cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
TARBAWI: Journal on Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 26557949     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Focus and Scope of Tarbawi Journal: Journal of Islamic Education covers 1 PAI Learning (Method, Strategy, Model, Assessment) 2. Islamic Education 3. Management of Islamic Education 4. Management of Pending Institutions. Islam 5. and related themes
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Oktober 2018" : 6 Documents clear
MANAJEMEN PESANTREN MAHASISWA DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DI PESANTREN MAHASISWA AL-MANAR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO Aulia Nuha Istiqamah; Rido Kurnianto; Anip Dwi Saputro
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v2i2.175

Abstract

Manajemen merupakan aspek yang urgen dalam lembaga pendidikan islam. Implementasi manajemen pendidikan Islam secara komprehensif akan mampu meningkatkan mutu pendidikan Islam.Manajemen modern berbasis pesantren diterapkan oleh Pesantren Mahasiswa Al-Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo sejak awal untuk menumbuhkan karakter relegius mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui manajemennPesantren MahasiswanAl-Manar UniversitasnMuhammadiyah Ponorogon dalam membentuk karakter religius mahasiswa, implementasi manajemen dalam membentuk karakter religius mahasiswa, faktor pendukung dan penghambat manajemen Pesantren dalam membentuk karakter religius mahasiswa.Hasil dari penelitian ini disimpulkan sebagai berikut : (1) Manajemen Pesantren Al-Manar melnggunakan manajemen modern dan manajemen berbasis penanaman nilai-nilaiIslam; (2) Implementasi manajemen dalam membentuk karakter religius dilakukan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah terencana menggunakan pola clan/ kekeluargaan dengan cara pendekatan secara langsung dan pola terintegral. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pembinaan; (3) Faktor pendukung manajemen Pesantren Mahasiswa Al-Manar membentuk karakter religius mahasiswa diantaranya adalah kebijakan kampus, SDM (Sumber Daya Manusia) yang cukup, adanya dukungan dari semua pihak, kegiatan mahasiswa terkontrol selama tinggal di pesantren, dan sistematika materi yang mendukung. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sarana yang belum cukup atau kurang, dan waktu yang pendek.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN MADRASAH DINIYAH NURUL HUDA KRAJAN KREBET JAMBON PONOROGO Winda Winda; Rido Kurnianto; Ayok Ariyanto
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v2i2.176

Abstract

Manajemen merupakan aspek yang urgen dalam lembaga pendidikan islam. Implementasi manajemen pendidikan islam secara komprehensif akan mampu meningkatkan mutu pendidikan islam. Madrasah Diniyah Nurul Huda menerapkan manajemen pendidikan islam yang baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya madrsah diniyah yang dikelola dengan sistem pembelajaran yang sangat baik mengacu pada konsep manajemen pendidikan islam. Program unggulan yang ditawarkan kepada santri  adalah madrasah diniyah adalah diwajibkannya menghafalkan jus 30 dan 40 doa-doa seperti doa keseharian (doa keluar dan masuk masjid dan lain-lain). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran Madrasah Diniyah Nurul Huda, bagaimana manajemen yang diterapkan di Madrasah Diniyah Nurul Huda, dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan Madrasah Diniyah Nurul Huda.Untuk mencapai tujuan tersebut  peneliti menggunakan model penelitian kualitatif dengan metode penelitian pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Di dalam penelitian ini peneliti mewawancarai kepala sekolah, guru kelas dan wali murid. Sedangkan untuk analisis data peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu berupa data-data yang tertulis, dalam hal ini peneliti melakukan wawancara lalu pengamatan secara langsung di lokasi sehingga peneliti dapat menggambarkan secara menyeluruh tentang pelaksanaan pembelajaran dan manajemen Madrasah Diniyah Nurul Huda.Hasil dari penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: (1) Manajemen Madrasah Diniyah Nurul Huda yang meliputi perencanaan yaitu membahas tentang persiapan guru dalam mengajar yaitu dengan cara pemahaman materi sebelum diajarkan dan penentuan sasaran yaitu terletak pada hafalan jus 30 dan doa sehari-hari, pengorganisasian yang membahas tentang penyusunan struktur organisasi yang kepala sekolah sendiri menyesuaikan akan kemampuan guru dalam mengajar, pelaksanaan atau penggerakan yang membahas tentang runtutan pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan di Madrasah Diniyah Nurul Huda dan pengawasan yang membahas tentang pengawasan yang dilakukan oleh kepala madrasah diniyah yaitu dengan cara mengajar dengan cara bergilir dari kelas satu sampai kelas empat. (2) Kelebihan Manajemen Madrasah Diniyah Nurul Huda adaalaah terletak pada hafalan juz 30 dan doa sehari-hari yang diterapkan pada semua santri. Sedangkan kekurangannya adalah sarana prasarana yang belum memadai.
STRATEGI GURU MENGATASI KENAKALAN SISWA BERBASIS KEDISIPLINAN (STUDI KASUS DI MI DARUL FIKRI BRINGIN, KAUMAN, PONOROGO) Dwi Vida Ardiani; Rido Kurnianto; Ayok Ariyanto
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v2i2.177

