DRM processing in hospitals is useful to support the achievement of orderly administration in effort to achievethe goal of the hospital, which is improving the quality of service. Hospitalization occurred DRM stacker inthe medical record processing. The goal is to know the system and processing power requirements of DRM inorder to improve services in hospitals Kanjuruhan Kepanjen. The type of this study is qualitative. The methodof this study is work sampling, the survey approach that uses the response time, questionnaires, interviewsand observations, performed by cross sectional. Respondent is head of the Sub-Division of Medical Record,Evaluation and Reporting and officers assembling, coding, and Indexing, Inpatient DRM processing systembased on the Guidelines and Procedures Providing Medical Record Hospitals in Indonesia 2006. The InpatientDRM flow in Kanjuruhan Hospital Kepanjen is from inpatient to the Finance Department, because it hasnot progressed to the computerisation payment system patients. There is still met DRM Inpatient incompleteat 26.95%. Factors that caused by the buildup in terms of Human Resources, that quantity, education andexperience is quite competent. DRM -rata daily average inpatient medical records were entered into by52 DRM. Before processing to complete 52 DRM takes 0.97 hours and effort required of 0.22 people. Thetime needed for assembling 5.99 hours and 1.37 the energy needed without dividing the work in the mannerincoming patients (General, Askes, JAMKESNAS, Jampersal), are appropriate if divided by the current jobrequires 3 people. Coding without paying the necessary time differentiated way 2,31dan require the 0.53power, when differentiated manner requires 3 people pay. Indexing without pay distinguished way takes 2.24hours and 0.51 in need of people, whereas when differentiated payment method requires 3 people. Factors NonHuman Resources, space and infrastructure that is used for processing DRM Inpatient, quite representative,from lighting and air circulation (using water codition) and enough support but still supporting and requiresrealignment, because it looks less neat. Of power, DRM Inpatient incoming and infrastructure should not needno buildup. Need to improve medical record document processing systems, financial systems and medicalrecords to enable the committee to monitor and evaluate the quality of medical record services and empoweringofficers DRM processing Hospitalization.Keywords: DRM Inpatient, Assembling, Coding, IndexingAbstrakPengolahan DRM di rumah sakit berguna untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upayamencapai tujuan rumah sakit, yaitu peningkatan mutu pelayanan. Terjadi penumpuk DRM Rawat Inap di ruangpengolahan Rekam Medis. Tujuannya adalah mengetahui system dan kebutuhan tenaga pengolahan DRMdalam upaya peningkatan pelayanan pada RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Dilaksanakan secara kuantitatif denganmetode work sampling, dengan pendekatan survey yang menggunakan respon time, kuesioner, wawancara sertaobservasi, yang dilakukan secara cross sectional. Respondennya adalah kepala Sub Bagian Rekam Medis,Evaluasi Dan Pelaporan dan petugas bagian assembling, koding, dan indeksing,. Sistem pengolahan DRMRawat Inap berdasarkan Pedoman Penyelenggaran dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia 2006.Di RSUD Kanjuruhan Kepanjen alur DRM Rawat Inap dari rawat inap ke Bagian Keuangan, karena belumberjalannya system komputersasi untuk pembayaran pasien. Masih dijumpai DRM Rawat Inap tidak lengkapsebesar 26,95%. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penumpukan ditinjau dari Sumber Daya Manusia,bahwa kuantitas, pendidikan dan pengalaman cukup kompeten. Rata –rata setiap hari DRM Rawat Inap yang masuk ke rekam medis sebesar 52 DRM. Sebelum pengolahan untuk menyelesaikan 52 DRM membutuhkanwaktu 0,97 jam dan tenaga yang dibutuhkan 0,22 orang. Waktu yang dibutuhkan untuk assembling 5,99 jamdan tenaga yang dibutuhkan 1,37 orang tanpa membagi pekerjaan sesuai cara masuk pasien (Umum, Askes,Jamkesmas, Jampersal), sedang kalau dibagi berdasarkan pekerjaan sesuai yang ada saat ini membutuhkan 3orang. Koding tanpa dibedakan cara bayar diperlukan waktu 2,31dan membutuhkan tenaga 0,53 orang, biladibedakan cara bayar membutuhkan 3 orang. Indexing tanpa dibedakan cara bayar diperlukan waktu 2,24 jamdan membutuhkan tenaga 0,51 orang, sedangkan bila dibedakan cara bayar membutuhkan 3 orang. FactorfaktorNon Sumber Daya Manusia, ruangan dan sarana prasarana yang dipakai untuk pengolahan DRM RawatInap, cukup representative, dari pencahayaan maupun sirkulasi udara (menggunakan air codition) dan cukupmendukung namun masih belum menunjang dan membutuhkan penataan kembali, karena tampak kurang rapi.Dari tenaga, DRM Rawat Inap yang masuk dan sarana prasarana seharusnya tidak perlu ada penumpukan. Perlumemperbaiki system pengolahan dokumen rekam medis, system keuangan dan mengaktifkan panitia rekammedis untuk monitoring dan evaluasi mutu pelayanan rekam medis serta pemberdayaan petugas pengolahDRM Rawat Inap.Kata kunci: DRM Rawat Inap, Assembling, Koding, Indexing