Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

APLIKASI SOFTWARE SWMM UNTUK STUDI PERMASALAHAN BANJIR PADA KAWASAN POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Ibrahim Ibrahim; Abdullah Irwansyah; Syarifah Keumala Intan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v10i1.969

Abstract

Drainase berfungsi untuk memutus kelebihan air permukaan sehingga tidak mengganggu aktivitas manusia dan merusak infrastuktur lainnya. Kawasan Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe dan sekitarnya terdapat permasalahan drainase ini terutama banjir. Banjir ini terjadi hampir setiap tahunnya sehingga menggangu aktivitas perkantoran dan menyebabkan kerusakan dan ketidaknyaman. Untuk menjawab permasalahan ini perlu dilakukan analisa untuk mendapatkan sumber permasalahan dan solusi yang dapat dilakukan dalam rangka menyelesaikan permasalahan banjir pada Kawasan Politeknik Negeri Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk meninventarisasi sistem/saluran drainase yang sudah ada/existing; mendapatkan peta topografi kawasan Penelitian; menganalisa kapasitas  saluran dengan menggunakan software SWMM (Storm   Water Management Model); dan merekomendasi sistem dan dimensi saluran. Berdasarkan hasil running model yang telah dilakukan, dihasilkan bahwa pada pias dari j29 (depan Jurusan Teknik Sipil) sampai dengan o5 (saluran di pintu masuk utama) terjadi permasalahan yaitu adalah luapan pada dua lokasi yaitu pada lokasi depan Mesjid dan lokasi depan kantin). Untuk mengatasi masalah ini salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memperbesar dimensi saluran pada lokasi tersebut. Berdasarkan hasil model SWMM dimensi yang sesuai untuk lokasi pertama adalah dengan ukuran 50 x 50 cm dan lokasi kedua adalah dengan ukuran 60 x 80 cm.
PENGARUH PEMBANGUNAN JETTY MUARA KR.MEUREDU TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI DISEKITARNYA Ibrahim Ibrahim; Abdullah Irwansyah
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.941

Abstract

Kawasan pantai di sekitar Muara Kr. Meuredu  mempunyai panjang garis pantai dengan segala sumber daya alamnya yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan masyarakat. Pada kawanan tersebut terdapat kawasan parawisata, tambak, perkebunan, pemukiman penduduk serta muara-muara sungai yang berfungsi  sebagai pengeluaran/pembuangan debit sungai dan juga mempunyai nilai ekonomis untuk kegiatan manusia.  Muara sungai Kr. Meuredu saat ini sudah terdapat konstruksi Jetty yang berfungsi menjaga muara agar dapat berfungsi seperti yang diharapkan.  Akibat dari pembangunan jetty ini maka akan terjadi sedimentasi dan erosi di pantai sekitar muara Kr. Meuredu yang dapat merusak areal seperti tambak, pemukiman dan daerah daratan sekitar pantai lainnya. Berdasarkan kondisi tersebut maka ingin meneliti lebih lanjut tentang perilaku pantai ini yang berhubungan dengan erosi dan sedimentasi akibat adanya jetty tersebut.  Secara garis besar penelitian ini melakukan pemodelan matematika dengan menggunakan software GENESIS dimana input data yang diperlukan adalah data gelombang, topografi, data sedimentasi serta kondisi garis pantai terdahulu. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sebelum adanya bangunan, perubahan garis pantai yang terjadi tidak terlalu mencolok dimana garis pantai yang tererosi dan sedimentasi lebih kurang 0.5 m pertahun dimana perubahan laju transport sediment sebesar 10.000 m3/tahunnya yang bergerak dari barat ke timur. Sedangkan pada saat adanya bangunan pelindung muara (Jetty), perubahan garis pantai sangat mencolok dimana terjadi sedimentasi pada bagian up stream (Kiri Muara) dan erosi pada bagian kanan dari muara. Sedimentasi dan erosi yang terjadi adalah berkisar 4-5 meter pertahun.
WADUK DI HULU KRUENG PIRAK DAN CEUKU DAPAT MEREDUKSI BANJIR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI KEUREUTO Fauzi Abdul Gani; Ibrahim Ibrahim
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v5i1.956

