cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
ANALISA KETAHANAN KEKERASAN ANTARA TABUNG GAS ELPIJI BESAR DAN TABUNG GAS ELPIJI KECIL Rita Djunaidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.028 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.61

Abstract

Baja karbon rendah dan aluminium banyak digunakan didalam industri dan keperluan sehari – hari.Hal ini karena sifat dari logam – logam tersebut mempunyai sifat fisik dan mekanik relatif baik. Baja karbon yang mempunyai sifat keuletan dan kekuatan yang baik karena kandungan karbon yang dimiliki relatif rendah salah satunya adalah baja tipe JIS G 4051 S 22 C yang digunakan untuk pembuatan tabung baja LPG. Jenis baja ini dapat ditingkatkan kekuatan dan kekerasannya dengan proses perlakuan panas pengerasan (hardening) pada suhu 900°C ditahan dalam waktu 15 menit, diikuti dengan proses pendinginan di dalam air, selanjutnya diikuti dengan proses penemparan pada suhu 200°C ditahan selama 15 menit. Paduan aluminium, dilakukan proses Solution Heat Treatment pada 545°C selama 45 menit lalu pencelupan dan terakhir penuaian buatan pada 160°C selama 120 menit. Kekerasan tabung Aluminium sebelum perlakuan panas bagian atas, tengah dan bawah adalah : 70, 71 dan 72 HV dan sesudah perlakuan panas bagian atas, tengah dan bawah adalah : 264, 73 dan 72 mempunyai nilai kekerasan yang hampir sama. Kekerasan tabung baja karbon rendah sebelum perlakuan panas pada bagian atas, tengah dan bawah adalah : 167, 152 dan 150 HV. Sesudah perlakuan panas kekerasan menjadi naik pada tabung bagian atas, tengah dan bawah masing – masing adalah : 436, 345, dan 344 HV. Kata kunci : perlakuan panas, Solution Heat Treatment, Pemuaian Buatan
ANALISA KONSERVASI ENERGI PENCAHAYAAN PADA GEDUNG KULIAH DI UNIVERSITAS IBA Bahrul Ilmi; Reny Afriany
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.218 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v2i2.28

Abstract

Konservasi energi bermakna bahwa energi yang terpakai sesuai dengan yang kita butuhkan, artinya energi yang kita pakai tidak berlebihan yang mengakibatkan energi terbuang percuma dan juga tidak kekurangan yang dapat mengurangi kenyamanan penggunanya, sehingga tidak berdampak pada kesehatan tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisa konservasi energi sistem pencahayaan alami dan buatan di setiap ruangan pada gedung kuliah di Universitas IBA pada saat ini, dan sistem pencahayaan yang ideal sesuai ketentuan SNI 6197:2011. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu melakukan pengumpulan dan pengolahan data dimensi ruangan dan lubang masuk cahaya/jendela, lalu dilakukan perhitungan dan analisa sistem pencahayaan alami ruangan, kemudian dilakukan perhitungan dan analisa sistem pencahayaan buatan saat ini. Jika pencahayaan saat ini masih belum memenuhi SNI maka dilakukan perencanaan dan perhitungan sistem pencahayaan buatan sesuai SNI. Kesimpulan penelitian ini, dari 104 ruangan yang diteliti, terdapat 56 ruangan cukup dapat memanfaatkan pencahayaan alami dan 48 ruangan lainnya kurang dapat memanfaatkan pencahayaan alami disebabkan kurangnya lubang cahaya dan jendela ruangan atau posisinya yang terhalang dari masuknya sinar matahari, daya pencahayaan lampu yang terpasang di semua ruangan pada semua fakultas di Universitas IBA pada saat ini masih jauh dibawah ketentuan SNI, daya lampu per luas lantai hasil perhitungan yang sesuai SNI masih dibawah daya maksimum yang diijinkan. Kata Kunci: Konservasi Energi, Sistem Pencahayaan, Universitas IBA
ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN DI KAWASAN PADAT PENDUDUK (STUDI KASUS PADA KELURAHAN KERTAPATI PALEMBANG) delli noviarti; Chairil chairil
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.674 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i2.97

