cover
Contact Name
Sulaiman
Contact Email
lppm.stikessitihajar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm.stikessitihajar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Health Science and Physiotherapy
ISSN : 25483943     EISSN : 26558688     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Science and Physiotherapy: Research Study in Health Science and Physiotherapy publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about physiotherapy, nursing, medicine, midwifery, public health, pharmacy, nutrition. and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Posyandu Lansia Terhadap Pengetahuan dan Tindakan Pemanfaatan di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Purwaningsih Purwaningsih
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.31

Abstract

Jumlah lansia di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 60 orang. Dari jumlah tersebut lansia yang aktif mengikuti kegiatan lansia sebanyak 28 orang dengan jumlah laki-laki sebanyak 10 orang dan perempuan sebanyak 18 orang. Kurang aktifnya lansia diduga karena kurangnya pengetahuan, sehingga perlu diberi pendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan tindakan pemanfaatan posyandu lansia .Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian dilakukan di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 orang dan sampel diambil setengahnya yaitu 30 orang. Data dianalisis secara analitik dengan menggunakan uji t dua sampel berpasangan (paired sample t-test) pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh (perbedaan) yang signifikan pengetahuan lansia sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pretest) dengan pengetahuan sesudah diberi pendidikan kesehatan (posttest) dengan nilai t-hitung = -37,622 > 1,699 (t-tabel) dan nilai p= 0,000 < 0,05. Terdapat pengaruh (perbedaan) yang signifikan tindakan pemanfaatan posyandu lansia sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan (posttest) dengan nilai t-hitung = -17,954 > 1,699 (t-tabel) dan nilai p= 0,000 < 0,05. Disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat aktif untuk memberikan pendidikan kesehatan baik kepada lansia maupun kepada anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan lansia agar pengetahuan pasien dan keluarga bertambah serta mampu melakukan perawatan pada lansia dengan semaksimal mungkin dan mendukung lansia untuk datang ke posyandu lansia
Hubungan Adversity Quotient dengan Burnout Pada Tenaga Kesehatan di RSU Siti Hajar Medan Nurul Aini
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.32

Abstract

Pendahuluan : Tenaga kesehatan merupakan salah satu profesi yang mendapat tempat yang istimewa di mata masyarakat, dikarenakan tugas mulianya adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia. Akantetapi kesalahan yang terjadi saat proses pelayanan seorang tenaga kesehatan tak jarang merupakan kelailaian tenaga kesehatan, yang salahsatunya disebabkan oleh faktor kelelahan bekerja (burnout). Salah satu faktor internal yang mempengaruhi burnout adalah berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan. Kemampuan yang dimiliki individu untuk mengelola, mengatasi dan merespon permasalahan atau hambatan disebut dengan adversity quotient (Stoltz, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan burnout pada tenaga kesehatan di RSU. Siti Hajar Medan. Metodologi : Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif, hasil penelitian ini menunjukkan nilai F = 36,187 dimana P < 0,05, dengan koefisien korelasi sebesar -0,723. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara adversity quotient dengan burnout. Semakin tinggi adversity quotient maka semakin rendah burnout, sebaliknya semakin rendah adversity quotient maka semakin tinggu Burnout
Potensi Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Mencegahan Kanker Dina Amalia Kusmardika
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.33

