cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya Jalan Peta No. 177 Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hexagro
ISSN : 25492691     EISSN : 26863316     DOI : -
HEXAGRO is scientific periodical publication on agribusiness and rural development issue as a media for information dissemination of research result for lecturer, researcher, and practitioner. The journal publishes several topics, such as Agricultural Marketing and Trade, Agricultural Policy and Development, Agricultural Financing, and Agricultural Business and Entrepreneurship. HEXAGRO is published by LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya associated with department agribusiness of Perjuangan University of Tasikmalaya.
Articles 90 Documents
KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KIMIA PADA TANAH SULFAT MASAM DI LAHAN PASANG SURUT Syafina Pusparani
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.110

Abstract

Pemanfaatan lahan marjinal (lahan sulfat masam) sebagai lahan pertanianmerupakan salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia.Permasalahan dari lahan sulfat masam terletak pada kondisi fisik dan kimia tanah. Sifatfisik tanah sulfat masam juga umumnya memiliki kandungan liat yang tinggi.Permasalahan utama dari sifat kimia lahan sulfat masam adalah adanya bahan sulfidik,yang merupakan penciri tanah sulfat masam. Mengetahui karakterisasi tanah sulfatmasam di suatu wilayah merupakan sesuatu yang diperlukan sebelum pemanfaatan lahantersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan karakterisasi lahan sulfat masamdi Banyu Asin, Palembang. Hasil penelitian menunjukkan porositas total tanah idealdengan tekstur tanah termasuk lempung liat berdebu; pH tanah tergolong sangat masam;kandungan besi sangat tinggi; kandungan aluminium sedang dan kedalaman lapisan piritdangkal.Kata kunci : besi, liat, pirit, porositas, sulfidik
SUPLEMENTASI AIR MINUM MENGANDUNG SARI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia LINN.) TERHADAP BERAT KARKAS, GIBLET DAN LEHER (EDIBLE) AYAM BROILER Novia Rahayu
Hexagro Journal Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v1i2.98

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian air minum mengandung saribuah mengkudu terhadap berat karkas, giblet dan leher (edible) ayam broiler sertamendapatkan dosis pemberian sari buah mengkudu dalam air minum yang menghasilkanberat bagian-bagian edible paling tinggi. Penelitian telah dilaksanakan di KandangTeaching Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran pada 24 Desember 2012 -28 Januari 2013. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan empat macamperlakuan dan lima kali ulangan. Sari buah mengkudu yang ditambahkan ke dalam airminum perlakuan sebagai berikut : P0 (0 ml sari buah mengkudu/1 L air minum), P1 (1ml sari buah mengkudu/1 L air minum), P2 (2 ml sari buah mengkudu/1 L air minum),P3 (3 ml sari buah mengkudu/1 L air minum). Uji Polinomial Ortogonal digunakan untukmelihat kecenderungan peningkatan atau penurunan respon akibat perlakuan. Hasilanalisis ragam menunjukkan bahwa pemberian sari buah mengkudu dalam air minumberpengaruh meningkatkan berat karkas. Pemberian sari buah mengkudu sebesar 2 mldalam air minum menunjang pembentukkan berat karkas paling efektif.Kata kunci : ayam broiler, edible, Sari buah mengkudu,
PARADIGMA MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TANAMAN SINGKONG SEBAGAI TANAMAN PRODUKTIF DI INDONESIA Dona Setia Umbara
Hexagro Journal Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v1i1.124

