cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia" : 33 Documents clear
Strategi E-Government Public Relations Dinas Kominfo Kota Bogor dalam Mengelola Isu Pengelolaan Sampah Dewinta, Putri; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33212

Abstract

Issue Management is the strategic process of identifying, analyzing, and responding to issues that may affect an organization, with the goal of addressing problems before they become crises. E-Government Public Relations Strategy is the use of information technology by the government to increase efficiency, transparency and public participation in services and policies. Researchers will examine public issues related to waste in Bogor City, with a focus on how the Department of Communication and Information (Diskominfo) manages this issue using e-Government Public Relations strategies with new media theory. New media is the terminology used to describe major changes in the production, distribution and use of media that are technological, conventional and cultural. This research uses descriptive qualitative methods, data collection is carried out using observation, interviews and documentation methods. The data analysis techniques used by researchers include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, the Bogor City Diskominfo identified issues from various sources such as social media and public reports. Bogor City Diskominfo analyzes the urgency and impact of the issue, monitors community responses, and determines handling priorities. The issue management strategy involves collaboration with relevant agencies and the use of social media to disseminate information. Concrete actions include field coordination and publication. Diskominfo also handles negative comments with positive answers. Evaluation of effectiveness is carried out by monitoring community response, and suggestions for improvement include expanding the presence on social media and varying communication methods. Manajemen isu adalah proses strategis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons isu-isu yang dapat mempengaruhi organisasi, dengan tujuan mengatasi masalah sebelum menjadi krisis. Strategi E-Government Public Relations adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan partisipasi publik dalam layanan dan kebijakan. Peneliti akan meneliti masalah isu publik terkait sampah di Kota Bogor, dengan fokus pada bagaimana Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengelola manajemen isu tersebut menggunakan strategi e-Government Public Relations dengan teori new media. New media adalah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan perubahan besar dalam produksi, distribusi, dan penggunaan media yang bersifat teknologis, konvensional, dan budaya. Penelitian dilakukan denhan menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, Diskominfo Kota Bogor mengidentifikasi isu dari berbagai sumber seperti media sosial dan laporan masyarakat. Diskominfo Kota Bogor menganalisis urgensi dan dampak isu, memantau respons masyarakat, dan menentukan prioritas penanganan. Strategi manajemen isu melibatkan kolaborasi dengan dinas terkait dan penggunaan media sosial untuk menyebarkan informasi. Tindakan konkret termasuk koordinasi lapangan dan publikasi. Diskominfo juga menangani komentar negatif dengan jawaban positif. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan memantau tanggapan masyarakat, dan saran untuk peningkatan mencakup perluasan kehadiran di media sosial dan variasi metode komunikasi.
Spotify Wrapped 2023: Pergeseran Perilaku dan Gaya Hidup Gen Z dalam Mengonsumsi Musik Stefhan, Zorry; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33214

