cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 12 Documents clear
FAKTOR PENYEBAB KETIDAKTEPATA N KODE DIAGNOSIS DI PUSKESMAS MOJOLABAN SUKOHARJO JAWA TENGAH Titin Wahyuni; Anif Parasetorini
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.71

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktepatan kode diagnosis di PuskesmasMojolaban Sukoharjo Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan datayang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah faktor-faktoryang menyebabkan ketidaktepatan pengkodean diagnosis adalah unsur man,machine, dan method. Unsur manterkait dengan kegiatan klasifikasi dan kodefikasi penyakit yang dilakukan oleh profesi yang tidak memilikikompetensi coder dan dalam meng-entry-kan kode diagnosis dilakukan secara fleksibel. Unsur machine terkaitdengan kurang lengkapnya kode yang tersedia dan istilah yang digunakan dalam database SIMPUS belumsesuai dengan atau istilah medis, kemampuan mengkonversi kode ICD-10 dan ICPC secara otomatis denganhanya sekali meng-entry-kan diagnosis yang belum dimiliki oleh SIMPUS. Unsur method terkait dengan carapenentuan kode yang hanya mengacu pada daftar tabulasi penyakit yang sering terjadi dan belum dibuat SOPterkait pengkodean diagnosis.Kata kunci: faktor,ketidaktepatan, kode diagnosis, puskesmas, ICD-10, ICPC.
TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENJAJARAN DOKUMEN REKAM MEDIS PADA BAGIAN FILING DI RUMAH SAKIT KEN SARAS UNGARAN Ayuk Aji Pratiwi; Antik Pujihastuti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.76

Abstract

AbstractPursuant to result of survey in execution of system of juxtaposition document of ill Medical Record At HomeKen Saras Ungaran still be found a existence document of Medical Record which misallocation (misfile).That matter cause process of service to patient will become longer because worker do not find document ofMedical Record be at depository rack. Intention of this research is to know policy of hospital about systemof juxtaposition document of medical record in shares of filing of Hospital of Ken Saras Ungaran and knowsystem of execution of juxtaposition document of medical record [in] shares of filing of Hospital of Ken SarasUngaran.Type of Research is descriptive with approach restrofektif. Subyek of this Research worker of medical recordpart of filing and obyeknya of execution of system of juxtaposition document of medical record at begianfiling of Hospital of Ken Saras Ungaran. Way of data collecting with interview and observation analyseddescriptively. Way of data collecting with interview and observation analysed descriptively. Instrument ofdata collecting with guidance interview and the observation guidance. Result of research in execution ofjuxtaposition document of medical record not yet had procedure remain to xself, but the policy is containedin procedure remain to be depository and the seeking document of medical record. In mentioning that systemof juxtaposition document of medical record use system of juxtaposition of Terminal of Digit of Filing orsystem of final number. While in execution of intake return document of medical record by worker of filingpursuant to 1 digit of final number. Moment depository and the intake return document of medical record stillbe found document of medical record which misallocation (misfile), what is because of worker of filing lessfocus in depository document of medical record caused by additional duty and mistake of writing number ofmedical record by registration worker. Better be a juxtaposition document of medical record Terminal Digitof real correct Filing and a training worker of related/relevant filing with system of juxtaposition documentof medical record. In overcoming the happening of misallocation (misfile) can be comb document of medicalrecord periodical (for example one week once).Keywords: Misfile, Filing, Document Medical Record, Terminal Digit FilingAbstrakBerdasarkan hasil survey dalam pelaksanaan sistem penjajaran dokumen Rekam Medis di Rumah Sakit KenSaras Ungaran masih ditemukan adanya dokumen Rekam Medis yang salah letak (misfile). Hal itu menyebabkanproses pelayanan terhadap pasien akan menjadi lebih lama karena petugas tidak menemukan dokumen RekamMedis berada pada rak penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan rumahsakit tentang sistem penjajaran dokumen rekam medis di bagian filing Rumah Sakit Ken Saras Ungaran danmengetahui sistem pelaksanaan penjajaran dokumen rekam medis di bagian filing Rumah Sakit Ken SarasUngaran. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan restrofektif. Subyek penelitian ini adalah petugasrekam medis bagian filing dan obyeknya pelaksanaan sistem penjajaran dokumen rekam medis pada begian filingRumah Sakit Ken Saras Ungaran. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan observasi yang dianalisissecara deskriptif. Cara pengumpulan data dengan wawancara dan observasi yang dianalisis secara deskriptif.Instrumen pengumpulan data dengan pedoman wawancara dan pedoman observasi. Hasil penelitian dalampelaksanaan penjajaran dokumen rekam medis belum mempunyai prosedur tetap sendiri, namun kebijakannya tercantum dalam prosedur tetap penyimpanan dan pencarian dokumen rekam medis. Didalamnya di sebutkanbahwa sistem penjajaran dokumen rekam medis menggunakan sistem penjajaran Terminal Digit Filing atausistem angka akhir. Sedangkan dalam pelaksanaan pengambilan kembali dokumen rekam medis dilakukanoleh petugas filing berdasarkan 1 digit angka akhir. Saat melakukan penyimpanan dan pengambilan kembalidokumen rekam medis masih ditemukan dokumen rekam medis yang salah letak (misfile), yang disebabkanoleh petugas filing kurang fokus dalam melakukan penyimpanan dokumen rekam medis karena adanya tugastambahan dan kesalahan penulisan nomor rekam medis oleh petugas pendaftaran. Sebaiknya dilakukanpenjajaran dokumen rekam medis Terminal Digit Filing yang benar dan dilakukan pelatihan petugas filingterkait dengan sistem penjajaran dokumen rekam medis. Dalam mengatasi terjadinya salah letak (mifile) dapatdilakukan dengan melakukan penyisiran dokumen rekam medis secara periodik (misalnya satu minggu sekali).Kata Kunci: Misfile, Filing, Dokumen Rekam Medis, Terminal Digit Filing
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DATA FORMULIR ANAMNESIS DAN PEMERIKSAAN FISIK KASUS BEDAH Rd. Irda Melinda Febriyanti; Ida Sugiarti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.67

