cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2024)" : 25 Documents clear
Analisis kebutuhan media untuk memfasilitasi literasi baca tulis peserta didik kelas IV SD Sri Fitrianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18471

Abstract

Literasi baca tulis menjadi pondasi utama dalam melaksanakan pendidikan dan kehidupan di era abad 21. Literasi baca tulis perlu diajarkan dan dibudayakan sejak dini baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Pembudayaan literasi baca tulis dapat berjalan apabila didukung oleh fasilitas yang memadai, diantaranya tersedia media untuk kegiatan literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kebutuhan media dalam memfasilitasi literasi baca tulis peserta didik kelas IV SD. Penelitian ini dilaksanakan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung di salah satu SD di Kabupaten Tasikmalaya. Adapun hasil penelitian ini ialah belum optimalnya kegiatan literasi baca tulis di sekolah, terbatasnya media yang memfasilitasi literasi baca tulis peserta didik, serta perlunya pengembangan media permainan yang bermuatan literasi baca tulis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keterbatasan media untuk literasi baca tulis berdampak pada kemampuan literasi baca yang kurang optimal. Implikasinya, perlu dilakukan pengembangan media yang memuat kegiatan literasi baca tulis sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan literasi baca tulis peserta didik kelas IV SD.
Peningkatan hasil belajar luas bangun datar siswa kelas IV SDN Babarsari menggunakan problem based learning Fauziah Surya Inayatun
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18494

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Babarsari materi luas bangun datar menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Babarsari menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) materi luas bangun datar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Babarsari dengan jumlah 28 siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Desain PTK yang digunakan terdiri dari dua siklus dengan menggunakan model Kemmis dan Taggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah melakukan tindakan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Hasil tersebut diperkuat dengan meningkatkan persentase siswa yang mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan KKM yaitu 75. Pada pra siklus, presentase siswa yang tuntas sebesar 20% dan setelah diberikan tindakan persentase siswa yang tuntas meningkat menjadi 50% pada siklus I dan 85,71% pada siklus II. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa materi luas bangun datar siswa kelas IV SD Negeri Babarsari.
Keterampilan menulis teks prosedur melalui pemanfaatan media lingkungan sekolah pada peserta didik kelas IV Wida Agustina
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18497

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan perihal isi, struktur, dan kebahasaan teks dalam keterampilan menulis teks prosedur melalui pemanfaatan media lingkungan sekolah. Metode yang diaplikasikan pada penelitian ini yakni deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertempat di SDN 2 Manonjaya kelas IV Semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023. Populasi penelitian ini merupakan seluruh peserta didik kelas IV di SDN 2 Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dengan mengaplikasikan metode penugasan dan dokumentasi. Langkah-langkah analisis mencakup tahap verifikasi, penyekoran, tabulasi, dan penilaian. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa skor yang diperoleh oleh peserta didik pada aspek isi tergolong pada kategori sangat baik dengan rata-rata 9,8 sedangkan pada aspek struktur tergolong kategori baik dengan rata-rata 8,2, dan untuk aspek kebahasaan tergolong pada kategori cukup baik dengan rata-rata 6,2.
Peningkatan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas III SDN Kentungan dengan model PBL Achmad Fauzi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Lerarning/PBL) dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas III SDN Kentungan. Penelitian ini dilakukan karena kekatifan dan hasil belajar matematika materi keliling bangun datar siswa kelas III SDN Kentungan yang masih rendah sehingga perlu dilakukan perbaikan agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika materi keliling bangun datar siswa kelas III SDN Kentungan. Subyek penelitian ini yaitu siswa kelas IIIA SDN Kentungan Sleman Yogyakarta dengan jumlah 26 siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Targgart yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdapat dua pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan presentase keaktifan siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini dilihat dari presentase hasil observasi siswa pada siklus I yaitu sebesar 65,21% sedangkan siklus ke II sebesar 78,36%. Hal ini diiringi dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari pra siklus sebesar 15,4% meningkat pada siklus I menjadi 61,53%% dan pada siklus II meningkat menjadi 76,9%. Berdasarkan dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa kelas IIIA SDN Kentungan pada materi keliling bangun datar.
Analisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian diri pada PBI bermuatan literasi emosi di SD Agnia Fadla Anzala
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18566

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya urgensi penerapan literasi emosi untuk peserta didik. Dalam rangka mengetahui perkembangan literasi emosi peserta didik, maka tujuan penelitian ini yakni menganalisis kebutuhan instrumen penilaian diri sebagai penilaian literasi emosi bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara serta studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara dilakukan terhadap tiga orang guru kelas IV sekolah dasar yang bertempat di Kota Tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini adalah 1) tidak adanya instrumen penilaian diri untuk mengukur literasi emosi peserta didik; dan 2) karakteristik instrumen penilaian diri untuk mengukur literasi emosi peserta didik. Dalam penelitian ini, guru belum sepenuhnya memahami mengenai literasi emosi sehingga belum dikembangkannya penilaian terhadap literasi emosi. Oleh karena itu, perlunya penilaian diri sebagai alternatif dalam mengukur literasi emosi untuk mengetahui perkembangan peserta didik.
Analisis pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPS di sekolah dasar Nurlaelasari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18567