Abstract

The rapid advancement of technology has propelled the popularity of music streaming services, with Spotify emerging as a leader in delivering personalized music-listening experiences. Spotify’s annual Wrapped campaign, which allows users to share their music-listening habits on social media, has become a viral phenomenon, particularly among Gen Z. This study aims to explore Gen Z consumer behavior and the factors driving the success of the 2023 Spotify Wrapped campaign in generating social media virality. Using a qualitative approach with a case study method, the research identified four main factors influencing Gen Z's active participation in sharing Spotify Wrapped: cultural, personal, social, and psychological. The culture of Fear of Missing Out (FoMO) drives engagement with trends, even though not all feel pressured. Personal factors, such as music preferences that reflect self-identity, are a key motivator, with notable recognition of the popularity of music genres like K-pop. Socially, peer influence outweighs celebrity endorsements in sparking curiosity and participation, creating a snowball effect on social media. Psychologically, sharing Spotify Wrapped serves as a way to showcase identity, build connections, and gain social recognition. These findings reveal that the 2023 Spotify Wrapped campaign successfully leveraged these factors to achieve widespread virality among Gen Z. Teknologi yang berkembang telah mendorong popularitas layanan streaming musik. Kampanye tahunan Spotify Wrapped, bahan telah memungkinkan pengguna membagikan kebiasaan mendengarkan musik mereka di media sosial. Hal ini telah menjadi fenomena viral, terutama di kalangan Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku konsumen Gen Z dan faktor-faktor yang mendorong kesuksesan kampanye Spotify Wrapped 2023 dalam menciptakan viralitas di media sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa partisipasi aktif Gen Z dalam membagikan Spotify Wrapped dipengaruhi oleh empat faktor utama: budaya, pribadi, sosial, dan psikologis. Budaya Fear of Missing Out (FoMO) mendorong keterlibatan dengan tren, meskipun tidak semua merasa tertekan. Faktor pribadi, seperti preferensi musik yang mencerminkan identitas diri, menjadi motivasi utama, dengan pengakuan terhadap popularitas genre musik seperti K-pop. Secara sosial, pengaruh teman lebih dominan dibanding selebritas dalam mendorong rasa penasaran dan partisipasi, menciptakan efek bola salju di media sosial. Dari sisi psikologis, berbagi Spotify Wrapped menjadi cara untuk menonjolkan identitas, membangun koneksi, dan memperoleh pengakuan sosial. Temuan ini mengungkap bahwa kampanye Spotify Wrapped 2023 berhasil memanfaatkan faktor-faktor tersebut untuk menciptakan viralitas yang meluas di kalangan Gen Z.
Peran PR dalam Membangun Citra Melalui Instagram (Studi Pada Humas DPRD Kota Bogor) Jocelyn, Christina; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33393

Abstract

The development of information technology and social media provides great opportunities for public relations (PR) to support government institutions in increasing transparency and building a positive image in the eyes of the public. As an important part of strategic communication, Bogor City DPRD Public Relations uses Instagram social media to establish harmonious relationships with the community. This research aims to examine the role of Public Relations of the Bogor City DPRD in building the image of the institution through the Instagram platform. The method used is descriptive qualitative with an in-depth interview approach to related sources. The research results show that the Instagram account @dprd.kotabogor is managed effectively to convey information on DPRD activities and programs transparently. This account is also used to increase public participation and strengthen the institution's positive image. As a communication liaison, Bogor City DPRD Public Relations contributes significantly in building good relationships between institutions and the community through targeted communication strategies. This research provides insight for other government institutions regarding optimizing social media as an effective means of public communication, especially in the city of Bogor. Perkembangan teknologi informasi dan media sosial memberikan peluang besar bagi public relations (PR) untuk mendukung lembaga pemerintahan dalam meningkatkan transparansi dan membangun citra positif di mata publik. Sebagai bagian penting dari komunikasi strategis, Humas DPRD Kota Bogor memanfaatkan media sosial Instagram untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Humas DPRD Kota Bogor dalam membangun citra lembaga melalui platform Instagram. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam terhadap narasumber terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram @dprd.kotabogor dikelola secara maksimal untuk menyampaikan informasi kegiatan dan program DPRD secara transparan. Akun ini juga digunakan untuk meningkatkan partisipasi publik dan memperkuat citra positif lembaga. Sebagai penghubung komunikasi, Humas DPRD Kota Bogor berkontribusi signifikan dalam membangun hubungan yang baik antara lembaga dan masyarakat melalui strategi komunikasi yang terarah. Penelitian ini memberikan wawasan bagi lembaga pemerintahan lainnya mengenai optimalisasi media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang optimal, khususnya di Kota Bogor.
Penerapan Agenda Setting dalam Komunikasi Pemasaran di Lacku Cafe pada Instagram Halim, Evelyn; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33399