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kepadatan serta pertumbuhan penduduk yang terpusat di perkotaan menyebabkan aktivitas di kawasan ini menjadi semakin tinggi. Hal ini akan menyebabkan peluang terjadinya kebakaran di kawasan perkotaan menjadi lebih besar. Peningkatan pertumbuhan penduduk juga menyebabkan meningkatnya jumlah permintaan permukiman. Tingginya permintaan permukiman oleh masyarakat di perkotaan yang tidak diimbangi dengan perencanaan dan penyediaan lahan permukiman yang layak, menjadikan masyarakat terpaksa menempati kawasan yang rentan terhadap bencana kebakaran sebagai tempat tinggal mereka. Bahaya akan kebakaran merupakan bahaya yang paling sering terjadi di lokasi kawasan padat penduduk. Kelurahan Kertapati terletak di Kecamatan Kertapati, merupakan salah satu kawasan wilayah padat penduduk, di mana sering terjadi kejadian kebakaran. Walaupun posisi permukimanannya terletak di tepi sungai Musi, namun apabila terjadi kebakaran akan sangat lambat usaha untuk mematikan apinya. Hal ini karena permukiman yang sangat padat, sehingga sulit untuk mobil damkar memasuki wilayah tersebut. Oleh karena itu diperlukan langkah – langkah penanganan lain secara prepentif. Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner dan pengamatan serta analisa di lapangan, maka dibutuhkan sejumlah Rp. 1.069.910.000,- untuk penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk kelurahan Kertapati khususnya di RW 06 dan RW.07. Juga diperlukan sosialisasi mengenai pencegahan dan penangan terhadap bahaya kebakaran. Kata Kunci : Kawasan padat penduduk, kebakaran, penganan.
Perbandingan Perhitungan Debit Banjir Rancangan Di Das Betara Dengan Menggunakan Metode Hasper, Melchior dan Nakayasu Yulyana Aurdin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v3i2.52

Abstract

Das Betara sebagai salah satu subdas yang terletak di Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung memiliki luas 259,3 Km2. Salah satu sungai yang sering menyebabkan banjir di das Betara adalah sungai Bangka Ujung yang melintas dari hulu das Betara hingga bermuara selat Bangka. Sungai Bangka Ujung sering meluap dan menyebabkan banjir dikarenakan sedimentasi yang terlalu tinggi dan alur sungai yang cenderung berubah-ubah akibat sedimentasi. Sungai Bangka Ujung ini memiliki panjang total 38,9 Km yang melewati beberapa kecamatan di Bangka Selatan. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di sungai Bangka Ujung. Pada penelitian ini dilakukan analisis hidrologi terhadap catchment area yang masuk Das Betara. Metode analisis hidrologi yang digunakan yaitu menghitung hujan kawasan dengan metode poligon Thiessen dan menghitung banjir rancangan dengan kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 tahun dan 100 tahun dengan metode analisis frekuensi. Untuk mencari debit banjir rancangan dicari menggunakan beberapa metode dengan Hasper, Melchior dan Nakayasu. Hasil analisis debit banjir rancangan untuk masing-masing metode dengan berbagai periode ulang diperoleh analisis dari metode Nakayasu memberikan nilai terbesar, yang kemudian diikuti oleh metode Hasper dan Melchior. Nilai debit rancangan metode Melchior menunjukkan untuk kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun sebesar 88,39 m3/s, 108,28 m3/s, 117, 29 m3/s, 125,54 m3/s,130 m3/s dan 133,59 m3/s. Kata Kunci : Das Betara, Banjir Rancangan, Sungai Bangka Ujung.
PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN MUATAN LOKAL PASIR SIRING AGUNG DAN BATU PECAH MALUS Ely Mulyati
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.348 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i1.42

Abstract

Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (Portland cement), agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambah (Admixture dan Additive). Struktur beton sangat dipegaruhi oleh komposisi dan kualitas bahan-bahan pencampur beton tersebut. Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur, semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki maka semakin tinggi pula mutu beton yang harus dihasilkan. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kekuatan tekan rata-rata yang disyaratkan. agregat kasar (batu pecah) dari sungai malus dan agregat halus dari siring agung merupakan salah satu potensi lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan penyusun beton. Untuk mengetahui kualitas dan sifat agregat tersebut maka dilakukan dengan metode eksperimental (uji laboratorium). Pengujian laboratorium terhadap agregat kasar (batu pecah) dari sungai malus dan agregat halus dari siring agung ditargetkan mencapai karakteristik kuat tekan beton K-250 kg/cm2, Sampel beton menggunakan Kubus dengan jumlah sampel 3 permasing-masing umur beton (7 hari, 14 hari dan 28 hari). Dari hasil uji laboratorium yang sudah dilaksanakan dapat diketahui bahwa agregat kasar dari sungai Malus dan agregat halus dari siring agung memiliki kualitas yang baik. Agregat kasar dari sungai Malus dan agregat halus dari siring agung memiliki sifat yang memenuhi syarat sebagai bahan campuran beton. Kata Kunci: agregat kasar, agregat halus, beton, kuat tekan
PENGARUH VARIASI PENDINGINAN SETELAH PROSES CARBURIZING TERHADAP KEKERASAN BAJA Reny Afriany; Asmadi Lubay
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.746 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i1.77