Abstract

Daerah Pengaliran Sungai Keureuto sebagian besar terletak di daerah Kabupaten Aceh Utara dan sebagian lagi masuk dalam Wilayah Kabupaten Aceh Tengah. bagian hilirnya melintas di tengah Kota Lhoksukon ibu kota Kabupaten Aceh Utara. Krueng Keureuto tergolong tipe cabang kipas dengan beberapa anak sungai, seperti Krueng  Pirak, Krueng Ceku, Krueng Aluleuhop, Krueng Kreh, Krueng Peuto dan Krueng Aluganto. Keberadaan Krueng Keureuto di Kabupaten Aceh utara saat ini adalah sebagai penyebab utama terjadinya banjir di kota Lhoksukon dan sekitarnya. Daerah ini mempunyai luas daerah tangkapan air ± 900 km2 dengan banjir desain 1.129,79 m3/dt. Untuk itu diperlukan suatu kajian untuk mendapatkan alternatif penanggulangan banjir yang dapat menyelamatkan musibah yang rutin setiap tahun terjadi ini. Berdasarkan data survey dan informasi dari beberapa narasumber serta analisis yang dilakukan terhadap kondisi eksisting yang ada, maka diperoleh sistem penanggulangan yang berskala perioritas dengan membuat waduk pada DAS Kr. Keureuto yaitu pada hulu aliran Krueng Keureuto, hulu aliran Krueng Pirak dan hulu aliran Krueng Ceuku. Simulasi Operasi Waduk di hulu aliran Krueng Keureuto, dianalisa dengan melakukan simulasi operasi dengan debit inflow. Dari hasil perhitungan simulasi masing-masing waduk maka sangat memungkinkan untuk mereduksi volume banjir dengan kapasitas tampungan total  waduk  Krueng keureuto  55.99 juta m3.
ANALISA PROFIL MUKA AIR BANJIR SUNGAI KRUENG PASE KABUPATEN ACEH UTARA Ibrahim Ibrahim; Abdullah Irwansyah; Muhammad Reza
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v9i2.618

Abstract

Excess water capacity in river areas will cause flood hazards that mostly occur in downstream areas that are flood areas at high risk as a result of natural processes and the effects of human actions. In the case of floods, water runoff undermines the embankments and drowns agricultural / settlement areas upstream, and is aggravated by considerable sedimentation. Based on the existing problems, the analysis of the discharge and the water level (water profile) becomes very important to get a precise picture of locations prone to the overflow of the river Kr. This pase. Discharge and water profile analysis using HEC RAS software for various return periods. From the results of the research is expected to get a clear picture of the location that is vulnerable to overflow so that in handling the river will be on target. Based on the calculation using HEC RAS software, at point P 581 the water level condition at 2.3 years discharge the difference of the height of the embankment and the water level is 50 cm to 60 cm, while in the discharge condition 25 years the elevation of the face almost passes through the dike's height with a selisish of about 10 -15 cm. This condition is an unsafe category because for rivers whose debit is greater than 15 m3/s the minimum wavelength is 1.00 m. So that with good conditions at 2.3 years discharge and 25 years of discharge is very potential to occur overflow.Keywords: discharge, waterlevel, flood
Kajian Potensi Genangan dan Waktu Tiba Tsunami Di Kota Lhokseumawe Ibrahim; Tursina; Syarifah Keumala Intan; Mirza Fahmi; Zairipan Jaya; Abdullah Irwansyah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lhokseumawe was one of the towns affected by the 2004 tsunami. During the last tsunami, tsunami waves arrived last on the coast of Lhokseumawe compared to the western and northern coastal areas of Aceh. Therefore, this tsunami modelling study was conducted to determine the arrival time of tsunami waves onthe coast of Lhokseumawe city and to determine the affected areas from the tsunami inundation map information. The method used is tsunami numerical modelling using the COMCOT (Cornell Multi Grid Coupled Tsunami Model) model. The earthquake source used to generate the tsunami is a 9.15 Mw earthquake of the magnitude of the 2004 earthquake, 8.0 Mw and 8.5 Mw earthquake scenarios. Bathymetric data were used to provide information on sea depth and topographic data to provide information on land elevation in the study area. Observation points were placed on the coast to record when the waves reached the coast. The maximum tsunami height occurred in Blang Mangat subdistrict with a tsunami height of 5 m and inundation distance of 1 km. The arrival time of the tsunami in Lhokseumawe town was 75-80 min after the earthquake. This information on tsunami height and arrival time can be used as preliminary information for tsunami mitigation planning and rapid response in the event of an earthquakewith tsunami potential.
Studi Perencanaan Jetty pada Muara Pembuangan Air (Stormwater Outfall) di PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe Tursina, Tursina; Fahmi, Mirza; Ibrahim, Ibrahim; Fachrurrazi, Fachrurrazi; Al’ala, Musa
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2023): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i2.4618