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Agenda Setting strategies in marketing communications carried out by Lacku Cafe through the Instagram social media platform. Amid the rapid development of technology and information, social media has become a primary promotional tool, including the Indoneia’s growing coffee shop industry. Lacku cafe utilizes Instagram to build interactions with customers, strengthen brand image, and increase customer appeal. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data is collected through in depth interviews, observations, and documentation, supported by secondary data from relevant books, journlas, and articles. The results of the study indicate that the agenda setting strategy successfully fosters customer engagement through informative, interactive, and consistent content. Moreover, the use of Instagram is proven to be more cost efficient compared to tradisional promotional media. This research is expected to contribute to the development of marketing communication studies, particularly in the utilization of sosial media. The findings of this study may also serve asa a practical reference for business actors to enchance competitiveness and build more effective relationships with customers through social media based communication strategies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi agenda setting dalam komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Lacku Cafe melalui platform media sosial Instagram. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan juga informasi, media sosial telah menjadi sarana promosi yang utama, termasuk dalam industri kedai kopi yang terus berkembang di Indonesia. Lacku Cafe memanfaatkan Instagram untuk membangun interaksi dengan pelanggan, memperkuat citra merek, dan meningkatkan daya tarik konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan penedekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung oleh data sekunder seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi agenda setting yang diterapkan berhasil menciptakan keterlibatan konsumen melalui konten yang informatif, interaktif, dan konsisten. Selain itu, penggunaan Instagram terbukti lebih efisien secara biaya dibandingkan dengan media promosi tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi pemasaran, khususnya dalam pemanfaatan media sosial. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi praktis bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan daya saing dan membangun hubungan yang lebih efektif dengan pelanggan melalui strategi komunikasi berbasis media sosial.
Pengaruh Iklan Skintific terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Melalui E-Commerce Taufik, Faiza Khairunnisa Amani; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33401

Abstract

Many e-commerce platforms are crucial tools for product promotion in this digital age. Shopee is one of the most popular e-commerce platforms. Shopee is renowned for its cutting-edge features, like Shopee Live and Shopee Video, which let companies display interactive and visual ads to draw in customers. These characteristics are used by Skintific, a skincare company, to advertise its goods. The purpose of this study is to examine how Skintific advertising influences Shopee customers' decisions to buy. This study employs a quantitative method using purposive sampling and the concepts of marketing communication, advertising, and purchase decisions. One hundred respondents who have bought Skitific products on Shopee and are fans of the SKINTIFIC Offical Store account participated in this survey. With a determination value of 68.1%, the study's findings show that Skintific advertising significantly influences consumers' decisions to buy, whereas other factors have an impact of 31.9%. This demonstrates how the attractiveness, content quality, and delivery method of Skintific ads on Shopee significantly influence the decisions made by customers. This study also shows that attracting consumer interest and trust in the digital age may depend on the combination of digital platforms and successful marketing communication tactics. Banyak platform e-commerce yang merupakan alat penting untuk promosi produk di era digital ini. Shopee adalah salah satu platform e-commerce paling populer. Shopee terkenal dengan fitur-fiturnya yang canggih, seperti Shopee Live dan Shopee Video, yang memungkinkan perusahaan menampilkan iklan interaktif dan visual untuk menarik pelanggan. Karakteristik ini digunakan oleh Skintific, sebuah perusahaan perawatan kulit, untuk mengiklankan produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana iklan Skintific mempengaruhi keputusan pelanggan Shopee untuk membeli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling dan konsep komunikasi pemasaran, periklanan, dan keputusan pembelian. Seratus responden yang pernah membeli produk Skitific di Shopee dan merupakan fans dari akun SKINTIFIC Offical Store berpartisipasi dalam survei ini. Dengan nilai determinasi sebesar 68,1%, temuan studi menunjukkan bahwa iklan Skintific secara signifikan mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli, sedangkan faktor lain memiliki dampak sebesar 31,9%. Hal ini menunjukkan bagaimana daya tarik, kualitas konten, dan metode penyampaian iklan Skintific di Shopee secara signifikan mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh pelanggan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa menarik minat dan kepercayaan konsumen di era digital dapat bergantung pada kombinasi platform digital dan taktik komunikasi pemasaran yang sukses.
Pengaruh Tren Fashion ‘On Shopee vs On Me’ di TikTok terhadap Impulsive Buying Generasi Z Anggreany, Fanny Dwi; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33402