Abstract

Kenakalan yang dilakukan oleh siswa banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pelanggaran yang ringan seperti membolos, seragam tidak lengkap, tidak mengerjakan PR, sampai pada kenakalan yang menyebabkan korban seperti perkelahian. Kenakalan tersebut hampir kita temukan di semua lembaga pendidikan. Penanaman kedisiplinan pun sangat penting dalam mengatasi kenakalan siswa. Seperti halnya yang dilakukan di MI Darul Fikri tentang strategi guru mengatasi kenakalan siswa berbasis kedisiplinan. Penanaman kedisiplinan yang sudah diterapkan menjadi solusi dalam mengatasi kenakalan siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bentuk kenakalan siswa di MI Darul Fikri, (2) Untuk mengetahui bentuk-bentuk strategi guru mengatasi kenakalan siswa berbasis kedisiplinan di MI Darul Fikri, (3) Untuk mengetahui faktor penghambat dan solusi guru dalam mengatasi kenakalan siswa berbasis kedisiplinan di MI Darul Fikri.Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru mengatasi kenakalan siswa berbasis kedisiplinan di MI Darul Fikri yang pertama adalah dengan menanamkan nilai-nilai agama. Siswa benar-benar dipahamkan bagaimana perilaku yang benar dan salah sesuai ajaran agama. Upaya lain yang dilakukan yaitu bimbingan dan konseling serta diadakannya buku point dan buku penghubung dengan tujuan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan dan seberapa banyak point siswa yang melanggar. Adapun sanksi-sanksi yang selama ini telah diberikan yaitu menghafal surat-surat pendek, menghafal juz’amma, membersihkan dan membuang sampah, dan mengerjakan PR diluar kelas. Selama ini kenakalan-kenakalan yang dilakukan di MI Darul Fikri masih dalam batas yang wajar, jadi dalam pemberian sanksi pun sesuai dengan kenakalan yang dilakukan dan memberi dampak positif bagi siswa. 
KORELASI ANTARA PEMBAJARAN AL-QUR’AN METODE WAFA DENGAN PRESTASI BELAJAR QUR’AN HADIS SISWA MI NURUL HUDA GROGOL Lina Eka Khoiriyah; Happy Susanto; Nurul Abidin
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v2i2.179

Abstract

The learning of al-Qur'an in the WAFA method is a method that prioritizes the right brain, is comprehensive, enjoys enjoyment so that it accidentally gets meaningful lessons, and the delivery of the material includes three modalities namely visual, auditory, and kinesthetic. Besides that interesting learning is accompanied by the rhythm of songs, movements, claps, and imagination. The WAFA method uses Hijaz tones so students are easily accepted and remembered. Through this form of delivery, students are excited. The writing of this thesis aims to describe: 1) Knowing the implementation of the Al-Qur'an learning method of Wafa in MI Nurul Huda Grogol. 2) Knowing students 'learning achievement in the Hadith Qur'an field in MI Nurul Huda Grogol 3) Knowing the correlation between the Al-Qur'an learning method of Wafa on students' learning achievement in the Hadith Qur'an study in MI Nurul Huda Grogol. This research is a quantitative research with data processing using SPSS 18 Product Moment Correlation. Data collection techniques carried out are observation, interview, and questionnaire techniques. Furthermore, the data is obtained, test hypotheses, discussions, and conclusions. The findings of this thesis research prove that: 1) The implementation of the Al-Qur'an learning method of WAFA carried out in MI Nurul Huda Grogol is very pleasant. 2) Students get satisfactory learning achievements during the Hadith Qur'an evaluation both daily, memorizing, group assignments, and semester tests. Students can answer the teacher's questions spontaneously correctly and just before the lesson begins. 3) There is a correlation between the learning of the Qur'an and the WAFA method with learning achievements in the field of Qur'an study. 0.012 and variable Y 0.012, and the percentage correlation value was 32.4%
PENERAPAN KARAKTER RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK DI MTs MUHAMMADIYAH 3 YANGGONG PONOROGO Annur Annur; Rido Kurnianto; Rohmadi Rohmadi
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v2i2.174