Abstract

AbstractQuantitative analysis has conducted in dr. Slamet Garut General Hospital, but there are still anamnesis andphysical examination forms are incomplete both clinical data and demographic data. Based on the highestpreliminary survey of incompleteness on the register component is 83.34%. The aim of this research is toknow the fulfilment procedure, completeness and incompleteness data fulfilment of anamnesis and physicalexamination forms. The method that used in this research is observation quantitative analysis, using instrumentobservation sheet. The population in this research are 1008 medical record documents on semester I in 2013.The magnitude of the sample uses Slovin formula is 90 documents. Slovin formula is used because it refersto large samples which are 90 documents. The result of research showed that complete form anamnesis andphysical examination of the patient identification component is 20%, important report is 31.12%, authenticationis 83.33% dan the register is 3.34%. Refers to the minimum standard of completeness which is submitted bythe department of health (2006), the completeness document must be 100%. It can be conclusion that theanamnesis and physical examination data fulfilment in dr. Slamet Garut General Hospital is not complete.Preferably, socialization is needed in fulfilment medical record document which is adapted to the StandardOperational Procedure (SOP) or The Fixed Procedure (PROTAP) which is adapted to all units related personalhealth such as doctors, nurses, dan medical record officer.Key words : Completeness, Filling up data, Anamnesis and physical examination.AbstrakDi RSUD dr. Slamet Garut sudah dilakukan analisis kuantitatif tetapi masih terdapat formulir anamnesisdan pemeriksaan fisik yang kurang lengkap baik data demografi maupun data klinis. Berdasarkan surveypendahuluan ketidaklengkapan yang tertinggi pada komponen pencatatan 83,34%. Tujuan penelitian ini untukmengetahui prosedur pengisian, kelengkapan dan ketidaklengkapan pengisian data formulir anamnesis danpemeriksaan fisik. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif yaitu observasi, dengan menggunakaninstrumen lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1008 dokumen rekam medis padasemester I tahun 2013. Besarnya sampel menggunakan rumus Slovin sebanyak 90 dokumen. Hasil penelitianmenunjukan kelengkapan formulir anamnesis dan pemeriksaan fisik komponen identifikasi pasien sebanyak20%, laporan penting 31,12%, authentikasi 83,33% dan pencatatan 3,34% . Mengacu pada standar minimalkelengkapan dokumen yang diajukan departemen kesehatan (2006) kelengkapan dokumen harus 100%.Maka dapat disimpulkan pengisian data formulir anamnesis dan pemeriksaan fisik di RSUD dr. Slamet Garuttidak lengkap. Sebaiknya, diadakan sosialisasi dalam pengisian dokumen rekam medis disesuaikan denganStandar Operasional Prosedur (SOP) atau Prosedur Tetap (PROTAP) yang telah ditetapakan pada semua unitpelayanan kepada tenaga kesehatan terkait seperti : dokter, perawat dan petugas rekam medis.Kata Kunci: Kelengkapan, Pengisian data, Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
PENCITRAAN (IMAGING) BERKAS REKAM MEDIS PADA KEGIATA N PENYUSUTA N DI RSUD KOTA YOGYAKARTA Savitri Citra Budi; Zahrotul Khasanah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.72

