkatnya pembangunan berbagai kegiatan seperti pembangunan jalan, kegiatan transportasi, industri, pemukiman dan kegiatan lainnya sering mengakibatkan luasan ruang terbuka hijau menurun dan sering juga disertai dengan menurunnya mutu lingkungan hidup. Hal ini akan mengakibatkan kota menjadi sakit, tercemar dan kotor. Walaupun ruang terbuka hijau pada kota-kota di Indonesia masih sangat terbatas, tidak berarti peluang memperbaiki ekosistem diperkotaan sudah tertutup. Masih banyak cara memperbaiki permasalahan lingkungan diperkotaan antara lain dengan menanam pohon disetiap sudut kota pada areal yang sempit sekalipun. Pada tulisan ini disajikan hal-hal penting terkait dengan peranan hutan kota dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup.Kata Kunci: Hutan Kota, Permasalahan Lingkungan,Manfaat Pohon
Gas Turbine Maintenance Optimizing using the Reliability-Centered Maintenance Method Darmein Darmein; Marzuki Marzuki; Zuhaimi Zuhaimi; Fauzi Fauzi; Nurlaili Nurlaili; Luthfi Luthfi
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 1 (2023): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i1.3281

Abstract

Gas Turbine is one of the important equipment in the production process in the oil and gas industry. This equipment is used as the prime mover of the compressor to the gas supply. The company has implemented preventive maintenance and condition monitoring in the context of gas turbine maintenance as well as scheduled shutdown every 52,000 hours of operation time. Along with efforts to increase production, the company's management policy has implemented a gas turbine maintenance efficiency program from 52,000 hours to 72,000 hours of operation. This policy is based on the consideration that productivity decreases over time and component replacement during MI (Major Inspection) and HGPI (Hot Gas Path inspection). This policy will certainly have an impact on the reliability, performance, and failure rate that will be experienced by gas turbines as well as their impact on maintenance costs. This study aims to recommend optimal maintenance strategies for gas turbines using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method related to availability, reliability, maintainability, and maintenance costs. In this study, an analysis of the causes and effects of failure was carried out using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, with the parameters of failure frequency and consequences of failure then analyzed using the RCM worksheet to determine an effective maintenance strategy.  The results of this study obtained maintenance strategy for Gas Turbine components which are Failure finding, Redesign on conditioning, and Schedule discard task. The components that are scheduled for repairs are compressors and turbines and components that receive a component replacement schedule are Air Inlet and Combustion. The application of the RCM method has been able to reduce maintenance costs by up to 30.678% along with reduced downtime rates, decreased failure rates and the number of MTTR hours
Analisa Pengaruh Variasi Kampuh Pada Material AISI 1020 Terhadap Sifat Mekanik Hasil Pengelasan GTAW M Rizky Khairullah; Saifuddin Saifuddin; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 1 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i1.3927

Abstract

Gas tungsten arc welding (GTAW) mempunyai banyak kelebihan, yaitu kecepatan pengumpanan logam pengisi dapat diatur terlepas dari besarnya arus listrik sehingga penetrasi ke dalam logam induk dapat di atur. Jenis kampuh las merupakan salah satu penyebab yang mempengaruhi kekuatan dari sambungan las. Kampuh las merupakan bagian dari logam induk yang nantinya akan diisi oleh deposit las atau logam las (weld metal). Dilakukan 2 pengujian yaitu Impact dan hardness, nilai impak paling tinggi pada kampuh v sebesar 3,73 J/mm², kampuh double tirus sebesar 2,95 J/mm², dan kampuh tirus sebesar 1,78 J/mm². Pada pengujian kekerasan didapatkan bahwa daerah weld metal yang mempunyai nilai kekerasan paling tinggi terdapat pada spesimen dengan kampuh V sebesar 13,17 HRC, kemudian kampuh tirus sebesar 12,33 HRC, dan yang terendah adalah kampuh double tirus yaitu sebesar 11,5 HRC. Nilai kekerasan daerah HAZ I paling tinggi terdapat pada kampuh V sebesar 14,5 HRC, kemudian kampuh tirus sebesar 14,33 HRC, dan yang paling rendah yaitu kampuh double tirus sebesar 13,17 HRC. Sedangkan untuk daerah HAZ II kekerasan kampuh V dan tirus memiliki nilai yang sama yaitu sebesar 13,5 HRC dan yang terendah adalah kampuh double tirus sebesar 12 HRC. Untuk daerah base metal kekerasan paling tinggi juga terdapat pada kampuh v sebesar 14,83 HRC, kemudian kampuh tirus sebesar 14,17 HRC, dan kampuh double tirus sebesar 14 HRC.Kata kunci: pengelasan, kampuh, sifat mekanik.
Pengaruh Variasi Temperatur dan Media Pendingin Pada Baja AISI 1050 Mengunakan Arang Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Media Pack Carburizing Mahardika Mahardika; Muhammad Razi; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 7, No 2 (2023): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v7i2.4482