Abstract

Singkong adalah salah satu tumbuhan yang menghasilkan panen dalam bentuk akar.Berdasarkan beberapa penelitian mengungkap bahwa tamanam singkong sebenarnya tidak hanyaproduktif dan menghasilkan panen dalam bentuk akar saja melainkan dari kulit, sampai daunsingkong pun dapat dijadikan sebagai hasil panen. Beberapa inovasi yang telah dilakukan olehmasyarakat dan ditemukan manfaat dari tumbuhan singkong, antara lain pembuatan papanpartikel dari batang singkong, pembuatan tempe daun singkong sebagai pengganti tempe kedelai,rengginang singkong, gula cair dari kulit singkong, kantong plastik dari singkong sebagai penggantikantong plastik konvensional, kulit singkong dapat digunakan untuk memadampan api, singkongdapat mengobati penyakit kanker, dan wajah lebih halus dengan masker singkong. Industrisingkong saat ini telah menemukan bioetanol singkong yakni bahan bakar nabati yang potensialsebagai pengganti bahan bakar minyak bumi. Namun, sangat disayangkan hanya sebagian kecildari sekian banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui potensi tanaman sngkong tersebut.Langkah penting yang harus bertindak secara cepat adalah pemerintah dan para pemerhatitanaman singkong di Indonesia untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensitanaman singkong yang sebenarnya. Jika potensi tanaman singkong yang sebenarnya diketahuioleh masyarakat, mungkin dalam hal ini penanaman singkong itu dapat dilakukan pengembangansecara serius di Indonesia.Kata Kunci : Paradigma Masyarakat, Tanaman Singkong, Tanaman Produktif
KARAKTERISTIK DAN VIABILITAS BIBIT BAWANG MERAH PADA WAKTU PANEN BERBEDA Ismail Saleh
Hexagro Journal Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i1.115

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan olehpetani di daerah Cirebon dan Brebes. Sebagian besar petani masih menggunakan umbisebagai bahan perbanyakan tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh umur panen terhadap karakteristik dan viabilitas bibit bawang merah varietasBima. Umbi bawang merah dipanen pada dua waktu panen yaitu 50 dan 60 hari setelahtanam (HST). Umbi bawang merah kemudian diuji viabilitasnya setelah disimpan selama40 hari pada suhu ruang. Peubah yang diamati setelah panen antara lain bobot dandiameter umbi, kadar air, dan padatan total terlarut (PTT) umbi. Viabilitas umbi bawangmerah dilihat dengan menghitung persentase muncul akar dan daun, panjang akar dandaun, serta bobot kering daun dan akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidakterdapat perbedaan yang nyata antara karakteristik umbi bawang merah yang dipanenbaik pada umur 50 dan 60 HST. Hal ini diduga umbi bawang merah yang dipanen padaumur 50 HST sudah matang secara fisiologis. Berdasarkan uji viabilitas, umbi yangdipanen pada umur 50 HST memiliki persentase muncul tunas yang lebih tinggidibandingkan dengan umbi yang dipanen pada umur 60 HST.Kata kunci: bawang, umbi, umur panen, viabilitas
STUDI RESPON TANAMAN MANGGIS TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM (K) PADA HASIL RELATIF BUAH MANGGIS BERDASARKAN STATUS KALIUM DALAM JARINGAN DAUN TERMINAL Odit Ferry Kurniadinata; Roedhy Poerwanto; Anas D Susila
Hexagro Journal Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v2i2.131