Abstract

Penerapan merupakan suatu proses tindakan yang dilakukan dalam mencapai tujuan sedangkan karakter religius ialah sikap individu dari dalam diri seseorang. Penerapan karakter religius merupakan usaha untuk menerapkan pendidikan karakter pada peserta didik dengan melalui beberapa metode atau pembiasaan untuk tercapainya karakter religius. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui penerapan karakter religius pada peserta didik di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo. (2) Mengetahui factor pendukung dan penghambat penerapan karakter religius pada peserta didik di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi untuk menjawab permasalahan penerapan karakter religius pada peserta didik di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo.Hasil dari penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: (1) Hafalan juz ama sebelum pembelajaran dimulai, (2) pembiasaan sholat dhuha, (3) pembiasaan sholat dhuhur berjamaah. Adapun model penerapannya adalah (1) Memberi suri tauladan yang baik seperti berjabat tangan setiap pagi. (2) Berpakaian muslimah. Adapun factor pendukung dan penghambat penerapan karakter religius pada peserta didik di MTs Muhammadiyah 3 Yanggong Ponorogo, faktor pendukung adalah semangat siswa untuk berubah menjadi lebih baik, adanya kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, ilmu pendidik yang memadai. Sedangkan faktor penghambat adanya beberapa siswa yang kurang semangat untuk berubah menjadi lebih baik, dan masih ada terkendalanya alat yang belum, yaitu peralatan pelatihan haji masih pinjam. 
PERAN ORGANISASI INTRA SEKOLAH DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN DARUL FIKRI BRINGIN, KAUMAN, PONOROGO Leni Widya Ningrum; Happy Susanto; Sigit Dwi Laksana
TARBAWI:Journal on Islamic Education Vol 2, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/tarbawi.v2i2.178

Abstract

Kedisiplinan merupakan karakter yang harus di tumbuh kembangkan dalam pribadi manusia. Dalam penanaman kedisiplinan ada peraturan-peraturan yang wajib ditaati dan patuhi untuk menumbuhkan karakter disiplin. Penanaman kedisiplinan merupakan program yang ada di Pondok Pesantren Darul Fikri dan dijalankan Organisasi Pondok Darul Fikri. Penanaman kedisiplinan ini wajib diikuti dan dilaksanakan semua santriwati KMI (MTs dan MA). Alasan peneliti melakukan penelitian di Pondok Pesantren Darul Fikri, karena kedisiplinan di Pondok Pesantren Darul Fikri sangat baik dan Organisasi Intra Sekolah bernama Organisasi Pondok Darul Fikri berperan aktif dalam menanamkan Kedisiplinan santriwati.Penelitian ini menggunakan rumusan masalah: (1) Bagaimana bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?, (2) Bagaimana hasil penanaman kedisiplinan santiwati dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?, (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri?. Dan penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan santriwati, hasil penanaman kedisiplinan santiwati dan faktor pendukung dan penghambat penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah di Pondok Pesantren Darul Fikri.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan peneliti adalah teknik analisis data secara deskriptif.Hasil penelitian ini: (1) Bentuk-bentuk penanaman kedisiplinan santriwati yang dilakukan Organisasi Intra Sekolah: masuk sekolah tepat waktu, seragam lengkap, sholat dhuha, sholat berjama’ah, membaca Al-Qur’an, berbahasa resmi, membuat surat izin jika tidak masuk, dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. (2) Hasil penanaman kedisiplinan sudah baik dan sesuai apa yang diharapkan oleh ustadz dan ustadzah. Hasil dapat diketahui dengan evaluasi setiap bulannya, ketika ada yang melanggar akan diberikan nasehat lalu hukuman. Mudabbirah juga memberikan reward berupa sertifikat dan piala kepada santriwati teladan. (3) Faktor pendukung penanaman kedisiplinan santriwati adalah dukungan pembimbing, pendidikan orang tua, keinginan santriwati berubah, dukungan teman, sarana dan prasarana, serta lingkungan yang baik. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya kesadaran santriwati, minimnya pengetahuan orang tua, teman yang berpengaruh buruk, faktor alam dan lingkungan yang buruk.

Page 1 of 1 | Total Record : 6