Abstract

AbstractMedical records as one of the authentic proof of service must be stored as appropriated with predeterminedtime period. Based on the circular letter from director general of medical services No.HK.00.06.1.5.01160dated March 21, 1995 has been set depreciation schedules medical record file according to the type ofillness. In Yogyakarta City Hospital has implemented a process of imaging (imaging) since April this 2013.This matter anticipates the various needs related to medical records, for example, medical records are stillworth to be required can be found easily and can be printed again. This study describes the implementationof imaging (imaging) medical record file on shrinkage activities in hospitals in Yogyakarta.To investigatethe imaging process (imaging) on the implementation of the shrinkage in the hospital medical record file ofYogyakarta, determine the factors that affect the implementation of the process of imaging (MRI) in hospitalsof Yogyakarta, and identify any obstacles in the implementation process of imaging (MRI) in hospitals the cityof Yogyakarta.This study is a descriptive study using a case study approach. Subjects of this study consistedof three medical records clerk and one IT officer. The object of this study is the implementation of imaging(MRI) in the depreciation file medical records in hospitals in Yogyakarta.Based on interviews and observations,imaging process (MRI) is one of the stages in the implementation of depreciation medical record file. Stagesin the medical record file shrinkage in Yogyakarta City Hospital is a medical record file sorting, checking thelast visit to the Health Information System (HIS), the process of imaging (imaging), move the sheet of medicalrecords into a folder, and enter the medical record sheet not worth order to the warehouse. While activity inthe process of imaging (MRI) in Yogyakarta City Hospital medical record sheet includes sorting, scanning,and storage. Factors that affect the implementation process of imaging (MRI) in hospitals Yogyakarta City isdivided into 5 groups: the man (human resources), money, machine (engine), method (method), and materials.Obstacles in the implementation process of imaging (MRI) is the lack of human resources (HR), there is nofixed procedure and work instructions, the results of imaging (MRI) is not connected to the Health InformationSystem (HIS) Hospital Yogyakarta, there was no budget imaging tool (imaging) for large-size sheet of medicalrecords.Keywords: medical record file depreciation, medical record imaging, medical record file storage inactive.AbstrakRekam medis sebagai salah satu bukti otentik pelayanan harus disimpan sesaui jangka waktu yang telahditentukan. Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pelayanan Medis Nomor HK.00.06.1.5.01160 tanggal 21 Maret1995 telah diatur jadwal penyusutan berkas rekam medis sesuai jenis penyakitnya. Di RSUD Kota Yogyakartatelah melaksanakan proses pencitraan (imaging) sejak bulan April 2013.Hal ini dilakukan untuk mengantisipasiberbagai kebutuhan yang berkaitan dengan rekam medis, misalnya rekam medis yang masih bernilai gunadiperlukan dapat ditemukan dengan mudah dan dapat dicetakkan kembali. Penelitian ini menggambarkanpelaksanaan pencitraan (imaging) berkas rekam medis pada kegiatan penyusutan di RSUD Kota Yogyakarta.Tujuan Mengetahui proses pencitraan (imaging) pada pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis di RSUDKota Yogyakarta, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dilaksanakannya proses pencitraan (imaging)di RSUD Kota Yogyakarta, dan mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan proses pencitraan(imaging) di RSUD Kota Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif denganmenggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga orang petugas rekam medis dan satu orang petugas IT. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pencitraan (imaging) pada penyusutan berkasrekam medis di RSUD Kota Yogyakarta. Berdasarkan wawancara dan obervasi, proses pencitraan (imaging)merupakan salah satu tahapan dalam pelaksanaan penyusutan berkas rekam medis. Tahapan dalam penyusutanberkas rekam medis di RSUD Kota Yogyakarta yaitu melakukan pemilahan berkas rekam medis, melakukanpengecekan tahun kunjungan terakhir pada Sistem Informasi Kesehatan (SIK), melakukan proses pencitraan(imaging), memindahkan lembar rekam medis ke folder, dan memasukkan lembar rekam medis yang tidakbernilai guna ke gudang penyimpanan. Sedangkan kegiatan dalam proses pencitraan (imaging) di RSUDKota Yogyakarta meliputi pemilahan lembar rekam medis, proses scanning, dan penyimpanan. Faktor-faktoryang mempengaruhi dilaksanakannya proses pencitraan (imaging) di RSUD Kota Yogyakarta terbagi menjadi5 kelompok yaitu man (sumber daya manusia), money, machine (mesin), methode (metode), dan material.Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan proses pencitraan (imaging) yaitu kurangnya sumber daya manusia(SDM), tidak ada prosedur tetap dan instruksi kerja, hasil pencitraan (imaging) belum tersambung ke SistemInformasi Kesehatan (SIK) RSUD Kota Yogyakarta, tidak adanya anggaran alat pencitraan(imaging) untuklembar rekam medis ukuran besar.Kata kunci: penyusutan berkas rekam medis, pencitraan (imaging), penyimpanan berkas rekam medis inaktif.
HUBUNGAN ANTARA KELENGKAPAN PENGISIAN KUESIONER AUTO PSI VERBAL DENGAN KEAKURATA N PENENTUAN SEBAB DASAR KEMAT IAN DI PUSKESMAS WILAYAH SURAKARTA Andi Suhenda
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.68

