cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
OPTIMALISASI PEMAKAIAN KORAL JAGUNG SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SPLIT PADA BETON NORMAL f’c 25 MPa Srikirana Meidiani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 2 No 1 (2015)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.509 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v2i1.19

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi pemakaian koral jagung sebagai pengganti sebagian split atau batu pecah terhadap peningkatan kuat tekan dan kuat tarik pada beton normal f’c 25 MPa. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan sampel silinder beton dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk uji tekan dan uji tarik. Mix Design menggunakan metode DOE (Department of the Environment) dengan f’C rencana 25 Mpa. Variasi beton adalah variasi I (30% koral jagung + 70% batu pecah), variasi II (40% koral jagung + 60% batu pecah) dan variasi III (50% koral jagung + 50% batu pecah). Sedangkan sebagai pembanding adalah beton normal. Bahan yang digunakan adalah semen tipe I (Semen Padang), Pasir ex. 3 Ilir yang memenuhi batas gradasi zona 2, Split ex. Merak dengan ukuran butir maksimum 20 mm dan air. Proses pengujian meliputi uji tekan dan uji tarik menggunakan alat compression testing machine. Hasil analisis menunjukkan hasil kuat tekan beton norlah adalah 25.76 MPa (BN) dan kuat tekan masing-masing variasi adalah : 26.61 MPa (BK30), 26.04 MPa (BK40) dan 24.06 MPa (BK50). Sedangkan hasil kuat tarik beton normal adalah 8.52 MPa (BN) dan hasil kuat tarik masing-masing variasi adalah : 6,67 MPa (BK30), 8.52 MPa (BK40) dan 8.74 MPa (BK50). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa optimalisasi kuat tekan adalah pada variasi-I (30% koral jagung + 70% batu pecah) yaitu terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 3.3%, sedangkan optimalisasi kuat tarik adalah pada variasi-III (50% koral jagung + 50% batu pecah) yaitu terjadi peningkatan kuat tarik sebesar 2.6%. Kata Kunci : Kuat Tekan, Kuat Tarik, Optimalisasi, Koral dan Split
ANALISA PENGARUH JARAK KATODA DAN ANODA DALAM PROSES ELEKTROPLATING ALUMINIUM TERHADAP KETEBALAN LAPISAN Ratih Diah Andayani; Siti Zahara Nuryanti; Reny Afriany; Abin Rais
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.031 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i2.47

Abstract

Aluminium banyak digunakan baik pada peralatan rumah tangga maupun pada industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang nyata pengaruh jarak anoda dan katoda pelapisan nikel pada proses chromate coating logam aluminium terhadap daya ikatan lapisan danketebalan lapisan. Spesimen yang dilapisiadalah logam aluminium berbentuk lingkaran diameter 50 mmdantebal 3 mm. Spesimen dilapisi nikeldengan proses electroplating dalam larutannikel dan larutan krom denganvariasijarak katoda 10, 15, 20 cm. Proses elektroplating nikel dilakukan dengan menggunakan larutan elektrolit Watts, dengan arus 5 ampere dan tegangan 2 volt dengan waktu 30 menit, sedangkan pada elektroplating krom dilakukan dengan arus 30 ampere, dan tegangan 12 volt selama 4 detik. Data yang diperoleh secara eksperimen, kemudian dilakukan pengukuran ketebalan untuk melihat pengaruh jarak katoda dan anoda terhadap ketebalan lapisan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh jarak anoda terhadap tampilan dekoratif permukaan dan ketebalan lapisan. Hasil terbaik diperoleh pada jarak anoda dan katoda 15 cm, yaitu ketebalan lapisan 11,712 µm dan tampilan spesimen lapisan lebih rata dan lebih mengkilat. Kata Kunci: elektroplating, aluminium, ketebalan lapisan
RESPON SPEKTRA GEMPA DESAIN BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 UNTUK WILAYAH KOTA PALEMBANG Sari Farlianti
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.036 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v1i1.5