Abstract

Rendahnya hasil belajar, karena suasana pembelajaran yang kurang menyenangkan dan kurang bermakna bagi peserta didik menuntut pendidik untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian terdahulu keyakinan bahwa penerapan media video pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Namun, belum terdapat kajian lebih lanjut mengenai hasil penelitian yang merangkum dan menganalisis pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar IPS. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi, serta menghitung penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh penggunaan media video pada pembelajaran IPS. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui penelusuran google cendekia atau google scholar (https://scholar.google.co.id/) dan repository. Hasil penelitian terdahulu dianalisis dengan menggunakan metode pembaban kuantitatif. Informasi yang diperoleh merupakan hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya kemudian dianalisis menggunakan teknik meta-analisis uji Uji Sampel Berpasangan dan pengaruh besar atau ukuran efek. Dari hasil analisis 13 penelitian, uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05). Sehingga hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan statistika deskriptif pretest dan posttest terbukti nilai posttest lebih tinggi. Menurut penghitungan Effect size yang memperoleh hasil 2,62 masuk kategori besar. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan media video berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS peserta didik sekolah dasar, hasil belajar juga bervariasi dari peningkatan besar dan sedang Informasi yang diperoleh merupakan hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya kemudian dianalisis menggunakan teknik meta-analisis uji Uji Sampel Berpasangan dan pengaruh besar atau ukuran efek. Dari hasil analisis 13 penelitian, uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05). Sehingga hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan statistika deskriptif pretest dan posttest terbukti nilai posttest lebih tinggi. Menurut penghitungan Effect size yang memperoleh hasil 2,62 masuk kategori besar. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan media video berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS peserta didik sekolah dasar, hasil belajar juga bervariasi dari peningkatan besar dan sedang Informasi yang diperoleh merupakan hasil penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya kemudian dianalisis menggunakan teknik meta-analisis uji Uji Sampel Berpasangan dan pengaruh besar atau ukuran efek. Dari hasil analisis 13 penelitian, uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05). Sehingga hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan statistika deskriptif pretest dan posttest terbukti nilai posttest lebih tinggi. Menurut penghitungan Effect size yang memperoleh hasil 2,62 masuk kategori besar. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan media video berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS peserta didik sekolah dasar, hasil belajar juga bervariasi dari peningkatan besar dan sedang uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05). Sehingga hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan statistika deskriptif pretest dan posttest terbukti nilai posttest lebih tinggi. Menurut penghitungan Effect size yang memperoleh hasil 2,62 masuk kategori besar. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan media video berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS peserta didik sekolah dasar, hasil belajar juga bervariasi dari peningkatan besar dan sedang uji Paired Sample Test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05). Sehingga hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan statistika deskriptif pretest dan posttest terbukti nilai posttest lebih tinggi. Menurut penghitungan Effect size yang memperoleh hasil 2,62 masuk kategori besar. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan media video berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS peserta didik sekolah dasar, hasil belajar juga bervariasi dari peningkatan besar dan sedang 62 masuk kategori besar. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan media video berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS peserta didik sekolah dasar, hasil belajar juga bervariasi dari peningkatan besar dan sedang 62 masuk kategori besar. Hasil penelitian meta-analisis menunjukkan media video berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPS peserta didik sekolah dasar, hasil belajar juga bervariasi dari peningkatan besar dan sedang
Analisis program GLS (gerakan literasi sekolah) pada tahap pembiasaan di sekolah dasar Salma Fitriati; Seni Apriliya; Nana Ganda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18577

Abstract

AbstractResponding to the low literacy culture based on research which states that literacy skills in Indonesia are still lacking and lagging behind, the government held the GLS (School Literacy Movement) program as an effort to increase literacy culture. GLS (School Literacy Movement) activities in elementary schools at the habituation stage are the habit of reading 15 minutes before learning. This study aims to describe and pay attention to the implementation and overall support of GLS (School Literacy Movement) in one of the elementary schools in Tasikmalaya. The approach used in this study is descriptive qualitative using data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the GLS (School Literacy Movement) in elementary schools was carried out based on indicators of achievement of the GLS program at the habituation stage before the Covid-19 pandemic, especially during the WJLRC (West Java Leader's Reading Challenge) program. Meanwhile, after the Covid-19 pandemic, GLS activities were carried out but not optimal with the damage to various facilities that were not maintained and the lack of programs from the government that could stimulate GLS (School Literacy Movement). Thus, a program that can stimulate the movement of the GLS (School Literacy Movement) program at the habituation stage should be held again in order to revive the GLS (School Literacy Movement) program which has hardly been cultivated in elementary schools. Keywords: GLS’s Program, Elementary school, Habituation Stage. AbstrakMerespon rendahnya budaya literasi berdasarkan riset yang menyebutkan bahwa kemampuan literasi di Indonesia masih kurang dan tertinggal, pemerintah mengadakan program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) sebagai upaya peningkatan budaya literasi. Kegiatan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di sekolah dasar pada tahap pembiasaan berupa pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperhatikan pelaksanaan dan keseluruhan penunjang GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di salah satu sekolah dasar yang ada di Tasikmalaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di Sekolah dasar terlaksana berdasarkan indikator pencapaian program GLS pada tahap pembiasaan pada saat sebelum pandemi Covid-19 terutama saat adanya program WJLRC (West Java Leader’s Reading Challenge). Sedangkan pada saat setelah pandemic Covid-19 kegiatan GLS telaksana namun tidak optimal dengan rusaknya berbagai fasilitas yang tak terawatt dan kurangnya program dari pemerintah yang dapat menstimulasi GLS (Gerakan Literasi Sekolah). Sehingga, adanya program yang dapat menstimulasi bergeraknya program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) pada tahap pembiasaan sebaiknya diadakan kembali guna menghidupkan program GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang sudah hampir tidak dibudayakan di sekolah dasar. Kata Kunci: Program GLS, Sekolah Dasar, Tahap Pembiasaan.
Analisis asesmen diagnostik kognitif materi geometri di kelas IV sekolah dasar Nisrina Noor Firdaus
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18590