Abstract

AbstractVerbal autopsy (AV) is a new technique that is fairly representative and can be trusted to record and determinethe cause of the deaths that occurred outside of health care facilities. This study is aims to get an overviewof the completeness of filling the verbal autopsy questionnaire and the relationship of the determinationaccuracy with the main causes of death in Surakarta health centers. Analytic observation with the correlationstudy which find a relationship between the completeness fillings of the verbal autopsy questionnaire with theaccuracy of the determination of the main causes of death. The sample size is 65 people taken by multistagerandom sampling technique with a 2058 population, of the entire document of 17 health centers in the regionof the city of Surakarta. The researcher collected the data by questionnaires. Analytical analysis is using Chisquaretest. The results of the research showed that only found 52% of charging the symptoms of death wascompleted by nurses. The highest completeness is in the item description summary cause of death is filled bya doctor who will determine the cause of death. In summary item complete history of disease progression by54%, while the percentage of completeness of health care items received by patients is 66%. And there is asignificant relationship between the filling completeness of the verbal autopsy with the accuracy determinationof the cause of death.Keywords: Verbal autopsy, accuracyAbstrakAutopsi Verbal (AV) merupakan teknik baru yang cukup representatif dan dapat dipercaya untuk mencatatdan menentukan penyebab kematian yang terjadi di luar sarana pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuanmendapatkan gambaran tentang kelengkapan pengisian kuesioner autopsi verbal dan hubungannya dengankeakuratan penentuan sebab utama kematian di puskesmas Surakarta. observasi analitik dengan studikorelasi yakni mencari hubungan antara kelengkapan pengisian kuesioner autopsi verbal dengan keakuratanpenentuan sebab utama kematian. Besar sampel adalah 65 orang yang diambil dengan teknik multistagerandom sampling dengan jumlah populasi 2058 dokumen dari keseluruhan 17 puskesmas di wilayah kerjaKota Surakarta. Pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis analitik menggunakan uji Chi-square. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ditemukan hanya 52% pengisian gejala kematian yang diisi lengkap olehperawat. Kelengkapan tertinggi adalah pada item ringkasan keterangan sebab kematian yang diisi oleh dokteryang nantinya akan menentukan sebab kematian. Pada item ringkasan riwayat perjalanan penyakit lengkapsebanyak 54%, sedangkan persentase kelengkapan item pelayanan kesehatan yang diterima pasien sebesar66%. Dan ada hubungan yang signifikan antara kelengkapan pengisian autopsi verbal dengan keakuratanpenentuan sebab dasar kematian.Kata Kunci : Autopsi Verbal, keakuratan
HUBUNGAN KECEPATA N PENYEDIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Ni Made Umi Kartika Dewi; Putu Ika Farmani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.73