Abstract

Komponen mesin yang saling bersinggungan dalam pengoperasiannya secara terus menerus akan menyebabkan keausan. Komponen mesin seperti poros, crankshaft dan roda gigi selain memerlukan kekuatan dan keuletan yang tinggi juga memerlukan kekerasan yang tinggi. Untuk memperlambat keausan yang timbul di permukaan, dibutuhkan kekerasan permukaan yang tinggi. Proses karburasi (carburizing) adalah salah satu metode untuk meningkatkan kekerasan permukaan. Dalam penelitian ini baja dikarburasi, yaitu baja dipanaskan diatas suhu austenisasi dalam lingkungan karbon. Karburasi menggunakan arang tempurung kelapa dan Na2CO3 sebagai katalisnya dengan waktu penahanan 5 jam pada temperatur 950°C dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Pendinginan dilakukan dengan tiga variasi cara pendinginan, yaitu , direct quenching, single quenching, dan double quenching. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekerasan mikro Vickers dan pengamatan struktur mikro. Hasil pengujian menunjukkan kekerasan pada raw material sebesar 374,1 HV. Pendinginan dengan metode single quenching setelah carburizing menunjukkan nilai kekerasan yang paling tinggi yaitu 860,7 HV, naik sebesar 130% dari raw material, kekerasan dengan metode single quenching 704,9 HVdan double quenching 514,4 HV. Walaupun nilai kenaikan kekerasan double quenching paling rendah dibanding direct dan single quenching, namun butiran-butiran yang dihasilkan oleh metode ini lebih halus karena proses berganda yang memungkinkan perbaikan struktur. Penggunaan jenis metode pendinginan dalam carburizing ini kita sesuaikan dengan sifat akhir material yang kita inginkan. Kata kunci : carburizing, direct quenching, single quenching, double quenching, kekerasan
RESPON SPEKTRA GEMPA DESAIN UNTUK WILAYAH KOTA PANGKAL PINANG DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI DESAIN SPEKTRA PADA SITUS http://puskim.pu.go.id Sari Farlianti; Sapta Sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.795 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i2.68

Abstract

Pada makalah ini penulis memaparkan penentuan respon spektra gempa desain untuk wilayah kota Pangkal Pinang dengan menggunakan aplikasi desain spektra pada situs http://puskim.pu.co.id yang merupakan program aplikasi Desain Spektra yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (PUSKIM) Kementerian Pekerjaan Umum, pada kondisi tanah lunak, sedang dan keras. Program aplikasi ini dapat digunakan dalam mendapatkan parameter–parameter gempa baik dalam bentuk data dan grafik dengan hanya memasukan nama kota atau koordinat pada lokasi bangunan akan dibangun, kemudian data-data tersebut dapat digunakan dalam mendesain bangunan tahan gempa dengan menggunakan SNI 03-1726-2012 sebagai pengganti SNI 03-1726-2002. Pada aplikasi ini menggunakan Peta Hazard Gempa Indonesia 2010 dalam menentukan percepatan pada batuan dasar (SB), periode pendek (Ss) dan Periode 1 detik (S1) sedangkan untuk mendapatkan data respon spektra desain digunakan SNI 03-1726-2012. Wilayah Kotamadya Pangkal Pinang pada peta gempa SNI 03-1726-2002 terletak pada wilayah zone gempa 1 yang mempunyai resiko gempa rendah, dari hasil analisa yang menggunakan Program Aplikasi Desain Spektra, didapatkan nilai respon spektrum desain lebih rendah dari hasil perhitungan yang menggunakan SNI 03-1726-2002, untuk semua jenis tanah. Kata kunci: Peta Hazard Gempa, Respon spektra desain
SPESIFIKASI BENTUK DAN DIMENSI RUMAH LIMAS SUMATERA SELATAN. Amiwarti Amiwarti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.975 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v2i2.33