Abstract

The rapid expansion of social media, which has become a significant platform for many aspects of human existence, including socializing and purchasing items online. TikTok is a popular and frequently utilized communication medium. TikTok has also evolved into a platform for exchanging brief, entertaining material, such as product recommendations or trends. The purpose of this study is think about is to see at how the 'On Shopee vs On Me' trend on TikTok affects Generation Z's impulsive buying. The primary theoretical concepts used in this study are fashion trends and impulsive buying. This study takes a quantitative strategy, collecting information through a survey. This study's demographic and sample comprise TikTok Generation Z users who may have been exposed to the trend content 'On Shopee vs On Me,' with a add up to test measure of 96 respondents. Research findings, with a coefficient of determination test of 20.5%, appear that there's a positive and considerable affiliation among the trend ‘On Shopee vs On Me’ and Generation Z's impulsive buying behavior, while the remaining results are influenced by other factors. These findings demonstrate TikTok's effectiveness as a marketing medium for persuading the younger generation to become more consumerist. Pesatnya pertumbuhan media sosial yang menjadi platform penting untuk berbagai aspek kehidupan manusia, seperti untuk berinteraksi hingga membeli barang secara online. TikTok menjadi platform yang popular saat ini dan banyak digunakan untuk berkomunikasi. TikTok juga menjadi media untuk berbagi konten singkat dan menarik, seperti rekomendasi produk atau tren. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis dampak tren fashion‘On Shopee vs On Me’ di TikTok terhadap impulsive buying generasi Z. Konsep teori yang paling penting dalam penelitian ini adalah tren fashion dan impulsive buying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data kuesioner. Total sampel 96 responden yakni kuesioner disebarkan kepada generasi Z yang menggunakan TikTok dan berpotensial terpapar konten tren ‘On Shopee vs On Me’ dengan total sampel 96 responden Hasil penelitian didasarkan pada uji koefisien determinasi sebesar 20,5%. Hal ini menunjukkan adanya korelasi positif dan pengaruh yang signifikan antara tren ‘On Shopee vs On Me’ terhadap impulsive buying generasi Z, sementara sisa hasil uji dipengaruhi oleh faktor lainnya. Hasil ini menunjukkan adanya dampak TikTok sebagai platform pemasaran yang mampu mendorong generasi muda untuk menjadi konsumtif.
Pemanfaatan Media Sosial di Lapinea Cafe dalam Membangun Kepercayaan Konsumen Febryanti, Sefira; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.33417

Abstract

Lapinea Cafe is a business brand under PT. Jala Senandung Bahagia located in Cikole, Bandung. This research aims to analyze the use of Instagram social media in building consumer trust at Lapinea Cafe. Digital Marketing staff acts as a PR technique of communication and responsible for managing the @lapineacafe Instagram account by uploading informative and persuasive content and building good relationship to build consumer trust. This research uses two-way communication theory according to Laswell, PR strategy theory according to Cutlip including fact finding, planning, action, and evaluating and thhe concept of social media utilization according to Kaplan and Heinlein including collaborative projects, social networking sites, and content. This research uses a descriptive qualitative methhod with a case study approach. Data was obtained through observation, interviews with the Director, Digital Marketing, and consumers of Lapinea Cafe. Thhe results showed that Instagram became the main communication media in building consumer trust. The strategies implemented include utilizing Instagram features to create two-way communication. This proved optimal in building brand credibility, as expressed by consumers who felt confident to visit after seeing content on Instagram. Lapinea Cafe adalah merek usaha di bawah naungan PT. Jala Senandung Bahagia yang berlokasi di Cikole, Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial Instagram dalam membangun kepercayaan konsumen di Lapinea Cafe. Meskipun tidak memiliki divisi khusus PR, staf Digital Marketing berperan sebagai PR technique of communication yang bertanggung jawab dalam mengelola akun Instagram @lapineacafe dengan mengunggah konten informatif dan persuasif dan menjalin hubungan yang baik untuk membangun kepercayaan konsumen. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi dua arah menurut Laswell, teori strategi PR menurut Cutlip meliputi fact finding, planning & programming, action, dan evaluating dan konsep pemanfaatan media sosial menurut Kaplan dan Heinlein meliputi collaborative project, social networking sites, dan content. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Direktur, Digital Marketing dan konsumen Lapinea Cafe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram menjadi media komunikasi utama dalam membangun kepercayaan konsumen. Strategi yang diterapkan mencakup pemanfaatan fitur Instagram dan menciptakan komunikasi dua arah. Hal ini terbukti optimal dalam membangun kredibilitas merek, sebagaimana diungkapkan oleh konsumen yang merasa yakin untuk berkunjung setelah melihat konten di Instagram.
Pengaruh Terpaan Konten Media Sosial Promotor terhadap Minat Beli Tiket Konser Gunawan, Thio Audrey Fransisca; Loisa, Riris
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36247