Abstract

AbstractThe speed of service is one of the factors that can indicate a good service quality, and will have an influenceon the level of patient satisfaction with the services obtained. The purpose of this study is to determinethe relationship of the speed of provision medical record documents with the level of patient satisfaction.The method that used in this research is observational analytic. Collecting data uses observation sheets,questionnaires and interview guides. The amount of population and sample in this study were 109 respondentsand 88 medical record documents. The results showed that there were 58.72 % documents which is late inprovision, said to be late is due to the time of provision exceeds the minimum standard that is d” 10 minutes,and the number of respondents who were dissatisfied with the ambulatory services officer is 70.36 %. This isdue to the increasing of visits that are not balanced by the addition of the medical record documents providerofficer, nonconsecutive aligning system, the absence of tracer and the loan of medical record document. Theconclusion is, there is no relationship between the speeds of the provision of medical record documents withthe level of patient satisfaction in Ciamis General Hospitals in 2014.Keywords: Speed of service, patient satisfaction.AbstrakKecepatan pelayanan merupakan salah satu hal yang dapat menunjukan kualitas pelayanan yang baik, danakan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang didapatkan. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui hubungan kecepatan penyediaan dokumen rekam medis dengan tingkat kepuasanpasien. Jenis penelitian yang digunakan adalah Observasional analitik. Pengumpulan data menggunakan lembarobservasi, kuisioner dan pedoman wawancara. Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 109responden dan 88 dokumen rekam medis. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 58,72 % dokumen yangterlambat penyediaannya, dikatakan terlambat karena waktu penyediaan melebihi standar minimal yakni d” 10menit . dan jumlah responden yang merasa tidak puas dengan pelayanan petugas rawat jalan adalah 70,36%. Halini disebabkan karena jumlah kunjungan yang terus meningkat tidak diimbangi dengan penambahan petugaspenyedia dokumen rekam medis, sistem penjajaran yang tidak berurutan dan tidak adanya tracer serta bukupeminjaman dokumen rekam medis. Kesimpulannya tidak adanya hubungan antara kecepatan penyediaandokumen rekam medis dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD Ciamis Tahun 2014.Kata Kunci : Kecepatan pelayanan, kepuasan pasien.
PREDIKSI KUNJUNGAN PASIEN BARU PERBANGSAL RAWAT INAP TAHUN 2015 DENGAN METODE ARIMA DI BLUD RSU BANJAR Muhammad Fuad Iqbal; Ida Wahyuni
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.74

Abstract

AbstractEvery patient who do treatments at the hospital will receive a medical record to document the history of theirdisease. Coloration of medical record documents can be applied to facilitate identification. Banjar BLUD’shospital apply four variants colors that based on the type of disease. The provision of documents sometimesdo not correspond with the number of its visits so that the color changed frequently with other colors. Thepurpose from this study is to determine the predictive results of the visits new hospitalization patient space in2015 with an Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) method. This is a descriptive quantitativestudy, conducted on a variable that is prediction of the visits new hospitalization patient space by 2015 in 14inpatient room. The five years sample data of new patient visits based on the total sampling. Data’s collection isin observation of documentation, and the analysis data computerized with the help of MINITAB applications.The results of prediction based on ARIMA method show there is an increase, decrease and fluctuate in someroom. The results of prediction from the number of new patient visits from January 2009 to March 2014showed a new patient visit is 23415. That number tends to decline from the year 2013 and up from the resultsprediction in 2014. Regard to planning the provision of medical record document, the number of provision isequal to the number of new patient visits, 23395 pieces. The conclusion from this study is the historical dataplot hits on all wards showed fluctuating circumstances, so the ARIMA method suitable to use with the resultsforecast to decline from 2013 and up from 2014.Keywords: Forecast, Visit, New Patient, ARIMAAbstrakSetiap pasien yang berobat ke rumah sakit akan mendapatkan dokumen rekam medis untuk mendokumentasikanriwayat penyakitnya. Pewarnaan dokumen rekam medis dapat diterapkan untuk mempermudah identifikasi.BLUD RSU Kota Banjar Provinsi Jawa Barat menerapkan empat varian warna yang berdasarkan jenis penyakit.Penyediaan dokumen kadangkala tidak sesuai dengan jumlah kunjungannnya sehingga sering dilakukanpergantian warna dokumen dengan warna yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil prediksikunjungan pasien baru perbangsal rawat inap tahun 2015 dengan metode Autoregressive Integrated MovingAverage (ARIMA). Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dilakukan terhadap satu variabel yakni prediksikunjungan pasien baru perbangsal rawat inap tahun 2015 di 14 bangsal. Sampel berjumlah lima tahun datakunjungan pasien baru berdasarkan total sampling. Pengumpulan data berupa observasi dokumentasi, dananalisis data secara komputerisasi dengan bantuan aplikasi MINITAB. Hasil Prediksi kunjungan berdasarkanmetode ARIMA menunjukan terdapat kenaikan, penurunan dan fluktuatif di beberapa bangsal. Hasilprediksi dari jumlah kunjungan pasien baru dari bulan Januari 2009 sampai dengan Maret 2014 didapatkanhasil kunjungan adalah 23395 pasien baru. Jumlah tersebut cenderung turun dari tahun 2013 dan naik darihasil prediksi tahun 2014. Berkaitan dengan perencanaan penyediaan dokumen rekam medis, maka jumlahpenyediaan sama dengan jumlah kunjungan pasien baru yaitu sebesar 23415 buah. Simpulan dari penelitianini adalah plot data historis kunjungan pada semua bangsal menunjukan keadaan fluktuatif, sehingga metodeARIMA cocok digunakan dengan hasil Prediksi menurun dari tahun 2013 dan naik dari tahun 2014.Kata Kunci: Prediksi, Kunjungan, Pasien baru, ARIMA
KEPUASAN MAHASISWA DALAM PENERAPAN WEBSITE DENGAN MEDIA E-LEARNING/E-EDUCATION MOODLE MATERI MIK I M. Syairaji; Dian Budi Santoso
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.65