Abstract

Manggis (Garcinia mangostana L.) dikenal sebagai ratu buah (Queen of fruits) karena kelezatanya.Namun terdapat masalah dalam budidaya tanaman manggis yaitu rendahnya produktivitas dankualitas buah. Hal ini karena teknologi budaya yang kurang berkembang, khususnya mengenaipupuk. Sedikit informasi yang tersedia tentang standar rekomendasi pupuk manggis berdasarkanpercobaan ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk kalium dapat meningkatkanpertumbuhan manggis, baik pada tahap vegetatif maupun generatif. Kalium meningkatkanpersentase jumlah bunga dan fruit-set, namun juga meningkatkan jumlah persentase bunga danbuah rontok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kalium mampumeningkatkan pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil dan meningkatkan kualitas buah. Inimenunjukkan tanaman manggis akan terus menyerap kalium untuk meningkatkan pertumbuhanvegetatif dan mendukung produksi. Aplikasi pupuk kalium akan meningkatkan konsentrasi kaliumdalam jaringan daun. Analisis jaringan daun menunjukkan status kalium pada status rendah dansedang. Status ini memiliki korelasi dengan hasil. Semakin tinggi konsentrasi nutrisi dalam jaringandaun, semakin tinggi hasil manggis pada panen berikutnya.Keywords: Pupuk, Bunga, Buah, Daun, Analisis Jaringan
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR TEMPURUNG KENARI (Canarium indicum L.) Rizki Arizona; Edi Suryanto; Yuny Erwanto
Hexagro Journal Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v1i2.89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri asap cairtempurung kenari terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli danmengetahui pengaruh asap cair pada kualitas mikrobiologi daging. Konsentrasi asap cair( 2, 4, 8, 12 dan 16% ) v/v diujikan pada bakteri S. aureus dan E. coli. Daging direndamlarutan asap cair (0, 4, 8 dan 12%) v/v selama 15 menit dan disimpan pada suhu kamarselama 0,2 dan 4 hari. Variabel yang diukur meliputi aktivitas antibakteri, total bakteridan Coliform. Rancangan penelitian untuk aktivitas antibakteri adalah analisis variansiCompletely Randomized Design (CRD) pola searah sedangkan total bakteri dan Coliformmenggunakan analisis CRD pola faktorial 4x3. Hasil penelitian menunjukkan bahwakonsentrasi asap cair tertinggi 12% pengaruh zona hambatnya lebih besar terhadap E. coli(8,10 mm) dibanding S. aureus (4,07 mm). Kesimpulannya adalah semakin tinggikonsentrasi asap cair dan waktu penyimpanan semakin singkat maka jumlah kolonibakteri serta total Coliform semakin rendah.Kata Kunci : Tempurung kenari, Asap cair, Aktivitas antibakteri
MODEL PENGENDALIAN SUPPLY (PENAWARAN) TEMBAKAU MADURA PADA SUBSISTEM HULU SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PENURUNAN TINGKAT KONSUMSI ROKOK Mohammad Saedy Romli; nfn Iswahyudi; nfn Ahmad; Kustiawati Ningsih
Hexagro Journal Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v3i2.278

Abstract

Komoditas tembakau mempunyai nilai ekonomis tinggi serta merupakan sumber pendapatan petani, penerimaan pemerintah dari dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja. Konsumsi per kapita rokok  meningkat 4,3 persen per tahun meskipun disisi lain industri rokok selalu dihadapkan pada kampanye pengurangan konsumsi rokok dengan alasan kesehatan. Penelitian ini bertujuan membuat model pengendalian penawaran tembakau Madura sebagai upaya mendukung pengurangan konsumsi rokok. Data yang digunkan adalah data cross section  dengan total sampel sebanyak 180 orang. Model pengendalian penawaran tembakau diestimasi dengan fungsi produksi cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elastisitas penawaran terhadap harga output sebesar 0,83, elastisitas penawaran terhadap harga bibit sebesar -0,18, elastisitas penawaran terhadap harga tenaga kerja sebesar -0,23, elastisitas penawaran terhadap harga pupuk sebesar -0,22 dan elastisitas penawaran terhadap harga pengairan sebesar -0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga output merupakan faktor penentu utama dalam penawaran tembakau Madura. Kata kunci: model pengendalian supply, tembakau madura
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN BUAH SEMANGKA DI GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) TANI MAKMUR DI DESA CABEAN KECAMATAN DEMAK KABUPATEN DEMAK Ali Mahmud Mustofa; Bambang Mulyatno; nfn Mukson
Hexagro Journal Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v3i2.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran yang efektif dengan mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal pada pemasaran buah semangka di Gapoktan Tani Makmur Desa Cabean, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE, Analisis SWOT dan Matriks QSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 7 strategi alternatif yang bisa diterapkan Gapoktan dalam memperbaiki sistem pemasaran buah semangka. Berdasarkan hasil Matriks QSP diperoleh prioritas strategi sebagai berikut: Menjalin kerjasama dengan perusahaan terkait pemasaran dan produksi, pembentukan koperasi dan Bidang Pemasaran Gapoktan, mempertahankan dan meningkatkan produk Gapoktan, melakukan segmentasi produk, melakukan kerjasama dengan pemerintah, membentuk forum diskusi antar Gapoktan dan pemilihan waktu dalam penjualan. Kata kunci: gapoktan, semangka, strategi pemasaran
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN DENGAN KEBERHASILAN PESERTA PELATIHAN TEKNIS BAGI PENYULUH PERTANIAN Yunita Tri Suci; Ahmad Syariful Jamil
Hexagro Journal Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v3i2.279