Abstract

Drainase stormwater atau saluran air hujan di area industri memiliki beberapa fungsi krusial terkait pengelolaan air hujan dan kepatuhan lingkungan. Fungsi saluran air hujan ini membantu mencegah banjir di dalam fasilitas industri dengan mengalirkan air hujan dan  polutan hasil industri yang telah disterilkan ke badan air terdekat melalui stormwater outfall. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada stormwater outfall  adalah sedimentasi. Stormwater outfall di PT Perta Arun Gas Lhokseumawe mengalirkan air buangan ke laut. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah sedimentasi akibat sedimen yang dibawa oleh gelombang laut dan menutupi stormwater outfall sehingga aliran air terganggu. Hal ini  dapat menyebabkan luapan atau banjir di area pabrik.  Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi sedimen pantai di outlet saluran adalah pembangunan pelindung pantai jetty. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan tentang tahapan perencanaan jetty mulai dari survey lapangan, pengumpulan data, analisis data oceanongrafi, dan perhitungan dimensi bangunan jetty. Melalui hasil studi perencanaan ini diketahui arah angin dominan berasal dari arah Barat Laut dengan tinggi gelombang maksimum Ho=1.717 m. Jetty direncanakan dengan panjang 90 m, lebar puncak 3 m  dan tinggi adalah 5 m. Material jetty adalah batu gunung (rouble mount) yang disusun dengan talud 1V:2H dengan berat batu lapis 1 W1= 1500 – 2500 kg/unit dan lapis 2 W2= 150 – 250 kg/unit.
Evaluasi Kinerja Saluran Drainase Pada Jalan Nasional Di Kawasan Politeknik Negeri Lhokseumawe Ibrahim, Ibrahim; Tursina, Tusina; Reza, Muhammad; Irwansyah, Abdullah; Ibrahim, Salwa Fitria; Intan, Syarifah Keumala
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.246

Abstract

Abstract Inadequate drainage management compromises community safety and comfort, leading to recurrent flooding in the areas surrounding the Politeknik Negeri Lhokseumawe campus, Cut Mutia General Hospital, and nearby areas. During periods of high rainfall intensity, approximately 100–150 mm/day, flooding commonly occurs in these areas almost every year. Flood depths can reach 50–100 cm, preventing vehicles from passing and resulting in long traffic congestion. This study aims to predict the magnitude of excess runoff discharge in the drainage channels along the studied road section. The Storm Water Management Model (SWMM) was employed to analyse channel capacity using data from existing drainage inventories, topographic maps, rainfall data, and land-use information. The results of the performance analysis and evaluation indicate that the design rainfall for the 2-year and 5-year return periods at the station are 106.01 mm/day and 155.56 mm/day, respectively. The flow pattern in the study area is divided into two outfalls, discharging into the Alue Raya tributary and the Alue Awe channel. The flood discharge in the channel leading to the Alue Awe tributary is 4.05 m³/s for the 2-year return period and 6.15 m³/s for the 5-year return period. Based on the discharge associated with the 2-year return period and the existing channel condition, which is filled with sediment up to a height of 50 cm, the channel is unable to accommodate the flow. As a result, overtopping occurs with a flood volume of 22,083.00 m³. This overflow has the potential to cause inundation around the drainage channel or along the road within the study area.Keywords:Drainage; Flooding; Raifall AbstrakPengelolaan drainase yang kurang baik sering menjadi sumber berbagai permasalahan, terutama ketika rasa aman dan nyaman masyarakat terhadap ancaman banjir dan pencemaran tidak terpenuhi. Permasalahan serupa juga terjadi di kawasan Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe, Rumah Sakit Umum Cut Mutia, serta wilayah sekitarnya, yang kerap mengalami gangguan drainase berupa banjir. Ketika hujan dengan intensitas tinggi, sekitar 100–150 mm/hari, kawasan tersebut sering mengalami banjir terjadi hampir setiap tahun. Ketinggian genangan air dapat mencapai 50–100 cm yang menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dan terjadi antrean panjang. Penelitian ini bertujuan memprediksi besaran debit air yang melimpah pada saluran diruas jalan ini. Metode yang digunakan untuk menganalisa kapasitas saluran dengan menggunakan software SWMM (Storm Water Management Model) dimana data yang digunakan berupa inventarisasi saluran drainase yang sudah ada, peta topografi, curah hujan dan tutupan lahan. Dari hasil analisis dan evaluasi kinerja menunjukkan bahwa curah hujan rencana periode ulang 2 tahun dan 5 tahun stasiun adalah 106.01 mm/hari dan 155.56 mm/hari. Pola aliran pada kawasan studi terbagi kepada dua outfall yaitu ke anak sungai Alue Raya dan Alue Awe. Debit banjir pada saluran yang menuju anak sungai Alur raya adalah 4.05 m3/det untuk periode ulang 2 tahun dan 6.15 m3/det untuk periode ulang 5 tahun. Berdasarkan debit dengan periode ulang 2 tahun dan kondisi saluran existing (dipenuhi dengan sedimen setinggi 50 cm) maka saluran ini tidak dapat menampung debit. Akibatnya terjadi luapan dengan volume air sebesar 22.083,00 m3 yang berpotensi terjadinya genangan disekitar saluran atau pada jalan di sepanjang daerah studi.Kata Kunci:Banjir; Drainase; Hujan