Abstract

The study aims to describe the stages in the cognitive diagnostic assessment of geometry material in grade IV of elementary school which consists of the preparation, implementation and follow up stages. Through a cognitive diagnostic assessment, the teacher can identify the level of student learning readiness regarding geometry material. The research method used is descriptive analysis with a qualitative approach. Data collection techniques obtained through observation, interviews, and documentation. The research was conducted in 2 schools, namely at one of the SDN in Cihideung district and one of the SDN in Tawang district. Based on the research conducted, the results obtained regarding the cognitive diagnostic assessment of geometry material in grade IV of elementary school are as follows: (1) the preparation stage, the class teacher makes a grid of questions and teaching modules as a guide in making questions, (2) the implementation stage, the class teacher delivering geometry material before the test begins, (3) follow up stage, the class teacher provides follow up in the form of remedial and additional lessons. Thus the class teacher can find out the learning needs of students based on cognitive diagnostic assessment of geometry material.
Studi literatur: desain pembelajaran berbasis flipped classroom Suci Islami
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18623

Abstract

AbstrakSalah satu permasalahan dalam proses pembelajaran yang efektif di sekolah dasar adalah keterbatasan waktu pembelajaran yang berpusat pada siswa. Permasalahan ini terjadi karena sebagian besar waktu pembelajaran siswa gunakan untuk menerima dan memahami materi yang disampaikan guru. Hal tersebut disolusikan melalui literatur study pembelajaran berbasis flipped classroom yang dikembangkan dari 5 artikel yang relevan mulai tahun 2017 – 2021 untuk mendeskripsikan pengembangan desain pembelajaran berbasis flipped classroom dari berbagai jenjang pendidikan berupa perangkat pembelajaran meliputi silabus, RPP, LKPD untuk pembelajaran di kelas, video pembelajaran, dan LKPD pendamping video melalui tiga tahap pengembangan yaitu analisis, perancangan, dan pengembangan. Melalui pembelajaran berbasis flipped classroom membantu guru menciptakan pembelajaran berpusat pada siswa karena mendorong untuk guru mentransfer materi secara daring sebelum siswa mengaplikasikan hal yang sedang dipelajari di kelas. Dengan demikian hasil studi dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengembangkan desain pembelajaran berbasis flipped classroom untuk jenjang sekolah dasar di masa mendatang. 
Analisis literasi emosi guru sekolah dasar (penelitian survei terhadap guru-guru di gugus wilayah V Kecamatan Panumbangan, Jawa Barat) Sri Dewi Rahayu; Seni Apriliya; Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i1.18792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur literasi emosi guru Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan karena literasi emosi sangat penting bagi setiap individu dan guru merupakan salah satu yang menentukan perkembangan literasi emosi sehingga sebelum memberikan pemahaman terhadap murid, guru sendiri harus memahami literasi emosi pada dirinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada sejumlah guru di Kecamatan Panumbangan dengan total 62 orang guru. Data diolah secara kuantitatif dan dikategorikan untuk mengetahui kategori literasi emosi guru di wilayah tersebut. Aspek yang terdapat pada literasi emosi berdasar pada Teori Steiner yaitu aspek memahami perasaan diri, aspek berempati, asppek mengelola emosi, aspek mengatasi dan memperbaiki kerusakan emosi, dan aspek mengembangkan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi emosi guru dalam aspek berempati, aspek mengelola emosi, aspek mengatasi dan memperbaiki kerusakan emosi dan aspek mengembangkan interaksi sosial berada dalam kategori sedang atau cukup baik. Sedangkan pada aspek mengetahui perasaan diri berada dalam kategori tinggi. Sehingga secara keseluruhan literasi emosi guru di Gugus Wilayah V Kecamatan Panumbangan masih berada dalam kategori sedang dan masih memerlukan peningkatan.Kata Kunci: Literasi, Literasi Emosi, Literasi Emosi Guru.

Page 1 of 3 | Total Record : 25