Abstract

AbstractGreat opportunities of the national education system to institusion for education using electronic learning aidsand e-learning (web based) that rely on information technology and communication excellence. The informationobtained on the basis of medical records in the course competencies in the Health Information Management PartI (HIM I) is still very limited. Learning system is monotonous. Another thing, the perceived difference in thequality of material received admission affecting the quality of human resources empowerment of the learners.This study aims to get the satisfAaction level of students in the application of web as a medium e-learning/eeducationon material in the Health Information Management Part 1 Administrator Healt InformationManagement students Polytechnic Ministry of Health Public Tasikmalaya. Type of research is a qualitativeaction research. Methods indept interview on the subject of the studi, namely the management, all materiallectures studens and Health Information Management Part I. The research sample was 40 students first half,with the support of 8 people and 1 chairman, lecturer, chairman of the Information Tecnology and Informationtechnology personnel. Data were analyzed descriptively and qualitatively. Measurements performed on endusersatisfaction (end-user) which includes faculty and students. Evaluation questionnaires, and interviewswith the benchmark yield above average median 3. The use of e-learning with Moodle 3.40 shows the meanresults, with a range of value between 3.25 to 3.5. User satisfaction (user) students assessed in terms of benefits,needs, barriers or obstacles and factors that drive. Users who are not satisfied based on a feature of facilityvery less and there is a feature to link tasking related fot students in the Health Information Management. Thematerial is incomplete and lack in Human Resources Information Technology in the manufacturing process,affect the slow development of Moodle used, where success is determined management support system thatis still not. Of adequate technology aspect of hardware and software support with 24 hour internet access.Keywords: student satisfaction, website, e-learning, Moodle, Health Information Management Part 1.AbstrakPeluang besar Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) kepada institusi pendidikan untuk menyelenggarakanpendidikan dengan menggunakan alat bantu pembelajaran elektronik atau e-learning (web based learning) yangmengandalkan keunggulan tehnologi informasi dan komunikasi. Sampai saat ini informasi yang didapatkantentang rekam medis dalam dasar kompetensi mata kuliah Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) I masihsangat terbatas. Sistem pembelajaran masih monoton, perbedaan persepsi penerimaan kualitas materi yangditerima, berpengaruh pada pemberdayaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang diajar. Penelitianini bertujuan mendapatkan informasi tingkat kepuasan mahasiswa dalam penerapan website e-learning/eeducationmoodle materi MIK I di Jurusan PIKES Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Jenis penelitian actionresearch bersifat kualitatif. Metode indept interview pada subyek penelitian (pihak manajemen, seluruhmahasiswa dan dosen MIK I). Sampel 40 mahasiswa PIKES Semester I, dengan pendukung 8 orang dariKetua Jurusan, dosen mata kuliah, kepala Unit IT dan tenaga IT. Data dianalisis secara diskriptif dan kualitatif.Pengukuran kepuasan dilakukan terhadap pengguna akhir (end-user) yang meliputi dosen dan mahasiswa.Evaluasi kuesioner dan wawancara dengan patokan hasil rata-rata diatas angka median 3. Penggunaan aplikasimenunjukkan rerata hasil 3.40 dengan rentang nilai 3,25-3,50. Kepuasan pengguna (user) mahasiswa dinilaidari segi kemanfaatan, pemenuhan kebutuhan, hambatan atau kendalanya dan faktor-faktor yang mendorong.Pengguna yang menyatakan tidak puas didasarkan pada fitur atau fasilitas yang terbatas. Belum adanya fitur untuk link penarikan tugas, materi yang kurang lengkap dan kurangnya SDM IT dalam proses pembuatan,mempengaruhi lambatnya perkembangan Moodle yang digunakan. Keberhasilan omput sangat ditentukandukungan manajemen yang dirasa kurang, Aspek teknologi cukup memadai dari dukungan hardware dansoftware dalam akses internet 24 jam.Kata Kunci: Kepuasan mahasiswa, website, e-learning, Moodle, MIK I
ANALISA PENGOLAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DALAM UPAYA PENINGKATA N PELAYANAN RSUD KANJURUHAN KEPANJEN - Suhartatik; Eko Fachtur Rochman
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.70