Abstract

The surge of the Korean Wave (Hallyu) in Indonesia has established social media as an essential instrument for concert promotion. This research investigates how exposure to Instagram content from @D, the organizer of the TDS 4 event,affects the purchase intentions of potential attendees. Grounded in Social Media Exposure theory and the AIDA marketing framework, the study utilized a survey-based approach. A sample of 100 dedicated fans and followers of @D was gathered through purposive sampling. Data analysis using simple linear regression confirms a statistically significant and positive correlation between social media engagement and the intent to buy tickets. Specifically, Instagram content exposure accounts for 58.3% of the variance in purchase intention. The results highlight that content relevance is the primary driver of consumer interest. Consequently, promoters are advised to refine the frequency and pertinence of their digital marketing strategies to further capitalize on the growing K-pop market.   Pesatnya tren Gelombang Korea (Hallyu) di Indonesia telah menempatkan media sosial sebagai instrumen promosi yang krusial bagi penyelenggaraan konser musik. Penelitian ini berupaya membedah sejauh mana paparan konten Instagram dari akun @D, selaku promotor TDS 4, memberikan dampak terhadap minat beli tiket calon penonton. Studi ini mengintegrasikan teori Terpaan Media Sosial dengan kerangka pemasaran AIDA. Melalui metode survei, data dihimpun dari 100 responden yang merupakan penggemar setia sekaligus pengikut @D yang dipilih menggunakan teknik pengumpulan data purposive sampling. Hasil analisis regresi linear sederhana membuktikan bahwa adanya pengaruh positif serta signifikan antara intensitas konten Instagram dengan keinginan membeli tiket. Temuan data menunjukkan bahwa paparan konten tersebut berkontribusi sebesar 58,3% terhadap fluktuasi minat beli tiket TDS 4. Faktor relevansi konten teridentifikasi sebagai elemen yang paling dominan dalam menarik perhatian audiens terhadap konten. Oleh karena itu, promotor disarankan untuk terus mengoptimalkan keterkaitan dan frekuensi publikasi digital guna memperkuat strategi pemasaran di masa mendatang.
Membangun Citra Artis melalui Komunikasi Interpersonal: Studi Relasi antara Manajer Intan dan Penyanyi Rossa Laeticia, Liora; Junaidi, Ahmad
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36252