Abstract

Rumah tradisional Sumatera Selatan yang terkenal yaitu Rumah Limas . Sebagai suatu warisan budaya, rumah Limas memiliki karakter yang kuat dan nilai filosofi yang tinggi. Namun banyak rumah limas sudah berumur sangat tua sehingga perlu dipeliharabagar tidak rusak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu spesifikasi bentuk dan dimensi rumah Limas sebagai panduan bagi yang ingin membuat rumah Limas baru. Ada tiga objek yang dipilih dengan sistem acak. Rumah Limas terletak dijalan Srijayanegara, dijalan Jendral Sudirman dan dijalan KH. Azhari. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data secara deskriptif. Data diharapkan dapat menjawab beberapa pertanyaan tentang dimensi rumah limas. Hasil Penelitian dari ketiga objek dapat menyimpulkan tentang karakteristik dari rumah tradisional Limas, sehingga dapat dibuat suatu spesifikasi bentuk dan dimensi rumah limas yang berguna untuk pemeliharaan rumah limas sebagai aset budaya yang harus dijaga dan perlu untuk disosialisasikan pada masyarakat Sumatera Selatan khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. Kata Kunci : Spesifikasi, Bentuk, Dimensi
PENGARUH JENIS LAPISAN PERMUKAAN PIPA TERHADAP KOEFISIEN GESEK ratih diah andayani; Siti zahara Nuryanti; Asmadi Asmadi; Rama Candra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.594 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i2.92

Abstract

ABSTRAK Pipa merupakan salah satu alat transportasi yang paling efektif untuk memindahkan fluida. Aliran fluida dalam pipa dapat laminar atau turbulen bergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantara nya kekasaran permukaan pipa, kecepatan aliran fluida dan kekentalan fluida. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis lapisan permukaan pipa dan kecepatan aliran fluda terhadap nilai koefisien gesek. Kecepatan aliran fluida dilakukan dengan mengatur bukaan katub. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan pipa PVC berdiameter 22 mm dengan panjang pipa 1 m , fluida yang digunakan air pada suhu 30 oC. Kekasaran permukaan pipa divariasi yaitu, pipa tanpa lapisan tambahan, pipa dilapisi pasir halus, dilapisi pasir kasar, pipa dibintik lubang, dilapisi daun talas, pecahan batu bata, dan pipa dilapisi serat kayu, Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material lapisan mempengaruhi kekasaran permukaan pipa, semakin tinggi nilai kekasaran permukaan pipa maka koefisien geseknya cenderung meningkat. Dari ketujuh jenis lapisan permukaan, pipa uji yang dilapisi pecahan batu bata memiliki nilai kekasaran relatifnya paling tinggi (ϵ) 2,2 mm, /D 2,2/22 = 01 dan memiliki nilai koefisien gesek paling tinggi dibanding dengan ke enam lapisan lainya yaitu rata-rata sebesar 0,1638. Dan yang paling kecil nilai kekasaran pipa adalah yang dilapisi daun talas dengan kekasaran relatih (ϵ) 0,1 , /D = 0,1/22 = 0,0045 mempunyai nila koefisien gesek rata-rata 0,0582, dan semakin besar bilangan Reynold, koefisien geseknya cenderung turun.
PENGARUH KELEMBABAN FLUKS ELEKTRODA E 6013 LAS SMAW PADA KEKUATAN SAMBUNGAN TUMPUL BAJA PADUAN BERKEKUATAN TARIK TINGGI AISI 4340 Bahrul Ilmi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.438 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.56

Abstract

Pada artikel ini, dilakukan penelitian terhadap kekuatan tarik sambungan pada baja paduan berkekuatan tarik tinggi AISI 4340 dengan metode pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) menggunakan elektroda E 6013 dengan kondisi fluks normal tanpa perlakuan, dengan kondisi fluks yang dikeringkan terlebih dahulu dalam oven pemanas pada temperatur 135 derajat Celcius selama 1 jam sesaat sebelum digunakan, dan dengan kondisi fluks yang dibasahi dengan air. Material disambung dengan bentuk kampuh V dengan sudut 60 derajat. Spesimen pengujian tarik dibuat berdasarkan standar JIS Z3121. Dari hasil pengujian yang dilakukan didapat kekuatan tarik spesimen dengan kondisi fluks normal sebesar 45,33 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 19,44 kgf/mm2, kekuatan tarik spesimen dengan kondisi fluks yang dikeringkan sebesar 49,64 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 21,76 kgf/mm2, kekuatan tarik spesimen dengan kondisi basah sebesar 40,79 kgf/mm2 dan kekuatan luluh 17,79 kgf/mm2. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelembaban fluks elektroda E 6013 pada las SMAW sangat berpengaruh pada hasil pengelasan dan kekuatan sambungan las baja AISI 4340. Kata Kunci: kelembaban fluks E 6013, las SMAW, baja AISI 4340

Page 6 of 21 | Total Record : 203