Abstract

DRM processing in hospitals is useful to support the achievement of orderly administration in effort to achievethe goal of the hospital, which is improving the quality of service. Hospitalization occurred DRM stacker inthe medical record processing. The goal is to know the system and processing power requirements of DRM inorder to improve services in hospitals Kanjuruhan Kepanjen. The type of this study is qualitative. The methodof this study is work sampling, the survey approach that uses the response time, questionnaires, interviewsand observations, performed by cross sectional. Respondent is head of the Sub-Division of Medical Record,Evaluation and Reporting and officers assembling, coding, and Indexing, Inpatient DRM processing systembased on the Guidelines and Procedures Providing Medical Record Hospitals in Indonesia 2006. The InpatientDRM flow in Kanjuruhan Hospital Kepanjen is from inpatient to the Finance Department, because it hasnot progressed to the computerisation payment system patients. There is still met DRM Inpatient incompleteat 26.95%. Factors that caused by the buildup in terms of Human Resources, that quantity, education andexperience is quite competent. DRM -rata daily average inpatient medical records were entered into by52 DRM. Before processing to complete 52 DRM takes 0.97 hours and effort required of 0.22 people. Thetime needed for assembling 5.99 hours and 1.37 the energy needed without dividing the work in the mannerincoming patients (General, Askes, JAMKESNAS, Jampersal), are appropriate if divided by the current jobrequires 3 people. Coding without paying the necessary time differentiated way 2,31dan require the 0.53power, when differentiated manner requires 3 people pay. Indexing without pay distinguished way takes 2.24hours and 0.51 in need of people, whereas when differentiated payment method requires 3 people. Factors NonHuman Resources, space and infrastructure that is used for processing DRM Inpatient, quite representative,from lighting and air circulation (using water codition) and enough support but still supporting and requiresrealignment, because it looks less neat. Of power, DRM Inpatient incoming and infrastructure should not needno buildup. Need to improve medical record document processing systems, financial systems and medicalrecords to enable the committee to monitor and evaluate the quality of medical record services and empoweringofficers DRM processing Hospitalization.Keywords: DRM Inpatient, Assembling, Coding, IndexingAbstrakPengolahan DRM di rumah sakit berguna untuk menunjang tercapainya tertib administrasi dalam rangka upayamencapai tujuan rumah sakit, yaitu peningkatan mutu pelayanan. Terjadi penumpuk DRM Rawat Inap di ruangpengolahan Rekam Medis. Tujuannya adalah mengetahui system dan kebutuhan tenaga pengolahan DRMdalam upaya peningkatan pelayanan pada RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Dilaksanakan secara kuantitatif denganmetode work sampling, dengan pendekatan survey yang menggunakan respon time, kuesioner, wawancara sertaobservasi, yang dilakukan secara cross sectional. Respondennya adalah kepala Sub Bagian Rekam Medis,Evaluasi Dan Pelaporan dan petugas bagian assembling, koding, dan indeksing,. Sistem pengolahan DRMRawat Inap berdasarkan Pedoman Penyelenggaran dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit Di Indonesia 2006.Di RSUD Kanjuruhan Kepanjen alur DRM Rawat Inap dari rawat inap ke Bagian Keuangan, karena belumberjalannya system komputersasi untuk pembayaran pasien. Masih dijumpai DRM Rawat Inap tidak lengkapsebesar 26,95%. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penumpukan ditinjau dari Sumber Daya Manusia,bahwa kuantitas, pendidikan dan pengalaman cukup kompeten. Rata –rata setiap hari DRM Rawat Inap yang masuk ke rekam medis sebesar 52 DRM. Sebelum pengolahan untuk menyelesaikan 52 DRM membutuhkanwaktu 0,97 jam dan tenaga yang dibutuhkan 0,22 orang. Waktu yang dibutuhkan untuk assembling 5,99 jamdan tenaga yang dibutuhkan 1,37 orang tanpa membagi pekerjaan sesuai cara masuk pasien (Umum, Askes,Jamkesmas, Jampersal), sedang kalau dibagi berdasarkan pekerjaan sesuai yang ada saat ini membutuhkan 3orang. Koding tanpa dibedakan cara bayar diperlukan waktu 2,31dan membutuhkan tenaga 0,53 orang, biladibedakan cara bayar membutuhkan 3 orang. Indexing tanpa dibedakan cara bayar diperlukan waktu 2,24 jamdan membutuhkan tenaga 0,51 orang, sedangkan bila dibedakan cara bayar membutuhkan 3 orang. FactorfaktorNon Sumber Daya Manusia, ruangan dan sarana prasarana yang dipakai untuk pengolahan DRM RawatInap, cukup representative, dari pencahayaan maupun sirkulasi udara (menggunakan air codition) dan cukupmendukung namun masih belum menunjang dan membutuhkan penataan kembali, karena tampak kurang rapi.Dari tenaga, DRM Rawat Inap yang masuk dan sarana prasarana seharusnya tidak perlu ada penumpukan. Perlumemperbaiki system pengolahan dokumen rekam medis, system keuangan dan mengaktifkan panitia rekammedis untuk monitoring dan evaluasi mutu pelayanan rekam medis serta pemberdayaan petugas pengolahDRM Rawat Inap.Kata kunci: DRM Rawat Inap, Assembling, Koding, Indexing
DESAIN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SLEMAN Sustin Farlinda; Siti Nurhidayah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i1.75