Abstract

An artist's image is particularly important in supporting their work, as seen in the case of Indonesian pop diva Rossa. She successfully held a concert titled “Here I Am” to celebrate the 25th anniversary of her career, which took place on May 23, 2025, at the Indonesia Arena in Jakarta and was attended by 12,000 spectators. Rossa's success has been supported by her manager, Intan Sari, since 1998 until now, which was achieved through close interpersonal communication between the manager and the singer. The purpose of this study was to prove that interpersonal communication plays an important role in career success and building one's image in the entertainment world. The research methods used were in-depth interviews. The findings show that interpersonal communication plays a significant role in shaping the image and career resilience of Rossa as a singer and Intan as a manager. Good interpersonal communication is formed from sincerity and harmony in a relationship, as demonstrated by Rossa and Intan in seeking common values or goals to be achieved between individuals, considering the credibility and consistency of the two parties involved, ultimately resulting in professionalism in the form of a lasting career and a positive image to date.   Citra seseorang terutama untuk artis penting dalam menunjang pekerjaan mereka dan terlihat  pada Diva Pop Indonesia Rossa. Tahun 2025 ini ia berhasil mengadakan konser “Here I Am” untuk merayakan milestone 25 tahun beliau berkarir yang berlangsung pada tanggal 23 Mei 2025 lalu berlokasi di Indonesia Arena, Jakarta dan sukses dipenuhi oleh 12 ribu penonton. Kesuksesan Rossa didukung oleh manajer Rossa, Intan Sari sejak tahun 1998 hingga saat ini, hal itu bisa dicapai dengan komunikasi interpersonal erat antara seorang manajer dengan penyanyinya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa komunikasi interpersonal memegang peran penting dalam kesuksesan karir dan membangun citra seseorang di dunia hiburan. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara mendalam dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal sangat berperan dalam pembentukan citra dan ketahanan karir Rossa sebagai seorang penyanyi dan Intan sebagai manajer. Komunikasi interpersonal yang baik terbentuk dari ketulusan dan keselarasan dalam suatu hubungan seperti yang dilakukan oleh Rossa dan intan dalam mencari kesamaan nilai atau tujuan yang ingin dicapai antar individu, mempertimbangkan kredibilitas dan konsistensi dua pihak terkait, hingga akhirnya menghasilkan profesionalisme dalam bentuk hubungan karir yang terus bertahan serta citra positif hingga saat ini.
Efektivitas Persepsi Kegunaan dan Tagline “15 Menit Sampai” terhadap Keputusan Pembelian Layanan Astro E-grocery Titania, Felisia; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 10 No. 1 (2026): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v10i1.36347

Abstract

This study analyzes how perceived usefulness and the quality of the “15-minute delivery” advertising message influence consumers’ purchasing decisions on purchase decisions for essential goods through the Astro e-grocery application. The rapid growth of e-grocery services and increasing competition in quick commerce emphasize the necessity of evaluating advertising message effectiveness and consumer perceptions regarding dgital shopping advantages. This research applies Davis’s Perceived Usefulness framework, the AIDA model for advertising message quality, and Kotler and Armstrong’s theory of consumer purchase decisions. Using multiple regression as the main analytical method, the study meets all classical assumption requirements, including normality, absence of multicollinearity, and heteroscedasticity. The result reveal that perceived usefulness and advertising message quality exert both simultaneous and partial significant effects on consumer purchasing decisions, demonstrating that the combination of practical service benefits and compelling message delivery enhances user confidence and decision-making efficiency. These findings emphasize that effective message delivery combined with meaningful functional value plays a crucial role in driving consumer purchasing decisions. Overall, the study offers strategic insights for digital marketing communication in the e-grocery sector, particularly in optimizing message relevance and strengthening consumer perceptions within the increasingly competitive e-commerce.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Persepsi Kegunaan dan Kualitas Pesan Iklan “15 Menit Sampai” terhadap keputusan pembelian kebutuhan konsumen pada aplikasi Astro e-grocery. Pesatnya perkembangan e-grocery serta persaingan salaquick commerce mendorong pentingnya analisis efektivitas pesan iklan dan persepsi konsumen terhadap manfaat layanan belanja digital. Penelitian ini menggunakan teori persepsi kegunaan dari Davis, model kualitas pesan iklan AIDA, dan teori keputusan pembelian dari Kotler dan Armstrong. Melalui analisis regresi berganda, prosedur pengujian asumsi klasik menunjukkan terpenuhinya kriteria normalitas, bebas multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan dan kualitas pesan iklan memberikan dampak dengan pengaruh simultan dan parsial yang signifikan, membantu konsumen memperoleh pengalaman berbelanja e-grocery yang lebih praktis. Temuan ini menyatakan bahwa persepsi kgunaan dan Kualitas Pesan Iklan memberikan dampak positif yang signifikan, penting dalam mendorong perilaku pembelian konsumen pada platform Astro e-grocery dan memberikan kontribusi strategis bagi komunikasi pemasaran digital di sektor e-grocery.

Page 1 of 4 | Total Record : 33