Abstract

ABSTRAK Pada makalah ini penulis memaparkan cara pembuatan respon spektra desain yang diperlukan pada penentuan beban gempa rencana pada perencanaan struktur bangunan tahan gempa berdasarkan SNI 03-1726-2012 yang merupakan peraturan pengganti SNI 03-1726 2002, dimana peraturan SNI 03-1726-2012 mengacu pada peraturan-peraturan gempa modern sepeti ASCE 7-10 dan IBC2009, yang menggunakan gempa perioda ulang 2500 tahun dengan probabilitas terlampui 2% dalam 50 tahun umur bangunan yang menggambarkan kondisi collapse prevention, sedangkan pada SNI 03-1726-2002 menggunakan perioda ulang gempa 500 tahun yang menggambarkan kondisi life safety yang mengacu pada UBC 1997. Wilayah Kotamadya Palembang pada peta gempa SNI 03-1726-2002 terletak pada wilayah zone gempa 2 yang mempunyai resiko gempa rendah, sedangkan dari hasil analisa yang mengacu pad SNI 03-1726-2012 dengan menggunakan peta hazard gempa Indonesia 2010, didapatkan nilai respon spektrum desain lebih rendah dari hasil perhitungan yang menggunakan SNI 03-1726-2002, khusunya untuk jenis tanah lunak. Sedangkan untuk jenis tanah keras dan tanah sedang lebih besar pada perioda getar alami struktur bangunan diatas 7,0 detik dan 0,8 detik. Kata kunci : SNI 03-1726-2012, SNI 03-1726-2002, peta gempa, Respon spektra desain
ANALISA PENGARUH NATRIUM HIDROKSIDA DAN ALUMINIUM TERHADAP HASIL GAS HIDROGEN PADA PROSES HIDROLISIS Sukadi Sukadi; Sepriyanto sepriyanto; Novarini Novarini
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.366 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i1.82

Abstract

Salah satu alternative untuk mengatasi mulai menipisnya bahan tidak terbarukan adalah dengan pemanfaatan gas Hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gas hidrogen dapat diproduksi dengan menggunakan limbah alumunium, air dan Natrium Hidroksida (NaOH). Menggunakan Aluminium hasil dari limbah proses permesinan bubut, fokus dari penelitian ini adalah menghitung jumlah gas hidrogen yang dihasilkan dengan mevariasikan jumlah NaOH yaitu 200 g, 300 g, 400 dan 600 g serta mevariasikan jumlah Aluminium yaitu 100 g, 200 g, 300 g, 400 g dan 500 g. Disimpulkan bahwa hasil optimal gas hidrogen yaitu dengan jumlah NaOH 200 g dan Aluminium 500g. Hasil gas hidrogen ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor. Kata Kunci: Aluminium, NaOH, Gas Hidrogen, Bahan Bakar.
PENGARUH GERAK MAKAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BAJA SS 316L PADA PROSES BUBUT Reny Afriany; Bahrul Ilmi; Asmadi Asmadi; Imam Effendi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.531 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i2.73

Abstract

Pada proses pemotongan logam banyak parameter pemesinan yang akan mempengaruhi hasil produksi suatu benda kerja. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gerak pemakanan terhadap kekasaran permukaan benda kerja hasil proses bubut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi yang diambil adalah baja tahan karat SS 316L sebagai bahan poros turbin air crossflow. Baja dibubut dengan memvariasikan gerak makan pada 0,0472 mm/put, 0,0945 mm/put dan 0,1700 mm/put. Kecepatan potong dan putaran spindel merupakan variabel tetap. Kekasaran spesimen diukur dengan menggunakan mesin uji kekasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekasaran permukaan semakin meningkat seiring kenaikan gerak makan. Kekasaran yang paling kecil dihasilkan pada variasi penggunaan gerak pemakanan 0,0472 mm/put yaitu sebesar 1,295 µm. Walaupun terkadang permukaan yang halus terkadang tidak menjadi spesifikasi khusus untuk suatu pekerjaan, penelitian ini menunjukkan gerak makan sangat berpengaruh terhadap nilai kekasaran. Kata kunci: gerak makan, kekasaran permukaan, baja SS 316L, proses bubut
PENGGUNAAN BEBAN PENDORONG UMPAN YANG TEPAT PADA HASIL PERAJANGAN KERIPIK SINGKONG Sukadi Sukadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 3 No 1 (2016)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.289 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v3i1.38