Abstract

Kanker adalah penyakit yang timbul akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang mengalami mutasi genetik. Perubahan ini dapat disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu faktor genetik, faktor gaya hidup dan faktor karsinogenik. Faktor karsinogenik disebabkan oleh stres oksidatif yang timbul akibat radikal bebas dan Reactive oxygen Species (ROS) yang dihasilkan oleh aktivitas metabolisme tubuh maupun paparan polutan dari luar tubuh. Untuk mencegah stres oksidatif, tubuh membutuhkan antioksidan yang adekuat. Daun kelor (Moringa Oleifera) memiliki kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif yang tinggi sehingga berpotensi untuk mencegah terjadinya stress oksidatif dan kanker
Persepsi Anak Remaja SMA Tentang Seks Bebas di sekolah Etislandia Medan Tahun 2019 Regina M Doloksaribu; Veronika J Sihotang; Debora F Tambunan; Dameria Nainggolan
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali ataupun memahami Persepsi Anak Remaja Tentang Seks Bebas Di Kalangan Pelajar SMA Etis Landia Medan Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitan kualitatif deskriptif fenomenologi, Dalam penelitian ini tekhnik validitas data dengan cara trianggulasi sumber data, dengan membandingkan informasi atau data dengan cara yang berdeda dengan menggunakan metode wawancara, dan FGD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku seks yang menyimpang di kalangan remaja . Perilaku seksual yang terjadi dikalangan remaja dikarenakan kurangnya pemahaman dalam mempersepsikan ttentang seks bebas. Sehingga remaja sma selalu memayoritas dan mengkonotasikan seks dengan hal – hal pornografi, menimbulkan rasa penasaran hingga melakukan perilaku seks. Hal – hal pornografi sepeti: menonton film porno, menonton video porno, mengakses gambar porno, mengakses video porno, membayangkan adegan seks, mendapatkan informasi tentang seks yang salah dari teman menimbulkan rasa keinginan serta menimbulkan imajinasi tentang perilaku seks. Disarankan dalam penelitian ini agar remaja SMA tidak melakukan perilaku seks bebas untuk terhindar dari penyakit yang beresiko seperti penyakit menular sekseual dan tetap terjaga kesehatan reproduksinya, serta menekan jumlah korban dalam perilaku seks dengan melakukan upaya penyampain tentang pendidikan ataupun pengetahuan seks di kalangan remaja dengan mendapatkan dukungan dan melibatkan orangtua, anggtakeluarga , guru, pemuka agama, tokoh masarakat
Determinan yang Berhubungan Dengan Keluhan Akibat Tidak Menggunakan APD pada Pekerja Bengkel Las Medan Yuna Asima Ria Lumban Gaol; Perry Boy Chandra Siahaan
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.35

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting dalam pekerjaan seharihari baik pekerjaan formal dan informal, maka itu manfaat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja sangat besar dalam pencengahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja tetapi tidak menjamin semua pekerjaan akan memakainya. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk Mengetahui Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Akibat Tidak Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Pekerja Las di Bengkel Las yang berlokasi di Jalan Mahkamah Kelurahan Mesjid pada tahun 2019. Adapun penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan Cross Sectional dengan sampel 30 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisa data chi-square untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara, APD, Cara Kerja, Lama Kerja dengan Keluhan Pada Pekerja Las. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan APD dengan Keluhan Pada Pekerja Las, kemudian adanya hubungan Cara Kerja dengan Keluhan Pada Pekerja Las, dan tidak adanya hubungan Lama Kerja dengan Keluhan Pada Pekerja Las
Peran Kurkumin Sebagai Terapi Pada Osteoartritis Rilianda Abelira
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.36