Abstract

Kepuasan peserta merupakan salah satu faktor yang harus diwujudkan oleh suatu lembaga pelatihan khususnya dalam rangka untuk menjaga keberlanjutannya. Penyelenggara pelatihan memiliki urgensi untuk dapat melakukan evaluasi secara terus menerus terhadap pelatihan yang telah diadakan, sebagai bentuk upaya untuk memperbaiki layanannya. Oleh karena itu, tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat kepuasan pelayanan dengan keberhasilan teknis bagi penyuluh pertanian di Balai Pelatihan Pertanian Jambi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data cross section, dimana responden dalam studi ini adalah penyuluh pertanian yang mengikuti pelatihan teknis di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dari bulan Januari hingga Juni 2019. Statistika deskriptif, dependent t test dan uji korelasi Spearman digunakan untuk menjawab tujuan studi ini. Tingkat kepuasan peserta terhadap pelatihan teknis bagi penyuluh pertanian didapatkan hasil baik dengan rata-rata persentase sebesar 81.34%. Hasil dependent t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre-test dan post-test pada taraf nyata 5%. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan tersebut. Selain itu, hasil korelasi spearman menunjukkan bahwa hanya hubungan positif antara tingkat kepuasan materi dengan keberhasilan signifikan secara statistik pada taraf nyata 10%.  Hasil tersebut mengindikasikan bahwa materi yang dikemas dalam pelatihan harus lebih disesuaikan lagi terhadap kebutuhan dari peserta pelatihan. Dengan kata lain, penyelenggara pelatihan perlu melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan secara sistematis dengan mengedepankan kebutuhan khsusnya bagi peserta pelatihan. Dengan tingginya tingkat kepuasan peserta pelatihan terhadap materi pelatihan diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta pelatihan untuk meningkatkan keberhasilannya.  Kata Kunci: evaluasi, keberhasilan, kepuasan, pelatihan
PENAMBAHAN CAMPURAN BERBAGAI JENIS LIMBAH ORGANIK PADA MEDIA KULTUR BAGI KELIMPAHAN DAN BIOMASSA CACING SUTRA (Tubifex Sp.) Ruhana Afifi; Budi Setia
Hexagro Journal Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v1i2.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis campuranlimbah organik pada media lumpur kali untuk budidaya cacing sutra (Tubifex sp.) terhadapkelimpahan individu dan biomassa cacing sutra sehingga dapat diketahui komposisi mediakultur yang paling tepat untuk menghasilkan kelimpahan individu dan biomassa cacingsutra paling tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimentaldengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 10 perlakuanpenambahan limbah organik kotoran sapi, kotoran ayam, dedak halus, dan ampas tahupada media kultur cacing sutra dengan komposisi yang berbeda. Masing-masingperlakuan diulang sebanyak tiga kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisismenggunakan analisis varian (anava) satu faktor dengan bantuan SPSS 20 for windows.Berdasarkan hasil penelitian diketahui penambahan jenis campuran limbah organik yangberbeda pada media lumpur untuk budidaya cacing sutra (Tubifex sp.) menghasilkankelimpahan individu berbeda nyata dan menghasilkan puncak kelimpahan pada 4 minggusetelah tanam (MST). Sedangkan biomassa cacing sutra pada akhir masa pemeliharaan (6MST) tidak berbeda nyata antar perlakuan. Perlakuan terbaik adalah P6 (Lumpur 4 :kotoran ayam 1 : dedak 1) dengan hasil perhitungan kelimpahan individu dan biomassatertinggi yaitu 422458 ind/m2 dan biomassa 4764,23 g/m2.Kata Kunci : limbah organik, kelimpahan, biomassa, Tubifex sp