Abstract

The driving load of cassava feed in the cutting process has an influence on the result of cuts cassava chips. This study aims to get a load of cassava feed right that the thickness of cassava cutting results obtained homogeneous and maximum capacity. This study to use the machine design result dimensions of 600 mm x 455mm x 505 mm, blade shaft speed 310 rpm at the Maintenance and Repair Laboratory of Polytechnic Jambi. The data taken is the thickness and when the results of cutting using a plunger load of bait 300 g, 600 g and 900 g. From the research results obtained thickness cuts for all homogeneous load is 1 mm, while for the cutting time with a load of 300 g, 600 g and 900 g respectively take 10.53 seconds, 8.63 seconds and 8.05 seconds. It is concluded that cutting the right time to get the homogeneous and the shortest time possible using the driving load of 900g. Keywords: cutting, driving load, homogeneous
PERHITUNGAN BIAYA PENGELASAN TERHADAP KETEBALAN PELAT DAN JENIS SAMBUNGAN LAS di PT. “B” Tarmizi Husni
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.129 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v4i1.62

Abstract

Dalam proses produksi manufaktur proses pengelasan merupakan proses yang sangat pital untuk menyambung dua buah logam. Dalam penentuan harga jual produk secara konvensional biasanya ditentukan berdasarkan pada berat benda tersebut. Untuk memperkirakan besarnya biaya pengelasan, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi antara lain; jenis logam yang akan dipergunakan dalam pengelasan, jenis dari sambungan las yang akan dipakai, ketebalan dari bahan yang akan di las, kecepatan leleh dari elektroda pengelasan serta posisi dari proses pengelasan. Penelitian ini menggunakan variasi terhadap ketebalan plat dan sambungan las kemudian dihitung besarnya biaya dalam proses pengelasan tersebut. Untuk menentukan besarnya biaya tersebut dipergunakan metode penelitian waktu, sehingga biaya-biaya yang akan terakumulasi dalam penelitian ini terdiri dari biaya elektroda, biaya peralatan, biaya listrik dan biaya tenaga kerja. Dari hasil analisa yang dilakukan dalam penelitian ini didapat bahwa dalam proses pengelasan biaya yang besar diserap oleh biaya elektroda, kemudian biaya terbesar dari jenis sambungan las adalah dalam melakukan pengelasan dengan sambungan las lurus serta posisi pengelasan secara vertikal memberikan biaya paling besar. Kata Kunci : Biaya, Pengelasan SMAW, Sambungan Las, Deposit
ANALISA PENUMBUKAN: KAJIAN AWAL PERANCANGAN ALAT PRESS UNTUK MEDIA TANAM JAMUR TIRAM Yeny Pusvyta; Ratih Diah Andayani
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.982 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v2i2.29

Abstract

Budidaya jamur tiram cukup menjanjikan dalam memenuhi permintaan pasar yang tinggi sekaligus membuka peluang bagi wirausaha baru untuk mulai berbisnis jamur tersebut. Ada beberapa tahapan budidaya jamur tiram, diantaranya mempersiapkan media tanam khusus yang sesuai bagi tumbuh kembang jamur tersebut. Media tanam ditempatkan dalan baglog dengan komposisi, kelembaban dan kepadatan tertentu. Membeli media tanam jamur tiram yang siap tanam, atau membuat sendiri dengan mesin, akan membuat ongkos produksi menjadi besar. Sedangkan membuat sendiri secara manual dengan cuma menggunakan alat tumbuk saja,akan memakan waktu cukup lama dan menimbulkan kelelahan. Penelitian ini sebagai kajian awal perancangan alat press manual sederhana, yang bertujuan untuk meringankan kerja pembuatan media tanam jamur tiram dalam media baglog yang konvensional tapi berharga murah. Data dimensi sampel baglog dan frekwensi tumbukan dengan menggunakan alat penumbuk pada saat pemadatan baglog, serta eksperimen dengan variasi ketinggian saat alat penumbuk jatuh bebas, dianalisa kecenderungan nilainya. Dari pengolahan data eksperimen di dapat total perhitungan waktu waktu tumbukan ideal untuk memadatkan sebuah baglog minimal pada eksperimen jatuh bebas terjadi pada ketinggian 60 cm yaitu membutuhkan lama penumbukan sebesar 7,474 detik. Kata kunci : sampel baglog, jamur tiram, ongkos produksi, alat penumbuk, jatuh bebas
ANALISA PENGARUH PROSES TEMPERING TERHADAP KEKERASAN PADA BAJA AISI 4337 DENGAN VARIASI HOLDING TIME Tarmizi Husni; Rita Djunaidi; Reny Afriany; Ferdiansyah Ferdiansyah
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.669 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v5i2.91