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan salah satu penyakit penyakit degeneratif atau geriatri yang disebabkan adanya inflamasi yang melibatkan kartilago, lapisan sendi, ligamen, dan tulang yang akibatnya dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi. Epidemiologi OA di didunia sekitar 15% dengan usia diatas 65-75 dan diperkirakan pada tahun 2020 penderita osteoarthritis akan meningkat 11,6 juta penderita. Kejadian OA di Indonesia dari tahun 1990 hingga 2010 telah mengalami peningkatan sebanyak 44,2% dan berdasarkan usia di Indonesia cukup tinggi dengan 65% pada usia tua (lansia) atau lebih dari 61 tahun. Pengobatan secara farmakologis untuk OA dengan menggunakan Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS) salah satu contohnya adalah meloksikam. Namun, efek samping penggunaan OAINS dapat menimbulkan beberapa masalah seperti timbulnya ulkus peptikum dan gangguan pencernaan. Hal ini menyebabkan sedang dikembangkannya pengobatan herbal untuk OA yang harapannya dapat menjadi pengobatan utama dalam mengatasi OA dengan menggunakan kurkumin. Kurkumin berperan sebagai antiinflamasi dalam kunyit putih dengan menurunkan aktivitas cyclooxygenase 2(COX-2), lipoxygenase dan menghambat produksi sitokin seperti TNF-α, interleukin (IL). Osteoarthritis (OA) is a degenerative or geriatric disease that is caused by inflammation involving cartilages, joint lining, ligaments, and bones which can cause pain and stiffness in the joints. Epidemiology of OA in the world around 15% with ages above 65-75 and it is estimated in 2020, osteoarthritis will increase by 11.6 million. The incidence of OA in Indonesia from 1990 to 2010 has increased by 44.2% and by age in Indonesia is quite high with 65% in old age (elderly) or more than 61 years. Treatment for OA is using non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), such as meloxicam. However, side effects of NSAID use can cause several problems such as the emergence of peptic ulcer and digestive disorders. This has led to the development of herbal treatments for OA which hopes to become the main treatment in overcoming OA by using curcumin. Curcumin acts as an anti-inflammatory in white turmeric by reducing the activity of cyclooxygenase 2 (COX-2), lipoxygenase and inhibiting the production of cytokines such as TNF-α, interleukin (IL).
Penggunaan Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Sectio Caesarea Rahma Hardiyanti
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.37

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. WHO memperkirakan bahwa angka kejadian persalinan dengan sectio caesarea sekitar 10-15% dari semua proses persalinan. Angka kejadian sectio caesarea di Indonesia mengalami peningkatan dari 9,8% pada tahun 2013 menjadi 17% pada tahun 2017. Ada beberapa resiko dari sectio caesarea antara lain infeksi, pendarahan, komplikasi bedah dan morbidly adherent placenta. Sekitar 90% morbiditas pasca operasi disebabkan oleh Infeksi Luka Operasi (ILO). ILO adalah infeksi dimana organisme patogen berkembang atau bermultiplikasi di suatu luka operasi yang sebagian besar disebabkan flora normal kulit, yaitu Staphylococcus aureus, coagulase-negative Staphylococcus (seperti Staphylococcus epidermidis), Pseudomonas sp., dan Escherichia coli. ILO dari tindakan sectio caesarea tersebut dapat diturunkan dengan adanya pemberian antibiotik profilaksis. Antibiotik profilaksis pada pembedahan adalah antibiotik yang diberikan pada penderita yang menjalani pembedahan sebelum adanya infeksi, tujuannya ialah untuk mencegah terjadinya infeksi akibat tindakan pembedahan. Penggunaan antibiotik profilaksis sangat dianjurkan diberikan sebelum dilakukan operasi dengan tujuan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya sebesar 30-65%. Antibiotik profilaksis yang disarankan adalah sefazolin yakni golongan sefalosporin generasi pertama dengan dosis 1 gr secara intravena dan diberikan 15-60 menit sebelum dimulainya prosedur sectio caesarea.
Pendekatan Diagnosis Terbaru Vaping Associated Pulmonary Injury (VAPI) Anisa Ramadhanti
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.38

Abstract

Rokok elektronik atau vape diklaim lebih aman dan lebih tidak berbahaya karena lebih sedikit mengandung bahan kimia toksik dibandingkan rokok konvensional. Walaupun demikian, masih banyak pihak yang mempertanyakan keamanan rokok elektronik. Liquid dalam rokok elektronik dan aerosol yang dihasilkan terbukti mengandung sejumlah komponen kimia yang kemungkinan memiliki efek yang berbahaya terhadap kesehatan, terutama paru yang dapat menyebabkan vaping-associated pulmonary injury (VAPI). Berdasarkan laporan kasus sebelumnya, VAPI terbagi menjadi beberapa spektrum penyakit, diantaranya adalah pneumonia eosinofilik akut, organizing pneumonia, lipoid pneumonia, kerusakan alveolus difus, dan acute respiratory distress syndrome (ARDS), perdarahan alveolar difus, pneumonitis hipersensitif, dan yang paling jarang yaitu giant-cell interstitial pneumonitis. Terdapat definisi kasus yang terbaru dalam menegakkan diagnosis VAPI, serta tatalaksana
Efek Protektif Penggunaan Antiradiasi Alpha Spin Terhadap Histologi Hipokampus Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Sprague dawley yang Terpapar Gelombang Elektromagnetik Ponsel Ahmad Rizki Dwi Prasetia; Waluyo Rudiyanto; Merry Indah Sari
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.39