Abstract

Baja AISI 1050 umumnya digunakan sebagai material utama untuk memproduksi pisau pemotong/pemanen sawit. Dan didunia otomotif baja AISI 1050 digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan pegas/suspense. Produk tersebut rentan mengalami kerusakan pada bagian mata potongnya. Dan dalam dunia otomotif adalah pegas daun pada mobil yang mengalami kerusakan akibat lelah yang muncul. Berdasarkan hal tersebut material yang digunkan harus memiliki sifat mekanik yang baik. Peningkatan sifat mekanik dapat dilakukan dengan penambahan unsur paduan karbon (Karburizing).  Metode yang digunakan yaitu Pack Carburizing dengan variasi temperatur mulai dari 950oC, 1000 oC, dan 1050 oC dan juga dilakukan variasi pada media pendingin yang digunaka yaitu normalizing dan quenching mengunakan air batang pisang dengan holding time selama 120 menit. Pengujian nilai kekerasan menggunakan metode microVickers, nilai kekerasan rata-rata Pada temperature 950oC dengan pendingin Normalizing adalah 187.45 HV, untuk Quenching adalah 283.61 HV, Pada temperature 1000oC dengan pendingin Normalizing adalah 236.93 HV, untuk Quenching adalah 402.53 HV, Pada temperature 1050oC dengan pendingin Normalizing adalah 345.77 HV, untuk Quenching adalah 460.69 HV. Dan nilai kekuatan tarik adalah tertinggi adalah pada temperature 1000oC dengan pendinginan Quenching adalah 5716.15 (kg).Keywords: Baja AISI 1050, Pack Carburizing, Uji Kekerasan, Uji Tarik
27 RANCANG BANGUN MESIN PENGANGKAT SAMPAH SISTEM CHAIN CONVEYOR OTOMATIS Zawil Mubarrak; Azwar Azwar; Turmizi Turmizi; Nurlaili Nurlaili; Yuniati Yuniati
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v5i1.2140

Abstract

Kota Lhokseumawe yang pernah diklaim menjadi kota bebas sampah ini juga terkenal karena dua kali mendapatkan penghargaan Adipura oleh Presiden RI. Dalam hal mengelola sampah pada tahun 2009 dan 2010. Akan tetapi volume sampah yang ada di selokan dan di Waduk Lhokseumawe tentu permasalahan serius yang membutuhkan perhatian khusus. Kesadaran masyarakat akan kebersihan penulis rasa masih sangat kurang. Kedisiplinan dalam membuang sampah harusnya selalu di terapkan. Dengan terwujudnya mesin pengangkat sampah sistem chain conveyor otomatis ini dapat mengurangi penumpukan sampah diselokan maupun irigasi yang bisa menghambat air mengalir. Dalam pengoperasian mesin ini dimana sensor mendeteksi jarak sampah yang terdapat pada aliran air dengan jarak 1 cm diatas permukaan air, sensor memberikan sinyal kepada micro controller untuk mengaktifkan motor penggerak bucket yang mengangkat sampah yang terdeteksi oleh sensor ultrasonic untuk dimasukan ke dalam bak sampah yang terdepat pada mesin pengangkat sampah otomatis. Motor akan hidup dalam durasi 2 menit 30 detik (00:02:30), dan motor akan hidup kembali ketika sensor mendeteksi sampah berikutnya. Beban maksimal yang dapat diangkat oleh bucket 5 kilogram.Kata kunci: Mesin Pengangkat Sampah Sistem Chain Conveyor Otomatis.
ANALISA KEKUATAN TARIK KOMPOSIT POLIMER UNSATURATED POLYESTER RESIN BERPENGUAT SERAT SISAL DENGAN PENAMBAHAN FILLER SERBUK KARBON Thamliha Thamliha; Ali Jannifar; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Mesin Sains Terapan Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MESIN SAINS TERAPAN
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jmst.v4i2.2017

Abstract

Tanaman sisal adalah tumbuhan liar yang hidup didaerah bebatuan seperti di Kampong Merodot, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang sering disebut penduduk lokal tanaman jedem. Didaerah tersebut tumbuhan sisal tidak di mamfaatkan dan terbuang begitu saja. Tujuanya untuk mengetahui kekuatan uji tarik komposit polimer UPR berpenguat serat sisal dengan penambahan filler serbuk karbon yang dibuat lurus, acak dan sudut 45 dan untuk dianalisa hasil dari kekuatan uji tarik sebagai produk yang sesuai pengunaanya berdasarkan regangan dan modulus elasitas. Proses pembuatan komposit polimer berpenguat serat sisal dengan penambahan filler serbuk karbon mengunakan bahan serat sisal (Agave Sisalana), Unsaturated  Polyester Resin dan Filler Serbuk Karbon (Toner). Pengujian uji tarik mengunakan mesin Universal Testing Macihine dengan bentuk spesimen standar ASTM D3090. Hasil perbandingan serat sisal UPR lebih kuat dibandingkan serat sisal epoksi adalah 40.36% dan  Hasil kekuatan tarik orientasi serat sisal lurus 27.75 Mpa, modulus elastisitas 0.016 GPa dan regangan 2.07%, orientasi serat sisal acak  28.43 Mpa, modulus elastisitas 0.016 GPa dan regangan 1.86%, orientasi serat sisal sudut 45  adalah 21.18 Mpa, modulus elastisitas  0.016 GPa dan regangan 0.86% dan serat acak dominan kuat dibandingkan serat sisal lurus dan serat sisal sudut 45 .