Abstract

ABSTRAK Dalam perkembangan industri yang sangat pesat sekarang ini, kebutuhan dan pemakaian material yang memiliki keuletan dan ketangguhan semakin banyak dipergunakan orang dalam rangka untuk menjadikan material dengan sifat yang keras dan getas. Perlakuan panas (heat treatment) didefinisikan sebagai kegiatan pengolahan material dengan pemanasan dan pendinginan yang terkontrol untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu. Guna mendapatkan keinginan tersebut suatu proses yang lazim dipergunakan adalah proses tempering. Proses tempering memiliki tujuan untuk menghilangkan kegetasan dan menciptakan material menjadi ulet dan tangguh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu tunda pada saat proses tempering dengan lamanya waktu yang ditentukan yaitu dengan variasi waktu selama 1 jam, 2 jam dan 3 jam, proses ini dilakukan dengan temperatur 660 0C, kemudian dilanjutkan dengan pengujian terhadap kekerasan terhadap baja tersebut dengan menggunakan metode Vickers. Dalam proses penelitian ini dipergunakan bahan berupa baja paduan rendah yang mengandung kadar C = 0,30 – 0,38 %, Si = 0,10 – 0,350 %, dan Mn = 0,45 – 0,70 %. Kemudian bahan diberi perlakuan berupa pemanasan dengan suhu temper 6600C. Dalam proses pengujian ini spesimen diberlakukan pengujian adalah pada bagian tengah, pinggir dan bagian yang paling dekat dengan kulit. Dari hasil pengujian yang mempergunakan alat uji kekerasan berupa Vickers ternyata didapatkan bahwa kekerasan baja yang sangat signifikan terdapat pada spesimen dengan waktu tunda selama 3 (tiga) jam sebesar 22 %, sedangkan pada saat waktu tunda selama 1 (satu) dan 2 (dua) jam nilai kekerasan pada spesimen memberikan perubahan secara berkala dengan prosesntase yang sama besar.
TINJAUAN KAPASITAS STRUKTUR BAJA BANGUNAN PENJEMURAN KARET PT. MARDEC MUSI LESTARI AKIBAT BEBAN RUBBER SHEET sapta sapta
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 1 No 1 (2014)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.315 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v1i1.2

Abstract

Pada penelitian ini, struktur baja yang ditinjau adalah bangunan penjemuran karet pada PT. Mardec Musi Lestari dengan kapasitas penjemuran 800ton lembaran karet kondisi basah, dimana bangunan ini dibangun pada akhir tahun 2006 dan selesai pada awal tahun 2007, namun setelah beroperasi lebih kurang 3,5 tahun bangunan tersebut runtuh. Pada saat terjadi keruntuhan dari informasi yang didapat kondisi penjemuran karet dalam kondisi penuh (fully loaded) sehingga dimungkinkan bangunam tersebut kelebihan beban (overloaded), kemudian dari informasi yang didapat dari pihak pabrik pada saat terjadi keruntuhan kondisi cuaca mendung dan angin kencang, sehingga dimungkinkan keruntuhan disebabkan oleh angin, dan dari beberapa pendapat penyebab keruntuhan disebabkan oleh korosi dan lain sebagainya. Terlepas dari semua kemungkinan yang menyebabkan keruntuhan, pada penelitian ini penulis mencoba untuk menganalisa berapa besar kapasitas beban akibat rubber sheet yang mengakibatkan struktur mengalami keruntuhan (non-linier condition), dengan menggunakan metode Pushover Analisis yang ada pada program analisa struktur SAP2000. Dari hasil penelitian didapatkan kapasitas struktur bangunan penjemuran karet pada kondisi elastis sebesar 1476 ton, 1,845 kali dari kapasitas rencana dan kapasitas struktur bangunan diambang keruntuhan sebesar 2532 ton. Kata kunci : Kapasitas, keruntuhan, Pushover.

Page 7 of 21 | Total Record : 203