Abstract

Exposure to cellphone electromagnetic radiation can cause oxidative stress which can later lead to changes in the hippocampal pyramidal cells. This change can be characterized by a reduction in the number of pyramidal cells and a change in cell morphology characterized by occurrence of picnosis or hydropic degeneration in the hippocampal pyramidal cell nucleus. Alpha Spin can inhibit cell phone electromagnetic radiation exposure through the quantum energy field formed by Alpha Spin. This study aims to determine the protective effect of the use of Alpha spin antiradiation on the histology of the hippocampus of white rats (Rattus norvegicus) Sprague dawley strains exposed to mobile electromagnetic waves. Laboratory experimental research using randomized controlled methods with a post test only control group design. Samples were 30 white rats divided into 3 groups. The control group (K) was only given food and drink, the treatment group 1 (P1) was exposed to cellphone electromagnetic waves and the treatment group 2 (P2) was exposed to cellphone electromagnetic waves and placed Alpha Spin. Exposure is done 2 hours / day for 30 days. There were mean differences in all groups with a significant value, which was p <0.05. There is a protective effect of Alpha Spin antiradiation on the histology of the hippocampus white rat (Rattus norvegicus) Sprague dawley strain that is exposed to cellphone electromagnetic waves.
Pengaruh Paparan Pestisida Pada Masa Kehamilan Terhadap Kejadian Autisme Ghina Risky Juanda
Journal of Health Science and Physiotherapy Vol 2 No 1 (2020): Journal of Health Science and Physiotherapy
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Hajar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35893/jhsp.v2i1.40

Abstract

Pestisida merupakan suatu bahan kimia yang sering digunakan untuk mengendalikan/membasmi organisme pengganggu, hal ini sangat menguntungkan bagi hasil produksi pertanian. Namun, beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan pestisida memiliki dampak negatif terutama bagi kesehatan pengguna pestisida baik itu petani maupun konsumen. Salah satu kelompok yang paling berisiko terhadap dampak pestisida adalah perempuan, hal ini disebabkan karena peran dari perempuan dalam sektor pertanian sangat besar. Paparan pestisida selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan pada anak. Pestisida memiliki efek EDC (Endocrine Disruptor Chemical) atau memiliki sifat antitiroid, faktor yang dapat menyebabkan autisme. Beberapa jenis pestisida yang memiliki efek EDC antara lain 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D), mancozeb, acetochlor, aminotriazole, aminotrole, bromoxynil, pendamethalin, dan thiourea. Bahan-bahan ini dapat berkompetisi dengan reseptor hormon tiroid sehingga menyebabkan hormon tiroid tidak dapat berikatan dengan reseptor, kerja hormon tiroid dapat terinhibisi dan terjadilah kondisi hipotiroid. Penurunan kadar tiroid dapat menurunkan kemampuan pertumbuhan dari dendrit pada sel purkinje di cerebellum yang diperantarai oleh hormon tiroid. Hal tersebut dapat mempengaruhi neuroanatomi dan neurokemistri dari neurotransmitter pada otak sehingga dapat menyebabkan kondisi autisme. Anak dengan autisme dapat mengalami gangguan pada aktivitas sensorik, motorik yang repetitif dan keterbatasan minat atau kelebihan minat pada suatu hal tertentu