Abstract

AbstractRegional General Hospital of Sleman have used the Hospital Management Information System. Hospitalinformation systems Sleman using Lazaruz as an application program, the database used is MySql databasein 2008, has been integrated to all services, including medical records system, billing system, pharmacy,radiology, laboratory and medical rehabilitation. Medical record information system consists of a system ofoutpatient registration, registration of inpatient, emergency room registration system, filling system, coding, andreporting hospital. However, because the hospital wanted to develop the Information System in Internal untilit is not depend on outsiders then make the resulting information system design based on the needs analysisand system flowcharts to obtain registration information system design models Outpatient Hospital of Slemannamely Context diagram Data Flow Diagram Level 1, Level 2 Data Flow Diagram, DataFlow Diagram Level 3 and Entity Relationship Diagram (ERD).Keywords: Hospital Information System Management, System Flowchart, Data Flow DiagramsAbstrakRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sleman telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit.Sistem informasi RSUD Sleman menggunakan Lazaruz sebagai program aplikasi, database yang digunakanadalah database MySql 2008, telah terintegrasi keseluruh pelayanan, meliputi sistem rekam Medis, sistembilling, farmasi, radiologi, laboratorium dan rehabilitasi medis. Sistem Informasi rekam medis terdiri darisistem pendaftaran rawat jalan, pendaftaran rawat inap, sistem pendaftaran IGD, sistem filling, coding, danpelaporan rumah sakit. Akan tetapi karena pihak Rumah Sakit ingin mengembangkan Sistem Informasitersebut secara Internal sehinnga tidak tergantung pada pihak luar maka di buat desain sistem informasi yangdihasilkan berdasarkan analisis kebutuhan dan flowchart sistem sehingga didapatkan model desain sistemInformasi Pendaftaran Rawat Jalan RSUD Sleman yaitu Context diagram Data Flow Diagram Level 1 , DataFlow Diagram Level 2 , Data Flow Diagram Level 3 dan juga Entity Relationship Diagram (ERD)Kata kunci: Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, Flowchart Sistem, Data Flow Diagram

Page 1 of 2 | Total Record : 12